OUR MORNING
…
Disclaimer!
Kuroko no Basuke by Fujimaki Tadatoshi
Original story by Me
Warning!
BL, Typo, AU, OOC, susunan paragraph berantakkan
…
AkaKuroAka
…
NO Flame! DLDR!
….
Enjoy Read
…
"Eunghh" lenguhnya serak diikuti dengan gerakkan tak nyaman, sesuatu yang tebal namun lembut melilit tubuhnya amat erat, semacam kepompong yang memenjarakan ulat hingga membuat tubuh kecilnya nyaris tak dapat bergerak.
Kelopak pucat berkedut tak nyaman, perlahan membuka seiring dengan gerakkan menggeliat yang tak henti hingga tubuh mungilnya punya cukup ruang untuk membebasksan diri bersamaan dengan penampakkan manik biru bulat dengan berselimut embun tipis bening yang memberi efek berkabut pada si pemilik netra shapire, sesekali uapan bebas terlepas menyelingi tingkah menggemaskannya pagi ini. Tentu saja tak sadar diri. Tetsuya dengan sikap abai yang bahkan membuat dirinya bisa saja terancam diterkam oleh dua singa jantan yang syukurnya tak mememrgokinya pagi ini.
"Hmm dimana" gumamnya dengan mimik khas masih menanggung ngantuk, selalu sama begitu pagi menyapa. Suka lupa dir memang, bertanya tak jelas namun tak begitu peduli untuk mencari tahu jawaban dari pertanyaannya. Lihat saja bagaimana ia tak juga bergegas mencari tahu malah asyik bergulat dengan benda lembut yang tadi melilitnya.
surai biru berantakan yang mencuat kemana-mana, kaki ramping tak cukup tingginya menendang-nenedang hingga membuat benda yang mengukungnya tadi-aka selimut putih tebal terlepas sepenuhnya. Tentu dengan perjuangan tak mudah ya.
Tak perlu menunggu dirinya sadar seratus persen penuh, dengan langkah gontai dan sesekali menggosok mata ber-embun-nya yang kini telah berubah menjadi tetes bening bening pada sudut matanya, kaki beralaskan sandal bulu rumahan berkepala anjing Siberian, kaki berbalut piyama biru bergambar cookies coklat berwajah tengil itu secara alamiah melangkah menuju dapur, tenggorokkan yang terasa amat kering secara naluriah membawanya untuk mengambil segelas air untuk melegakkan rasa haus yang memang rutin menyerang kala pagi menjelang.
Tangan rampingnya begitu cekatan, mata yang masih terasa berat bahkan sesekali hampir menutup itu tak memberikan kesulitan berarti untuk menuang segelas air mineral yang langsung diteguknya rakus hingga tandas tak bersisa membuat tenggorokkannya lega seketika namun tak berefek sama pada kantuk yang masih mendera hingga tanpa berfikir panjang dengan posisi berdiri dirinya mulai membukkan sedikit tubuhnya hanya untuk mendaratkan kepala dengan rambut mencuatnya di atas counter dapur atau mungkin hampir saat rengkuhan dari sepasang tangan kekar memerangkap pinggang rampingnya memaksa dirinya terduduk di atas paha orang itu yang membuat Tetsuya sadar seketika.
Tubuhnya menengang bersamaan dengan hembusan hangat pada ceruk leher putihnya yang menghantar sensasi aneh semacam sengatan yang membuat tubuhnya bergidig spontan.
"Pagi sayang" suara baritone yang tedengar tak asing, ya! Tetsuya pernah mendengarnya beberapa kali, penasaran hingga ingin sekali dirinya menengok ke arah suara yang hmm –cukup memantik panas tubuhnya- ditengah rasa dingin pagi ini.
Harum maskulin membuat pikiran Tetsuya mulai kacau, dirinya cuku terganggu dan mungkin salah tingkah hingga- "Glup" tegukkan ludah Tetsuya jelas terdengar, mengundang kekehan gemas dari sosok yang masih memeluknya erat. Efek pada tubuhnya kian menjadi, tiba-tiba dirinya tak merasakan apapun pada tubuhnya, terasa kaku, seolah mati dan seakan dirinya dalam sekejap berubah menjadi manikin cantik yang terpajang dalam toko pakaian.
"kau lucu sekali sayang" tubuh yang lebih kecil diputar dengan mudahnya sembilan puluh derajat hingga keduanya kini saling berhadapan. Yang tertangkap dalam netra biru Tetsuya adalah pahatan sempurna dari paras tampan dengan gurat kedewasaan yang tegas membuatnya terkagum dalam diam apalagi dengan senyum teduh yang seolah menyihirnya, lalu tatapan dari sepasang ruby yang menguncinya, seolah sosok yang tengah berjarak amat minim dengannya itu adalah pusat dunia Tetsuya, satu-satunya yang boleh ditatap oleh si biru muda.
"kamarilah" tubuh tetsuya ditarik hingga jarak keduanya kian tipis, membuat diri senyamana mungkin di atas kursi berkaki jenjang yang memang sengaja dipasangkan dengan counter dapur yang tak begitu panjang.
