What's A Soulmate?
.
.
Pairing : Hunhan
Rating: T
Drama, Friendship, Romance, slight angst
WARNING !
GS/ Genderswitch, Messy language, cliche, typos, idk I just think this fic not good enough *melet ala vivi*
.
ENJOY
.
*curtain's open*
.
"Tebak apa yang baru di semester ini?!" Pekik gadis berponi rata di depannya.
"A hello would be nice, Byun," balas Luhan malas.
"Meh, I'll do it later. Sekarang aku punya berita yang lebih penting! Kita akan kedatangan anak baru! And he's hot!"
{-}{-}{-}
"Halo, perkenalkan, namaku Oh Sehun. Aku pindahan dari Daejeon. Mohon bantuannya, Terima kasih," ujar Sehun lugas.
Luhan memindai laki-laki itu sejenak. Banyak anak perempuan di kelasnya yang memperhatikan Sehun bak daging segar.
Tidak salah juga. Anak baru itu tinggi. Kulitnya seputih kapas, sedangkan bibirnya berwarna pink cerah, rambut hitamnya di tata berantakan hingga meninggalkan kesan natural. Secara keseluruhan Sehun tampan. Hanya satu yang kurang menurut Luhan.
Laki-laki ini tidak memiliki ekspresi.
"Hot my ass, Byun! He's freaking cold!" bisiknya pada Baekhyun. Sedangkan si centil itu hanya tertawa jahil.
"Baiklah Sehun, kau akan duduk di sebelah Park Chanyeol. Dia adalah ketua kelas. Jika ada yang ingin kau tanyakan, bertanyalah padanya," perintah Heo Saem.
"Baik, Saem," Sehun pun membuat langkah menuju kursinya. Lagi-lagi seluruh mata tertuju padanya. Dan lagi-lagi ia tak acuh.
"Aku Park Chanyeol. Mereka memanggilku Chanyeol, atau caplang, atau yoda, atau idiot, geez! I have too many nicknames," gumamnya.
"Anyway, it's up to you, what would you like to call me?" Chanyeol memasang senyum lebarnya. Sehun hanya meliriknya sekilas sebelum bergumam,
"Chanyeol kedengarannya cukup sopan,"
".Good! Sekarang kita berteman! Akan ku ajak kau berkeliling sekolah saat istirahat. Ah iya, kau juga harus memilih ekstrakulikuler. Aku anak musik. Kau tertarik ikut denganku?"
"Apakah itu wajib?" tanya Sehun dengan dahi mengerut.
"Apa? Ekstrakulikuler? Tentu! Apa sekolahmu yang dulu tidak mewajibkan itu? Di Seoul semua sekolah mewajibkan muridnya untuk bergabung di ekstrakulikuler. Biar ku jelaskan nanti. Sekarang perhatikan Heo Saem mengajar sebelum taringnya mencuat keluar," kata Chanyeol sambil mengusap kedua pundaknya seolah merinding. Sehun mendengus geli dan memasang senyum tipisnya. Hari ini ia menemukan fakta bawa teman baru bukanlah hal yang buruk.
Sedangkan Luhan sejak tadi sembunyi-sembunyi mencuri pandang.
{-}{-}{-}
Pelajaran terakhir baru saja berakhir. Setelah ini Luhan harus menyambangi markas teater. Si peka Suho yang memaksanya kesana.
"Aku mau ke markas teater dulu. Kalian pulang duluan saja," kata Luhan sambil memasukan buku dan alat tulisnya kedalam tas.
"Pasti kerjaan si peka?" tebak Baekhyun. Kyungsoo spontan tertawa di sebelahnya.
"Sampai kapan kalian akan memanggilnya seperti itu?" tanya Kyungsoo.
"Sampai dia miskin dan tinggi!" jawab Baekhyun mantap.
"Lagi pula kan memang kenyataannya dia PEndek dan KAya. Peka adalah julukan yang tepat untuknya," tambahnya. Kyungsoo hanya menggeleng heran.
"Kalian belum pulang?" tanya Song Saem yang tahu-tahu sudah ada di dekat ketiganya. Semua murid memang sudah keluar dari kelas. Hanya sisa mereka bertiga yang masih merapikan barang.
"Belum, Saem," jawab Luhan sopan.
Gurunya yang satu ini, sangat cantik dan baik hati. Semua murid setuju bahwa Song Saem sudah dianggap seperti bidadari yang meniupkan angin surga di Seonmoon Junior High School.
