0330
.
.
Disclaimer by »
.
.
.
Naruto © Masashi Kishimoto
0330 © MerisChintya97
.
.
.
Rated: T
Genre: Romance/Hurt/Comport
Pairing: SasuSaku
Warning:
.
.
(OOC, TYPO, bisa dibilang plagiat,, karena aku ngikutin cerita di Mvnya U-KISS 0330, banyak persamaan sama cerita 0330 dari author yang lain, dsb)
If you don't like, don't read.
.
.
Happy Reading ^_^
.
.
.
Sumarry:
Aku tak tahu apa yang bisa aku lakukan tanpa dirinya. Dia yang pernah ku ajak memainkan jari-jarinya di atas tuts-tuts piano dan ku genggam terus tangannya. Sebelum akhirnya aku tahu. "Aku tetap tak bisa menghapusmu. Aku terus memikirkanmu. Aku sangat merindukanmu."
.
.
.
Part 2
##Neji Pov##
Itachi-niisan, Kankuro-niisan, Naruto, Sasori dan Sasuke sekarang ini sedang berada di ruangan yang sama. Aku duduk berhadapan dengan Naruto dan Kankuro-niisan. Naruto sedangduduk di atas meja menatap Sasuke yang sedang menelpon Sakura dengan geram. Bukan karena Naruto cemburu atau ingin dengan segera memakai telepone tersebut. Tapi yang membuatnya geram itu karena Sasuke berbicara pada dirinya sendiri seakan-akan telepone itu berfungsi. Padahal sudah lama telepon itu rusak sejak Sasuke dan Sakura putus, Sasuke sendiri yang merusaknya.
.
.
Tapi sekarang yang dilakukannya sudah benar-benar membuat kami khawatir kepadanya. Terutama Itachi-niisan, ia sudah benar-benar tidak tahan melihat pola perilaku adik semata wayangnya yang seperti sekarang ini. Bagaimana jika kedua orang tuanya tahu keadaan Sasuke yang sekarang ini? Bisa dipastikan kalau Mikoto-basan pasti akan sangat terpukul bila mengetahuinya.
Sasori berdiri di belakangku bersama Itachi-niisan. Dia menatap Sasuke dengan tatapan prihatin. Itachi-niisan menolehkan kepalanya, melihat Juugo-niisan yang baru saja masuk dan kembali merunduk.
.
.
Sasori melepas earphone yang menutupi telinganya. Dia terlihat marah, kesal dan juga sedih bercampur aduk menjadi satu. Tidak biasanya Sasori yang kami kenal begitu tenang diantara kami ber-6 sekarang terlihat seperti itu.
Tangan Itachi-niisan hinggap di bahunya, mencoba untuk menenangkan Sasori. Padahal kami semua tahu di sini kondisi yang paling terpuruk diantara kami atas kondisinya Sasuke itu dia. Uchiha Itachi. Selaku kakak kandungnya.
Tapi tawa Sasuke yang kini kami dengar semakin membuat suasana tidak karuan.
.
Kankuro-niisan menutup laptopnya. Dan saat itu juga Naruto benar-benar meledak. Dia membanting buku tulis yang baru saja dikeluarkan olehnya. Dia menatap Sasuke sebentar. Sasuke masih tertawa dengan riangnya. Akhirnya Naruto berdiri bermaksud menuju tempat Sasuke, sebelum tangan Sasori menahan langkahnya. Tapi Naruto ternyata mengibaskan tangan Sasori, padahal aku tahu Naruto jarang sekali bertindak kasar pada Sasori, karena mereka begitu dekat.
Naruto berjalan menuju tempatnya Sasuke berada..
"Teme.." namun rupanya Sasuke tidak menghiraukan panggilan dari Naruto sama sekali.
"Sasuke!" Naruto mencoba memanggil Sasuke sekali lagi, namun sama seperti sebelumnya. Sasuke benar-benar menghiraukannya.
