Horror

Cast: Byun Baekhyun x Park Chanyeol

Genre: Humor / Romace

Disclaimer :

Apa yang lebih horror dari film hantu?

Jawabannya adalah mantan.

Ya, Baekhyun bertemu mantannya lagi— setelah bertahun tidak bertemu. Parahnya lagi, mereka bertemu di ranjang.

.

.

.

[Boys love! Yaoi! Chanbaek!]

.

.

Why?

.

.

.

.

Baekhyun dengan malas mendengar rentetan perkataan Kyungsoo kepadanya.

"Pokoknya kau harus datang."

"Tidak."

"TAPI INI ULANG TAHUN KU, BAEKHYUN!"

"Tidak, selagi Chanyeol datang." kata Baekhyun tetap enggan. Kyungsoo mengadakan acara ulang tahun, sekalian perayaan pertunangannya dengan Jongin. Dan, sialnya. Ternyata Jongin adalah sohib Chanyeol selama kuliah.

"Baekhyun, aku kan sahabat mu! Jangan-jangan kau belum move on dari Chanyeol ya?" tuduh Kyungsoo.

Baekhyun mendelik kesal ke arah Kyungsoo. "Enak saja! Aku ini sudah move on."

"Kalau gitu datang dong!"

Baekhyun menggelengkan kepalanya. "Tidak ada hubungannya. Aku tidak mau bertemu dengannya."

Kyungsoo mengeram kesal. "Kau tidak datang– aku batalkan semua acaranya. Aku tidak peduli."

Baekhyun terdiam. Kyungsoo tidak pernah main-main. Dan, Baekhyun tahu itu.

Dulu Kyungsoo pernah mengatakan, jika Baekhyun tidak menemaninya membeli bahan masakan, ia akan menggoreng album bertanda tangan Jessica snsd miliknya.

Namun, Baekhyun tidak peduli dan pergi menonton perlombaan– gebetannya dulu. Dan saat ia pulang ke apartement mereka (mereka tinggal berdua omong-omong) Kyungsoo tengah berada di dapur– sambil menggoreng album milik Baekhyun

BENAR-BENAR DI GORENG!

DI GORENG!

ADA SUARA MINYAK MELETUP-LETUP

ALBUM SNSD JESSICA DI GORENGNYA DENGAN MINYAK MELETUP-MELETUP.

Cukup sekali itu saja– Baekhyun tak menuruti kata Sahabatnya.

Akhirnya dengan terbayang album snsd nya tergoreng. Baekhyun memutuskan untuk pergi. "Aku pergi? Puas kau!?"

Kyungsoo menepuk-nepuk punggung Baekhyun. "Puas dong. Ah, baju ku? Sudah jadi?"

"Ga usah pakai baju!"


Baekhyun menunggu dengan perasaaan tidak tenang.

Karna bocah raksasa itu– tengah mandi di kamar mandinya. Mantan tidak tahu diri! Bisa-bisanya numpang mandi? Pikir Baekhyun.

Sehabis Baekhyun keluar dari kamar mandi tadi. Tiba-tiba saja lelaki raksasa itu muncul dihadapannya.

Lalu ia berkata dengan riang sambil menenteng handuk dari mana tidak tahu- karna seingat Baekhyun ia tak memberikan handuk. "Awas dong. Aku mau mandi, Baek."

Baekhyun kesal. Kenapa dia juga mengijinkan si raksasa itu mandi? Kenapa tidak di usirnya?

"Pergi kau mantan sialan!" terlalu kasar.

"Halo mantan. Mau ku mandikan sekalian ga? Nanti sekalian ku gosok punggungmu!" terlalu baik. Terkesan ingin minta balikan. Tambah ada plus-plusnya lagi.

Akhirnya dengan seluruh rasa kesalnya– Baekhyun menuju ke arah televisinya dan memutuskan menonton pororo.

Ya, kartun pororo.

