Prolog
Mian ne? kemaren banyak banget salahnya, udah kaga nyantumin title, prolog, castnya, tapi tak apalah kan aku member baru disini,hehehe… sekarang aku udah di telitiin lagi semoga kaga ada yang salah lagi. Dan untuk yang UDAH ngereview ff ini, makasih bgt…. UWAAA….. aku jadi terharu hiks..hiks… maaf juga karena updatenya lama.
Dan untuk yang sudah ngeriview ff keduaku yang berjudul JADIAN ?, terimakasih juga ya ,udah ngasih pujian apalagi saran, itu sangat membantu. Semoga ff ini tidak mengecewakan kalian. Untuk grammar dan kosa katanya saya juga masih belum ngerti banget bahasa indo, inipun masih dalam tahap belajar. Mohon maklum.
oh ya untuk chapter-chapter awal belum ada kisah couple2nya jadi sabar jah…
tittle : The Guardian of the Earth
Rate : T
Genre : Fantasy / Frienship
prolog cast :
Kim Youngwoon (kangIn) dan Kim jungsoo (leeteuk)
Xi Hangeng dan Xi Heechul
Wu Zhoumi dan Wu Henry
Kim Siwon dan Kim Kibum
Zhang Yunho dan Zhang jaejoong
Kim Minseok
Xi Luhan
Wu Yifan
Kim Joonmyeon
Zhang Yixing
Cast lain nyusul
Chapter 1
Moscow, Russian (March, 26 1990)
Badai salju nan lebat sedang melanda ibukota Rusia akhir-akhir ini. Entah mengapa cuaca di kota ini sangat aneh. Bayangkan saja terjadi badai salju di tengah musim semi. Sejak kemarin volume salju yang turun tidak berubah bahkan mungkin semakin lebat, hingga membuat orang-orang yang terjebak di dalamnya tidak bisa melakukan aktifitas seperti biasa.
Sementara itu di suatu rumah sakit yang berada di tengah-tangah kota Moscow, terlihat seorang lelaki muda berusia sekitar 25 tahun tengah berjalan mondar-mandir di depan ruangan yang bertuliskan "кесарево сечение''. Sudah empat jam lebih lelaki berkebangsaan korea ini tengah menunggu sesuatu yang sangat penting.
Oek...oek...oek...
Tepat setelah suara itu terdengar, pintu ruang operasi terbuka dan keluarlah seorang dokter yang tampaknya kelelahan dengan di temani paramedis. Dokter itu kini melangkahkan kakinya kearah pemuda yang sedang mematung di depan ruang operasi.
'' apakah anda tuan Kim Youngwoon ? suami dari Ny. Kim Jungsoo '' Tanya sang dokter sambil melihat daftar nama pasien di buku dokternya.
'' Ye-yes, its me. '' jawab pemuda yang bernama Youngwoon itu.
'' istri dan bayi anda baik-baik saja. Anda boleh melihatnya setelah mereka di pindahkan ke ruang rawat inap biasa. '' dokter itu segera berlalu seraya menepuk pundak pemuda itu pelan.
Setelah menyelesaikan administrasi Youngwoon segera berlari ke ruang perawatan tempat istri dan bayinya di pindahkan. Ia begitu senang karena mengetahui bahwa mereka baik-baik saja.
' BRAK '
'' Yeobo ? '' bisik lelaki itu pelan. Kemudian perlahan ia menghampiri sang istri yang sedang terbaring lemah sambil menggendong anak mereka. '' hyung, kau beri nama siapa anak kita ? '' kim jungsoo istri seorang Kim Youngwoon bertanya kepada suaminya yang sekarang tengah menggendong bayi kecil di sebrang ranjangnya.
'' Eh? Nama ? ''
'' ne, nama bayi kita...''
'' eum, bagaimana kalau kita memberi dia nama Minseok, Min dari KangIn dan Seok dari Leeteuk ? yah walaupun agak sedikit berbeda.''
