"Sleeping Beauty"
Sleeping Beauty [CHAPTER 2] - The Schedule
.
.
.
.
.
"Itu benar. Suara kau lebih bagus, Daehyun-ssi.", ucap Kim seonsaengnim – Himchan- membela Yongguk
"Sebenarnya, saya mau. Tapi, saya ingin bersama Youngjae untuk menyanyikan lagu 'Rain Sound' itu", ucap Daehyun sambil merangkul Youngjae yang disampingnya yang sedang tertidur
"Haha.. Ia tertidur lagi.", tambah Daehyun saat melihat Youngjae tertidur dibahunya
"Aish, anak itu tertidur lagi.", ucap Kim seonsaengnim kesal dengan Youngjae yang selalu tertidur
"Apakah anak itu punya syndorm tidur?", tanya Yongguk kepada Himchan
"Aku juga tidak tau. Mungkin itu hanya kebiasannya. Tidak mungkinlah itu sebuah penyakit atau syndorm.", jawab Himchan
"Selain kau, lagu 'Rain Sound' juga akan dinyanyikan oleh duo grup Moon&Zelo. Aku menggabungkan mereka berdua karena Zelo. Zelo itu rapp nya sangat bagus. Kalau Moon, suaranya cukup bagus sih.", ucap Yongguk menambah tentang lagu 'Rain Sound'
"Benarkah?", tanya Kim seonsaengnim dan Daehyun dengan wajah yang terkejut
"Ya! Daehyun-ah. Adikmu itukan salah satu member Moon&Zelo kan? Yang Zelo kan? Choi Junhong.", tanya Kim seonsaengnim kepada Daehyun
"Ne. Anda benar.", jawab Daehyun sambil mengangguk
"Kalau begitu, baguslah.", ucap Yongguk
"Ini, flashdisk yang isinya musik untuk lagu 'Rain Sound'. Lusa kemudian, kita akan membuat lagunya. OK?", tambah Yongguk sambil menyerahkan flashdisk itu kepada Daehyun
"Tapi, aku tidak ingin menyanyi kalau Youngjae tidak ikut. Bagiku, Youngjae ini suaranya sexy dan emosional. Bukankah anda bilang lagu 'Rain Sound' itu lagu yang sedih?.", ucap Daehyun kepada Yongguk
"Kalau begitu, sebaiknya dicoba dulu. Oh iya, selain musik untuk 'Rain Sound', di flashdisk itu juga ada liriknya.", balas Yongguk
"Baiklah.", balas Daehyun
"Kalau sudah pasti, sebaiknya kita kembali saja. Daehyun-ah, bawa Youngjae ke kamar kalian ya?", ucap Himchan sambil menggandeng tangan Yongguk untuk keluar dari ruang vocal
"Ne.", balas Daehyun
"Kita mau kemana?.. Seperti biasa?", tanya Yongguk kepada pacarnya
"Hehehe... kau tau aja.", jawab Himchan sambil tertawa kecil
Tak lama kemudian, Himchan dan Yongguk telah pergi dari ruang vocal. Sedangkan Daehyun, sedang berusaha untuk mengangkat Youngjae yang sedang terlelap dalam mimpinya.
.
.
.
.
.
"I biga nareul wirohaejulkka
Ireon nae mameul alkka? Jakku niga saenggangna"
Mengikuti sesuai dengan melodi yang sudah dipastikan sebelumnya. Hanya tinggal membuat alunan nyanyian yang pas dengan melodi musik. Sudah berkali-kali mencoba, mungkin itu sudah bagus.
"Tinggal Youngjae saja lagi.", ucap Daehyun selesai dengan percobaannya untuk menyanyikan lagu 'Rain Sound' itu
"Ah~.. apakah aku bisa meraih high note?", keluh Daehyun
Dan kemudian, Daehyun mencoba untuk meraih high note.
