Chapter 2

The Black True Longinus

Naruto ©Masashi Kishimoto

Highschool DxD ©Ichiei Ishibumi

Author : yusufnur321

Summary : Dia datang dari Dunia lain, pemegang Sacred Gear Rival dari True Longinus. Murid salah satu sang Legend Sannin Orochimaru dari Dunia Shinobi...White/Black.

Warning : Godlike, Strong, Typo, OOC,...Dll

A/N : Di Fic ini Naruto dapat menggunakan Jurus-Jurus Ninja Shinobi...!

Oke...! Langsung saja ini dia Chapter 2 dari The Black True Longinus..!

"Inikah Sang Apocalypse. Besar juga dan kuat...!"

Saat ini Naruto berada di Dimension Gap. Yang sejauh Mata memandang Hanya kegelapan seperti tiada ujungnya. Terlihat Energi berwarna Hitam tipis seperi menari-menari menyelimuti setiap permukaan Kulit nya. Bertujuan untuk memblok Energi-Energi Negatif yang berbahaya. Dan itu juga kenapa Cela Dimensi berbahaya bagi siapa pun yang memasukinya. Terkecuali Orang -Orang tertentu yang mempunyai kekuatan di atas Rata-Rata yang dapat bertahan di Dimension Gap ini.

Tepat tidak jauh di hadapan nya. Sang Apocalypse atau bisa di kenal dengan Great Red yang saat ini sedang memandang nya tajam dengan Iris Vertikal nya. Mungkin dia Marah, karena kenyamanan nya di ganggu oleh dirinya. Oh...tepat setelah membunuh Para Iblis menjijikan itu dan juga Gadis itu. Dirinya menggeledah seluruh Pelosok Gereja yang sudah tidak di pakai itu. Entah sedang beruntung atau tidak dirinya menemukan sebuah Kitab bersampul Coklat Emas. Membuka dan membaca setiap lembar Kitab itu dirinya menemukan hal yang menarik. Ya...yang dirinya temukan di Kitab itu adalah Kata "Great Red" yang di tulis di situ...Kalau Great Red adalah Mahluk yang di Hindari oleh Tuhan (Tuhan Anime) dan sedikit bertanya tentang hal itu kepada Sacred Gear yang ada dalam Tubuh nya.

Dan berakhirnya dirinya di sini. Berhadapan saling menatap Tajam dengan Great Red. Walau baru beberapa Jam dirinya tiba di Dunia atau Dimensi ini. Menantang bertarung Sang Apocalypse..tidak buruk juga. Khukhukhu..!

Perlahan tapi pasti Payung Hitam yang senantiasa di bawanya kemana pun dirinya pergi itu berubah menjadi Tombak Hitam bermata Tiga.

"Rupanya yang mengganggu ku adalah pemilik Sacred Gear Rival dari True Longinus. Pantas...kau berani mengganggu kenyamanan ku di sini!"

Suara berat menggelegar di Cela Dimensi, masuk pendengaran Naruto. "Oh rupanya kau dapat bicara juga, apa lagi dengan bahasa ku, huh...sungguh tak di duga. Aku pikir kau akan bicara bahasa Naga!" Naruto bersuara secara tidak langsung mengejek Sang Great Red. Tidak mempedulikan kalau yang di hadapinya itu mempunyai kekuatan jauh di atasnya.

"Dari Nada dan Bicara mu, kau Manusia yang percaya diri. Dan apa tujuan mu mendatangi ku."

Perlahan Energi Hitam Pekat menyeruak keluar dari Tubuh Naruto, diiringi Muncul Bercak-bercak seperti Api menyebar kesegala Tubuhnya. Perlahan Energi Hitam itu menyatu membentuk Enam Bola Hitam se-ukuran Bola Kasti yang mengelilingi nya. Bahkan penampilan nya saat ini berbeda dengan yang tadi. Dengan Jubah Putih yang melekat di Badan nya. Terlihat beberapa Magatama berwarna Merah menghiasi Kerah Jubah nya. Terlihat Rambut yang tadinya berwarna Merah Gelap, cepak. Sekarang Jabrik Berwarna Perak sepinggang. Dengan Anak Rambut mencuat Miring di bagian depan nya. Jangan lupa Aura dengan intesitas Besar keluar dari Tubuh nya. Dan itu menandakan memberi jawaban kepada Great Red.

