Let Me Go?

Sequel Don't Try To Go

Genre: Hurt,Comfort.

Cast: Kyungsoo, Jongin, Chanyeol

Rate: +T

Normal pov

Eungh

Seorang namja bermata bulat sedang menggeliat tidak nyaman. Tubuhnya basah, kaki tangannya memar karena terlalu kencang dililit tali. Punggungnya pegal, nafasnya kembang kempis karena tubuhnya yang terendam di air terlalu lama. Sudah sekitar empat jam dirinya tertidur di bathtub setelah bertengkar dan dianiyaya(?) kekasihnya. Atau majikannya.

Wajahnya pucat, seluruh tubuhnya payah. Air dan udara kamar mandi yang dingin memperburuk kondisinya. Kyungsoo hanya bisa mengambil nafas dalam tapi pelan. Lalu memejamkan mata, berharap seseorang menyelamatkannya, jika ada. Atau malaikat maut yang membawanya pergi, mungkin.

Cklek

Pintu kamar mandi terbuka, menampakkan sosok tampan yang tengah setengah sadar. Kemejanya keluar dari tempatnya dan juga dua kancing teratasnya terbuka. Rambutnya acak-acakan.

Tanpa sedikitpun bicara Jongin -namja itu- berjalan menuju bathtub. Membuka sumbatan didalam dasar bathtube, dan membiarkan air yang ada disana menyusut turun. Setelah bathtub itu sudah tak berisi air, namja itu melepaskan ikatan tali pada tangan dan kaki Kyungsoo. Setelah itu dirinya melucuti semua pakaian yang dipakai Kyungsoo.

Dapat dilihat tubuh putih Kyungsoo yang tampak sangat pucat. Jongin tidak tau ini buatan siapa, tetapi terdapat beberapa memar di tubuh Kyungsoo.

Setelah itu dirinya menyelimuti tubuh rapuh itu dengan handuk. Membawanya menuju kamar, dan menurunkannya dengan hati-hati di ranjang king sizenya. Setelah itu Jongin memakaikan baju tebal dan panjang. Setelah semua selesai, dirinya bersiap-siap menuju kantor dan meninggalkan Kyungsoo sendiri bersama penghangat ruangan yang telah dipasang dengan suhu tinggi.

.

09.00 am kst.

Kyungsoo, pemuda dengan selimut tebalnya sedang mengerjapkan mata bulatnya.

Dirinya tengah memandang bingung sekelilingnya. Kamar Jongin yang hangat.

Sedikit bangkit dengan hati-hati karena badannya yang nyaris remuk. Tidur di bathtub dan kamar nyaris tidak bergerak sama sekali. Seluruh persendiannya terasa kaku.

Tubuh Kyungsoo menegang, bulir air matanya keluar tanpa bisa dicegah. Dirinya mengingat apa yang terjadi semalam.

Meskipun pagi ini dirinya tidur di kamar yang hangat. Tetapi dirinya tetap trauma dengan apa yang terjadi semalam.

Kyungsoo memutuskan untuk segera kabur dari apartemen Jongin. Persetan dengan balas budi, Kyungsoo sudah sakit hati.

Dengan perlahan Kyungsoo keluar dari kamar Jongin. Berjalan menuju pintu keluar. Dapat dilihat kopernya masih setia berada disitu.

Lalu Kyungsoo berjongkok didepan meja kayu. Tangannya meraba-raba kolong meja kayu itu untuk mencari sesuatu.

"ah ini.." Tangan Kyungsoo keluar dari bawah meja itu dengan segenggam uang.

Tanpa membuang waktu lama Kyungsoo mengantongi uang itu. Segera mengambil kopernya lalu beranjak keluar dari apartemen yang selama kurang tiga bulan telah menampungnya.

Kyungsoo berjalan dengan cepat, takut ada yang mencegahnya mungkin. Walaupun hanya Jongin yang mungkin mencegahnya, dan saat ini Jongin sedang bekerja.

Sesudah keluar dari lobi Kyungsoo berjalan tak tentu arah.

Dirinya berjalan di jalanan yang tidak terlalu ramai, karena waktu bukan menunjukkan jam berangkat sekolah ataupun kerja.