"Geu aereul ijeul su itge oh no~ Yeah~"
"Arhh~ terlalu tinggi", ucap Daehyun setelah mencoba nada tinggi dan membuat tenggorokannya sedikit tercekik
Jeongmal gatgo sipeo Your Body~ [Song by B.A.P Body&Soul]
Tiba-tiba, ponsel Daehyun berdering disampingnya. Setelah mendengar itu, Daehyun pun langsung mengambil ponselnya. Nomor ponsel yang masuk bukanlah yang Daehyun kenal. Jadi, Daehyun merasa canggung untuk mengangkat.
"Yeoboseyo?", tanya Daehyun
"Daehyun-ssi.", panggil sang penelepon
"Siapa ini?", tanya Daehyun cukup terkejut saat orang yang meneleponnya memanggil namanya
"Ini Yongguk.", jawab penelepon yang ternyata adalah Yongguk
"Oh yongguk hyung, ada apa?", tanya Daehyun lega
"Apa yang kau lakukan?", tanya Yongguk
"Hanya belajar lagu yang hyung berikan.", jawab Daehyun
"Tapi, apakah kau sudah bisa semua?", tanya Yongguk
"Belum. Hanya saja, saya lagi belajar untuk meraih nada tinggi pada lirik bagian reff kedua.", jawab Daehyun
"Benarkah? Tolong ganti saja lagunya dan beritahu Youngjae ya.", ucap Yongguk tiba-tiba
"Eh? Diganti?", tanya Daehyun
"Ne. Aku dan Himchan sudah sepakat untuk mengganti lagunya. Nanti besok, kalian berdua tunggu aku ditaman belakang sekolah ya?.", tanya Yongguk
"Baiklah. Tapi, apa judul lagunya?", tanya Daehyun penasaran
"어디니? 뭐하니? (Eodini? Mwohani?).", jawab Yongguk
"Menurutku, lagu itu akan cukup mudah dinyanyikan oleh kau dan Youngjae. Lagipula, liriknya juga mudah dihapal.", tambah Yongguk seperti memberitahu
"Ah begitu. Baiklah. Tapi jam berapa saya dan Youngjae menunggu hyung?", tanya Daehyun
"Sekitar jam 1 siang lah.", jawab Yongguk
"Ah begitu. Kalau sudah, saya tutup dulu ya.", ucap Daehyun dan kemudian ia tutup teleponnya dengan Yongguk
"Hhh~ Eodini? Mwohani?.. Dimana kamu? Apa yang kamu lakukan?", ucap Daehyun mengucapkan judul lagu yang baru
Kemudian, Daehyun menolehkan kepalanya kearah Youngjae yang sedang tertidur sangat lelap dikasur Youngjae-nya sendiri.
"Hhh~~.. kapan anak itu bangun?", ucap Daehyun sambil menghela napasnya yang ditambah dengan senyuman
.
.
.
.
.
Besok...
Cahaya matahari semakin terik dan semakin menerangi kamar itu lewat jendela. Hanya satu orang yang terbangun karena cerahnya matahari dari dua orang yang sudah tertidur berjam-jam itu. Orang yang bangun mimpinya itu adalah Daehyun. Setelah terkumpul jiwanya, Daehyun pun menengok Youngjae dari pagar pembatas yang berhimpitan dengan kasurnya itu.
"Hhh~, anak itu belum saja bangun.", ucap Daehyun saat melihat Youngjae yang masih tertidur
Setelah itu, Daehyun pun turun dari kasurnya, menuruni tangga dan berjalan ke kamar mandi untuk menyikat giginya. Ada 2 sikat gigi dengan warna yang sama. Yaitu merah. Tapi, yang membedakan adalah warna pada bulu sikat gigi itu. Ada 2 warna, yaitu putih dan merah. Bulu sikat gigi milik Daehyun, bulu warna merahnya berada ditengah dan bulu warna putih berada dipinggir atau sisanya. Sedangkan milik Youngjae, bulu warna merahnya berada dipinggiran dan bulu warna putihnya ada ditengah.
