Miracle in Love

.

.

Cast : Kim Ryeowook , Kim JongWoon , Choi Siwon and other cast

.

.

Pairing : YeWook, Siwook.

.

.

Warning : Boys love , Yaoi , ooc , alur berantakan , cerita ngk jelas , gaje dn ngebosenin , Typos bertebaran di mana2 , judul ngk nyambung ama isi cerita

.

.

Desclaimer : cerita ini saya remake dari komik yang pernah saya baca entah apa judulnya saya lupa #plakk , tapi ngk kesemuaannya sama , ada yang saya tambah dan ada yang saya kurangi sesuka hati saya bikin ini ff, tapi saya ngk PLAGIAT .

.

.

Ok Happy Reading~

.

.

chapter sebelumnya~

.

"Hyung.. Si-siwon Hyung.."

Siwon menghampiri Ryeowook dan mengusap kepala Ryeowook sayang

"apa yang kau lakukan di sini baby?" Tanya Siwon lembut masih mengelus rambut Ryeowook

"tidak , aku hanya mengunjungi temanku Hyung.." jawab Ryeowook berbohong tidak ingin Siwon tau tentang kejutannya dan menunjuk Yesung di depannya yang kini menatap Siwon dengan tatapan yang sulit di artikan .

Siwon segera melihat ke arah yang di tunjuk Ryeowook, tiba-tiba mukanya mengeras menahan marah seketika melihat wajah Yesung.

"Kauu..."

.

.

.

.

Siwon dan Yeusung masih memandang satu sama lain dengan pandangan yang sulit di artikan , Siwon kini terlihat mengepalkan tangannya kuat-kuat , bagaimana bisa adik ankatnya sekaligus orang yang di cintainya bisa bertemu dengan Yesung yang di capnya sebagai pembunuh. Sedangkan Ryeowook memandang ke dua namja tampan di depannya dengan pandangan bingung.

"Hyung ap- " belum sempat Ryeowook menyelesaikan kata-katanya , Siwon sudah menarik pergelangan tangannya.

"Kita pulang.." ucap Siwon dingin dan segera membawa Ryeowook menjauhi Yesung dan memasuki mobil yang terparkir tidak jauh dari tempat itu kemudian melajukannya meninggalkan Yesung yang kini memejamkan matanya tidak menyangka bahwa ia akan bertemu dengan Siwon kembali.

.

.

.

.

Di dalam mobil Ryeowook dan Siwon hanya diam , tidak ada yang berbicara sedikitpun biasanya mereka akan berceloteh atau lebih tepatnya Ryeowook yang berceloteh riang mengenai banyak hal tapi sekarang entah mengapa suasana menjadi sangata kaku. Ryeowook ingin sekali menanyakan soal Yesung tapi ia takut melihat Siwon sepertinya tidak menyukai Yesung jadi ia putuskan untuk melihat keluar kaca mobil melihat pemandangan di jalanan.

Siwon yang melihat keterdiaman adik angkatnya itu menoleh dan melihat wajah manis Ryeowook yang kini terlihat murung.

"ada apa baby? kau terlihat murung.." Tanya Siwon lembut sambil mengusap surai hitam Ryeowook , membuat Ryeowook menoleh ke arahnya.

"Aniya Hyung, Wookie hanya lelah.." Jawab Ryeowook sekenanya , kemudian kembali memandang jalanan.

"istirahatlah.."

"umm"

.

.

Siwon menggendong tubuh mungil Ryeowook yang ketiduran memasuki rumah mereka , belum sempat Siwon menaiki tangga seseorang mengintrupsinya.

"Woonie apa yang terjadi pada Wookie?" tanya wanita paruh baya yang ternyata eommanya itu khawatir yang sudah berada di samping Siwon dan mengusap rambut Ryeowook lembut.

"dia hanya kelelahan dan tidur selama perjalanan ke sini, eomma tidak usah khawatir seperti itu.." ucapa Siwon di sertai senyum yang menampilkan lesung pipinya membuatnya semakin tampan meyakinkan eommanya bahwa Ryeowook baik-baik saja.

