.

.

.

_One Spring day_

(Sequel Cold Cherry)

.

Written by hyejinpark2014

.

Disclaimer: the story is original come from my mind. The casts all belong to God and they themselves.

.

Warning: OOC|GS|KYUMIN|Romance_Hurt/comfort|Don't like don't read|No bash|Monoton| Typo|Gaje|Bad diction|Plagiat is not allowed|

.

Oneshoot

.

Rate: T+

.

Happy Reading

.

.

.

Aku masih ingat waktu yang kuhabiskan bersamamu. Di setengah tahun yang kita habiskan bersama, yang selalu kita lalui dengan kenangan indah. Setelah tujuh tidak bertemu, hal pertama yang ingin kukatakan adalah….

Bunga cherry masih mekar dengan begitu indahnya, dimana kita membuat janji untuk bertemu setelah ujian. Di bawah pohon bunga cherry . Musim-musim awal, di saat kita pertama kali duduk dan mengobrol, saat kita berjalan bersama dibawah rimbunnya bunga cherry yang gugur.

Dan di saat aku pertama kali mencium pipimu.

Aku masih disini, selama tujuh ini aku tetap menunggumu. Disini, di bawah guguran bunga cherry yang mekar.

Aku masih menunggumu,

Masih….

.

.

_Cold Cherry_

.

.

"Dari gelas yang jatuh, karena tidak sengaja tertendang. Dan masih berisikan air, sehingga air itu tumpah. Sehingga mengakibatkan gerak reflek yang membuat seorang X mundur dengan gaya sebesar 30 newton kebelakang, mengakibatkan gaya tubrukan dengan seorang Y."

"Yang di saat itu berdiri dengan kekuatan yang lebih ringan dari besaran pangkat dua grafitasi bumi dan menghasilkan gerak lurus berubah beraturan yang mendorong kedua jatuh terduduk. Serta membuat masa tubuh seorang X yang saat itu lebih berat diakibatkan kuadrat akar 2x dari masa jenis seorang Y menjadi tubuh seorang X berbalik jatuh dan menghadap seorang Y."

"Kemudian menghasilkan tubrukan dua benda lunak di bawah hidung. Tubrukan ini menghasilkan reaksi neuron saraf segera menuju otak dan menciptakan reagen yang membuka sebuah rangsangan kimiawi hormone dalam otak kepada hati serta jantung yang secara matematis oleh Issac Newmoon dijabarkan sebagai gaya reaksi antar hati."

"Yang mengakibatkan lumpuhnya hampir semua indera dan menonaktifkan semua gelombang baik suara atau yang lainnya dalam tubuh maupun luar tubuh dalam frekuensi tertentu sehingga"

Kyuhyun memberi jeda perkataannya barusan, sejenak menatap ke sekeliling kelas. Melihat raut wajah yang campur aduk, antara bingung, antusias karena ingin tahu , ekspresi datar, masa bodoh, mengantuk sampai kepada seorang mahasiswi yang terus menatapnya genit.

"Menjadi….."

Ulang Kyuhyun dengan sedikit penekanan, membuat ruangan kelas serius kembali,

"nde Oh Sehun –ssi kau tahu jawabannya?" tanya Kyuhyun pada salah satu mahasiswa yang mengangkat tangannya,

"ani, aku hanya izin ke toilet" ucapnya santai lalu pergi begitu saja meninggalkan kelas.

"professor"

Kyungsoo, gadis bermata belo itu mengangkat tangan, "menjadi gerak lambat" jawabnya diringi dengan senyum.

Kyuhyun akhirnya menarik ke atas sudut bibirnya sedikit, lalu mengetuk-ngetuk bolpoint biru itu di tangannya. Sedikit berjalan kecil di depan disana.

"nde, kau benar"

"jawabannya adalah menjadi gerak lambat dikarenakan soalnya mengacu pada gerakan kedua benda"

"professor, lalu bagaimana kita melihat perubahan gerakan tersebut dari sudut pandang cinta?" tanya Kyungsoo lagi.