Mata Daehyun yang masih agak berat, membuat penglihatannya sedikit kabur. Kemudian, Daehyun pun mengambil sikat gigi miliknya dan mulai menyikat giginya dengan pasta gigi. Tak lama kemudian, Youngjae masuk ke kamar mandi.
"Akhirnya ia bangun juga.", batin Daehyun saat melihat Youngjae yang baru saja bangun
Kemudian, Youngjae pun berdiri disamping Daehyun dan membasuh wajahnya. Setelah membasuh wajahnya, Youngjae pun mengambil sikat gigi miliknya. Saat memegang sikat giginya, Youngjae merasa ada yang aneh.
"Apakah ini milikku?", tanya Youngjae saat melihat bulu sikat gigi itu berbeda dengan miliknya
"Daehyun-ssi, apakah ini milikmu?", tanya Youngjae kepada Daehyun yang sedang asyik menyikat giginya
Mendengar pertanyaan itu, Daehyun sempat terkejut. Ternyata sikat giginya ada ditangan Youngjae. Setelah mengetahui itu, Daehyun pun langsung berkumur-kumur dan membasuh sikat gigi yang bukan miliknya itu.
"Jadi ini milikmu?", tanya Daehyun sambil menampilkan sikat gigi yang ternyata milik Youngjae
"Ah mianhae.", tambah Daehyun tidak tahu sama sekali
"-_-", itulah ekspresi Youngjae saat mengetahui bahwa sikat gigi miliknya ada ditangan Daehyun dan sudah ia pakai
.
.
.
.
.
Teriknya matahari disiang hari, orang-orang pasti akan berteduh. Begitupun Daehyun dan Youngjae. Saat ini, mereka berdua sedang menunggu Yongguk ditaman belakang dan duduk dibawah pohon untuk menghindar dari cerahnya matahari. Daehyun sedang mendengarkan lagu sambil bersandar disisi pohon. Sementara itu, Youngjae sedang memikirkan sesuatu hingga terlamun dengan kedua kaki yang tertekuk.
"Hooaahh~~", Youngjae menguap sambil menutup mulutnya
"Aduh, kok Yongguk hyung lama sekali.. Youngjae-ah", ucap Daehyuh sambil melihat ke jam tangannya
"Youngjae-ah", panggil Daehyun sekali lagi
Ternyata, Youngjae tertidur lagi dibahunya Daehyun.
"Ahh~.. tahan dirimu Jung Daehyun.", ucap Daehyun saat melihat wajah cantik Youngjae yang sedang tertidur
Tanpa Daehyun sadari, tangannya bergerak untuk meraih tangan Youngjae yang tergeletak dipermukaan rumput. Menggenggamnya ditelapak tangan Youngjae dengan sangat erat. Tiba-tiba, Daehyun merasakan suatu perasaan yang membuat matanya tertutup. Yaitu perasaan tenang yang langsung masuk ke hati. Ditambah dengan hembusan angin yang membuat suasana semakin tenang hingga ke jiwa.
15 menit kemudian, Youngjae terbangun. Youngjae baru sadar bahwa ia tertidur dibahunya Daehyun. Ia terbangun karena ada sesuatu yang menggenggam tangannya sangat erat. Membuka matanya perlahan-lahan dan kemudian mengarahkannya ke arah tangannya. Tiba-tiba, mata Youngjae sedikit membulat karena melihat tangannya digenggam erat oleh Daehyun. Youngjae tidak tau harus berbuat apa saat mengetahui hal itu.
Jeongmal gatgo sipeo Your body~ [Song by B.A.P – Body&Soul]
Tiba-tiba ponsel Daehyun berdering cukup keras disaku celananya. Saat mendengar itu, dengan cepat membuka matanya dan langsung mengambil ponselnya. Sebelum mengangkat telepon tersebut, Daehyun sempat melihat ke arah tangannya yang berpegangan dengan tangan Youngjae. Secara otomatis, mereka berdua langsung melepaskan genggaman dan bertingkah seperti tidak terjadi apa-apa. Daehyun pun mengangkat telepon.