Apa yang salah dengan pororo? Dia itu imut tahu!

Baekhyun sudah terjangkit virus menyukai pororo dari Kyungsoo– karna selama mereka satu apartement, Baekhyun setiap pagi di wajibkan menonton pororo– biar dibuatin sarapan. Ya, dan itu wajib.

Baekhyun masih mengeringkan rambutnya dengan handuk, sambil matanya terfokus terhadap layar tv yang menampilkan kartu pororo.

Ketika pintu kamar mandi terbuka, Baekhyun langsung membesarkan volume tv agar ia tidak merasa bahwa –mantannya– si Chanyeol itu, sedang berkeliaran di rumahnya.

Mimpi buruk.

Ketemu mantan itu mimpi buruk.

Apalagi mantan tidak tahu diri seperti Chanyeol.

Tapi, Baekhyun tak dapat pungkiri bahwa sekarang hatinya berdetak tak karuan– ketika ia merasa langkah Chanyeol menuju ke arahnya.

Baekhyun meringis kalau tahu gini tadi aku pura-pura mati saja pikir Baekhyun, ketika melihat Chanyeol berada di sampingnya– sambil tangannya tertopang di sofa, mata nya juga terfokus di layar tv tersebut. "Aku masih tak percaya kau masih menonton kartun..." katanya menggoda Baekhyun. "Dulu kau juga selalu menonton pororo bersama Kyungsoo– ah, spongebob juga kan?" tanya Chanyeol.

Oh, jadi dia mengungkit masa lalu, huh? "Well..." Baekhyun melirik kesamping, dan mendongakkan kepalanya untuk menatap Chanyeol– sial, dia belum pakai baju ternyata. Abs nya itu tolong – stop. "Setidaknya kartun tidak membuat patah hati."

Untuk sementara ekspresi Chanyeol berganti muram– namun, ia kembali tersenyum. "Serius? Kartun?" dia bertanya dengan menundukkan kepalanya, sehingga wajahnya terlalu dekat dengan Baekhyun. Baekhyun secara otomatis memundurkan wajahnya dengan buru-buru. "Tapi kau sudah 22 tahun, Baek. Dan masih menonton pororo?"

Baekhyun terdiam. Oh dia masih ingat umur ku? Kirain sudah lupa. Soalnya dia datang seperti tidak mempunyai salah– harusnya dia tak berani menampakkan diri jika ia mengingat apa yang dia lakukan dulu. "Apa masalah nya? Jangan sok peduli." katanya dengan tajam.

Dia sudah mulai muak.

"Oh, sayangnya aku tidak peduli." kata Chanyeol– dan itu membuat Baekhyun bungkam. Bodoh kau, Byun Baekhyun lalu dengan cepat ia memalingkan wajahnya ke arah tv. "–Tapi, itu membuat aku mengingat tentang kita dulu." sambungnya dengan cengiran bodoh miliknya sambil menekan kata yang tak ingin Baekhyun dengar. Baekhyun melirik sedikit dan Chanyeol tersenyum kepadanya.

"Lebih baik kau pulang. Ke tempat kekasih mu. Aku bisa di bunuh jika kekasihmu tahu kau dirumah mantannya." kata Baekhyun berusaha untuk tidak terdengar peduli, untungnya dia sukses. Well, sejujurnya Baekhyun masih cukup kepo dengan kehidupan cinta Chanyeol.

"Oh, sayangnya aku tidak ada kekasih. Jadi tak perlu khawatir." katanya tersenyum. "Bagaimana dengan mu? Apakah kau ada kekasih? Bisa-bisa aku dibunuh jika tiba-tiba saja ia masuk, dan aku sedang tidak pakai baju." sambungnya dengan santai.

Baekhyun memutar matanya malas. "Makanya. Pakai bajumu, bodoh!"

Chanyeol langsung duduk disamping Baekhyun, dan merentangkan tangannya lebar di antara sofa. Baekhyun menegakkan kepalanya. Dan menghadap ke arah Chanyeol. "Kenapa duduk sih?"

