FANFICTION

HATE YOU LOVE YOU

RATE M/GS/TYPOS

DLDR!

.

.

.

.

.

.

.

CAST

PARK CHANYEOL

OH SEHUN

BYUN BAEKHYUN

KIM JONGIN

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

CHAPTER 2

.

.

.

.

.

.

"Ekhm! Jadi sebenarnya kalian berdua ini saling mengenal atau tidak?" chanyeol kembali bertanya karena dia masih penasaran. Apalagi ketika mereka berdua menjawab bersamaan walaupun dengan jawaban yang saling bertolak belakang.

"Ah, Tuan Park, bisa kah kita duduk dulu lalu anda bisa kembali bertanya."

"Geure, silahkan duduk Tuan Kim." Chanyeol akhirnya mempersilahkan jongin duduk diikuti oleh sehun yang duduk dengan gelisah.

"Jadi kalian ini saling mengenal atau tidak? Tuan Kim? Nona Shim? " lagi – lagi chanyeol bertanya.

"Kami hanya teman lama saat aku masih di London Tuan Park." Sehun menjelaskan terlebih dahulu agar jongin tidak berbicara yang macam – macam.

"Teman? Ya Oh Sehun! Kau ini... " ucapan jongin terhenti ketika sehun memandang jongin dengan wajah yang super datar dan dingin. Merinding lah yang jongin rasakan ketika ditatap seperti itu oleh Oh Sehun. Jongin sangat tahu apa arti tatapan Oh sehun jika wanita ini sudah menampakkan wajahnya begitu.

"Wae tuan kim? Kenapa perkataan anda terpotong?"

"Hmm, begini Tuan Park, kita disini untuk membicarakan bisnis bukan untuk membahas masa lalu saya dengan Nona Oh ini." Jongin mengontrol suaranya agar terlihat lebih serius.

"Maaf Tuan Kim, akan tetapi marga dari Sekertaris saya ini adalah Shim, bukan Oh."

"Shim? Sehun apa maksudnya ini?" jongin menatap sehun bingung.

"Maaf Tuan Park, Tuan Kim. Bisakah kita membahas pekerjaan saja. Masa lalu saya atau masalah pribadi saya tidak pantas untuk dibahas disini. Saya merasa tidak nyaman Sajangnim." Sehun memotong argumen – argumen yang akan keluar lagi dari mulut chanyeol ataupun jongin.

Dunia yang begitu luas begini kenapa sehun harus kembali bertemu dengan Jongin. Walaupun jongin juga orang Korea, tapi dia kan sudah menetap di London. Kenapa dia harus kembali ke Korea?

"Baiklah jika begitu. Maaf membuat mu tidak nyaman Nona Shim." Chanyeol merasa tidak enak karena sudah menyinggung kehidupan Sehun.

"Baiklah Nona Shim Sehun. Mari Tuan Park, kita bahas pekerjaan kita."

"Terima kasih atas pengertian anda Tuan – tuan." Sehun sedikit menundukkan kepalanya.

Sehun kemudian mengeluarkan berkas – berkas yang diperlukan untuk pertemuan kali ini. Akan tetapi kedua pria yang bersama nya ini masih menatap wajah sehun. Mereka pasti masih sangat penasaran dengan kehidupan sehun.

.

.

.

.

.

Tidak terasa dua jam telah berlalu. Pertemuan mereka pun telah selesai. Kini Sehun sedang membereskan berkas – berkas yang telah mereka bahas. Dan sehun memasukkan Galaxy notes nya yang dia pakai untuk mencatat semua point pada pertemuan ini.

"Karena pertemuan resmi ini telah berakhir, jadi bisa kah saya meminjam Sekertaris anda sebentar Tuan Park?" ucap jongin to the point.

"Maaf Tuan Kim, sekertaris saya bukanlah barang yang bisa anda pinjam. Lagi pula kami harus kembali ke kantor. Permisi. Terima kasih untuk pertemuan kali ini Tuan Kim." Chanyeol sudah berdiri diikuti oleh sehun.