Kyuhyun berdehem sebentar," jika kita melihatnya dari sudut pandang sebuah cinta penjelasan hampir mirip dengan teori ilmiah. Ketika jatuh cinta tubuh akan menghasilkan hormone dua kali lebih banyak, mengakibatkan denyut jantung menjadi dua kali lebih cepat. Sebuah rangsangan kimiawi yang membawa reaksi antar hati. Seperti teori yang dijabarkan oleh Issac Newmoon tadi, mudahnya begini…"

Jeda sesaat,

"saat pria dan wanita saling bertabrakan, lalu tubuh mengantarkan sinyal-sinyal kecil ke otak. Dari rangsangan fisik menjadi sebuah rangsanngan kimiawi yang membawa reaksi antar hati. Reaksi inilah yang disebut daya tarik atau terpikat. Biasanya jantung akan berdetak lebih cepat dan kencang, nafas memendek,dan tatapan yang tidak bisa lepas. Dan duniamu akan bergerak lambat."

"uhhhhhh"

Sorak para penghuni kelas ketika Kyuhyun selesai bicara.

Penjelasan Kyuhyun barusan ditutup oleh bunyi bel tanda mata kuliahnya usai hari ini.

Sang professor muda itu lalu berbalik menatap arlojinya.

"cha, kita lanjutkan pembahasan mengenai 'cinta' minggu depan. Jangan lupakan tentang tugas essai yang aku berikan pada kalian saat di awal pertemuan kelas tadi. Pastikan taati aturanku untuk tugas kalian, dilarang plagiat ataupun mengcopast naskah dari google atau sumber lain. Berikan opini di setiap analisis kalian, aku akan tahu jika kalian mencontek"

Tutup Kyuhyun mempersilahkan para mahasiswanya meninggalkan kelas lebih dulu.

Kyuhyun pun beralih mengemasi bukunya dan hendak memasukkan semuanya ke tas, namun panggilan dari Kyungsoo membuatnya membalikkan badan,

"Cho professor, igeo. Aku harap kau mau memakannya"

Gadis bermata belo itu memberikan sebuah cake berbentuk hati dengan toping crim strawberry yang menggoda selera.

"mian, Kyungsoo-ssi saya tidak suka makanan manis"

Tolak Kyuhyun halus, lalu dengan cepat memasukkan bukunya ke dalam tas dan meninggalkan kelas.

"dia menolakku lagi"

Desah Kyungsoo kecewa, lalu memberikan cake itu kepada Jongin yang kebetulan juga belum keluar dari kelas.

Kyuhyun berjalan menyusuri lorong universitas bergengsi itu. Menikmati angin yang berhembus lewat jendela –jendela kaca yang terbuka lebar.

Udara musim semi yang selalu manis dan segar. Inner Kyuhyun, berhenti ia untuk sekedar menikmati udara hangat yang masuk lewat jendela.

Menatap kerumunan mahasiswa yang berlalu lalang di bawah sana, saling berbincang, sibuk dengan tugas ataupun gadget masing-masing.

Suasana monoton yang selalu di lihatnya setiap hari selama setahun belakangan ini.

Tanpa sengaja, fokusnya terpaut pada sejoli yang sedang berjalan bersama dan saling tersenyum di bawah guguran bunga cherry yang sedang mekar.

"Minimin…"

Panggilnya lirih saat mengingat kembali kenangan manisnya bersama gadis itu.

Gadis yang selama delapan tahun ini sudah mengisi relung hatinya.

"Lee Sungmin…"Kyuhyun memanggil nama lengkap gadis itu.

.

.

.

.

.

_Hongkong_

Sebuah tempat yang tidak pernah sepi dari hingar bingar kehidupan. Dimana kehidupan masyarakatnya disini akan terus berjalan selama dua puluh empat jam.

Siang dan malam, jalanan kota dan sudut-sudut jalan di gang-gang sempit sekalipun akan tetap ramai dengan orang-orang yang bekerja.

Seperti disalah satu gedung pencakar langit itu, kini seorang gadis manis tengah menjalani sesi pemotretan untuk salah satu sampul majalah ternama.

Lee Sungmin, gadis manis bermanik rubah itu tampak sangat cantik dan anggun berpose mengikuti arahan sang photographer.

'ckrek,cekrek,' suara kamera.

"bagus sekali. Baiklah kita istirahat sebentar"

Sang photographer itu menepuk tangannya memberi isyarat.

"kerjamu bagus" ucap Henry memberikan sebotol air minum pada Sungmin.