'Walau belum bisa di kata 'Sempurna'. Tapi kalau di gabungkan dengan Mode Joutai sepertinya Perfec!'

Terlihat seringayan di buat Great Red. Memperlihatkan Gigi-Gigi tajamnya. 'Baru pertama kali dalam Hidupku. Ada Manusia berani menantangku. Huh...menarik!'

"GRRRAAAA...!"

Menyilangkan kedua Tangan nya ke depan. Saat Great Red mengaum dengan Keras menggetarkan kehampaan di sekitar. Tiba-tiba Tombak Hitam nya berkedip-kedip dengan pendar Hitam. 'Kau diam saja, Black!'.

Dengan kecepatan Gila dalam Mode Balance Breaker dan Joutai nya. Naruto merengsek maju ke arah Great Red.

BLMMM

Ekor besar bersisik Merah gelap itu beradu dengan sebuah Penghalang berwarna Hitam di depan Naruto. Terlihat surai Perak Naruto bergerak liar akibat tekanan Hantaman Ekor itu. Dengan Perintah pikiran nya salah satu Bola Hitam yang mengelilinginya melayang dengan cepat ke arah Kepala Great Red. Jarak semakin tipis, bola Hitam itu terpecah seperti Balon yang di isi Air. Menyeringai, melihat sebagian Kepala Great Red terciprat oleh Bola Hitam nya yang pecah menjadi seperti tinta. Tanpa babibu dengan pikirannya. Dinding penghalang Hitam di depannya berubah menjadi seperti telapak Tangan berukuran besar yang terhubuh dengan telapak Tangan Kiri nya. Mencengkram kuat Ekor besar itu dan dengan tenaga kuat melempar Naga Besar itu. Seringaian di bibirnya bertambah lebar. Karena dirinya diam-diam menempelkan Bola Hitam nya menempel di Sayap bagian Kanan. Tidak lama terlihat Cahaya menyilaukan jauh di depan menyilaukan Pandangannya. Di iringi Ledakan besar mengetarkan kehampaan Dimension Gap ini..

.

.

.

.

Mata nya membulat. Sebuah Laser berwarna Merah melesat sangat cepat menju ke arahnya dari balik kepulan Asap efek ledakan tadi. Membelah kehampaan Dimension Gap yang di lalui nya.

SHUUTTT..

BUUMM..

.

.

.

.

Asap mengepul sangat tebal tepat Laser pemusnah berwarna Merah gelap itu menghantam Naruto. Asap reda hanya Bola-Bola Hitam yang berjumlah Enam yang ada. 'Hanya seginikah?' Iris verikal Merah nya tidak menemukan Manusia yang menantangnya bertarung.

Deg!

Iris Vertikal nya mengecil. Dengan cepat melirik ke atas. Dirinya melihat Manusia rendahan itu sudah di atas Kepala nya yang membawa sesuatu berbentuk Bulat Hitam keputihan di kelilingi Dua Cincin berwarna Putih. Dan apa-apa an raut beringas nya itu...

"Hallo~...Great Red! Dai Rasenringu!" Naruto yang saat ini dengan sepasang Sayap berbentuk seperti Tangan berwarna Coklat kehitaman dan dengan raut beringas menghantamkan Bola Pemusnah Masal itu ke Kepala Great Red.

TIK!

