Balasan review :
*hanalu93 : iyaa sama, aku juga merasa gitu. Panggil author atau eonni juga terserah aja. Makasih sarannya. Dichapter ini aku berusaha berbaikin hehee. Thx for review
Makaasin udah review: terd | Sanshaini Hikari| | lulurara| Oh Hunhan Zelus| byvn88| HUNsayHAN, siti. | hun for han| deerciviiv| Buat kalian yg udah review jeongmal gomawo! Author bakal terus lanjutkan sampai end nih ff ^•^
.
.
.
-find me (oh sehun uisanim!-
.
.
.
Oh Sehun seorang dokter muda yang baru saja 2 bulan bekerja dirumah sakit Global Seoul International. Rumah sakit terbesar dan terelit dikorea selatan. Ia memandangi bunga mawar yang ada didalam tabung panjang itu nanar. Mengingat kejadian tengah malam yang membuat dirinya kotor.
"Hei sehun? Masih memandangi bunga itu eoh?" Ucap seorang namja berwajah angelic sambil meletakan berkas kemeja sehun si dokter muda yang tampan itu.
"Em, baru kali ini aku diberi bunga dengan cara seperti ini" dokter itu tertawa kecil.
"Ahaha, dasar kau ini itu namanya bukan diberi bunga. Kudengar yeoja itu adalah artis terkenal Park Luhan. Fansnya banyak sekali hun-ah, aigoo dia sangat cantik, dan kudengar dia masih single loh, Halaman rumah sakit dibuat rusuh karena itu" Ucapnya tanpa henti.
"Suho hyung, jika kau ingin menceritakan ini ceritakan saja pada jongin. Anak itu pasti langsung merespon. Sedangkan aku tidak tertarik sama sekali" ucap sehun malas.
"Baiklah, sebenarnya aku juga tidak terlalu tertarik. Ku pikir kau akan tertarik. Kau sangat tidak asik hun" dengus suho malas.
Sehun hanya memasang wajah pokernya sambil membuka berkas yang ternyata catatan operasi tadi malam milik park luhan.
"Tapi hyung, apa yeoja ini gila? Ia meminum alkohol dalam kadar tinggi lalu memakan setangkai mawar?" Gumam sehun membalik2 kertas itu.
"Mana ku tau"
"Aku pergi dulu ne, nanti jam 10 kau periksa keadaan pasien itu dan berikan catatannya pada lay" ucap suho lagi dan beranjak meninggalkan ruangan sehun.
Selang beberapa menit kembali seorang yeoja dengan pakaian perawat memasuki ruangan sehun.
"Sehun-ah!" Pekik yeoja itu dari balik pintu. Sehun hanya tersenyum tipis, sedikit dipaksakan.
"Kudengar tadi malam kau kena muntahan ya? Kau baik-baik saja?" Tanya yeoja itu duduk didepan sehun.
"Hanya sedikit pusing nuuna" jawabnya.
"Hmm, bagaimana dengan jas doktermu? Kau membawa cadangannya?" Tanya yeoja berpipi temben itu lagi.
"Opso, aku meminjam jas suho hyung tadi"
"Ouhh, lalu jas mu yang kotor?"
"Sudah kubuang, aku tidak sudi memakai jas itu lagi walaupun kau cuci sampai bersih" ucap sehun kesal tapi ia tetap terpaku dengan beberapa laporannya.
"Aigoo kau ini! Itu jas pertamamu! Jas itu membawa keberuntungan kau tau! Dimana kau membuangnya eoh!" Pekik xiumin kesal.
"Aku membuangnya didepan kamar mandi ruangan suho hyung. Aku tidak ingin membuangnya diruanganku karena baunya akan menempel disini" ucap sehun santai.
"Anak kurang ajar, akan ku adukan kau kepada lay uisanim karena membuat ruangan calon suaminya menjadi bau muntahan alkohol!" Ancam xiumin tertawa kecil.
"Baiklah! Aku akan mengambilnya dan mencucinya! Itu jas keberuntungan tau!" Ucap xiumin kesal keluar dari ruangan sehun. Sehun hanya tertawa kecil pada sahabatnya itu.
.
.
.
Diruangan bernuansa putih itu seorang yeoja terbaring tenang dengan perban ditenggorokannya.
"Uggh .. chennie.." Lirih yeoja itu yang tak lain adalah luhan. Ia mengerjapkan matanya perlahan, tangannya diinfus dan tenggorokannya terasa sakit, kepalanya pun juga pusing.
