Chapter 02
Hack The Money
Leader
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Rated : T
Genre : Sci-fi, Romance, Angst, Crime, Adventure
RnR Please
Happy Read ^_^
Tiga orang tersebutberjalan dengan Hinata yang masih berpedoman dengan mapnya sementara Sasuke dan Sai sedang berbicara sendiri di depan Hinata. Telinga Hinata yang sudah terlatih sebagai seorang wanita secara tidak sengaja mendengar beberapa potong pembicaraan mereka.
"Dengan dynamic programming, algomu lebih mudah. Kita save besar time yang terbuang"
"Itu lebih sulit, Sasuke. Empat parameter DP itu sudah hampir seharian aku ngerjain"
"Ah…! Noob"
Hinata hanya menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar ucapan mereka berdua. Sebenarnya dia sedikit banyak tahu sih apa yang mereka bicarakan, tapi nimbrung dalam ucapan laki-laki bukanlah hobinya.
Aroma yang sedikit tidak enak menyeruak masuk kedalam hidung mancung Hinata, membuatnya sedikit terganggu dan mengalihkan perhatian nya ke depan.
"Jangan terkejut dengan ini, Hinata. Kau sudah setuju dengan perjanjian kita untuk tidak protes tentang tempat yang akan kita tuju" Celetuk Sasuke yang rupanya menyadari keterkejutan Hinata. Hinata hanya mengangkat alisnya heran melihat Sasuke yang masih saja dengan cuek menghadap kedepan. Gimana dia bisa tau ekspresi Hinata? Apa dia punya spion?
"Kalo tempatnya seperti ini, jelas saja bakalan di anggap hutan oleh Maps" Ledek Hinata. Bayangkan saja, disitu banyak menjadi tumpukan sampah yang sudah menggunung, meskipun kebanyakan adalah sampah kering, tetapi masih aja ada beberapa sampah basah yang tercampur sehingga baunya busuk.
"Eh…! Jangan salah, kami memilih tempat seperti ini juga dengan alasan keamanan. Mungkin hal ini tidak berlaku bagi system dengan membuka port yang jarang digunakan, tetapi dalam dunia social itu lain" Kata Sasuke.
"Hentika omong kosongmu itu, Sasuke. Kau tidak keren" Sahut Sai. Beberapa container tampak di tumpuk di bagian tengah tempat sampah tersebut. Sai yang pertama kali sampai di tumpukan container yang sudah banyak lumut dan berkarat itu, langsung membuka pintu lebar yang berada di sana dengan lengan kekarnya.
Mata lavender Hinata membelalak ketika melihat bagian dalam container tersebut. Sungguh pemandangan yang sangat berantakan. Kabel yang tersambung tidak karuan dengan beberapa bagian yang mengelupas. Tempat tidur yang penuh dengan pakaian kusut dan tampak lusuh. Satu-satunya yang rapi adalah di bagian belakang container dimana ada sederet computer yang berjejer dan sebuah layar monitor besar yang berada di tengah-tengah dereta computer tersebut.
"Selamat datang di dunia kami" Celetuk Sasuke dengan nada mengejek sebelum membuang botol bekas minuman bersodanya keluar dan berjalan dengan tegap menuju ke dereten computer tersebut. Sai yang sudah duluan sekarang tampak sedang berdiri di belakang seorang perempuan berambut pirang panjang yang sedang mengetik sambil melihat beberapa baris kode di layar computer di depannya.
"Nampaknya virus kita sudah dimatikan oleh orang security" Kata cewek tersebut begitu melirik ke kirinya dimana Sasuke yang baru saja datang langsung merebahkan badannya sambil menyambar mouse yang berada di depannya.
"Yap…! Aku baru saja menangkap pelakunya" Kata Sasuke sambil tetap menatap layar yang sekarang menampakkan layar login server. Dengan jari yang tangkas dan cepat, Sasuke mengetikkan alamat IP dan password yang dia gunakan, kemudian mengirimkan perintah virus tersebut untuk aktif kembali tanpa memancing perhatian.
"Eh…! Hebat sekali kau bisa sekali tangkap" Kata Ino begitu melihat Hinata di belakangnya.
"Mata Sasuke memang tajam ketika melihat cewek cantik" Ledek Sai.
