Ma Boy! (REMAKE)

Cast : Lee Sungmin & Cho Kyuhyun

Disclaimer : Cerita ini murni saya ambil dari mini drama "Ma Boy" yang diperankan oleh Kim So Hyun dan Sun Woong "TOUCH". Jika berkenan, kalian bisa langsung menonton dramanya di google :D Tapi tentu saja ada beberapa tambahan scene atau dialog yang author buat sendiri demi penyesuaian jalan cerita ^^

Warning : GS! Typo's! Tidak sesuai EYD!

.

.

.

Ketika jam makan siang di kantin sekolah, Sungmin kini tengah menikmati makan siangnya bersama Eunhyuk. Nampak jika Sungmin makan dalam keadaan tenang namun Eunhyuk yang penasaran dengan teman barunya, akhirnya ia pun mengajak Sungmin untuk berbincang ketika makan.

"Sungmin-ah, apa kau adalah cucu dari pengusaha kaya atau anak kepala sekolah?" Tanya Eunhyuk penasaran hingga berhasil membuat Sungmin yang sedang menikmati makannya pun melirik kearahnya.

"Ah bicara apa kau ini." Ucap Sungmin disertai dengan tawa lucunya hingga Eunhyuk pun ikut terkekeh.

"Hei, aku punya alasan untuk mengatakan itu. Kau tahu? Kau ini hebat sekali karena bisa masuk ke Daehan yang tidak pernah menerima siswa pindahan. Kau bahkan sekamar dengan Irene. Waahhh…itu merupakan suatu keajaiban. Bahkan aku saja merasa iri padamu."

"Jinjjaya? Aaa…aku baru menyadari itu." Setelah mengatakan itu, tanpa sengaja Sungmin pun menoleh kearah kanan dan mendapati 3 orang anggota Heckle tengah menatap sangar kearahnya hingga sekarang Sungmin pun jadi mengerti, itu sebabnya mereka bersikap seperti itu.

"Tapi aku hanya lah seorang Lee Sungmin dari Desa Jeonju." Ujar Sungmin merendahkan diri hingga membuat Eunhyuk mengangguk mengerti. Mereka pun kembali melanjutkan makan mereka hingga pikiran Sungmin pun tiba-tiba saja tertuju pada sosok teman sekamarnya yang misterius.

"Ah, Eunhyuk-ah. Aku sebenarnya sangat heran dengan Irene, ia tidak peduli dengan orang sekitarnya dan juga jarang bicara. Walaupun sekamar dengannya pun aku tak pernah sama sekali mendengarnya bicara padaku." Gerutu Sungmin sambil mengaduk makannya hingga membuat Eunhyuk yang mendengar pun kembali terkekeh lucu.

"Kau benar. Jumlah orang di sekolah yang pernah mendengar suara Irene itu bisa dihitung dengan jari. Dia bahkan tidak bicara dengan para guru, apa lagi untuk berbicara dengan kita?" Sungmin sontak terkejut dengan ucapan Eunhyuk. Ia sungguh tidak menyangka jika Irene akan sepelit itu untuk mengeluarkan suaranya hingga Eunhyuk pun perlahan memajukan wajahnya dan berbisik pada Sungmin.

"Kau tau, ada gosip kalau suara Irene tidak sebanding dengan wajahnya sama sekali."

"Jinjja?"

"Eum."

Satu fakta yang terungkap dari Irene pun kembali membuat Sungmin tercengang bahkan pikiran-pikiran aneh mulai berputar-putar dikepalanya. Ia bahkan membayangkan Irene mengenalkan diri dengan berbagai macam gaya. Mulai dari suara pria, suara ahjussi, suara aneh lainnya, bahkan ketika Irene menunjukkan gaya aegyo-nya untuk para ajussi fans..bbuing bbuing..bbuing, hingga berhasil membuat Sungmin tertawa sendiri memikirkannya.

Eunhyuk sempat heran dengan tingkah Sungmin hingga gadis itu pun menghentikan tawanya namun masih dengan wajah yang memerah menahan geli. "Kau benar, mungkin saja suaranya memang aneh. Itu namanya baru adil. Punya wajah cantik dengan suara merdu, akan menimbulkan banyak kebencian."

"Ne. Bahkan Donghae juga belum pernah mendengar suara Irene." Mereka berdua kembali tertawa bersama hingga Eunhyuk pun mendapati Donghae yang baru memasuki kantin dan menunjuknya. "Itu Donghae datang."

"Mana? Mana?" Karena saking semangatnya, Sungmin pun berdiri dengan cepat dan Ia justru malah menabrak Donghae yang datang dengan nampan makanan dan berjarak sangat dekat dengannya hingga terjadilah insiden.

BRUGH!

Donghae akhirnya terjatuh dengan makanan berhamburan di atas bajunya.

"OMMO!" Teriak semua orang didalam kantin tersebut secara bersamaan hingga membuat Sungmin merasa ketakutan ketika semua orang apalagi ketika 3 anggota Heckle tengah menatap berang kearahnya.

Sungmin sontak saja merasa ketakutan dan berusaha untuk membersihkan baju Donghae, "Gwanchana? Gwaencaha? Huh, otteokhae?!"

"Gwaenchana." Masih dengan gaya coolnya, Donghae ternyata tidak marah kepada Sungmin, meskipun wajahnya kini penuh nasi dan kimchi bahkan masih sempat-sempatnya ia makan nasi yang ada di matanya.

Heckle tentu saja marah melihat idola mereka dipermalukan di kantin. Akhirnya dengan sekali tarikan, pemimpin dari grup itu, Kim Heechul dengan kasar menarik tangan Sungmin cepat kemudian menyeretnya hingga ke sudut sekolah.

"Apa yang kau lakukan, eoh? Beraninya kau mempermalukan uri Donghae!" Bentak Ryeowook hingga membuat kepala Sungmin tertunduk dan gadis itu tidak bisa berkata apa-apa.

"Kenapa diam?! Apa kau puas sekarang?!" Kali ini Heechul yang bersuara hingga Sungmin yang mulai merasa kesal pun kini mengangkat kepalanya.

"Tidak! Aku tidak puas! Lagi pula aku kan tidak sengaja! Kenapa kalian harus semarah ini-…"

BYUUURR!

