In Our Time
.
.
YUNJAE
.
Title : In Our Time
Chapter Two
Rated : K+ - T
Author : Jung
WARNING! Boys Love – YAOI!
.
"Aku bahkan masih berpikir kalau otak ku sudah tidak waras. Masih saja bisa melihat dirimu didalam setiap langkah ku, masih bisa merasakan detak jantung mu, masih bisa merasakan hembusan nafas mu, masih bisa merasakan kehadiran mu, masih bisa merasakan setiap sentuhan kulit mu. Segalanya. Segalanya tentang diri mu tak pernah bisa aku hapus."
.
.
.
ZRASHHHHH
"Hmmmmm..."
"Kau sudah bangun?" Yoochun menatap lamat-lamat Jaejoong begitu ia melihat pergerakan dan gumaman dari bibir mungil itu.
"Y-Yoochun-ssi?"
"Eh, aku baru tau ternyata suara mu sangat indah," Yoochun menduduki sofa putih yang terletak di depan king bed tempat Jaejoong berbaring.
BLUSH
Wajah Jaejoong memerah begitu mendapat gombalan dari Yoochun. Pria tampan itu hanya tertawa ringan melihat perubahan wajah milik namja berambut hitam dihadapannya. Merasa tidak nyaman dengan posisinya, Jaejoong mendudukan tubuhnya dan memandang keluar jendela.
"H-hujan?" gumamnya. Dan Yoochun masih dapat mendengar gumaman namja manis dihadapannya.
"Ne. Entah kenapa pagi ini cuaca benar-benar tidak mendukung, padahal aku ingin mengajak kau bermain di taman belakang," Yoochun bangkit dari sofa dan melangkahkan kakinya menuju jendela balkon kamar Jaejoong.
"Keberatan jika aku membuka jendela ini?" senyuman tidak pernah lepas dari bibir namja bernama depan Micky itu.
Jaejoong menggeleng dan sedikit tersenyum, 'Pria ini benar-benar sangat baik,' pikirnya.
"Syukurlah...," Yoochun menggeser jendela tersebut dan keduanya memejamkan mata dengan tenang begitu merasakan sejuknya angin yang menerpa tubuh mereka, tidak dingin, tapi sangat menenangkan.
Jaejoong menyibak selimut yang menutupi kakinya, melangkah mendekati pria bernama Yoochun dan berdiri tepat disampingnya.
Kedua pasang mata itu menatap guyuran hujan yang jatuh dengan cukup deras. Dan keduanya melotot begitu melihat kilatan cahaya yang sangat menyilaukan mata. Sontak mata keduanya tertutup dengan sangat rapat.
JDERRRRR
Dan dugaan mereka benar, suara petir tadi terdengar sangat kencang. Begitu membuka matanya Yoochun disuguhkan dengan pemandangan yang menurutnya sangat menggemaskan.
"Kau takut petir?" Yoochun terkekeh begitu melihat Jaejoong sedang berjongkok disampingnya, kedua tangan kurusnya menutup telinganya dengan sangat rapat, dan jangan lupakan matanya yang terpejam dengan sangat erat.
"Hiks... Sedikit," isakan kecil terdengar oleh Yoochun dan pria berpipi chubby itu ikut jongkok dihadapan Jaejoong dan mengusap surai hitamnya.
"Gwenchana," Yoochun tersenyum kecil, "Kau belum sarapan bukan? Ayo kita kebawah, sepertinya sarapan kita sudah siap."
Jaejoong membuka matanya perlahan dan melihat Yoochun yang sedang berdiri dihadapannya.
"N-ne."
.
.
.
Takjub.
Lagi-lagi Jaejoong sangat terkejut begitu melihat sarapan yang ada diatas meja, walaupun dia amnesia tapi ia masih tau mana makanan buatan koki dan orang biasa. Dan sepertinya menu sarapannya kali ini memang dibuat oleh koki handal. Tampilan dan rasanya, benar-benar...
"Tuan Jaejoong, apakah anda menginginkan sesuatu sebagai tambahan?" seorang wanita yang ia yakini sebagai salah satu maid dirumah ini tersenyum dengan sangat ramah.
"T-tidak," Jaejoong membalas senyum maid itu dengan sangat manis, dan seketika pipi maid itu mendadak bersemu dengan tidak sopannya, mengundang decakan kecil dari pria yang sejak tadi memperhatikan interaksi keduanya.
"Sunny, bisakah kau panggilkan Bibi Song setelah kami makan?" Yoochun tersenyum namun senyumannya benar-benar sangat berbeda dari yang sebelumnya Jaejoong lihat, senyum ini terlihat seperti sebuah seringai?