"Yeoboseyo?", tanya Daehyun
"Daehyun-ah!.", panggil penelepon
"Ah Yongguk hyung.. Ada apa?", tanya Daehyun
"Sekarang, kau berada dimana? Aku tidak bisa mencari taman belakang sekolahmu.", ucap Yongguk yang ternyata sedang kesulitan mencari taman belakang sekolah
"Tapi, sekarang hyung berada dimana?", tanya balik Daehyun
"Aku sekarang berada didepan pintu utama sekolah.", jawab Yongguk
"Oh begitu.. Kalau begitu, hyung tinggal jalan ke samping kanan, terus belok ke kanan dan jalan lurus aja.", ucap Daehyun memberi pengarahan
"OK lah. Kau tunggu saja disana.", balas Yongguk
"Baiklah.", balas Daehyun dan kemudian menutup teleponnya
.
.
.
10 menit kemudian...
"Oh! Daehyun-ssi!", panggil Yongguk dari jauh saat melihat Daehyun yang sedang duduk dibawah pohon menunggu kedatangannya
Mendengar itu, Daehyun langsung mencari sumber suara.
"Yongguk hyung!", balas panggil Daehyun
Setelah panggilan dari Daehyun, Yongguk pun berlari kecil untuk mendekati Daehyun.
.
.
.
.
.
Malam...
"Daehyun-ssi, apakah kau punya novel?", tanya Youngjae kepada Daehyun sambil mengeringkan rambutnya yang masih agak basah
"Punya. Kalau kau mau membacanya, ambil saja dilemari kecil dekat kasurku.", jawab Daehyun sambil berdiri dibawah pagar pembatas kasurnya dari lantai pertama
Setelah jawaban dari Daehyun, Youngjae pun naik ke lantai dua dan mencari novel milik Daehyun.
"Bolehkah aku berbaring di kasurmu?", tanya Youngjae kepada Daehyun dari lantai dua
"Baiklah.", jawab Daehyun yang sedang loncat-loncat untuk meraih pagar pembatas dilantai dua
Setelah beberapa loncatan, akhirnya Daehyun berhasil meraih pagar pembatas itu. Sedangkan Youngjae, ia sudah mulai membaca sambil berbaring dikasur Daehyun. Mungkin, untuk kali ini, Daehyun butuh sedikit olahraga malam. Daehyun menaik turunkan tubuhnya dengan berpegangan erat pada pagar pembatas.
"Daehyun-ssi. Apa yang kau lakukan?", tanya Youngjae sambil melihat Daehyun dari pagar pembatas
"Hanya olahraga malam.", jawab Daehyun sambil mencoba menaikkan tubuhnya
Tiba-tiba, jarak antara wajah Daehyun dan Youngjae sangat dekat. Bahkan hidung mereka hampir tersentuh. Mereka berdua langsung terdiam ditempat.
"Matanya abu-abu.. Cantik sekali...", batin Daehyun melihat mata Youngjae dengan detail
"Bukankah ia tampan, Yoo Youngjae?", ucap hati Youngjae kepada jiwa Youngjae
Sedikit lama mereka bertatapan, membuat Daehyun semakin ditidak bisa lebih lama menahan berat badannya dan tumpulnya permukaan pagar pembatas yang membuat tangannya sedikit sakit. Karena tidak tahan lagi, akhirnya Daehyun pun melepaskan pegangannya dari pagar pembatas dan jatuh ke sofa. Saat Daehyun jatuh juga, Youngjae kembali bersikap biasa dan membaca novel.
.
.
.
Daehyun yang baru saja selesai menyikat giginya, langsung berjalan menaiki tangga ke lantai dua. Ternyata, Youngjae yang sedari tadi membaca novel, tertidur. Daehyun sempat terkejut. Kemudian, Daehyun pun berjalan perlahan ke arah kasurnya. Setelah sampai, kemudian Daehyun pun duduk dipinggiran kasurnya.