Ucapan Sungmin sontak terhenti kala dengan jahatnya Key menyiram wajah Sungmin dengan seember air.

"Berani kau melawan Heckle. Rasakan ini!" Secara bersamaan, 3 anggota Heckle itu pun menjambak rambut Sungmin dengan beringas tapi Sungmin tentu saja melawan. Namun walaupun Sungmin menguasai jurus martial arts, kekuatan 3 orang yang ternyata besar ini sukses membuat Sungmin kewalahan. Bahkan Heechul dengan sengaja menarik kancing seragam Sungmim hingga menunjukkan t-shirt bergambar Donghae didepan dadanya.

Ketiga orang itu kembali membulatkan mata mereka ketika melihat t-shirt putih yang Sungmin kenakan. Aura kebencian pun semakin menguar dari tubuh mereka hingga mereka pun kembali menyerang Sungmin tanpa ampun.

"Hentikan!" Aksi gila itu pun akhirnya terhenti ketika Donghae muncul dari balik tembok hingga berhasil membuat 3 anggota Heckle menatap takut kearahnya. Saat ini posisi Donghae tidak memungkinkannya untuk melihat siapa gadis yang dibully.

"Donghae?"

"Pergi sekarang juga!" Tanpa banyak kata, ketiga orang itu pun pergi menyisakan Sungmin yang hanya dapat terdiam shock ditempatnya dalam keadaann yang mengenaskan.

Sungmin yang menyadari jika Donghae lah yang menolongnya terang saja membuat Sungmin merasa senang. Ia pun memperhatikan lelaki yang saat ini malah dalam keadaan memunggunginya. Namun tak berapa lama, dengan gaya coolnya Donghae pun membalikkan badan tak lupa dengan kancing seragam bagian depannya yang terbuka memperlihatkan sebuah t-shirt bergambar Irene didepan dadanya. Huh?

"Ommo! Lee Sungmin?!" Tanya Donghae dengan wajah terkejutnya mengira gadis yang dibully itu adalah Irene karena ia mendengar jika gadis itu memakai t-shirt dengan gambar dirinya. Ia benar-benar terkejut saat melihat gadis itu ternyata adalah Sungmin.

"K-kenapa kau…memakai t-shirt couple itu?" Pernyataan Donghae jelas saja membuat mata Sungmin tertuju pada t-shirt yang sedang Donghae kenakan. Matanya terang saja menjadi membulat karena baru menyadari jika t-shirt apa yang sedang Donghae kenakan.

Dengan cepat, Sungmin pun menutupi bagian dadanya tepat didepan gambar wajah Donghae kemudian berlari menjauh karena merasa malu juga kesal dengan apa yang baru menimpanya barusan.

Donghae hanya dapat menunjukkan tatapan terluka ketika kembali mengingat t-shirtnya malah dikenakan Sungmin. Ia pun hanya dapat menghela nafasnya sambil mengingat wajah Irene didalam pikirannya, "Haruskah ini terjadi lagi? Kapan kau akan menerima pemberian dariku, Irene-i."

.

.

Irene/Kyuhyun yang tengah dibicarakan justru kini tengah duduk merenung. Ia ingat mengingat ucapan Changmin, rekannya ketika latihan menari tadi malam yang mengatakan jika mereka akan ikut kompetisi dance bulan depan.

Changmin menyesali jika Kyuhyun tidak bisa ikut dan meminta maaf pada Kyuhyun dan lelaki itu pun mengerti. Kyuhyun memang menyadari jika dirinya selalu gagal karena ia memang tidak cukup baik.

Tentu saja pikirannya sebagai Kyuhyun membawa dampak bahwa Irene lah yang terlihat frustasi. Fan Boy Irene yang menyebut diri mereka sebagai Ahkle/grup pemuja Irene disekolahnya melihat itu dan ikut merasa sedih untuk Irene.

"Apa ini karena Donghae? Kita harus memberi pelajaran pada Donghae!" Ucap Shindong berusaha menebak-nebak namun Henry disebelahnya menggeleng tidak setuju dengan apa yang temannya katakan.

"Tapi bukankah kita tahu kalau Irene tidak pernah memperhatikan Donghae. Lalu apa?" Mereka pun nampak berpikir sejenak namun mata mereka tiba-tiba membulat ketika menyadari siapa yang tengah berada disekitar Irene akhir-akhir ini.

"Ah! Lee Sungmin!" Ucap mereka secara bersamaan hingga sebuah ide gila pun muncul dipemikiran mereka.

"Kita harus memberikan anak baru itu pelajaran."

"Em!"

Malamnya Ahkle benar-benar menghadang Sungmin ketika gadis itu baru saja pulang dari sekolah dengan keadaan yang berantakan.

Sungmin yang menyadari jika ada ketiga orang aneh lagi yang menghadangnya kini hanya dapat memandang ketiga orang itu malas ketika salah satu dari mereka berucap kasar kearahnya.

"Hei, anak baru! Pasti kau kan yang menyebabkan Irene menjadi badmood hari ini? Dasar menyebalkan!" Ujar siswa bernama Shindong sambil mengunyah makanan ringan ditangan gempalnya.

"Benar! Harusnya kau pindah dari kamar Irene kalau kau ingin selamat!" Kali ini siswa bernama Kangin yang berujar sarkatik hingga Sungmin yang mendengar kini hanya memandang mereka bertiga dengan datar.

'Apa lagi ini sekarang!' Sungmin benar-benar tidak percaya dengan apa yang menimpanya hari ini. Tadi saja ia sudah merasa kesal karena insiden Donghae, bully hari ini, dan juga sangat malu untuk bertemu dengan Donghae dengan kondisi seperti itu. Tak tahukah mereka jika Sungmin benar-benar tidak ingin bertengkar hari ini?

"Bisakah kalian menjauh, aku ingin pulang ke asrama sekarang." Ujar Sungmin dengan lesu namun bukannya menjauh, ketiga orang itu malah saling menautkan lengan mereka seolah menjadi benteng agar Sungmin tidak bisa lewat.

"Jangan harap kau bisa kabur dari kami, anak baru!" Kangin kembali mengancam berharap agar Sungmin merasa takut. Namun bukannya menciut, hal itu terang saja membuat Sungmin bertambah kesal bahkan angin kencang tiba-tiba saja mengelilingi mereka hingga berbalik membuat ketiga orang itu bergidik ketika menyaksikan kemarahan Sungmin.