"Kenapa sehun? Kau meninggalkan ku ke seoul hanya untuk bekerja sebagai seorang sekertaris. Kau tahu bahwa kau bisa bekerja di Perusahaan ku atau kalau kau mau kau bisa menjadi Istri ku agar kau tidak perlu bekerja lagi. Lalu kenapa nama mu menjadi Shim Sehun hmm? Menghindari ku?" ucap jongin panjang lebar dan membuat langkah chanyeol berhenti dan sehun memelototi jongin.

Gosh! Harusnya sehun tidak lupa dengan sifat jongin yang selalu ingin tahu dan akan mencecar terus sampai dia mendapatkan jawaban yang membuat nya puas sehingga dia berhenti bertanya.

"Tuan Kim perkataan anda sangat tidak sopan." Chanyeol menatap jongin tidak suka.

"Sajangnim bisa kah saya ijin untuk tidak kembali ke kantor. Seperti banyak hal yang harus saya bicarakan dengan Tuan Kim."

"Aniyo, kau tetap ke kantor bersama ku Nona Oh." Chanyeol mengucapkan kalimat penolakan itu dengan tegas. Dan tanpa disadari tangan chanyeol menggenggam tangan sehun lalu menariknya menuju ke Mobilnya. Dan mau tidak mau, sehun pun harus rela di tarik secara paksa oleh chanyeol.

'Sangat menarik sekali Oh Sehun, kau menghindari ku apa karena namja itu? Tapi bukan kah Park Chanyeol sudah memiliki istri?' jongin bermonolg sendiri melihat kepergian sehun yang dibawa oleh chanyeol.

Diambil ponselnya yang tergeletak di Meja kemudian dia mendial nomor detektif yang selama ini Ia tugaskan untuk mencari keberadaan Sehun.

"Namanya sekarang Shim Sehun. Dia ada di seoul dan bekerja sebagai sekertaris di The Oregon Corp. cari tahu dimana dia tinggal dan dengan siapa dia tinggal. Aku minta datanya kurang dari 2 jam." Jongin langsung mematikan ponselnya ketika perintah sudah dia ucapkan.

'Kau akan tetap menjadi milik ku selamanya Oh Sehun. Kau meninggalkan ku begitu saja. Kini ketika aku kembali menemukanmu, aku tidak akan melepasmu sayang ku.' Tatapan jongin menerwang ke luar jendela restoran ini.

.

.

.

.

.

"Malam ini kau akan aku antar pulang Nona Shim."

"Tidak usah sajangnim, saya bisa pulang sendiri."

"Tidak ada penolakan Nona Shim, aku tidak ingin kau kenapa – kenapa. Apalagi melihat Tuan Kim yang begitu penasaran dengan mu." secara refleks chanyeol menggenggam tangan mungil sehun lebih erat.

'Ck, bajingan ini. Begitu manis. Sudah lupa kah bahwa istrinya di rumah sedang hamil?' batin sehun. Kini mereka masih di dalam mobil menuju ke kantor.

"Tapi Sajangnim, saya tidak enak dengan orang kantor bila ada yang melihat dan bisa saja mereka melaporkan saya ke istri anda sajangnim. Apalagi ini hari pertama saya bekerja sajangnim, saya tidak ingin menimbulkan gosip." Sehun memelaskan suaranya.

Untuk menghancurkan pria ini, sehun harus keluar dari sifat aslinya yang cuek dan tomboy. Selama misi ini berlangsung, dia harus menjadi wanita seutuhnya dengan bersikap manis, sopan dan manja. Bukan gaya Oh Sehun sekali.

Tetapi gaya sehun yang cuek dan tomboy itu lah yang membuat jongin jatuh cinta. Sehun yang cuek dan tomboy, terkadang bisa menjadi sehun yang manis dan sexy. Sehun menyimpan banyak sekali kejutan. Butuh waktu hampir dua tahun untuk mendapatkan hati sehun. Namun tali percintaan mereka harus putus setelah tiga bulan terjalin.

.

.

.

.

.

