An Unstable Girl


Chapter 2


DISCLAIMER: I DO NOT OWN CARDCAPTOR SAKURA


Notes from Rin:

Konnichiwa lagi semua! Gimana? Chapter 1 masih aneh ya? Yaiyalah, namanya juga Junior.. hehe, Rin kan masih junior... jadi ceritanya masih abal-abal gitu deh, hahaha.. Nah sekarang kita cap cip cuss langsung ke chapter 2!


"Syaoran-kun..." panggil Sakura sambil menggoyangkan tubuh Syaoran.

"nggh, ada apa?" tanya Syaoran.

"Mandi dulu sana, makan malam udah hampir siap.." jawab Sakura. Ia membantu Syaoran berdiri.

"Arigato, Sakura –chan.." jawab Syaoran. Sakura hanya tersenyum dan keluar kamar, ia mengambilkan handuk untuk Syaoran.

"Ini! Ini handuk khusus di apartemen ini, sekarang mandi gih!" perintah Sakura sambil menyerahkan handuk putih itu. Syaoran mengangguk dan segera masuk ke kamar mandi.

"Aku tunggu di meja makan ya!" teriak Sakura sambil menutup pintu kamar.

"Nah, stew dagingnya selesai! Sekarang tinggal dimasukin di mangkuk.." jawab Sakura sambil menyicipi stew daging buatannya.

"Oyasumi... Sakura-chan!" Syaoran ternyata.

"Eh, Syaoran-kun.." jawab Sakura kaget.

"Kenapa kamu yang masak?" tanya Syaoran. "Bukankah seharusnya yang masak itu chef disini?" tanya Syaoran.

"Iya, sekali-kali aku masak buat kalian lah.." jawab Sakura sambil menuangkan stew yang masih panas.

"Aww!" teriak Sakura, ternyata stew buatannya tumpah sehingga mengenai tangannya.

"Sakura-chan!" teriak Syaoran. "Tanganmu nggak apa-apa?" tanyanya sambil memegang tangan Sakura.

"Ayo, cuci pakai air dingin.. biar nggak hangus.." lanjut Syaoran sambil menarik tangan Sakura menuju wastafel. Wajah Sakura berubah merah, Syaoran-kun... ujarnya dalam hati. Sakura langsung memeluk Syaoran tiba-tiba.

"E... Sakura-chan! Kamu ngapain?" tanya Syaoran bingung, wajahnya berubah merah. Sakura menatap wajah Syaoran dan tersenyum. Tiba-tiba mereka menutup matanya dan wajah mereka saling mendekat dan chuu~.. bibir mereka saling menyentuh.

Tap! Tap! Tap! Tap! Terdengar seseorang menuruni tangga, Sakura dan Syaoran mendorong dan memalingkan badan.

"Lho? Kalian berdua ngapain disitu?" Tanya Tomoyo. Sepertinya aku tahu mereka habis melakukan apa.. ujar Tomoyo dalam hati.

"Ng, nggak kok! Kita tadi lagi... lagi... lagi mainan!" Sakura mencari alasan dengan wajahnya yg memerah itu.

"Kalian habis berciuman kan..?" bisik Tomoyo ditelinga Sakura, membuat Sakura berubah menjadi kepiting rebus.

"Kok tau?" tanya Sakura malu.

"Karena aku bisa membaca isi hatimu..." jawab Tomoyo. "Sayangnya aku tidak menyorotmu... huaaaaaaaaaaa..." Tomoyo menangis dengan deras.

"Eh, handphone mu bunyi tuh.." ujar Syaoran sambil menunjuk kantongku. Ada pesan!

"Tulisannya begini: Untuk semua murid Tomoeda Elementary School, besok kita akan segera berangkat.. karena itu kami peringatkan untuk datang di lapangan Takahashi untuk berkumpul. Kita akan tour selama 2 minggu dan berencana akan pergi ke luar kota. Jadi jangan lupa membawa baju dan perlengkapan yang diperlukan..." Sakura membacanya.

"Ooh, begitu..." ujar Eriol.

"HOEE!" Teriak Sakura. "Eriol jangan bikin jantungku copot dong!" teriak Sakura kesal.

"Sori..." jawab Eriol sambil menunjukkan 'peace' jarinya berbentuk huruf 'V'.

"Yaudah! Ayo sekarang makan!" teriak Syaoran sambil melahap stewnya.

Akhirnya mereka makan malam dengan stew daging buatan Sakura yang sangat sedap itu.

"Uuuh, capek!" Sakura mengeluh sambil merebahkan diri ke ranjang.

"Seandainya Tomoyo tidak turun... Pasti nanti akan terus berlanjut 'itu' nya..." Sakura berandai-andai. Wajahnya terus saja memerah, Sakura menggigit-gigit bantal dan mencabik-cabiknya. Sakura belum bisa percaya kalau ia sudah melakukannya.

"lebih baik aku tidur sekarang!" teriak Sakura.

"Aku nggak bisa tidur! Gimana nih? Mungkin agak haus.." Sakura menuruni tangga.

Di dapur, Sakura terdiam sambil terduduk sambil memegang gelas yang terisi air.

"Syaoran..." gumam Sakura.

"Ada apa?" tanya Syaoran yang tiba-tiba duduk disampingnya.

"Hoee?" teriak Sakura kaget.

"Nggak perlu kaget dong..." ujar Syaoran sweatdrop. Sakura hanya cekikikan.

"Nah, sekarang kamu mau apa?"tanya Syaoran.

"apa?" tanya Sakura lagi.

"Tadi kamu kan manggil aku.."

"Nggak tuh!" jawab Sakura.

"Bohong!"

"Nggak!"

"Bohong!"

"SUDAH KUBILANG NGGAK!" teriak Sakura di telinga Syaoran.


Rin: Gomene nggak ada next episodenya, biar penasaran gitu... nah, bisa kasih review kalian kok! :D

Tomoyo: Kenapa aku harus tidak merekamnya?

Sakura: Kenapa aku harus 'itu'?

Eriol: masa aku dialognya dikit?

Rin: STOP! Berisik banget sih kalian! Liat tuh, Syaoran biasa aja! (nunjuksyaoran)

Syaoran: Nah, jangan lupa untuk membaca chapter berikutnya ya... ^^