Ya ini fanfic baru author, semoga kali ini banyak yang suka ya. Semoga juga mary sue tidak ada ya. Fanfic ini terinspirasi dari video klip IU – You and I. Semoga ada yang bersedia membaca fanfic ini dan mereviewnya. Untuk senior diharapkan memberikan masukan untuk memperbaiki fanfic ini. Kamshabnida. Finally, RnR please b(^-^)d

Author :: 718hyunrin

Title :: You, Me, and Time

Rating :: General

Gerne :: Romance, Fantasy

Main Cast::

.:. Lee Hyuk Jae (Super Junior)

.:. Cho Cheonsa change marga Lee Cheonsa because Hyukjae's wife (as readers)

.:.

.:. Cho Kyu Hyun (Super Junior)

.:. Jung Seo Hyun (OC)

Warning::

Typo(s) , tidak memakai EYD, Bahasa amburadul, perubahan rating tiba-tiba menjadi NC, Pairing with OC

Summary::

Bisakah Lee Hyukjae menyelamatkan Cheonsa yang tak sadarkan diri? Akankah Hyukjae menukar hidupnya dengan waktu? Fanfiction Lee Eunhyuk with OC, Don't like pairing with OC? Don't read.

Disclaimer ::

Semua tokoh disini adalah milik Tuhan kecuali chara ciptaan saya dan Fanfiction ini adalah sah milik saya. Fanfiction ini dibuat hanya untuk kesenangan semata tak lebih. Jika ada kesamaan tokoh atau kesamaan nama chara ataupun alur cerita harap dimaklumi, itu terjadi karena KETIDAKSENGAJAAN.

RnR?

.

.

~('.'~) (~'.')~

10 months later

Monday, September 16, 2005

[Lee Hyuk Jae Point of View]

Hari ini semua kegiatanku seperti biasanya. Pergi ke lokasi pemotretan, dan sempat bernyanyi dibeberapa tempat, lalu pergi ke rumah sakit setelah semua kegiatanku selesai. Hari ini sudah memasuki bulan kesepuluh semenjak Cheonsa dinyatakan koma oleh Eusia. Aku sudah meminta berbagai cara, berbagai Eusia, juga berbagai rumah sakit—tapi mereka hanya menjawab "Kita hanya bisa menunggu, hingga ia sadar,".

Aku harus Bagaimana Lee Cheonsa? Meninggalkanmu sendiri dalam keadaan seperti ini? Menunggumu yang tidak tau kapan akan membuka matamu? Beberapa Eusia sempat mengatakan bahwa kau tak bisa meraih kesadaranmu.

Kenapa Cheonsa-ya? Apa kau sudah tak ingin bertemu denganku lagi? Apa kau tak ingin melihatku lagi? Ayolah, buka matamu lagi. Aku merindukan senyuman hangatmu, aku merindukan ketika kau mulai membahas , aku pun merindukan tawamu yang begitu lepas. Aku merindukan semua yang ada pada dirimu Lee Cheonsa.

Aku mohon jangan menyiksaku seperti ini. Jika kau tak sadar-sadar sama saja kau membunuhku dengan cara perlahan,

"Eunhyuk-ssi," ah, itu suara milik . "Kenapa kau ini? Selalu ketika menjenguk istrimu kau terlihat murung." maafkan aku , aku sedang malas berbicara denganmu.

Kini seorang Lee Cheonsa hanya bias berbaring di ranjang—rumah sakit. Alat pengukur detak jantung Cheonsa selama ini stabil, tidak menunjukan keanehan. Tuhan, kau apakan perempuan yang kucintai ini? Akankah kau mengambilnya dariku? Kumohon jangan sekarang, aku belum siap kehilangan dia Tuhan.

[Lee Hyuk Jae End Point of View]

~('.'~) (~'.')~

[Author Point of View]

"Eunhyuk-ssi," mencoba memanggil Hyukjae yang sedang duduk disebelah tubuh Cheonsa. "Kenapa kau ini? Selalu ketika menjenguk istrimu kau selalu saja murung." Hyukjae tetap diam. Tidak mengubris panggilan . "Eunhyuk-ssi!" kali ini meninggikan nada bicaranya.

