Disclaimer:I DON'T OWN ANYTHING
Author: OnixDragon
Genre:Adventure,Romance(maybe),humor(garing and basi),friendship.
Warning: StrongNaruto!, Not IdioticNaruto! ,CouncilBashing! ,OOC! Abal-abal!, Bahasa tak Baku! ,Mainstream!(maybe), Genderswithc,dll.
Rating:M (for violent ,Gore and maybe adult scene)
Pairing:Naruto x Guren x Fem Sasuke
A/N: Saya cuma mau bilang arigato gozaimasu buat yang dah baca and review fic gaje ini. Untuk pair sendiri tidak akan berubah, ini sudah aku fikirkan matang-matang bahkan dah sampai kepikiran hingga arc pengejaran Sasuke. So if you don't like, don't read.
Chapter 2: Traning with New Friend and Enter Academy
Story Start
...
Di sebuah aparterment di distrik merah, terlihat seorang anak laki-laki bersurai pirang emas tengah bersiap untuk meninggalkan apartermentnya. Anak laki-laki bernama Naruto ini sekarang memakai baju biru yang di rangkap sebuah hem berwarna jingga terang. Ia juga memakai celana selutut berwarna biru serta sendal ninja berwarna langkah kecil dan sebuah senyuman tipis di bibirnya, Naruto melangkah meninggalkan apartermenya dengan seruan semangat menyambut hari baru.
"Let's begin this day dattebayo!"
With Guren
Guren P.O.V
Aku mulai berpakaian dengan pakaian yang di berikan Jiraiya-sensei kemarin, yakni sebuah kaos berwarna ungu dengan sebuah gambar crimson lotus di bagian belakang punggung atas. Aku juga memakai celana panjang berwarna hitam serta sendal ninja berwarna biru. Aku benar-benar antusias tentang latihan nanti, terutama teman latihanku nanti. Menurut yang di katakan Hokage-jiji sih, anaknya periang dan ramah. Hah... Aku harap kita bisa akrab, paling tidak sebagai teman latihan. Oh...jam berapa sekarang, astaga! Sial sudah jam 07:30. Aku berjanji akan tiba di sana jam 07:00. Kuso! Aku terlambat, aku harus cepat kesana. Ku sambar roti bakar yang sudah aku siapkan dari tadi dan segera melangkah pergi.
"Aku berangkat!" seruku
Aku tau tak akan ada yang membalas seruanku, tapi ini sudah menjadi kebiasaanku jadi aku tetap melakukannya. Dengan senyum kecil aku berlari menuju gedung Hokage dan berharap Hokage-jiji tak terlalu menunggu lama di sana.
Guren P.O.V End
Dengan langkah kecilnya, Guren berlari sekencang mungkin untuk mencapai gedung Hokage. Butuh 15 menit untuk Guren mencapai depan gedung Hokage. Dengan nafas terengah-engah dan lari kecil Guren memasuki gedung Hokage sambil bergumam kecil.
"Hah...sampai juga."
With Hiruzen dan Naruto
Hiruzen tersenyum melihat tingkah anak laki-laki di depannya. Di depannya saat ini, Naruto tengah duduk di kursi sofa yang ada di ruang tersebut sambil terus menatap pintu masuk. Hiruzen yakin bahwa Naruto saat ini sangat antusias tentang teman latihannya, mungkin karena selama ini Naruto belum memiliki teman seumurannya. Selama ini Naruto hanya bermain dengan dua ANBU kepercayaanya, Kakashi dan Itachi. Paling tidak itu sebelum terjadinya pembantaian klan Uchiha yang di lakukan Itachi dan membuatnya menjadi missing-nin.
Memikirkan hal tersebut, ekspresi Hiruzen berubah masam. Ia sungguh merasa menyesal menyetujui keputusan 'itu'. Karena akibat keputusan 'itu', sekarang Satsuki yang merupakan adik perempuan dari Itachi menyimpan dendam kepada Itachi sendiri. Ia dapat melihat kebencian yang besar setiap ia melihat mata onix milik Satsuki. Namun lamunannya terhenti ketika mendengar ketokan pintu masuk yang di sertai sebuah suara anak perempuan.
"Hokage-jiji aku sudah datang, apa aku boleh masuk?"