"Ah~ ia cantik sekali. Tapi, apakah aku harus tidur disampingnya?", batin Daehyun seperti menahan godaan dari Youngjae
"Aku akan tidur di sofa saja. Aku takut kalau aku menganggunya.", ucap Daehyun
Sebelum meninggalkan Youngjae yang sedang tertidur dikasunrya, Daehyun ingin melakukan sesuatu kepada Youngjae. Daehyun pun memulai langkah dengan mendekatkan wajahnya pada wajah Youngjae. Dan kemudian memberi sentuhan lembut pada bibir Youngjae dengan mata tertutup. Sentuhan yang sangat ingin Daehyun berikan sepenuhnya. Tapi, saat ini bukanlah waktu yang tepat. Setelah mencium lembut bibir Youngjae secara sekilas, Daehyun pun pergi dan menuruni tangga.
Layaknya cerita Putri tidur, saat sang Pangeran mencium sang Putri, maka sang putri terbangun dari tidurnya. Setelah dicium lembut oleh Daehyun, Youngjae terbangun dari tidurnya saat Daehyun menuruni tangga. Menyentuh bibirnya yang baru saja bersentuhan dengan bibir temannya sendiri. Kemudian, Youngjae sedikit bergerak untuk melihat Daehyun dibawah.
Setelah sampai dilantai pertama, Daehyun pun berjalan mendekati kasur Youngjae dan mengambil selimut. Youngjae melihat Daehyun mengambil selimutnya. Kemudian, Daehyun pun berbaring disofa dengan selimut Youngjae dan mulai tidur.
"Dia sudah tidur.", ucap Youngjae pelan saat melihat Daehyun yang sudah menutup mata
Setelah itu, Youngjae pun kembali ke posisi asal.
"Goodnight kiss?"
.
.
.
.
.
"Jogeumeun nasseoljiman na honja yeogi wasseo
haengbokhae boineun saramdeul soge isseo"
Suara yang kuat dan lembut hampir memenuhi ruang rekaman. Mencoba semampunya untuk rekaman pertamanya. Setelah melewati beberapa part, berikut gilirannya lagi untuk bernyanyi.
"Eodini? Mwohani? Neon jaljinaeni.
nae geote nega eobseunikka Lonely Lonely Day"
Setelah itu, pada reff kedua, ia bernyanyi lagi dengan kata-kata yang sama sambil menambahkan sedikit nada tinggi yang lembut.
"OK, giliranmu Youngjae-ah.", ucap Himchan sambil menepuk punggung Youngjae
Setelah itu, Youngjae pun masuk ke ruang rekaman dengan dilewati oleh Daehyun.
"Keren hyung~", ucap Junhong –Zelo- kepada kakaknya yang baru saja keluar dari ruang rekaman
.
.
.
.
.
"Oh Day by Day.. seulpeum maeumi jinanyeom. Neowa nega, gidari achimi ulkeoya." [Song by MYNAME – Day By Day]
Itulah lagu yang sedang Daehyun dan Youngjae sambil duduk disofa. Daehyun menutup matanya untuk lebih menghayati lagu tersebut. Sementara itu, Youngjae sedang sibuk dengan laptop nya.
Tak lama kemudian, Daehyun merasa mengantuk karena lagu yang ia dengar semakin membuat matanya menjadi berat. Tiba-tiba, Daehyun kehilangan jiwanya dan tersandar dibahu Youngjae. Youngjae yang sedari tadi asyik dengan laptopnya sambil mendengarkan lagu dari ponsel Daehyun, tiba-tiba dia merasa ada yang jatuh kebahunya. Setelah menoleh kesamping, ternyata kepala Daehyun lah yang jatuh ke bahunya. Ini pertama kalinya Daehyun tertidur dibahu Youngjae. Saat Youngjae menoleh kesamping, tepatnya kearah wajah Daehyun yang cukup dekat dengan wajahnya, tiba-tiba Youngjae merasa tergoda dengan bibirnya Daehyun.
