"Crush On You"
Pair : EXO's SuLay (Suho x Lay) and other.
Rated : M
Warning : Typo(s), Yaoi, BL, GS, dirty talk, etc.
A/N : Hello, welcome to my fanfiction ^^ sebelumnya, aku mau ngingetin buat anak yang belum cukup umur, sangat amat saya sarankan untuk tidak membaca fic ini. karena fic ini bukan hanya M Rated tapi juga bertemakan dewasa. I've notice you ya.
Happy Reading, Guys!
.
.
.
Chapter 2
Suho mengacak rambutnya kesal. Selama di perjalanan otaknya seolah tak bisa mencerna dengan baik apa yang ia lihat di apartemen Kris tadi. Jujur saja, baru kali ia melihat yang seperti itu. Sebelumnya jangankan melihat secara langsung, melihat foto atau menonton video yadong pun Suho tidak pernah.
Dreeet. Dreeet. Handphone di saku Suho bergetar.
"Yeoboseyo?"
"Annyeong Haseyo, Manajer Kim Suho. Saya Seo Joohyun, sekertaris Presidir Kim."
Suho melengkungkan bibirnya, "Ah iya, Sekertaris Seo. Ada sesuatu?"
"Begini Manajer Kim, baru saja terjadi masalah di Makau. Presidir Kim meminta saya untuk memberi kabar kepada anda, jika beliau akan kembali ke Beijing sekitar tiga hari lagi."
Suho mengangguk, "Arraso, lalu?"
"Presidir bilang ia telah mengirimkan assisten untuk membantu Manajer Kim mencari sekertaris baru, namanya Tuan Kang Minhyuk."
"Oh, assisten Kang. Baiklah, sampaikan salam saya kepada Presidir Kim."
"Baik akan saya sampaikan, Manajer Kim. Maaf menganggu waktu anda, Jaljayo."
Sambungan terputus. Suho menghela napas dan ia kembali melihat keadaan disekitarnya, ternyata Beijing pada malam hari sangat indah. Tapi dia memutuskan untuk langsung menyelesaikan pekerjaannya sebelum pikirannya semakin kalut.
…
Lay masih nyaman berada dikamarnya sembari mencari-cari lowongan pekerjaan yang mungkin cocok untuknya. Ditemani dengan segelas coklat panas, Mata sipit Lay masih bergerak lincah membaca artikel-artikel yang ada di Internet.
"Astaga, aku lelah sekali.." Lay menengadahkan kepalanya dan menyadarkan punggungnya di sofa, ternyata mencari pekerjaan memang tidak mudah.
Lay menengok kearah pintu kamar tidurnya, tumben sekali apartemennya sangat sepi. Lay memutuskan untuk melangkah dan memastikan semua baik-baik saja. Yang pertama dicari oleh Lay adalah Xiumin, kenapa? Tentu saja karena Lay kelaparan.
Lay yang hanya menggunakan sebuah dress tidur tipis hingga menutupi sampai bawah pantatnya melangkahkan diri ke dapur. Namun nihil, Xiumin tidak ada di dapur.
"Tumben Minnie Eon tidak didapur.." Katanya sambil mengerutkan keningnya.
Lalu ia memutuskan untuk mengambil salah satu persediaan coklat yang disimpan Luhan di kulkas. Lagi-lagi Lay terdiam, ada sebuah notes kecil yang tertempel dikulkas.
Untuk: Luhan dan Lay.
Maaf eonni ada pekerjaan untuk shooting film layar lebar, mungkin sampai malam. Ramen siap saji sudah tersedia didalam lemari, take care ^^
Minnie.
Lay menghembuskan napas. Iya, dia harus memahami jika bekerja di dunia hiburan memang menyita waktu kakaknya. Itulah kenapa Lay tidak berniat sama sekali mengikuti jejak kakaknya.
"Ah, akan ku ajak Luhan Eonnie masak bersama!" Lay tersenyum sumringah memamerkan dimple yang menambah kesan manis diwajahnya.
Lay yang sudah bersemangat ingin makan malam bersama kakaknya itu seketika mematung di depan pintu kamar Luhan yang terbuka lebar. Lay membulatkan matanya, ia sungguh tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang.