"Ah... Ya, kau boleh masuk." Hiruzen menjawab dengan senyum
Setelah pintu masuk terbuka, terlihat seorang anak perempuan bersurai biru keunguan. Dia adalah Guren, anak special yang di bawa Jiraiya kemarin. Sedangkan Naruto, Ia malah sedang mencoba memproses tentang siapakah anak perempuan di depannya. Setelah beberapa menit berfikir, ia menarik kesimpulan bahwa anak perempuan di depannya ini adalah teman latihan barunya. Tapi ada sedikit rasa yang mengganjal di hatinya, ia merasa pernah melihatnya di suatu tempat. 'Di mana aku pernah melihatnya ya? Berfikir Naruto..berfikir! Kalau tak salah dia ini... Ah ya dia ini kan yang tinggal di sebelah apartermentku.' pikir Naruto
"Ah... Kau ini yang tinggal di aparterment di distrik merah kan? Kau tinggal di sebelah kamat no. 9 kan?" tanya Naruto
"Hmm... benar. Lalu kau ini siapa?" tanya Guren balik
"Aku pemilik kamar no.9 itu. Ngomong-ngomong namaku Uzumaki Naruto salam kenal Dattebayo!" ucap Naruto memperkenalkan diri
"Salam kenal Uzumaki-san, namaku Guren." balas Guren
Kemudian mereka saling bersalaman satu sama lain. Setelah berkenalan, Naruto menatap Sandaime begitu pula sebaliknya.
"Jadi Jiji... Dia kan yang jadi teman latihanku?"
"Hmm... Seratus untukmu Naruto-kun. Yap... Dia yang akan jadi teman latihanmu."balas Sandaime
"Oh aku hampir lupa. Mulai besok kalian berdua akan masuk akademi, aku sudah mendaftarkan kalian. Walau sebenarnya Naruto terlambat 1 tahun dari yang lain, tapi mungkin kau bisa saja ikut ujian lebih awal dan mungkin saja lulus jika para pengajar dan aku merasa kau layak untuk ikut ujian."lanjut Hiruzen
Naruto dan Guren sedikit terkejut tentang berita yang mereka terima, terutama Guren yang notabene baru menjadi warga Konoha. Ekspresi mereka kemudian kembali seperti semula dan mulai rileks kembali. Melihat dua anak berbeda gender di depannya sudah kembali rileks, Hiruzen akhirnya mengajak keluar kedua anak tersebut ke Traning Ground 23 yang sudah tak di pakai.
"Baiklah ayo kita pergi ke Traning Ground 23, kita mulai sekarang akan latihan di sana. Tapi sebelum itu aku harus menyuruh asistenku untuk meyelesaikan lembar kerjaku."
Setelah itu Hiruzen menghubungi asistennya untuk mengerkakan lembar kerjanya, sebelum akhirnya Hiruzen bersama Naruto dan Guren pergi meninggalkan kantor Hokage dengan menggunakan Sunshin yang di gunakan oleh sang Sandaime.
Traning Ground 23
Muncul kepulan asap di tengah-tengah Traning Ground tersebut, setelah asap menghilang terlihat Hiruzen yang menggandeng dua anak yakni Naruto dan Guren yang saat ini masih kedip-kedip ria karena binggung tentang bagaimana mereka bisa sampai di tempat tersebut dengan sangat cepat. Naruto yang penasaran langsung menanyakan teknik yang tadi dipakai oleh Jijinya.
"Em... Jiji, tadi itu teknik apa?"
"Itu tadi Naruto-kun... adalah Sunshin. Sebuah jutsu Rank-D yang akan aku ajarkan, tapi nanti setelah tiga sampai empat tahun kau di akademi. Tapi ingat, apabila kau sudah menguasainya jangan kau tunjukan jutsu tersebut sebelum kau lulus ujian genin."jelas Hiruzen
"Hai'."
"Ok... hari ini kita akan latihan taijutsu. Karena kalian berdua belum memiliki jenis taijutsu sendiri, aku memperbolehkan untuk mengunakan taijutsu yang kalian bisa. Mungkin sebuah taijutsu bebas atau...turunan dari keluarga." ucap Hiruzen dengan sedikit melirik kearah Guren saat mengucapkan kalimat terakhir
Setelah mendengar perintah Hiruzen, Naruto mempersiapkan kuda-kudanya yang terkesan asal-asalan. Tak jauh beda dengan Naruto, Guren juga terkesan asal-asalan. Menunggu aba-aba dari sensei mereka, mereka berdua menguatkan kuda-kuda mereka. Dan saat Sandaime menyerukan 'Hajime', Guren langsung menerjang Naruto dengan kecepatan anak akademi. Dengan kecepatan tersebut, Naruto dapat dengan jelas melihat pergerakan Guren. Sepertinya latihan meditasi yang ia lakukan bersama Jijinya tak sia-sia.
Dengan tenang Naruto menangkis beberapa serangan Guren. Pertama sebuah pukulan ke arah dada kanan yang berhasil di tahan menggunakan tangan kirinya, lalu sebuah tendangan kaki kanak yang mengarah ke kepalanya yang berhasil di gagalkan dengan tangan kanannya. Dari pergerakannya, Guren bisa di bilang lincag. Naruto menyimpulkan bahwa Guren adalah tipe pengguna taijutsu yang mengedepankan fleksibilitas tubuh. Ini berbanding terbalik dengan dirinya yang bertumpu pada kekuatan dan reflek tubuh.