KEEBBOOMMMM

Ledakan bersekala Luas itu Terdengar di kehampaan Dimension Grap. Menimbulkan kepulan Asap tebal. Tidak lama kepulan Asap tebal itu mereda. Hanya memperlihatkan Naruto yang saat ini di depannya terdapat Dinding penghalang berwarna Hitam. Terlihat Dinding Hitam di depannya perlahan mengelupas retak. Telihat juga entah sejak kapan Bola-Bola Hitam nya sudah di sekitarnya. Lebih tepatnya mengelilinginya. Jangan lupa sepasang Sayap seperti Tangan berwarna Coklat ke Hitaman yang membentang lebar.

'Kemana dia? Tidak mungkin dia Mati dengan muda!'.

Tidak merasakan Energi Great Red. Tiba-tiba Tombak Hitam bermata Tiga nya berpendar Hitam berkedip-kedip. 'Ya! Aku juga tau.' Dirinya tahu, sebenarnya Great Red hanya main-main menghadapinya. Terlihat jelas dari setiap gerakan dari gerakannya. Karena itu dirinya tidak percaya Serangan nya tadi dapat mengakhiri Kehidupan Sang Naga Merah sejati itu.

Mata nya menyipit memandang ke arah depan. Melihat gumpalan Cahaya berwarna Merah Gelap mendekatinya. Tidak ada Aura yang terpancar dari gumpalan Cahaya Merah itu. Dan itu membuat alisnya mengkerut. Perlahan Cahaya Merah Gelap itu menyusut memperlihatkan dari Perawakannya. Sosok Gadis Cantik dan Sexy bersurai Merah cerah sepantat. Kimono Khas Perempuan berwarna Putih dengan akses garis-garis Merah yang membalut Tubuh indah nya.

Otak Naruto macet seketika melihat sosok Gadis Cantik tidak jauh di depannya. Perlahan tapi pasti Rona Merah walau tipis di Pipi nya muncul. Menelan ludah. 'Wow' , hanya itu batin Komentar Naruto.

'Apa yang kau lihat, Ningen! " Suara berat masuk pendengarannya sekaligus mengembalikan ke sadarannya dari fantasi-fantasi aneh saat melihat Sosok Gadis tidak jauh di hadapannya. Mata nya menyipit menatap Gadis Cantik nan Sexy di hadapan nya dengan tajam. "Siapa kau?" Sembari mengacungkan Ujung lancip Tombak Hitam ke arah Gadis bersurai Merah itu. Mata nya kian menyipit. "A-atau jangan-jangan kau jelma'an Great Red dalam bentuk Manusia?" Raut kekagetan Naruto berubah menjadi genit. "Rupanya dalam bentuk Manusia kau sangat~...Sexy!" Naruto menjilat bibirnya dengan Mata nya fokus ke belahan Bibir Pink basah Gadis di hadapan nya, ia tebak kalau sosok Gadis Cantik nan Sexy itu adalah Great Red.

Seketika raut datar Gadis jelmaan Great Red itu berubah [Meniru] seperti raut Genit Naruto. Menjilat Bibir Pink alami nya yang merekah basah. Sepontan hal itu membuat rona Merah di pipi Naruto bertambah.

"Aku sengaja memperlihatkan Wujud Manusia ku, tapi lupakan itu...kita lanjutkan pertarungan yang tadi, Ningen!" Dengan cepat Raut menggoda iman itu. Lenyap di gantikan raut beringas dan itu malah terlihat sangat Imut di Mata Naruto. Dengan cepat bahkan sangat cepat. Hanya kedipan Mata Sosok Gadis jelma'an Great Red muncul di belakang Naruto dengan Tangan mengepal sedikit Energi. Membombardir Tubuh Naruto dengan sedikit Energi.

.

.

.

.

.

.