"Emhh Jonghyunnie Oppa~"
Luhan sedang merengek manja dibawah tubuh namja itu, tangan Luhan sudah mengalung di leher namja yang sepertinya bernama Jonghyun.
"Ada apa cantik?"
Jonghyun yang sedang mengagahi Luhan itu terlihat sedang menggesekan junior besarnya yang berotot di bibir vagina Luhan.
Bodoh, cepar pergi Lay bodoh! Rutuk Lay dalam hati, namun kakinya terlalu lemas, otak dan tubuhnya tidak sedang bersinergi dengan baik.
"Akhh j-jangan menggodakuhh Oppa.. masukkann~" Luhan merengek manja
"Tidak sekarang, sayang~" Jonghyun membuka lebar paha Luhan dan menjilati daerah kewanitaan Luhan dengan napsu.
"Akhh, Oppahhh~ Emhh Shh~" Desahan Luhan menguasai ruangan itu.
Jonghyun dengan lincahnya memainkan lidah di vagina Luhan. menjilat, menghisap, dan menekannya dengan lidah. Membuat yang diberi kenikmatan hanya dapat membuka mulutnya sambil memejamkan mata.
Demi apapun, Lay merasa daerah kewanitaannya menjadi aneh. Seperti berkedut dan terasa gatal. Lay menelan ludahnya, cepat kembali kekamar Lay bodoh! Gagal, perintah dari otaknya tidak cukup kuat.
Luhan menarik Jonghyun dan membuatnya kembali menindih tubuh kecil Luhan.
"Oppah~ jebaaal~" pinta Luhan dengan wajah sayu dan memerah dipenuhi napsu.
Jonghyun hanya tersenyum miring ia tahu betul Luhan telah dikuasai napsu, dan dengan sekali hentak dia memasukkan juniornya kedalam vagina Luhan.
"Akkkhhh!" Luhan menjerit dan meremas rambut Jonghyun.
Lay menggigit bibir bawahnya, bagian bawah tubuhnya terasa ngilu. Sangat ngilu.
Jonghyun mengangkat Kaki kecil Luhan dan meletakkannya dibahu, "Hannie sayang, kau benar-benar manis.."
Luhan tersenyum malu dengan badan yang bergerak sesuai irama Jonghyun menggenjotnya, "Akhh.. Akhh.. g-gomawoohh akhh emhh~"
Jonghyun yang nampaknya sudah tidak tahan melihat ekspresi wajah Luhan langsung menggerakan juniornya dengan brutal dan tidak beraturan.
"Eunghh.. Eungh.. Oppah p-pel~ akhhh pelanhh pelanhh mhh~" Tutur kata Luhan sudah tidak menentu.
"Tidak sayang, kau terlalu manis." Jonghyun makin tidak karuan.
"Oppahhh Akhh Oppaaah~~" desah Luhan makin keras
Kepala Lay sudah pusing, celana dalamnya sudah basah karena vaginanya becek. Akhirnya kali ini dengan memegang dan merambat pada tembok Lay berhasil sampai dikamarnya dan langsung merebahkan tubuhnya di kasur.
"Eonni.. Aish! Ceroboh sekali tidak menutup pintu." Bayangan Luhan yang tadi menghantui otaknya, membuat pipinya memanas.
Lay langsung melihat bagian selangkangannya, sudah sangat basah. Lay mengacak rambutnya frustasi lalu mengambil celana dalam baru dan membersihkan daerah kewanitaannya di kamar mandi.
"Pabo! Mudah sekali kau terangsang!" umpat Lay pada dirinya sendiri ketika memasuki pintu kamar mandi.
…
Suho sudah mengganti pakaiannya dengan boxer dan kaus tipis. Suho memang mempunyai kebiasaan tidur hanya dengan boxer tanpa celana dalam, karena hal itu dirasa akan membuat 'adiknya' sesaat beristirahat dan tidak terdesak.
Setelah merasa posisi duduknya pas, Suho menyiapkan Hardisknya dan laptop milik Kris. Sepertinya pekerjaan ini tidak membutuhkan waktu lama mengingat bahwa ayahnya telah mengirimnya assisten sementara.