Kyungsoo berjalan dan trus berjalan. Sudah sekitar dua jam ia berjalan. Dan sekarang sudah jam setengah duabelas. Mendekati waktu makan siang. Sebenarnya dari tadi Kyungsoo menahan lapar. Dirinya melupakan makan pagi dan makan siang.

Shriiing(?)

Tercium bau yang sedap melewati hidung mungil Kyungsoo. Tanpa disadari Kyungsoo mulai berjalan mencari sumber bau itu. Tapak kakinya membawanya menuju sebuah cafe yang tampaknya belum ada pembelinya sama sekali.

Tiga orang dengan pakaian pegawai restoran itu terlihat sedang membersihkan cafe itu.

Ada juga yang sedang menata beberapa kue di etalase yang berada di sudut cafe itu.

Kyungsoo ingin sekali masuk ke cafe itu. Tetapi takut dirinya diusir. Lihat saja penampilan Kyungsoo, memakai baju tidur bermotif pororo, jaket putih berbulu, topi kepala jerapah, dan juga sandal rumah berbentuk pororo. Dan juga membawa koper. Mungkin orang-orang berpikir Kyungsoo seperti orang yang kehilangan arah pikiran atau mungkin gila :/.

"Permisi! Maaf apakah anda akan masuk ke dalam?" seseorang wanita dengan baju pegawai menawarkan Kyungsoo didepan cafe.

Kyungsoo mengamati wanita yang terlihat muda tadi dengan mata burung hantunya (O_O)?

Dengan malu dan takut Kyungsoo "aku ingin cake itu." Kyungsoo menunjuk sebuah mini cake dengan cream vanila yang tampak manis.

"tetapi.. Aku hanya mempunyai uang ini.?" Kyungsoo merogoh saku bajunya dan mengeluarkan uang yang tampak kotor dan sedikiiit sobek di beberapa tempat.

Pelayan bername tag Soyu itu menatap Kyungsoo dengan pandangan iba. Saat ini sungguh Kyungsoo terlihat seperi seorang anak-anak yang menginginkan sebuah balon.

"baiklah, kau boleh masuk. Pilihlah cake yang kau suka" Soyu tersenyum dengan ramah dan mempersilahkan Kyungsoo masuk.

Dengan sedikit bergetar dan kesusahan Kyungsoo menyeret kopernya menuju kedalam. Dirinya lalu meminta soyu untuk memberikan cake yang ditunjuk tadi.

Kyungsoo duduk ditempat duduk dipojok cafe dekat dengan etalase cake tadi. Dirinya tak berhenti memandang cake-cake yang tampak lezat itu.

Setelah Soyu memberikan cake itu, Kyungsoo segera memakan cake itu dengan tergesa-gesa. Dirinya sudah sangat lapar. Potongan cake itu dapat habis hanya dalam dua menit. Dan tentu saja Kyungsoo masih lapar jika hanya memakan sepotong cake.

Tiba-tiba seorang namja meletakkan sepiring spageti dan sepiring daging panggang. Kyungsoo memandang namja tadi dengan tatapan bingungnya O.O?

"Kau lapar kan? Makanlah.." namja tadi berkata dengan lembut, lalu ikut duduk didepan Kyungsoo.

Tanpa berpikir panjang Kyungsoo segera menghabiskan semua yang ada di meja. Namja tadi bersedekap menyenderkan tubuhnya di kursi. Namja tadi memperhatikan bagaimana cara makan Kyungsoo. Dan juga beberapa saus yang belepotan di sudut bibir Kyungsoo.

"namaku Chanyeol. Namamu siapa?" namja tadi memperkenalkan namanya.

"hamahu hyunghuu!" Kyungsoo memperkenalkan diri dengan mulut yang masih penuh dengan makanan.

"uhuuk uhuuk! Huuk.." Kyungsoo terbatuk-batuk karena perbuatannya.

"Yesung hyung! Ambilkan air putih!" Chanyeol berteriak meminta air dan langsung disusul Yesung yang membawa segelas air dengan berlari. Chanyeol pun memberikan air kepada Kyungsoo. Kyungsoo menegak air itu hingga setengah gelas.

