Leafa dan Sinon berjalan menyusuri pasar di Neutral Teritority. Mereka berencana membeli beberapa HP dan Mana Potion untuk persiapan Party mereka nanti.

"Maaf Sinon. Kami memintamu ke ALO mendadak."

"Tidak apa. Lagipula tak ada yang aku lakukan sekarang di GGO."

"Benarkah? Kalau begitu kau harus sering sering berada di sini."

Sinon tidak menghiraukan perkataan Leafa. Matanya tertuju pada busur panah yang letaknya cukup jauh dari tempat ereka saat ini.

"Apa yang kau lihat,Sinon?"

"Lihat itu. Disana ada busur yang sangat indah. Aku ingin membelinya."

"Benarkah? Aku tidak bisa melihatnya."

Wajar saja Leafa tidak bisa melihat busur itu karena jaraknya yang cukup jauh. Untuk penglihatan, ras Caith Sith adalah yang terbaik. Layaknya seekor kucing, mata mereka sangat tajam. Itulah sebabnya Asada Shino memilih ras Caith Sith dalam game ini.

"Leafa, tetalah disini. Aku ingin pergi sebentar."

"Tapi…"

Sinon mengeluarkan sayapnya dan terbang meninggalkan Leafa.

"Dasar. Memangnya dia punya cukup uang untuk membelinya? Dia kan baru saja membuat karakter di ALO. Sudahlah. Biarkan saja."

Leafa menggerutu sendiri. Tanpa sadar dari tadi ia diperhatikan oleh pemain lain yang lewat di dekatnya.

"Hei. Berhentilah berbicara sendiri. Jika tidak, kau akan dianggangap gila."

Suara itu berasal dari belakang Leafa. Leafa berbalik.

"Oh. Kau rupanya. Kau membuatku terkejut."

Dia adalah XKCZ. Pemain yang ditemuinya saat berada di Slyph Teritority dua hari yang lalu.

"Kau mengenalku? Apa kita pernah bertemu sebelumnya?"

Dia tampaknya benar benar lupa kalau dia pernah bertemu Leafa kalau sebelumnya.

"Hah? Kau sudah lupa? Kita pernah bertemu di Slyph Teritority. Saat itu kau…"

"Ya ya ya. Aku ingat apa yang terjadi dua hari yang lalu. Aku hanya ada masalah saat mengingat wajah seseorang."

"Dasar. Aku Leafa. Ingat wajahku baik baik!"

"Maaf, Leafa."

"Tidak apa-apa. Oh ya, apa yang kau lakukan di sini, X?"

"Tidak ada. Aku hanya mencari beberapa makanan."

"Kau suka makan rupanya."

"Yap"

Dari atas langit, terdengar suara Sinon memanggil Leafa.

"LEAFAAA!"

Sinon mendarat. Nafasnya terengah-engah.

"Ada apa, Sinon?" Tanya Leafa.

"Saat aku disana, aku mendapat berita kalau Boss Aincrad yang akan kita lawan sudah dikalahkan."

"Kalau begitu, masih ada 2 lagi kan?"

"Tidak. Mereka juga sudah dikalahkan."

"Apa? Cepat sekali. Kali ini 3 Boss Aincrad dibuka pada jam 2 siang, dan sekarang baru jam 3. Biasanya guild akan menyusun strategi dulu dan itu akan memakan waktu lebih dari satu jam."

"Tidak. Yang mengalahkan mereka bukan guild. Tapi satu orang pemain"

Leafa terkejut mendengar hal itu. Seharusnya dibutuhkan beberapa pemain sekaligus untuk mengalahkan boss. Tapi dia berhasil melakukannya sendirian bahkan, tidak hanya satu tapi 3 boss berhasil dikalahkannya.

"Ayo, Sinon. Kita harus memberi tahu yang lainnya" kata Leafa

"Kau Sinon ya?" Tanya XKCZ

"Um, iya." jawab Sinon

"Ayo cepat kita pergi."

Leafa memegang tangan Sinon dan menariknya agar Sinon segera terbang.

"Kau lebih pantas dengan snipermu!"

Kata kata itu terucap dari bibir XKCZ namun, Sinon tidak terlalu mendengarnya.

"Sniper?"

Sinon mengulangi kata yang paling jelas didengarnya.

XKCZ berjalan meninggalkan tempat itu.

"TUNGGU!"

Langkah XKCZ terhenti oleh suara yang memanggilnya. Dia menoleh.

"Ada apa? Aku rasa aku tidak mengenalmu." Katanya

"Tentu kau tak mengenalku. Tapi aku mengenalmu. Avatar itu, seharusnya sudah dihapus dari dulu." Kata pemain itu kepadanya.

"Oh, kalau kau tau avatar ini berarti kau juga pernah sama sepertiku."

"Ya. Kau benar." Pemain itu berjalan mendekati XKCZ

"Begitu ya. Aku tau kau siapa. Ras Salamander, berbadan besar dengan pedang besar di punggung. Kau salah satu dari dua brsaudara itu. Kau Eugene." Tebaknya

"Kau benar lagi, Dark Angel." Puji Eugene

"Tak ada yang memangiilku seperti itu saat ini."

"Kau tahu? Tidak ada lagi quest Alfheim. Dan alf itu hanya omong kosong. Jadi, untuk apa kau disini? Selain itu semua karakter termasuk avatar itu seharusnya sudah dihapus" Tanya Eugene

"Kau benar tentang quest bodoh itu. Tapi, untuk apa kami dulu melawan kalian semua jika Alf tidak ada?" XKCZ bertanya balik

"Apa maksudmu?" Eugene tampak mulai emosi

"Kau akan tahu sendiri jawabannya" jawab XKCZ

XKCZ berjalan menjauhi Eugene yang masih bingung dengan jawaban XKCZ barusan.