Our Jonginie
Cast : Kim Jongin, Kim Junmyeon a.k.a Suho, Oh Sehun
dan bertambah seiring watu
Summary : Kisah seorang Kim Jongin yang berusaha bertahan hidup dimana masalah tiada henti menerpa dirinya. Perpisahan dari kedua orang disayanginya mendapat dampak buruk bagi dirinya.
Rated: T
Disclaimer: FF ini milik JiHyun, termasuk Ide cerita
dengan sedikit inspirasi dari beberapa ff tapi ini adalah milik hyunnie
dan segala yang di dalamnya. Kecuali castnya.
Dan ff ini pernah di post di fb pribadi.
Warning: Typos! Yaoi, aneh, abal, gaje. Gak suka ya.. tutup aja! Tapi yang baca wajib komentar
Genre: Hurt/Comfort, Angst, Brothership, Romance
.
.
.
JiHyun
.
.
.
CHAPTER 2
"Kalau begitu, Hyung pulang dulu ne?" ucap Suho dengan senyuman tipis terukir diwajah tampannya.
"ne hyung, awath hyung macam-macammin Jonginie. Hyung akan Thehun tendang" ucap Sehun memperagakan meski ia harus berputar karena yang ditendangnya hanya udara.
"memangnya apa yang mau hyung lakukan pada dongsaeng hyung sendiri? Jika itu Sehun mungkin sudah hyung buang aja ke tong sampah" ucap Suho tersenyum evil.
"ith... Enak aja, dibuang ke tong thampah" ucap Sehun memajukan sedikit bibir bawahnya.
"kau seperti yeoja Sehun-a jika seperti itu, ya sudah masuklah. Hyung pulang dulu ne?" ucap Suho pergi meninggalkan rumah yang hanya dibatasi 5 rumah dengan rumahnya.
Sehun segera masuk ke rumahnya saat sang eomma yang mengetahui dirinya sudah pulang, memanggilnya dengan wajah cemberut. Suho berjalan menjauh dari rumah berwarna putih, dan mengingat kejadian beberapa waktu lalu tentang isi perdebatan kedua orang tuanya. Sesekali ia menghela nafas, tidak bisa mengerti apa yang dipikirkan ke duanya.
~Our Jonginie~
PRANGG
Suara pecahan kaca terdengar mengusik ditelinga namja kecil ini. Terbukti dengan dirinya yang tengah menggeliatkan tubuhnya tanda hampir bangun. Kelopak yang menutup mata indahnya perlahan terbuka dan membiasakan dengan sekitarnya.
PLAKK
"KAU... APA YANG KAU LAKUKAN KIM JONG DAE? MENGAPA KAU MENAMPARKU HA? KAU TIDAK BERHAK UNTUK MENAMPARKU"
"TENTU SAJA AKU BERHAK, AKU INI MASIH SUAMIMU"
"KAU SUNGGUH KETERLALUAN, BUKANKAH SEMALAM KAU PERGI DARI RUMAH INI? TAPI KENAPA KAU MENGINJAKKAN KAKI DI RUMAH INI LAGI EO?"
Jongin menutup telinganya rapat berharap teriakan itu tidak terdengar oleh pendengarannya. Namun sayangnya itu tidak akan pernah terjadi. Mungkin, jika hari ini hari libur, Suho akan datang ke kamarnya dan memasangkan penutup telinga agar tidak mendengar hal seperti ini. Ia tau sang hyung sudah berangkat sekolah sejak dini hari tadi dan sekarang ia harus menerima kenyataan mendengarkan hal yang berusaha ia hindari. Perlahan, bening krystal berusaha menyeruak keluar merobohkan dinding yang ia bangun.
"hiks... Jangan berkelahi lagi hiks..." isak Jongin yang tentu tidak akan di dengar oleh kedua orang tuanya.
TAPP
TAPP
TAPP
BRAKK
"ikut appa sekarang Jonginie"
Tangan kanan yang menutup telinganya rapat terlepas dengan mudah saat sebuah tarikkan terasa di tangannya.
"JAUHKAN TANGANMU DARI TANGAN ANAKKU KIM JONG DAE" teriak Kyungsoo sang eomma datang dengan wajah memerah karena marah.
"ANAKMU? DIA JUGA ANAKKU KYUNGSOO"
"SEJAK KAU BERSELINGKUH DIA BUKANLAH ANAKMU. JIKA KAU MENGANGGAPNYA ANAK, KAU PASTI BERULANG KALI BERPIKIR UNTUK BERSELINGKUH"
"BERAPA KALI AKU KATAKAN? AKU TIDAK BERSELINGKUH"
"JIKA KAU TIDAK BERSELINGKUH, MENGAPA WANGI PARFUMMU BERUBAH?"