"makan pelan-pelan saja." Chanyeol memperingatkan dan diangguki malu-malu oleh Kyungsoo.

Setelah selesai makan Kyungsoo dan Chanyeol masih duduk berhadapan. Tidak ada satupun dari mereka yang ingin membuka mulutnya. Chanyeol memalingkan wajahnya menatap keluar sedangkan Kyungsoo mengangguk.

Setelah lima menit mereka hanya berdiam diri akhirnya Kyungsoo pun membuka percakapan.

"aku harus membayar berapa untuk makanannya?" Kyungsoo bertanya dengan malu-malu.

"kau punya uang berapa?" Chanyeol bertanya dengan senyum jahilnya.

Hah O.O? Kyungsoo kaget lalu merogoh uang sakunya. Ada ada tiga lembar uang kertas, dan dua uang koin. Saat sedang mencari uangnya dibawah meja, Kyungsoo tak dapat menemukan semua uangnya.

"hanya ini." Kyungsoo menunduk sedih.

"uang ini tidak cukup untuk membayar makanan. Kurasa aku harus menahanmu." Chanyeol menyeringai dengan senyum jahilnya. Menggoda Kyungsoo sepertinya hobi baru Chanyeol. Melihat wajah Kyungsoo yang menunduk sedih mengingatkannya dengan kucing kecil yang minta dipungut.

"menahanku?" Kyungsoo bertanya dengan wajah ketakutan. Menahannya sama dengan mengingatkan perlakuan kasar Kai saat diapartemen. Dan Kyungsoo tidak mau itu terulang lagi.

"kau harus bekerja disini sampai cafe ini tutup. Kebetulan satu koki disini sedang tidak bisa masuk. Kau bisa memasakkan?" Chanyeol tersenyum dan menjelaskan arti kata menahan yang dimaksudnya.

Kyungsoo terdiam selama sepuluh detik mencerna apa yang dikatakan Chanyeol. Setelah mengerti maksud Chanyeol, Kyungsoo pun mengangguk senang.

"baiklah! Aku mau^^"

.

21.00 kst

"Kyungsoo ssi, kau dipanggil tuan Chanyeol di ruang kerjanya." Soyu tersenyum kepada Kyungsoo.

"baiklah." Kyungsoo membalas senyum Soyu lalu berjalan menuju ruang kerja Chanyeol.

/Tok tok tok/ Kyungsoo mengetuk pintu ruang kerja Chanyeol dan dibalas dengan suara Chanyeol yang menyuruhnya masuk.

"ada apa tuan?" Kyungsoo bertanya setelah masuk dan menutup kembali pintu ruang kerja Chanyeol.

"duduklah" Chanyeol tersenyum kepada Kyungsoo.

Kyungsoo pun duduk di kursi di depan meja kerja Chanyeol.

Chanyeol yang melihat Kyungsoo duduk pun memberikan sebuah amplop berwarna putih.

"ini upahmu untuk hari ini. Terimakasih telah membantu cafe ku" Chanyeol melemparkan senyum mautnya. Kyungsoo hanya terperangah dan kembali mencerna ucapan Chanyeol.

Setelah kembali mengerti maksud Chanyeol. Kyungsoo membuka amplop yang berisi uang itu. Dan memberikan setengahnya untuk Chanyeol.

"Apa ini cukup?" Kyungsoo bertanya dengan mata membulat o.o

"cukup untuk apa?" Chanyeol dibuat bingung dengan tingkah polos Kyungsoo.

"harga makanan yang kumakan tadi?" Kyungsoo berkata dengan muka polosnya. Chanyeol hanya bisa menahan tawanya dengan kata Kyungsoo yang seperti anak TK dimatanya.

"eemm.. Tidak usah. Bayaranmu itu sudah kupotong dengan harga makanan yang kau makan tadi." kata Chanyeol walau sebenarnya dirinya tidak memikirkan makanan yang dimakan Kyungsoo tadi.

"Tapi ini terlalu banyak untukku." Kyungsoo mengerucutkan bibirnya membuat Chanyeol gemas ingin mencubit pipi gembil Kyungsoo.

