Chanyeol memperhatikan kekasihnya yang masih sibuk berbicara dengan perempuan dari ponselnya. Kekasihnya itu sungguh menggemaskan, lihat saja bagaimana bibir tipisnya yang tersenyum kadang mengerucut.

"Bye Lu~"

Baekhyun menutup panggilan ponselnya kemudian menatap kekasih tingginya yang sedaritadi memperhatikannya. Dia tersenyum kemudian berjalan mendekati Chanyeol kemudian duduk dipangkuan lelaki itu.

"Aku kira kau tidak terlalu dekat dengan perempuan China itu."

Baekhyun terkekeh. Dia menyenderkan kepalanya didada bidang Chanyeol. Matanya terpejam saat kekasihnya itu mengelus lembut kepalanya. "Dia 'kan juga mahasiswa sepertiku, dan aku adalah orang pertama yang menegurnya saat dia pertama kali menginjakkan kakinya dikampus. Dia juga sangat pintar –karena dia adalah mahasiswa yang terpilih diprogram pertukaran mahasiswa."

"Aku tau itu Byun."

"Aku hanya menjelaskan Park."

Chanyeol tertawa lalu mendekap tubuh mungil Baekhyun seerat-eratnya. Tidak mempedulikan Baekhyun yang memukul lengannya karena sesak nafas.

"Aku mencintaimu. Sangat."

"Aku membencimu."

Kekehan Chanyeol kembali terdengar. Dia mencium kedua pipi Baekhyun dengan gemas dan semakin mengeratkan pelukannya dipinggang sempit Baekhyun.

"Aku merindukanmu Baek," Chanyeol membiarkan bibirnya menyusuri leher jenjang Baekhyun, membuat perempuan itu melenguh nikmat. "Bolehkah?"

Dan satu anggukan dari Baekhyun membawa keduanya terbang kedalam nikmat duniawi.

.

Kang Seulla Present

COMEBACK (LIE)

BYUN BAEKHYUN (GS)

PARK CHANYEOL

OH SEHUN

XI LUHAN (GS)

Summary

Baekhyun tau kalau hidupnya benar-benar penuh dengan kebohongan. Mengajarkan anaknya untuk berbohong. Walaupun begitu, dia tetap bahagia diatas kebohongan ini. Tapi semua berubah saat seseorang berucap "Aku kembali."

.

Cerita ini murni hasil pemikiran Seulla. Jika ada kesamaan itu tidak disengaja

.

Tulisan yang dicetak miring adalah flashback

.

Happy Reading~ and don't forget for REVIEW

.

.

.

oOo

.

Hari-hari selalu Baekhyun lakukan seperti biasa. Bangun tidur kemudian mandi lalu memasak sarapan untuk anak dan suaminya. Selesai dengan sarapan, Baekhyun membangunkan sang suami dan anak semata wayangnya lalu menyiapkan keperluan mereka. Setelah itu sarapan, mengantar anaknya ketempat sekolahnya lalu bekerja.

Tapi ada satu hal yang berbeda ketika atasan lamanya kini diganti atasan barunya. Si Park Chanyeol. Berbeda? Yah... lihat saja seperti ini. Baekhyun berada didalam ruangan direkturnya, menemani lelaki itu menghabiskan sarapannya. Dengan ancaman jika Baekhyun tidak menemaninya, gaji perempuan itu akan dipotong 5% setiap dia menolak. Hell! Akhir bulan ini dia berencana untuk resign dan gaji terakhir tidak boleh ada yang berkurang, bahkan seharusnya bertambah karena dia karyawan senior disini.

"Ayolah Baekhyun... jangan hanya diam."

"Saya disini hanya untuk menemani anda sajangnim."

Baekhyun dapat melihat lelaki itu mengacak rambutnya kasar, membuat tatanan rambut rapinya berantakan. Tapi atasannya itu tidak mengucapkan sepatah katapun dan melanjutkan makannya.

Sudah terhitung lima hari Baekhyun melakukan tugas anehnya ini. Merelakan berkas-berkas yang harus diselesaikannya secepat mungkin, beruntung pekerjaannya dipastikan akan selesai sebelum dia resign nanti.

TEK

"Anda sudah selesai? Saya akan kembali bekerja," Baekhyun berdiri dari duduknya kemudian berjalan kearah pintu.

"Tunggu."

Langkahnya berhenti saat mendengar suara bass atasannya, dia menoleh dan mendapati raut sedih diwajah lelaki itu.

"Baek... maafkan aku."

Tanpa sepatah katapun, Baekhyun membalikkan badannya kemudian berjalan cepat meninggalkan ruangan itu tanpa mengetahui setetes airmata yang jatuh dipipi atasannya.

.

.

oOo

.

.

Jari lentik Baekhyun menari diatas dada bidang Chanyeol yang tidak mengenakan apapun. Bibirnya melukiskan sebuah senyuman manis saat melihat mata bulat kekasihnya yang terpejam.

