AUTHOR : LEE EUN SAN
TITLE : I THINK I'M IN LOVE
GENRE : ROMANCE, DRAMA
LENGTH : CHAPTERED (?)
MAIN CAST :
*KIM JONGIN / KAI
*DO KYUNGSOO / DO
*AND THE OTHERS….
DISCLAIMERS
Semua tokoh yang main disini bukan punya aku, aku Cuma pinjem nama-nama mereka aja. selebihnya mereka milik diri mereka sendiri, keluarga dan tuhan YME.
SUMMARY
Dua orang yang dipertemukan dengan cara yang tak biasa, menjalani kehidupan dengan kejadian luar biasa, mungkinkah akhirnya keduanya akan bahagia disaat keduanya menyadari bahwa awal pertemuan mereka tak ada landasan cinta di bawahnya?
Kaisoo again, rate T, and always GS!
Tanpa kyungsoo sadari dari tadi mata jongin tak pernah lepas memandangnya. dia selalu mengamati setiap gerak-gerik kyungsoo sejak dia pergi meninggalkanya bersama kedua temannya.
"aku rasa aku jatuh cinta…" kata jongin sambil memegangi jatungnya yang berdetak diatas normal.
.
.
.
Chapter two….
Setelah acara pertunangan itu, kyungsoo sudah kembali lagi kesekolah. Meski awalnya dia ragu namun berkat dukungan dari keluarganya, kyungsoo akhirnya berani menghadapi semuanya. Tak lama setelah pertunangan itu jongin langsung pamit pulang ke amerika karena dia harus menyelesaikan bisnisnya.
Dua bulan sudah berlalu sejak acara itu berlangsug. Hari ini adalah hari dimana kyungsoo akan melepas masa-masa SMAnya.
Semua murid Seoul Art high school sudah berkumpul dan duduk rapi di ruangan auditorium sekolah paling elit se-korea itu. Sejak tadi kepala sekolah sudah menyampaikan wejangannya kepada calon-calon alumni sekolah yang sebentar lagi akan memulai dunia baru mereka di universitas pilihan mereka. Setelah sekitar hampir satu jam mendengar ceramah panjang lelaki bertubuh tambun itu akhirnya sekarang saatnya pengumunan siswa dan siswi terbaik angkata tahun itu.
"dan dengan bangga, saya ucapkan selamat kepada Do kyungsoo. Selamat telah menjadi lulusan terbaik angkatan tahun ini." Kata kepala sekolah bangga.
Suara tepuka riuh mengiringi langkah kyungsso menuju podium di depan sana. Kepala sekolah menyerahkan sebuah pelakat penghargaan dan bukti kelulusan pada kyungsoo.
"selamat, ya kyungsoo." Katanya ramah
Kyungsoo tersenyum lalu menjabat lembut tangan lelaki paruh baya itu "terima kasih pak.." jawabnya sumringah.
Kyungsoo melangkah turun namun matanya mendadak memanas saat dia bertemu pandang dengan mata hyunshik yang duduk tak jauh darinya. Dia berusaha menahan air matanya lalu melanjutkan langkahnya menuruni podium.
Karena fokusnya sedikit teralihkan langkah kyungsoo sedikit goyah saat ia menuruni tangga, tubuhnya oelng dan setiap saat bisa langsung mencium tanah dan membuatnya malu seumur hidup. Kyungsoo memejamkan matanya takut.
"greeep.."sebuah tangan menangkapnya cekatan sesaat sebelum tubuhnya mendarat mulus di tanah.
"are you okay?" kata sebuah suara.
Kyungsoo membuka pelan matanya dan langsung terkejut saat melihat wajah orang itu lagi di depannya.
"hai,," sapa namja itu sambil tersenyum menawan.
Jantung kyungsoo sedikit bergolak saat ia menatap wajah tampan itu tepat di depan wajahnya."hh..haai.." jawab kyungsoo gagap.
Namja itu membantu kyungsoo kembli berdiri tegap lalu tanpa sungkan menggandeng tangan mungil kyungsoo agar yeoja cantik itu tak lagi oleng.