"segeralah bawa Wookie ke kamarnya , eomma ke kamar duluan.." Ms cho mencium kening Ryeowook sayang dan segera ke kamarnya ,

Siwon kemudian membawa Ryeowook ke dalam kamar namja manis itu dan menidurkannya , mengganti seragam Ryeowook dengan paiama yang selalu Ryeowook gunakan .

siwon memandangi wajah Ryeowook yang tertidur dengan pulas , di singkirkannya poni Ryeowook yang menutupi mata indahnya.

"Hyung harap kau tidak akan bertemu lagi dengannya baby, Hyung mencintaimu.." Siwon kemudian mengecup kening Ryeowook lama , kemudian merapikan selimut Ryeowook dan keluar dari kamar milik Ryeowook.

.

.

.

.

Ke esokan harinya Ryeowook tidak langsung pulang kerumahnya ia pergi ke flat Yesung sesuai janjinya kemarin ia akan membantu Yesung untuk bekerja di pom bensin untuk membayar sisa hutangnya, dan tanpa sepengetahuan Siwon tentunya, jika Siwon tau mungkin ia tidak mungkin bisa kesini.

Kini Ryeowook sudah berdiri di depan flat milik Yesung , Ryeowook mengetuk pintu flat Yesung dan menunggu sang empunya untuk membukakan pintu tak lama kemudian pintu terbuka menampilkan wajah Yesung yang baru saja bangun tidur , terlihat dari rambutnya yang acak-acakan serta mukanya yang masih mengantuk.

"Kau? mau apa kau dtang kemari?" Tanya Yesung setelah melihat jelas wajah yang sedang berdiri di depannya.

Ryeowook mengeryit, apa namja di depannya ini lupa dengan perjanjian yang ia berikan kepadanya kemarin?

"aku ingin membantumu bekrja sesuai janjiku kemarin , apa kau lupa ?" Jawab Ryeowook membuat Yesung menepuk jidatnya , baru mengingat soal yang kemarin.

"masuklah , aku mau mandi dulu.." Yesung kemudian membuka pintu flatnya lebar-lebar bermaksud menyuruh Ryeowook masuk.

Ryeowook kemudian memasukii flat kecil milik Yesung , ia kemudian melihat ke sekeliling di dalam flat ini cuman terisi satu tempat tidur ukuran kecil, di sampung tempat tidur ada meja belajar kemudian sebuah lemari pakaian yang ukurannya tidak terlalubesar berada di pojok ruangan , di samping lemari ada tirai yang tadi yesung masuki mungkin di sana kamar mandi atau semacamnya.

Ryeowook kemudian berjalan ke arah ranjang Yesung kemudian mendudukkan pantantnya di sana , di ruangan itu tidak ada kursi hanya kursi meja belajar Yesung yang ada jdi ia putuskan untuk duduk di ranjang Yesung sambil menunggu pemuda tampan itu menyelesaikan acara mandinya.

Tiba-tiba ada sesuatu yang menggelitik kaki Ryeowook , Ryeowook menengok kebawah kakinya dan menemukan seekor anjing kecil berbulu putih yang sangaat cantik , ia ke mudian mengambil anjing tersebut dan mendudukkannya di pangkuannya.

"whoaa kau lucu sekali~~" ucap Ryeowook gemas lalu mengelus bulu anjing itu , ia kemudian bermain-main dengan anjing itu sambil menunggu Yesung selesai.

Tapi kemudian anjing itu melompat dari pangkuan Ryeowook dan berlari dan memasuki tirai yang ada di samping lemari.

"heyy mau kemana .." Ryeowook yang akan segera mengejar anjing itu mengurungkan niatnya ketika di lihatnya anjing itu keluar bersama Yesung yang sedang menggendong anjing kecil itu, Yesung kini terlihat lebih tampan dari sebelumnya seusai mandi.

