Chapter 2 : Jiwa yang Tertukar
"Jiwaku dan dia tertukar." Ucap Ron-(Draco) kepada Hermione dan Harry sambil menunjuk kearah pemuda yang masih pingsan disampingnya.
Mereka diam setelah mendengar penjelasan Ron-(Draco). Satu detik.. dua detik.. tiga detik..
"Hahahahaha... Apa kepalamu terbentur sesuatu waktu jatuh sehingga kau bisa berpikiran begitu?." Hermione tertawa terbahak-bahak sembari memegangi perutnya. Harry juga ikut tertawa mendengar pernyataan Ron-(Draco) tadi yang menurutnya lucu.
"Demi Salazar! Aku tak berbohong Granger!" Bentaknya dengan marah kepada Hermione.
"Ron berhentilah melucu, April mop bahkan sudah lewat." Kata Harry yang masih juga tertawa.
Baru saja Ron-(Draco) akan membalas perkataan Harry, namun diurungkannya karena Ia melihat kedua sahabatnya baru saja masuk, Theo dan Blaise. Dan langsung saja Ron-(Draco) menyapanya.
"Hai mate! Kemana saja kalian? Kalian tahu kan kalau aku muak berada dalam satu ruangan dengan Granger dan Potty." Sapa Ron-(Draco) kepada Theo dan Blaise. Mereka yang baru memasuki ruangan itu mendadak bingung karena tiba-tiba saja disapa oleh seorang Ron Weasley yang notabene adalah musuh mereka dan memanggil mereka 'mate'.
Ron-(Draco) yang melihat raut wajah bingung teman-temannya langsung menepuk jidatnya, tentu saja Blaise dan Theo kebingungan saat disapa olehnya karena dia sedang berada pada tubuh Ron Weasley. Sementara itu Theo dan Blaise yang masih kebingungan mencoba memandang Harry dan Hermione dengan tatapan 'apa yang sebenarnya terjadi?.'
"Kurasa Ron mencoba mem-parodi kan si Malfoy." Jawab Hermione, lalu tawanya kembali pecah.
Ron-(Draco) yang mendengar itu geram dan akhirnya diam saja karena malas untuk berdebat. Biar saja mereka menertawakannya sekarang dan dia hanya tinggal menunggu si Weaselbee yang berada di tubuhnya bangun. Lalu dia akan membuktikan bahwa dia memang Draco Malfoy si Pangeran Slytherin yang tampan /*Draco Narsis/
Sepertinya do'a Draco terkabul, karena beberapa menit kemudian dia mendengar suaranya sendiri berbicara.
"Hermione.. Kau kah itu?" Draco yang tubuhnya kini diisi oleh jiwa Ron mulai bangun.
Hermione yang merasa namanya disebut pun menoleh dan mendapati seorang Draco Malfoy menatapnya. Ia heran mengapa si Malfoy pirang yang biasa menyebutnya 'Darah Lumpur' itu memanggil nama depannya.
Theo dan Blaise yang mengetahui sahabatnya sudah sadar, buru-buru menghampirinya.
"Hei mate, akhirnya kau sadar juga. Kau tahu, kami lelah setiap hari menunggumu di tempat membosankan ini." Ucap Theo. Hermione yang mendengar itu pun mendengus 'dasar para ular'. Sementara itu Draco-(Ron) yang disapa seperti itu oleh para penghuni asrama ular hanya bergidik.
"Oh demi Godric! Menjauh dariku ular." Sembur Ron kepada Theo. Blaise yang mendengar Draco mengucapkan nama 'Godric' hanya bingung.
"Sejak kapan kau jadi pengikut Godric Gryffindor Draco?." Tanya Blaise yang masih bingung.
Harry yang mendengar pertanyaan Blaise merasa mengalami 'Dèja vù' karena dia tadi juga bertanya seperti itu pada Ron.
"Bloody Hell, Zabini! Kenapa kau memanggilku dengan nama si ferret agak bajingan itu! Dan demi Merlin aku ini Ron Weasley!" Jawab Draco-(Ron) dengan marah kepada Blaise Zabini. Blaise hanya menaikkan sebelah alisnya karena tidak mengerti apa maksud perkataan Draco-(Ron).
"Apa maksudmu Malfoy?" tanya Harry yang juga tak mengerti. Ron yang mendengar Harry memanggilnya dengan nama 'Malfoy' hanya menatapnya tak percaya.
"Sudah kubilang Potty, jiwaku dan jiwa si Weaselbee tertukar, apa kau tak mengerti juga?" Draco yang saat ini berada di tubuh Ron, hanya kesal karena anak-yang-bertahan-hidup itu belum mengerti juga. Sementara itu, Draco-(Ron) yang mendengar suara yang kedengarannya seperti suaranya sendiri, segera menoleh ke bangsal di sebelahnya tepat dari asal suara itu berasal.
"Kyaaaaaaaaaa~" teriak Draco-(Ron) syok karena mendapati dirinya sendiri duduk di sebelah bangsalnya.
"Ada apa ini?! Mengapa tubuhku ada dua? Apa mataku yang bermasalah?" teriak Draco-(Ron) lagi sambil mengusap-usap mata abu-abu'nya' dengan tatapan syok dan tak percaya.
"Santai Weaselbee, tak bisakah kau sopan sedikit dengan tak berbicara dengan berteriak? Bukan tubuhmu yang menjadi dua, tapi jiwa kita tertukar Weaselbee!"Jawab Ron-(Draco) dengan sedikit marah dan memutar bola matanya karena kesal.
"Apaaa?!" Draco-(Ron) Kaget mendengar perkataan yang dilontarkan tubuhnya sendiri yang saat ini diisi oleh Draco dan reflek mengambil cermin yang terletak di meja yang ada di sebelah bangsalnya.
"Kyaaaaaaaaaaaa!" Ron yang berada pada tubuh Draco berteriak frustasi karena melihat wajah yang dilihatnya di cemin sekarang adalah wajah musuh bebuyutannya yaitu Draco 'ferret' Malfoy.
Semua orang yang ada di ruangan itu menutup telingannya saat mendengar teriakan Draco-(Ron) yang tergolong sangat keras tersebut.
"Oh tidakk, kenapa wajahku berubah menjadi wajah seekor ferret seperti ini!" Draco-(Ron) mengeluh dengan berteriak.
"Tutup mulutmu Weasley, kau sudah beruntung memiliki wajahku yang tampan itu, sedang aku? Aku bisa sial kalau lama-lama berada di tubuhmu yang bau ini!" Teriak Ron-(Draco) marah.
"Diam kau bajingan! Apa kau pikir aku betah tinggal di tubuh seorang musang?" Ucap Draco-(Ron) tak kalah marah meskipun ia sedikit merasa aneh berkata bajingan kepada tubuhnya sendiri.
"Hei anak-anak! Ini sudah malam! Berhentilah berteriak atau kuusir kalian semua!" tiba-tiba saja terdengar teriakan madam Pomfrey dari kantornya.
"Sudahlah, kalian berdua berhentilah bertengkar! Kalau ini memang benar, maksudku, kalau jiwa kalian benar-benar tertukar, ada baiknya jika kita melaporkan ini kepada Professor Dumbledore." Ucap Hermione sedikit pelan agar tak terdengar oleh madam Pomfrey.
Setelah mendengar ucapan Hermione, mereka semua mengangguk setuju, bahkan Ron dan Draco juga.
TBC
Hai semua~, aku update lagi. Yah, aku rasa ff ini sayang kalo ditelantarin, jadi yaudah aku mutusin buat nerusin ini ff walau slow update :v jan lupa review ff gaje ini yaa:*
