Pair : SasuFemNaru,GaaFemNaru,SasuSaku,dll
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Rate : T
Genre : Romance/Friendship
Warning : Gaje,OOC,Aneh,Garing,Ancur,Berantakan,Miss Typodll
Naruto, Sasuke,Gaara,TenTen,Hinata,Neji,Kiba = 17 tahun
Kyubi,Temari,Shikamaru,Kankuro = 19 tahun
Kau memang tidak mendekati nya tetapi kau merubah penamimpilan mu supaya dia mendekati mu kan? Dan sejak kapan aku memperbolehkan mu memanggil nama kecilku,hah?"
"Bukan kah kemarin kau yang menyuruh ku untuk memanggilmu Sakura?" jawab nya
"Aku tak pernah menyuruhmu memanggilku begitu!" bentak ku. Aku lihat dia menangis. Rasa nya aku ingin sekali menampar wajahnya. Saat aku akan menampar wajahnya tiba – tiba …
End Sakura POV
Normal POV
Di Atap sekolah
Terlihat seseorang berambut pirang sedang menangis dihadapan seseorang berambut merah muda yang hendak menamparnya.
"Hentikan perbuatan mu , Haruno san " ucap seseorang
"Heh… Siapa kau berani menyuruhku!" balas seorang perempuan yang diketahui bernama Sakura Haruno dan hendak melanjutkan kegiatan nya tadi untuk menampar Naruto
"Kubilang hentikan Haruno!" kata seseorang tadi yang bernama Tenten. Dia pun langsung menahan dan mendorong tubuh Sakura menjauh dari Naruto yang sedari tadi menangis.
Ino dan Tayuya yang sedari tadi hanya menyaksikan peperangan antara Sakura vs Tenten* author lebay .ok back to story* membantu Sakura untuk berdiri sedangkan Tenten sedang memeluk Naruto untuk menenangkan nya.
" Sudah Naruchan, tidak apa-apa. Tenanglah sudah ada aku disini. Nanti kalau ada yang berani macam-macam denganmu aku akan menghajarnya." Kata Tenten
"Hiks I-Iya hiks sankyuu Tenten." Kata Naruto
"Kau tidak apa-apa Saku chan? Apakah ada yang terluka?" Tanya Tayuya
"Aku tidak apa-apa." Balas Sakura
"Benarkah? Sebaiknya kita ke UKS Saku chan . Dan kita lanjutkan besok saja." Ujar Ino
" Baiklah. Dan untuk kalian berdua lihat saja, aku akan membalas apa yang terjadi hari ini dua kali lipat!" Ucap Sakura sinis
"Akan ku tunggu saat itu Haruno." Ucap Tenten tak kalah sinis
"Lihat saja nanti!" Kata Sakura sambil meninggalkan Tenten dan Naruto
"Uh takut." Balas Tenten dengan nada yang dibuat seperti orang ketakutan
Naruto dan Tenten pergi ke toilet untuk membersihkan wajah Naruto yang terlihat berantakan.
"Tenten terima kasih sudah menolong ku tadi serta membantu membersihkan wajah ku. Dan maaf aku sudah merepotkanmu." Kata Naruto sambil tertunduk
" Sudah lah Naruto, kita kan SAHABAT. Jadi sudah sewajarnya aku menolong mu. Lagi pula aku tidak merasa direpotkan." Kata Tenten yang langsung mendapat pelukan dari Naruto.
" Arigatou hiks Tenten hiks hiks hiks." Kata Naruto yang menangis karena terharu.
" Sudah lah Naruto jangan menangis lagi. Nanti sia-sia saja kita membersihkan wajahmu tadi."
" I-Iya. Gomen ne Tenten." Kata Naruto sambil menghapus air mata nya.
" Ano, Tentenchan dari mana kau tahu aku di bawa oleh Saku maksud ku Haruno san keatap?"
"Hmmm.. tadi sewaktu aku kembali dari kelas sebelah aku melihatmu di bawa atau lebih tepatnya di seret oleh Pinky crazy cs."
"Oh. Tenten chan apakah aku boleh minta tolong?"
"Tentu saja Naru chan. Apa yang bisa kubantu?"