"Pergi sekarang juga atau aku akan…" Sungmin sudah berniat untuk melempar mereka bertiga dengan sepatu miliknya hingga membuat nyali ketiga orang itu menciut kemudian tanpa banyak kata anggota Ahkle itu pun mengambil langkah seribu untuk meninggalkan Sungmin sendirian di tempatnya.

"Hufft… Kenapa aku harus dikelilingi oleh orang-orang aneh disini. Aisshh jinjja!"

.

.

Kyuhyun sungguh merasa stress ketika sekamar dengan Sungmin. Apalagi ketika gadis itu keluar dari kamar mandi hanya mengenakan kamisol dan hot pants. Bahkan gadis itu dengan santainya mengeringkan rambut panjangnya menggunakan handuk hingga Kyuhyun buru-buru memalingkan wajahnya karena merasa malu.

Sungmin mengira jika Irene seolah-olah mengejek bentuk tubuhnya hingga mendadak gadis itu pun merasa kesal sendiri. "Ada apa denganmu, eoh? Meskipun bentuk badan kita beda, tapi kita ini sama-sama perempuan kan? Kenapa kau mesti memalingkan wajahmu? Kau tau aku bisa saja merasa tersinggung jika kau memperlakukanku seperti ini terus."

Kyuhyun sempat tertegun mendengar ucapan Sungmin, namun sekuat mungkin ia pun mencoba untuk mengabaikannya dan memilih untuk berjalan keluar.

Namun sebelum Irene/Kyuhyun memegang gagang pintu, dengan cepat Sungmin pun menahan pergelangan tangannya hingga mau tak mau Irene pun menoleh kearah Sungmin dengan tatapan tajamnya seolah mengatakan, 'Apa yang kau lakukan?'

"Hei, apa kau mengatakan sesuatu pada grup Ahkle itu? Apa kau bilang kau tidak suka sekamar denganku?" Tanya Sungmin cepat hingga membuat alis Kyuhyun kini menjadi mengkerut.

'Apa yang kau bicarakan anak baru! Cepat lepaskan tanganku sekarang juga!' Jerit Kyuhyun dalam hati namun Sungmin masih saja betah mengapit tangannya hingga membuat Kyuhyun ingin sekali menarik tubuh kecil itu untuk menjauh darinya.

Merasa jika sepertinya Irene tidak akan pernah mau menjawab atau mungkin berbicara padanya, akhirnya yeoja itu pun hanya dapat menghela nafasnya berat kemudian tepat kedalam kedua bola mata Kyuhyun hingga membuat 'perempuan' itu terpaku melihatnya.

'Apa yang terjadi denganku?!'

Merasa jika ada yang sedang tidak beres dengan dirinya, Kyuhyun pun dengan cepat menarik tangannya hingga terlepas dari apitan tangan Sungmin kemudian dengan cepat berlari menghindar dari gadis tersebut.

Namun sebelum ia benar-benar pergi, Kyuhyun sempat mendengar Sungmin berteriak dibelakangnya. "Irene-i, aku berjanji akan berusaha agar kau betah sekamar denganku!"

Teriakan itu terang saja membuat Kyuhyun bergidik hingga akhirnya ia pun memilih untuk cepat pergi meninggalkan Sungmin sendirian di kamar mereka.

.

.

Di pagi hari yang cerah ini, Donghae sang idola kini tengah bersandar didepan tembok untuk menunggu sang pujaan hati. Siapa lagi kalau bukan si cantik Irene.

Nampak jika namja tampan itu menendang-nendang kerikil dibawah sepatunya hingga beberapa menit kemudian sosok yang ia tunggu pun muncul sambil berjalan pelan, masih dengan setia menunjukkan wajah feminimnya.

Merasa jika Irene sudah mendekat, dengan cepat Donghae pun memperbaiki penampilannya kemudian memanggil sang pujaan ketika gadis itu berjalan tepat didepannya.

"Irene-I, bisakah kita bicara sebentar? Eh tidak, maksudku bisakah kau mendengarkanku sebentar?" Tanya Donghae dengan pertanyaan konyolnya, namun Irene yang mendengar itu kini hanya bersikap acuh sambil melanjutkan langkahnya.

Merasa jika lagi-lagi Irene bersikap cuek padanya, Donghae pun berniat untuk mengejar Irene tanpa menyadari jika ada sebuah batu besar kini berada tepat didepan dibawah kakinya.

"Irene-i, tunggu aku-… HUWAAA!"

BRUGH!

Dengan tidak elitnya, idola pria yang namanya amat dielu-elukan itu pun terjatuh keatas tanah hingga membuat Irene yang mendengar jika ada suara benda yang 'berat' terjatuh pun sontak menghentikan langkahnya.

Tapi saat Irene menoleh...jreng! Donghae kini sudah berdiri kembali dengan pose keren yang berbanding terbalik dengan posisi jatuhnya yang sama sekali tidak elit tadi.

Sambil tetap menunjukkan gaya kerennya, Donghae pun perlahan mendekati Irene sedangkan gadis itu hanya menatap datar kearahnya.

"Irene-I, coba jawab pertanyaanku! Apa kau tidak menyukai T-shirt yang kuberikan padamu? Coba jawab aku? Hm? Hm?" Paksa Donghae seperti seorang anak kecil yang merengek pada ibunya hingga Irene/Kyuhyun kini malah menjadi ilfeel melihatnya. Dalam hati Kyuhyun membenarkan, t-shirt yang Donghae berikan sama sekali tidak keren.

"Huh, ya sudahlah. Tapi bagaimanapun juga, aku akan selalu ada di sisimu, Irene."

GUBRAG!

'Apa anak lelaki ini tidak berniat untuk menyerah?!'

Kyuhyun berharap sekali jika setelah kejadian kemarin Donghae akan menyerah untuk mengejarnya. Namun nyatanya hari ini Donghae masih saja tidak terlihat putus asa. Bahkan masih dengan wajah bahagianya, namja itu pun kini menatap Irene dengan mata berbinar hingga Irene yang melihat pun serasa ingin mual dibuatnya.

'Kasihan juga anak ini. Bagaimana juga nasibnya jika tahu Irene adalah seorang laki-laki tulen bernama Kyuhyun? Pasti ia akan shock 3 hari 3 malam dibuatnya.' Pikir Kyuhyun dalam hati dengan diselipi akan rasa kasihan pada Donghae.