"Kenapa dengan tenggorokanku" batin luhan memegang lehernya yang terdapat perban kecil.
"Eh?"
"Chennie .." Ucapnya serak tidak mendapati siapapun diruangan ini. Ia meraih cermin disebelah ditatapnya wajahnya yang pucat itu. Diraihnya ponselnya menghubungi asistennya sekaligus cordy dan penata riasnya.
"Ne eonni?"
"Kau dimana? Segera datang kerumah sakit. Bawa pembersih mukaku" ucapnya malas.
"Aku memang dirumah sakit, saat ini aku sedang sarapan dicaffetaria bersama chen oppa" ucapnya riang seperti biasa.
"Cepat kembali junhongie" ucapnya lemah.
Luhan merasa dirinya bau alkohol walaupun sepertinya junhong sudah membersihkan dirinya. Ia benar-benar ingin mandi. Tak lama pintu ruangannya terbuka, nampak dokter tampan bersama 2 orang perawat.
"Kau sudah sadar" ucap dokter itu sambil mengecek infus luhan.
"Ne su-ho uisanim" ucapnya tersenyum.
Sehun merenyitkan keningnya, suho?
"N-namanya sehun, luhan ssi" ucap perawat itu meninterupsi.
"Eh?" Luhan memiringkan kepalanya lucu.
"Jasnya bertuliskan suho kim?" Gumamnya.
"Itu karena tadi malam kau memuntahkan isi perutmu kejasnya" ucap perawat itu lagi.
"Ne? Ah-ahaha tidak mungkin. Aku tidak mungkin berbuat seperti itu" ucap luhan tertawa ragu.
Luhan menatap sehun yang masih sibuk mengisi data didekat tempat tidurnya.
Lalu ia kaget saat sehun berjalan kearahnya.
"Bisa kau buka mulutmu?" Ucap sehun menatap datar.
"N-ne?" Ucap luhan bingung.
"Sayy aaaaaaah~" ucap sehun kecil.
"Eh? A-andwae .. A- aku .. Belum membersihkan mulutku" ucap luhan menunduk malu.
"Tidak apa-apa aku harus memeriksa tenggorokanmu" ucap sehun lagi sedikit kesal tapi tetap mencoba bersabar.
"Hmm .. Nanti saja ne uisanim" ucap luhan mencoba beranjak dari tempat tidurnya. Sehun merenyitkan keningnya bingung.
"A-aku mau kekamar mandi dulu" ucap luhan lagi.
Sehun menghela nafas kecil.
"Kau bisakan menunggu sebentar?" Ucap luhan menyengir langsung masuk kekamar mandi.
luhan mengosok giginya perlahan dengan tangan kirinya.
Ia menatap dirinya yang berantakan dicermin besar itu. Dengan satu tangan ia mencoba mencuci wajahnya dengan sabun muka.
PRANK!
.
.
.
-Sehun side-
PRANK!
Aku mendengar suara benda2 terjatuh, apa yang terjadi didalam.
"A-aaaa! Kakikuuu!" Pekik suara didalam. Dengan ragu aku membuka pintu itu. Kulihat si pasien masih dengan wajah setengah bersabun tangan kirinya masih ada sabun, tangan kanannya memegang tiang infus, Matanya tertutup dan juga pecahan gelas dilantai yang melukai kakinya yang memang tanpa alas apapun.
"Diam ditempat dulu" ucapku berlutut didekat kakinya mengambil serpihan beling itu. Ku ambil beling yang ada didekat jempol kakinya yang terluka, aku merasa tangannya memegang bahuku.
"Uisanimm ..." Ucapnya.
Aku menatapnya yang masih terpejam karena sabun diwajahnya.
"Tetap tutup matamu, aku membersihkan pecahan ini dulu" ucapku. Setelah kurasa tidak ada pecahan kaca lagi aku memegang bahunya mengarahkannya untuk maju beberapa langkah kedepan wastafel.
"Huhuuu ... Bersihkan wajahku dari sabuunn" rengeknya. Pertama aku meraih tangan kirinya dan membersihkannya perlahan dengan air lalu ia mencondongkan wajahnya tepat 5centi didepan wajahku.
"Uisanim, bagaimana dengan wajahku" ucapnya lagi. Aku memegang wajahnya dan mengarahkan kesal kedepan wastafel ia sedikit menunduk. Aku mengusap wajahnya dengan air.