"Jadi aku ga boleh duduk di sofa? Yasudah, aku duduk di pangkuan mu saja." baru saja Chanyeol menegakkan tubuhnya, Baekhyun langsung menahannya dengan cepat. "Duduk disamping ku saja. Dan, pakai lah baju mu!"

"Baju ku itu kemeja yang kau pakai semalam." sahutnya santai, dan mengganti siaran tv yang ingin ia tonton.

Baekhyun terdiam. Sialan, ternyata itu bajunya. Baekhyun berdiri dan menuju ke kamarnya. Chanyeol mengikuti pergerakan Baekhyun.

Dan, kemudian Baekhyun keluar membawa baju dengan ukuran cukup besar– dan pas di tubuh Chanyeol.

Baekhyun melempar kaos bertulisan darling kepada Chanyeol.

"Pakai."

Chanyeol menangkap dengam cepat. "Wah, untuk apa kau membeli baju seukuran ku? Oh ak–"

"Itu baju Kris." potong Baekhyun cepat. Ia tidak ingin mendengar apapun dari Chanyeol.

"Kris siapa? Kekasihmu?"

"Terserah mau bilang apa."

Chanyeol mengangguk-ngangguk kepalanya mengerti. Lalu ia memakai kaosnya dan pas. "Wah, pas."

Baekhyun melirik sebentar dan mengangguk.

"Jadi..." kata Baekhyun tanpa menghadap ke arah Chanyeol.

Chanyeol menarik tubuh Baekhyun agar menghadap ke arahnya. "Kalau berbicara dengan seseorang, tatap orangnya."

Ogah

Baekhyun menghela nafas dengan kesal. "Oke," lalu ia mengdongakkan kepalanya. Lalu berkata. "Bisa ceritakan, kenapa kau berakhir di apartement ku dengan topless dan aku memakai pakaianmu?"

Chanyeol menautkan alisnya. "Kau tidak ingat?" dia bertanya.

Dia bodoh ya? "Kau fikir aku akan bertanya jika aku ingat?"

Chanyeol tertawa. "Benar juga." lalu ia menetralkan suaranya, lalu berkata. "Jadi..." ia memulai menceritakannya.


Semalam, di Ulang tahun Kyungsoo

"Pssst..."

"Psst..."

"Bro..."

Cicit Kyungsoo dengan pelan.

Baekhyun yang asik mengobrol dengan Tao, langsung menoleh ke arah Kyungsoo. "Kenapa?" tanya Baekhyun.

"Kau tidak mau melihat Chanyeol kan?" tanya Kyungsoo.

Baekhyun mengangguk semangat. "Tentu saja!"

"Aku melihat Chanyeol mau ke arah sini– jadi kau pergi jauh dari sini secepatnya. Dan, ia bersama Taekwoon." sambung Kyungsoo dan menyebutkan nama mantannya. Dulu saat di Senior High School, Kyungsoo dan Taekwoon adalah sepasang kekasih. Namun mereka sudah putus, tapi masih memiliki hubungan yang baik.

"Kau mengundang Taekwoon!?"

Kyungsoo memgangguk. "Maaf, ya. Aku tidak seperti kau, yang belum moveon."

Baekhyun mengeram, lalu pergi meninggalkan Kyungsoo sambil mengangkat jari tengahnya. "Fuck you, Do Kyungsoo."

"Semoga berhasil!" teriak Kyungsoo.

Baekhyun menutar tubuhnya. "Bisa. Kau pasti bisa. Jika bertemu dengannya, anggap saja tidak pernah kenal." katanya, menyemangati dirinya.

Baekhyun heran kenapa dirinya se khawatir ini. But, hey! Tentu saja dia khawatir. Teman Senior High School nya tentu saja datang– dan tentu mereka mengenal Baekhyun sebagai 'kekasih the most handsome senior' walaupun sudah mantan. Mereka masih memanggil Baekhyun dengan 'hey, mantan Chanyeol.'