Mode Joutai dan Mode Blance Breaker sudah hilang Satu Menit lalu. Dengan Nafas tidak beratur. Luka lembam dan Cakaran di sekujur Tubuh nya yang mengeluarkan Darah segar. Baju bagian Atas yang tadi melekat di Badan nya. Sekarang sudah hilang. Karena setiap Pukulan yang di lancarkan ke Badan nya membuat Kain Baju nya musnah. Dirinya tidak menyangka serangan balik itu. Membuat dirinya seperti ini. Iris Hitam nya masih setia memandang tajam Gadis Cantik nan Sexy jelma'an Great Red itu dengan tatapan Sayu khas Orang akan Mati. Terlihat Tombak Hitam bermata Tiga yang di pegangnya berpendar Hitam berkedip-kedip. 'Ya...! Aku tau.' Berniat Kabur seperti usulan Sacred Gear nya dengan keluar dari Dimension Grap ini. Dengan sisa Energi dirinya dengan cepat menciptakan Lubang Dimensi. Tidak sampai Lima Detik Lubang Dimensi yang menghubungkan dengan Bumi ini tercipta di depan Telapak Tangan Kirinya. Tanpa babibua dirinya masuk ke Lubang Dimensi yang di buatnya. "Sampai jumapa Great-cha- " Belum sempat mengucapkan salam Perpisahan kepada Great Red yang saat ini menjelma menjadi Sosok Gadis Cantik nan Sexy. Naruto sudah di hadiahi salam perpisahan berupa Hantaman Bola Merah penghancur dari Gadis Jelma'an Great Red itu. Dan setelah itu hanya kegelapan lah menyelimutinya...

.

.

.

.

.

Membuka Mata perlahan. Perlahan tapi pasti penglihatannya yang buram, semakin jelas. Atap Langit-Langit seperti Kamar pertama dirinya lihat. Menggerakan Badan nya untuk duduk. Hanya kesakitan dirinya rasakan, tapi itu tidak membuat dirinya untuk memposisikan badan nya untuk duduk, terganggu. Tiba-tiba sebuah ingatan kenapa membuat dirinya seperti ini masuk dalam ingatan nya. 'Cih! Suatu saat nanti akan ku balas kau Great Red!'. Penuh ambisi. 'Dan saat waktu itu 'mungkin' ,...badan Sexy mu aku nikmati. Khukhukhukhu...!' Mengingat kembali Wujud Manusia dari Great Red yang membuat darah Manusia nya berdesir. Mengedarkan pandangannya. Benar seperti tebakannya, sekarang dirinya di dalam Ruangan sebuah Kamar. Dengan cepat Mata nya jatuh kepada Pintu keluar, masuk Kamar ini. Karena merasakan Aura mendekati Kamar ini. Tidak lama pendengarannya menangkap suara khas Pintu di buka...

KRRET

~0-0-0-0-0~

Raynare saat ini sedang berjalan dengan bersenandung ria di gang menuju Apartemen nya. Terlihat beberapa Kantong berisi Bahan Makanan di pangku oleh Tangan Kanan nya. Walau sebenarnya dalam hati nya masih sedih karena beberapa hari lalu Tig Dua Orang yang sudah di anggap Keluarga nya, Mati di Bunuh Oleh Iblis-Iblis itu, karena Dohnaseek tidak termasuk. Tiba-tiba dirinya teringat Pemuda yang ia temukan di tengah Hutan yang sudah hancur, Minggu lalu pada Malam Hari. Karena saat itu dirinya sedang merenung dalam kesedihan akibat Dua Orang yang sudah ia anggap Keluarga, Mati di Bunuh oleh Kelompok Iblis dari Klan Gremory. Saat itu sedang kalut dalam kesedihan, Mata nya tidak sengaja menangkap dari Pantulan Air Sungai yang mengalir lambat. Tepat saat mengadahkan kepala nya ke atas, saat itu dirinya melihat. Lubang Dimensi tercipta dan dirinya juga merasakan Lonjakan Dua Energi berbeda dengan intesitas berbeda. Satu nya dirinya rasakan Energi itu sangat Kuat dan kelam. Satunya lagi Energi itu sangat Kuat dari Energi satunya lagi. Tidak lama sesuatu keluar dari dalam Lubang Dimensi itu dan jatuh,... dengan keras menghantam Tanah di tengah-tengah Hutan. Saat dirinya datangi. Ia menemukan sosok Pemuda yang sedang terkapar di tengah-tengah cekungan Tanah. Dengan ke adaan sangat memperihatinkan, dengan bagian Bahu kiri sudah tidak utuh lagi dan dengan inisiatif dirinya membawa Tubuh berantakan Pemuda itu ke Apartemennya.