"Pelan-pelan" ucapnya. Aish? Yeoja ini benar-benar tidak tau terimakasih!
"Sudah!" Ucapku. Ia mengerjapkan matanya lucu.
"Thank you" ucapnya tersenyum kecil.
"A-aakh" pekiknya saat ingin melangkah keluar.
"Huwaaaa! Kakiku berdarah banyak!" Pekiknya lagi, aku menatap kakinya yang ternyata pendarahan kecil.
.
.
.
Luhan side
Si dokter wajah datar itu menggendongku ala bridal style aku dapat melihat wajahnya dengan jelas, rahangnya yang tegas. Aduuh .. Mengapa ia sangat tampan.
"Nuunaa!"
"Eonni!" Pekik managerku dan asistenku menghampiriku yang sudah duduk ditempat tidur.
"Kau baik-baik saja?" Tanya chen.
"Tidak kah kau lihat telapak kakiku eh?" Ucapku kesal. Kulihat siwajah datar itu mengambil kotak dilaci ruanganku. Ia membersihkan lukaku dengan teliti dan memperbannya kecil.
"Kamsahamnida uisanim" ucapku tersenyum padanya.
"Jadi kau sudah bisa membuka mulutmu?" Ucapnya datar.
"Neee ..." Ucapku tersenyum.
Aku menatapnya yang tengah sibuk menulis sesuatu dipapan itu.
"Kau dokter tetap apa magang?" Tanyaku.
"Tetap"
"Mwo? Kau terlihat sangat muda" gumamku, ia tidak memperhatikanku.
"Jadi namamu oh sehun?" Tanyaku.
"Hn"
"Hmm .. Apa benar aku muntah dijas mu tadi malam?" Tanyaaku lagi.
Kulihat ia memejamkan matanya sejenak.
"Maafkan aku .. Sungguh aku bukan wanita jorok seperti itu .. Entahlah mengapa aku tidak ingat sama sekalii ne?" Ucapku menyesal sambil mencoba mengingat kejadian tadi malam, tapi sumpah! Aku tidak ingat sama sekali. Kulihat dia masih sibuk menulis.
"Baiklah luhan-ssi, biar kujelaskan. Tadi malam kau dibawa dengan ambulan setelah keracunan alkohol dan juga karena tenggorokanmu tersumbat. Tadi malam kami berusaha keras untuk mengembalikan nafasmu. Dan tepat ditengah operasi kau sadar dan langsung muntah padaku dan yang tenggorokan mu tersumbat adalah setangkai mawar beserta duri-durinya" terangnya dengan wajah datarnya menatapku.
Aku ingat! Tadi malam saat itu aku sangat kesal pada mama dan cemburu pada tao lalu melempar mawar itu asal dan ... Dan ternyata .. Ouuuhh ... Benar-benar ..
"Jadi begitu .. Terimakasih sudah menyelamatkanku uisanim" ucapku tersenyum.
"Dan juga, kau belum boleh memakan apapun. Kau hanya boleh minum air mineral" jelasnya.
"Ne, tapi .. Kapan aku boleh makan?" Tanyaku.
"Jam 7 malam" ucapnya.
"Ne uisanim!" Ucapku tersenyum padanya.
"Baiklah, saya permisi" ucapnya keluar ruanganku.
Tunggu?
Rasanya dari tadi dia biasa saja melihatku? Dia tidak tau? Aku ini artis? Masa dia sama sekali tidak tertarik padaku?
Aku mengeluarkan smartphone ku.
"Artist cantik Lu Han, baru saja dilarikan kerumah sakit tadi malam. Penyebab belum diketahui" isi berita yang kubaca.
"Diduga artis cantik itu kecelakaan"
Kekeke? Kecelakaan? Ya benar! Kecelakaan memalukan!
Aku beranjak dari tempat tidurku sambil menegak air mineral.
Kulihat dari jendela sudah banyak para penggemarku dan juga beberapa wartawan. Semoga saja agensiku bisa menutupi kasus ini.
Ku buka lagi smartphone ku, kulihat berita terbaru.
"Artist do kyungsoo menjenguk Luhan bersama seorang namja yang belum diketahui identitasnya" aku merenyitkan keningku bingung.
"Luuuuuuuu!" Pekik suara yeoja yang sangat kukenal.
"Kyungie!" Ucapku berjalan kearahnya.