"Aku ingin kau merahasiakan kejadian tadi dari siapa pun. Bisa kah?"
" Bisa sih. Tapi mengapa harus dirahasia kan? Harusnya kau ceritakan saja kepada Sasuke dan yang lain."
" Tidak apa-apa sih. Tapi aku ingin kau merahasiakan nya. Janji?"
"Janji." Naruto dan Tenten pun tersenyum atau lebih tepatnya tertawa
Mereka pun keluar dari toilet dan berjalan menuju kelas karena mereka tadi sudah meninggalkan pelajaran pertama.
Di dalam kelas : Pelajaran kedua
" Kiba kun , menurut Kiba kun , Naru chan dan Tenten chan ada dimana?" Tanya seorang seorang perempuan bermata Lavender kepada pemuda disamping nya.
" Aku juga tidak tahu. Lagi pula tumben Naru dan Tenten membolos. Hah Hinata chan coba lihatlah kelakuan kakak mu itu. Sebaiknya cepat kita cari Tenten sebelum Neji menjadi lebih OOC dari pada ini."
Sebenarnya apakah yang terjadi? Coba kita lihat reader-reader sekalian. Dan ternyata Neji sedang menangis Bombay karena hari ini dia belum bertemu dengan kekasih tercinta nya yang tidak lain dan tidak bukan adalah Tenten. Dan mengapa siswa di kelas tersebut tidak terganggu? Hal itu adalah salh karena sedari tadi siswa lain tidak berkonsentrasi mengikuti proses KBM , tetapi mereka sudah terbiasa karena hal ini bukan hanya terjadi sekali saja. Hal ini pernah terjadi beberapa minggu lalu ketika Tenten tidak masuk sekolah karena sakit, tetapi Neji tidak tahu akan hal ini alhasil dia menangis Bombay dan mengganggu proses KBM. Mengapa Neji tidak mencoba menghubungi Tenten? Itu karena Neji sudah mencoba menelpon lebih dari 10 kali dan sms lebih dari 20 *berlebih ya? Tapi itu adanya. Tetapi teleponnya tidak diangkat dan sms nya pun tidak dibalas. Dan mengapa Tenten tidak membalas? Itu karena Hp nya tertinggal dikamarnya, dan dia berada di RS.
Back to Story
Sasuke yang sudah tidak tahan mendengar tangisan OOC nya Neji pun berkata
" Hey Neji bisakah kau tidak berisik ! Kita sedang melakukan proses KBM, suara tangisan mu itu sangat lah mengganggu!" Kata Sasuke dengan perkataan terpanjang nya serta dingin nya. Dan yang lain serta guru pun kagum karena ini adalah kali pertama Sasuke berkata lebih dari 2-5 kata dengan orang lain selain Naruto. Sebenarnya kepada sahabatnya pernah sih, tetapi jarang.
"A-Ano Sasuke kun , aku atas nama Neji nii meminta maaf kalau Neji nii mengganggu mu." Kata Hinata selaku adik kembarnya Neji
"Hn."
"Yah anak –anak mari kita lanjutkan pelajarannya." Kata guru bernama Anko
Terdengar suara pintu kelas dibuka dan menampilkan dua orang perempuan.
"Maaf sensei kami terlambat, tadi ada urusan sebentar." Kata Tenten
" Ada urusan apa kalian sampai terlambat nona –nona sekalian? Dan siapa nama anda nona?" Tanya Anko ke Naruto.
" Saya adalah Naruto Namikaze sensei."
"Naruto? Penampilan mu berbeda pantas aku seperti tak mengenalimu. Dan silahkan kembali ke tempat kalian." Ungkap Anko
'I-itu Naruto? Tak ku sangka penampilan nya berubah menjadi lebih manis. Aku harap hidung ku tak mengeluarkan darah karena aku seperti melihat bidadari turun dari langit.' Kata Sasuke dalam hati
"Tenten hunny bunny sweety akhirnya kau datang juga. Aku merindukan mu." Kata – kata lebay dari keluar dari mulut seorang Neji Hyuga
"Haaahh Neji sudah lah. Kau terlalu OOC ." Kata Tenten yang sudah sampai di tempat duduk nya.
