Hai, hai, hai! Udah lama nggak ketemu. Apa kabar? Kalau saya sih tetap gila, gaje, lebay, dll seperti biasa(ohohoho). Well, di chapter ini, Jack belum bertemu dengan para gadis. Di chap ini dia cuma nemu bapak-bapak bulat, nenek-nenek tua, dan laki-laki berbadan kekar. Kira-kira tau gak siapa mereka? Ah, tau atau ngga, yang penting ayoo baca! :3
YANG PUNYA HARVEST MOON BUKAN AKU,
AKU HANYA SEORANG FANS YANG MEMBUAT CERITA TENTANG TOKOHNYA.
Harvest Moon Friends of Mineral Town: You're The Most Wonderful Thing in My Life, Chapter 1: A New Life is Starting!
Akhirnya Mineral Town sudah kelihatan. Aku pun langsung menyandang ranselku dan mengendong anjing kecilku, Kiwi.
"Kita akan segera sampai, Kiwi"
"Guk!" jawab Kiwi.
Kapal pun segera merapat ke dermaga. Aku segera turun. Wah, aku rindu sekali dengan pemandangan ini. Pemandangan pantai ini tak banyak berubah daripada waktu aku datang. Yang berbeda paling dulu aku datang waktu musim panas, dan sekarang aku datang pada musim semi. Dan juga ada dua bangunan yang dibangun di pantai ini.
Aku segera menuju ke tempat tujuanku, yaitu pertanian itu. Jalan kesana masih tidak berubah. Bangunan Yodel Farm, Poultry Farm, dan Saibara The Blacksmith sudah lebih bagus daripada yang kulihat dulu. Kemudian aku memperhatikan lahan kosong di depan Poultry Farm. Sepertinya dijual. Apa suatu hari aku bisa membangun sebuah villa disana, ya? Hahaha. Ngelantur nih pikiranku.
Ketika aku sampai ke pertanian itu, aku sangat terkejut. Tempat ini… Sangat berbeda. Dulu kulihat tanaman-tanaman tertata rapi di ladang, rumput yang rapi dengan ternak-ternak yang bermain di atasnya, dan bunga-bunga yang berjejer rapi… Sudah hilang. Sekarang ladang dipenuhi rumput-rumput liar, batu-batu, dan kayu-kayu. Berantakan sekali! Aku sampai bengong melihatnya, sampai Kiwi menyadarkanku dari lamunanku dengan mengeluskan badannya di kakiku.
Aku pun segera berlari ke rumah kakek itu, mengetuk pintunya dan memanggilnya.
"Kakek? Kakek?"
Hening. Tidak ada jawaban. Aku pun menggedor pintu itu dan berteriak.
"Kakek! Kakek!"
"Hei!" teriak seseorang.
Aku terkejut. Suara itu bukan berasal dari dalam rumah, tapi dari jalan masuk pertanian. Aku berharap itu kakek. Aku pun segera berlari kesana. Namun, kekecewaan menghampiriku. Itu bukan kakek. Yang ada malahan seorang bapak-bapak yang pendek, gemuk, dengan baju, topi, dan celana berwarna merah, dan kumis bewarna coklat yang lebat(maaf deskripsinya agak kejam XD).
"Tolong jangan buat kerbutan!" teriaknya lagi.
Aku mengangguk dan bertanya:
"Pak, kakek pemilik pertanian ini dimana ya?"
"Dia sudah meninggal"
Aku sangat terkejut. Aku tak menyangkanya. Aku sudah menganggapnya sebagai kakekku sendiri. Dan sekarang dia sudah tidak ada lagi. Aku sangat syok dan sedih. Tiba-tiba bapak itu menyadarkanku.
"Kau baik-baik saja? Kau nampak syok"
"Ya… Aku tidak menyangka kakek itu meninggal"
"Ngomong-ngomong, siapa kamu?"
"Namaku Jack. Aku datang dari kota"
"Kamu Jack?" tanya bapak itu terkejut.
"Iya" jawabku dengan muka heran.
"Anak yang 15 tahun yang lalu pernah kesini?"
"Iya. Kok Bapak tahu?"
"Sebelum meninggal, kakek itu menceritakannya padaku. Dan juga berkata bahwa pertanian ini diwariskan kepadamu. Dia menganggapmu sebagai cucunya sendiri"
"Benarkah?" tanyaku tak percaya.
"Iya. Ngomong-ngomong aku Thomas. Aku walikota kota ini"
"Jadi Jack, kamu mau mengelola pertanian ini?" tanyanya.
Aku terkejut mendengarnya. Aku mulai berpikir sepertinya kehidupan yang menyenangkan akan dimulai di kota ini. Persis seperti harapanku.
"Bagaimana?" tanya Mayor Thomas lagi.
"Iya! Aku akan berusaha keras mengembalikan pertanian ini seperti dulu!"
"Bagus! Aku akan selalu mendukungmu!"
"Tapi, selain bekerja, kau juga harus bersosialisasi dengan penduduk kota. Oh iya, mau kuajak tur keliling kota?"
"Oke" jawabku singkat.
"Nah pertama-tama di selatan pertanianmu. Jalan kecil itu menuju daerah hutan yang berujung di gunung Mother's Hill. Di hutan ada Hot Springs, pertambangan, danau, tempat Gotz si tukang kayu, dan lain-lain. Sekarang ayo ke utara" ajak Mayor Thomas. Kami pun keluar dari area pertanian.
