''Pilihlah Aku, Please''
.
.
.
Chapter 2
Rated : T
Indonesian
Genre : Romance, Drama & Friendship.
Cast : Sakura H., Ino Y., Neeji H., and other characters (masih dirahasiakan).
.
Semua karakter yang ada disini milik MK.
Saya cuma minjem bentar.
WARNING : OOC, AU, CERITA ABAL, GAJE, NGEBOSENIN, TYPOS, DKK (Semoga aja ngak).
.
Hai, ketemu lagi sama author yang satu ini. Saya mengucapkan terimakasih buat para readers yang mau membaca dan mereview fic gaje ini. Dan Author juga mau minta maaf sebesar-besarnya apabila author melakukan kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja. Gomennasai Minna. Sekali lagi author tekankan untuk tidak berharap pairnya canon. Sekarang author akan menjelaskan alur fic ini. Sebenarnya author mau membuat fic ini jadi Saku-harem gitu. (Bagaimana dengan ino?) Kalau Ino dia juga akan sedikit mempunyai konflik soal cinta, pasti Ino dilibatkan karena di cerita ini dia saudara kembar Sakura dan yang mengundang teman-temannya menginap. Gimana udah sedikit paham? (Krik...krik...krik..) Author anggap diam sebagai iya. Hahahahah. /Udahgilanihauthor/.
Sekarang waktunya menanggapi review, walau yang review cuma satu orang, huhuhu. Tapi gak papa, bukannya pepatah mengatakan ''Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit''. Kalau gak salah, hehehehe. Dari pada author semakin ngaco mending langsung aja nanggepin reviewnya.
UchiSaku chapter 1 : Pair nya ini siapa? Kalo Sasuke dengan Ino, maap saia cabut lari. Kalo Saku-harem, saia ladeni. krna saia nggak begitu suka sma Ino jdi kyk gimana gituuu kalo baca tntng dia~~~
Jawab : Nanti ini author mau buat Saku-harem, Ino gak bakal jadi sama Sasuke mungkin yang lain seperti Sai atau Shika, itupun kalau jadi. Aaa, aku mengerti. Arigatou udah mau review. Yoroshiku nee~
HAPPY READING ^_^ .
.
.
.
.
.
SAKURA POV.
Apa benar ini teman yang dikatakan Ino? Aku tak salah lihat kan? Begini modelnya?. Aku terus memperhatikannya dari ujung kaki sampai kepala. Tak ada yang luput dari pengelihatanku.
Aku menghela nafas pasrah. Dan tunggu kemana perginya Ino. Ah, dia sungguh hebat memberi kejutan.
Diam beberapa detik dia akhirnya angkat bicara.
''Perkenalkan namaku Neeji Hyuga senang berkenalan denganmu nona''Kata Neeji sambil mengedipkan sebelah matanya genit dan menjabat tangan Sakura.
''Ah..iya iya''Kataku tersenyum kikuk sambil melepaskan tanganku.
Kau tahu perasaanku sekarang tak enak. Belum semua teman Ino yang hadir tapi sudah begini contohnya.
Wait...
1 detik.
2 detik.
3 detik.
Apa jangan-jangan semuanya lelaki.
Damn it. Aku lihat dia mulai merasa tak sabar ingin masuk. Tetap dengan wajah datarku aku menatapnya, walau dalam hati aku terkejut.
Dengan melihatnya saja dia adalah tipikal orang yang playboy. Lihat penampilannya, kacamata hitam yang senantiasa bertengger manis di matanya, jaket kulit berwarna coklat diselingi kaos putih serta jelana jeans hitam tak lupa dengan sabuk besarnya.
Sekarang aku tahu kenapa Ino suka berpakaian layaknya preman, toh semua temannya juga begitu.
Menghela nafas untuk kedua kalinya. Aku memberinya lewat tanpa mengatakan sepatah kata apapun. Dia mulai duduk di kursi tamu sambil sesekali bersiul.
ASTAGA...
Tetap berdiri di tempatku.
''Sebentar lagi ada telpon''Kataku bergumam sambil menyeringai.
Tak beberapa detik bunyi ringtone hp terdengar. Ku lihat dia perlahan mengangkatnya dan menaruh dengan elok di telinganya. Jurus-jurus gombal terus dia berikan kepada si penelepon. Aku memutar bola mataku malas sambil pergi dari tempat itu.
''Aku akan telpon nanti''Katanya mematikan sambungan telponnya dan bergegas mengejarku. Menahanku dengan memegang pergelangan tangan kiriku.
Apa lagi?. Sedikit kesal, urat perempatan telah bermunculan di dahiku. Langsung saja ku hempaskan genggamannya sedikit keras. Dengan tatapan sinis, aku mulai menoleh.
''Ada apa?''Tanyaku datar.
''Kau lupa aku akan menginap disini dan mana Ino?''Dengan santainya dia menjawab.
''Dasar playboy, ambil dulu tasmu dan kau tunggu di luar sebentar lagi Ino juga akan datang''Tetap dengan nada dingin dan berjalan pergi.