"kita terlambat, jadi kita harus makan dimobil lagi, aku sunggu minta maaf. Lalu kita ada lima wawancara majalah dan tentang film yang baru kau bintangi, selanjutnya jam lima nanti kita akan terbang ke Jepang untuk jadi bintang tamu kuis, 'somehow smart people'. Dan jadwal menyanyimu di music bank Korea sudah diatur rabu depan, dan kemudian…."

"Korea?" tanya Sungmin meletakkan botol minumnya.

"nde, selasa depan kita terbang ke Korea. Kenapa apa ada yang salah?"

Tanya Henry cemas sebab melihat raut pucat Sungmin yang tiba-tiba.

"eobseo" geleng Sungmin.

Lee Sungmin, atau kini yang lebih dikenal dengan nama Vincent Lee sekarang masuk ke dalam jajaran penyanyi papan atas China yang kini merambah dunia akting Gadis yang mengawali karirnya itu dari ajang pencarian bakat di China, mengantarkannya sukses menjadi seperti sekarang.

Sungmin bukan lagi gadis sederhana sang penyanyi café yang di pandang sebelah mata oleh semua orang. Kini ia bak bintang yang bersinar terang. Yang karirnya sedang menanjak.

Tujuh tahun yang lalu, ia hijrah ke China bersama kakak angkatnya Kim Ryeowook dan memulai usaha membuka restoran kecil-kecilan disana. Dibantu Henry yang kini juga merangkap sebagai managernya.

Sungmin duduk merenung, menikmati pemandangan kota Hongkong yang tidak pernah sepi oleh mobil-mobil yang menghiasi jalan raya meskipun ini sudah lewat pukul satu dini hari.

"hari ini nuna telah bekerja keras, setelah pulang nanti lekaslah tidur dan istirahat."

Ucap Henry pada Sungmin. Mereka baru kembali dari Jepang dan langsung terbang ke Hongkong lagi karena besok Sungmin ada jadwal pagi.

"nde"

Ucap Sungmin lalu turun dari mobil dan masuk ke dalam apartementya.

Sungmin terdiam saat menyadari jika ia sendirian dalam apartement mewah itu. Semuanya terasa sangat sepi sekarang. Semenjak Ryeowook menikah setengah tahun yang lalu dan tinggal bersama suaminya.

Gadis itu pun merebahkan dirinya di sofa empuk nan putih itu, memeluk erat boneka connie brown icon line yang diseponsorinya. Menatap nanar langit-langit plafon apartementnya.

Entah kenapa fikirannya melayang, ia teringat Kyuhyun…

.

Sungmin Pov

.

Hari yang harus kujalani lagi tanpamu, musim semi yang dingin lagi… melihat guguran bunga cherry yang mekar sendirian. Aku berharap bisa melihatnya bersamamu.

.

End PoV

.

"Korea ya? Kenapa bukan Jepang lagi saja?"

Monolog Sungmin menautkan telunjuknya ke dagu. Ia mencibik, mempoutkan bibirnya. Lalu tertidur jatuh kealam mimpi.

.

.

.

.

.

Kyuhyun berjalan santai sembari menenteng sepedanya, sebuah roti gandum tampak bertengger apik di mulutnya. Pria itu mengunyahnya santai, sesantai ia berjalan.

Melewati taman apartementnya lalu menyebrang jalan. Menunggu hingga lampu berubah merah…

Sebuah tv raksasa terpajang mantap di gedung tinggi di depan jalan, menyiarkan acara berita pagi.

Lampu merah, saatnya menyebrang. Kyuhyun pun bergegas namun langkahnya terhenti tiba-tiba saat melihat sosok yang menjadi berita di pagi itu…

"penyanyi cantik bersuara emas Vincent Lee akan menjadi bintang tamu di music bank Korea dan akan berkolaborasi dengan personil superjunior M, Zhoumi ."

Begitulah yang Kyuhyun sempat dengar, "Minimin…" panggil pria yang sekarang masih aktif bermain game di kala senggang itu tersenyum.

'tinnnnnnnnnn'

Klakson mobil terdengar, mengagetkan Kyuhyun yang sempat melamun ditengah jalan.

"jeongseohamnida"

Ucap Kyuhyun membungkuk lalu melanjutkan perjalannya.