Banyak pasang mata terutama para yeoja yang terlihat melongo kagum melihat namja yang menolong kyungsoo tadi. Bagaimana tidak jika mereka disuguhkan oleh sebuah pemandangan seorang pria tampan dengan gaya super sempurna bak model kelas atas yang sering wara-wiri di majalah dan billboard penghias jalanan ibu kota.
"omo,, tampan,,," teriak salah satu diantara mereka.
"arrgghhh,, tampan,,,oppa… oppa,,lihat padaku,," teriak yang lainnya tak kalh histeris.
"oppa,,"
"oppa…"
"oppa,,"
Teriakan yang sama silih berganti bergemuruh di ruangan auditorium sekolah kyungsoo. Wajah kyungsoo sudah memerah menahan malu bercampur bangga saat ini.
"gwaenchana..?" Tanya namja itu pada kyungsoo yang terlihat mengipasi wajahnya.
Kyungsoo menoleh memandang namja itu "ah,, ne,, nan gwaenchana." Jawab kyungsoo nerusaha terdengr normal.
"baguslah.." katanya sambil sekali lagi tersenyum kecil.
"kau datang jonginie,,," kata ayah kyungsoo senang saat melihat jongin datang di acara kyungsoo. Padahal saat ia mengabarkan berita itu jongin mengatakan bahwa ia akan ada pertemuan di jepang.
"yes, uncle,," jawab jongin.
Yap! Namja yang di elu-elukan oleh semua yeoja itu adalah seorang Kim Jongin aka tunangan kyungsoo.
"semua urusan di jepang sudah selesai, jadi aku bisa menyempatkan diri untuk datang kepesta kelulusan kyungsoo, uncle." Jawab jongin sambil mendudukan dirinya di kursi di sebelah kyungsoo.
"iishh berhenti memanggilku uncle jongine. Bukankah sudah aku katakaa padamu, pangil aku appa,,," kata tuan Do.
Jongin menggaruk pelan kepalanya "ah,, sorry un….eh,appa." Kata jongin
"na,, terdengar lebih baik bukan, hahahah" katanya senang.
Setelah itu acara kembali di lanjutkan. Selesai acara semua murid bergantian saling menyampaikan salam perpisahan kepada teman-teman seangkatan mereka, tak jarang banyak juga yang saling berfoto untuk kenang-kenangan. Namun satu hal yang lain hari itu, selain mereka berfoto dengan teman-anagkatan mereka, banyak juga yang berbondong-bondong mengantir berfoto dengan jongin yang sejak tadi kebingungan sambil terus menggengam tangan kyungsoo erat.
"why they want to take picture with me?" bisik jongin pada kyungsoo.
Kyungsoo menjawabnya dengan mengendikkan bahunya pelan. "molla,,,," Jawabnya. Padahal ia tahu sebabnya. Oh ayolah, siapa yang tak tahu siapa Kim Jongin? Seluruh korea bahkan mungkin hampir seluruh orang di dunia tahu siapa dia. Dia adalah putra pertama pemilik Kim Corp Kim Hangeng dan Kim Heechul yang sudah mendunia kekayaannya. Selain itu, namja yang baru saja merayakan hari jadinya ke dua puluh satu tahun itu juga di karuniai wajah rupawan bak artis-artis ternama. Kulitnya yang berwarna kecoklatan makin menambah kesan sexy padanya.
"ah,, itu karena kau tampan jonginie,," kata ibu kyungsoo enteng.
"ah,,,bukan begitu,, omma,,," kata jongin sambil tersenyum kikuk. Ituah jongin. Meski dia terlihat begitu sempurna, tapi ada satuhal yang menjadi kelemahannya. Jongin bukanlah pribadi yang gampang mengekspresikan dirinya. Dia cenderung lebih memilih diam daripada banyak bicara.
"sudahlah, omma." Jawab kyungsoo jengah.