Aku menatap kearah belakangnya menemui namja cokelat yang sangat kukenal.
"Ck, jadi dia"
"Beritanya sudah tersebar? Otokhe! Kkamjong! Semua ini karenamu! Awas kalau sampai media tau kalau itu kau!" Pekik kyungsoo terus mengomel.
"Kai, kau benar-benar punya nyali ternyata. Kau ingin kyungsoo dirajam oleh fans mu eoh?" Ucapku kesal.
"Apanya lu? Aku bahkan tidak memiliki fans" ucapnya santai.
"Kau benar-benar! Semenjak kau menjadi model majalah fashion kau menjadi sangat terkenal aro!" Ucapku kesal.
"Aku hanya ingin mengetahui bagaimana rasanya menjadi model. Lagi pula aku sudah selesai aku harus melanjutkan magangku meenjadi dokter" ucapnya santai duduk disofa ruanganku.
"Oh ia benar, waktu itu kau kan diskors 6 bulan" ucap ku tertawa kecil.
"Kau menyebalkan rusa sialan" ucapnya kesal.
"Lu, sebenarnya apa yang terjadi padamu?" Ucap kyungsoo khawatir.
"Hm .. Aku mabuk tadi malam dan meminum martini dalam satu tegukan dan parahnya aku tertelan setangkai mawar" ucapku sedikit kesal.
"M-mwooo? Kalau kau keracunan alkohol sudah biasa! T-tapi ini? Kau juga memakan mawar? Kau gila?" Pekik kyungsoo.
"Ya! Aku tidak sengaja! Aku masih waras!" Ucapku kesal.
"Sebenarnya apa yang dikerjakan kim jongdae sialan itu" omel kyungsoo.
"Anyi .. Ini memang salahku kyung. Produser membatalkan kontrak pemotretan majalah bazaar" lirihku.
"MWO? Bukankah waktu itu dia memohon padamu untuk menjadi bintang utama majalah itu?"
"Mama yang melakukannya, ia melakukannya untuk tao" ucapku kesal.
"Mwo? Luhan ..." Lirih kyungsoo memelukku.
"Gwaenchana, aku akan membuktikan padanya kalau aku lebih hebat!" Ucapku kesal.
"Kau memang jauh lebih hebat, kau merintis semua ini sendirian lu! Kau hebat!" Ucap kyungsoo memelukku.
"Gomawo kyungie, kau sahabatku yang masih menerimaku bagaimanapun keadaanku" ucapku tersenyum lembut padanya.
"Jangah hanya bersikap baik padaku, kau juga harus bersikap baik pada semua orang! Rumor kalau kau artis kasar mulai muncul" tegur kyungsoo padaku.
"Aku hanya tidak suka berpura-pura baik" itu menjijikan. Seperti saudara perempuanku itu" ucapku kesal.
"Ya! Tetap saja tidak boleeh!"
.
.
.
Aku menatap kyungsoo dan kai yang tengah makan bersama. Ouhh perutku benar-benar lapar saat ini. Infus ini sangat tidak membantuku.
"Kenapa aromanya sangat menggodaaaaa!" Batinku kesal. Aku meraih tiang infusku berjalan keluar.
"Kau mau kemana?" Tanya kai.
"Jalan-jalan!" Ucapku kesal. Aku melangkahkan kakiku gontai, kini aku berada diatap rumah sakit. Tidak kusangka ternyata atapnya seperti taman sangat bagus. Terlihat seorang ibu dan anaknya yang tangannya diperban. Mereka berdua tampak harmonis.
"Gwaenchana chagi, nanti akan sembuh dan kau bisa main bola lagiii!" Ucap mamanya tersenyum menggendong anaknya lalu pergi dari atap sini. Aku melirik kearah bola yang sedirian dirumput hijau itu.
"Hai bolaa, kau sendirian? Nadoo .. Aku juga sendirian. Anak tadi membuatmu iri tidak? Aku sangat iri, mamaku tidak pernah selembut itu padaku. Huhhh ... Karena kau sendiri dan aku sendiri. Bagaimana kalau kita bermain bersama ha?" Ucapku pada bola itu. Aku menendanginya keliling lapangan.
"Aku jauh lebih baik dari pada tao! Dia anak manja!" Pekikku kesal menendang bola itu kearah gawang.
Aku merasakan basah dipipiku. Apa aku menangis? Ataau hujan?
Bola itu kembali menggelinding kearahku.