"Aaah, iya. Ada yang ingin aku sampaikan padamu. Kau tahu? Aku kini telah bergabung dengan musikal dan aku mengundangmu untuk penampilan perdanaku nanti. Apa kau bersedia untuk datang?"

Irene yang nyatanya sebagai seorang lelaki pun terang saja menolak ajakan yang lebih mengarah pada kencan itu hingga tanpa pikir panjang ia pun menggoyangkan tangannya didepan dada. Bahkan didalam hatinya ia pun sempat menyeletuk, 'Apa kau pikir aku sudah gila?'

Donghae yang mengira jika penolakan yeoja ini adalah pertanda jika Irene sibuk hingga namja itu pun meminta agar Irene mempertimbangkannya lagi.

Seperti biasa. Tanpa harus menjawab, Irene pun hanya mengangguk kemudian kembali berjalan pergi, meninggalkan Donghae yang hanya dapat menghela nafasnya.

Tanpa mereka sadari, dibalik semak-semak dekat dengan pohon besar di taman sekolah, Reporter Kang sang paparazzi telah berhasil merekam semuanya dari awal ketika Donghae yang memanggil nama Irene hingga sang idola pria yang tengah berdiam ditempatnya.

"Oh..! Donghae dan Irene. Ini akan jadi headline yang bagus untuk halaman utama artikelku hari ini!" pikirnya senang kemudian dengan cepat meninggalkan persembunyiannya berharap jika tak ada seorang pun yang akan menyadari keberadaannya.

.

.

Pagi ini di kelas music.

Donghae kini tengah memainkan instrument piano dari salah satu lagu Kenny G yang terkenal 'Forever in Love' dengan sangat baik. Permainan piano Donghae terang saja membuat seisi kelas menjadi terpesona tak terkecuali bagi Sungmin.

Gadis itu benar-benar merasa terhipnotis setelah mendengar permainan Donghae dan ia sungguh merasa beruntung bisa menyaksikan keajaiban itu secara live di depan matanya.

Ting~

Bunyi instrument terakhir itu menandakan jika permainan Donghae telah selesai hingga membuat satu kelas memberikan tepukan tangan yang meriah untuknya.

Lelaki tampan itu pun menanggapinya dengan senyuman manis dan mengedarkan pandangannya, berharap jika Irene hari ini menyaksikan penampilannya. Namun sayang sang pujaan hati yang baru ia temui pagi tadi kini telah menghilang entah kemana padahal kelas music adalah kelas terakhir mereka pada hari ini.

"Permainan yang bagus Lee Donghae. Sekarang, ibu persilahkan kau untuk menunjuk salah seorang siswa atau siswi yang akan tampil setelah dirimu."

Setelah mendapatkan perintah dari Mrs. Kahee, Donghae pun mulai mengedarkan pandangannya untuk memilih suara siapa yang ingin ia dengarkan setelah ini. Hingga matanya pun tertuju pada seorang gadis manis yang tengah menatap tanpa berkedip kearahnya.

"Aku memilih Lee Sungmin, Mrs."

Pilihan Donghae terang saja membuat seisi kelas merasa terkejut dengan keputusan Donghae, bahkan Heckle yang sangat berharap akan ditunjuk oleh Donghae untuk bernyanyi pun hanya dapat menggigit jari mereka.

Sedangkan Sungmin, gadis yang baru menyadari jika dirinya telah ditunjuk oleh sang pujaan hati itu pun sontak saja merasa kaget hingga pipinya tiba-tiba saja menjadi merona.

Mrs. Kahee pun mengangguk setelah mendengar permintaan Donghae hingga guru sexy itu pun mempersilahkan Sungmin untuk maju kedepan kemudian duduk didepan piano.

"Lee Sungmin, silahkan tunjukkan keahlianmu." Ujar Mrs. Kahee dengan penuh semangat hingga Sungmin pun mengangguk kemudian menarik nafasnya pelan sambil memainkan tuts piano diujung jemari lentiknya.

I have a dream,
Even if I'm thrown away or ripped to shreds
Deep in my heart
I have a dream as precious as gem

If by chance, without a reason,
Somebody ridicules me behind my back
I should be patient
I would wait just for that day.

As you always worry,
You say that foolish dreams are poisonous.
Just like a book that tells us about the end of the world
There's the reality that we can't turn back already

Yes I have a dream.
I believe in that dream
Please watch over me
Standing in front of that cold wall called fate
I can firmly face it

One day I will pass over that wall
And be able to fly
As high as the sky
This heavy thing called life can't tie me down
At the end of my life, on the other day that I can smile, let's be together

(Goose Dream Ost. Dream High 2)

Tak ada yang menyangka jika seisi kelas benar-benar menikmati suara merdu Sungmin, bahkan Donghae yang mendengar pun ikut merasakan bagaimana perasaan penuh ambisi dan keinginan oleh seorang gadis bernama Lee Sungmin.

"Gamsahamnida."

Setelaha membungkukkan badannya, Sungmin pun duduk kembali ke atas kursingnya dengan perasaan lega. Ia sangat bersyukur jika dapat menyanyi dengan baik hari ini. Bahkan ia sempat melirik kearah Donghae yang ternyata memberikan sebuah acungan jempol kearahnya hingga berhasil membuat pipi putihnya kembali merona.

Setelah 30 menit berlalu, akhirnya kelas music hari ini pun selesai hingga seluruh siswa dan siswi pun menyimpan perlengkapan mereka.

Setelah semuanya beres, Sungmin pun berniat untuk segera meninggalkan kelas tanpa ia duga Donghae kini sudah berdiri tepat didepan meja nya.

"Donghae-sshi?"

"Eum. Lee Sungmin, apa ada yang ingin kau lakukan setelah pulang sekolah nanti?"

DEG!

"Eopseo. Wae?"

"Bagus lah. Temui aku di taman setelah ini, ne?"

Dada Sungmin tiba-tiba saja berdegup kencang hingga tanpa pikir panjang ia pun mengangguk semangat dan dihadiahi oleh senyuman memikat dari Donghae.

"Geurae. Aku akan kesana 10 menit lagi."