'' Tapi, bagaimana dengan keluargaku di China ? mereka kan ingin kita memberi nama anak kita nama China ?'' Jungsoo atau lebih akrab di panggil leeteuk itu kini tengah menyandarkan kepalanya di pinggiran ranjang rumah sakit dan melipat kedua kakinya. Benar-benar tidak terlihat seperti orang yang habis melahirkan.
''shao.. xi...xiu...xium...xiumin... ya, xiumin... kita panggil dia xiumin. '' jerit Youngwoon sambil mengacung-acungkan bayi yang ada di gendongannya.
Leeteuk tersenyum kemudian mengangguk anggukan kepalanya lucu. '' oke, xiumin... sini eomma gendong.'' Ia mengulurkan tangannya ke arah youngwoon untuk mengambil bayinya. Dengan senang hati Youngwoon memberikan si bayi kepada sang istri.
'' tanda apa ini yeobo ?'' tanya kangin sambil menunjuk sebuah tanda seperti butiran salju kotak(?) di perpotongan bahu kanan xiumin. Leeteuk yang sama sekali (pura-pura)tidak mengetahuinya pun hanya menggelengkan kepalanya.'' Molla hyung, tanda itu sudah ada di situ sejak dia lahir. Mungkin semacam tanda lahir.''
Leeteuk menengokkan kepalanya keluar jendela rumah sakit dan menatap bangunan yang ada diluarnya yang kini telah tetutup salju. Tatapan matanya begitu kosong seolah dia tidak bernyawa sama sekali.
'kenapa dia yang terpilih?'
-THE GUARDS-
Beijing, China (April 20, 1990)
Sama halnya dengan kejadian di Rusia sebulan yang lalu, negara dengan penduduk terbanyak di dunia ini tengah di landa krisis jaringan komunikasi dan listrik yang begitu dahsyat. Di catat sudah ada 2000 lebih jam penerbangan pesawat domestic maupun internasional di batalkan, 100 jadwal pemberangkatan kereta listrik di batalkan, kacaunya lalu lintas kota yang di akibatkan oleh traffic light yang tidak berfungsi, terputusnya jalur komunikasi dan kerusakan-kerusakan lainnya yang lebih parah. Dan kerugian yang di tanggung oleh negara akibat kacaunya jalur komunikasi sebesar US dollar.
Seorang lelaki jangkung tengah berdiri di balkon kamarnya sambil menatap kelamnya malam Kota Beijing. Kota yang biasanya selalu terang-benderang dan berisik ini sekarang sangat sepi seperti tidak ada kehidupan, kota yang biasanya sangat sibuk ini begitu lenggang, bahkan kita bisa melihat bintang-bintang yang selalu ada memenuhi langit yang sebelumnya kita tidak akan dapatkan ketika kota ini di penuhi cahaya lampu neon. Seharusnya dia bahagia di tengah kota yang kacau ini sang istri bisa melahirkan anaknya dengan selamat. Tapi...
'' chagi, sedang apa kau disitu?'' seruan sang istri kini membuatnya tersadar dari lamunan kelamnya. Dia segera berbalik dan berjalan menuju ranjang tempat istri dan bayinya berada. Ya, istrinya baru saja melahirkan seorang bayi laki-laki yang sangat menggemaskan dengan normal jadi dia langsung di perbolehkan pulang oleh sang dokter.
'' hanya menatap bintang.'' Jawabnya lesu. Suasana hening untuk beberapa saat.
'' fenomena ini sungguh mengerikan, tapi untunglah bayi kita selamat.'' Ucap Xi Heechul istri dari Xi Hangeng(lelaki jangkung) memecah keheningan. Tapi tak tahukah dia ? bahwa yang menyebabkan kejadian ini adalah bayinya sendiri ?
'' ya, aku tidak menyangka... semoga kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Perekonomian China benar-benar kacau beberapa hari ini.'' Hangeng mengusap kepala Luhan (sang bayi) yang sedang tertidur pulas di atas ranjang mereka. Kemudian dia melihat sebuah lambang 6 bulatan kecil dan satu bulatan yang lebih besar yang tersambung oleh tali di bahu kanan luhan. Dia menatap sendu lambang itu.
'apakah leganda itu benar-benar nyata ?'