Seijurou membelai lembut pipi gembul istrinya yang halus luar biasa dengan tatapan yang masih mengunci seakan tak mengizinkan manic shapire yang menjadi favoritnya itu mendua, bahkan pada seonggok gelas kosong yang beberapa menit lalu di cumbu oleh isterinya, senyumnya tak berubah, sungguh sebanding dengan tampilan pagi sang isterti yang membuatnya ingin melompat sesegara mungkin, membawa makhluk mungil menggemaskan itu ke tempat yang lebih privasi.
Dan, keinginan itu rasanya kian besar saat sang isteri yang dengan tidak tahu dirinya memasang mode mengagumi yang membuatnya terlihat semakin menggemaskan.
"Aku tahu aku tampan sayangku-" ucapnya membuat Tetsuya sadar seketika dengan bberapa goresan merah pudar yang mulai menjalar pada pipi putihnya, dirinya salah tingkah begitu acara menganguminya terinterupsi oleh suara seijurou yang sialnya terdengar lebih berat dan seksi. Tak tahan, Tetsuya hanya punya satu opsi atau mungkin refleks dari salah tingkahnya itu- memalingkan- wajah malunya, menatap apa saja selain wajah tampan suaminya membuat seijurou bertambah gemas dan rasanya ingin menerkam isteri manisnya ini langsung ditempat saja tanpa harus repot memboyongnya ke tempat yang lebih hmm -privasi.
"jadi," wajah yang semula ke samping itu di hadapkan kembali pada seharusnya dimana Seijurou bisa menikmatinya dengan puas- tepat menatap dirinya, dan rona merah itu masih disana, membuat Tetsuyanya lebih indah.
"berikan suami tampanmu ini dosis harian untuk pagi ini" alis merahnya terangkat seakan menggoda dan membuat Tetsuya kian salah tingkah, "oh tuhan tolong aku" lafalnyanya dalam hati dimana kini jantung mungil Tetsuya telah berdentum dengan kurang ajarnya hanya karena gomabalan pagi dari sang suami. Sungguh sial sekali, dia benar-benar dikacaukan luar dalam oleh suami tercinta.
"humpttttt . . . humptttt . . ." dan dalam sepersekian detik, salahnya yang sibuk dengan pemikiran absurdnya bahkan belum sempat mengatakan iya Tetsuya telah dibungkam oleh bibir tipis Seijurou.
Rasa yang Begitu lembut dan memabukkan benar-benar membuatnya seakan lumpuh, sempurna lupa dengan berbagai macam pikiran tak jelas yang beberapa detik lalu mengacau otaknya.
"humpppt humpppttt" lumatan-lumatan halus itu begitu membuai seakan membimbing Tetsuya untuk menari bersama dalam pergulatan lidah yang mengaduk-ngaduk goa hangat keduanya nafas dan saliva yang bertukar mereka nikamtai bersama. Tetsuya merasa dirinya seakan terbang hingga dengan hisapan-hisapan manis yang handal dari sang suami, bahkan tangan putihnya sudah menggantung indah pada leher lelaki merah itu. Tetsuya menyukainya, sangat suka.
"Hemmmhmmmm" gumamnya, Nafas Tetsuya terasa diujung, namun dirinya merasa enggan untuk melepaskan, meski jemarinya menarik gemas surai merah sulung dari Akashi itu namun tangan yang satunya seolah enggan untuk melonggarkan dorongan pada tengkuk suaminya, Tetsuya terbuai sampai ia yang amat sangat payah dalam menahan nafas bersikeras bertahan sampai lebih dari satu menit karena permainan lidah suaminya yang sangat hebat. Memang seoarang Akashi adalah good kisser.
sadar akan kondisi sang isteri yang butuh asupan udara seijurou memilih mengalah yang membuat raut kecewa samar terlihat diantara mimic payah akibat dari ciuman panas yang nekat ia pertahankan. Seijurou memutus sepihak namun wajahnya tak menunjukkan akan menyudahi, dan benar saja ternyata Seijurou hanya menjeda, garis bawahi -Menjeda- karena beberapa detik setelahnya kegiatan itu berlanjut kembali dengan kecupan-kecupan pendek dengan pola hisap gigit dengan durasi cukup panjang.
Yah setidaknya membuat rasa kecewa Tetsuya terbayar. Bukankah seijurou suami yang peka dan sungguh murah hati bukan.
"Woah, kau curang lagi nii-san" seseorang menginterupsi kegiatan keduanya, mengundang decakkan tak suka. Namun seijurou cukup sadar jika mahluk kurang ajar yang berani menganggunya itu juga memiliki status yang sama dengan dirinya.
Tetsuya yang masih dalam pangkuan seijurou dengan keadaan lemas efek dari ciuman panas barusan diangkat hingga berpindah ke pangkuan sosok yang juga berambut merah namun sedikit lebih pendek dengan manik ruby-emas.
Matanya menatap tajam pada sosok kakak yang merasa tak bersalah sama sekali, toh tak ada aturan siapa yang harus lebih dulu mendapat jatah bukan!