" Sasuke kun , ingin duduk bisakah kau geser sebentar?"
'Sa-Sasuke kun ? Aku tak salah dengar bukan? Mengapa dia tak memanggilku Teme? Ahh.. Sudahlah' Kata Sasuke dalam hati
"Hn" Kata Sasuke yang geser dari tempat nya semula
Skip Time
"Dobe, aku akan mengantarmu pulang. Ayo!" Kata Sasuke
Naruto yang semula ingin mengikuti Sasuke melihat tatapan tidak suka dari Sakura pun langsung menarik tangan Sasuke
" Ada apa Dobe?" Kata Sasuke sambil berbalik
" Gomen ne Teme, aku lupa kalau aku dipanggil Iruka sensei tadi (Iruka adalah wali kelas Naruto)."
"Memang nya ada apa?"
"Aku juga tidak tahu, Teme . Jadi kau pul-" kata-kata Naruto terpotong oleh Sasuke
"Aku akan menunggu mu."
"Tidak boleh. Maksud ku kau pulang lah duluan karena sepertinya ini akan lama."
"Aku tetap akan menunggu mu."
"Pulang lah Sasuke. Aku akan pulang bersama Gaara. Yakan Gaara?" Kata Naruto yang melihat Gaara lewat dan lansung menariknya. Gaara yang binggung hanya menatap Naruto, Naruto yang tahu akan ketidak tahuan Gaara hanya berbisik kepada Gaara " Aku minta tolong katakan saja kalau kau akan mengantarkan ku pulang pada Sasuke. " Gaara pun hanya mengikuti apa yang dikatakan Naruto, padahal dia tidak mengerti maksudnya apa. Sasuke mengernyitkan alis nya karena merasa ada yang tidak beres. Tetapi Gaara langsung berkata " Aku akan mengantarkan Naruto tenang saja." Sasuke yang semula bersikukuh ingin mengantarkan pulang Naruto pun akhirnya menyerah. Dia pun meninggalkan Naruto dan Gaara. Tetapi dalam hatinya dia mengatakan 'awas kau Sabaku, kau telah menghancurkan acara PDKT ku ke Naruto.'
Naruto pun melihat Sakura yang menatapnya seolah berkata anak-pintar-dan-penurut .
"Gaara arigatou "
"Tapi Naru chan sebenarnya ada apa ini?"
"Ah tidak ada apa-apa. Hehehe" Kata Naruto dengan cengiran rubahnya. Tetapi cengiran nya itu tidak bertahan lama karena mereka mendengar suara
"Kryuu kruu kruu " (maaf saya tidak tahu suara perut bagaimana jadi maaf kalau aneh)
Suara perut lapar itu pun membuat wajah Naruto memerah. Alhasil itu membuat Gaara tertawa.
"Naru chan sepertinya cacing di perutmu sudah mulai berdemo. Kau mau kita cari makan?"
"Umm ba-baiklah. Tapi kita makan di Ichiraku ramen ya Gaara? Dan kau yang traktir okeh? Yayayaya?
"Baiklah. Ayo" Kata Gaara sambil menarik tangan Naruto ke parkiran untuk mengambil motor sport nya. Mereka tidak menyadri bahwa gerak-gerik mereka terus diamati oleh seseorang
Ichiraku Ramen
" Paman aku pesan Ramen Miso nya dua yang porsi jumbo dan jus jeruk nya satu. Gaara kau pesan apa?"
" Aku pesan jus Alpukat saja."
" Kau tidak makan?"
"Tidak. Aku tidak lapar." Kata Gaara yang hanya dib alas 'oh' oleh Naruto.
"Naru chan , kalau makan pelan-pelan. Lihat nih wajah mu jadi belepotan terkena kuah Ramen." Kata Gaara sambil membersihkan wajah Naruto yang terkena kuah Ramen.
" Hehehe . Habisnya aku lapar sekali. Jadi nya makan nya belepotan deh."
Seorang yang sedari tadi mengikuti mereka mengambil photo atas kejadian berikut, dia pun berkata di dalam hati ' Lihat saja Naruto, aku akan membalas mu.'
