2 bulan sudah berlalu semenjak kejadian itu yang cukup membuat kuroko syok, ia bahkan tidak masuk ke kampus dan hanya mengumpulkan tugas lewat e-mail.
Awalnya Hyuga-sensei tidak mengijinkan namun karena kuroko berjanji hanya untuk beberapa bulan saja, iapun mendapat ijin dari si dosen killer Hyuga Junpei.
Di dalam kamar Kuroko masih sibuk menonton anime ke sukaannya setelah di download batch, dengan begitu dia bisa menonton episode komplit tanpa sibuk mencari link per episodenya.
Kuroko tinggal sendiri di rumah ini, kalau di tanya dimana keluarganya?
Mengapa Kuroko tinggal seorang diri?
Itu semua karena Kuroko yang memilih untuk tinggal sendiri di jepang sedang keluarganya kembali ke inggris, Kuroko adalah blasteran jepang-inggris. .
.
Hari ini Kuroko tampak lebih pucat dari biasanya, tentu saja!
Dia begadang semalaman untuk menonton anime yang sudah dia download sebekumnya sampai episode terakhir tanpa iklan!
"Akhirnya selesai juga, jam 6 kah, sebaiknya aku mandi" ucap kuroko mulai berjalan perlahan walau agak linglung namun sebelum itu dia-
Dia menimbang berat adalah kebiasaan kuroko setiap sebulan sekali.
"A-Aku naik 2 kilo?" wajah Kuroko menampakkan ekspresi seakan dunia telah di timpa musibah besar.
Ia langsung kembali ke kamar mengangkat telepon menghubungi seseorang.
"Moshi moshi sudah 2 bulan tidak kekampus, sekarang ada apa, Kuroko?"
"Hyuga sensei, boleh aku menggunakan gym basket untuk beberapa waktu kedepan. Hanya saat pagi saja" ucap Kuroko serius.
"Te-tentu saja lagi pula anak kampus biasanya menggunakan lapangan basket yang di luar"
"Kalau begitu sekarang aku kekampus" ucap Kuroko menutup telepon sepihak.
"Kuroko?" .
.
.
.
Kuroko berada di gym kampus seorang diri, melampiaskan kekesalan dengan tidak kekampus justru sekarang sedang berada di kampus, sebernarnya Kuroko tidakmau kekampus karena bisa saja ia bertemu dengan kisedai namun mau bagaimana lagi dari pada ia menghabiskan uang ubtuk ke tempat olah raga atau kolam renang lebih baik ia menggunakan fasilitas kampus dan uangnya di gunakan untuk membeli kuota modem bukan?
Pukul 7 sudah lebih dari 30 menit Kuroko berada di dalam gym dengan mengelilingi lapangan sambil mendrible bola basket. Para siswa yang lain masih tanding di lapangan luar seperti yang dikatakan hyuga sensei.
Keringat sudah membasahi tubuh, walau ia tak mencoba latihan shoot dan hanya mendribble tapi tidak masalah.
Yang penting olahraga!
"Sudah cukup sebaiknya aku membasuh diri" ucap Kuroko pergi ke ruang ganti dimana tasnya ia taruh.
Kampus ini tersedia kamar mandi di setiap gedung olahraga karena fasilitas kampus cukup lengkap.
Di saat Kuroko membasuh diri, cuaca di luar kampus mendadak turun hujan dengan angin yang cukup kencang. Alhasil para kisedai dan satulagi mahasiswa lain yang lebih memilih pulang dengan basah basahan karena sudah ada janji sorenya, sedang sisanya mengungsi ke dalam gym.
"Ah sial semua basah!" ucap Aomine kesal sendiri.
"Untung gym tidak di kunci-ssu" ucap Kise
"Sebaiknya kita mengganti baju di loker sebelum masuk angin" ucap Akashi melihat teman temannya yang sudah tanggung basah. Untung setiap kegiatan basket mereka selalu di haruskan membawa baju salin jadi tidak masalah.
"Kau benar Akashi, aku juga akan mandi dulu nodayo" ucap Midorima membenarkan kacamatanga.
"Untung cemilanku kemasan tahan air~"
.
.
Kuroko keluar hanya menggunakan handuk menutupi bagian bawah saja, menampakkan tubuh seputih porselen dan wangi vanilla pun menguar keseluruh ruangan.(◎_◎;)
"Are?" betapa terkejutnya Kuroko melihat ke 5 pria berambut pelangi berada di ruangan yang sama dengannya.