"Siaaall!" Pekikku kesal menendang bolanya asal.
HAP
Eh?
Aku menatap seseorang yang menangkap bola itu.
"Kau mabuk lagi?" Gumamnya menendang bola itu kearah gawang.
"Uisanim?" Ucapku kaget. Kukira tidak ada orang disini. Segera aku memegang wajahku yang masih basah. Aku berbalik membelakanginya dan mengusap wajahku dengan tanganku.
"Uisanim, aku tidak mabuk" ucapku kesal. Aku menatapnya yang masih sibuk mengiring bola.
"Apa yang kau lakukan disini?" Tanyaku kesal.
"Ini tempat umum, aku sering kesini" ucapnya santai. Aku mendengus kesal.
"Kapan aku boleh makan? Aku lapar" ucapku malas.
"Jam 7 malam, kau hanya boleh makan 3 sendok bubur" ucapnya lagi.
"MWOOOO! Uhukk ehmm aish tengorokanku sakit" lirihku saat tadi berteriak.
"Jangan terlalu banyak berteriak, tenggorokanmu bisa iritasi" ucapnya masih sibuk bermain bola.
Aku menghela nafas kesal dan berbalik kepintu keluar.
"Kau sangat menyebalkan" ucapku mendengus kesal meninggalkannya.
"Lu! Kau disini?" Kai menghampiriku.
"Hn" ucapku melanjutkan langkahku.
"Ya! Hati-hati infusmu" kali ini ia memegang lenganku yang diinfus.
"Sudah lah kkamjong tidak perlu sok perhatian. Dimana kyungsoo?" Tanyaku malas.
"Dia sudah pergi, katanya ada pemotretan"
"Huhh .. Kai, kau punya ibuu?" Tanyaku malas.
"Tentu!"
"Aku juga" ucapku lirih.
"Wae? Ia mengabaikanmu lagi?"
"Tidak, sekarang ia mulai menghambat jalanku. Ia melakukan apapun untuk tao" ucapku kesal.
"Itulah! Memang menyebalkan memiliki eomma seperti itu. Kau bisa mencari eomma baru. Eommaku juga kadang menyebalkan. Dan kau tau? Aku mendapatkan eomma baru" ucapnya tersenyum.
"Maksudmu?"
"Eomma kyungsoo eommaku juga" ucapnya tersenyum bangga.
"Do ahjumma merestui hubunganmu dengannya?"
"Hm, jika kau ingin eomma kau harus mencari pacar yang memiliki eomma. Dan eommanya akan menjadi milikmu" ucap kai tersenyum lebar.
"Bagaimana jika eommanya membenciku?"
"Cari pacar yang eommanya menyukaimu"
"Huhh .. Menyusahkan kai" ucapku kesal.
Kini aku menonton tv bersama kai, chen dan junhong.
"Kenapa lama sekali sih jam 7" gerutuku kesal.
"Sabar ne eonni" ucap junhong si yeoja imut itu.
"Dasar sutradara munafik, tetap saja ia memilihku yang membintangi iklan ini" ucapku memandangi diriku sendiri yang menjadi cf samsung galaxy s5.
"Wajahmu terlihat sexy disana lu" timpal kai.
"Tentu"
"Tapi dia jauh lebih sexy" ucap kai lagi saat iklan sepatu olah raga yang dibintangi tao.
"Hn, aku akui itu" ucapku memandangi tubuhnya yang memang jauh lebih tinggi dariku dan wajahnya pun sangat sexy walaupun tanpa make up.
"Nuuna? Kudengar tao akan menandatangani kontrak bersama sutradara yunho yang terkenal mesum itu. Apa ia akan baik-baik saja?" Ucap chen.
"Kenapa kau mengatakannya padaku? Walaupun aku memperingatkan itu pasti mama menuduhku iri padanya" ucapku kesal, tapi jujur aku khawatir.
"Sudah jam 6! Drama kyungsoo sudah mulai!" Ucap kai merebut remote ditanganku dan memindahnya kesaluran sbs.
"Kyungsoo memang cocok memerankan karakter sedih seperti itu" ucapku melihat kyungsoo yang menangis dilayar.
"Hmm, wajahnya seperti itu terlihat yeoja yg pintar dan jenius" timpal junhong lagi saat adegan kyungsoo ditunjuk ikut serta lomba.
"Hey! Mona datang! Lihatlah wajah jahatnya itu!" Ucap kai lagi.