Setelah mengucapkan itu, Donghae pun beranjak pergi meninggalkan Sungmin yang hanya dapat terdiam kaku ditempatnya.

'Donghae mengajakku untuk bertemu di taman. Hanya berdua? KYAAA! Mimpi apa aku semalam!' Pikir Sungmin dengan amat sangat senang hingga ia pun tak sadar jika dirinya kini sudah menari-menari tak jelas diatas kursi miliknya.

.

Sungmin kini sudah duduk nyaman diatas bangku taman. Sudah 10 menit berlalu tapi nyatanya Donghae belum sama sekali menunjukkan batang hidungnya.

Hingga Sungmin menjadi bertanya-tanya. 'Kenapa Donghae lama sekali? Apa Donghae berniat untuk mengungkapkan perasaannya? Atau malah marah karena insiden di kantin kemarin?'

Sekian lama Sungmin sibuk berpikir akhirnya seseorang yang ia tunggu pun muncul juga. Lelaki tersebut pun membawa sebotol minuman ditangannya.

"Untukmu." Donghae berujar manis hingga Sungmin pun menyambut pemberian itu dengan senang.

"Gomawo."

Donghae pun mengangguk kemudian mendudukkan diri disebelah Sungmin. Bahkan untuk saat ini bisa Sungmin cium dengan jelas aroma maskulin dari tubuh Donghae yang nyatanya terasa memabukkan dan membuatnya ingin merasa melayang.

"Sungmin-sshi…mau kah kau-…"

"Ne?"

Lama Donghae memberikan jeda pada kalimatnya hingga lelaki itu menatap dalam kearahnya.

"…membantuku untuk mencari tahu apa yang disukai oleh Irene?"

GUBRAGHH!

Seperti dijatuhi oleh sebuah bongkahan batu besar diatas kepalanya, Sungmin pun hanya dapat melongo mendengar permintaan Donghae bahkan namja itu kini sudah berlutut didepan kakinya sambil merengek tak jelas.

"A-apa?"

"Kau teman sekamar Irene kan? Kau pasti bisa mengetahui apa yang paling disukai Irene, ya kan? ya kan? Aku ingin meminta infonya besok pagi. Bisa kan? Ayolah…"

Sungmin benar-benar tidak menyangka jika Donghae akan merengek dibawah kakinya sambil menarik-narik ujung roknya bak seorang anak kecil seperti ini.

Sambil tersenyum kecut, Sungmin pun terpaksa menyanggupinya hingga Donghae pun terlonjak senang sambil mengucapkan terima kasih secara berulang-ulang kepada Sungmin.

"Terima kasih, Lee Sungmin! Kau memang anak baru yang baik!"

"Eung, ne."

.

.

"Bodohnya dirimu Lee Sungmin! Kenapa kau menyanggupi permintaan Donghae tadi? Bodoh bodoh!"

Rutuk Sungmin sambil memukul-mukul kepalanya dengan kesal. Gadis itu pun kemudian memandang botol minuman yang Donghae berikan tadi yang bahkan sampai saat ini belum ia minum sambil membuang nafasnya kasar.

"Aishh... aku kan menyukai Donghae? Tapi kenapa aku malah membantu percintaan Pangeranku dengan Irene. Kau benar-benar gadis yang baik Lee Sungmin. Ibu akan merasa terharu jika tahu kelakuan putri sulungnya seperti ini." Gerutu Sungmin dengan kesal kemudian meneguk setengah botol minuman yang Donghae berikan untuknya.

"Hah… Apa yang harus aku lakukan sekarang?"

Mata Sungmin pun mulai melirik kearah lemari Irene. Ia pun mulai memeriksa barang-barang milik gadis tersebut bahkan hingga keatas meja belajarnya.

"Tidak ada yang aneh, dia cukup normal." Gumam Sungmin pelan hingga ia pun menemukan majalah dance dan buku-buku catatan tentang koreografi.

Dengan rasa penasaran, gadis itu pun mulai membuka lembaran demi lembaran buku tersebut hingga ia pun tertegun ketika melihat sebuah foto seorang lelaki tampan yang wajahnya sangat mirip dengan Irene. Padahal jika Sungmin tahu, itu adalah foto asli Irene sebagai Lelaki tulen yaitu Kyuhyun.

"Whoa! Dia mirip sekali dengan Irene..apa ini adalah kakaknya?" Pikir Sungmin penasaran hingga tanpa menyadari jika Irene sudah berdiri tepat didepan pintu kamar dengan wajah kusutnya. Apalagi ketika Irene kini melihat Sungmin yang tengah berdiri didepan meja belajarnya.

"OMMO!"

Ketika Sungmin membalikkan badan, gadis itu sontak saja terkejut karena Irene sudah berdiri dibelakangnya hingga foto yang berada ditangan Sungmin pun terjatuh. Bahkan Irene pun melihat dengan jelas foto siapa yang tengah berada dibawah kaki Sungmin hingga Irene pun mendadak geram kemudian memandang Sungmin tajam.

Mengerti jika Irene tengah marah padanya, dengan cepat Sungmin pun mengambil kembali foto dibawah kakinya kemudian memandang Irene dengan wajah menyesal.

"Ommo! Mianhae, bukan maksudku untuk-…"

SRETT!

Dengan raut yang kentara sekali jika Irene saat ini benar-benar marah, 'perempuan' itu pun merampas fotonya dari tangan Sungmin kemudian berlalu cepat keluar kamar hingga membuat mata Sungmin membulat.

"Irene! kau mau kemana? Ini sudah lewat jam malam. Irene-i! Aishh." Sungmin hanya dapat mendengus kala Irene benar-benar meninggalkannya sendiri hingga rasa bersalah pun benar-benar menyelimutinya.

.

.

Irene pun kini sudah berubah kembali menjadi Kyuhyun kemudian melampiaskan kemarahannya dengan menari di ruang latihan. Seperti kesetanan, Kyuhyun terus saja menggerakkan tubuh lelahnya hingga tiba-tiba saja manager Choi datang dan mematikan musik yang tadi Kyuhyun putar.

"Hei. Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk beristirahat? Besok kan ada pemotretan iklan."

Tanpa Siwon sangka, Kyuhyun kini malah menatap tajam kearahnya kemudian berdiri tepat didepan Siwon. "Bisakah Hyung berusaha untuk mengeluarkan Sungmin dari kamarku!"