"Let's see.." Suho yang masih fokus pada laptop milik Kris tiba-tiba mengerutkan keningnya
Suho merasa ada yang janggal dengan laptop milik Kris, biasanya pada layar desktop akan tertampil beberapa shortcut, bukan? Tapi ini tidak, laptop Kris sangat berbeda.
Wallpaper laptop ini adalah foto Kris dan Hyorin ketika mereka sedang liburan di Pantai. Hyorin tampak sangat seksi dengan bikini merah ditubuhnya. Tidak, bukan itu yang aneh. Kali ini, Suho hanya menemukan dua shortcut disana.
Recycle Bin dan sebuah folder berjudul 'Untitled'.
Entah darimana, naluri detektif Suho muncul. Dengan dua kali klik, folder pun terbuka. Mata Suho mengamati lekat isi dari folder itu, sepuluh buah video?
"Video apa ini? Tumben sekali Kris menyimpan video.."
Dengan sedikit tertawa kecil, Suho membuka salah satu video yang ada difolder itu. Matanya terus menatap pada video itu yang semula terlihat 'normal' dan lama kelamaan menjadi sedikit aneh.
Dalam video itu, awalnya Hyorin dan Kris hanya sedang bermain 'Uno' dan Kris selalu kalah dalam permainan itu. Awal yang penuh tawa itu berakhir ketika Hyorin kalah, Kris yang tanpa ampun langsung mendorong Hyorin dikasur, menindihnya, lalu menciuminya.
Mata Suho membulat sempurna seolah tak percaya dengan apa yang ia lihat.
Kris menciumi Hyorin dengan napsu, lalu tangannya dengan lincah melepas baju Hyorin satu persatu hingga kekasih Kris itu bugil. Hyorin menggeliatkan tubuhnya tak nyaman ketika Kris meremas-remas dadanya yang ternyata cukup besar.
Mphh.. Uhh..
Suho menelan ludah. Suara desahan itu terdengar sangat…
Mhh baby Kris~ Ahhh~
Hyorin mendesah semakin gila ketika Kris melepas tautan bibir mereka dan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Hyorin. Entah apa yang dia lakukan, Suho juga tidak tahu pasti.
Shhh~ Kris sayang~ unghh~
Bekas merah terlihat di ceruk leher Hyorin, dan Suho tahu pasti itu adalah sebuah Kissmark. Suho masih terdiam, tergelak dengan apa yang dilihatnya sekarang.
You're mine tonight, baby~
Kalimat seduktif Kris mengawali kenakalannya ditubuh Hyorin. Dia mulai menciumi dada Hyorin, mengulum puting susunya, dan menghisap-hisap puting susunya. Tangan Kris tidak tinggal diam, mereka lincah meremas-remas dada besar milik Hyorin.
Go on baby~ Umhh~
Sesuatu dalam diri Suho tampak tidak nyaman, ada sesuatu yang mengganjal ditubuhnya.
Akhh umphh~
Suara serak basah Hyorin semakin menggema ketika Kris membuka pahanya lebar dan bermain dengan lubang sempit miliknya. Suho semakin membulatkan matanya ketika kamera yang merekam kegiatan itu di close up menuju vagina Hyorin.
Terlihat jelas, lubang vagina Hyorin yang berwarna pink kemerahan dengan sedikit cairan bening sedang berkedut. Tangan Panjang Kris sedang bermain disana, memelintir klitoris Hyorin yang membengkak itu.
Ahh Ahh Mphh~
Kris membuka lebar bibir vagina milik Hyorin dan membuat hole Hyorin tampak semakin jelas. Hole itu tampaknya sempit, merah, dan menggairahkan.
Suho menelan ludahnya dengan susah payah.
Baby~ Umhh Akhh~
Sepertinya Lubangmu sangat menggairahkan, sayang~
Kini wajah Kris terlihat dikamera. Ketika tangannya masih membuka bibir vagina Hyorin, lidahnya sudah lincah menjilati lubang Hyorin. Cairan bening yang terus keluar dari lubang itu dihisap Kris tanpa rasa jijik.