"Itu tidak berfungsi. Tolong letakkan telepon itu!" Naruto mencoba mengambil telepon
kabel tersebut yang berada dalam genggaman tangan Sasuke. Mata onyx tajam bagaikan mata elang itu mendelik dan—
"APA-APAAN KAU! Kau menganggu waktuku dengan Sakuraku!" pada akhirnya Sasuke melepaskan gagang telepon tersebut karena paksaan dari Naruto.
Aku berusaha maju untuk meredakan amarah yang meledak diantara mereka berdua, tapi Sasuke malah mendorongku dengan kuat hingga hampir membuatku jatuh. Dia berjalan menjauh meninggalkanku dan Naruto. Itachi-niisan menahan lengannya sang adik. Sasori dan Juugo-niisan pun melakukan hal yang sama. Namun respon yang diberikan Sasuke tetap sama. Sasuke terus berjalan menjauh dari kami, ia sempat mengumpat pelan namun cukup terdengar oleh kami—"Kalian semua memuakkan!"
.
.
Sasuke berhenti melangkah. Merunduk dan menutupi wajahnya dengan tangannya. Kami semua hanya diam kaku sekarang. Tak tahu apa yang harus kami lakukan dan tidak kami lakukan. Kami takut melakukan hal yang salah dan mengakibatkan keadaan semakin keruh.
Tangan lembut Kankuro-niisan hinggap di bahunya Sasuke. dia mengusap bahu Sasuke lembut seperti mewakili kata 'Tenanglah,, semua akan baik-baik saja.' Naruto beranjak dari tempatnya berdiri. Aku mengira dia akan kembali meledak seperti sebelumnya. Tangan Itachi-niisan berusaha untuk menahan Naruto mendekati Sasuke. tapi Naruto tersenyum, dia benar-benar tersenyum dengan begitu tenang. Menandakan kalau dia tidak akan kembali meledakkan amarahnya.
.
.
"Sasuke.." Naruto membalikkan tubuh Sasuke dan memeluknya. "Tenanglah Sasuke.." aku melihat mereka dengan... entahlah... aku sangan menikmati saat-saat seperti ini.
Sasuke menangis. Aku tak menyalahkannya kalau dia menangis. Dia sama sekali tidak menangis saat mendengar berita kebenaran tersebut datang. Dia sama sekali tidak menangis saat tahu kalau Sakura meninggal. Dan aku sekarang merasa lega dia menangis. Mungkin dengan begitu, bisa sedikit mengurangi beban yang menghampirinya.
.
.
##Normal Pov##
"Aku mencintai Sakura, niisan... aku mencintainya.." Naruto menepuk punggungnya Sasuke pelan sambil terus memeluknya, berharap dengan begitu Sasuke bisa sedikit tenang.
"Wakata, Sasuke.. wakata... aku tahu kau sangat mencintainya. Aku tahu kau tidak ingin dia meninggalkanmu." Naruto berucap. Berharap Sasuke bisa memahaminya.
"Tapi aku mengatakan aku membencinya saat terakhir kali aku bertatap muka dengannya..
Aku mendorong tubuh ringkihnya. Aku mengatakan aku tidak ingin melihat wajahnya lagi. Aku mengatakan aku tidak ingin bertemu dengannya lagi.. dan.. dan.. sekarang semua itu terwujud. Sakura pergi untuk selamanya. Ini semua salahku, ini semua salahku. Kalau saja kami tidak bertengkar, kalau saja aku tidak begitu egois, kalau saja—"
"Sasuke, 'Kalau saja' tidak akan mengembalikan Sakura padamu. Aku tahu kau menyesal. Dan aku tahu Sakura mengerti bagaimana posisimu. Dia mencintaimu selamanya, itu yang dia katakan padamu. Itu menandakan, apapun yang kau lakukan padanya, aku tahu dia pasti memaafkanmu..."
"Aku..."
"Sudah. Tenanglah..."
.
.
Hujan gerimis di luar rumah itu menjadi saksi bagaimana semuanya terjadi. Bagaimana Sasuke mencintai Sakura. Bagaimana keadaan terakhir kali mereka bertatap muka. Bagaimana berantakannya Sasuke setiap hujan mengguyur bumi. Tapi hujan juga yang menjadi saksi bagaimana mereka bertemu, saling mengenal, saling melindungi, saling menyayangi dan semua itu terasa begitu indah..