Sekitar tiga puluh menit, akhirnya mobil mereka sampai juga di basement kantor. Sebenarnya sehun sudah minta untuk diturunkan di dekat kantor saja agar dia bisa berjalan kaki ke kantor dan supaya tidak ada orang yang melihat. Namun dengan keputusan mutlaknya lagi – lagi sehun harus menuruti perkataan chanyeol. Satu lagi yang sehun ketahui tentang chanyeol adalah pemaksa.

"Kamshamida sajangnim, saya akan turun terlebih dahulu." Ucap sehun sopan.

Akan tetapi, saat sehun akan membuka pintu tiba – tiba badannya dibalik menghadap ke chanyeol dan…...

"Chu~ Kau terlihat sangat sexy." bisik chanyeol dibibir sehun setelah dia mengecup bibir mungil sehun. Sehun membulatkan matanya karena kaget dengan tindakan chanyeol yang diluar dugaan.

"Sa..sajangnim, apa yang anda lakukan." Ucap sehun sedikit berteriak

"Mianhe, aku tidak…." Belum sempat chanyeol melanjutkan kalimatnya, sehun sudah buru – buru sehun keluar dari mobil chanyeol dan berlari menuju lift dengan berderai air mata.

"Shit!" Chanyeol hanya bisa mengumpat. Chanyeol melihat dengan jelas air mata yang keluar dari mata indah sehun. Chanyeol merasa sangat bersalah.

Lain hal nya dengan chanyeol, sesampainya di dalam lift, sehun menghapus air matanya dan tersenyum manis.

"I Got You Mr. Park!"

.

.

.

.

.

.

Jam sudah menunjukkan waktu pulang. Dengan sengaja sehun merapikan barang – barangnya lebih cepat. Dia harus bisa menghidari chanyeol agar namja brengsek itu merasa menyesal dan mengejarnya. Lima menit sebelum pukul jam enam sore, sehun sudah berada didepan lift dan menitip pesan pada sekertaris chanyeol yang lain, bahwa sehun sedikit kurang enak badan sehingga langsung pulang.

Benar saja saat sehun akan naik ke dalam taxi, ponselnya berdering dan menampilkan nama Park Chanyeol pada layarnya. Sengaja tidak diangkat, sehun memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas dan masuk ke dalam taxi.

"Sialan! Apa dia marah? Aku kan hanya reflex menciumnya. Siapa suruh hari ini dia sangat menggoda. Apa jangan – jangan sehun pulang bersama Kim Jongin? Ani, tidak mungkin." Monolog chanyeol sambil menunggu pintu lift terbuka. Dan ketika pintu lift terbuka, chanyeol buru – buru masuk dan menuju basement.

.

.

.

.

.

Sekitar lima belas menit kemudian, sehun sudah sampai di apartmen tnya. Dengan santai dia berjalan memasuki lobby apartment dan betapa terkejutnya dia saat mendapati jongin yang berdiri didepan lift sambil menyandar pada tembok sambil bersidekap dengan tampannya.

"Hai Oh sehun, ah aniya, Nona Shim Sehun." Jongin menyeringai.

"Ada urusan apa anda kemari Tuan Kim?" Tanya Sehun dengan dingin.

"Tentu saja untuk menemui mu sayang." Jongin menghampiri sehun

"Ck, kau itu tidak ada kerjaan lain apa?" sehun berjalan melewati jongin dan menempelkan kartunya pada layar disamping tombol lift.

"Oh tentu aku ini orang sibuk Sehunie, sibuk untuk membuat mu kembali pada ku." Jongin berdiri dibelakang sehun.

"Ish tidak bisa kah kau berhenti mengikuti Kim Jongin? Hubungan kita sudah berakhir, arraseo."

Saat pintu lift terbuka dan sehun akan segera masuk disusul oleh jongin dibelakangnya. Sehun mendengar suara seseorang.

"Shim Sehun!"

Dengan nafas yang sedikit tidak teratur, chanyeol menghampiri sehun dan ikut masuk ke dalam lift. Melihat chanyeol masuk ke dalam lift yang sama dengannya, Sehun memijat pelipisnya yang sedikit berdenyut. Sehun diam seribu bahasa. Karena tidak berniat berbicara dengan kedua orang yang kini mengapit badannya mungilnya.