Cukup lama kyungsoo dan jongin terjebak di sekolahan sambil meladeni sesi foto mendadak dengan para murid SAHS.
"jongin-ssi kurasa kita harus segera kabur dari sini," bisik kyungsoo pada jongin.
Jongin menganguk "kurasa kau benar, kau ada ide?" Tanya jongin
Kyungsoo tampak berfikir sebentar. "aha! Aku ada ide!" pekiknya.
"lihat ada apa disana,," teriak kyungsoo tiba-tiba sehingga membuat para yeoja yang berderet di samping jongin menengok kerah dimana kyungsoo mengarahkan jarinya. Kesempatan ini kyungsoo gunakan untuk segera menarik jongin pergi selagi mereka sedang teralihkan perhatianya.
Kyungsoo menggengam erat tangan jongin dan membawanya kabur menuju parkiran.
"diamna mobilmu,,?" kata kyungsoo sambil berlari.
"hah? Aku tak bawa mobil.." jawab jongin.
"apa..? lalu kau naik apa kesini,eoh?" kata kyungsoo heran.
Mereka sudah berhenti berlari, keduannya memilih bersembunyi di balik sebuah tembok yang dibuat sedikit menjorok kedalam.
"hhh,, hhh, aku naik halikopter tadi,," jawab jongin sambil mengatur nafasnya.
Kyungsoo membulatkan mata lebarnya." Mwo..? apa kau tidak bercanda? Helikopter? Hh,,?" kata kyungsoo jengah. Ok dia akui jongin itu anak orang kaya tapi demi apa? Kenapa dia harus menggunakan helikopter? Mau pamer eoh?
"aku baru saja selesai meeting di jepang, dan saat aku tiba di korea aku rasa aku sudah sangat terlambat untuk menghadiri acara kelulusanmu. Makanya agar aku masih bisa melihatmu lulus aku putuskan untuk memakai helicopter saja. Toh dia atas gedung ini ada helipad bukan?" jawab jongin lancar.
Kyungsoo manggut-manggut paham. "lalu, sekarang bagaimana kita pulang?"
Jongin diam namun tak lama dia mengambil poselnya lalu menekan angka-angka diatasnya.
"kirimkan sebuah mobil ke SASH sekarang, aku dan tunanganku terjebak disini. Aku ada di parkiran. Kalian bias mencari dimana aku lewat GPS." Kata jongin.
"tunggulah sebentar lagi, orangku sedang menuju kemari." Kata jongin.
mendengar jongin yang menyebutnya sebagai tunangan, membuat sedikit desiran aneh di dada kyungsoo.
Selama menunggu tak satupun dari mereka yang berniat untuk buka suara. Keduanya tampak masih terlalu canggung bahkan untuk sekedar menanyakan kabar. Sekitar sepuluh menit kemudian tiga buah mobil muncul di depan mereka dari mobil pertama keluar seorang pria bertubuh tegap dengan balutan jas hitam. Dia membungkukkan badannya di depan jongin untuk member hormat.
"selamat siang tuan muda, nona, maaf sudah membuat anda berdua menunggu lama." Katanya
Lelaki itu membukakan pintu sebuah Porche Carera metallic untuk mereka berdua.
"naiklah,," kata jongin pada kyungsoo yan masih diam
Kyungsoo tergagap "ah, n,,ne,," katanya sambil memasuki mobil. Disusul kemudian jongin mengikuti apa yang kyungsoo lakukan.
Mobil mewah keluaran terbatas itu melesat membelah jalanan kota seoul yang cukup padat. Suasana canggung masih saja mereka rasakan saat mereka hanya berdua.
"eum,, kau mau langsung pulang atau kemana?" Tanya jongin sekedar mengisi kebisuan mereka.
"eh,, eum,,,, entahlah, aku tak punya ide." Kata kyungsoo jujur.
"benarkah, eum,, kalau begitu maukah kau menemaniku makan siang? Aku belum mengisi perutku sejak kemarin." Kata jongin masih dengan mata yang focus menatap jalanan.