"Baiklah. Habis dari sini, kita langsung pulang?"
" Bagaiman kalau kita pergi dulu ke Konoha Trade Centre?"
" Baik. Tapi kau harus member tahu kan orang tua mu dulu ya Naru chan"
" Baiklah. Aku akan menghubungi Kyuu nii ."
To : Kyuu nii
From : 0857********
Kyuu nii , aku akan pulang terlambat. Aku bersama dengan tenang saja. Nanti dia akan mengantarkan ku pulang.
Sms balasan dari Kyubi
To : Kuso Imouto
From : 0856********
Hm. Tapi jangan pulang larut malam.
" Baiklah Gaara, aku sudah selesai. Ayo kita ke KTC . "
" Iya . Tunggu dulu, aku akan membayar ini dulu."
Sakura pun terus mengikuti Naruto dan Gaara
Skip Time di KTC
"Gaara, kita ke Timezone ya?"
"Baiklah,"
Di Timezone
Banyak lelaki yang melihat Naruto langsung suka padanya. Hal ini tidak dibiarkan oleh Gaara, dia pun memberikan DeathGlare kepada semua lelaki yang memandangi Naruto seperti akan memakan nya.
"Gaara kita main itu yuk?" Pinta Naruto dan menunjuk kearah permainan basket
"Hm."
Saat Naruto hendak melempar bola, tiba-tiba dia kehilangan keseimbangan, akibat nya dia hampir jatuh , tetapi Gaara langsung menahan nya. Sekarang posisi mereka seperti Gaara memeluk Naruto. Hal ini tidak disia-sia kan oleh Sakura, dia pun langsung mengambil foto kedua orang tersebut.
"Maaf nona, disini dilarang mengambil gambar. Jadi silahkan simpan kembali kamera anda." Kata seorang petugas Timezone ke Sakura
" Menganggu saja. Awas pergi sana." Kata Sakura dingin
" Maaf nona, ini sudah peraturan. Jadi tolong simpan kamera anda."
"Huh. Baiklah." Kata Sakura mengalah tetapi, saat dia kembali focus ke GaaNaru, ternyata dua sejoli itu sudah tidak ada di tempat.
"Ini semua karena kau. Aku kehilangan mereka!" Kata Sakura memarahi petugas tersebut. Sedangkan petugas tersebut langsung pergi meninggalakan Sakura *poor Sakura . Tetapi dimana Naruto dan Gaara? Ternyata mereka ada di tempat duduk
"Kau tidak apa-apa Naru chan ? Apakah ada yang sakit?" Tanya Gaara
" Aku taka pa-apa Gaara jadi tenang lah."
" Sepertinya kaki mu akan terkilir. Aku pijitin ya?"
" Aku tak apa-apa Gaara."
" Kaki mu terkilir Naru. Jadi aku akan memijit kakimu."
"Baiklah. Arigatou dan Gomen Gaara."
"Hn"
Sakura yang sedari tadi mencari GaaNaru akhirnya menemukan mereka. Dia melihat Gaara sedang memijit kaki Naru, dia pun mem-photo kejadian itu, dan langsung menyimpan kameranya.
" Naru sebaiknya kita pulang. Ini sudah sore dan kakimu terkilir. Jadi, sebaiknya kau istirahat saja dirumah." Ujar Gaara
"Baiklah." Kata naruto
Tetapi saat Naruto hendak berdiri, dia terduduk kembali.
"Kau taka pa Naru?"
" Sepertinya tidak. Hehehe." Kata Naruto yang masih bisa tertawa
"Hah.. Ya sudah lah. Sini aku bantu." Kata Gaara sambil memapah Naruto
Lagi-lagi Sakura mem-photo hal ini.
'Sepertinya mereka sudah ingin pulang. Dan sebaiknya aku men-cuci foto ini untuk ku berikan kepada Sasuke kun.' Kata Sakura sembari pergi ke tempat pencucian foto. Sedangkan Gaara dan Naruto berjalan ke parkiran.