"Hm, dia benar-benar yeoja yang suka membully! Lihatlah kasian kan jongup!" ucap zelo.
"Ya! Mona itu aku!" Ucapku kesal.
"Aniya, mona ya mona dan kau luhan" ucap kai fokus menatap kesal kearah yeoja yang tengah menginjak2 tubuh seseorang dilayar itu.
"Yeoja yang kejam" ucap kai lagi.
Pip
"Hiks! jimin sunbae! Aku .. Hiks aku mencintaimu! J-jangan tinggalkan aku! Hiks" ucap yeoja yang tengah menangis dilayar itu.
"Eiiiiy! Aktingnya sangat buruk! Lebih cocok menjadi karakter jahat!" Ucap kai nyaring tepat didekat telingaku.
PLAK!
Aku memukulnya dengan majalah.
"Ya! Kenapa kau memukulku!"
"Karena kau mengejekku!" Ucapku kesal.
Tok tok
Datang perawat membawakanku makanan. Wajah perawat itu lucu sangat bulat dan pipipnya seperti bakpau.
"Saatnya makan nona park" ucapnya tersenyum membawakan nampan berisi bubur.
"Nuuna!" Pekik suara kai tepat ditelingaku.
"Yack! Kau iingin membuatku tuli eoh!" Ucapku kesal.
"Eeh? Jjongin ssi?" Ucap perawat itu bingung. Kai berjalan kearahnya dan mengambil alih bubur.
"Hei nuuna lama tidak bertemu denganmu, minggu depan aku akan melanjutkan magangku" ucap kai itu. Apa ia sedang merayu atau apa? Dengan ragu aku berjalan ketempat tidur.
"Aku sudah boleh makan?" Tanyaku santai.
"Hmm, xiumin nuuna biar aku yg mengurusnya" ucapnya tersenyum aneh.
"Em, silahkan habiskan makanannya ne" ucapnya tersenyum. Tunggu? Habiskan?
"Eh? Memangnya boleh dihabiskan?"
"Eeh? Tentu saja" ucap perawat xiumin.
"T-tapi? Tadi dokter itu bilang aku hanya boleh makan 3 sendok bubur?" Gumamku bingung.
"Aaah? Dokternya mungkin hanya bercanda" ucap perawat itu tertawa kecil ia kembali memeriksa data diriku memastikan.
"Kau boleh makan nona, jika kau makan dengan lancar besok sudah boleh melepas infus. Dan juga kau masih belum bisa makan-makanan keras ne" ucapnya lagi.
Sial! Sidokter itu ternyata menipuku! Awas kalau ketemu.
"Aaah, baiklah. Terimakasih xiumin ssi" ucapku tersenyum padanya.
Kini kai menyuapii ku bubur, padahal aku bisa sendiri tapi karena tanganku yang malas. Yaa ..
Ponselku berdering. Chanyeol?
"Ne?"
"Ya! Apa yang terjadi padamu eoh? Kau dirumah sakit? Kau kenapa? Kecelakan apa?" Tanyanya bertubi-tubi. Aku tersenyum kecil. Masih ada yang peduli padaku ..
"Hm, aku dirumahsakit sekarang. Ini baru selesai operasi. Hikss .. Oppa .. Aku kena kanker Hiks .. oppa .. Hiks .. Otokhee!" Tangisku.
"Tsk!" Aku meatap asal suara itu. Siapa lagi kalau bukan kim jongin alias kai hitam.
"Jangan bercanda rusa jelek! Itu sama sekali tidak lucu" ucap chanyeol dingin.
"Apa aku seperti bercanda ha! Sudahlah tidak perlu menjengukku. Aku tau kau sibuk. Waktuku masih 4bulan juga kok" ucapku kesal.
"Ya! Aku tidak akan memaafkanmu jika kau berbohong!" Pekiknya ditelpon.
"Kau tau betapa aku menyayangimu seperti adikku sendiri ha!" Ucapnya dengan suara bergetar.
"Kau menangis?" Tanyaku ragu.
"Bodoh! Mengapa aku harus menangis! Sudahlah! Aku akan menghajarmu jika sampai! Cih kanker kau bilang ha? Kau keracunan alkohol. Ahahahaha" tawanya pecah. Astaga telingaku sepertinya tidak akan berfunsi lagi setelah ini. Aku menatap kesal kearah chen yang menatapku bingung. Pasti chnayeol menghubunginya juga tadi. Aisshh!