"The new face…" katanya menggantung. Mata cantiknya memperhatikan ketiga murid di depannya. "Cute enough huh?" tebaknya.
"I know right, Ms! He's freaking hot!" Byun Baekhyun yang menyetui pertama kali.
"Geez! Apa hot nya? Dia manusia terdingin yang pernah ku temui!" sanggah Luhan cepat.
Sedangkan Kyungsoo tidak bersuara. Gadis itu hanya menunduk sambil memasukan buku terakhirnya kedalam tas.
"Biar Saem tebak, salah satu diantara kalian ada yang tertarik dengannya. Benar kan?" kata Song Saem sambil melirik mereka bergantian.
"Yeah! Yeah! Me! Me!" seru Baekhyun heboh.
Luhan yang melihat kehebohan itu, langsung menyentil jidat si bawel.
"Park Chanyeol mau kau kemanakan Byun centil?"
Baekhyun hanya menanggapi dengan seringaian lebar. "Sehun bisa jadi cadangan," katanya ringan.
"Well, good luck girls. Ms lihat Oh Sehun bukan tipe laki-laki yang pintar dalam persoalan wanita," ujar Song Saem. Kemudian guru itu berlalu begitu saja dari sana. Menyisakan kerut bingung di dahi ketiga muridnya.
{-}{-}{-}
Luhan menemukan, bahwa pernyataan Song Saem waktu itu, benar adanya. Oh Sehun adalah laki-laki yang paling bodoh jika menangkut persoalan perempuan. Dan Luhan salah jika menganggapnya sebagai laki-laki dingin. Wajahnya memang begitu. Namun sifatnya tetap friendly dan hangat.
Dan sialnya, wajah dingin itulah yang membuatnya memiliki banyak pengagum.
Sejak kepindahannya, sudah ada tiga anak perempuan dikelasnya yang menyukainya. Luhan tidak tahu ada berapa anak yang menyukai Sehun di kelas lain. Itu bukan urusannya. Namun bodohnya, Oh Sehun tidak pernah tahu kalau dirinya memiliki banyak pengagum. Meskipun sudah di beri kode dari sana-sini, laki-laki itu tetap bodoh dalam menyikapinya.
Dan yang paling mengejutkan bagi Luhan adalah, sahabatnya sendiri telah jatuh cinta pada Oh Sehun. Yap. Si pendek Do Kyung Soo sudah hampir dua tahun menyukai Oh Sehun diam-diam. Luar biasa. Luhan mendesah tanpa sadar.
"Sejak kapan? Bagaimana bisa? Kalian sudah pernah bertukar nomor telepon?" cecar Baekhyun dengan pertanyaan. Kyungsoo baru mengakui kepada teman-temannya saat makan siang tadi. Entahlah, mungkin ia sudah tak kuat menahan perasaanya sendirian. Dan hal itu membuatnya harus menerima intorgasi dari Luhan dan Baekhyun sepulang sekolah.
"I don't know. Mungkin sejak pertama kali aku melihatnya memperkenalkan diri di depan kelas. Kau tahu aku bukan tipe gadis yang seperti itu, Baek," jawab Kyungsoo tenang.
"Astaga! Sudah hampir dua tahun kau menyukainya?! Okay kalau begitu, tidak usah di tunda lagi! Mulai besok kita harus membantu our baby owl Do Kyung Soo untuk mendekati Oh Sehun! Call?" gagas Baekhyun.
Kyungsoo tidak menjawab hanya menunduk malu. Sedangkan Luhan sepertinya tidak begitu memperhatikan. Anak itu malah sibuk melamun sendiri dengan dahi mengerut.
"Luhan! Lost in a dreamland again?" tebak Baekhyun sembari memutar bola matanya.
"Aku hanya berpikir mungkin cerita ini cocok untuk ku jadikan naskah teater selanjutnya," dusta Luhan.
Iya. Luhan berbohong. Kenyataan bahwa sahabatnya sendiri menyukai Oh Sehun membuat dadanya sedikit nyeri. Entah apa sebabnya. Padahal selama ini Luhan yakin dia tidak menyukai Sehun dan hanya menganggap laki-laki itu sebagai teman sekelasnya. Namun kenapa sekarang hatinya terasa sakit? Luhan kehilangan dirirnya selama beberapa saat.