"TENTU SAJA KARENA AKU MEMILIKI BANYAK KLIEN"
"hikc... Belhenti hikc... Jangan belkelahi lagi hikc..." isak Jongin namun tidak di pedulikan oleh kedua orang tuanya yang sibuk berdebat.
Ia hanya ingin menghentikkan perdebatan ini, meski tangan kecilnya yang di pegang erat oleh sang appa hingga memerah ia tidak peduli.
"JONGINIE"
Sebuah suara tidak asing, suara yang selalu berbicara lembut, suara yang selalu menenangkannya, suara dimana saat ia tidak bisa tidur menyanyikan sebuah lagu penghantar tidur untuknya. Suara sang hyung yang kini berteriak dengan pakaian sekolah yang berantakkan.
"Lepaskan tanganmu dari tangan dongsaengku, Tuan Kim" ucap Suho dengan suara penuh penekanan.
Jongdae atau Chen sang appa, perlahan mengendurkan tangannya yang menggenggam erat tangan sang anak. Jongin segera merapatkan dirinya dengan lemari yang tidak jauh dengan tubuh kecilnya. Dibenamkan wajah manisnya di kedua lututnya, ia tau... Ia tau apa yang akan terjadi setelah ini.
"bicara yang sopan kepada appamu, Junmyeon" ucap Chen tajam.
"aku sudah tidak punya orang tua sejak mereka mengacuhkan kami berdua" ucap Suho membuat tatapan tidak percaya dari orang tuanya.
PLAKK
Jongin semakin membenamkan kepalanya mendengar suara seperti tamparan itu. Peluh keringat perlahan membasahi tubuh mungilnya, sedikit aneh... Sekarang cuaca sedang dingin tapi mengapa si kecil Jongin berkeringat?
Suho memegang pipinya yang ditampar oleh sang eomma. Kyungsoo menatap tidak percaya pada tangan yang menampar anak tertuanya.
"selama ini selalu aku tahan untuk membuktikan bahwa kami bukanlah anak kalian sejak kalian mencampakkan kami. Ternyata benar, kalian hanya sibuk dengan dunia kalian. Kalian berkelahi, saling membentak, memecahkan barang seakan kalian tidak tau ada orang selain kalian berdua disini. Apa kalian tidak berpikir ada anak kalian di rumah ini selain kalian? Apa kalian tidak ingat ada anak kecil yang setiap hari menangis mendengar pertengkaran kalian? Dan sekarang? Kalian berebut hak asuh dan beranggappan kalau kaliaan merawat kami lebih baik. Dan Kalian ingin memisahkan kami?APA KALIAN TIDAK BERPIKIR BAGAIMANA PERASAAN KAMI SAAT BERPISAH?" ucap Suho panjang lebar dengan wajah yang sudah dibasahi airmata, membuat Chen dan Kyungsoo merasa bersalah.
"m-maaf, kami..."
"aku belum selesai Nyonya Kim. Kalian ingin berteriak setiap hari, berkelahi, saling memukul kami tidak peduli dan tetap diam. Tapi jika kalian ingin memisahkan kami? Aku tidak akan menganggap kalian adalah orang tuaku" ucap Suho mengepalkan tangannya menahan amarah.
Jongin kecil bangun tapi... entah mengapa tatapan matanya terlihat berbeda, tidak seperti beberapa menit lalu. Entah bagaimana jadinya, kini anak bungsu itu telah berlari keluar meninggalkan rumahnya. Ia terus berlari tanpa memperdulikan teriakan yang menyerukan namanya. Suho dan kedua orangtuanya terus berlari mengejar Jongin kecil. Sehun yang jalan berlawanan ara tersenyum melihat Jongin, tapi...
WHUSSHH
Jongin justru melewatinya dan masih berlari. Sehun bingung, tapi rasa bingungnya tergantikan dengan teriakan Suho dan kedua orang tua mereka.
"ANDWAEE... JONGINIE"
Ia melihat kearah Jongin berlari dan...
"JONGINIEEE..."
TBC or END
Mianhae pendek dan tambah aneh, sedang pusing mikirin pr numpuk...
THANKS FOR REVIEW,
CAN YOU GIVE ME REVIEW AGAIN PLEASEE?
HYUNNIE