"Sudahlah, aku akan kesana nanti" ucapnya dengan suara normal.
"Ne"
Pip
"Kau memberitaunya?" Ucapku sinis pada namja yang duduk ditempat tidurku.
"Hm"
"Paboyaa jeongmal!" Ucapku kesal memukul2 bahunya.
"Yack! Keumanhae! Appoo! Nuuna! Appoo! Aaah aw ! Ampunn!"
"Eh? Sehun?" Ucap namja hitam yang tengah kupukuli. Aku menatap si dokter flat itu kesal.
"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya kai bingung.
"Aku yang bertanggung jawab atas pasien ini" ucap dokter flat itu.
"Kau mengenalnya?" Tanyaku menatap kai bingung. Anak itu masih santai duduk bersila ditempat tidurku.
"Hm, dia roommate ku saat kuliah diamerica" ucap kai santai. Aku mengangguk paham sambil memperhatikan si dokter flat itu menyuntikan sesuatu diinfusku.
"Sehun-ah! Kau sudah menjadi dokter tetap sedangkan aku masih harus melanjutkan magangku. Huhh benar-benar membuat iri saja" sungut kai lucu.
"Ch, itu memang pantas untukmu" gumamku refleks.
"Dasar kau rusa sialan!" Kai mulai menghujamku dengan bantal.
"Kai hentikan! Nanti infusku copot bodoh! Aduhh! Aw! Kai!"
"Hei, kau mau mengganggu pasienku. Hentikan kai" sehun mengambil bantal yap atau bonekakku yang dijadikan kai pelampiasan memukulku. Boneka itu pemberian fans yang didapati junhong.
Aku tertawa kecil dalam hati, padahal kalau aku dan kai sudah berkelahi mungkin kuku-ku akan patah rambutku akan kusut dan kai mungkin biru2 kecil ditubuhnya atau bekas gigitan ditangannya.
"Tunggu saja kau pembalasanku" ancamnya lucu.
Aku memutar bola mata malas. Aku menatap dokter itu yang tengah berbincang dengan kai. Lalu ia berlalu pergi bersama kai.
Aku terus memperhatikan punggung dokter itu, tuhan. Dia sungguh sempurna! Dan ia berbalik.
"Aku hampir lupa karenamu bodoh" aku mendengar omelannya pada kai dan menghampiriku.
"Dimana walinya?" Tanyanya pada kai.
"Junhong-ah, dimana chen?"
"Katanya ia keperusahaan dulu, ada apa?"
"Ah, kau saja yang menggantikan chen menjadi walinya ne" saran kai.
"Siap!"
"Aku ingin kau menebus obat ini, dan minumkan kepasien sesuai petunjuk diapotek" ucap si dokter menyerahkan selembar kertas resep.
"Baik dokter!" Seru junhong semangat. Aigoo anak itu selalu bersemangat.
Aku?
Aku masih memperhatikan bagaimana cara si dokter berbicara. Dan saat ia pergi aku kembali menatap perban kecil dijempol kaki ku.
"Sialan dokter itu, mengapa dia tidak tertarik padaku! Apa dia gay? Ia hanya tertarik pada kai sepertinya .." Gerutuku kesal.
"Kau bicara apa eonni?" Junhong menghampiriku santai dan mengeluarkan beberapa obat2an dari kantongan yang ia bawa.
Ia meneteskan obat itu kedalam mulutku. Yaaah obat itu manis rasa strawberry dan aku suka.
"Hongie, menurutmu seperti apa si dokter itu?"
"Dokter oh sehun? Hmm dia tampan, baik walaupun wajahnya agak datar sih. Aah! Benar! Mengapa ia tidak menyukaimu eon? Astaga! Aku baru ingat! Kan eonni muntah dijasnya lelaki manapun pasti ilfeel"
"Sialan kau!"
Tentu saja .. Aku akan membuatnya tergila-gila padaku. Tunggu saja oh sehun.
.
.
.
TBC
.
.
.
Maaf dichapter ini kurang seru, hunhannya dikit ya? Inspirasi-nya mentok banget.
Tapi diusahaan chapter selanjutnya akan dipost minggu2 ini atau awal minggu depan.
Dan dichapter selanjutnya akan author banyakin hunhannya karena udah masuk kealur pen-de-kat-an! Okey!
Thanks for reading!
Jangan lupa reviewnya nee! ^¤^