Tidak seperti biasanya, Kyuhyun berjalan dengan wajah sumeringah. Para dosen yang ada diruangan itupun terheran-heran dengan sikapnya pagi ini.

Pasalnya pria itu hanya akan memasang wajah datar atau pun serius. Dan bukannya seperti ini.

"aigoo, Cho sengseonim anda tampak cerah pagi ini"

Sapa seorang dosen wanita berdandan menor padanya,

"nde, saya permisi mengajar dulu" potong Kyuhyun segera meninggalkan ruang kantornya.

"aigoo, Cho sengseonim itu masih saja bertingkah kaku dan formal" gerutu yang lainnya.

Kyuhyun melangkahkan kainya ringan, entah kenapa saat melihat berita tadi hatinya mendadak menjadi girang.

"ternyata selama ini kau bersembunyi disana" batinnya,

Menatap guguran bunga cherry merah muda di taman universitas. Lalu sebuah ide terbesit dalam fikirannya.

"D.O Kyungsoo-ssi," panggilnya pada gadis bermata belo yang kebetulan sedang duduk –duduk disana.

Yang dipanggil sudah gede rasa duluan, senyum-senyum sendiri saat Kyuhyun mengajaknya untuk mengobrol sebentar.

"D.o-ssi ayahmu pemilik stasiun tv kan?" tanya Kyuhyun to the point.

"nde, memangnya ada apa professor?" tanya Kyungsoo bingung.

Kyuhyun pun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal…

"… bisakah aku memesan tiket acara music bank untuk hari rabu depan?"

Bilang Kyuhyun lagi padanya.

"oh?" Kyungsoo membeo.

"aku penggemar Vincent lee yang kudengar ia akan ke mubank rabu depan jadi…"

"ah, jeongmalliyo? Tidak kusangka anda juga menyukainya. Akan kuberikan gratis untuk anda jangankan hanya sekedar untuk melihatnya bernyanyi, memberikan tanda tangan ataupun photo gratis aku bisa melakukannya. Asalkan, anda mau pergi bersamaku rabu depan"

Ucap Kyungsoo dengan cepat dan membungkuk memohon.

.

.

.

.

.

_Cold Cherry_

.

.

.

.

.

Disinilah Kyuhyun sekarang, duduk di tengah-tengah riuhnya antusiasme penonton yang berteriak saling memanggil idola mereka.

Lightstick warna-warni serta beberapa poster bahkan bener menjadi barang bawaan wajib untuk para penggemar itu.

"sengseonim, ambil ini" Kyungsoo datang memberikan sebuah lightstick berwarna pink kepadanya.

"itu untuk penggemar Vincent Lee" tambahnya lagi saat melihat raut bingung Kyuhyun.

Pria bermanik onik itu menganggukmengerti lalu menghidupkannya, ia tersenyum sendiri dan tanpa sadar sikap bodohnya membuat Kyungsoo dilanda rasa bingung.

"sengseonim, sejak kapan anda menjadi fansnya Vincent Lee?" tanya Kyungsoo ingin tahu.

"sejak dulu dan sekarang"jawab Kyuhyun singkat.

Gadis berbibir hati itu terbelalak membeokan matanya, kagum dengan jawaban Kyuhyun barusan.

"wah, anda sungguh fans yang setia"

Komentarnya, tak lama berselang lampu diredupkan dan acara dimulai dengan penampilan CN Blue sebagai band pembuka acara. Suasana semakin riuh dan panas karena teriakan para fans.

Kyuhyun hanya bisa diam saja, meruntuki kebodohannya,"aigoo, bisa-bisanya ide nonton konser ini terlintas di kepalaku" monolognya.

Hingga satu jam berlalu dan kepala Kyuhyun terasa pening, jujur ia tidak kuat ditengah keramaian seperti ini. Jadi ia memustuskan untuk keluar sebentar. Mencari udara segar terdengar baik untuknya.

Kyuhyun menaikki lift menuju lantai paling atas. Disana ia dapat melihat pemandangan kota seol dari atas. Matanya terpejam, menikmati angin musim semi yang mulai mendingin karena sudah mendekati musim gugur.

'dret,dret,dret,'

"yeoboseyo?" sapa Kyuhyun pada line seberang. Telepon dari Kyungsoo rupannya. Gadis itu mengabarkan jika Vincent lee hari ini tidak jadi hadir dalam acara live.