"Hei..hei.. tenang. Bukankah kita setuju untuk menahannya sebentar kan? Kau hanya perlu hati-hati agar tidak ketahuan."

"Aku berkata seperti ini karena terjadi sesuatu yang membuatku hampir ketahuan! Aku melihatnya memeriksa barang-barangku. Ini sudah benar-benar keterluan, Hyung!" Kyuhyun benar-benar berujar frustasi kemudian mengusap wajahnya kasar hingga Siwon pun hanya dapat menatap kasihan kearahnya.

"Dia itu masih 17 tahun, tentu saja ia merasa ingin tahu. Apalagi ia sekamar dengan seorang bintang top! Coba kau pikir, bagaimana jika kau sekamar dengan anggota Super Junior, apa kau tidak akan memeriksa barang-barang mereka juga? Ayolah. Hyung rasa gadis itu tidak akan berpikir kalau orang di foto itu adalah Irene. Percayalah pada Hyung."

"Tapi Hyung tidak pernah berpikir bagaimana tersiksa aku harus dihadapkan situasi seperti ini!"

Akhirnya Siwon hanya dapat menghela nafasnya berat sambil menatap model kesayangannya itu dengan iba. "Kau terlalu sensitif karena kau tidak istirahat dengan benar. Bertahan lah sebentar lagi. Ini demi Hyung dan tentunya demi dirimu juga, hm?"

Setelah mendapatkan tepukan Siwon dibahunya, akhirnya Kyuhyun pun hanya dapat mengalah kemudian dengan berat kini mulai membaringkan sebentar tubuhnya diatas lantai yang dingin sambil menutup matanya dengan pergelangan tangan.

.

.

Sungmin tentu saja merasa sangat bersalah dan ia fikir jika Irene marah besar karena ia sudah berani mengintip barang-barang pribadi miliknya. Sungmin ingin meminta maaf dengan tulus dan memilih untuk menunggu Irene di luar asrama malam-malam seperti ini.

Sambil menahan gigil ketika angin malam terus saja menerpa tubuh mungilnya, Sungmin pun hanya dapat mengusap kedua sisi lengannya secara halus sambil memutar pandangannya berharap jika Irene akan segera pulang.

Sesekali gadis itu pun mengecek jam tangannya yang kini sudah menunjukkan pukul 11 malam. Akan sangat bahaya jika penjaga sekolah akan memergokinya berdiri di luar asrama di jam seperti ini dan ia sangat yakin jika akan dipanggil besok ke ruang BK.

"Ayolah Irene-i. Kau tidak akan membuat kita berdua dihukum esok pagi kan?"

15 menit berlalu dan jam pun sudah menunjukkan pukul 11.15. Tak mungkin jika ia harus menunggu lebih dari ini dan pada akhirnya membuat Sungmin menyerah. Gadis itu pun berniat untuk kembali ke kamar hingga kedatangan 2 orang ahjussi membuat langkah Sungmin terhenti apalagi bisa Sungmin cium dengan jelas aroma alcohol dari hembusan nafas mereka.

"Hai adik manis. Apa yang kau lakukan di malam seperti ini, hm? Apa kau sengaja menunggu oppa?" Ujar Ahjussi berwajah sangar dengan jenggot tak terurus dibawah dagunya hingga sukses membuat Sungmin bergidik kemudian memundurkan langkahnya.

"M-mau apa kalian?"

"Mau apa? Tentu saja mengajakmu untuk menghabiskan malam bersama. Ayo, ikut oppa!"

Mendengar itu sontak saja membuat Sungmin terkejut kemudian berteriak nyaring. "KYAA! Jangan mendekat orang tua! Atau kalian akan ku tendang!"

"Tendang. Tendang saja kalau berani!"

"A-ANDWAE! Jangan mendekat! ANDWAE!" Tangan Sungmin pun ditarik paksa oleh kedua orang tersebut hingga membuat Sungmin meronta kesakitan sambil memejamkan matanya.

BUGHH!

Tepat Sungmin merasakan tidak ada lagi yang menarik tangannya, suara sebuah pukulan keras membuat mata Sungmin terbuka kembali hingga mata bulatnya kini sudah mendapati seorang lelaki tinggi sudah meninju wajah ahjussi yang menyebut dirinya sebagai 'oppa'.

Hanya beberapa pukulan saja, 2 orang Ahjussi itu lari terbirit-terbirit dengan wajah memar mereka, meninggalkan Sungmin dengan seorang lelaki misterius yang saat ini masih setia memunggunginya.

"HEI!"

Tepat ketika lelaki itu akan pergi, suara teriakan Sungmin membuat langkah lelaki itu terhenti namun masih tanpa membalikkan badannnya.

"Gadis sepertimu seharusnya tak boleh keluar malam bahkan tanpa mengenal rasa takut." Ujar lelaki bertopi itu hingga membuat Sungmin dibelakangnya tersenyum ketika mendengar suara merdu tersebut.

"Aku menunggu temanku. Terima kasih banyak sudah menolongku! Sekali lagi terima kasih." Sungmin pun membungkukkan badannya dengan wajah sumringah kemudian melambaikan tangannya ketika lelaki itu sudah menjauh darinya.

Lelaki yang ternyata adalah Kyuhyun itu sontak saja berjalan pean sambil tertegun memikirkan apa yang barusan Sungmin katakan padanya, "Apa dia menungguku?" Gumam Kyuhyun hingga ia teringat jika yang Sungmin tunggu tentu saja adalah sosoknya sebagai Irene bukan dirinya.

Tapi walaupun begitu, ucapan gadis itu ternyata berhasil membuat Kyuhyun tersenyum tulus, bahkan terlihat amat sangat manis jika dibandingkan dengan wajah datarnya selama ini.

.

.

Pagi ini di kelas olahraga, para siswa kini tengah bermain bola lempar. Beberapa siswi memilih untuk tidak ikut bermain, seperti Sungmin, Eunhyuk dan juga Irene.

Irene yang saat ini tengah berada di depan pagar pembatas kursi penonton dengan lapangan kali ini benar-benar menunjukkan wajah bosannya. Ia tentu saja paling tidak menyukai kelas olahraga seperti hari ini. Selain karena merepotkan jika harus berganti pakaian dengan baju olahraga siswi, ia pun merasa tidak puas harus melaksanakan olahraga namun dengan gaya seorang gadis yang sama sekali bukan style-nya.