-THE GUARD-
Aklavik, Canada (7 November 1990)
Aklavik adalah salah satu tempat terdingin di Kanada. Bahkan suhunya bisa mencapai -3oC ketika musim dingin. Tapi ini adalah pemandangan yang sangat langka, lihatlah lapangan itu ! disana tengah terjadi tornado api yang cukup besar, padahal sekarang adalah akhir dari musim gugur.
Kini di Aklavik banyak terjadi angin tornado yang menimbulkan api. Dari tornado kecil hingga tornado yang bisa membakar sebuah gedung besar dalam hitungan detik. Ahli geografic Aklavik, Haderson Zucnidza mengatakan suhu di Aklaviv sangatlah normal seperti biasanya yaitu 5oC. Tidak mungkinkan dengan suhu yang sebegitu rendahnya bisa menimbulkan tornado api yang begitu panas bahkan panasnya mencapai 1000oC. Hal ini pun tak luput menjadi bahan perbincangan ilmuwan seluruh dunia dan para petinggi negara setempat. Fenomena aneh ini ternyata sudah berlangsung sejak kemarin pagi.
Di sebuah mansion yang sangat besar berdiri seseorang yang sedang membukakan pintu mobil. Lalu keluarlah seorang pria cantik tengah menggendong seorang bayi laki-laki yang tampan. Mereka memasuki mansion itu di iringi dengan sambutan hangat dari para maid yang bekerja disana.
'' selamat datang tuan dan nyonya Wu.'' Ujar salah satu maid sambil membukakan pintu ruang utama. '' apakah persalinannya berjalan lancar ?'' tanya butler pria yang tengah mengambil barang bawaan milik Henry yang di bawa oleh Zhoumi dan kemudian meletakkannya di dekat sofa ruang tamu.
'' yah operasinya berjalan lancar dan cepat. Untung saja pihak rumah sakit langsung membolehkan mochi pulang setelah satu hari menjalani rawat inap karena keadaannya sudah stabil. Kalau tidak mungkin dia yah...kautaulah.'' ucap Zhoumi sembari mendudukan dirinya di sofa ruang keluarga dan menyalakan TV. Sementara Henry istri dari Zhoumi langsung di antar kekamarnya untuk beristirahat.
'' oh ya Fedrick, apakah bencana alam yang aneh itu masih ada ? '' tanya Zhoumi kepada butler yang bernama Fedrick itu. '' ya tuan, bahkan semakin lama semakin banyak saja. Tapi anehnya kita tidak merasakan panas sama sekali.'' Jawab Fedrick. '' semoga besok sudah berakhir.'' Ucapnya pelan di iringi desahan nafas panjang. Matanya hanya menatap kosong layar TV 42''inc yang sedang menampilkan berita terbaru tentang kerusakan yang terjadi akibat tornado api tersebut.
'' Nyonya, siapa nama anak anda ? '' si maid wanita itu bertanya sembari meletakkan bayi itu dalam boxs. Yah memang sedikit tidak sopan sih berbicara tanpa menghadap lawan bicaranya apalagi lawan bicaranya adalah sang majikan sendiri, tapi itu memang sudah biasa dan Henrylah yang menyuruhnya untuk tidak terlalu sopan dalam berbicara.
'' Aish, kau itu.. sudah berapakali ku bilang kalau Zhoumi gege sedang tidak ada kau boleh memanggilku Henry. Dan jangan memanggilku nyonya aku itu laki-laki tau.'' Sewotnya. Dia mempoutkan bibir tipisnya sambil berjalan ke arah ranjang king sizenya dan kemudian mendudukinya dengan hati-hati. '' Forgive me nyonya,saya rasa itu tidaklah sopan mengingat saya adalah maid pribadi anda.''
'' huft, ya sudahlah... nama bayi tampanku adalah Wu Yifan karena dia orang China, tapi kau boleh memanggilnya Kevin, hehehe...terdengar keren bukan ? '' Henry sedikit meringis ketika dia tertawa.
'' oh, bisakah kau memandikan bayiku ? sejak kemarin dia belum kumandikan.''
'' baiklah nyonya.''