Skip Time
Namikaze Mansion
Ting Tong Ting Tong
"Iya tunggu." Kata seseorang yang ad di dalam
Kreeeekk
"Astaga Naru chan ada apa dengan mu, sayang?" Tanya seorang perempuan berambut merah
"Ah. Karin nee aku tak apa. Hanya sedikit terkilir. Yak an Gaara?" Kata Naruto
" Iya Karin nee ,Naru tadi hanya sedikit terkilir." (Disini semua sahabatnya Naruto sudah tahu kalau Karin adalah pacar dari kakak nya Naruto a.k.a Kyubii)
" Oh baiklah. Ayo Naruto, Nee bantu masuk kedalam." Kata Karin
" Arigatou ne Gaara." Kata Naruto sambil tersenyum manis dan membuat Gaara blushing.
"A-Ah iya . "
" Kau mau masuk dulu?" Tanya Naruto
" Tidak perlu. Karena ini sudah sore. Aku pulang dulu ya Naru chan. Jaa "
" Iyaa. Jaa Gaara "
Di dalam Mansion
"Karin nee, dimana Kyuu nii ? Kok aku tidak melihat Kyuu nii ?"
" Kyubi sedang mencari makan malam untuk kita. "
" Oh. Kenapa Nee tidak ikut?"
" Kyuu tadi mengajak ku tetapi aku menolak. Karena tadi Naru belum pulang. Nanti kasihan kan Naru, pulang tetapi tidak ada orang."
" Arigatou nee . Tapi sebenarnya tidak apa-apa nee ikut Kyuu nii. Aku sudah terbiasa dirumah sendirian."
" Sudah lah. Naru sekarang tidur di kamar saja ya?"
" Hu'um"
Skip Time (lagi)
Di KIHS
Seorang perempuan berambut merah muda terlihat sedang mengejar seorang lelaki berambut seperti errr pantat ayam*di chidori baiklah sebelum author tewas di chidori kita ganti , lelaki berambut raven.
" Ayolah Sasuke kun. Berhenti sebentar. Ada yang ingin aku bicara kan dengan mu."
Tetapi bukan berhenti Sasuke malah mempercepat jalan nya.
'Untuk apa sih Pinky Crazy itu mengikuti ku terus? Merepotkan.'
" Sasuke kun, ada yang aku bicarakan. Ini tentang Naruto."
Saat Sasuke mendengar nama Naruto, dia pun berhenti.
"Ada apa dengan Dobe?"
Sakura pun berseringai.
"Lihatlah ini Sasuke kun. Kemarin aku melihat Naruto dan Gaara sedang berkencan. Ini buktinya."
Sasuke pun mengambil foto-foto yang ada di tangan Sakura. Dia terlihat sangat cemburu melihat foto-foto yang trlihat mesra ini. Tanpa pikir panjang dia pun pergi. Sakura lagi-lagi berseringai
'Lihatlah Naruto, kemenangan ada di tangan ku.' Kata Sakura dalam hati
Di kelas XI-I IPA
Terlihat seorang perempuan menghampiri seorang lelaki
" Gaara terima kasih kemarin."
" Iya Naru chan tidak apa-apa. Kau sudah banyak kali berterima kasih."
" Naru chan ada yang ingin ku katakana padamu."
"Apa itu Gaara ?"
" Aku menyukai mu. Apakah kau mau menjadi pacarku?"
Saat Gaara menyatakan cinta pada Naruto, Sasuke datang dan mendengarkan pernyataan cinta itu. Dia pun langsung keluar dari kelas tersebut. Sedangkan Naruto? Dia sedang menjadi patung karena pernyataan cinta Gaara dan Sasuke mendengar nya. Ingin rasa nya Naruto berlari dan memanggil nama Sasuke. Tetapi tubuh nya tak bisa bersuara apalagi bergerak.
" Jadi apa jawaban mu Naruto?" Tanya Gaara
(Mereka ini ada di tempat duduknya Gaara dan siswa yang datang masih sedikit. Jadi belum terlalu heboh soal penembakan Gaara ke Naruto)
Di atap Sekolah
Sasuke POV
Apa-apaan mereka itu, hah? Bodoh! Mengapa tadi aku keluar saat Gaara menyatakan cinta pada si Dobe? Mengapa aku tak menghentikan dan menyatakan cinta ku juga? Mengapa aku harus kalah cepat dari si 'Panda' itu. Hilang sudah kesempatan ku. Dasar bodoh.