Irene pun memilih untuk mengedarkan pandangannya hingga matanya kini menemukan sosok Sungmin yang saat ini tengah berterikan tak jelas dibawah sana untuk mendukung Donghae.

Berbicara tentang Sungmin, Kyuhyun pun memikirkan kembali apa yang terjadi hingga ingatanya kembali pada kejadian tadi malam.

Kyuhyun yang sudah berdandan kembali menjadi sosok Irene pun memilih untuk memasuki kamar kemudian malah mendapati Sungmin yang sudah tertidur dengan posisi tertidur didepan meja belajarnya.

Dengan perlahan Kyuhyun pun mendekati gadis tersebut sambil menatap wajah damai Sungmin yang tertidur. Rambut bergelombangnya pun kini tengah menutupi wajah Sungmin hingga tangan gatal Kyuhyun pun dengan sengaja menyingkirkan anak rambut tersebut hingga menampakkan wajah tertidur Sungmin dengan bibir yang mengerucut imut.

Untuk kedua kalinya Kyuhyun pun memberikan senyum tulusnya untuk Sungmin. Lama lelaki itu memandangi wajah Sungmin hingga ia pun memilih untuk mengangkat tubuh kecil Sungmin ke atas ranjang kemudian menyelimuti gadis itu sebatas dada.

Nampak jika gadis itu kini sibuk meringkuk diatas ranjangnya hingga Kyuhyun pun tersenyum tipis sambil memperbaiki selimut merah muda milik Sungmin. "Jalja." Ucapan itu pun Kyuhyun berikan kemudian ia pun memilih tidur dengan posisi menghadap Sungmin, sedangkan gadis itu kini tengah tersenyum manis dibalik wajah lelapnya.

Ketika mengingat itu terang saja membuat perasaan Kyuhuyun menjadi bercampur aduk hingga lelaki itu pun memilih untuk melupakannya sambil kembali memperhatikan siswa lain yang sibuk bermain ditegah lapangan.

Sementara itu, Donghae ternyata sedari tadi tengah memandangi Irene dengan penuh cinta. Sedangkan Sungmin yang sedang tidak ikut bermain, kini malah menyangka jika Donghae saat ini tengah memandang kearahnya. Gadis itu pun melambaikan tangan dengan polosnya, padahal Donghae saat itu tengah memandangi Irene yang berdiri tepat dibelakang Sungmin. Ckckck.

Trio Heckle ternyata juga menjadi salah faham dan mengira jika Donghae dan Sungmin tengah berpandangan.

"Ommo! Omoo! Chullie! Kau lihat apa yang anak baru itu lakukan!" Key berujar kesal sambil berkacak pinggang disebelah Heechul.

"Gadis itu melambaikan tangannya untuk Donghae kita! Berani sekali dia!" Kali ini Ryeowook yang berujar sinis hingga Heechul yang mendengar menjadi semakin panas dibuatnya.

"Dia harus diberi pelajaran!" Heechul yang merasa kesal pun akhirnya melempar bola yang ada ditangannya tepat mengenai kepala Sungmin.

Sungmin yang mendapat serangan tersebut sontak saja menjadi terhuyung kemudian mencari si pelaku yang berani melemparkan bola itu kepadanya.

Baru saja Sungmin menoleh, matanya tiba-tiba saja mendelik ketika mendapati Heechul CS kini tengah tertawa nista kearahnya hingga berhasil membuat Sungmin geram.

"Awas kalian!" Dengan sebuah bola yang menganggur disebelahnya, Sungmin pun balas melempar bola itu hingga dengan hebatnya mengenai 3 anggota itu secara bergantian dengan merasakan sakit yang sama.

"Jiahaha…. rasakan itu!"

Ketiga orang yang mendapat serangan balik itu sontak saja merasa geram dan benar-benar marah. Dengan wajah sangarnya, Heechul pun kali ini mengambil sebuah bola basket kemudian melemparnya dengan kekuatan penuh.

Bola itu pun melaju kearah Sungmin. Tapi karena Sungmin tahu situasi tersebut, reflek saja Sungmin menghindar. Namun hal yang buruk adalah Irene saat ini tengah berjalan dan tepat akan menjadi sasaran bola.

"IRENE! AWAS!"

Tanpa ada yang menyadari , ternyata Donghae berlari kencang untuk melindungi Irene hingga dengan tidak elit bola tersebut pun mencium tepat didepan wajahnya.

BUGGH!

"OMMO!"

Donghae yang masih berdiri kaku di tempatnya itu pun akhirnya mimisan hingga membuat Trio Heckle panik. Ketiga orang itu pun dengar cepat mendekati Donghae yang saat ini sudah ambruk kemudian lelaki itu pun tak lama menjadi kejang-kejang ditempatnya.

.

.

Donghae saat ini tengah berada di ruang kesehatan. Lelaki itu ternyata sudah siuman dan malah membayangkan bagaimana Irene akan sangat berterima kasih padanya. Memikirkan hal itu terang saja membuat Donghae tertawa cekikikan sendiri.

Kemudian pintu ruangan itu pun terbuka dan Donghae pura-pura merintih kesakitan sambil menempelkan sekantong es keatas hidungnya.

Namun sayang sekali yang datang saat ini bukanlah seperti yang Donghae bayangkan karena Sungmin lah yang kini tengah masuk ke ruangan ini hingga hal itu terang saja membuat Donghae merasa kecewa.

Gadis itu pun akhirnya memilih untuk mendudukan dirinya disebelah ranjang Donghae kemudian menatap namja itu dengan tak enak hati. "Donghae-sshi. Aku benar-benar merasa bersalah karena bola itu seharusnya mengenai diriku. Tapi karena aku menghindar akhirnya bola itu malah mengarah ke Irene. Aku benar-benar tidak tahu jika Donghae-sshi yang akan menjadi korban karena ingin menyelamatkan Irene. Aku sungguh minta maaf." Gadis itu berucap sambil menundukkan kepalanya karena merasa sangat bersalah, namun siapa sangka Donghae malah tersenyum tipis sambil menggerakkan tangannya.