"Hinata, kenalkan dia Ino, Yamanaka Ino. Anggota perkumpulanku yang ahli dalam social engineering. Yah…! Meskipun kemampuan komputernya tidak bisa dibandingkan denganmu, tapi dia juga cukup jago kok" Kata Sasuke tidak menggubris omongan Sai.
"Enak saja kau" Kata Ino dengan nada kesal mendengar ucapan Sasuke tadi.
"Yang tidur disana itu adalah Sakura, dia seorang yang terselamatkan dari genosida diam-diam yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat. Seluruh kampungnya terbunuh karena ujicoba senjata biologis pemerintah. Dia ahli dalam persenjataan, jadi hati-hati dengannya" Kata Sasuke sambil menunjuk seorang dengan rambut pink yang sedang tidur di kursi panjang dengan wajah damai. Dahi Hinata berkerut mendengar ucapan Sasuke.
"Bukankah kau bilang ini adalah perkumpulan elite hacker paling terkenal di seluruh dunia? Kenapa ada ahli senjata disini?" Tanya Hinata dengan nada heran.
"Apa hebatnya perkumpulan bila tidak membawa dampak bagi dunia?" Tanya Sasuke.
"Iya, perkumpulan rahasia itu cuma omong kosong" Kata Hinata. Sasuke hanya tertawa kecil mendengar ucapan Hinata.
"Yap…! Karena itu kita akan membawa dampak bagi dunia dengan rencana yang sudah kita susun dengan sangat teliti mulai tahun lalu" Kata Sasuke seperti main rahasia-rahasiaan dengan Hinata. Hinata hanya mengernyit heran mendengar ucapan Sasuke.
"Rencana apaan yang membutuhkan senjata? Bukannya hacker tidak butuh senjata?" Tanya Hinata.
"Yup…! Kalo kau hanya berurusan dengan perusahaan kecil, kau tidak butuh senjata apapun. Tapi kali ini…" Sasuke sengaja menggantung kata-katanya. Hinata tampak sedikit gelisah dengan apa yang dikatakan oleh Sasuke. Firasatnya mengatakan bahwa Sasuke pasti akan mengatakan perusahaan itu.
"Kukira dia sudah tau tanpa kau gantung seperti itu, jangan sok keren deh" Ledek Sai sambil sedikit cekikikan.
"Diam kau Sai" Bentak Sasuke yang nampaknya tidak tahan dengan ejekan Sai dari tadi. Ino tampak menyikut rusuk Sai, membuat pemuda berambut eboni itu tampak meringis kesakitan.
"Firasatmu benar sekali, Hinata. Kita akan meretas IMF" Kata Sasuke.
"Jadi, kau memancingku kesini supaya aku bisa menjadi mata-mata di dalam IMF?" Tanya Hinata.
"Tidak, tidak juga. Jika kau bicara tentang mata-mata, maka virus yang kemaren cukup untuk mata-mata setelah kau masukkan virus itu dalam mode sleep. Aku yang membuat virus itu, dan sudah mengaktifkannya kembali setelah Sai melucuti setiap bit dari server mereka supaya file itu tidak terdeteksi lagi" Jelas Sasuke. Hinata tampak heran mendengar ucapan Sasuke. Alis tipis diatas biji lavendernya tampak terangkat sebelah sambil meminta penjelasan lebih lanjut melalui tatapannya.
"Lalu?" Tanyanya ketika kode tatapannya tidak begitu berfungsi pada Sasuke.
"Social Engineering. Ino nantinya akan menjadi temanmu dan dapatkan beberapa informasi yang tidak bisa kudapatkan dari computer" Kata Sasuke.
"Termasuk, identitas pemimpin baru mereka, Orochimaru" Lanjut Sasuke. Hinata tampak berpikir sejenak, menimbang-nimbang rencana yang diajukan oleh Sasuke sambil mengelus dagunya yang menggantung cantik tersebut.
"Bagaimana jika aku tidak mau?" Tanya Hinata.
"Sederhana saja. Kau sudah disini, tidak ada jalan keluar lagi. Tapi, kemungkinan besar akan kami cuci otakmu" Jawab Sasuke enteng.
"Hmmmpppphh….!" Suara aneh terdengar dari sebelah Sasuke. Onyx hitam itu pun melirik kesebelahnya dengan tatapan kesal. Wajah pria berambut eboni itu tampak aneh dengan ekspresi menahan tawanya yang akan keluar.
