Baekhyun memandang namja di depannya yang sedang asik melahap cup mie. Namja yang merasa dirinya di perhatikan, mengalingkan pandangannya kearah Baekhyun.
"Kenapa hyung?" tanya namja tersebut menatap heran kearah Baekhyun. Sedangkan yang ditanya hanya menggelengkan kepalanya dan menatap kearah jalan malam Seoul yang sepi.
"Kau aneh hyung," namja tersebut melanjutkan kembali acara makannya tanpa memperdulikan namja manis dihadapannya yang memandang kosong kearah luar minimarket.
SomeOne is You
SMEnt, EXOtic, Tuhan YME
Romance
Baekyeol/Chanbaek
Yaoi, Typo, Gaje, dll
Dont Like Dont Read
Happy Reading~
Bekerja pada malam hari itu memang tidak enak, disaat semua orang terlelap dan bermimpi kita dituntut harus bekerja. Seperti yang aku lakukan setiap malam ini, pekerjaan sebagai penjaga kasir atau juga bisa disebut sebagai penjaga minimarket sebenarnya membuatku merasa sangat bosan. Ditambah lagi tidak ada satu orang pun yang ikut bekerja. Sendiri di tengah malam dan menjaga sejumlah uang juga barang adalah pekerjaan yang sangat tidak cocok untuk fisik ku yang lemah ini. Jika tiba-tiba nanti ada sekelompok perampok dan mencelakai diriku, aku hanya akan berserah diri percuma melawan, berteriak tidak akan ada yang mendengar. Tapi... kurasa mulai saat ini akan ada yang menemaniku kembali, seorang namja tinggi dengan senyum lebarnya juga sifat periangnya. Lihat, dia sedang berdiri didepan pintu dengan senyum bodohnya dan melambaikan tangannya kepadaku.
"Hai hyung,"suaranya yang menyapaku, membuatku tersenyum sedih. Park Chanyeol, kau sangat mirip dengan Park Chanyeol.
Author POV
"Halo hyung," Chanyeol menghampiri Baekhyun yang sedang duduk di depan meja kasir lalu duduk disebelahnya. Chanyeol menatap Baekhyun sehingga membuat namja manis tersebut sedikit merona.
"Yak! Kenapa memandang seperti itu?" Baekhyun mengibaskan tangannya didepan wajah Chanyeol dan mengalihkan pandangannya ke samping tidak kearah Chanyeol.
"Kau sangat manis hyung," bisik Chanyeol sambil memandang lembut kearah Baekhyun. Baekhyun yang merasa kurang jelas dari ucapan Chanyeol menoleh ke arah namja jangkung tersebut dengan wajah bingungnya. Chanyeol yang melihat hal tersebut hanya terkekeh kecil, dia merebahkan tubuh jangkungnya kesandaran bangku yang didudukinya.
"Hei hyung, besok kan weekend, bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan?" Chanyeol menatap Baekhyun dengan antusias dan penuh harap. Baekhyun yang ditatap hanya melirik canggung kearah Chanyeol kemudia mengangguk. Chanyeol yang senang memeluk tubuh mungil Baekhyun. "Besok ku tunggu kau di taman pinggir jalan raya ya hyung," Baekhyun hanya terbelalak kaget.
.
.
.
Baekhyun kini hanya duduk diam di bangku taman. Pikirannya melayang ke kejadian empat bulan yang lalu sambil memandang ke arah jalan raya dihadapannya. Dia hanya tersenyum miris mengingat kejadian tersebut. Tapi pikirannya langsung menghilang saat sebuah mobil sport berhenti di depannya. Baekhyun hanya memandang heran kearah mobil tersebut, tapi kebingungannya sudah terjawab saat pemilik mobil tersebut membuka kaca mobilnya.
"Hyung, ayo cepat naik! Mau sampai kapan kau memandang mobil ini?" Chanyeol hanya terkekeh melihat Baekhyun yang memandang dirinya sebal. Baekhyun jalan ke arah sisi pintu depan yang lainnya dan langsung menduduki dirinya disamping Chanyeol.
"Hei siapa yang menyuruhmu duduk disini hyung?" ucap Chanyeol dengan nada menggoda. Baekhyun yang kesal berniat keluar dari mobil mewah Chanyeol. Melihat Baekhyun yang ingin pergi, Chanyeol langsung menarik tangan hyung mungilnya. "Hei aku kan hanya bercanda Baekki-hyung," Chanyeol mengacak-acak rambut coklat Baekhyun dan mulai menjalankan mobilnya.
"Kau menyebalkan Chanyeol," Baekhyun hanya melirik kesal ke arah Chanyeol dan mengerucutkan bibirnya.
"Hyung, kau jangan menggodaku. Atau ku cium bibirmu itu," Baekhyun hanya membelalakan matanya dan memalingkan wajahnya melihat ke arah jalanan di depannya. Oh ternyata Baekhyun merona.