Kyuhyun pun langsung memasukkan ponselnya itu ke dalam saku, tanpa mengakhiri percakapannya di ponsel.

'hahhhhh'

Ia mendesah kecewa… "benar-benar tidak habis fikir" runtukknya pada diri sendiri.

Cukup lama Kyuhyun terdiam di atas atap itu, duduk merenung dengan kepala penuh fikiran tentang Sungmin. Ia merogoh saku celananya, dan mengambil sebuah kotak beludru berwarna biru tua. Sebuah cincin emas putih yang bertahtahkan berlian mata satu.

"tadinya aku mau memberikan ini padamu Min"

Lirihnya lemas.

"benarkah?"

Tiba-tiba terdengar suara seorang gadis yang sangat Kyuhyun kenal, pria itu berbalik dan alangkah terkejutnya ia saat melihat siapa gadis yang berada di hadapannya sekarang.

"Sung…Min…"

Panggil Kyuhyun terbata-bata , terlalu terkejut.

Mereka berdua saling beradu tatapan, sama-sama terdiam terpaku cukup lama hingga Kyuhyun maju selangkah demi selangkah untuk merengku tubuh mungil gadis itu ke pelukannya.

Begitu erat Kyuhyun memeluk Sungmin sampai gadis itu kesulitan bernafas.

"bogoshipunde jeongmal bogoshipgo"

Desah Kyuhyun di telinga Sungmin.

Kini kedua orang itu duduk dibangku taman kota tepat dibawah guguran bunga cherry.

Tenggelam dalam fikiran mereka masing-masing.

"Bunga cherry masih mekar dengan begitu indahnya," Sungmin membuka suaranya,

Kyuhyun mengangguk mengiyakan, "apa kau ingat tempat dimana kita membuat janji untuk bertemu setelah ujian?" tanyanya,

" Di bawah pohon bunga cherry . Musim-musim awal, di saat kita pertama kali duduk dan mengobrol, saat kita berjalan bersama dibawah rimbunnya bunga cherry yang gugur" jawab Sungmin

"Dan di saat aku pertama kali mencium pipimu." Membuat Sungmin sedikit merona kala mengingat akan hal itu.

" selama tujuh ini aku tetap menunggumu. Disini, di bawah guguran bunga cherry yang mekar. Aku masih menunggumu" lanjut Kyuhyun lagi, membuat suasana tiba-tiba menjadi hening kembali.

"Kyu/Min" panggil mereka bersamaan,

"kau duluan" ucap Kyuhyun menyilahkan,

"ani, kau duluan" timpal Sungmin tersenyum malu,

Membuat bibir Sungmin sontak tersungging manis, sebah senyuman yang sudah lama Kyuhyun rindukan.

Tanpa sadar tubuh Kyuhyun semakin mendekat untuk menikmati lebih dekat wajah manis gadis berkulit putih itu.

Tatapan yang lekat lalu bibir mereka yang bertemu, saling menyesapi rasa manis dari sebuah kerinduan yang sangat dalam. Sungmin melingkarkan tangannya ke bahu Kyuhyun, pasrah dengan semua perlakuan yang Kyuhyun berikan kepadanya.

"saranghanda" bisik Kyuhyun lalu mencium bibirnya lagi dan air mata pun ikut tumpah membasahi pipi mereka.

"jeongmal saranghanda"

Ulang Kyuhyun berkali-kali membuatnya meneteskan air mata.

.

.

.

.

.

Setelah aksi saling cium dan melepas rindu mereka, kini Kyuhyun membawa Sungmin ke dalam apartementnya.

Sungmin sedang berkeliling sedangkan Kyuhyun tengah membuat masakan untuk makan malam mereka.

"kau masih menyimpannya?"

Tanya Sungmin yang melihat-lihat beberapa photo dan piagam yang ia pajang di lemari kaca.

Kepala Kyuhyun menyembul dari sket pembatas dapur dengan ruang tengah yang juga merangkap sebagai ruag kerja Kyuhyun itu.

"oh" jawabnya singkat.

Sungmin menggeleng tersenyum saat melihat raut belepotan Kyuhyun yang terkena noda saus.

"Cha, makanannya sudah siap"

Kyuhyun menata setiap piring yang berisi menu menggoda itu ke atas meja. Sungmin bertepuk tangan merasa tidak sabar untuk cepat makan.