"Sayang?" Jongin memberanikan diri untuk menyapa sehun terlebih dahulu sambil memeluk pinggang sehun.

"Tuan Kim jongin mohon untuk menjauhkan tanganmu. Saya bisa saja menekan tombol emergency dan melaporkan anda atas tindakan pelecehan sexual.

"Okay. Calm down baby." Jongin menjauhkan tangannya.

"Sehun..."

Ting! Pintu lift terbuka dan buru – buru sehun keluar dari lift. Untung saja lift segera terbuka ketika chanyeol akan berbicara.

Dengan santainya jongin mengikuti langkah sehun. Diikuti chanyeol dibelakang mereka.

Saat sehun akan memasukkan pin apartmentnya, jongin masih berdiri dibelakang sehun.

"Cukup sampai disini Tuan Kim. Anda tidak perlu mengantar saya sampai ke dalam. Silahkan berbalik dan pulang lah. Kamsahamida." Sehun sedikit membungkukkan badannya.

"Nona Shim, saya ingin bicara..."

"Maaf sajangnim, ini sudah diluar jam kerja, lagi pula saya sedang tidak enak badan, bisa kah anda pulang dan biarkan saya beristirahat?" sehun berkata dengan suara lemah dan lelah. Jujur saja, sehun memang sedikit lelah hari ini. Dan dia hanya harus beracting sedikit agar lebih meyakinkan.

"Kau sakit?" Tanya jongin dan chanyeol bersamaan.

"Aish Jinjja." Buru – buru sehun berbalik dan memasukkan pin apartmentnya dan masuk ke dalam apartment kemudian membanting pintunya tepat didepan wajah kedua namja tampan ini.

"Ahhh sehun ku tidak berubah. Tetap dingin dan galak. Tetapi dia semakin sexy saja." Gumam jongin yang pasti masih di dengar oleh telinga caplang chanyeol.

"Apa yang anda ucapkan Tuan Kim Jongin?" Tanya chanyeol ketus

"Ani lupakan. Untuk apa anda masih disini Tuan Park Chanyeol?" jawab jongin tidak kalah ketusnya.

"Saya? Tentu saja saya disini, karena apartment saya berada tepat didepan apartment Nona Shim. Jadi sebaiknya anda pulang." Usir chanyeol.

"Hohoho... istri mu tidak ada didalam kah? Apa karena istri mu pergi, jadi kau bisa bebas menggoda sekretaris mu huh?" jongin mulai berkonfrontasi dengan chanyeol.

"Kau itu. Ahh sudah lupakan. Saya duluan." Chanyeol langsung menuju pintu apartment nya."

"Yaa! Main tinggal begitu saja." Jongin mengumpat sambil berjalan menuju lift.

.

.

.

.

.

.

Setelah chanyeol masuk ke apartmentnya, dia langsung menuju dapur untuk minum. Karena focus mengejar sehun, dia sampai lupa bahwa dia tadi lari dari parkiran menuju lobby.

"Kenapa dia bisa tinggal di lantai yang sama dengan ku? Aku tidak menyangka." Chanyeol meremas rambutnya. Padahal sehun baru bekerja padanya kurang dari dua puluh empat jam tapi yeoja itu membuat harinya begitu berantakan. Siapa sebenarnya kau Shim sehun?

Chanyeol bukanlah pria yang mudah jatuh cinta. Hanya pada Oh Seha dan Baekhyun saja dia pernah jatuh cinta. Mungkin dengan sehun ini hanya kagum atau terpesona.

"Baekhyun ah~" Chanyeol melangkahkan kakinya menyusuri apartmentnya ini sambil memanggil nama istrinya.

'Kemana perginya baekhyun?' Chanyeol pun akhirnya menelepon ponsel baekhyun.

"Sayang kau ada dimana eoh? Aku pulang lebih cepat tapi kau tidak ada."

[Mianhe chanyeol ah, aku masih di mall sedang berbelanja. Bisakah kau menjemputku dan kita makan malam diluar saja?]