Dengan segara maid itu menggendong kevin yang tengah tertidur dan meletakkannya di samping Henry. Henry yang tadinya berselonjor di atas kasur langsung melipat kedua kakinya guna memberikan celah sang bayi untuk di tidurkan. Maid wanita itu pun mulai melucuti pakaian dari badan kevin satu per satu. Dari popok, celana dan bajunya. Alangkah terkejutnya sang maid ketika ia hendak membuka lengan kanan kevin. Di bahu kanannya terdapat sebuah lambang berbentuk seekor naga yang sedang mengepakkan sayapnya.
' lambang itu...'
-THE GUARD-
London, England (May 22 1991)
Hal tidak biasa telah terjadi di London, hujan terus-menerus tanpa henti selama 10 hari mengakibatkan luapan air sungai Thames(sungai yang membelah kota london) naik hingga setinggi lutut orang dewasa. Tentu saja ini sangat menghambat aktivitas warga London yang sebagian besar jumlah penduduknya adalah pekerja karier. Dan juga sepertinya laut sedang tidak bersahabat, buktinya di lepas pantai samudra Atlantik dan laut Utara terjadi gelombang ombak besar mencapai ketinggian 5 meter. Hal ini membuat para nelayan enggan melaut dan para penduduk pesisir pantai menjadi waswas, takut-takut terjadi ombak susulan yang lebih besar dan mengakibatkan Tsunami.
Lain halnya dengan Kim Siwon, ketika penduduk sedang ketakutan akan cuaca london yang sering berubah-rubah, pemuda korea ini malah sedang berbunga-bunga sembari tidak sabar menunggu sang istri yang sedang dalam proses melahirkan buah hati mereka.
Ia duduk gelisah di sebuah bangku kosong di dekat ruang operasi sambil menunggu pintu operasi terbuka. Dia terus-menerus mengucapkan kalimat doa keselamatan untuk istri dan juga anaknya. Dia tidak bisa mendengar suara apapun dari dalam kerena jarak ruang operasi dan tempat ia duduk cukup jauh.
'CLEK'
Pintu ruang operasi pun terbuka, terlihatlah seorang dokter muda dan beberapa koleganya keluar dari ruangan hijau tersebut. Buru-buru Siwon bangkit dari duduknya ketika melihat sekumpulan dokter itu berjalan kearahnya.
'' Bagaimana dok ? '' tanya Siwon dengan muka HHC(harap-harap cemas) kepada dokter muda tersebut yang di ketahui bernama Julyous.
'' Syukurlah, istri dan bayi anda baik-baik saja. Istri anda baru bisa siuman satu jam kemudian. Tapi..'' dokter Julyous menggantungkan kalimatnya. Ini yang membuat Siwon cemas. Dia tau pasti ini tentang bayi mereka, bayi Siwon dan Kibum. Dia takut terjadi sesuatu dengan bayi mereka karena, sebelum kibum di bawa kesini dia sempat terjatuh dari tangga dan mengalami pendarahan hebat. Dia benar-benar takut.
'' bayi anda normal, tapi ada suatu masalah. Lebih baik anda melihatnya. Mereka sudah di pindahkan ke ruang rawat inap biasa.'' Kata Dokter Julyous berusaha melepas kekhawatiran Siwon yang tercetak jelas dari rauut wajahnya.
'' Terima kasih Dokter. '' lalu siwon melenggang pergi ke arah berlawanan dengan arah jalan para dokter tadi setelah membungkuk sopan. Dokter Julyous menatap punggung Siwon yang semakin menjauh dengan ekspresi yang sulit di artikan.
' semoga kau bisa, Siwon.'
'' Kibum, aku tidak tau apa yang terjadi dengan anak kita, cepat bangunlah supaya kita bisa menengoknya bersama. '' Siwon menggenggam telapak tangan halus sang Snow White. Sudah 1 jam rasanya dia menunggu Kibum siuman. Tiba-tiba jari tangan putih itu bergerak pelan diantara jemari kekar Siwon. Dia siuman. '' Kibum ? ''
Kibum mengerjapkan matanya berkali-kali, membiasakan cahaya yang masuk ke retinanya. Dia sedikit pusing ketika dia ingin mengangkat kepalanya. Tanpa sengaja matanya bertemu pandang dengan mata indah Siwon saat hendak menengokkan kepalanya ke samping.