"Tidak, tidak, jangan pedulikan aku. Hmmmppp…! Anggap aku tidak ada" Kata Sai sambil masih berusaha menahan tawanya sambil memegangi perutnya.
"Huh…! Percuma saja menyuruhmu diam" Keluh Sasuke sambil merebahkan tubuhnya di kursi tempat dia duduk tadi.
"Ino, sekarang gantian kau yang ngomong" Perintah Sasuke. Mata aquamarine milik gadis pirang itu mengerjap-ngerjap sejenak sebelum akhirnya beralih menuju layar komputernya. Dengan cepat dia mengetikkan beberapa baris perintah untuk menampilkan data diri seseorang.
Seorang pria berkulit pucat dengan rambut panjang berwarna hitam tampak di layar computer milik Ino. Beberapa saat kemudian dia, memindahkan tampilannya menuju ke layar besar diatas. Mata lavender Hinata menatap lekat-lekat foto orang terkenal tersebut. Mata kuningnya tampak menyeringai licik, dengan tatapan yang sangat ambisius.
"Kau kenal dia kan?" Tanya Ino. Hinata hanya mengangguk pelan mendengar ucapan Ino.
"Apa yang membuat kalian penasaran denga Orochimaru-sama selain kekuasaannya yang besar sebagai direktur dari IMF?" Tanya Hinata dengan nada penasaran.
"Riwayat hidupnya" Jawab Ino mantap. Layar tersebut beralih kepada sebuah biodata dari Orochimaru. Lengkap dengan banyaknya data medis dan pribadi miliknya, meskipun banyak diantaranya yang berwarna merah menyala.
"Kamu lihat, aku sudah meng-highlight beberapa data aneh dari Orochimaru yang sudah kutemukan. Orang-orang dengan kepemimpinan yang besar selalu memiliki aura yang berbeda dari kebanyakan orang. Mereka selalu menonjol, paling tidak diketahui public sebelum menjabat sebagai pemimpin" Jelas Ino. Hinata tampaknya sedikit mengerti dengan ucapan Ino.
"Sementara Orochimaru-sama seperti tiba-tiba muncul dari dalam bumi dan menjadi pemimpin perusahaan kelas dunia" Sahut Hinata. Ino hanya mengangguk pelan. Rambut pirangnnya yang dikucir ekor kuda tampak bergoyang pelan seiring dengan anggukan kepalanya.
"Jika kau menyetujuinya, mulai hari ini kau akan bekerja dengan Ino untuk membuka kedok Orochimaru" Kata Sasuke menegaskan. Sepertinya pria berambut raven ini sudah tidak tahan dengan ocehan Ino mengenai seseorang. Mendengarkan curhatan seseorang bukanlah hobinya.
"Jika aku tidak melakukanna, aku pasti akan di cuci otak. Mungkin untuk kali ini, aku akan berusaha mengikuti rencananya" Batin Hinata mencoba untuk memperhitungkan kemungkinan.
"Baiklah, aku akan mengikuti rencanamu" Lanjut Hinata. Sasuke pun berdiri dari duduknya dengan seulas senyuman tipis dan tatapan sinis. Lengannya yang kekar tampak maju ke depan, mencoba untuk mengajak Hinata bersalaman. Tangan halus nan mungil Hinata pun membalas uluran tangan Sasuke, tapi dengan tiba-tiba, Sasuke menarik tangan tersebut ke depan dan menempelkan bibirnya di telinga Hinata.
"Jangan coba-coba bermain dengan kami"
-0-
"Huft…! Sudah, kau puas?" Tanya Hinata kepada Ino yang saat ini sedang menyetir mobil kap terbuka dengan sebatang rokok yang menempel di bibirnya. Tangan Hinata masih bergetar meskipun Sasuke sudah tidak berada di sini lagi. Telinganya masih bisa merasakan hembusan nafas Sasuke yang terasa mengancam jiwanya. Bahkan jantungnya tidak dapat dia kendalikan semau dirinya lagi. Smartphone yang berada di tangannya pun tampak basah oleh keringat dinginnya. Sebegitu besarnya kah pengaruh Sasuke pada Hinata?