Hyukjae hanya melirik kearah , Ia tau bahwa Ia sudah membuat seorang model terkenal yang bernama menjadi marah padanya. Tapi apa peduli Hyukjae, sekarang, disini—rumah sakit, Hyukjae hanya milik Cheonsa.

"Eunhyuk-ssi, kita harus pergi. Manager bilang kau harus menemuinya." lagi-lagi mencoba mengalihkan perhatian Hyukjae dengan membawa masalah pekerjaan.

"Jangan panggil aku Eunhyuk." Hyukjae membalas ucapan , tersirat dinada suaranya bahwa sekarang ia sedang ingin tak diganggu. "Aku memang seorang Eunhyuk jika sedang di depan kamera, tapi aku seorang Hyukjae ketika didepan Cheonsa." Ia melanjutkan ucapannya dengan ekspresi muka datar.

hanya berdecak sebal, "Baiklah. Terserah kau." akhirnya menyerah mencari perhatian Hyukjae. "Bukan salahku jika kau kena marah." segera pergi dari ruangan inap Cheonsa setelah mengucapkan hal itu.

Setelah kepergian dari ruang inap Cheonsa, Hyukjae kembali tenggelam dalam pikirannya lagi. "Kau semakin kurus, chagi." ucap Hyukjae sebelum ia mengistirahatkan tubuhnya.

~('.'~) (~'.')~

[ Point of View]

Aku sempat membanting pintu kamar Cheonsa. Well, aku benar-benar tak menyukainya. Semenjak ia dinyatakan koma, Eunhyuk menjadi workcaholic. Aku benar-benar tak mengerti jalan pikiran Eunhyuk, Apa daya tarik seorang Cho Cheonsa? Ah, maaf Lee Cheonsa.

Bisa dibilang aku selalu berada diatasnya. Dari skill, penampilan, dan ya kecuali satu. Aku tak bisa memenangkan hati Eunhyuk, bahkan kakanya—Cho Kyuhyun pun mengakui bahwa aku lebih cantik daripada dia. Cih, mata Eunhyuk benar-benar tertutup cinta buta.

[ Point of View End]

~('.'~) (~'.')~

.

.

.

[skip time]

Friday, September 20, 2005

[Author Point of View]

Sesosok namja tengah berlari menyusuri koridor rumah sakit. Matanya telah berkaca-kaca, dari bibirnya terus terucap nama seseorang. Bahkan ia tak menghiraukan teguran suster agar tak berlari di koridor.

flashback time

1 hours ago

"Mwo?" Hyukjae berdecak mendengarkan suara orang yang menelponnya. "Jinca?" kali ini Hyukjae menepis tangan penata rias yang sedang memperbaiki make upnya. "Baiklah Eusia, aku segera kesana." setelah mengatakan hal tersebut Hyukjae langsung berlari kearah fotografer.

Ia sempat mengatur nafasnya yang memburu karena berlari. "Sinsa, bolehkan aku meminta ijin untuk pergi?" Hyukjae bertanya hati-hati karena ini hal sensitive.

"Mau kemana?" orang itu bertanya dengan nada tenang, sambil melihat hasil fotonya di laptopnya.

"Ke rumah sakit." Hyukjae menjawab cepat. "Menemui istriku," lanjutnya agar tak membuang waktu.

"Dia sudah sadar?" orang itu membalikkan badannya dan menatap Hyukjae. "Baiklah, kau boleh pergi Eunhyuk-ssi. Jika terjadi sesuatu cepat hubungi aku." ia melanjutkan ucapannya sambil tersenyum manis.

"Kamsahabnida Sinsa," Hyukjae membungkukkan badannya. "Aku akan segera kembali." lanjutnya lalu pergi kerumah sakit.

flashback end—

Kini Hyukjae telah berdiri didepan ruang inap Cheonsa. Nafasnya memburu, ekor matanya menangkap bayangan orang yang sangat ia kenal, Cho Kyuhyun—kakak Cheonsa.

