Drabble Collection

Disclaimer : Para character bukan milik saya, saya cuma minjam doang kok beneran .-.v #SLAP

.

.

.

3. KanoAya not ShinAya

Ia mencintai kakaknya sendiri

Ia mencintai kakaknya lebih dari pemuda itu

Jika saja kakaknya memilih dirinya, dan bukan pemuda itu.

Jika saja pemuda itu tidak muncul dikehidupan sang kakak

Pasti kakaknya masih akan tetap berada disamping dirinya—

—dan tidak berakhir dengan merah

Ia mulai suka kepada merah

—sejak sang kakak terus menggenakan syal merah itu.

Ia bahkan rela mengubur rasa bencinya kepada warna merah

—itu semua karena kakaknya

Tapi sekarang

—ia bahkan tak sudi untuk melihat warna merah itu lagi

Karena merah mengingatkannya kepada sang kakak

Juga cinta nya yang harus hancur sebelum memulai

Seharusnya kisah ini berakhir dengan happy ending

Ya, happy ending dimana adanya KanoAya. Bukan dengan ShinAya yang justru merubah kisah ini menjadi sad ending.

4. Merelakan—yakin?

Sejak awal Shuuya tidak pernah suka akan pemuda yang selalu berada didekat kakaknya itu—yah, walaupun sang kakak yang terlihat bersemangat mendekati pemuda itu.

Pemuda itu sangat menyukai soda, ia bahkan jauh lebih memilih untuk berbincang dengan sodanya tersebut dan mengabaikan kakaknya. Dan Shuuya benar-benar tidak senang melihat kakaknya diabaikan seperti itu—well, Shuuya memang aneh.

"Nee-chan, apa kau menyukai pemuda aneh itu?" tanya Shuuya, saat itu memang hanya dia dan kakaknya yang berada dirumah—Tsubomi dan Kousuke tengah pergi entah kemana.

Kakaknya, Ayano mengernyit. "Pemuda aneh? Shintaro-kun maksudmu?"

"Siapa lagi kalau bukan orang sinting itu!" Shuuya mendengus kesal.

"Tadi kamu memanggilnya aneh sekarang malah sinting, memangnya ada apa Shuuya? Sepertinya kamu terlihat tidak senang dengannya."

Mendengar pernyataan Ayano, sontak membuat wajah Shuuya memerah. Tidak mungkin kan dia mengatakan bahwa ia tidak suka dengan pemuda itu karena merebut Ayano darinya?

"Uhm… em… siapa bilang aku tidak senang dengannya, lagipula itu kan panggilan kesayanganku untuk calon kakak ipar."

Rasanya Shuuya hendak mencuci mulutnya berkali-kali dengan sabun sekarang, mengingat ucapan terakhirnya yang sukses membuat wajah Ayano memerah—

"Calon kakak ipar? Maksudmu apa Shuuya?!"

—ah, sepertinya Shuuya memang harus merelakan kakaknya itu untuk pemuda gila soda itu.

5. Rival

Sepertinya Shuuya memang harus mengungkapkan empat kata ini sebelum terlambat. Sebelum pemuda ber-jersey merah terus mendahuluinya.

"Kita Rival mulai sekarang!"

"Maksudmu? Rival apanya… memangnya kita akan bersaing untuk apa?" Shintaro, pemuda ber-jersey merah itu mengernyit—tidak mengerti dengan ucapan pemuda berambut pirang yang merangkap sebagai adik angkat sahabatnya—atau lebih tepatnya calon pacar.

"Tentu saja memperebutkan Ayano-nee!"

Kano Shuuya, 12 tahun.

Mendeklamasikan perang untuk pertama kalinya.

To Be Continued


Halo semuanya ^^ lama tak berjumpa /nak. Setelah sekian lama akhirnya drabble collection yang semkain gaje ini update juga! ^o^/

Sebelum saya minta maaf kalau update nya benar-benar telat, saya baru ada niat untuk melanjutkannya hari ini soalnya /ditendang.

Entah kenapa jadi semangat ngetik soal KanoAya—walaupun ini bukan termasuk KanoAya—sejak nonton MCA episode 9 minggu lalu/nak.

Ah sekian dari saya, ditunggu review nya jika berkenan ^^

Thanks for review : Watashiwakyo, Boku Wa Uzu, Kurotori Rei