'' Siwon hyung ? mana bayi kita ? '' pertanyaan Kibum membuat Siwon membeku. Siwon teringat perkataan dokter Julyous sesaat setelah Siwon mengajukan pertanyaan tentang keadaan istrinya. 'bayi anda normal tapi ada suatu masalah.' Kata-kata itu terngiang terus di kepalanya sampai akhirnya Kibum membuyarkan lamunannya itu. '' A-anak kita...'' pintu ruang perawatan tempat kibum di rawat terbuka sebelum Siwon berhasil menyelesaikan kalimatnya.
'' Tuan dan Nyonya Kim, ini bayi anda silahkan ... '' ujar salah satu dari dua suster yang membawa kereta dorong bayi laki-laki manis itu. Kemudian dengan hati-hati Kibum menggendong sang anak kedalam pangkuannya. '' wah Hyung, lihatlah anak kita lucu sekali... dia mewarisi wajah mu hyung.'' Kata Kibum dengan bangga menunjukan wajah malaikat kecilnya ke arah siwon. Yah memang sangat mirip mengingat Siwon adalah ayah dari bayi tersebut. '' Ne Kibum, kulitnya juga mirip seperti kulit mu, begitu mulus dan .'' Siwon menggombali sang istri, terlihat samar-samar rona merah pada kedua pipi Kibum.
'' Gombal ! ehh, kita akan menamainya siapa ? '' tanya kibum.
'' bagaimana kalau kita menamainya Kim Jun Myeon ? terdengar indah bukan ? lihatlah wajahnya seperti malaikat.'' Saran Siwon.
'' Ne, sangat indah,'' ucap Kibum. Beberapa saat kemudian...
'' Eum, hyung... apakah ini di sebut tanda lahir ? kenapa bentuknya seperti tetesan air ? '' Kibum menyeringitkan dahinya sambil memperhatikan sebuah tanda lahir berbentuk tetesan air di bahu kanan junmyeon yang terekspos jelas. Betapa kagetnya Siwon ketika melihat lambang tersebut.
' Tidak mungkin, kenapa harus dia ?'
-THE GUARD-
Changsa, Hunan ( octobe 7 1991)
Hal aneh kembali terjadi di negara Tirai Bambu, setelah tahun lalu terjadi pemutusan komunikasi dan internet yang merugikan kas negara di Beijing. Beratus- ratus kilometer dari sana tepatnya di Changsa ibukota provinsi Hunan,mendadak dilanda kekeringan hebat padahal pada bulan ini disana sudah memasuki musim gugur.
Tiba-tiba saja terjadi penurunan volume debit air yang sangat signifikan di danau dongting(danau ini beneran ada di hunan) yang di sebabkan oleh mengeringnya air sungai yangtze (sungai yang melintasi changsa). Tidak ada yang tahu penyebab mengeringnya sungai tersebut, tapi dampak yang di timbulkan sangat besar. Banyak tanda tanya yang menimbulkan para ahli berdebat. Keren sekali.
Seorang lelaki bermata musang sedang menggendong seorang bayi di tengah-tengah kerumunan orang-orang yang sedang mengantri air. " permisi… permisi…. Saya mau lewat." Dia terus menabrak semua orang yang berada di depannya tanpa terkecuali, mulai dari anak-anak, orang dewasa bahkan kakek-nenek pun dia tabrak. Tujuan utamanya sih supaya dia cepet sampai rumah. " YUNHO GEGEEEEEEE,," teriak seseorang di tengah kericuhan mengantri air. Yunho-lelakiyangmembawaanak- menengokkan kepalanya kearah suara berasal. " CHANGMINNNNNN." Teriaknya balik.
" hyung…. Waeyo ? dimana Jae- hyung ? " Tanya changmin setelah dia berada tepat di depan Yunho berdiri. Dia celingak-celinguk mencari keberadaan sang kakak tercinta. Yunho yang mendengarnya langsung menundukan kepalanya, dia tidak kuasa menahan air matanya saat nama belahan jiwanya disebut.