End Sasuke POV
Terdengar pintu atap sekolah terbuka , menampilkan seseorang bernama Sakura
" Sasuke kun , aku sudah mendengar beritanya. Naruto memang bodoh. Apa bagus nya si 'Merah' itu? Jelas-jelas kau lebih baik semua nya dibandingkan Gaara. Benarkan Sasuke kun?"
"Diam!" Kata Sasuke dingin
"Tapi, Sasuke kun, bukan kah kau memang lebih baik dari pada Gaara? Aku tahu kau pasti kecewa. Jadi lupakan saja Naruto, dan kembali lah pada ku Sasuke kun. Aku tak akan mengecewakan mu. Aku akan melakukan apapun katamu."
"Kubilang kau DIAM!"
' Kurang ajar Naruto. Gara-gara dia aku di marahi Sasuke.' Kata Sakura dalam hati.
" Aku tak menyukai mu. Jadi berhenti berharap dan pergi."
" Tapi aku benar-benar menyukai mu Sasuke kun."
" Pergilah."
Dengan berat hati Sakura pergi dari atap sekolah.
"Bagaiman Saku chan?" Tanya seorang berambut pirang pucat
" Haaah. Aku lelah. Aku di tak apa. Aku masih punya banyak lelaki yang menyukai ku, memang nya lelaki hanya Sasuke apa." Kata Sakura yang langsung bersemangat kembali
" Aahh.. Akhirnya Sakura kita kembali lagi, yak an Ino? Benar Lelaki bukan hanya Sasuke saja, masih banyak yang menyukai mu. Oh iya kemarin Lee menitipkan surat ini untuk mu." Kata Tayuya
"Benarkah?"
Mereka bertiga pergi dan terus membicarakan Lee. Seolah-olah tadi tak terjadi apa-apa.
Di Dalam Kelas
"Gomen ne Gaara . Aku tak dapat menerima mu. Aku sudah menyukai orang lain sejak lama. Jadi maaf kan aku. Kau pantas mendapat kan perempuan yang lebih baik dan mencitai mu." Kata Naruto
"Haah. Aku sudah tahu jika aku pasti akan ditolak. Haha. Apakah orang itu adalah Sasuke?"
"Ha-Hah dari mana kau tahu?" Kata Naruto dengan muka memerah
" Sudah kuduga juga."
" Gomen ne Gaara."Kata Naruto hampir menangis
" Sudahlah Naru. Tak apa. Tapi, sepertinya kita harus segera mencari Sasuke. Tadi pasti dia salah paham." Kata Gaara
" Sudahlah Gaara, percuma cinta ku hanya bertepuk sebelah tangan."
"Ayolah Naru. Kemana Naru yang selalu optimis dan tak mudah putus asa?"
"Haaaah.. Baiklah jika kau memaksa."
Di Atap Sekolah
"Sasuke" "Teme" kata Gaara dan Naruto
"Hn. Mengapa kalian kesini? Mau pamer kalau kalian sudah pacaran?"
"Diam lah Uciha. Kami kesini untuk menjelaskan apa yang terjadi."
" Sudahlah. Kalau pacaran, pacaran saja. Tak usah perdulikan aku." Kata Sasuke yang mulai emosi
" Kami tak pacaran , Teme!"
" Bohong. Aku tahu kemarin kau tak menemui Iruka sensei. Tetapi kau malah berkencan dengan Gaara kan?"
" Kami tak berkencan , kami hanya pergi. Saat itu Naruto lapar. Jadi kami pergi ke Ichiraku Ramen."
" Benarkah? Aku tak percaya mana ada HANYA pergi tetapi kelakuan mesra sekali seperti orang pacaran, HAH? " Kata Sasuke sambil melempar foto-foto yang diberikan Sakura tadi
" I-Ini .." Kata Naruto
" Haaaah. Ternyata benar. Kalian bukan hanya pergi tetapi kalian berkencan. Mau mengelak? Aku punya bukti!"