Sedangkan Guren, dia sedikit mulai merasa frustasi karena serangannya tak ada yang mengenai Naruto, bahkan satu pukulanpun tidak ada yang kena. Sekilas dia melihat Naruto sedikit menyunggingkan senyum, mungkin ia menikmati latihan tanding ini atau mungkin dia mengejeknya karena tak satupun serangannya yang kena. Ia tak tau dan tak mau tau. Yang sekarang ia pikirkan adalah mengalahkan Naruto dalam latihan tanding ini.
Melihat pertandingan kedua murid mudanya, Hiruzen cuma bisa tersenyum kecil. Dalam setiap gerakan mereka, is menilai siapakah yang lebih unggul dalam latihan ini. Dan dari pengelihatannya, Naruto lebih unggul dari Guren. Bukan hanya fisik, namun juga gerakan dan juga memprediksikan serangan lawannya Naruto lebih unggul. Terlihat jelas ketika Guren menyerang membabi buta, Naruto dapat menahannya bahkan dengan sangat mudah dan begitu tenang. Sepertinya 3 bulan latihan meditasi yang ia berikan membuahkan hasil.
'Hmm... kalian menunjukkan sebuah pertarungan yang cukup baik untuk anak-anak seumuran kalian.'pikir Hiruzen
Kembali ke Naruto dan Guren. Naruto yang melihat Guren terpojok langsung memanfaatkan kesempatan dengan menyerang balik Guren. 'Gomen Guren, tapi aku harus memenangkan pertarungan ini.' pikir Naruto
Dan ahkirnya salah satu pukulan Naruto mengenai bahu Guren, membuatnyanya oleng. Segera Naruto melakukan swipe kick. Dan segera tubuh Guren terjatuh, namun tubuhnya tak pernah mencapai tanah karena Naruto menangkap tubuhnya agar tak mengenai tanah atau paling tidak tak terlalu keras menghantam tanah. Guren sendiri sedikit memerah melihat posisinya sekarang. Sungguh selama hidupnya ia tak pernah masuk dalam situasi seperti ini. Ia bahkan bisa merasakan hembusan nafas Naruto yang entah kenapa beraromakan jeruk.
"Aku menang Guren-chan hehehe~"ucap Naruto dengan cengiran lebar
"Mou... Baiklah-baiklah aku mengaku kalah. Jadi tolong lepas tanganmu itu!" balas Guren sedikit keras sambil menyembunyikan semburat merahnya
"Tapi kalau aku lepas, kau jatuh loh~"
Ucapan Naruto memang benar, saat ini tubuh Guren memang dalam keadaan miring 40 derajat. Yang artinya jika ia melepas pengangannya pada Guren, maka Guren akan jatuh. Menyadari posisinya yang sedikit lagi menyentuh tanah, Guren segera membenarkan posisinya sambil membuang muka kearah lain. Sedangkan Naruto cuma menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil memasang muka binggung. Sungguh dirinya benar-benar tak mengerti perempuan.
"Bagus, kalian secara keseluruhan memiliki dasar bertarung masing-masing. Guren yang mengandalkan fleksibilas tubuh, sedangkan Naruto mengandalkan kekuatan dalam setiap serangannya. Hmm... sebuah kombinasi yang bagus jika digabungkan."tutur Hiruzen
"Baiklah aku akan memberikan gulungan taijutsu masing-masing satu untuk kalian, tentu berdasarkan dasar taijutsu kalian tadi. Kau... Naruto-kun aku beri gulungan taijutsu Red Leg. Untuk Guren sendiri, aku memberimu gulungan yang ditemukan Jiraiya di desa Kirigakure, tempat yang aku dan Jiraiya yakini sebagai tempat kelahiranmu." ucap Hiruzen
Setelah menerima gulungan mereka masing-masing, kedua anak tersebut segera memeluk Sandaime sebagai tanda terima kasih. Setelah itu Hiruzen segera menyuruh keduanya untuk pulang, tentunya untuk menyiapkan barang-barang mereka untuk akademi besok. Sedangkan Hiruzen pamit untuk datang ke rapat Shinobi Council. Sungguh dirinya paling benci untuk datang ke rapat seperti itu. Di samping umurnya yang sudah tak muda lagi, ia juga membenci topik yang nanti akan di bicarakan.
** Scene Break **
Rapat Shinobi Council
Hiruzen menggerutu selama rapat berlangsung, tangannya terkepal keras saat mendengar maksud rapat ini diadakan. Agenda rapat ternyata adalah membahas keputusan Hiruzen memasukan Naruto ke akademi shinobi serta tentang Guren yang di ungkit-ungkit Danzo. Ia berani sumpah pasti si Tetua desa mata satu itu sudah memasang salah satu agen ROOT miliknya di ruangannya.