"Jalan disebelah kanan ini terdapat Poultry Farm, Yodel Farm,dan Saibara The Blacksmith. Di Poultry Farm, kamu bisa membeli ayam, menjualnya, atau memberi perlengkapannya. Di Yodel Farm, kamu bisa membeli sapi, menjualnya, atau memberi perlengkapannya. Di Saibara The Blacksmith kamu bisa meng-upgrade alat-alat pertanianmu, membeli beberapa alat, dan membuat berbagai macam barang."
Kami pun berjalan ke arah utara. Kami berhenti diantara dua bangunan.
"Yang sebelah kiri adalah Aja Winery. Kamu bisa membeli Wine dan jus anggur disini. Ketika musim panen tiba, mereka butuh pekerja part-time. Dan disebelahnya Doug's Inn. Disana ada dua lantai, lantai pertama saat siang menyediakan makanan, dan saat malam mereka menyediakan minuman. Di lantai dua ada beberapa kamar yang bisa untuk disewa"
Kami pun berjalan ke arah utara lagi. Dan kami berhenti di sebuah bangunan.
"Ini perpustakaan. Kalau kau mau lebih tahu tentang pertanianmu, disini tempatnya"
Kemudian kami berjalan ke bangunan sebelahnya. Dua rumah yang bentuknya sama. Di rumah sebelah kiri, ada seorang nenek tua yang duduk di sebuah kursi goyang di teras. Nenek itu tampangnya ramah, semoga sikapnya juga. Hahaha.
"Hai Mayor Thomas" sapa nenek itu sambil tersenyum.
"Oh, hai Ellen"
"Siapa yang bersamamu itu?" tanyanya.
"Ini petani baru. Dia akan mengurus pertanian yang terlantar itu"
Tanpa disuruh, aku pun langsung mendekati nenek itu. Aku menjulurkan tanganku dan berkata:
"Nek, namaku Jack. Senang berkenalan denganmu"
"Senang berkenalan denganmu juga, Nak" jawab nenek itu seraya meraih tanganku.
Aku pun kembali ke tempat Mayor Thomas.
"Itu rumah Ellen. Dia punya 2 cucu, tapi hanya satu yang tinggal dengannya. Yang satu lagi bekerja dan tinggal di rumah sakit" jelas Mayor Thomas.
"Dan rumah disebelahnya adalah rumahku. Aku tinggal dengan anakku, Harris, polisi di kota ini dan Kano si fotografer" sambungnya.
Kami berjalan ke bangunan disebelahnya lagi. Bangunan ini cukup luas, dan disebelahnya ada bangku panjang dengan kotak pos merah didepannya.
"Ini Supermarket. Kamu bisa beli bibit dan lain-lainnya disini"
Kami berjalan ke bangunan sebelahnya. Tanpa dijelaskan aku sudah tahu ini adalah rumah sakit.
"Ini adalah satu-satunya rumah sakit disini. Jika kau merasa sakit, berobatlah disini"
Kami berjalan lagi ke bangunan sebelahnya. Bangunan ini… Gereja! Ya, ini gereja. Kelihatan sekali dari arsitektur bangunanya.
"Ini gereja. Ada seorang pendeta yang tinggal disini"
Kami segera pergi ke jalan selatan, dan kami sampai ke sebuah lapangan. Kata Mayor Thomas ini adalah Town Square, tempat dimana sebagian festival diadakan. Disini ada sebuah papan pengumuman yang memberitahu festival-festival yang akan diadakan.
"Jika kamu jalan ke sebelah kanan ini, kamu akan sampai ke pantai. Disana ada dua bangunan. Yang pertama adalah rumah milik Zack yang akan mengangkut barang-barang yang akan kau jual ke kota. Dan yang kedua adalah kedai pinggir pantai milik Kai. Kai hanya datang setiap musim panas, jadi, kedai itu hanya buka selama musim panas"
"Yang terakhir, jalan ke selatan ini akan membawamu lagi ke Yodel Farm. Nah, selesailah tur kali ini. Sebaiknya kamu pulang dan istirahat"
Aku mengangguk, dan aku kembali ke pertanianku. Disana, aku melihat seorang laki-laki berbadan kekar. Siapa dia?
"Hai! Kau pasti Jack! Aku Zack, aku yang akan membawa barang-barang yang akan kau jual ke kota" katanya.
Jack dan Zack. Nama yang mirip. Hehehe.
"Oh, kamu ya yang namanya Zack. Mayor Thomas sudah memberitahuku"
"Aku akan mengambil barang-barang setiap jam 5 pm, tapi tidak kalau hari festival. Barang-barang yang mau kamu jual taruh saja di kotak penjualan. Aku pergi dulu ya"
Aku mengangguk. Zack pun pergi.
Aku langsung masuk ke rumahku, dan membaringkan tubuhku di kasur. Aku berpikir, apakah aku bisa mengembalikan pertanian ini seperti dulu? Pasti bisa! Aku harus optimis. Di tengah lamunanku, rasa kantuk menghinggapiku. Aku pun langsung memejamkan mataku dan tertidur.
~TO BE CONTINUED~
Huft, akhirnya ter-update juga! Di Chap selanjutnya, Jack akan bertemu dua gadis manis. Penasaran? Well, tunggu aja! ^^