"ini sebanding dengan kerjaanmu. Para pelanggan disini sangat menikmati masakanmu. Kau sangat berbakat." Chanyeol memuji masakan Kyungsoo yang memang enak menurut pelanggan yang memberi tip kepada kasir untuk diberikan koki yang memasak makanannya. Walau Kyungsoo memasak menggunakan buku resep biasa tetapi masakannya sangat enak dilidah.

"Sudah malam, kau boleh pulang. Dan jangan lupa ambil cake yang berada di kulkas. Itu kuberikan untukmu." Chanyeol tersenyum tidak rela saat meminta Kyungsoo untuk segera pulang.

"baiklah. Terimakasih untuk uang ini dan cakenya. Aku pamit pulang tuan." Kyungsoo menjawab dengan perasaan sedih. Karena Kyungsoo tidak tau mau kemana malam ini. Rasanya sudah tak ada tempat untuk pulang. Kyungsoo pun berjalan keluar ruang kerja Chanyeol setelah membukukkan badannya memberi salam untuk Chanyeol.

.

.

PRANG!

Sebuah vas hancur setelah dilempar oleh namja berkulit tan.

Muka Kai namja itu memerah. Dirinya kalut dan marah saat mendapati Kyungsoo tidak ada di Apartemennya.

Kai sudah meminta para suruhannya untuk mencari pemuda bermata belo itu.

Kai tidak menyangka Kyungsoo akan kabur dari apartemennya. Kai berjanji akan menyeret kembali Kyungsoo ke Apartemennya saat Dirinya menemukan kekasihnya itu.

.

.

Sudah jam sepuluh malam dan cafe milik Chanyeol sudah sepi. Seluruh karyawannya sudah pulang kerumah.

Dan ini saatnya Chanyeol untuk menutup cafenya.

Chanyeol berjalan keluar dengan menenteng tas laptopnya. Saat sudah keluar cafe Chanyeol tertegun dengan seseorang yang tengah berjongkok dengan copernya sambil memakan sebuah cake.

"Kyungsoo?" Chanyeol memanggil pemuda yang menjadi koki dadakannya hari itu.

"ne!?" Kyungsoo kaget dan mencari sumber suara bass yang memanggilnya.

"Tuan Chanyeol?" Kyungsoo terperangah kaget melihat pemilik cafe itu sedang menyapanya tau mungkin memanggilnya dengan pandangan yang tak kalah kaget.

"sedang apa kau disini? Apa kau tidak pulang kerumah?"

Chanyeol bertanya keheranan kenapa Kyungsoo belum pulang.

"Ah-aku..." Kyungsoo pun bercerita dengan menundukkan kepala. Menceritakan kejadian semalan yang sangat memukulnya dan dirinya yang kabur dari apartemen.

Setelah mendengarkan cerita Kyungsoo yang cukup atau sangat mengenaskan, Chanyeol mengajak Kyungsoo untuk tinggal bersamanya. Dan Kyungsoo pun menyetujuinya karena Chanyeol satu-satunya orang yang bisa diandalkan Kyungsoo saat ini.

.

.

"Tolong spageti dan orange juice-nya satu."

"baiklah. Pesanan akan segera diantar!"

"Kyungsoo satu spageti tolong buatkan."

"Baiklah!"

Kira-kira begitu yang terjadi setiap hari di Cafe Chanyeol. Kyungsoo bekerja sebagai koki disana. Sudah dua minggu ini dirinya tinggal bersama Chanyeol. Dirinya pun tampak baik-baik saja.

Kyungsoo beruntung bertemu dengan Chanyeol. Chanyeol sangat baik hati, ramah, dan lembut. Kyungsoo pun menjadi ceria saat tinggal dengan Chanyeol. Berbeda saat dirinya tinggal bersama Kai. Kyungsoo berubah menjadi namja yang pendiam dan bertutur kata tajam. Walaupun ada sedikit rindu dengan pelukan hangat namja yang menjadi cinta pertamanya itu. Tetapi rasa trauma tetap mendominasi Kyungsoo dan membuatnya selalu mencoba melupakan Kai.

.

.

.