"Belum. Sebelum aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri" Kata Ino sambil menyeringai sebelum dia menginjak pedal gas dan memacu mobilnya di jalanan yang mulus tersebut. Hinata menghubungi Kiba untuk melakukan pengecekan terhadap server data IMF yang sudah diperbaiki oleh Hinata tempo hari.
Alasan Hinata mengadakan pengecekan lagi cukup bagus. Ada temannya yang menyarankan sesuatu terhadap virus tersebut sehingga membuat Hinata bisa masuk kembali ke server milik IMF, meskipun hanya beberapa jam, tentu saja dengan Ino.
"Hei…! Apa kau takut dengan Sasuke?" Tanya Ino. Hinata menoleh dengan wajah heran kepada Ino. Perempuan cantik berambut pirang itu adalah seorang yang ahli dalam social engineering, diam tanpa kata merupakan sebuah hal yang tabu bagi seseorang dengan tingkat sosialitas yang tinggi sepertinya.
"Kenapa harus takut?" Tanya Hinata dengan acuh. Ino hanya menyunggingkan seulas senyuman sinis pada Hinata.
"Oh, jadi kamu suka padanya?" Ucapan Ino jelas membuat Hinata kaget. Saking kagetnya, hapenya saja sampai hampir jatuh karena saking licin dan kagetnya Hinata.
"Apa-apaan spekulasimu itu?" Kata Hinata dengan nada kesal. Ino hanya sedikit nyengir ke arah Hinata melihat reaksi Hinata yang berlebihan itu.
"Aku adalah seorang yang sudah terlatih dengan ekspresi orang. Jangan coba-coba macam-macam denganku" Kata Ino tidak menggubris pertanyaan dari Hinata.
"A… apa ekspresiku seperti seseorang yang menyukai Sasuke?" Tanya Hinata dengan sedikit gugup.
"Tidak juga. Mungkin juga kau segan, atau takut pada Sasuke" Jawab Ino singkat.
"Tapi, melihat reaksimu barusan…." Goda Ino sambil sengaja menggantungkan kata-katanya. Hinata menggembungkan pipinya mendengar godaan dari Ino yang membuat gadis pirang itu tertawa.
"Jadi, apa kau ingin tahu lebih banyak tentang Sasuke? Aku mungkin bisa memberitahumu" Kata Ino masih dengan nada menggoda.
"Tidak perlu" Kata Hinata dengan nada kesal.
"Hoo…! Baiklah, akan kuceritakan yang aku tahu saja" Kata Ino tetap ngotot. Hinata memalingkan wajahnya dari Ino, mencoba untuk menutup telinganya dengan bunyi angin yang berdesir di telinganya.
"Sasuke adalah putra dari perusahaan yang saat ini sudah bangkrut. Ayahnya bunuh diri, Ibunya kawin lagi, kakaknya menghabiskan semua asset perusahaan, bahkan dia tega menjual Sasuke hanya untuk kesenangannya sendiri" Ucapan Ino sukses membuat Hinata merasa tertarik dengan sejarah Sasuke. Bagaimana tidak, bukankah dia juga anggota orang broken home? Ibunya meninggal karena penyakit, dan ayahnya menuduhnya sudah membunuh ibunya sendiri. Dia dibuang dari keluarga dengan tidak terhormat.
"Kau pasti sudah mengerti kan bagaimana kebangkrutan perusahaan ayah Sasuke?" Kata Ino mengoceh sendirian sementara Hinata masih terbawa dengan suasana broken home nya.
"Waktu itu Sasuke masih remaja, sehingga tidak tahu apa yang akan dilakukannya. Tapi, ketika dia mulai beranjak dewasa, pikirannya mulai terbuka. Dia menyelidiki sendiri bagaimana perusahaan ayahnya bisa bangkrut dalam waktu secepat itu" Kata Ino melanjutkan ceritanya.
"Yap…! IMF mempermainkan perusahaan mereka. Setelah dia selidiki, ternyata ada beberapa perusahaan yang diuntungkan akibat krisis besar-besaran yang menyebabkan kebangkrutan perusahaan ayahnya. Dia berkesimpulan bahwa IMF telah melakukan sebuah permainan kotor…."
"Kita sudah sampai" Potong Hinata dengan segera langsung melepaskan sabuk pengamannya dan membuka pintu untuk segera keluar dari mobil Ino.
"Hei…! Paling tidak biarkan aku mengakhiri cerita ini secara drama…" Ino pun berdecak kesal melihat Hinata mengacuhkannya. Tapi beberapa saat kemudian dia tersenyum senang.