Kyuhyun memberikan rumput laut kering ke piring Sungmin, "rumput lautnya enak, cobalah" saran Kyuhyun.

Gadis itu mengangguk lalu memakannya bersama nasi dan kuah kare.

"otthe?"

Tanyanya antusias menunggu Sungmin selesai mengunyah, sebuah jempol terangkat untuknya.

"mashita" jawab Sungmin setelah makanannya tertelan.

"kau banyak berubah" ucap Sungmin yang memulai percakapan.

"kau juga" balas Kyuhyun.

Sungmin cemberut lalu meletakkan sumpitnya dimeja. Memperhatikan Kyuhyun makan.

Ia mengulurkan tangannya ke pipi Kyuhyun, mengusap noda saus merah itu dari pipinya.

Kyuhyun tertegun dengan perhatian Sungmin.

Tersenyum lalu beranjak berdiri, membawa tubuh ramping Sungmin kedalam rengkuhan posesifnya. Bibirnya kembali meraup bibir shape-M milik Sungmin. Membawa mereka pada ciuman mesra yang menghanyutkan.

Kedua lengan Kyuhyun terlihat mengusap punggung sempit Sungmin,sedangkan tangan Sungmin tampak mengalung pasrah pada Kyuhyun, meremas surai hitam pria itu,dan bersandar penuh pada dadanya yang hangat, membuat mereka merasakan getaran-getaran yang menggelitik.

Menghasilkan reaksi neuron syaraf yang segera menuju otak dan menciptakan reagen yang membuka sebuah rangsangan kimiawi hormone ke dalam otak kepada hati serta jantung.

Menghasilkan gaya reaksi antar hati yang membuat dunia mereka berhenti seketika.

"aku tidak mau ini berhenti begitu saja Minimin" desah Kyuhyun lalu menggendong Sungmin, merebahkannya ke sofa diruang tengah.

"kau mau melakukannya sekarang?" tanya Sungmin pelan,

"tidak, tidak sekarang. Aku hanya ingin menikmati wajahmu saja" jawab Kyuhyun membawa gadis itu kembali dalam rengkuhannya.

"Min, ada yang ingin kutanyakan padamu" Kyuhyun meremang saat Sungmin mengecup tangannya.

"katakanlah" ucap gadis itu tidak kalah lirih.

"tadi itu kenapa kau bisa muncul tiba-tiba di belakangku?"

"ada seorang gadis yang bilang padaku jika ada fans yang ingin sekali kecewa jika siaranku tidak ditayangkan live. Lalu gadis itu minta padaku untuk menemui seorang fans itu ke atap gedung" jawab Sungmin agak panjang.

"Kaukah itu?" manik foxy Sungmin menatap polos manik sang serigala.

"kau tahu untuk kembali bertemu denganmu aku sampai harus menonton konser dengan muridku sendiri" Kyuhyun beralih menaruh kepalanya dipaha Sungmin lalu memeluk pinggangnya erat.

"Min, dihari itu kenapa kau tiba-tiba pergi?" tanya Kyuhyun lagi.

Sungmin diam seribu bahasa, gadis itu hanya mengelus rambut hitam Kyuhyun saja.

"uae?" cemas Kyuhyun.

Sungmin menggeleng, "geunyang kka" ucapnya singkat.

"kenapa kau tidak jujur padaku Min" sesal Kyuhyun saat melihat kebohongan dimata Sungmin.

Membuat gadis itu kikuk setengah mati dibuatnya. Ia menggigit bibir bawahnya untuk menghilangkan gugup.

"maafkan aku, andai saja dulu aku lebih tegas dan bisa berfikir dewasa" sesal Kyuhyun lagi.

Pria itu bangkit dari pangkuan Sungmin, duduk menunduk meremas tangannya sendiri.

"Kyu" cicit Sungmin.

"maafkan ayahku yang membuatmu harus pergi jauh dari Korea selama tujuh tahun terakhir. Aku menyesal karena tidak bisa berbuat apa-apa"

Kyuhyun berlutut memohon pada Sungmin, membuat gadis itu tidak tahu harus bersikap atau berkata apa.

"kkau tahu itu?" cicit Sungmin lagi.