Nghh Uhh~
Kris terus memainkan lidahnya di vagina Hyorin, kali ini dia menghisap klitoris Hyorin kuat-kuat. Membuat Hyorin sepertinya menggelinjang hebat.
Akkhhhhhhhhh!
Cairan bening langsung mengalir deras dari lubang Hyorin dan Kris lagi-lagi menghisapnya.
Suho terdiam. Otaknya masih sibuk mencerna sedangkan Tubuhnya mematung enggan bergerak. Seolah dia dihipnotis untuk tetap duduk manis didepan laptop.
Baby, kau nakal sekali. Kali ini giliranku!
Hyorin kini berdiri dan mendorong Kris hingga terduduk dikasur. Kamera yang sepertinya digenggam oleh Kris itu memfokuskan pada gerakan Hyorin yang membuka lebar paha Kris. Mata Hyorin tampak berbinar ketika melihat junior Kris sudah tegang menantang dihadapannya.
Kau sudah tegang hmm?
Eungh.. Jangan menggodaku Baby Hyo~
Hyorin masih tersenyum miring ketika ia memegang kuat junior Kris dan mengocoknya dengan tempo perlahan. Sesekali Hyorin menjilat ujung junior Kris yang besar itu.
Juniormu besar sekali, baby. Aku suka~
Kalimat-kalimat seduktif Hyorin secara tidak sadar membuat junior Suho yang ukurannya tidak jauh berbeda dengan junior Kris perlahan-lahan menegang.
Do your job, baby~
Dalam video itu, Hyorin mengangguk dan mengulum junior Kris dalam mulut kecilnya. Ia menghisap, menjilat, dan memijat junior Kris yang tidak masuk kedalam mulutnya.
"Ah! Shit!" umpat Suho ketika merasakan juniornya mulai tegang sempurna.
Hyorin terus melakukan jobnya. Kali ini ia memaju-mundurkan kepalanya sambil menatap kamera dengan puppy eyesnya. Demi apapun, ini benar-benar seksi.
"Sialan!" Suho yang dengan terpaksa menurunkan celananya dan membiarkan 'adiknya' untuk menegang.
Hyorin terus bergerak sampai akhirnya kamera yang awalnya close up pada wajah Hyorin kini seperti diletakkan diatas meja. Memperlihatkan posisi mereka yang sebenarnya.
Baby, aku sudah tidak tahan.
Kris menarik Hyorin hingga duduk dipangkuannya.
Baiklah, aku akan melakukannya.
Setelah mengecup kilat bibir Kris, Hyorin menaikkan pinggangnya dan mengarahkan junior Kris ke lubang vaginanya dan perlahan-lahan mendorongnya turun kebawah.
Unghh~ S-sakit...
Tahan baby~
Kris tanpa banyak bicara menahan pinggang Hyorin dan kali ini ia melesapkan juniornya utuh kedalam vagina Hyorin.
Akkkhhh!
"Oh! Holy shit!" Suho yang menyaksikan itu tanpa sadar terus mengocok juniornya.
Setelah beberapa saat memeluk Kris erat, Hyorin mulai menggerakkan pinggang rampingnya itu naik turun. Dada besar Hyorin tanpak bergerak indah senada dengan pergerakan pinggangnya.
Good baby~ nghh~
Suara besar Kris terus mengerang, begitu juga Hyorin. Mereka tampak sangat menikmati permainan ini. Hyorin terus berada diposisi itu kurang lebih lima menit, dan selama itu pula Suho mengocok juniornya cepat.
B-baby.. akhh akuuhh..
Kris yang sepertinya sudah merasa pergerakan spermanya di ujung juniornya, langsung menidurkan Hyorin. Ia melepas juniornya dan mengeluarkannya didalam mulut Hyorin. Hyorin tanpa ragu menelan dan menjilat sisa cairan di ujung junior Kris.
"Akhh!" Suho mengeluarkan cairan putih kental yang membasahi tangan kanannya. Dengan kikuk, Suho menyaksikan juniornya yang mengenaskan. Ini orgasme pertamanya.
Baby ayo lanjut~
Eumhhh~ Aku juga mau lagi~
Suho yang masih menyaksikan video itu dengan mata melotot langsung menutup Laptop dengan tangan kirinya. Kemudian ia beranjak dan menuju kamar mandi.