" Changmi-"
" oh hyung, apakah ini anak kalian ? wahhh.. lucu sekali.. " changmin memutus perkataan yunho ketika dia melihat seorang bayi mungil yang sedang tertidur digendongannya.
" ne, na-namanya…. Zhang Yixing. Itu adalah nama yang di berikan Boojae untuknya sebelum dia lahir.. hiks.." yunho menjawab pertanyaan changmin sambil menahan isak tangisnya.
" Geeee,,, " changmin segera membawa yunho menjauhi kerumunan lebih tepatnya membawa dia ke sebuah rumah minimalis yang berada tidak jauh dari para massa yang membeli air di depot air satu-satunya di Changsa.
.
Di sebuah ruangan yang tidak terlalu besar duduklah 4 orang pria dan 1 orang wanita yang sedang menggendong bayi mungil yang baru lahir hari itu di pangkuannya. " Yunho, kenapa kau pulang dengan tidak membawa jaejoong ? apa ia masih di rumah sakit ? " Tanya sesosok pria yang paling tua dan paling berwibawa diantara yang lainnya. Yunho yang di tanyapun tidak segera menjawab, tatapannya kosong seolah tidak ada kehidupan lagi disana. " gege? Ada apa ? " kini giliran sang adik ipar changmin yang bertanya. Masih sama, yunho tetap keukeh pada pendiriannya. " aish,, hyung kau kenapa sih ? setidaknya merespon sedikitlah, kami khawatir tau. " adik kandungnya shindong mengacak rambutnya frustasi.
Setelah 20 menit yunho terdiam akhirnya dia angkat bicara, tetapi ada yang berbeda dengan suaranya,suaranya parau seolah dia menyiratkan kesedihan dan kehilangan mendalam. " di-dia m—me-nning-gal a—ppa, hiks… pe-pendarah—annya g-ga bisa berh-enti.. hiks.." setelah mengucapkan itu yunho menangis sekencang-kencangnya di bahu sang adik.
'ZRASSSH'
Pukulan telak bagi eomma dan changmin, mereka kehilangan seseorang yang sangat berarti dalam hidup mereka, seorang anak dan seorang kakak yang sangat lembut dan perhatian. Mereka mengeluarkan air mata dalam diam saking shocknya. Karena tidak mau tagisannya pecah, buru-buru Eomma changmin memindahkan Yixing ke dalam dekapan sang suami karena dia tidak mungkin memberikannya kepada yunho mengingat kondisinya sedang tidak baik. Diapun langsung melesat kearah kamarnya, menangis sejadi-jadinya memanggil nama putranya yang sudah tiada.
tidak jauh beda dengan eomma, appa jaejoongpun ikut terpukul, tapi dia tidak menangis seperti istrinya karena dia lelaki kuat.
Tak lama kemudian yunho berhenti menangis. Dia mengusap air matanya menggunakan punggung tangan kanannya. Terlihat appa jaejoong tengah melihat secara serius bentuk fisik sang cucu. Dia membuka sedikit kerah baju sebelah kanan yixing dengan hati-hati. Setelah setengah bajunya terbuka dan memperlihatkan bahu kanannya yang mulus, betapa terkejutnya ia melihat sesuatu yang tersembunyi di balik bahu itu. Lambang sebuah kepala unicorn bertanduk satu sedang bersinar terang.
' I-Inikan …'
TBC
a/n : kalian ngerasa nggak sih kalau bahasa yang aku gunain rada baku dan terkesan aneh ? maksudnya gini lho, aku itu masih kelas 6 SD tapi bahasa yang di pake kayak bahasa orang dewasa.
Itu karena aku nemuin itu bahasa dari kamus jepang-indo dan kamus bahasa Indonesia.
Untuk ff jadian memang itu pelajaran mtk kelas 8 punya onii-chan dan bukan untuk kelas XII.
*mianhamnida eonni-deul wa oppa-deul
Arigatou gozaimashita yang kemaren udah riview, riview lagi donk *bbuing-bbuing