Hyukjae mendekati Kyuhyun yang sedang duduk di kursi tunggu, "Bagaimana keadaannya?" Hyukjae menanyakan langsung.

Kyuhyun hanya menggelengkan kepala, "Molla hyung." hanya dua patah itulah yang keluar dari bibir Kyuhyun.

"Jebal, katakan padaku Kyuhyun-ah." Hyukjae kembali memaksa Kyuhyun.

Kyuhyun kembali menggelengkan kepalanya, "Aku juga baru sampai, hyung. Jika saja Seohyun tak memberi tau ku, mungkin aku tak ada disini sekarang." kali ini Kyuhyun berkata yang sebenarnya.

Didalam ruang inap Cheonsa, terdapat 2 Euisa dengan beberapa suster. Salah satu Euisa itu terus mencoba memacu detak jantung Cheonsa yang mulai melemah.

Selama 5 menit Hyukjae melakukan aktifitas yang sama—mondar-mandir didepan Kyuhyun. "Hyung, duduklah." Kyuhyun mencoba menenangkan Hyukjae, tapi percuma karena ia pun sama takutnya kehilangan adiknya—Lee Cheonsa.

Hampir 10 menit Euisa itu berada di ruangan Cheonsa, tapi salah satu dari mereka belum ada yang meninggalkan ruangan Cheonsa. Seorang gadis berjalan mendekati pintu ruang inap Cheonsa dan akan memutar kenop pintu, tapi dengan cepat Kyuhyun menarik tubuh gadis itu dalam dekapannya.

"Jangan," suara Kyuhyun terdengar bergetar. "Kita belum boleh masuk." lanjutnya.

Gadis itu mengangkat wajahnya, menatap manik milik Kyuhyun "Waeyo Kyu?" gadis itu bertanya dengan nada yang terdengar tenang, sangat tenang.

"Masih ada Eusia didalam sana." Kyuhyun menjawab pertanyaan gadis itu. Karena merasa gadis itu tak akan mencoba memasuki ruang inap Cheonsa lagi, Kyuhyun melepaskan pelukkannya.

"Dimana Hyukjae Oppa?" gadis itu kembali bertanya. "Apa dia sudah tau bahwa Cheonsa eonnie," gadis itu tak melanjutkan ucapannya dan langsung menghambur 2 Euisa yang baru saja akan keluar.

"Bagaimana?" Hyukjae menanyakan langsung, berharap semua baik-baik saja.

"Detak jantung Cheonsa-ssi sudah berdetak seperti biasanya. Tapi, dia belum sadar diri." salah satu dari Euisa itu menjawab pertanyaan Hyukjae.

Semua perasaan takut kehilangan seketika lenyap, Hyukjae segera masuk ke ruang inap Cheonsa. Sedangkan Kyuhyun mengucapkan terima kasih kepada kedua Euisa tersebut dan menyusul masuk kedalam ruang inap Cheonsa yang diikuti gadis tadi.

"Syukurlah kau tak apa, eonnie." gadis itu menucapkannya sambil mengengam tangan Cheonsa. "Aku belum mau kehilanganmu. paling tidak lihatlah saat aku dan Kyuhyun menikah nanti." lanjutnya sambil tersenyum.

"Seohyunie, masih ada Oppa disini." kali ini Hyukjae bersuara. "Aku yang akan mewakilli dia untuk melihat upacara pernikahan kalian nanti." lanjutnya sambil tersenyum paksa.

"Shireo, aku menginginkan seorang malaikat yang nantinya menjadi pendamping mempelai perempuan, bukan monyet sepertimu." gadis yang dipanggil Seohyun oleh Hyukjae berucap sadis dengan wajah datarnya.

Hyukjae menggelengkan kepalanya tak mengerti. "Kau sama-sama menyebalkannya dengan Kyuhyun." ucapnya sambil tertawa walaupun hanya sebentar, aktifas tertawanya hilang semenjak Cheonsa memasuki rumah sakit.

"Hyung, aku berfikir untuk membawa Cheonsa kembali ke Jin-an saja." Kyuhyun mengeluarkan pemikirannya selama ini. "Kurasa disana ia bisa lebih tenang." lanjutnya sambil menimbang-nimbang keputusannya.