Baekhyun melirik ke kanan dan ke kiri, saat menoleh lagi dia melihat Chanyeol mendekat ke arahnya. Baekhyun dengan buru-buru membalikkan tubuhnya dan mengambil segelas cocktail dan meminumnya dengan sekali teguk.

Tanpa disadarinya, ia terus meminum cocktail beberapa kali. Sampai ia mabuk. Baekhyun mengedipkan matanya berkali-kali namun pusing tak kunjung hilang. Hampir saja ia jatuh kesamping, namun sepasang lengan kokoh dengan cepat memeluk tubuh limbung Baekhyun.

"I got you." suara itu tak asing lagi di dengar Baekhyun.

"Terima kasih ya, paman." kata Baekhyun membungkukkan tubuhnya. Efek mabuk jadi seperti ini

Chanyeol tertawa.

"Paman menertawaiku?" Baekhyun mengerucutkan bibirnya kesal.

Chanyeol menggelengkan kepalanya. "Hey, aku masih muda. Masih 23 tahun, belum cocok di panggil paman."

Baekhyun menganggkat kedua jempolnya dan mengangguk. "Arraso." lalu ia berjalan meninggalakan Chanyeol.

Namun, ditahan dengan cepat oleh Chanyeol. "Ayo, kita pulang." kata Chanyeol.

"Pulang? Aigoo~ rumah ku di Bucheon~ jauh sekali jika kesana~ huhuhuhu~ aku rindu eomma~"

"Wah, sama! Aku juga merindukan ibu mu~" kata Chanyeol mengusak rambut Baekhyun dengan gemas.

Setelah itu yang jelas– samar-samar Baekhyun mendengar Kyungsoo yang mengoceh. Dan lelaki tadi berkata. "Tangannya semakin halus saja ketika ku genggam." dan Kyungsoo mendengus mendengar perkataan Chanyeol.


"Kenapa harus baju kau? Kenapa tidak baju aku sendiri?"

Chanyeol menyilangkan tangannya di dadanya. "Aku yang meminta Kyungsoo memakaikan bajuku, ingin mengerjaimu sedikit apa salahnya?"

Baekhyun mendengus. "Mantan, sialan!" desisnya pelan. "Tapi, kenapa kau harus menginap disini!"

"Kau yang meminta." sahut Chanyeol santai.

Baekhyun meninju lengan Chanyeol kuat. "Mana mungkin! Tidak! Kau Sinting!"

Chanyeol makin terkekeh melihat wajah Baekhyun yang memerah, hidung kembang kempis, keringat bercucuran.

"Harusnya ku rekam semalam– ketika kau berkata 'huhuhuhu~ temani Baekkie~' bahkan kau memelukku!"

Baekhyun kesal. Lalu ia melebarkan handuknya, dan membekap wajah Chanyeol. "Aku tidak pernah melakukan itu! TIDAKKKK!"

Chanyeol mengelus telinganya. "Teriakan mu semakin dahsyat saja, Baek."

"Biar telinga mu pekak!" teriak Baekhyun.

"Jangan berteriak– nanti suara mu habis untuk pentas nanti di festival antar kampus."

Baekhyun terdiam. "Kau kok tahu?"

Chanyeol memutar matanya malas. "Memang salah kalau aku tahu?"

"Salah!"

"Aku sih tidak heran– kau dipilih jadi vokalis. Karna, memang suaramu dari dulu memang bagus. Dulu, saat kita duet–"

Chanyeol menghentikan perkataannya, karna melihat ekspresi Baekhyun yang berubah menjadi marah.

"Let's don't talk about our past." katanya dengan nada sebenci mungkin. "Jangan membicarakan hal yang sangat ingin aku lupakan." Baekhyun berdiri, menuju ke dapur untuk minum. Meninggalkan Chanyeol yang mematung.