Tidak lama, akhirnya dirinya tiba di depan Pintu Apartemen nya yang berada di lantai Dua. Membuka Pintu itu dan melangkah Masuk ke dalam Apartemen nya. Menyiapkan Makanan untuk dirinya Makan dan Pemuda itu, kalau dia sudah sadar... Walau dirinya Da-tenshin Makan juga tak apa-apa...

Membutuhkan Waktu yang lama. Akhirnya Bahan-Bahan Makanan tadi ia beli sudah siap menjadi beberapa Makanan yang di simpan di atas Meja dekat dapur. Setelah itu dirinya melangkah kan Kaki nya ke arah Kamar Apartemen nya. Berniat mengecek ke adaan Pemuda ia temukan.

KRRET

Membuka Pintu Kamar nya. Lalu melangkah Masuk. Mata nya sedikit melebar, melihat Pemuda ia temukan nya sudah sadar. "Ah..kau sudah sadar rupanya." Tidak mendapatkan reaksi dari Pemuda yang ia temukan. Dirinya berinisiatif melanjutkan bicara nya. "Ano...lebih baik kita Makan dulu, aku sudah siapkan di Meja Makan." Deretan Kata bodoh menurut Naruto keluar dari Mulutnya.

Naruto hanya diam dengan Wajah datar. Tidak menjawab semua perkataan Gadis yang memiliki Aura menurut nya lemah ini. Bangkit turun dari Kasur walau dengan perlahan, karena setiap gerakan ia timbulkan hanya rasa sakit menggerogoti beberapa bagian Badan nya. Gerakan nya terhenti saat Gadis berpakaian Serba Hitam ini membantunya untuk berdiri lalu melangkah ke...sepertinya ke Meja Makan.

.

.

.

.

.

"Jadi siapa sebenarnya anda, Pemuda-san?"

Menenggak cairan bening di dalam Gelas itu sampai habis, setelah duduk di Kursi. Lalu menatap Gadis di hadapannya hanya Meja ini yang memisahkan jarak antara dirinya dan Gadis itu. Dengan sifat nya yang sudah kembali. Dirinya tersenyum ramah dan itu malah membuat Gadis di hadapan nya yang memiliki Surai Hitam Panjang ini, merona. Mungkin terpesona kepada dirinya saat tersenyum...

"Tidak baik kalau belum memperkenalkan Nama. Jadi...perkenalkan Nama ku~...Taketori Naruto." Naruto memperkenalkan Nama nya dengan Khas nya sendiri yaitu, senyum ramah atau bisa di bilang 'Aneh'. Kenapa dirinya tidak curiga atau apa saja terhadap Gadis di hadapannya... Ayolah dirinya tau mana yang berbahaya mana yang tidak. Dan jangan harap Gadis di hadapnya saat ini masih bisa menanyakan siapa dirinya. Kalau saja berbuat gerakan mencurigakan terhadapnya.

'Tapi itu semu tidak menjamin'.

Senyum ramah masih di tunjukannya. Tanpa Energi yang terpancar. Aura Hitam pekat terkonsentrasi di telapak Tangan Kanan nya yang di bawah Meja.

"Ah maaf...perkenalkan Nama ku Raynare. Dan siapa sebenarnya anda Taketori-san? Aku menemukan mu di tengah Hutan yang hancur dengan ke adaan bahu Kiri anda sudah tidak utuh lagi. Tapi aku takjub saat itu, karena anda masih hidup. Padahal Bahu bagian Kiri anda sudah tidak utuh lagi. Dan dengan inisiatif aku membawa tubuh anda ke Apartemen ku!"