"nde, dan tidak bisa berbuat apa-apa. Hingga kau kembali datang dan aku berjanji tidak akan membuatmu pergi lagi. Min, Minimin…"

"cukup Kyu"

Hati Kyuhyun mencelos saat terdengar kata cukup itu dari gadis yang dicintainya itu.

"Min…"

Sungmin mendengas, menghalau air matanya yang akan tumpah. Mengusap pipinya yang sudah basah akibat air mata yang tak berhasil ia bendung.

"cukup, jangan katakan apa-apa lagi. Sudah cukup semuanya"

Isak Sungmin pada akhirnya.

Menggigit bibir bawahnya gadis itu berusaha untuk tetap bisa tersenyum pada Kyuhyun. Mengusap wajah putih pucat itu, membawanya duduk kembali disampingnya.

"Min"

Lirih Kyuhyun dengan rasa bersalah yang besar.

"bisakah kau melupakan semuanya" ucapan Sungmin barusan membuat dada Kyuhyun bergemuruh kembali, mungkinkah gadis itu marah atau kecewa padanya?

Batinya menangis pilu…

"mianhe"

"ssttt"

Sungmin menempelkan telunjukkan ke bibir Kyuhyun. Memberi isyarat untuknya diam.

"mari kita lupakan semuanya sekarang. Aku,aku, ingin…"

"ANDWE MIN! andwe Lee Sungmin, jangan katakan apa-apa lagi" pekik Kyuhyun tiba-tiba menutup kupingnya sendiri.

Tangisan Sungmin tiba-tiba tercekat, ia kaget dengan aksi Kyuhyun barusan.

"hiks, jangan katakan apa-apa lagi"

Dan kini gantian Kyuhyun yang menangis lantaran ia takut jika kembali berpisah dengan Sungmin.

Suasana tiba- tiba hening…

Dentingan jam yang berputar satu-satunya suara yang menggema di ruangan itu.

Sungmin bangkit beranjak ingin pergi tapi ditahan oleh perkataan Kyuhyun.

"kau masih ingat waktu yang kita habiskan bersama. Di setengah tahun yang kita habiskan bersama, yang selalu kita lalui dengan kenangan indah. Setelah tujuh tidak bertemu, hal pertama yang ingin kukatakan adalah…."

Kyuhyun mengambil nafas, mengambil kotak beludru biru yang ia simpan di kantung celananya.

Berlutut ia di bawah Sungmin yang tertahan duduk.

"menikahlah denganku, aku tahu ini konyol tapi yang pasti aku benar-benar tidak ingin melihatmu pergi lagi. Aku bersumpah akan menebus semua kesalahan yang pernah dibuat oleh ayahku padamu, aku berjanji akan selalu membuatmu merasa bahagia setiap hari, Minimin…"

"Jebal nal ttonagajima(kumohon jangan pergi meninggalkanku), Nan neol saranghae jeosonghabnida (maaf jika aku mencintaimu),Nage majimak sarangi dwae julla (maukah kamu jadi cinta terakhirku?) Naman sarangbwajo (cintailah aku seorang)"

Mohon Kyuhyun dengan penuh harap dengan lantang dan sangat cepat.

Membuat Sungmin hanya bisa membungkam mulutnya.

"percayalah padaku"

Ulang Kyuhyun lagi meyakinkan Sungmin, sembari ia membuka kotak cincin itu.

Cukup lama mereka terdiam hingga akhirnya tangan Sungmin perlahan terulur mengambil cincin itu dari kotaknya, membuat Kyuhyun menahan nafasnya dalam… menunggu akan hal yang akan dilakukan oleh Sungmin.

Sedikit tersenyum kearah Kyuhyun yang masih betah berlutut padanya.

Sedikit menarik nafas untuk memantapkan hatinya.

"Yeongwonhi neorul saengil igasumman pumgo sara galkkoya (aku akan hidup selamanya denganmu dihatiku)"

Putus Sungmin tanpa ragu, lalu memakai cincin itu ke jari manisnya.

.

.

.

.

.

_Cold Cherry_

.

.

.

.

.

_FIN_

.

.

.

.

.

Yang berminat silahkan REVIEW^^ terimakasih sudah membaca^^. Mian for typo.

.

Sign

.hyejinpark.

9/14/2014|10:05 PM|

.

.