"arraseo, aku akan mandi terlebih dahulu lalu akan menyusul mu. Annyeong."

Chanyeol kemudian bergegas untuk mandi. tidak sampai sepuluh menit chanyeol telah menyelesaikan acara mandinya. Chanyeol hanya memakai kaos polo berwarna hitam dan celana jeans biru yang membalut indah kaki jenjang kekarnya. Tidak lupa membawa dompet, ponsel dan kunci mobil, chanyeol kemudian melangkahkan kakinya menuju pintu apartment nya.

Saat dia membuka pintu, betapa terkejut nya dia saat melihat sehun yang berjalan melewati nya menuju lift.

"Shim sehun?"

"Ne? Ah sajangnim, selamat malam." Sehun membungkukkan tubuhnya.

"Kau akan pergi kemana?" Chanyeol meneliti sehun dari atas hingga bawah. Sehun memakai coat baby pink dengan kaos ketat berwarna hitam dan celana pendek berwarna putih serta sepatu boots putih. Dan tas jinjing berwarna sama dengan coatnya.

"Saya akan pergi ke Rumah sakit sajangnim." Mereka kini sudah berada dalam lift.

"Jadi benar kau tidak enak badan? Kebetulan saya akan keluar, biar saya antar."

"Aniyo sajangnim, saya sudah pesan taxi."

"Baiklah jika kau menolak. Hm, Nona Shim... Masalah yang tadi siang itu…."

"Gwaenchana sajangnim, lupakan saja. Anggap saja sajangnim sedang terbawa suasana." Sehun menundukkan kepalanya.

"Jika sudah diluar kantor, tidak usah terlalau formal. Kau bisa memanggilku oppa. Sama seperti hyorin. Jika diluar jam kerja, aku memanggil dia noona."

"Baik oppa..." jawab sehun gugup

"Jeoha. Hmm Sehun..." Chanyeol mendekati sehun.

"Sajangnim! mohon berhenti ditempat anda. Saya tidak ingin menimbulkan gossip." Sehun reflex berteriak dan memanggil chanyeol dengan formal lagi.

Chanyeol mau tidak mau berhenti ditempatnya.

"Sehun... mianhe.." chanyeol mengucapkan maaf dengan tulus.

"Gwaechana sajangnim…."

Pintu lift pun akhirnya terbuka dan sehun buru – buru untuk keluar lift dan berjalan cepat menuju lobby.

"Sehun tunggu dulu, biarkan aku mengantar mu. Aku janji hanya mengantar mu."

"Aniyo oppa tidak perlu. Permisi." Sehun buru – buru masuk ke dalam taxi. Dan taxi pun langsung berjalan meninggalkan chanyeol yang masih terpaku melihat sehun.

'Ck, dasar bodoh.' Ucap sehun dalam hati sambil menampakkan smirk cantiknya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

.

Annyeong... udah lama banget yahhh...

Hehehe mian, Tuh kerjaan dikantor makin banyak aja da nada beberapa masalah di real life yang sedikit menghambat. *alibi*

Mian ceritanya super ngebut. Tapi semoga masih bisa diterima dengan baik ya. Yang gak suka, gak usah komen walaupun sudah sempet baca. Arraseo!

Segini aja deh cuap – cuapnya. Mian kalau masih banyak yang typo. Ngerjainnya di sela – sela ngerjain laporan. Semoga ada di ff ini gak ada kalimat yang aneh. Atau bahkan malah dilaporan ku lagi yang ada kalimat dari ff ini. Gpp, biar atasan ku juga baca ff ku sedikit lah. Mumpung lagi GS nih. Hehehe...

See you next chapter chingu ah~~~

"Don't Forget to Review if you like my story"

.

.

.

.

-XOXO-

.

.

.

.

.

.

.

Nb: yang minta contact lewat PM aja ya. Kadang ada yang ngeAdd tapi malah ngebash.

Mau Tanya dong, biasanya aku buka ffn pake opera dgn provider telkomsel bisa, tapi sekarang knpa gak bisa ya? Baik di ponsel atau di Laptop. Mungkin ada yang tahu solusinys.. Thank you...