"Chan?" kekasihnya itu hanya bergumam sebagai jawaban. "Kau tau, Luhan dan kekasihnya itu ingin bertunangan dan sudah menentukan tanggal pernikahan mereka."

Chanyeol membuka matanya kemudian menatap lekat wajah cantik kelinci manisnya ini. "Ohya? Siapa nama kekasih si Luhan itu?"

"Oh Sehun." Chanyeol mengangguk mengerti. "Aku diundang, apa kau mau menemaniku?"

"Itu jauh Baek, Tiongkok."

Baekhyun mengerucutkan bibirnya kemudian membalikkan badannya memunggungi Chanyeol. Merajuk.

Chanyeol terkekeh kemudian memeluk tubuh kekasihnya itu dari belakang. Hidungnya menghirup aroma yang menguap dari rambut Baekhyun.

"Kapan pertunangannya hm?"

"Satu bulan lagi."

"Baiklah kita akan kesana nanti."

Baekhyun membalikkan tubuhnya cepat kemudian memeluk tubuh Chanyeol dengan erat saking senangnya.

"Terima kasih Chan~"

"Tapi lima ronde lagi ya?" Chanyeol menekan kejantanan polosnya pada kewanitaan Baekhyun yang juga sama polosnya –karena mereka habis melakukan sex tadi.

"Aahh Chan hh~"

.

oOo

.

Baekhyun benar-benar harus berterimakasih pada suaminya ini. Disaat pikirannya yang penat dengan kejadian dikantornya, Sehun malah mengajaknya dinner direstorant itali kesukaannya –setelah menitipkan Jesper pada tetangga sebelah rumah mereka, beruntung ada Jessica yang seumuran dengan Jesper.

"Sehun! Kau memang sangat mengerti diriku!" Baekhyun memekik pelan saat dirinya dan Sehun sudah duduk disebuah meja yang berada dekat jendela, memperlihatkan sebuah taman yang cantik. "Aku sedang banyak pikiran dikantor."

"Bukankah sudah kubilang, kau seharusnya berhenti bekerja dan hanya mengurus Jesper?"

Baekhyun mengangguk lucu. "Akhir bulan aku akan resign. Tunggu sepuluh hari lagi ya~"

Sehun terkekeh kemudian meremas tangan Baekhyun yang berada digenggamannya. "Aku sangat mencintaimu."

"Aku juga mencintaimu," Baekhyun merona saat dengan romantisnya Sehun mengecup kedua tangannya.

Setelah itu datang seorang pelayan yang menanyakan pesanan mereka. Baekhyun memesan Fettucine dan segelas strawberry soda dan Sehun yang memesan Lasagna dan segelas vodka.

"Bagaimana restorant kita?"

"Seperti biasa, kadang sepi terkadang ramai. Yah... memang seperti itu bukan?"

Baekhyun mengangguk paham. Selama menunggu pesanan mereka, keduanya sibuk dengan obrolan dan juga gombalan-gombalan yang dilontarkan Sehun yang dapat membuat istrinya itu tersenyum malu dengan wajah memerahnya.

Tapi kegiatan mereka berhenti saat seorang yang dikenal Baekhyun mendekat kearah mereka. Sialan. Itu Park Chanyeol, si direktur barunya.

"Ah, Byu-"

Baekhyun sedikit mengernyit saat mendengar ucapan lelaki itu terpotong.

Sedangkan Chanyeol menatap aneh kearah lelaki yang duduk Bersama Baekhyun. Dia seperti tidak asing dengan lelaki ini, tapi... dimana dia bertemu dengan lelaki ini?

"Ah... sajangnim," Baekhyun berdiri untuk sekedar membungkuk kearah Chanyeol –walau bagaimanapun, lelaki ini adalah atasannya "Sehun, kenalkan ini direktur baru didivisi-ku," Baekhyun menoleh kearah Sehun kemudian mencolek tangan suaminya.

Ah! Chanyeol ingat! Sehun. Oh Sehun. Yang waktu itu bertunangan. Tapi... kenapa dia dan Baekhyun...

Sehun berdiri kemudian membungkuk kecil dengan senyum tipisnya. "Saya Sehun, suami Luhan. Senang bertemu dengan anda."

Chanyeol yakin wajahnya sangat bodoh saat ini. Mata bulatnya menatap terkejut dan bingung kearah Sehun yang mengulurkan tangannya kemudian menatap penuh tanya kearah Baekhyun yang hanya menundukkan wajahnya.

Sebenarnya... apa yang terjadi?

.

.

Bersambung

.

.

Aku mohon maaf jika Chapter ini sangat pendek! Kalian boleh caci maki aku karena cerita yang aneh terus pengetikan, pemilihan kata yang gak bagus terus chapternya pendek.

Aku ada beberapa alasan yang mengharuskan aku membuat chapter ini sangat pendek. Ini karena jadwal aku yang padat, laptop rusak –ini aja bikin di laptop doi. Aku janji, kalau laptopku sudah diperbaiki, aku akan buat chapter selanjutnya lebih panjang dari ini.

Aku benar-benar minta maaf untuk chapter ini. And last, bersedia review? Thank you~