"Sudahlah, tidak apa-apa. Eh..apa kau sudah menemukannya? Kau sudah tahu apa yang disukai Irene?" Tanya Donghae secara tiba-tiba hingga perkataan itu terang saja membuat rasa kecewa menyelimuti hati Sungmin kemudian gadis itu pun menggeleng lemah. "Aku tak menemukannya."

Donghae pun ikut merasakan kecewa hingga dengan wajah memelas, lelaki itu pun kembali memandang Sungmin bahkan dengan puppy eyes ala dirinya sendiri. "Tak ada satupun?"

Sungmin yang tak tahan untuk melihat wajah memelas Donghae pun akhirnya kembali untuk mencoba mengingat hingga sebuah clue pun meluncur begitu saja didalam otaknya. "Aku ingat! Di atas meja belajar Irene, aku menemukan beberapa buku koreografi. Aku rasa Irene sangat menyukai dance."

Jawaban itu terang saja membuat Donghae merasa senang hingga lelaki itu pun tanpa sadar memegang tangan Sungmin tak lupa dengan wajah bahagianya.

"Terima kasih, Lee Sungmin!"

"Eung, ne." Sungmin pun mengucapkannya kata 'iya' itu dengan berat hati hingga gadis itu pun hanya dapat menarik nafasnya berat.

.

.

Kyuhyun saat ini tengah berada di ruang dan tentu saja tengah latihan dance sampai malam. Namun tak berapa lama lelaki tersebut pun terjatuh sehingga Kibum pun mengingatkan Kyuhyun jangan berlebihan dalam latihan.

"Aku tidak apa-apa. Sungguh."

"Apa kau tidak puas dengan pekerjaanmu sebagai Irene?" Tanya Kibum dengan sindirannya sambil memberikan sebotol air mineral kepada Kyuhyun hingga lelaki itu pun menerimanya kemudian meneguknya setengah.

"Irene? Tanpa Irene, apa artinya aku ini? Aku ini pecundang yang bahkan tidak bisa lulus audisi untuk menjadi trainee."

Kibum hanya dapat tersenyum kecut mendengar penuturan tersebut hingga Kyuhyun pun akhirnya memilih bangkit dari acara duduknya.

"Aku pulang sekarang. Sampaikan salamku pada Siwon Hyung. Aku pergi."

"Hati-hati."

.

.

Malam harinya, saat Sungmin sudah tidur, Irene mengendap dari luar jendela kemudian masuk ke kamar. Irene pun membuka topinya, namun tanpa sadar rambut palsunya ikut terlepas, sepertinya Irene/Kyuhyun tak memasangnya wig itu dengan kuat. Kyuhyun tentu saja kaget, tapi untungnya Sungmin saat ini sedang tidur dan tak menyadari kebodohannya.

Namun ketika tengah malam, Irene pun batuk-batuk hingga membuat Sungmin terbangun. Sungmin pun segera menyalakan lampu kemudian mendekati ranjang Irene dan mendapati wajah teman sekamarnya itu yang penuh akan peluh. Sungmin rasa saat ini Irene sedang demam tinggi.

Punggung tangannya pun menyentuh dahi Irene hingga Sungmin pun terkejut kala merasakan panas dari sana. "Aku akan mencari dokter. Tunggu sebentar, ne?"

Baru saja Sungmin berniat untuk melangkah, namun Irene kini meraih tangan Sungmin kemudian menggeleng lemah. Namun Sungmin pun melepas genggaman itu kemudian menatap Irene dengan lembut. "Jika demammu terlalu tinggi, kau harus segera diobati dan aku akan tetap akan mencari dokter untukmu. Tunggu lah disini, hm?"

Sungmin pun kembali berdiri dan beniat untuk pergi, sedangkan Irene kini berusaha untuk mencegahnya lagi sehingga Irene pun jatuh dari ranjang miliknya.

BUGGHH!

Menyadari jika Irene sudah tergeletak lemah disisi ranjang, dengan cepat Sungmin pun kembali membalikkan badannya dan mendekati 'gadis' tersebut kemudian membantu Irene untuk berdiri. Namun ternyata Irene bisa berdiri sendiri tapi tanpa menyadari jika wig-nya sudah terlepas.'

Sungmin tentu saja melihat hal itu dan sontak saja membulatkan matanya. "I-Irene-i? A-ada apa dengan kepalamu, atau… rambutmu?"

Mendengar itu, Irene pun sontak menjadi tersadar jika wig-nya lepas dan berniat untuk mengambilnya. Namun kondisinya terlalu lemah untuk hal itu sehingga Sungmin pun membantunya dan tak sengaja meletakkan tangannya didada Irene.

DEG!

'Datar?'

Dengan kaku, Sungmin pun melihat wajah Irene dengan jarak yang lebih dekat dan jelas hingga Sungmin pun menyadari jika itu adalah wajah yang ia lihat kemarin di foto yang Irene sembunyikan.

"K-kau…. k-kau…."

Hingga akhirnya Sungmin pun menyadari jika Irene ternyata adalah seorang lelaki. Irene yang saat ini dalam keadaan yang benar-benar sakit dan tak mampu membuat alasan sehingga ia pun terduduk kemudian bersandar di bahu Sungmin.

"Y-ya! Apa yang kau lakukan! Hmppthh!" Sungmin yang panik dan akan berteriak membuat Kyuhyun pun dengan cepat membungkam mulutnya.

.

.

.

-to be continued-

.

.

.

.

Chapter.2 is update!

Mian atas keterlambatannya. Maklum. Bentar lagi kan lebaran. Jadi kan lagi sibuk-sibuknya ini bikin kue dan segala macemnya untuk menyambut hari raya. Ini aja terpaksa update tengah malam mumpung ini otak lagi encer, moga aja chap ini kagak mengecewakan yak?

Noh, si Kuyun udah ketahuan. Hayo tebak, apa yang bakal terjadi setelah ini? #NaikturunAlis~~~

Oke.. makasih banyak buat yang udah nyempetin buat Review, memfollow, dan memfavorite-kan ff ini. Ditunggu review kalian selanjutnya ya? ^^

Thanks' to :

lydiasimatupang2301, KyuMin EvilAegyo, kyuminkyukyu, abilhikmah, HeeKyuMin91, Ray, Harusuki Ginichi, wdespita elfjoy, laelikyumin, Michiko Haru, orange girls, Guest, Frost bee, Cho Kyuna, silent readers dan nama yang apabila gk kesebut ^^