"Aku ingin mengunjungi Sakura." Sasuke berucap pelan.
"Tentu saja. Kau boleh mengunjunginya." Kata Kankuro,
"Dan kami akan menemanimu.." tawar Sasori padanya.
"Tidak perlu. Aku ingin berdua saja dengan Sakura.. aku ingin meminta maaf padanya, dan mengatakan bagaimana aku begitu mencintainya."
"Aku tahu dia mengerti itu, Sasuke. Sakura gadis yang baik. Dia akan memaafkanmu dan tahu betapa besar kau menyayangi dirinya." Neji tersenyum setelah mengucapkan kata tersebut.
Sasuke tersenyum tipis. Dia memandang satu persatu niisannya dengan tatapan berterimakasih.
.
.
"Tapi berjanjilah pada kami satu hal, Sasuke." Itachi berjalan mendekati Sasuke hingga kini mereka berhadapan.
"Hn. Apa itu, aniki?"
"Setelah itu kembalilah menjadi Sasuke yang dulu, Sasuke yang kami kenal. Ya walaupun kau dulu begitu menyebalkan, tapi itu lebih baik daripada—"
"Hn. Aniki, aku tahu." Sebelum Itachi sempat menyelesaikan kalimatnya, Sasuke memotongnya terlebih dahulu.
.
.
.
##Disuatu tempat##
Sasuke berjalan memasuki tempat peristirahatan terakhir. Langkah kakinya berhenti begitu mata onyxnya menangkap ukiran nama 'Haruno Sakura' di sebuah batu nisan. Ia berjongkok untuk mengusap batu nisan tersebut. Sebuket bungan mawar putih disimpannya dan tangannya mengantup, membacakan doa untuk kekasihnya yang telah tiada.
apalah daya, ia harus menerima takdir yang sudah ditentukan oleh sang maha kuasa.
Sasuke hanya berharap, semoga suatu saat nanti ia bisa bertemu dan hidup selamanya bersama dengan Sakuranya di alam kekal sana. " Sakura, kumohon bersabarlah. Aku pasti akan menyusulmu. Cepat atau lambat. Aishiteru.. Watashi wa kimi o eien ni aishite." Sasuke mengucapkan kembali kalimat terakhir yang Sakura ucapkan kepadanya saat itu.
.
.
.
Sasuke berjalan meninggalkan tempat peristirahatan terakhir Sakura. Setidaknya sekarang ia bisa sedikit bernapas lega. Sasuke berjanji, ia akan tetap mencintai Sakura sampai kapanpun. "Aishiteru, Haruno Sakura." Bisiknya pelan.
"Aishiteru mo, Uchiha Sasuke-kun."
Sasuke menghentikan langkahnya, ia membalikan badannya untuk mencari sumber suara tersebut. Namun ia tidak menemukan apapun di belakangnya. Saat badannya berbalik—
"Sakura?" Sasuke menggelengkan kepalanya. Namun bayangan tersebut tetap utuh. Sasuke berlari menghampirinya dan memeluknya.
"Aku merindukanmu Sakura... aku mencintaimu.. maafkan aku,, aku sangat mencintaimu seumur hidupku.." Sasuke memeluk Sakura dengan begitu erat.
"Wakata, Sasuke-kun.. wakata.. aku juga merindukanmu disini. Sayonara.." Perlahan bayangan Sakura menghilang, Sasuke dapat melihat senyuman manis yang Sakura berikan untuk yang terakhir kalinya.
"Arigatou, Sakura-hime.."
.
.
.