"dia bekerja disini?"

"iya tuan."

"lalu dimana dia tinggal?"

"dirumah pemilik cafe ini tuan."

"baiklah. Ayo kita pergi dari sini"

Sebuah mobil hitam dengan cepat melaju meninggalkan cafe Chanyeol.

'aku akan membawamu pulang Do Kyungsoo. Aku tak akan membiarkanmu pergi lagi dariku'

.

.

Sudah sebulan Kyungsoo bekerja di cafe Chanyeol. Kyungsoo sudah mengenal semua pegawai cafe Chanyeol. Semua menerima kehadiran Kyungsoo karena masakannya yang lezat membuat banyak pelanggan yang berdatangan, sehingga gaji mereka pun ikut naik. Dan itu sangat menguntungkan sama sekali.

Malam ini Cafe sudah tutup tetapi Chanyeol dan Kyungsoo masih disana. Chanyeol sedang menghitung uang di Kasir. Dan Kyungsoo sedang mengepel dapur memasak.

Disaat tiba-tiba seorang namja masuk dan berjalan menuju Chanyeol yang memandangnya dengan tatapan tajam.

"Maaf Tuan, tetapi cafe kami sudah tutup!" Chanyeol berkata dengan tajam.

"Aku disini bukan untuk membeli sesuatu di Cafe mu. Tetapi aku disini untuk menjemput kekasihku yang telah kau culik."

"Apa maksudmu?" Chanyeol menyerngitkan dahinya.

"Chan, wortel kita sudah habis!" Tiba-tiba Kyungsoo datang diantara Chanyeol dan Kai.

Kyungsoo yang melihat Kai seketika langsung membeku. Memorinya secara otomatis memutar ulang kejadian saat dirinya dimasukkan kedalam bathtub selama semalaman.

"nah ini dia yang saya bicarakan." Kai menyeringai sinis terhadap Chanyeol.

"sayang, ayo kita pulang!" Kai mencengkram tangan Kyungsoo. Dan menariknya dengan paksa. Kyungsoo menggeleng ketakutan dan mencoba melepaskan diri dari cengkraman tangan Kai.

"Tidak mau. Aku tidak mau.. Hiks.. Sakit.. Lepaskan.." Kyungsoo memohon dengan suara bergetar. Kyungsoo menangis. Jongin yang tidak mau membuat Kyungsoo takut melonggarkan cengkraman tangannya.

"jangan menangis sayang. Aku tidak akan menyakitimu." Kai berujar lembut dan menyeka air mata Kyungsoo dipipi lembutnya.

"hiks.." Kyungsoo masih berusaha melepaskan tangan Jongin yang tetap menggenggam tangannya.

"bisakah kau melepaskan Kyungsoo. Lihat kau membuatnya takut." Chanyeol memegang tangan Kai bermaksud untuk melepaskan tangan Kai dari Kyungsoo.

"diam kau! Aku kekasihnya!" Kai menggeram menatap tajam Chanyeol.

"tetapi dia tidak mau pergi denganmu!" Chanyeol menyeringai.

"Kau bukan kekasih yang pantas untuk Kyungsoo. Kau selingkuh dibelakangnya. Apa kau bisa menjaga Kyungsoo? Hingga kau mengajaknya pulang ke apartemenmu untuk kau siksa!" Chanyeol menyindir perbuatan Kai yang telah Kyungsoo ceritakan.

"Kau pikir siapa dirimu hah? Kau tidak tau apa-apa." Kai menatap dingin Chanyeol. Tangannya mengepal. Ingin rasanya memukul Chanyeol.

"Lalu kau pikir kau siapa? Sekalipun kau kekasih Kyungsoo. Kau tidak pantas untuk Kyungsoo. Bahkan Kyungsoo takut padamu"

JEDUAGH!

"KAII!"

"SUDAH KUBILANG DIAM!" Kai memukul Chanyeol.

"Cih.. Pantas Kyungsoo takut padamu. Kau namja yang mengerikan!" Chanyeol masih tidak menyerah untuk menjelek-jelekkan Kai.

"kumohon hentikan.. Hiks.." Kyungsoo menangis mencoba melerai pertengkaran Kai dan Chanyeol.