Jaejoong memiringkan kepalanya sedikit, bingung? Pria dihadapannya ini seperti memiliki sifat yang berbeda dengan yang tadi. Yoochun seperti memiliki dua kepribadian.
"N-ne Tuan Yoochun," dengan tergesa maid yang Yoochun panggil Sunny itu membalikan badannya dan menuju dapur, seperti ketakutan.
"Makanlah yang banyak Jaejoong," lagi, Yoochun tersenyum dengan sangat ramah kepada Jaejoong berbeda dengan senyuman yang baru saja ia lihat.
Dan sepertinya Jaejoong tidak terlalu mempermasalahkannya, buktinya namja manis itu hanya menganggukan kepalanya singkat, tersenyum kepada Yoochun dan melanjutkan makanannya dengan sangat lahap. Sepertinya ia benar-benar kelaparan eoh?
.
.
.
"Aku akan ke Jepang selama tiga hari, Bibi Song tolong jaga Jaejoong dengan baik," dengan tenang Yoochun menatap wanita paruh baya yang ada dihadapan mereka, Yoochun dan Jaejoong.
Wanita itu telihat sangat baik. Dan Jaejoong yakini ia sudah cukup lama bekerja dirumah mewah ini, dan sepertinya ia juga kepala pelayan disini.
"Baik Tuan Yoochun," Bibi Song mengangguk patuh.
"Sudah ku katakan berapa kali, Bibi tak perlu memanggilku seperti yang lain, cukup Yoochun saja," Yoochun mendengus sebal.
"Ne.. ne.. Bibi mengerti, hanya saja Bibi merasa tidak enak dengan yang lain," wanita itu tersenyum melihat Yoochun.
"Eiii... selalu saja," Yoochun tertawa dengan lembut dan dengan tiba-tiba ia menepuk dahinya yang agak lebar dengan cukup kencang, menyebabkan kedua orang yang melihat tingkahnya terkekeh geli.
"Aku lupa memperkenalkan kalian," gumamnya.
"Jaejoong, ini Bibi Song, selama aku tidak ada kau bisa bermain dengannya," lanjut Yoochun.
"Huh? Bermain?" Jaejoong terkekeh geli, 'memang dirinya bocah berumur lima tahun yang perlu teman bermain?'
"Agar kau tidak kesepian," celetuk namja bermata sipit itu.
"Ne, Tuan Jaejoong, jika anda memerlukan apa-apa hanya tinggal memanggil saya," Bibi Song menunduk hormat.
"N-ne... Mohon bantuannya Bibi," Jaejoong menunduk hormat, ia senang, orang-orang dirumah ini sangat baik terhadapnya.
"Nah.. nah... Aku akan berangkat sebentar lagi," Yoochun bergegas menaiki tangga.
"Apa anda membutuhkan bantuan?"
"Tidak perlu Bi, aku sudah menyiapkan segalanya semalam, nanti aku akan menyuruh supir Kang untuk mengangkutnya kebawah," dan tubuh Yoochun-pun menghilang dilorong pertama.
.
.
.
Three days later.
Jaejoong berguling-guling tidak jelas diatas kasurnya, ia sangat bosan. Semenjak Yoochun pergi ia tidak diperbolehkan keluar dari rumah megah ini. Ia hanya membantu para maid memasak, bermain kebun belakang, berkeliling di rumah yang ternyata memang sangat sangat besar, membaca diperpustakaan, dan bermain dengan Taepoong, anjing siberian husky yang sangat pintar.
Untuk dua kegiatan yang ada diakhir, itu merupakan kegiatan rutin yang sangat antusias ia lakukan. Koleksi buku-buku diperpustakaan itu sangat banyak dan perpustakaan itu memang tidak terlalu besar hanya kita akan merasa sangat nyaman jika berada didalamnya, bahkan Jaejoong sering ketiduran diperpustakaan itu.
Taepoong? Anjing itu benar-benar membuat Jaejoong sangat nyaman, anjing bertubuh besar itu sangat pandai, entah sudah berapa lama Yoochun melatihnya. Yang jelas ia sekarang sudah sangat akrab dengan anjing lucu itu. Mengingat Taepoong, membuat ia rindu dengan anjing mengemaskan itu.
HUP
Jaejoong menuruni tempat tidur dan berlari menuruni tangga. Dengan tergesa kaki milik Jaejoong melangkah menuju taman belakang, tempat Taepoong tinggal.