"Te-tetsu? Ucap Aomine begitu terkejut dengan keberadaan Kuroko yang setengah telanjang.
Kuroko langsung mengambil tasnya dan kembali ke dalam kamar mandi. Walau kamar mandi nya sebenarnya tidak hanya ada satu tali 6 tiap masing masing gedung olahraga.
Dan tanpa menunggu lama Kuroko sudah berganti baju dan menggunakan jaket tanpa berkata apapun melewati pria berambut pelangi di depannya.
"Tetsu tunggu!" ucap Aomine langsung menarik tangan Kuroko ke arahnya.
"Eh?"
"Oi Aomine lembut sedikit nodayo"
Kuroko yang di tarik paksa mau tak mau harus berbenturan dengan tubuh Aomine yang sudah tidak terbungkus baju.
Wangi vanilla memanjakan Aomine sehingga lupa apa yang harus di katakan.
"Apa yang kau lakukan, Aomine-kun!?" ucap Kuroko bukannya memberontak tetapi diam.
"Aku mau minta maaf soal yang itu, aku terlalu kasar. Maaf" ucap Aomine.
"Sekarangpun Aomine-kun sudah sangat kasar" ketus Kuroko.
"Aah gomen" Aomine langsung melepaskan Kuroko.
"Otto!" Kuroko mengatur keseimbangan setelah di lepaskan Aomine.
"Kuroko selama 2 bulan ini, apa kau bertambah gemuk?" ucap Akashi memperhatikan Kuroko dengan seksama,
DAN RAHASIA KUROKOPUN TERBONGKAR BAHWASANYA KUROKO BERTAMBAH GENDUT!
"IGINITE PASS KAI!" Kuroko melempar tasnya ke arah Akashi secepat kilat.
Namun bukan Akashi namanya kalo tidak mempunyai emperor eye.
SYUTTT
"Apa yang kau lakukan Kuroko?" ucap akashi tiba tiba di serang Kuroko
"Itu karena Akashi-kun mengatakan hal yang tidak perlu!" ucap Kuroko melihat ke arah Akashi kesal.
"Sumanai aku tidak bermaksud, Kuroko" ucap Akashi tersenyum membuat seluruh ruangan kebingungan.
"Akachin kenapa ketawa?" ucap Murasakibara si titan yang paling tidak peka itu.
"Bukan apa apa, Shintaro bukankah kau ingin mandi?" ucap Akashi mengalihkan pembicaraan.
"Ka- kau benar nodayo" ucap Midorima langsung mengambil pakaian salin dan beranjak ke kamar mandi.
"Kalau begitu aku juga pamit-"
"Kuroko!" ucap Akashi tiba tiba memanggil si baby blue.
"Ada apa Akashi-kun?"
"Sebaiknya jangan keluar dulu, hujan angin" ucap Akashi
"Akashi-kun, tolong bilang dari tadi" ucap Kuroko kesal
Setelah itu para kisedai mandi dan Tetsuya menunggu di ruang loker. Karena hanya di ruangan ini ada penghangat ruanganya.
15 menit berlalu dan para kisedai selesai, rambut basah mata jernih menatap seseorang yang tengah terlelap di sisi loker.
"Kurokocchi tidur-ssu, kawaiiii-ssu" ucap Kise dengan rambut masih basah tampak sangat seksi mendekati Kuroko yang tengah terlelap.
"Kurochin wangi seperti permen, aku jadi ingin memakannya nee~" ucap Murasakibara tabu langsung membuat semua langsung menatap si titan.
"O-oi Murasakibara!" ucap Aomine salah tingkah.
"Ryota menyingkir dari Kuroko" ucap Akashi mendekatkan wajahnya ke arah Kuroko.
"O-oi Akashi" ucap Midorima mengingatkan agar tidak main main dengan Kuroko yang tengah tertidur.
"Aku tidak akan melakukan apapun, jadi sebaiknya kita menunggu sampai hujan berhenti" ucap Akashi mulai duduk di samping Kuroko dengan begitu tak ada yang berani mendekati Kuroko selain sang emperor.
.
.