"Tidak. Aku tak bisa menemuinya." Hyukjae menolak dengan keras permintaan Kyuhyun. "Kau tau sendiri bahwa aku tidak bisa lepas dari Cheonsa." lanjutnya sambil menatap tajam kearah Kyuhyun.

Kyuhyun menganggukkan kepalanya mengerti, "Aku tau, tapi aku tak tahan jika melihatnya disini." Kyuhyun kembali menyuarakan pemikirannya.

"Sebaiknya oppa berhenti menjadi model," Seohyun yang sedari diam sekarang angkat bicara. "Karena kau taukan Cheonsa eonnie tak ingin kau terkenal. Hiduplah berdua di Jin-an." lanjutnya sambil memijat tangan Cheonsa.

"Lalu Bagaimana kehidupanku?" Hyukjae merasa kenapa pasangan yang ada didepannya mencoba memisahkan dirinya dan Cheonsa.

"Kau tau hyung, aku sempat mendengar cerita ketika di Jin-an." suara Kyuhyun terdengar ragu. "Seperti mengarungi waktu. Cheonsa akan sadar tapi dalam jangka waktu yang lama, mungkin hingga 10 tahun lebih." Kyuhyun memberi jeda. "Dan didalam cerita itu dijelaskan bahwa seseorang yang telah lama koma itu bisa sadar dengan pengorbanan orang yang ia cintai dan mencintai dirinya." Kyuhyun mengakhiri pembicaraannya.

"Cerita macam apa itu hah?" Hyukjae merasa cerita Kyuhyun benar-benar mengkhayal.

Kyuhyun mengangkat bahu tak tau, sebenarnya ia sendiri bingung dengan ucapannya. "Tapi, aku percaya dengan cerita itu." ucapnya percaya diri.

"Aku juga sempat memiliki teman yang mengalaminya ketika aku pergi ke Paris," Seohyun mencoba menambahi alasan Kyuhyun. "Kalian tau kan disana adalah Negara yang sangat menghormati pasangannya?" Seohyun bertanya pada Kyuhyun dan Hyukjae.

"Bahkan disana rela berkorban demi pasangannya," Jaehyun memberi jeda seolah mengingat cerita. "Saat itu aku bertemu dengan seorang gadis—Jessica namanya, ia bercerita padaku bahwa pasangannya—Aiden sedang sakit dan koma,

"Dia percaya bahwa waktu bisa mengembalikan semuanya. Ia berkata padaku, 'terimakasih telah menjadi temanku dimasa sekarang, semoga saja kita berteman lagi dimasa depan'

"Setelah paginya ia mengucapkan itu, ke esokkannya saat aku pergi kerumahnya, disana hanya ada seorang lelaki yang mengaku sebagai pasangan Jessica. Dan sampai aku kembali ke Korea aku belum mendengar kabarnya lagi." Seohyun mengakhiri ceritanya.

Dahi Hyukjae berkerut tak mengerti, "Bagaimana bisa?" tanya Hyukjae dengan suara tercekat. "Itu tak mungkin, Ia pasti berbohong padamu." lanjutnya semakin tak percaya.

"Untuk apa dia berbohong, Oppa?" Seohyun merasa tak terima dengan ucapan Hyukjae. "Ketika aku berada dirumahnya, semua benda miliknya masih ada." lanjutnya geram.

"Cukup Seohyun, biarkan saja Hyukjae hyung berfikir." ucap Kyuhyun menengahi mereka berdua. "Lebih baik kita persiapkan saja kepergiaan kita ke Jin-an." lanjutnya lalu dia menarik tangan Jaehyun.

Hyukjae terdiam, semua cerita dari Kyuhyun dan Jaehyun terus berputar-putar dipikirannya. "Bagaimana mungkin itu bisa terjadi." Hyukjae mengacak rambutnya.

~('.'~) (~'.')~

flashback time—

07.00 AM – Saturday, September 21, 2005

"Aku tak berbohong hyung!" Kyuhyun berteriak didepan Hyukjae. "Kau bisa pergi ke Jin-an! Dan bertanya pada penduduk disana!" lanjutnya tak kalah keras.