GUK GUK
"Kyaaaaaa... Taepoong-ah aku merindukan mu...," Jaejoong berlari dengan sangat kencang, tak memperhatikan sekitarnya, anjing siberian husky itu menggonggong dengan sangat keras, bermaksud memperingatkan Jaejoong untuk lebih berhati-hati. Karena...
SEET
DUGH
BYURRR
Dan satu hal yang pasti, para pelayan rumah itu sedikit banyak tau sifat Tuannya yang satu ini, selain polos Jaejoong ternyata sangat... ceroboh.
KAINGGG
Taepoong menutup matanya dengan kedua kaki depannya, seolah-olah ia mengerti dengan penderitaan majikan barunya itu. Dan dengan lincah anjing itu meloncati pagar pembatas dan menuju Jaejoong yang tengah dipapah oleh beberapa maid.
Yap. Karena ehmcerobohehm Jaejoong terjatuh atau lebih tepatnya tercebur kedalam kolam yang memang saat itu tengah dibersihkan oleh beberapa maid, dan untungnya ia jatuh dalam keadaan air yang masih terisi penuh didalam kolam, jika tidak? Ah, aku saja bahkan tidak bisa membayangkannya...
.
.
.
"Ne, ia tidak apa-apa T-tuan... ehm maksudku Yoochun-ah," Bibi Song tampak melirik melihat keadaan Jaejoong yang tengah tertidur.
"Ia terpeleset saat hendak berlari menuju Taepoong," kejadian itu membuat Bibi Song terkekeh geli, majikannya ini benar-benar.
"Ughhh.."
"Ah! Sepertinya ia sudah sadar," pekik Bibi Song, "Baiklah."
Bibi Song mematikan sambungan telepon dan berlari menuju Jaejoong yang tengah memijit kepalanya, sepertinya pria manis itu kesakitan.
"Tuan Jaejoong, anda tidak apa-apa?"
"Umm... aku baik-baik saja," senyuman kecil terpasang di bibir mungil Jaejoong.
HATCHIII
Bibi Song terkejut mendengar bersin yang keluar dari bibir Jaejoong.
"Anda demam?" tanyanya panik.
"S-sepertinya begitu," Jaejoong mengusap hidungnya yang sedikit memerah.
"Bibi akan ambilkan obat sebentar," dan Jaejoong tidak sempat berkata apa-apa, Bibi Song sudah keluar dari kamarnya menginggalkan Jaejoong diatas tempat tidur.
Padahal ia hanya demam, huh!
GUK GUK GUK
Jaejoong bisa mendengar suara Taepoong dengan sangat jelas, karena kamarnya memang menghadap ke taman belakang tempat Taepoong tinggal. 'Apa yang terjadi dengan anjing itu?' pikir Jaejoong.
'Jangan-jangan...'
Dengan tergesa jaejoong membuka jendela kamarnya dan pemadangan selanjutnya membuat ia melotot kaget? Pria yang tidak ia kenal nampak melepas ikatan yang ada dileher Taepoong.
'Ada yang ingin mencuri Taepoong?'
"Kyaaaaaa... PENCURIIII!"
.
.
.
End For Chapter Two
TBC
Next Chapter Three
-jung -
NB:
Lama banget! Haha. Maafkan... aku benar-benar sibuk sama yang namanya Tugas Akhir dan sidang. Gak tau kapan sidangnya. Doakan semoga cepet lulus. Hehehe.
Oh iya, aku ga membahas mengenai flashback Jaejoong yang amnesia, mungkin waktunya belum tepat (atau emang aku yang males... hahaha). Di chapter ini aku ingin buat Jaejoong sedikit 'nyaman' dengan kehidupannya setelah amnesia, tapi nanti aku pasti akan bikin chapter khusus kenapa Jaejoong bisa amnesia dan siapa sebenarnya Bang Jaejoong ini? Hahaha.
Aku juga ga terlalu banyak mengerti mengenai anjing karena aku ga pernah main sama mereka. Poor me! Mengenai sifat Jaejoong yang aku bikin seolah-olah pemalu terus jadi sedikit 'pecicilan' ini diambil dari sifat ku yang kalo udah 24 jam berada dilingkungan yang bisa membuat rasa nyaman itu akan mengeluarkan sifat asli ku, yah.. 11:12 sama sifat Jaejoong ini, suka teriak, ceroboh, polos. Dan kalo belom kenal dan merasa nyaman banget yahh... jadi cewek pemalu tapi ga malu-maluin kok, haha.
Siapa yang belum aku keluarin sih?
Oh! Abang Yunho, Bang Changmin, dan Tante(?) Junsu yah... hemmm...
Finnaly, thanks for reading, wanna give me a 'something' after you read this?