Aura Hitam Pekat itu perlahan membentuk sebuah Tombak Hitam bermata Tiga dan berniat akan membunuh Gadis di hadapan nya ini dengan Tombak Hitam bermata Tiga nya.

.

.

.

.

.

.

Tapi saat mendengar kalimat terakhir Gadis itu keluarkan dari bibir Pink alami nya. Niat untuk menusukan Ujung lancip Tombak Hitam nya kepada dada Gadis itu.. Entah kenapa hilang seketika.

Menghela nafas berat, lalu tersenyum ramah di iringi gengaman pada Tombak nya melonggar. "Dari kata mu. Sepertinya kau yang menyelamatkan Nyawa ku, terimakasih!". Tiba-tiba deretan Kata masuk pikirannya 'Padahal Bahu bagian Kiri anda sudah tidak utuh lagi.'

Sepontan melihat senyum ramah Naruto, Raynare mengalihkan pandanganny ke permukaan Meja dengan kedua Pipi merona. "Tapi dari kata mu...bahu bagian Kiri ku sudah tidak utuh. Bagaimana Raynare-san menyembuhkan ku?" Lanjut Naruto dengan raut dibuat bingung. Menatap raut bingung Pemuda berambut cepak Merah gelap itu, dengan Pipi Merona. "Itu, aku pakai Air Mata Phoinex, yang dapat menyembuhkan Luka separah apa'pun." Raynare mengingat kembali beberapa Minggu lalu ia membeli Air Mata Phoinex di Pasar gelap dan itu pun dirinya mendapatkan nya dengan susuh payah. Karena mencari barang langka seperti itu, sangat susuh. Apa lagi barang itu berasal produksi dari Klan Phoinex. Salah satu Klan besar di Underworld.

"Air Mata Phoinex? Ya..."

"Ano..sebenarnya Taketori-san siapa?" Raynare menanyakan pertanyaan pertamanya yang belum di jawab oleh Naruto. "Dan kenapa Taketori-san mendapatkan luka separah itu?" Lanjutnya. "Hm...mungkin Raynare-san tidak akan percaya. Aku mendapatkan luka-luka separah itu habis melawan Great Red The True Red Dragon Emperor..." Naruto menjawab blak-blak'kan dengan Nada 'menonton' di kalimat terakhir. Dirinya juga tau kalau Gadis di hadapan nya bukan Manusia jadi tidak masalah dan...ketahui lah dirinya mempunyai Sifat Blak-blak kan [Tidak Peduli]. Seperti tadi, mungkin karena pendidikan oleh Ular Tua Bangka itu membuat sifat itu muncul di dirinya.

Sepontan Kedua Mata Raynare sedikit membulat. A-apa dia tidak bercanda. Great Red? I-itu tidak mungkin. Pikirnya tidak percaya. Mana mungkin Manusia melawan Great Red, bahkan Pemimpin Tiga Fraksi pun dapat kalah dengan mudah oleh Great Red. Tapi Manusia di hadapan nya menjawab dengan Entang. Habis melawan Great Red yang berenang-renang di Dimension Gap itu. "Oya Raynare-san...aku tidak sadarkan diri sudah berapa lama?" Subah Pertanyaan membuat ke kagetan Raynare, hilang. "Hm...sekitar Seminggu lebih!"

"Baiklah, terimakasih telah merawatku saat ,sekarat." Naruto berdiri memperjelas Bentuk Badan nya yang kekar, karena dari tadi dirinya bertelanjang dada dengan Celana Panjang Hitam di pakai nya dan membungkuk. Menghormati Orang yang menolong Nyawa dirinya, tidak buruk juga. "Dan Permisi." Berbalik dan melangkah ke arah Pintu keluar dan entah kapan Tombak Hitam Bermata Tiga nya sudah berubah menjadi Payung Hitam yang menguncup. Dan itu membuat Raynare kaget. Karena tiba-tiba Pemuda yang sudah beberapa hari belakang ini ia rawat, akan pergi. "Secepat itu kah!"

