Naruto © Masashi Kishimoto

Story © Biiancast Rodith


Chapter 2 : Benang Merah.

.

.

.

Seorang anak kecil berusia enam tahun berlari mengejar seekor kupu-kupu. Usaha untuk menangkap kupu-kupu tersebut, sangat antusias. Terlihat dari caranya menggenggam tongkat jaring begitu erat.

Terlalu asik mengejar hewan cantik itu, membuat anak tersebut tidak memperhatikan langkahnya. Kaki jenjang miliknya tersandung batu, sehingga membuat tubuhnya kehilangan ke seimbangan.

Sebelum anak kecil yang memiliki rambut pirang pendek tersebut terjatuh, tiba-tiba tangan mulus miliknya ditarik seseorang mencoba untuk menolongnya agar tidak terjatuh menuruni bukit berkapet hijau. Sayangnya, beban yang dia tolong terlalu berat, membuat sang penolong juga ikut terjatuh.

Cukup jauh mereka terjatuh berputar menuruni bukit yang memiliki kemiringan 45 derajat.

"Aduhh… sa-sakit~" Terdengar keluhan setelah mereka berhenti menuruni bukit.

"Yang seharusnya mengeluh sakit itu, aku." suara anak lelaki menyadarkan gadis tersebut.

Gadis itu merasa suara anak laki-laki itu, terlalu dekat dengan telinganya. Berlahan-lahan, ia membuka kelopak matanya dan betapa terkejut dirinya saat melihat seseorang menindih tubuh mungilnya."Kenapa kau berada di atas tubuhku?! Menyingkir bodoh!" omelnya

"Merepotkan. Harusnya kau mengucapkan terima kasih karena sudah kutolong. " ucap anak laki-laki itu setelah ia menyingkir dan meninggalkan anak kecil yang memiliki nama Yamanaka Ino yang masih mengeram marah.

"Aku tidak akan mengucapkannya." Teriak Ino sekencang-kencangnya karena jarak mereka berdua semakin melebar.

Sejak kejadian tersebut, seharian penuh anak gadis dari klan Yamanaka itu marah-marah tidak jelas. Kesal karena kupu-kupu tangkapannya kabur atau tidak terima dirinya ditindih oleh seorang anak laki-laki yang tidak dia kenal. Hanya dia dan Tuhan yang tahu.

.

.

.

Hari ini, hari yang paling dinanti-nantikan oleh anak-anak sekolah akademi Konohagakure. Dimana hari ini, akan dibagikan tim dan anggota timnya akan menjadi anggota tetap.

Sama halnya dengan Ino. Dia sudah tidak sabar mendengar nama-nama calon anggota timnya. Ino mengharapkan bisa satu tim dengan pujaan hatinya, Uchiha Sasuke.

Anak bungsu dari keluarga kepala polisi Konohagakure. Cowok yang miliki wajah tampan, jenius, dan sifatnya yang dingin membuat dia terlihat lebih keren. Cowok yang selama ini menjadi incarannya sejak dia memasuki sekolah akademi dan karena cowok itu jugalah yang membuat dia harus bersaing dengan sahabatnya, Haruno Sakura.

Tidak selama apa yang diharapkan menjadi kenyataan. Ternyata sahabat sekaligus rivalnya itulah yang satu tim dengan sang pujaan. Ino tahu, sebarapapun usahanya untuk mengganti anggota timnya, hasilnya sia-sia saja. Karena yang memutuskan adalah Hokage.

Kini takdir berkata lain. Yang menjadi rekannya untuk seterusnya adalah Nara Shikamaru. Cowok pemalas yang kerjanya hanya tidur saja.

Merasa diperhatikan oleh seseorang, membuat Shikamaru menengadahkan pandangannya ke samping kanan. "Apa?" Tanya Shikamaru malas.

"Tidak ada." Jawab Ino judes

Kesal. Itu perasaan Ino saat ini. Kesal karena tidak satu tim dengan Sasuke dan melihat senyum kemenangan Sakura yang setim dengan Sasuke atau kesal karena satu tim dengan cowok pemalas. Siapa yang tahu.

.

.

.

Kini saatnya, seluruh shinobi yang ada di lima negara berjuang mati-matian untuk mengalahkan musuh. Perang dunia ketiga sudah dimulai dan saat mengerahkan seluruh kemampuan yang ada untuk memenangkan perang.

Yamanaka Inoichi dan Nara Shikaku pun telah berusaha melalukan yang terbaik. Seperti sudah tahu bahwa waktunya tidak lama lagi berada di dunia ini, Inoichi menemui Shikamaru.

"Shikamaru…"

"Ada apa, paman?"

"Kalau sudah saatnya tiba, aku harap kau bisa menjaga putriku." Ucap Inoichi ngambang.

Shikamaru yang mendengar perkataan Inoichi hanya bisa diam. Secara tidak langsung Inoichi memintanya untuk selalu ada di samping Ino. Walau seperti itu, Shikamaru telah berjanji di dalam hatinya, bahwa dia akan selalu menjaga Ino.

Seperti yang diprediksi, ternyata dugaan Inoichi benar. Inoichi dan Shikaku mendapat serangan dahsyat dari Uchiha Madara dan tugas mereka sebagai Shinobi berakhir sudah.

Sesuai dengan janji yang dia ucapkan, Shikamaru akan menjaga memeluk Ino yang sedang menangisi kepergian ayahnya. Pelukkan protektif dia berikan kepada Ino.

Menjadikan Ino sebagai istrinya, bukti bahwa dia benar-benar akan menjaga Ino sampai maut memisahkan mereka. Ino juga tidak bisa mengelak. Seberapapun usahanya untuk menghindar dan menjauhi Shikamaru, benang merah telah tersambung di jari kelingking mereka.

Sepasang pengantin baru itu saling berpelukkan di bawah hangatnya selimut.

"Bagai mengurai benang kusut, perlahan kau masuk dalam kehidupanku dan menatanya kembali. Tanpa kata, kau sukses merasuk ke relung hatiku. Terima kasih, Shika" Ucap Ino sebelum jatuh tertidur di dalam pelukkan hangat Shikamaru.

"Sama-sama, Ino"

.

.

.

.

.

.

.

FIN


N/a : Akhirnya chapter 2 selesai sudah. :D Gimana teman, romance-nya terasa tidak? Maaf, jika endingnya ngambang. Idenya tidab-tiba muncul. Hehehe... Harusnya chapter 2-nya di update besok, tapi berhubung besok ane sibuk, jadi ane updatenya sekarang. Semoga readers tidak keberatan ya. :D


SPECIAL THANKS

Aimore, Fumiko Miki NaSa, Guest, Yola-ShikaIno


Terima kasih telah menyempatkan membaca fict ane, terlebih mau meninggalkan jejak. :D nantikan juga chapter 3-nya minna. :D Bii juga melayani request untuk next chapternya. :D

Jika masih berkenan, riview please. :D

Salam manis

Biiancast Rodith

[03222014]