.
.
###
61 & 04
Chapter 2 – Black Long Dress
Park Chanyeol (30 th.) & Byun Baekhyun (18 th.)
###
.
.
"Hey."
Suara itu lantas mengalihkan atensi Chanyeol dari lembaran dokumen yang sedang dibacanya. Di sampingnya, ia mendapati Jongin—sahabatnya—tengah tersenyum penuh makna padanya.
"Ada apa?" Chanyeol membalas sambil kembali melanjutkan kegiatannya.
"Kudengar kau mendapatkan partner baru?"
"Hm."
"Dan kudengar juga dia dari program RED?"
"Hm."
"Apa dia manis?"
Pergerakan jemari Chanyeol yang hendak membalikkan lembaran dokumen, refleks berhenti. Ia menoleh pada Jongin, memberinya ekspresi datar andalannya. "Kau butuh sesuatu?"
"Tidak, hanya iseng bertanya."
Chanyeol merotasikan bola matanya bosan. "Bawa keisenganmu itu ke tempat lain, Jongin. Aku sedang sibuk."
"Ck, pelit sekali." Jongin berdecak kesal. "Omong-omong, kenapa kau berdiri di depan toilet?"
"Sedang menunggu."
"Menunggu siapa?"
"Uh..61?" Belum sempat Chanyeol menjawab, suara dari bilik toilet di depannya lebih dulu menginterupsi. "Apa aku benar-benar harus memakai heels?"
"Kau sudah dengar perintahnya, bukan? Hanya kau yang cocok untuk menyusup ke dalam pesta itu."
"Ya, tapi..haruskah memakai heels segala? Aku tidak terbiasa."
"Kau hanya butuh latihan. Akan kuminta Jessica untuk mengajarimu."
Merasa bingung dengan percakapan ini, Jongin pun mengerutkan dahinya. "Siapa?" tanyanya pada Chanyeol.
"04."
"Partner barumu itu?"
"Siapa lagi?"
CKLEK.
Bersamaan dengan pintu bilik toilet yang dibuka, rahang Jongin dibuat jatuh sempurna berkat sosok mungil dalam balutan black long dress. Itu Baekhyun. Dan demi apa pun, lekuk tubuh dan parasnya menyulitkan otak Jongin untuk mencerna apakah sosok yang berdiri di hadapannya ini adalah perempuan atau laki-laki?
"K–kau..partner baru Chanyeol?" Jongin terbata-bata, nyaris speechless.
"Ya, betul." Baekhyun memiringkan kepalanya, mengerjap bingung pada Jongin. "Dan kau?"
Daripada menjawab, Jongin malah berseru 'WOW!' dengan cukup keras. Dipandanginya Baekhyun dari bawah hingga atas. Suara decakan kagum terdengar setelahnya.
"Kau tahu? Biasanya aku akan merasa geli melihat pria mengenakan pakaian wanita, tapi harus kuakui," Jongin mengerling genit pada Baekhyun. "Si mungil ini adalah pengecualian~"
Digoda oleh pria tak dikenal, lantas membuat Baekhyun menyembunyikan diri di balik tubuh Chanyeol yang tinggi.
"Berhenti menggodanya, Jongin. Dia ketakutan."
"Eh? Takut? Kenapa? Aku tadi memujimu lho!" Jongin berusaha membujuk Baekhyun, tapi si mungil itu malah semakin enggan keluar dari balik tubuh Chanyeol.
"Mana mungkin dia tidak takut kalau digoda Ahjussi genit sepertimu?"
Jongin menatap datar Chanyeol. "Kau seharusnya bercermin, bodoh. Usiamu sama saja denganku."
"Setidaknya hobiku bukan menggoda remaja."
"Sebagai catatan, aku tidak sedang menggodanya."
"Oh ya? Sejak kapan mengerling tidak masuk kategori menggoda?"
Dan sekakmat. Jongin tak bisa membalas lagi.
"Daripada menggodanya, bukankah kau sebaiknya bersembunyi?" Chanyeol menunjuk seseorang di belakang Jongin dengan dagunya. "Partnermu kelihatannya sedang murka."
Jongin menoleh ke arah yang ditunjuk Chanyeol. Dan benar saja. Luhan—partnernya—tampak setengah berlari menuju ke arahnya. "Aish, dasar jelmaan rusa itu!"
"Kali ini apa yang kau lakukan padanya, hah? Mencuri salah satu koleksi wine-nya atau mengunduh video porno di laptopnya?" selidik Chanyeol.
"Yak! Kenapa kau selalu berpikiran buruk tentangku, hah?!" hardik Jongin.
Chanyeol mengedikkan bahu. "Yang kutahu Luhan tidak mungkin murka tanpa sebab."
Jongin tak mengindahkan sindiran Chanyeol, dan segera berlalu dari sana.
Begitu sosok Jongin tak lagi terlihat, barulah Baekhyun keluar dari balik tubuh Chanyeol, kemudian menatap si jangkung dengan raut polos. "Dia siapa?"
"Hanya Ahjussi mesum. Kau harus selalu waspada terhadapnya, paham? Terutama kata-kata manisnya, jangan mudah terpengaruh."
Baekhyun mengangguk. "Paham, 61."
"Bagus." Chanyeol menilik penampilan Baekhyun dari bawah hingga atas. Alisnya menukik tajam pada beberapa bagian dress yang dirasa terlalu terbuka. "Kau tidak apa-apa dengan dress itu?"
"Hm? Ya, aku baik-baik saja. Kenapa?"
"Apa tidak terlalu terbuka?"
"Um..iya sih, tapi kupikir tidak apa, karena ini adalah tuntutan pekerjaan. Iya, kan?"
Chanyeol terdiam sejenak, alisnya masih menukik tajam, menandakan bahwa ia tidak sependapat dengan Baekhyun. "Ayo." ujarnya sambil menarik tangan Baekhyun. "Kita temui Jessica."
"Untuk latihan berjalan dengan heels?"
"Ya, dan untuk mencarikanmu dress yang agak tertutup."
TBC
Sepertinya ada yang salah paham tentang hubungan summary dengan chapter kemarin ya? Jadi, penglihatan Baekhyun itu sebenarnya normal kok, gak rabun jauh, gak rabun dekat. Maksud saya nulis 'Mana mungkin Baekhyun bisa menembak target dari jauh ketika ia bahkan sering tersandung tali sepatunya sendiri?' adalah untuk menekankan sifat Baekhyun yang ceroboh. Intinya, Chanyeol ragu pada kemampuan Baekhyun yang katanya 'hebat', sementara yang dia lihat hanya tampilan polos Baekhyun dan sifat cerobohnya. Begitchuuuu~
Sebenarnya saya agak ragu buat apdet malam ini karena idenya cuma ala kadarnya. Tapi moga kalian terhibur deh, hehehe~
ANYWAY, HAPPY NEW YEAR 2018! SEMOGA TAHUN 2018 AKAN MENJADI TAHUN YANG LEBIH BAIK LAGI BUAT CHANBAEK DAN PARA AUTHOR. AMIEEENNN~
PS. Saya apdet bareng author valbifeur, dobbyuudobby, parkayoung, nisachu, ohlan94, peachybloom. Baca FF mereka juga nyok~