Lalu tahu-tahu, keesokan harinya Baekhyun benar-benar melancarkan aksi sebagai cupid. Hal-hal kecil yang dilakukannya, sukses membuat Oh Sehun melirik Kyungsoo yang menciptakan semburat kemerahan di kedua pipi gadis itu.
Hal itu berlangsung kurang lebih dua bulan. Hingga akhir semester pun tiba. Setelah liburan nanti, mereka resmi menjabat sebagai siswa kelas tiga yang harus melakukan ujian untuk masuk ke High School yang mereka mau.
Di hari terakhir ujian, Baekhyun mengurung Sehun dan Kyungsoo di dalam kelas. Tentunya aksi ini di dukung oleh Park Chanyeol selaku kekasih Baekhyun sekaligus teman dekat Sehun. Luhan lagi-lagi hanya bertindak sebagai penonton.
Setiap kali Kyungsoo tersipu karena Sehun, setiap kali Sehun melirik Kyungsoo, setiap kali Baekhyun mengoceh tentang sikap Sehun yang bersahabat terhadap Kyungsoo, dan setiap kali melihat interaksi Sehun dan Kyungsoo, Luhan harus menahan sakit yang menggerogoti dadanya. Dan yang lebih menyedihkan, Luhan menyimpan semuanya sendiri.
"Apa kau yakin ini akan berhasil?" tanya Baekhyun ragu. Chanyeol mengangkat bahunya pertanda tak tahu.
"Aku rasa Sehun juga memiliki perasaan yang sama dengan Kyungsoo. Entahlah. Anak itu tidak banyak bicara soal perempuan. Dia bukannya bodoh. Dia hanya tidak tahu bagaimana cara menyikapi penggemarnya. Kan sudah ku bilang, yang ada di otaknya hanya futsal, futsal, dan futsal," kata Chanyeol sambil menggigit cokelat Luhan. Membuat Luhan mendelik galak. Sudah sakit hati, cokelatnya di rampas pula, kurang menyedihkan apa dirinya saat ini?
"Tapi aku sudah memperingatkan kalian, ya. Jangan berharap apa-apa pada Oh Sehun. Dia bodoh," kata Chanyeol lagi. Kemudian hening. Ketiga murid itu tenggelam dengan pemikirannya masing-masing. Hingga Sehun keluar terlebih dahulu dari dalam kelas. Ketiganya menoleh. Sehun hanya melirik mereka bergantian lalu pergi dari sana tanpa penjelasan.
"Kejar dia, Chan!" titah Baekhyun. Chanyeol pun menurut untuk mengejar Sehun. Dan mereka berjalan menjauh dari sana.
Baekhyun dan Luhan langsung masuk kedalam kelas untuk melihat keadaan Kyungsoo. Jantung keduanya berpacu cepat karena takut Sehun berbuat sesuatu pada sahabat mereka.
"Are you okay baby owl? What happend?" tanya Baekhyun langsung. Kyungsoo masih menunduk. Anak ini akan selalu menjadi yang paling rapuh diantara mereka bertiga.
"Tidak terjadi apa-apa. Kami hanya bicara. Sehun meminta maaf karena dia terlalu bodoh jika, bersangkutan dengan urusah wanita. Jadi dia bilang, aku lebih baik memberikan perasaanku pada orang yang lebih pintar dalam persoalan wanita," jabar Kyungsoo tenang.
"Aw… it's okay baby owl. We're here. Kita cari orang yang lebih pintar untukmu okay?" hibur Baekhyun. Kyungsoo tersenyum tulus kemudian mengangguk.
"I know right, Kyung. He's stupid," gumam Luhan dengan pandangan kosong. Kedua sahabatnya langsung menoleh.
"Tumben kau berkomentar," kata Baekhyun heran.
"Aku selalu diam karena aku tahu akhirnya akan seperti ini. Oh Sehun terlalu bodoh untuk Kyungsoo kita yang pintar. Tapi perasaan seseorang tidak bisa di cegah atau di hilangkan. Jadi kubiarkan semuanya mengalir. Ku biarkan Kyungsoo menikmati proses jatuh cintanya. Meskipun aku tahu akhirnya akan begini, tapi proses nya menyenangkan bukan?" Luhan mendesah pendek. Ketiganya tersenyum tanda setuju. Kemudian mereka saling berpelukan.
{-}{-}{-}
TBC
Part 1 published! told ya, it's not good right? hehehe Review + Favorite please? 520!
Note : open my profile :) yesall of my fic are GS / Genderswitch. sorry for not giving you a warning.