"kau mencuri star lebih awal" ucapnya tak suka, sorot manik heteronya tegas dengan tatapan tajam pada sang kakak yang masih tak bergeming. Rasa kesal berkelebat sekilas dalam hati Seijurou lantaran kegiatan paginya dengan sang isteri cantik dihentikan paksa.
"Mau mencuri star atau tidak, harusnya tak masalah bagimu jika kau bisa lebih baik dariku. Tentunya" Seijurou melempar olokkan pada saudara kembarnya, daripada mengaku salah atau mengalah dirinya lebih suka menyulut api agar suasana kian panas.
"Ck dasar, kau pikir aku akan kalah" balas Seijirou.
Sementara itu Tetsuya memandang suaminya yang lain-seijirou yang tengah mengusap bibir merahnya yang telaah membengkak dengan tatapan sayu, sendinya masih terasa amat lemas, efek dari morning kiss panas yang baru saja dia lakukan dengan Seijurou.
"Jangan salahkan aku jika akan lama sampai finish" ucapnya sambil menyeringai lalu meraup bibir Tetsuya dengan ganas, tempo cepat yang menunutut, bahkan lumatan-lumatannya cenderung kasar dengan lidah yang bergerak lincah di dalam sana, membelit tanpa ampun, menyesap setiap bagian yang mampu dijangkaunya, ah ralat-maksudanya tidak akan melewat walau setitik bagian pun bahkan dirinya rela mengulang untuk singgah pada bagian yang sama beberapa kali karena baginya meski dilumat berkali-berkali, meski menghisap dan membelit berulang rasanya akan semakin candu, tak peduli nafas menipis seakan tuntutan untuk menikmati bibir tipis itu lebih kuat dari apapun juga.
"Humpptttt ahhh humppttttt" Tetsuya meremat kuat lengan yang membelenggu pinggang rampingnya. Tubuhnya tambah lemas, belum pula dirinya normal dari serangan seijurou kini ia kembali mendapat serangan dari si bungsu yang bahkan lebih panas dan ganas dari kakaknya, Tetsuya menyerah, dirinya tak kuat meski tak dipungkiri juga jika dirinya pun menikmati ciuman dari seiji.
Mau lembut atau kasar rasanya sama-sama nikmat bagi Tetsuya, terbukti dengan erangan dan desahan-desahan yang lolos beberapa kali dari sela-sela ciuman mereka. Seijurou menyeringai, dirinya bersorak penuh kemenangan dalam hati sambil melempar tatapan mengejek pada sang kakak yang menyaksikan live action ciuman panasnya dengan isteri meraka. Bagaimana tidak, sungguh dirinya berhasil memutar alunan merdu dari isteri cantiknya.
"Hey cukup!" tepukan pada dada bidang yang terekspos sedikit dari balik belahan bathroobnya dan inetrupsi dari sang kakak membuat seijirou melepas tautan bibirnya dengan Tetsuya dengan terpaksa.
Dia menjilat dan mengecup kadang menghisap berkali-kali bibir yang telah terlepas dari tawanannya itu, masih menatap lapar pada benda kenyal yang membengkak sempurna dengan wajah pemiliknya yang terlihat sayu tak berdaya.
"Ck, padahal sudah kubilang akan lama mencapai finis padamu tadi" decakannya tak suka namun tak sedikitpun dapat respon dari sang kakak yang dengan kurang ajarnya menganggu santapan paginya- apa dia mau balas dendam? Dasar kekanak-kanakan gumamnya lalu membawa tubuh sang isteri dalam gendongan.
"Hey, kau mau bawa Tetsuya kemana" lagi-lagi seijurou menghentikannya, apalagi kini kembarannya itu pun sudah beranjak dari posisinya, bahkan mengikuti dirinya dari belakang. Bahkan tak dijawab pun seijirou yakin kakaknya itu tahu kemana dirinya akan membawa isteri mereka. Tentu saja ke kamar, kemana lagi jika keduanya sadar betul jika hormone mereka yang melonjak pagi ini tak akan mudah di tidurkan tanpa bantuan isteri tercinta.
~End~
Haloo teman-teman, gak nyangka saya balik ngerjain work ini. Padahal oneshoot ya! Padahal ada work lain yang juga belum kelar. hiks
rasanya cukup lama saya menghilang ;( padahal sih tetap stay
Karena saya yang mulai beralih dari menulis ke membaca, jujur sih memang lebih enak membaca bener gak? (hahaha). Apalagi cerita dari OTP baru yang bikin terbuai saking bagus-bagusnya. . . hehehe
Seriusan ada banyak banget halangan, seperti kesibukan, WB yang menyerang karena terlalu lama istirahat atau laptop yang tiba-tiba ngambek sampai bikin gak nyaman untuk buat story baru atau lanjutin yang lama yang ujung-ujungnya buat malas nulis . . hiks padahal masih punya hutang. . . Gomenne
Dan yang bikin malas juga mungkin karena diri ini yang mulai beralih dari ffn ke wp. . . wp mulai membuat saya terbuai dan mau pindah rasanya. Padahal bikin akun wp memang lebih dulu daripad ffn sih.. oke stop deh! Abaikan saja ya. . .!