"Paling tidak aku sudah menumbuhkan simpatinya"
-0-
"Apanya yang salah sih? Kau tidak tahu ya jika Orochimaru-sama sebagai direktur dari IMF sangat sibuk sekali" Keluh Kiba ketika berjalan dengan cepat bersama dengan Hinata.
"Gomen ne, Kiba-kun. Tapi, Ino-chan berkata bahwa ini adalah patch yang penting yang tidak kusadari" Kata Hinata.
"Ino-chan? Kelihatan sok imut banget deh" Batin Ino merasa mual mendengar panggilan Hinata untuknya.
"Temenmu ini kayaknya handal juga, mungkin aku juga harus memberikan rekomendasi untuknya" Kata Kiba sambil melirik ke arah Ino. Hinata hanya memutar bola matanya mendengar ucapan Kiba yang tampak melenceng dari topic.
"Terserah lah" Jawab Hinata singkat ketika mereka memasuki lift untuk masuk ke dalam ruang server.
Aura dingin kembali menusuk tulang Hinata ketika mereka melewati server dengan ribuan hardisk yang terhubung dalam sebuah RAID di ruang server tersebut. Tampak seseorang dengan rambut hitam panjang tampak berdiri disana sambil membelakangi lift. Tangannya yang pucat tampak terbelenggu di bawah punggungnya. Wajah pucatnya tampak tenang memandangi server di depannya. Beberapa saat kemudian matanya menoleh ke belakang, ketika Hinata dkk datang dari lift.
"Gomen ne, Orochimaru-sama. Kali ini akan kami usahakan agar pengecekannya complete" Kata Kiba sambil maju dan membungkuk kepada Orochimaru.
"Lakukan saja" Kata Orochimaru sambil tersenyum. Dengan cekatan, Hinata langsung mengoperasikan computer server yang berada di depan Orochimaru, sedangkan Ino dan Kiba menunggunya di belakang bersama dengan Orochimaru.
"Seperti yang kau bilang, Ino-chan. Virus yang kemaren sedang membuka jalan untuk virus lainnya" Komentar Hinata. Ino hanya tersenyum kecil.
"Oh…! Jadi yang menemukan bugnya adalah kamu ya?" Sahut Orochimaru dengan nada tertarik.
"Tidak juga, saya hanya ahli berteori" Jawab Ino tanpa ada sedikitpun rasa grogi di nada bicaranya.
"Hoo…! Hanya bisa berteori ya? Bukankah lebih baik gunakan Hinata untuk masuk ke dalam perusahaannya?" Tanya Orochimaru. Ino hanya mengangkat sebelah bahunya mendengar ucapan Orochimaru.
"Saya bukan tipe orang seperti itu" Jawab Ino enteng. Tampak Orochimaru sedikit tertawa kecil mendengar ucapan Ino.
"Kau baru bisa berkata seperti itu jika kau sudah benar-benar terdesak" Kata Orochimaru yang tampaknya seperti mengalihkan topic pembicaraan.
"Huh…! Apakah tuan juga merupakan orang yang seperti itu?" Tanya Ino. Orochimaru tampak menolehkan kepalanya, menghadap ke arah Ino.
"Menurutmu sendiri?"
TBC
Thanks atas koreksi bahasanya (author bego banget kalo masalah tata bahasa). Oh, dan untuk yang IMF, itu author tau sih, tapi memang author bikin Federation (author ga kepikiran buat nama laen).
Soalnya yang author tau, IMF itu fungsinya buat kestabilan ekonomi, perdagangan internasional, pertumbuhan ekonomi dan pencegahan kemiskinan dan berada dibawah naungan PBB. Sedangkan yang author buat, sebuah bank yang mengeluarkan uang (mirip kayak BI tapi buat hampir seluruh dunia), berdiri tanpa parent organisasi.
Untuk sci-finya kurang ya? Rencananya mau di akhir-akhir chapter. Untuk film yang bisa dijadiin referensi, author lebih suka dengan yang sedikit berbau fantasy (kayak filmnya marvel), dan untuk yang luar angkasa kaya star wars gitu, mungkin lebih enak baca novelnya kali ya XD.
Thanks atas sarannya.
Thanks juga buat baca
Jangan lupa review…!