"Kalau kau ingin ini berhenti. Pulanglah denganku." Kai berkata dengan dingin.

"aku tidak mau." Kyungsoo menolak

"apa?"

"Bisakah kau tidak memaksaku pulang? Kai ada satu hal yang ingin kubicarakan." Kyungsoo berkata dengan serius. Matanya menatap Kai takut-takut.

"aku lelah. Aku ingin bebas. Aku tidak tenang hidup denganmu. Maaf Kai, tapi tak bisakah kau tidak mengganggu hidupku?"

JLEEEB

Kyungsoo mengeluarkan isi hatinnya. Semuanya.

"begitukah?" Kai bertanya tidak percaya. Do Kyungsoo menolaknya. Kai mencoba menerima semua ini.

Chanyeol yang sudah berdiri dibelakang Kyungsoo memperhatikan Kyungsoo dan Kai dengan sesama. Akankah Kai melepaskan Kyungsoo? Atau membawanya paksa?

"hhhh... Baiklah. Jika ini maumu Kyungsoo." untuk pertama Kalinya Kai melepaskan obsesinya. Obsesinya terhadap Do Kyungsoo.

Kai mengeluarkan sebuah kertas yang dilipat dari saku celananya.

Kertas itu. Kertas tebusan atas Kyungsoo. Kai menyobeknya menjadi potongan kecil-kecil. Setelah itu melepaskan kertas itu, membuangnya di Lantai diantara Kai dan Kyungsoo.

Lalu tanpa bicara sekalipun Kai balik pergi dari hadapan Kyungsoo dan Chanyeol.

Hati Kyungsoo berdenyut nyeri saat Kai membuang kertas-kertas itu. Hanya begitukah Kai melepaskannya? Hanya dalam hitungan menit.

Chanyeol mencengkram pundak Kyungsoo. Kyungsoo menunduk. Merasakan ada yang hilang dari dirinya.

Bukankah ini yang dia mau?

'sudah berakhirkah semua ini?'

.

.

.

TBC

Hellow Friend! Hellow my Good Friend! #NyanyiOstPororo

Gimana? #Alisgoyangatasbawah(?)

Sumpah, aku bingung ini mau dibikin chap apa sequel. Yaudah kuambil jalan tengah. Kutulis sequel dijudul tp nyambung chap 2 .-. #Digiling

Menurutku alurnya kecepetan. Karena aku baru nulis ff, dan ini FF keduaku. Jadi masih absurd'lah. Bahasa acak-acakan. Cara menulis salah-salah. Jalan cerita yang mungkin aneh .-.

No edit, jd maklumi typo-typo yang nyempil yeesh..

Aku mohon ada yang suka sama chap/sequel yang ini. Karena aku punya feeling yg aneh .

Karena feelingku merasakan bagian awal chap/sequel ini agak flat ga enak gitu. #Pundung

Dan baru dapet feelnya yang scene terakhir. Baru dapet nyeess(?)nya.

Kalo aku baca review ada yang minta Kyungsoo sama cast lain aja. Jangan sama bang Kai item sekseh kita. Ada juga yang minta Kyungsoo disiksa lagi :v

Tapi aku bikinnya ini Kyungsoo kabur dan ketemu cast lain.

Cukup surprise'kah?

Karena aku bikin ini ngegantung lagi #KetawaKyupret

Jadi aku mau bikin sequel nya sequel lagi #diTampar #YoDawg

Terserah sampai sini apa dilanjut semua tergantung review ya. Tapi mendingan saran aku dilanjut. Karena jika dilanjut aku janji itu yang bakal jd end/final'nya ff ini.

Yang mau lanjut pilih endnya Chansoo apa Kaisoo ya? #GarukGarukPantat

Dan aku selalu mengucapkan banyak terimakasih untuk yang review sama fav & follow juga.

Maaf ga bisa nulis kalian satu-satu. Tetapi aku selalu mbaca review kalian kok. Karena review kalian yang bikin aku semangat nulis.

Yasudah segitu aja. Semoga chap2/sequel ini dapet respon seperti chap 1 :)

THANKS ALL

#BOW