Tiba-tiba, Youngjae teringat tentang ciuman kemarin saat ia tertidur yang ia anggap 'goodnight kiss'.
"Apakah ia melakukannya dengan sengaja?", batin Youngjae seperti menebak
"Aish, apa yang harus ku lakukan?", ucap Youngjae yang tampak bingung saat melihat Daehyun yang sedang tertidur dibahunya
.
.
.
.
.
"Hallo?"
"..."
"Ini aku."
"..."
"Bagaimana kabarmu?"
"..."
"Dia mulai agak sedikit - "
"..."
"Apa kau gila huh?"
"..."
"Mungkin saja."
"..."
"Eeyy.. kau itu suka sekali begitu."
"..."
"Seperti biasa. Setelah itu, aku ingin kau ikut aku membelikan es krim untuknya. OK?"
"..."
"Terserah aku dong. Yang berpikir itu otakku."
"..."
"OK."
Menutup telepon dan meletakkannya kembali keatas meja kecil dekat kasurnya. Ia benar-benar tidak tau rencana apa yang akan dilakukan teman sekamarnya semenjak ia dicium. Hanya bisa menghela napas dan menerimanya. Youngjae memang orang yang tidak bisa melawan. Ia berencana untuk bertemu temannya disebuah tempat yang sering menjadi tempat pertemuan mereka. Teman Youngjae itu adalah N atau yang bernama asli Cha Hakyeon [salah satu member boyband VIXX]. Menurut Youngjae, N atau Hakyeon adalah orang yang sangat menyenangkan. Bahkan dalam situasi apapun, ia selalu bertingkah ceria.
Saat Youngjae berteman dengan Hakyeon, ia sempat mempunyai rasa suka. Begitupun dengan Hakyeon, ia juga mempunyai rasa suka terhadap Youngjae. Saat kedua orang tua mereka mengetahui hal itu, akhirnya mereka berdua resmi disatukan. Hakyeon menganggap Youngjae seperti putri tidur yang hidup. Pernah melalui satu malam yang sudah sangat cukup bagi mereka berdua. Malam itu adalah malam yang biasa. Seperti layaknya dilakukan oleh pasangan pada umumnya. Tapi, mereka berdua tidak berani melakukan ke hal yang lebih besar. Hanya sekedar skinship.
Cukup lama mereka berdua dan selalu dipenuhi dengan tawa, mereka masih saja tidak berani untuk bersentuhan. Setelah 1 tahun mereka bersatu, tiba-tiba orang tua Youngjae memanggil Youngjae dan langsung mengatakan untuk berpisah dari Hakyeon. Tentu saja itu hal yang membuat Youngjae sangat terkejut sampai ia hampir menangis. "Wae?!", itulah kata pertama Youngjae saat mendengarkan perkataan dari ayahnya.
Sebuah pasangan, biasanya berharap mendapatkan buah hati yang sempurna. Begitupun dengan orang tua pasangan tersebut. Tapi, sudah 1 tahun Youngjae dan Hakyeon bersatu, belum ada tanda-tanda dari Youngjae untuk membuat manusia baru. Itulah alasan kenapa orang tua Youngjae memisahkan anaknya dari Hakyeon.
Satu minggu berpisah dari Hakyeon, Youngjae merasa saat kesepian setiap detiknya. Tidak ada lagi suara Hakyeon yang selalu masuk ke telinganya. Tidak ada lagi candaan yang dibuat Hakyeon yang membuat dirinya tertawa. Satu benda yang membuat pikiran Youngjae merasa berputar seperti film yang memuat kenangan-kenangan dirinya bersama Hakyeon adalah cincin persatuan mereka.