" Kalau aku memang berkencan dengan Naruto, mengapa kau marah, HAH?" Kata Gaara yang terpancing emosi
" Gaara sudah lah.." Kata Naruto
" I-Itu ITU KARENA AKU MENYUKAI NARUTO SEJAK DULU! Puas? Haah Haah Haah."
"A-Apa?" Kata Naruto dia pun blushing
"Iya aku menyukai mu bukan AKU SASUKE UCHIHA MENCINTAI NARUTO NAMIKAZE SEJAK DULU! Tapi aku tahu aku terlambat karena kau sudah miliknya." Kata Sasuke sembari menunjuk Gaara
"Benarkah itu tuan Uciha? Sepertinya kau salah sangka. Aku dan Naruto tidak berpacaran , karena aku tadi di tolak oleh Naruto.
"E-Eh? Hontou?"
"Tentu. Untuk apa aku berbohong. Jadi kalian ku tinggal dulu . Dan untuk mu Sasuke, selamat berjuang." Kata Gaara, dia pun langsung meninggalkan Naruto dan Sasuke sendiri.
"Jadi?" Tanya Sasuke
"A-Apa?" Naruto malah balik bertanya
" Apakah nona Naruto Namikaze bersedia menjadi kekasih dari Sasuke Uchiha?"
" A-Aku mau."
"Be-Benarkah?"
" Iya."
Mereka pun berpelukan(emang teletabis?hehehe) dan di tutup oleh kecupan manis di bibir Naruto.
"Hey apa-apaan tadi?" Tanya Naruto
"Tidak apa-apa kan? Kan kau sudah menjadi Dobe ku." Kata Sasuke dengan seringai nya. Sedang kan Naruto blushing
"Kau terlihat tambah manis, Dobe." Kata Sasuke dan mengecup pipi Naruto
" AWAAAAAAASS KAU TEME!"
Dan cerita ini di akhiri dengan ucapan
END
Review pliss..
Chiken : Gomen saya tahu cerita ini tidak bermutu. Karena saya memang hanya iseng membuat cerita ini. Dan saya ucapkan terimakasih untuk yang sudah mau membaca cerita ancur ini.
Neji : Heeh.. Dasar author abal-abal.! Kenapa kau buat aku menjadi OOC sekali?
Chiken : Gomen ne Neji kun. Aku kehabisan ide.
Neji : Kali ini ku maaf kan. Awas lain kali kau buat aku seperti ini. Ku habisi kau.
Chiken : Ba-Baiklah..
Sasuke : Hey Neji. Bukan kah author ini baik? Dia menyatukan ku dengan Dobe ku.
Naruto : Apa an sih kau, Teme. Jangan bikin malu.
Chiken : Haaaah. Lupakan mereka. Saya akan membalas review
CCloveRuki : Kamsha Hamnida senpai atas saran,kritik, serta review an nya. Saya mencoba untuk membuat cerita yang feelnya kena tapi kayak nya tidak bisa dan saya masih memiliki banyak kesalahan sana-sini . :( . Saya memang dasarnya tidak berbakat untuk membuat cerita, tetapi memaksakan. Jadi begini lah hasilnya. Hehehe .
Heartbeat Satellite : Arigatou senpai atas saran, serta review an nya. Saya sudah mencoba atau lebih tepatnya mengikuti saran senpai. Tapi, jika masih (banyak) kesalahan tolong beri saran kembali kepada saya ya senpai. Hohoho
Aoi no Kaze : Sankyuu senpai atas masukkan dan review an nya. Saya akan mencoba untuk mengurangi kesalahan dalam penulisan.
Shanera Sabanami: Arigatou senpai atas review dan sarannya. Tapi kayaknya GaaNaru nya kurang banyak. Soalnya saya sudah kehabisan ide. Jadinya gomen kalau ceritanya jelek dan GaaNaru nya sedikit.
NaruDobe Listachan : Sankyuu senpai atas review an nya. Tapi maaf sepertinya tebakan senpai belum tepat. Yang menyelamatkan Naru chan kan Tenten . Hehhe. Dan senpai bisa memanggil saya Chiken saja. Karena kalau Princess terlalu panjang.