"Engh?" Kuroko membuka mata perlahan menatap sekitar, dirinya yang tengah mengyandar di bahu seseorang. Wangi mint segar begitu menempel di tubuhnya menandakan dirinya begitu lama berada di dalam posisi ini yang lama.
"Apa hujannya sudah berhenti?" gumam Kuroko memandang pintu keluar.
"Belum" ucap Akashi singkat.
"Eh?" di saat semua tertidur, Kuroko juga mengira Akashi juga tertidur ternyata dia masih bangun.
"Kenapa kau tiba tiba berolahraga? Kau otaku bukan" ucap Akashi, tenyata Akashi sudah mencari tahu apa itu otaku sebenarnya.
"Apakah ada peraturan kalau otaku tidak boleh olahraga, Akashi-kun" ucap Kuroko semakin ketus.
"Kau benar (lagi lagi Akashi tersenyum)"
"Bukankah Akashi-kun sudah tahu alasannya, lalu mengapa masih bertanya? Apa Akashi-kun itu 'sadistis'?" ucap kuroko ketus dan kemudian duduk dengan benar tanpa menyandar pada akashi lagi.
"Sudah terlalu lama di sini, sebaiknya aku pulang sekarang" ucap Kuroko mulai berdiri.
Pintu di buka tiba tiba dan menampakkan pria berkulit hitam berambut navy blue ternyata baru keluar melihat keadaan.
"Salju" ucapnya.
"Seperti yang dikatakan Daiki" Akashi seolah tersenyum bahwa semuanya terjebak di dalam sini sampai salju berhenti.
"Eng apa hujannya sudah berhenti-ssu" pria berambut blonde terbangun dengan mengusap matanya.
"Sepertinya salju benar benar turun nodayo, seperti yang di katakan oha asa tadi pagi nodayo" ucap Midorima menaikkan kacamatanya.
"Ehhh salju benar benar merepotkan ~" ucap Murasakibara pun terbangun
"Salju lebih baik dari hujan, kalau begitu aku pamit duluan" ucap Kuroko menunduk.
Kuroko berjalan menuju keluar dan yang lain hanya menatap Akashi seakan hendak menunggu perintah untuk mencegah Kuroko pergi.
"Biarkan, Kuroko yang mau pulang maka biarkan" ucap Akashi dengan mata heterokrom menyala sangat berbeda dengan Akashi beberapa waktu lalu tersenyum.
.
Kuroko sampai di rumah dengan tubuh di selimuti saju. Ia langsung berendam air hangat di rumahnya yang terang benderang, walau hanya seorang diri di rumah namun tidak menakutinyakarena lampu runah selalu di nyalakan baik di setiap sudut terkecil pun.
Karena sendiri tidah harus kesepian bukan Dan kesepian belum tentu harus sendirian bukan.
"Tadaima~" ucap Kuroko memasuki kamarnya dan langsung memanjakan tubuhnya di kasur dengan laptop ia mulai menonton anime, film yang sudah di list.
Nonton genre sedih Kuroko menangis
Nonton genre comedy Kuroko tertawa
Nonton genre apapun Kuroko akan menamlilkan ekspresi yang sangat jarang ia tampilkan di depan manusia lainnya.
Namun saat mata menatap downloadan dan kuping mendengarkan anime, tidak ada anggota tubuhnga yang beristirahat.
"I-ini? Anime baru? Bu-bukan habis sudah complite tapi kenapa akh baru lihat. Download!" ucap hati Kuroko dengan membara mendownload BL, tanpa tahu cerita menarik apa di dalamnya.
Namun selagi ia mendownload, mata tak kunjung bisa melek, mungkin akibat begadang kemarin. Kepalanya terasa sakit bila di paksakan, karena itu terpaksa ia menutup matanya.
.
.
Besok paginya Kuroko terbangun, nafas berat dan panas, tenggorokan sakit, matanyapun terasa panas, tubuhnya terasa berat. Namun berat badannya masih belum turun begitu terbangun Kuroko menutup laptopnya mematikan koneksi internet dan mulai berpakaian, mengambil tas untuk pergi kekampus untuk olahraga sama seperti kemarin, sebelum itu ia mengambil beberapa obat di dalam kotak p3k.
'Kurasa demam ringan' ucap Kuroko kesal karena demam ringan. Mengambil earphone dan memasang ke kuping dan menyalakan iphode, soundtrack op death note pun menemani keberangkatan Kuroko ke gym kampus.
TBC