Chanyeol terdiam ketika mendengar perkataan terakhir Baekhyun. Sudah selama ini dia masih membenci ku? Chanyeol berdiri dan menuju ke arah Baekhyun.

Chanyeol sungguh merindukan Baekhyun dan dia tahu dia melakukan kesalahan yang fatal dulu, tapi apakah sebegitu sulit Baekhyun memaafkannya?

"Kau masih membenci ku?" tanya Chanyeol. "Aku sudah memohon padamu, Baek. Beribu-ribu kali. Dan, kau sudah memaafkan ku."

"Kau berselingkuh, sialan!" pekik Baekhyun. Habis sudah kesabarannya. "Dan kau fikir maaf saja cukup? Bisa membuat aku melupakan masa lalu? Umur mu berapa, Park Chanyeol? Lima? Belum lagi bullying yang aku dapatkan! Itu semua salah mu, tapi kenapa harus aku?!"

Chanyeol tidak tahu harus berbuat apa. Benar– permintaan maaf saja tak akan cukup.

Ketika dulu mereka Senior High School. Baekhyun adalah murid pindahan dari Bucheon. Dan, ketika itu Baekhyun tersasar dan terlihat cute di saat itu makanya Chanyeol menolongnya. Ternyata Baekhyun adalah sepupu Kyungsoo, adik kelasnya. Ya, Chanyeol berada di tingkat akhir saat itu.

Tak berapa lama mereka bertemu lagi. Saat dikantin. Chanyeol tersenyum kepadanya saat mereka berpapasan, dan ketika Baekhyun membalas senyumannya. Perasaan itu muncul.

Chanyeol selalu berusaha mendekati Baekhyun. Namun, Baekhyun selalu menghindar. Namun bukan Chanyeol namanya jika ia menyerah.

Hampir dua bulan Chanyeol mendekati Baekhyun – dan berhasil. Baekhyun bilang bahwa ini pertama kalinya ia pacaran dan jatuh cinta. Chanyeol tentu saja senang, dan akan menjaga Baekhyun dengan sebaiknya.

Namun itu semua janji belaka, ketika ia menemukan Chanyeol berkencan di cafe kakaknya.

Baekhyun tengah membantu kakaknya saat itu, jadi ia membantu dengan menjadi pelayan dan ketika ia menuju ke meja nomor 4. Chanyeol tengah menatap seseorang, dan Baekhyun dapat mendengar jelas. Chanyeol mengatakan 'aku cinta kau' kepada lelaki manis di depannya. Iti kata-kata yang Chanyeol katakan padanya.

Benci.

Muak.

Bodoh.

Itu yang Baekhyun rasakan.

Semenjak kejadian itu– semua berita menyebar karna putusnya mereka. Banyak fans Chanyeol (karna Chanyeol anak populer) membullynya. Seolah-olah di sini ia yang bersalah. Padahal tidak. Bajingan itu yang salah! Pikir Baekhyun.

Chanyeol terus memohon maaf. Namun, Baekhyun mengatakan 'ya' berbeda sekali dengan isi hatinya.

Sehabis kelulusan Chanyeol, bullying yang ia dapati meningkat.

Dan, Baekhyun benci itu.

"Baekhyun."

"Pergi dari hidup ku."

"Aku akan pergi–"katanya dengan nada menggantung.

"Bagus."

"–asal kau mampu melupakan aku." sambungnya lagi.

.

.

.

Tbc

.

.

.

YOHO FAST UP NIH~ semoga puas ya?

Chanyeol kampret sangat. NAH LOH, CHANYEOL GA MAU PERGI DARI HIDUP BAEKHYUN~

Ah, iya! Btw, makasih yang udah review, fav, dan follow ff ini /kecup manis/

kalau suka lagi— boleh kali review HEHEHEHEHEHEHE~

Jangan lupa review!