Ia menyimpan cincin itu semenjak ia berpisah dari Hakyeon sampai sekarang. Didetik ini. Cincin putih dengan barisan permata kecil itu, Youngjae dan Hakyeon sendirilah yang memilihnya. Bagi Youngjae maupun Hakyeon sendiri, 1 tahun mereka disatukan itu adalah waktu yang sangat berarti dan berharga. Dan satu minggu setelah mereka berpisah, adalah waktu yang dilewati dengan air mata setiap detiknya.
1 bulan Youngjae hidup dengan kedua orang tuanya dan adiknya, akhirnya Youngjae memilih untuk hidup sendirian disebuah universitas tempat ia bersekolah. Hidup sendirian diruangan yang cukup besar. Seharusnya, ruangan itu digunakan untuk 2 orang.
Foto ia bersama Hakyeon masih ia simpan rapi dan sekarang foto itu terletak dimeja belajarnya. Sewaktu-waktu, saat Youngjae sedang bermain permainan StarCraft dilaptopnya, sesekali ia menatap foto itu dan tanpa ia sadari, ia mengeluarkan air mata. Mengingat semua kenangan yang ia buat bersama Hakyeon dengan canda dan tawa.
Kotak merah yang isinya ada cincin putih itu sekarang ada ditangan Youngjae. Ia buka penutupnya dan mengambil cincin itu. Ia pasangkan dijari manisnya dan masih bisa dipasang dijari manisnya. Youngjae menatap cincin itu. Tiba-tiba, tanpa ia sadari, ia mengeluarkan air mata dan sedikit terisak.
"Hiks.. hiks..", isak Youngjae sambil mengusap air matanya dari pipinya
Tiba-tiba, Youngjae dikejutkan dengan sepasang tangan yang melingkar dilehernya.
"Uljima.."
Setelah mengatakan itu, pemilik sepasang tangan itu kemudian merebahkan kepalanya dibahu Youngjae.
"Tenanglah.", ucap pemilik sepasang itu yang ternyata adalah Daehyun
Mendengar suara itu, Youngjae merasa bingung. Daehyun? batin Youngjae. Kemudian, Youngjae menolehkan sedikit kepalanya ke sumber suara.
"Wae?", tanya Daehyun dengan suara lembutnya
Amudo mollae saranghae~ [Song by B.A.P ft Song Jieun of Secret – Secret Love]
Tiba-tiba ponsel Youngjae berdering dan menunjukkan nama pada layar ponselnya.
'N'
Daehyun pun juga melihat nama itu. Tanpa basa-basi, Youngjae mengambil ponselnya dan mengangkat telepon.
"Hallo?"
"Youngjae-ah"
"hmm?"
"Aku sudah sampai."
"Baiklah.", tutup Youngjae dan kemudian meletakkan kembali ponselnya ke atas meja belajarnya
Daehyun mendengar percakapan itu. Kemudian, Daehyun lepas pelukannya dari leher Youngjae.
"Mau kemana?", tanya Daehyun penasaran
Setelah Daehyun melepas pelukannya, Youngjae langsung beranjak dari kursi belajarnya, mengambil jaket, mengambil ponsel dan earphone nya beserta kotak cincinnya, memasang sepatu dan pergi begitu saja tanpa memperdulikan pertanyaan dari Daehyun yang masuk ke telinganya.
"Youngjae-ah! Kau mau kemana?", tanya Daehyun kepada Youngjae
Setelah Daehyun melontarkan pertanyaan itu, Youngjae menutup pintu dan pergi.
"Hhhh~..", hela napas Daehyun
.
.
.
.
.