Terdengar begitu banyak protes dari para Civilian Council. Sungguh ia tak terkejut tentang keberadaan mereka yang seharusnya tak ada di dalam rapat ini. Matanya langsung menatap tajam 3 tetua desa yang tak lain adalah Danzo Shimura, Homura Mitokado dan Koharu Utatane.
"Hokage-sama, anda tak boleh membiarkan bocah itu memasuki akademi shinobi!" ucap salah satu Civilian Council dengan menekankan kata 'bocah'
"Benar Hokage-sama."
Brak
Dengan keras Hiruzen memukul meja pertemuan. Urat kepalanya berkedut-kedut karena merasa jenuh dan kesal akan pemikiran mereka.
"Sudah kubilang... keputusanku adalah mutlak! Rapat ini selesai." ucap Hiruzen tegas
"Tunggu Hiruzen, bagaimana tentang bocah yang di bawa Jiraiya kemarin? Ia bisa menjadi aset yang berguna bagi desa kita." tanya Danzo
"Itu untukmu atau untuk desa? Sudah kubilang ia tak akan pernah jatih ke tanganmu Danzo. Sekarang bubar! Rapat ini selesai."
Setelah mengucapkan itu, Hiruzen pergi dengan emosi yang membara. Sedangkan Danzo mendecih tak suka. 'Tunggu saja Hiruzen. Dengan atau tanpa persetujuanmu aku akan mendapatkan bocah pemilik element Shoton itu.'pikir Danzo
Sepertinya ada seekor gagak perang yang ingin bermain kotor di bawah pengawasan Hiruzen.
With Naruto and Guren
Naruto dan Guren saat ini tengah berada di Traning Ground 7. Karena waktu yang masih terbilang pagi, mereka berdua memilih berlatih taijutsu bersama. Terlihat peluhan keringat dari kedua bocah tersebut, dan tak lupa nafas yang coba mereka atur.
"Hah... Naruto-san... kita istirahat dulu, aku sudah lelah." ucap Guren
"Ok... nanti kita ke Ichiraku ya, aku traktir."
"Baiklah... tapi besok aku yang menentukan tempatnya ya?"
"Iya iya."
Setelah itu mereka pergi dari Traning Ground tersebut tanpa mengetahui ada seseorang yang mengobserfasi mereka berdua. Di balik pepohonan terlihat seorang perempuan bersurai indigo yang memandang pemandangan tersebut dengan pandangan sedih.
Next Day
Hari ini adalah hari pertama Naruto dan Guren masuk Akademi Shinobi. Di pagi ini juga mereka berdua berjalan bersama menuju Akademi. Padahal baru sehari mereka berkenalan, namun sepertinya sifat periang Naruto membuat mereka bisa akrab dengan cepat. Sepanjang perjalanan, mereka berbincang sambil bersenda gurau. Tanpa terasa mereka berdua sudah sampai di depan Akademi. Namun entah kenapa sambutan yang di dapat Guren dan Naruto berbeda satu sama lain. Guren mendapat sambutan senyuman dari para pengajar di sana, namun beda cerita dengan Naruto. Ia langsung mendapat tatapan penuh kebencian dari para pengajar kecuali seorang pengajar yang memiliki luka melintang di hidungnya. Dia adalah Iruka, salah satu orang kepercayaan Jijinya.
Tak memperdulikan tatapan para pengajar tersebut, Naruto lebih memilih masuk ke Akademi sambil menarik Guren yang bingung dengan sikap Naruto. 'Kenapa dengan Naruto?' itulah yang saat ini Guren pikirkan
Namun dalam benaknya, ia memiliki banyak pertanyaannya. Kenapa Naruto terlihat sedikit murung? Kenapa Naruto mendapat tatapan itu? Tatapan penuh kebencian di dalamnya, tatapan yang pernah ia dulu dapatkan sewaktu di desa Kirigakure. Kenapa? Sepertinya cuma waktu yang dapat menjawab semuanya.
To be Continued
Hah... Akhirnya selesai juga nih chapter. Maaf rada terlambat, padahal dah selesai dua hari yang lalu. Gua kehabisan Kuota dan baru isi Kuota. So... Bagaimana pendapat tentang chapter ini? I hope it's Good. untuk yang merasa pernah dengar nama Red Leg, taijutsu yqng di berikan sandaime ke Naruto. Itu aku dapat dari fiction naruto yang english, jadi entar mungkin ada kesamaan teknik. Saya cuma ingin minta pendapat dan saran dari para reader dan autgor senior sekalian.
OnixDragon Ciao~