##FIN##
A/N:
Hallooo minna-san :) Konbanwa.. akhirnya part2nya bisa ku publish juga.. tadinya sih mau kemarin malem aku publish, tapi berhubung kakakku tercinta yang begitu sangat menyebalkan itu membawa laptopnya ke universitasnya.. Hikss jadi baru bisa updet sekarang.. ini juga updetnya di warnet … *pundung*
Oh iya, aku mau menyamakan dulu chara di sini.. hehe karena banyak yang menebak-nebak , oke:
Itachi Uchiha as Shin SooHyun
Sabaku Kankuro as AJ
Juugo as Hoon
Neji Hyuga as Kiseop
Naruto Uzumaki as Eli
Akasuna Sasori as Kevin woo/woo sunghyun
Uchiha Sasuke as Shin DongHo
Aku mau mengucapkan banyak-banyak terimakasih buat yang udah pada review.. aku tidak menyangka bakalan banyak sekali yang review :D Arigatou Kamsahamida^_^
.
.
.
Yosh! Saatnya balas review:
1.#Scorpions : Hahaha iya begitulah.. semuanya terjawab di part2nya yaa.. makasih udah baca dan mereview.. review lagi yaaa^^
2.#Hatake kakashi-devil : Ini udah next kok.. makasih udah baca dan mereview.. review lagi yaaa^^
3.# sasusaku kira : Benarkah? *berbinar* terimakasih udah bilang fict ku tidak sepenuhnya plagiat :D
makasih udah baca dan mereview.. review lagi yaaa^^
4.#Novi Shawol'Elf : Hohoho tadinya juga mau aku buat oneshoot.. tapi aku capek ngetiknya.. huhuhu…. .. makasih udah baca dan mereview.. review lagi yaaa^^
5.#AkasunaAnggi : Ini udah updet kilat kok.. gimana? Gak sedih lagi kaan? Hehehe… makasih udah baca dan mereview.. review lagi yaaa^^
6.#Deauliaas : Oh yaa? Kamu KissMe dari kota mana? makasih udah baca dan mereview.. review lagi yaaa^^
7.#Haruno Sakuraa : *Ngasih tissue* udah.. jangan nangis lagi yaa :) mianne gomenasai… makasih udah baca dan mereview.. review lagi yaaa^^
8.#Leader Akatsuki : Waaaaaah seseorang sepertimu bisa sedih juga tooh :P #plak! makasih udah baca dan mereview.. review lagi yaaa^^
9.# Ichigobleach : Kamu KissMe? Dari daerah mana? makasih udah baca dan mereview.. review lagi yaaa^^
10.#Naruto-JhinchurikiKyubi : Karena Sakuranya tidak hidup :P #plak! Hahaha…
makasih udah baca dan mereview.. review lagi yaaa^^
11.#Iralarasati : Hahaha … makasih udah baca dan mereview.. review lagi yaaa^^
12.#kireiYamanaka Ino : Ini udah lanjut kok, neechan :DD makasih udah baca dan mereview.. review lagi yaaa^^
13.#Hinaruto hyuga : Lihat itu apa? makasih udah baca dan mereview.. review lagi yaaa^^
14.# KissMe review : weishhhh sabar cuy #nyingkirin golok. Author masih pengen hidup kok :D .. wah kamu pintar menebak :) makasih udah baca dan mereview.. review lagi yaaa^^
15.#BlackEyes407 : Ini udah next kok. makasih udah baca dan mereview.. review lagi yaaa^^
16.#Nara Kenkari : Hummpphh… jawabannya,, lihat diatas yaaa^^ makasih udah baca dan mereview.. review lagi yaaa^^
17.# Dongholic loversss : Suamimu? Wakakakak… #pis ^_^v … makasih udah baca dan mereview.. review lagi yaaa^^
18.# strawberry cakes : Ini lanjutannya :DDDD …. makasih udah baca dan mereview.. review lagi yaaa^^
19.#shawol21bangs : Tidak nyampah kok.. komenanmu berarti untukku :D #plak lebay … hahaha makasih udah baca dan mereview.. review lagi yaaa^^
Yoshh akhirnya selesai juga….
.
.
.
Mind to Review? Come on^^
.
.
.
Ku Tunggu Review dari teman-teman sekalian…
Aku ucapkan terimakasih sekali lagi buat kalian semua yang sudah membaca serta meluangkan waktunya untuyk membawa fict abal-abal aku ini …
.
.
.
REVIEW YAAA :D