''Ah sial, cuek sekali dia. Apa benar dia kembaran Ino?''Gumamnya setelah aku agak jauh.
Aku berhenti. Dasar cowok aneh. Ku tatap dia lagi dengan menunjukkan seringai andalanku.
Dia belum tahu siapa itu Sakura Haruno. Ku beri pelajaran dia baru tahu rasa. Ku berjalan pelan ke arahnya yang masih diam ditempat.
''Kau bilang apa?, dasar playboy''Kataku sambil menuding mukanya.
''Kau cewek cuek''Jawabnya sambil menjauhkan tanganku dari wajahnya, sedikit kasar sih.
Bukan itu yang ku permasalahkan. Tak tahu kenapa dari pertama bertemu aku tak suka dengannya. Dan sekarang amarahku sudah berada dilevel paling tinggi dan dia membuat masalah lagi.
Bught...
Suara tinju melayang mulus di pipi seorang pemuda.
''Ah, shit. Kau''Katanya geram sambil menghapus darah yang keluar dari sudut bibirnya.
Ku tahu sebentar lagi dia akan membalas pukulanku. Dasar lelaki lemah tak punya perasaan, bisa-bisanya dia ingin menonjok seorang perempuan.
Aku bosan, dia sangat lembek untuk ukuran lelaki. Dari tadi aku berhasil menghalau serangannya.
Bught,...buaggg...ktagbug...
Hahaha, sudah ku bilang dia lembek. Dan sekarang apa yang terjadi dia berakhir dengan semua lebam di wajahnya.
Tiba-tiba Ino datang.
''Astaga, Sakura apa yang kau lakukan?''Kata Ino histeris sambil membangunkan temannya.
''Bukan salahku''Kataku enteng dan beranjak pergi.
''Haruno Sakura mau kemana kau?''Kata Ino sedikit berteriak.
Hah, jika dia sudah memanggilku begitu tandanya dia sekarang benar-benar marah. Ok..ok sebagai kakak aku harus mengalah. Kutolehkan kepalaku melihatnya tetap dengan ekspresi datarku itulah ciri khasku.
''Obati luka Neeji''.
Ah, haruskah. Dan itu telah terjadi sekarang aku sedang mengobati lukanya.
''Bisa diam gak''Kataku mulai geram.
''Kau ingin mengobati atau bagaimana. Pelan-pelan''Katanya sedikit meringis karena perlakuanku.
''Dasar laki-laki lembek. Sini '' kataku sambil menarik kepalanya untuk menatapku.
Dengan telaten aku menaruhkan obat itu sambil meniupnya supaya tak begitu perih. Mulai tak ada pergerakan, syukurlah dia tak banyak tingkah jadi untuk mengobatinya memerlukan waktu yang singkat.
''Selesai''Kataku tetap datar.
''Ah''Katanya kaget mungkin tak sadar.
''Kalau begitu aku pergi''Kataku beranjak pergi.
''Bagaimana dengan koperku?''
''Ambil saja sendiri''
''Kau harus tanggung jawab''
Ah, baiklah. Mumpung sekarang aku lagi baik hati.
Kuangkat semua koper-koper besarnya. Sebenarnya dia ingin menginap atau pindahan sih. Jelas-jelas dia membawa 2 koper, besar pula.
Ku tatap dia yang duduk manis sambil sedikit menyeringai. Memang dia fikir aku tak bisa mengangkat ini. Malah dua-duanya langsung bisa ku angkat. Seketika wajanya kaget melihatku.
''Ada apa? Kaget?''Kataku meledek.
''Kau seorang gadis atau monster''.
Ku jatuhkan satu koper di kakinya, biar tahu rasa dia.
''Aw.. sakit be...''Sebelum dia selesai berbicara kusumpal mulutnya dengan tissu yang berada di meja.
Dan langsung menaruh barangnya di kamar tamu.
Ok, 1 teman Ino sudah seperti ini menjengkelkannya bagaimana dengan sisanya.
END SAKURA POV.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
Author : Gimana fic chapter 2 ini? Hahahaha.
Ino : Gimana apanya? Tetep jelek. Dan apa itu, aku cuma tampil sa emprit begitu?*Melototin author.
Author : Hahahaha Ino-chan nanti juga tampil banyak kok, tapi gak janji ya*Nyengir.
Sakura : Apa-apaan itu. Masa gue jadi pembantu?
Aothor : Mau bagaimana lagi Sakura-chan* Di shanaroo.
Neji : Eh, autornya udah pingsan. Padahal saya juga mau protes*Dengan wajah coolnya.
Sakura+Ino : Karena autornya masih tidur, jadi jangan lupa REVIEW, ditunggu. Jangan sampai readers menjadi pembaca gelap, jadi bacanya di tempat yang terang ya#Plaakk. Don't flame ya, kalau dikit-dikit gak papa deh. Bye...Bye...
.
.
v
v
v