"Itu semua fanatasi Kyu! Itu semua tak nyata!" Hyukjae balas berteriak.

"Baiklah!" Kyuhyun menghela nafas berat. "Jika kau memang tak mau mengkorbankan nyawamu untuk Cheonsa. Biar aku saja!" amarah Kyuhyun memuncak lagi. "Jangan halangi aku, untuk membawa Cheonsa pergi ke Jin-an!" lanjutnya lalu pergi dari hadapan Hyukjae.

flashback end—

12.00 PM – Saturday, September 21, 2005

Kini Hyukjae hanya bisa berdiam diri menatap semuanya dari jauh. Hari ini Kyuhyun meminta ijin kepada Euisa di rumah sakit untuk membawa Cheonsa pulang ke rumahnya yang dulu di Jin-an. Dan Euisa yang menangani Cheonsa memberikan ijin, karena menurutnya itu mungkin bisa memabantu pulihnya kesadaran Cheonsa.

"Kyu, kau yakin akan pergi?" Seohyun bertanya sebelum ia memasuki mobil. "Kau yakin tak mengajak Hyukjae Oppa?" lanjutnya menatap Kyuhyun khawatir.

"Kau tau sendirikan Hyunie, dia tak percaya pada ucapan kita." Kyuhyun memutar bola matanya bosan. "Lagipula Cheonsa tak membutuhkan suami yang tak berperasaan seperti dia." lanjut Kyuhyun lalu membuka pintu mobilnya dan mulai menyalakan mesin.

Seohyun menimbang-nimbang keputusan Kyuhyun, dan akhirnya ia memutuskan untuk mengikuti keputusan Kyuhyun.

~('.'~) (~'.')~

[Hyuk Jae Point of View]

03.00 PM – Saturday, September 21, 2005

Aku berulang kali melakukan kesalahan yang menyebabkan aku harus menerima kemarahan sang fotografer. Entahlah sejak 3 jam yang lalu, sejak Kyuhyun membawa Cheonsa pergi ke Jin-an aku jadi tidak bisa konsentrasi pada pekerjaanku. Untung saja pekerjaan kali ini selesai lebih cepat.

Aku segera meminta ijin pada manager untuk pergi ke Jin-an beberapa hari. Dan benar-benar lucky day aku mendapat libur 1 minggu. Dengan cepat aku memasuki mobilku dan menyalakan mesinnya, tak peduli yang terus meminta pulang bersama. Aku memacu kecepatan tinggi untuk cepat mencapai Jin-an, aku harus segera meminta maaf pada Kyuhyun. Dan meminta penjelasan tentang cerita fantasinya.

.

.

.

~('.'~) (~'.')~

Continue—

Huaaa, akhirnya selesai juga chapter 2nya. Mianhae kalo publishnya lama banget. Oh iya karena beberapa review harus dijawab, author jawab disini aja ya^^

hyukjae's wife :: ne, boleh kamu anggap itu diri kamu sendiri ^^ makasih udah review, review lagi ya.

jaehyuk :: hehe, bangapta^^ mianhae ada trouble maker yang membuat ff ini tak bias di publish kilat, mianhae (¯/\¯). makasih reviewnya, review lagi yaa^^

endahhyukieELF :: hehe, berhasil atau enggaknya tergantuk Eunhyuknya juga ^^ mianhae, nggak bisa update kilat makasih Reviewnya, review lagi yaa^^

. :: ne, itu wp author. nama authornya tetep kan? hehe, mianhae kalo bikin bingung.

Rihae pyupyu :: ini lanjutannya ^^, masih dalam proses sad ending atau happy ending . makasih Reviewnya, review lagi ne?

hani :: hehe, mianhae kalo eunhyuk oppa jadi melankonis. ne, ini udah dilanjut. Review lagi ne? ^^

chap ke 3 akan dipublish secepatnya, mungkin 2-3 hari lagi~~ tunggu ff saya ne~~ XD

nah, seperti biasa dan readersdeul yang baik semuaa *lempar eunhyuk*

RnR please^^

718hyunrin