Menghentikan langkah nya tepat saat akan memutar kenop Pintu itu. Lalu berbalik Menunjukan senyum ramahnya. "Tenang suatu saat nanti kita mungkin akan bertemu lagi!" Memutar kenop Pintu itu lalu melangkah pergi.

Raynare menghela nafas berat. Melihat Pemuda ia temukan beberapa Minggu lalu sudah Pergi. 'Main pergi saja. Setidaknya Makanlah Masakan ku du ' .

Tidak melanjutkan batinya, saat melihat Piring yang sudah kosong. "Kapan dia memakan nya?".

~0-0-0-0-0~

Di jalan Salah satu di Kota Kuoh

Terlihat Sang pemilik Sacred Gear Rival True Longinus ini. Dengan [Pede] nya, berjalan di terotoal. Bertelanjang dada hanya Celana Panjang berwarna Hitam bersaku dua di depan nya yang menutupi bagian bawahnya. Jangan lupakan Payung Hitam yang senantiasa di genggaman nya untuk memayungi Badan nya. Bahkan beberapa Orang yang melihat nya memandang aneh, terkecuali Para Kaum Hawa yang melihat nya dengan Rona Merah di kedua Pipinya. Melihat Badan Kekar telanjang nya yang Sexy. Tiba-tiba Senyum khas pemilik Sacred Gear rival True Longinus ini, tercipta. Melihat Gadis berkerudung. Mungkin se-umuran di bawahnya. Dengan Pakai'an persis seperti Perempuan yang ia Bunuh di Gereja tak di pakai itu. Bersurai Pirang yang terlihat di balik kerudungnya dan juga dirinya merasakan Energi Sacred Gear di dalam tubuh nya. 'Di lihat dari raut Wajah nya. Sepertinya dia Orang Polos?' Melihat raut Wajah Gadis berkerudung itu yang...sepertinya sedang melangkah mencari sesuatu. Terlihat jelas dari Kepala nya yang tidak mau diam. Tanpa babibu dirinya Melangkah lebar ke arah Gadis berkerudung itu. Senyum di bibir Naruto melebar. 'Benar-benar Polos!'. Melihat Gadis kerudung itu tersungkur ke depan. Karena tersandung Kaki nya sendiri.

"Bisa saya bantu, Nona!" Naruto bersuara ramah setelah tiba di dekat Gadis itu. Sambil mengulurkan Tangan Kanan nya. Mendengar Suara di dekatnya Gadis berkerudung Putih sedikit Biru di beberapa bagian...mendongakan Kepalanya. Melihat Tangan berukuran besar darinya yang terulur ke padanya. Sepontan dirinya menerima Uluran Tangan itu. Tidak lama Gadis itu merona baru sadar yang membantunya untuk berdiri. Bertelanjang dada. "Ah...arigato!" Membungkuk malu. "Dilihat dari tadi sepertinya Nona mencari sesuatu, dan sesuatu itu apa? Mungkin saya bisa membantu."

"Oh perkenalkan Nama ku Taketori Naruto!" Lanjut Naruto dengan ramah. "Em...sebenarnya aku sedang mencari Gereja tua di dekat daerah ini. Ehm...dan Nama ku Asia Argento!".

~_To. Be. Continued_~

A/N : Mah~...Selesai juga Chapter 2 Fic The Black True Longinus [ TBTL ] ini!

• Mungkin banyak para Readers menanyakan sifat Naru? yusuf buat Naru dalam Fic ini memiliki sifat berubah-ubah, tapi lebih domain ke Semi-Dark. [Menyamakan ke adaan].

• Senjata Naru dalam Fic TBTL ini dapat berubah-ubah. Termasuk ke bentuk Payung Hitam. Tapi bentuk Asli Senjata Naru adalah Sebuah Tombak bermata Tiga. (Seperti senjata Rokudo di Anime ' Katekyo Hitam Rebron 'KHR'.

Sekian dari Author...! yusuf ini.

SARAN DAN KRITIK NYA DI KOLOM REVIEW!

©yusufnur321