"Apa kau menyukainya?" Tanya Yesung sambil mengelus bulu putih bersih anjingnya dan mendapat anggukan kecil dari Ryeowook.

Eentah mengapa muka Ryeowook jadi memanas melihat penampilan Yesung yang menurutnya sangat tampan, ia kemudian menundukkan wajahnya agar rona merah di pipinya tidak terlihat Yesung

"Melo.."

"umm.." Ryeowook mendongak

"namanya melo.." ucap Yesung lagi dan segera memberikan anjing yang bernama melo itu ke Ryeowook , Ryeowook lalu tersenyum dan menerima melo,

"Annyeong melo , aku Kim Ryeowook semoga kita bisa jadi teman yang baik hehe..." Ryeowook tersenyum sangant manis mensejejerkan wajahnya dengan melo dan mengajak anjing kecil itu bermain bersama, sesekali ia tertawa karena tingkah lucu melo.

Tanpa sadar Yesung tersenyum melihat tingkah lucu Ryeowook bersama anjing kesayangannya, entah bagaiamana caranya Ryeowook bisa sedekat itu dengan melo , baiasanya anjing kecil itu tidak ingin berdeketan dengan orang lain kecuali dirinya. tapi sekarang berbeda melo terlihat senang bersama Ryeowook.

.

.

.

.

"Ah lelahnya~" Ryeowook mendudukkan pantantnya di salah satu bangku sambil mengelap keringat yang mengucur dari pelipisnya , hari pertamanya bekerja membantu Yesung sangat melelahkan ia tidak bisa membayangkannya jika ia terus-terusan bekerja seperti ini.

"Minumlah.." Yesung menyodorkan minuman kaleng dingin ke arah Ryeowook dan duduk di samping namja manis itu, Ryeowook segera mengambil minuman yang di berikan Yesung dan segera meminumnya.

"Hyung.. apa kau tinggal sendiri?" Tanya Ryeowook ke pada Yesung yang sedari tadi diam.

"aku bersama melo.." jawab Yesung sekenanya lalu meminum colanya

Ryeowook memutar bola matanya , maksudnya itu apakah ada saudara yang menemaninya atau orang tuanya mungkin, bukan malah anjing kecil yang sudah sangat di sayanginya itu.

"Maksudku orang tua atau saudara Hyung tidak tinggal bersama Hyung?" Tanya Ryeowook sekali lagi

"Orang tua Hyung sudah tidak ada dan aku ini anak tunggal .." Jawab Yesung kali ini terselip kesedihan ketika mengatakan kalimatnya barusan, membuat Ryeowook merasa bersalah.

"Mian Hyung, aku tidak bermaksud" sesal Ryeowook dan menundukkan kepalanya.

"Gwenchana .." Yesung lalu mengusap kepala Ryeowook dan tersenyum lembut.

DEG

Ryeowook merasakan jantungnya ingin copot sekarang melihat senyum Yesung , baru kali ini ia melihat senyum Yesung yang membuat namja bermata sipit itu semakin tampan di matanya.

"Seakarang pulanglah ini sudah sangat sore , Hyung akan mengantarmu.."Yesung lalu beriri dari duduknya di ikuti Ryeowook dan mereka berduapun berjalan bersama menuju rumah Ryeowook.

.

.

.

.

Di perjalanan Yesung dan Ryeowook hanya diam saja, tidak ada yang ingin memulai percakapan. Ryeowook sesekali melirik Yesung yang berjalan di sampingnya ingin sekali ia menanyakan soal Siwon.

"Mmmm Hyung.. Apa Hyung mengenal Siwonie Hyung?" Tanya Ryeowook pada akhirnya dengan suara yang sedikit lirih.

Yesung refleks berhenti berjalan, ia lupa bahwa Ryeowook adalah adik Siwon. Tapi tunggu, sepertinya ada yang aneh di sini, jika Ryeowook adalah adik Siwon, maka marganya Choi bukannya Kim .

"Hyung kenapa berhenti?" Tanya Ryeowook heran karena Yesung tiba-tiba berhenti.