"Dasar dokter gila pembuat video laknat!" umpat Suho ketika memasuki kamar mandi.
.
.
"Lay, dimana Luhan?" Tanya Xiumin pada Lay yang sedang menyeduh susu hangatnya.
Lay mengangkat bahunya, "Molla.."
Xiumin menghembuskan napas berat, ia tahu pasti Luhan masih tertidur. Lay masih saja cuek, berusaha tidak mengingat kejadian semalam.
Suara pintu kamar terbuka terdengar dari kamar Luhan, Xiumin dan Lay yang tengah menikmati sarapannya mengalihkan pandangan ke arah kamar Luhan.
"Jonghyun?" Xiumin mengerutkan kening ketika melihat Luhan keluar dari kamarnya dengan seorang namja yang tak asing bagi mereka.
"Ja,Oppa hati-hati ne?" suara lembut Luhan terdengar ketika dia merapikan pakaian Jonghyun
Jonghyun tersenyum manis dan mencium kening Luhan, "Jaga kesehatan, arra?"
Luhan memeluk Jonghyun, "Oppa sampai kapan di London?"
"Mungkin sekitar satu minggu, tidak apa kan?"
"Luhan, ajaklah Jonghyun makan bersama." Xiumin berteriak dari dapur, memotong percakapan antara Luhan dan Jonghyun
"Tidak merepotkan?" Jonghyun menatap Luhan
Luhan hanya menggeleng dan langsung menggandeng Jonghyun ke dapur.
Xiumin dan Lay memang sudah tidak asing dengan kekasih Luhan itu. Lay juga tidak kaget lagi jika mendapati Yongguk kekasih Xiumin menginap di apartemen mereka. Hanya saja, kejadian semalam itu masih terngiang di pikiriannya. Biasanya dia hanya mendengar desahan dari kamar kakaknya.
Jonghyun menggandeng Luhan hingga meja makan mereka. Lay yang melihat wajah Jonghyun merasa pipinya memanas, teringat kejadian semalam.
"Permisi Min Noona dan…." Jonghyun mengerutkan kening.
"Lay.." Luhan tersenyum pada Jonghyun, "Kenalkan ini adik bungsuku, namanya Lay."
Jonghyun yang juga berkebangsaan Korea membungkukkan badannya, Lay pun begitu. Setelah memposisikan diri di meja makan, Jonghyun menatap Lay lekat.
"Lay, apakah kau berminat menjadi model seperti kakakmu? Aku lihat kau memiliki potensi."
Luhan yang menuangkan susu ke gelas Jonghyun hanya tersenyum kecil, "Aku sudah menawarkannya. Tapi dia seorang sarjana, dia ingin bekerja di kantor katanya."
Lay hanya tersenyum dan mengangguk kecil.
"Kantor? Dibelakang meja?" Jonghyun mengangkat keningnya
Lay mengangguk, "Aku ingin menggunakan ijazahku."
Xiumin yang dari tadi terdiam dengan Tab-nya mengerutkan kening, "Lay, coba lihat kemari."
"Ada apa, eonni?" Lay mengalihkan pandangannya ke Tab milik Xiumin.
"Baca ini.." Xiumin memberikan tab-nya kepada Lay.
Lay membulatkan matanya, lowongan pekerjaan? Lay membaca lekat semua ketentuan yang tertera. Semuanya dimiliki Lay!
"Ah! Eonni! Lihat eonni, aku memenuhi kriteria!" Lay melompat-lompat saking senangnya.
Xiumin menggelengkan kepalanya pelan, "Kalau begitu siapkan berkas-berkasmu, sayang. Sepertinya pengumpulan berkas terakhir hari ini."
Lay masih tersenyum sambil beranjak dari kursinya, "Aku yakin, aku pasti akan dipanggil untuk wawancara!"
Lay bergegas berlari menuju kamarnya dan meninggalkan tiga pasang mata yang tertawa melihat tingkah lucu si bungsu itu.