.
.
.
Kini kedua namja tersebut berada di sebuah taman bermain yang cukup terkenal di kota Seoul. Terlihat Baekhyun yang sangat senang sejak menginjakkan kakinya di taman bermain ini. Chanyeol yang melihat hal itu pun juga senang. Hey, bisa membuat senang orang yang kita sayang bukankah sebuah kesenangan tersendiri untuk kita? Sepertinya Park Chanyeol sudah jatuh kepesona Byun Baekhyun.
"Chanyeol, ayo kita menjelajah!" kata Baekhyun semangat. Chanyeol hanye mengangguk dan menggenggam lembut tangan Baehyun memasuki kawasan taman bermain tersebut.
-Skip Time-
"Hah capek," Baekhyun berjalan lesu di samping Chanyeol yang tidak kalah lesunya disampingnya.
"Hyung, kita naik itu yuk, untuk permainan terakhir hari ini,' ucap Chanyeol yang menunjuk bianglala yang mendapat anggukan antusias dari Baekhyun. Keduanya berjalan ke arena permainan tersebut dengan langkah yang santai dan jangan lupa, tangan mereka yang masih saling menggenggam.
Beruntung antrian tidak panjang, keduanya memasuki salah satu bianglala tersebut dan duduk behadapan. Terlihat jelas senyum bahagia di bibir tipis Baekhyun. Dia melihat keluar dengan wajah antusiasnya.
"Chanyeol-ah, gomawo, hari ini aku senang sekali," ucap Baekhyun dengan senyum manisnya yang terlihat sangat tulus.
DEG.
Entah kenapa jantung Chanyeol berdegup sangat cepat saat melihat senyum Baekhyun, darahnya mengalir dengan cepat dan mengumpul di wajahnya. Hanya sebuah senyuman, seorang Park Chanyeol dapat merona? Kau sudah terlalu jauh jatuh ke pesona seorang Byun Baekhyun.
"Kau kenapa? Kau sakit Chanyeol?" Baekhyun memegang pipi Chanyeol yang memerah. Chanyeol hanya diam membuat Baekhyun terlihat panik. Tiba-tiba Chanyeol memeluk Baekhyun dan menenggelamkan wajahnya le tengkuk Baekhyun.
"Hyung, saranghae. Jeongmal saranghae," bisik Chanyeol yang membuat namja imut dipelukannya terbelalak kaget.
.
.
.
Kini Chanyeol dan Baekhyun sedang berada didalam mobil Chanyeol. Keduanya terdiam. Semenjak pernyataan Chanyeol tadi, keduanya merasa canggung.
"Hm... Chanyeol-ah, itu..." Baekhyun mencoba berbicara di keheningan ini. tapi ucapannya terhenti karena dia bingung harus berbicara apa.
"Lupakan yang tadi, sebaiknya kita pulang hyung," Chanyeol menjalankan mobilnya keluar dari pariran taman bermain tersebut. Tidak ada percakapan selama perjalanan mereka. Hening. Satu kata yang tergambar di dalam mpbil mewahh tersebut.
"Tunjukan jalan kerumahmu hyung," suara berat Chanyeol yang memecahkan keheningan tersebut. Selanjutnya hanya ada suara Baekhyun yang menunjukkan arah kerumahnya.
Mereka sudah sampai didepan rumah kecil milik Baekhyun. Masih diam. Mereka masih diam. Tak ada niat untuk berbicara juga tak ada niat Baekhyun untuk keluar dari mobil tersebut.
"Nado Chanyeol-ah," Baekhyun mengucapkannya dengan suara yang kecil dan kepala yang menunduk. Chanyeol yang tidak jelas mendengarnya menolehkan kepalanya kearah Baekhyun.
"Kau bicara apa hyung?" ucap Chanyeol yang memegang pundak Baekhyun. Baekhyun menolehkan kepalanya kearah Chanyeol dengan ragu. Terlihat wajah merona Baekhyun yang terlihat samar karena gelap.
"Nado Chanyeol-ah, nado saranghae," cicit Baekhyun yang kembali menundukan kepalanya. Chanyeol mengangkat dagu Baekhyun dan memandang lembut kedua mata Baekhyun.
"Gomawo chagiya," Chanyeol mendekatkan wajahnya dan ditatapnya bibir tipis Baekhyun. Sedangkan Baekhyun hanya memejamkan matanya menunggu bibir Chanyeol menempel ke bibirnya. Tak lama, bibir tebal Chanyeol menempel pada bibir tipis Baekhyun. Hanya ciuman manis, penuh kasih sayang.
TBC
Aku tau ini pendek. Aku tau ini lama update. Aku tau ini tidak bertanggung jawab. Maaf, aku lagi sibuk sekolah dan segala macamnya. Maafkan aku. Setelah begini apakah kalian bersedia untuk Review? Gomawo *bow