"Apa hubunganmu dengan Siwon?" Tanya Yesung balik dan mengabaikan pertanyaan dari Ryeowook barusan.

"Aku adik angkatnya.. Wae?"

Yesung bungkam, mungkinkah Ryeowook itu anak dari Kim HanGeng itu? ah tidak mungkin , pasti Ryeowook bukan anak itu. Yahh dia pasti salah orang, Yesung menggeleng-gelengkan kepalanya menepis pikiran-pikiran yang tidak jelas di otaknya.

Ryeowook yang melihat tingkah aneh Yesung segera mendekati Yesung dan menepuk bahu namja tampan itu.

"Hyung.. Gwenchana"

"Ah.. g-gwenchana.." jawab Yesung mencoba tersenyum dan bersikap seperti biasanya.

"Ayo kita lanjutkan perjalanannya, sepertinya akan turun hujan" Yesung menegadahkan kepalanya menatap langit malam yang pekat tanpa bintang yang menandakan akan segera turun hujan, kemudian menggenggam jemari Ryeowook erat dan melanjutkan perjalanannya yang sempat tertunda.

.

.

.

.

"Huwaaa Hujaaaan~" Ryeowook mengangkat tangannya ingin merasakan titik-titik hujan yang semakin deras membasahi tangan dan juga tubuhnya.

" dasar Pabbo.. ayo cepat berlindung" Yesung segera menarik tangan Ryeowook dan segera berlari mencari tempat untuk berlindung dan berhenti di sebuah telepon umum.

"Hahh gara-gara kau kita jadi basah seperti ini" keluh Yesung sambil mencoba memeras bajunya yang basah.

Ryeowook mengerucutkan bibirnya, ia kan hanya ingin bermain-main sebentar.

Lama mereka berteduh di sana, namun hujan belum juga reda, malah semakin bertambah keras, membuat Ryeowook menggigil kedinginan dan memeluk tubuhnya sendiri, ia mulai mengutuk dirinya yang tadi sempat kehujanan dan membuatnya menggigil kedinginan.

Yesung yang melihat Ryeowook kedinginan segera saja melepas jaketnya dan memakaikannya ke tubuh Ryeowook, untuk mengurangi hawa dingin yang di rasakan namja manis itu dan menarik Ryeowook merapat pada tubuhnya.

Ryeowook yang di perlakukan begitu hanya bisa diam, entah mengapa ia tidak bisa menolak sentuhan yang di berikan Yesung ke padanya, ia menundukkan kepalanya tidak berani menatap wajah Yesung dan entah mengapa jantungnya serasa ingin copot jika ia sedekat ini dengan Yesung.

"Kenapa hujannya belum juga reda, kalo begini kita tidak bisa sampai di rumahmu dengan cepat.." ucap Yesung sembari menggosok-gosok tangannya untuk menghilangkan sedikit hawa dingin.

"Te-terus apa yang harus kita lakukan hyung?" Tanya Ryeowook sembari menatap wajah Yesung.

Yesung berfikir sebentar, lalu sedetik kemudian ia menggenggam jemari Ryeowook erat.

"Kita harus menerobos hujan ini"

Dan tanpa persetujuan dari Ryeowook Yesung lalu menarik Ryeowook dan berlari menerobos hujan yang masih sangat deras itu.

"Huwaaaa ini sangaaatt menyenangkan~.. hahahaha.." ucap Ryeowook keras sembari tertawa membuat Yesung juga ikut tertawa bersamanya, melewati Hujan yang masih saja sangat deras membasahai keduanya.

.

.

.

.

TBC

ini chap 2 nya maav masih tebece , mungkin chap depan akan tamat sekaligus story saya yang terakhir saya publish karena saya memutuskan untuk hiatus , maav untuk ff yang belum saya selesaikan sepenuhnya , entah mengapa saya jadi ngk mood untuk nulis lagi *bow .

maav jika saya mengecewakan readerdeul sekalian , jika ada kata saya yang menyinggung mohon di maavkan *bow

I LOVE U

:*