…
"Jadi begitu, Presidir Kim. Kami akan sebisa mungkun merekrut Anggota dengan Kinerja yang baik dan Stabil." Pegawai Bagian HRD telah selesai mempresentasikan makalahnya.
"Baiklah, saya anggap kalian semua telah mengerti tugas tugas kalian. Laksanakan dengan baik, dan ingat laporan setiap periode." Suho menutup dokumennya.
"Permisi, Presidir untuk perekrutan–"
"Perekrutan pegawai saya serahkan langsung pada bagian HRD tetapi untuk perekrutan sekertaris akan saya tangani langsung dengan Assisten Kang. Ada pertanyaan?" Suho melihat seisi ruangan rapat, semua mengangguk mengerti.
"Baiklah, sekian rapat untuk hari ini. Tolong kepada bagian HRD untuk mempersiapkan perekrutan sekertaris dan tes wawancara. Terimakasih."
Suho merapihkan jasnya, dan meninggalkan ruangan rapat bersama Assisten Kang.
"Presidir, sudah waktunya makan siang." Assisten Kang mengingatkan.
"Silahkan, saya ingin mencari makan di luar kantor." Suho menyerahkan berkasnya.
"Baiklah, tuan. Sampai bertemu satu jam kedepan." Assisten Kang menundukkan kepalanya, begitu pula Suho.
Setelah merapikan lagi setelan jasnya, Suho berjalan menuju parkiran mobil. Dia sendiri merasa bosan dengan makanan di Kantor dan memutuskan untuk membeli pasta disekitar sini.
Suho masih memperhatikan Koridor kantor barunya, sepertinya tidak buruk. Memasuki area parkirpun tidak buruk, ayahnya sangat tahu bagaimana memilih desainer yang berkelas.
Bruk.
Suho yang merasa ada gangguan di belakang sontak membalikkan badannya, "Hey! Perhatikan jalanmu!"
Wanita dengan rambut panjang dan lurus itu menunduk berkali-kali, "Maaf maaf, aku sedang terburu-buru."
Suho yang hendak melanjutkan ocehannya tertegun ketika wanita itu menatapnya. Wanita cantik dengan wajah khas wanita China membuat Suho menelan mentah-mentah kalimatnya yang sudah sampai ujung bibirnya.
Wajah manisnya berpadu sempurna dengan rambut panjangnya yang sedikit bergelombang diujungnya, pinggang rampingnya terlihat jelas dibalik bluss berwarna merah itu, kulih putihnya sangat serasi dengan rok hitam diatas lutut yang dipakainya. Suho terdiam, tidak dapat berkata.
"Maaf tuan, aku sedang terburu-buru. Permisi.."
Wanita itu membungkuk dan berlalu dari hadapan Suho.
Cantik sekali.. Batin Suho.
-TBC-
.
.
HALLOH READERS~ *tebar tjipok/?*
Sebelumnya Hana terimakasih buat yang sudah mendukung fic ini, berkat kalian Hana jadi punya semangat untuk melanjutkan fic mesum ini/?
Oh iya, Hana nemuin beberapa pertanyaan tentang EXO Official Couple. Jadi gini ya, kenapa Hana banyak ngeluarin member EXO? Karena Hana emang sengaja mau bikin enam fic sequel yang bercast EXO Official Couple. Tapi sequel yang dimaksud disini bukan lanjutan ceritanya, tapi keterkaitan tokohnya. Sedangkan ini fic kedua sequel-fic, sebelumnya udah ada cast KaiSoo yang Hana Post ^^
Jadi back to this fic(?) gimana gimana ceritanya? Kurang hot? Aneh? Gaje? Apapun itu pokoknya jangan lupa review ya sayangku3 karena antusias kalian adalah semangatku dalam menulis :3
BIG THANKS TO YANG REVIEW DI CHAPTER 1:
Gita Safira ; Laibel ; Lim Yoon Ji ; DKS-ZYX ; Adorableun
Madalene Lexie ; the-Dancing-Petals ; ; Wu Shan Yi
YiFanatic ; zeetao ; ChenLin21 ; Guest ; exindira; srecish
MUAAAAH :*
So, jangan Lupa review ne?
Tunggu next chap-nya ^^ Gamshahamnida~ *bow*