Kyungsoo mengangguk kecil. "baiklah, kurasa aku juga lapar." Balasnya.
Jongin menginjak pedal gasnya lebih dalam untuk meningkatkan kecepatan kuda besi mahalnya. Sekitar lima belas menit kemudian mereka sampai disebuah restaurant yang cukup terkenal di korea.
Jongin keluar lebih dahulu untuk membukakan pintu. Kyungsoo terlihat sedikit malu-malu melihat perhatian jongin padanya. Jujur ini pertama kalinya ia diperlakukan selembut ini oleh seorang pria karena selama berpacaran dengan hyunshik, pria itu tak pernah berlaku seperti ini pada kyungsoo meskipun mereka sudah berpacaran cukup lama.
"eh,, terima kasih.." jawab kyungsoo.
Jongin tersenyum sebagai balasan.
baru saja keduanya memasuki pintu depan, mereka sudah disambut oleh seorang pria paruh baya yang tergopoh-gopoh mendatangi mereka.
"astaga,, selamat siang tuan muda kim,,," kata pria itu
Jongin tersenyum ramah "selamat siang juga, ada tempat untukku?" Tanya jongin.
"tentu, tuan muda. Tempat ini selalu menyadiakan tempat untuk anda, mari silahkan masuk." Kata pria itu.
Keduanya digiring menuju sebuah ruangan terpisah yang terlihat sangat eksklusif dan pribadi. Ruangan itu sangat menawan dengan pemandangan kota seoul yang terlihat jelas lewat sebuah jendela kaca besar yang membuat kita dapat melihat semua pemandangan kota dengan sempurna.
"selamat atas pertunangan anda tuan muda," kata pria itu saat mempersilahkan jongin dna kyungsoo duduk di kursi mereka
"terima kasih…" jawab jongin sambil mengulum senyumnya.
"saya sempat terjekut saat mendengar anda bertunangan, sebab anda tak pernah tedengar menjalin hubungan dengan wanita tuan,, hahaha,, maaf aku terlalu cerewet ya,," kata pria itu sambil terkekeh kecil
"hahah,, kau bisa saja. Ah,, aku sampai lupa kenalkan, dia tunanganku." Kata jongin
"selamat atas pertunangan anda nona." Kata pria itu sambil meyalami kyungsoo.
"terima kasih ahjusii."
Mereka melanjutkan obrolan mereka sebentar sembari pria itu memberikan saran makanan yang akan mereka pesan. Setelah cukup lama mendengarkan saran pria itu jongin dan kyungsoo memutuskan untuk mengikuti saran pria itu untuk urusan makan siang mereka. Meski cukup lama menunggu masakan mereka matang tapi kedunya tak lagi terlihat canggung karena ada pria tadi yang menemani mereka ngobrol.
"ah,, itu pesanan anda datang,," kata pria itu saat melihat seorang pelanyan memasukki ruangan mereka.
"letakkan semuanya dnegan baik." Perintahnya pada pelayan itu.
Satu persatu makanan itu disusun denga rapi. Pertama mereka menghidangkan sepiring appetizer yang sangat terlihat menggoda lidah mereka.
"silahkan menikmati menu pertama.." kata pria itu
"eumm,, maista,," puji kyungsoo saat ia merasakan makan yang di santapnya.
"saya senang anda menyukainya nona,,"
Pujian tak pernah lepas dari kyungsoo saat ia merasakan masakan-msakan selanjutnya. Rasa puas jelas tergambar di wajah jongin saat ia melihat rona bahagia di wajah kyungsoo.
"aku akan melakukan apapun untuk membuat senyuman itu mucul di wajahmu, baby soo,," batin jongin.
TBC
Hhuuaah,, mianhe,, udah updatenya lama,, eh sekalinya update malah pendek, tapi sumpah Cuma ini yang kebayang di otak aku saat ini.
Next chap aku harap aku bisa lebih panjang.
Walaupun mungkin kurang memuaskan, aku harap kalian masih pada mau repiu, ne,,
Sign
Lee Eun San
EunhyukLegalWife