Akhirnya Youngjae sampai ditempat tujuan. Yaitu tempat dimana dirinya dan Hakyeon bertemu dan menjalani kehidupan bersama Hakyeon selama mereka bersatu. Menatap tempat yang penuh dengan rerumputan hijau dan beberapa pohon disekitar dari balik kaca mobilnya. Kemudian pupil mata Youngjae beralih ke sebuah kursi kayu yang sudah ada Hakyeon duduk disana menunggu kedatangan dirinya. 15 detik menatap kursi dan mantan pendamping hidupnya, tiba-tiba bendungan air mata Youngjae sudah tidak muat lagi menahan banyaknya air bening yang keluar dari mata Youngjae. Alhasil dipipi Youngjae membuat sebuah sungai kecil. Merasakan itu, dengan cepat Youngjae menghapus air matanya. Youngjae menangis karena kenangan yang ia buat bersama Hakyeon saat ditempat dan kursi itu, sangatlah berarti bagi Youngjae.
Ditempat dan kursi itulah Youngjae dan Hakyeon bertemu. Dan ditempat dan kursi itulah Youngjae dan Hakyeon menghabiskan waktu bersama.
.
"Youngjae-ah"
"Hmm?"
"Kamu itu, putri tidur."
"Hmm? Putri tidur? Bukannya itu hanya ada dicerita?"
"Itu hanya pikiranmu."
"Lalu?"
"Kau itu putri tidur didunia nyata."
.
"Sama seperti kata hatinya Daehyun.", ucap Youngjae
Itulah saat-saat yang paling diingat oleh Youngjae. Sekarang Youngjae sedang memegang kotak cincin merah yang ia bawa. Membuat penutupnya dan muncullah sebuah benda berbentuk lingkaran dengan barisan permata yang mengkilau. Kemudian, Youngjae mengambil cincin itu dan memasangkannya dijari manisnya. Masih muat. Setelah terpasang, Youngjae pun keluar dari mobilnya. Berjalan masuk ke tempat itu dan berhenti disamping Hakyeon yang sedang menunggu Youngjae.
"Hakyeon-ah.."
.
.
.
.
.
"Hakyeon-ah..", panggil Youngjae dengan tatapan wajah yang sedikit kosong
Mendengar seseorang memanggil dirinya, Hakyeon langsung mencari sumbernya. Ternyata seseorang disampingnya yang sedang berdiri menatap dirinya lah yang memanggilnya. Setelah Hakyeon melihat orang yang memanggil namanya itu, (mungkin) secara otomatis Hakyeon langsung berdiri dan memeluk erat orang itu karena orang itu adalah seseorang yang sangat dirindukannya.
"Youngjae-ah", panggil Hakyeon kepada Youngjae
Merasakan pelukan hangat dari Hakyeon, Youngjae membalas pelukan Hakyeon dengan lembut.
"Hakyeon-ah, aku sangat merindukanmu.", ucap Youngjae dalam pelukan Hakyeon
"Aku juga, Youngjae-ah.", balas Hakyeon
.
.
.
.
.
"Apakah kau merasa nyaman bersamanya?", tanya Hakyeon yang duduk disamping Youngjae
"Tergantung.", jawab Youngjae jujur
"Kenapa?", tanya Hakyeon
"Selama aku tertidur, dia selalu membawaku ke tempat tidurku. Dia, orang yang menyenangkan." , jawab Youngjae
"Benarkah?", tanya Hakyeon dengan mata yang sedikit membesar
"Hmm. Dia sama sepertimu.", jawab Youngjae
Setelah mendengar jawaban itu, Hakyeon hanya membalasnya dengan anggukan. Kemudian, mata Hakyeon beralih ke tangan Youngjae. Ternyata Youngjae memakai cincin persatuan mereka.
"Kamu memakai cincin itu?", tanya Hakyeon
"Eh?", jawab Youngjae
"Kamu memakai cincin itu?", tanya lagi Hakyeon
"Ne.", jawab Youngjae sambil melihat cincin itu dijari manisnya
Setelah mengetahui itu, kemudian Hakyeon melepas sesuatu dari jari tangannya yang sebelumnya tidak diketahui oleh Youngjae.
"Ini."
.
.
.
.
.
To be continue...
Sleeping Beauty [CHAPTER 3] – This Time
