Baby B (Chanyeol x Baekhyun) #2

.

.

.

.

.

Happy Reading

Sudah satu minggu sejak kehadiran Baekhyun dikantor Chanyeol mereka berdua mendadak sering bertemu atau lebih tepatnya Chanyeol yang meminta Baekhyun tinggal dia apartemennya . Simbiosis mutualisme adalah apa yang menjadi dasar hubungan mereka . Baekhyun menggoda Chanyeol lalu lelaki itu memuaskannya .

Dan siang ini Baekhyun harus dibuat kesal ketika ia melihat sosok Chanyeol bersandar angkuh di mobil sport keluaran terbaru yang warnanya bahkan mencolok mata . Menjadi kaya dan sombong adalah apa yang sudah ditakdirkan pada sosok Chanyeol , terbukti dari dagunya yang semakin mendongak begitu mendengar para gadis terang – terangan mengaguminya .

" Apa yang daddy lakukan disini ? " Baekhyun sudah berdiri dihadapan Chanyeol dengan seragam SMA –yang Chanyeol bersumpah bahwa itu pendek sekali- dan tas serempang favoritnya

" Menjemputmu tentu saja "

Dahi Baekhyun berkerut heran karna seingatnya Chanyeol adalah pebisnis muda yang jadwalnya saja melebihi artis papan atas .

" Baekhyun , apa dia ayahmu ? "

Satu pertanyaan lolos dari salah satu teman Baekhyun , gadis itu berbalik dan menatap –Shin Lami- yang terang – terangan menunjukkan ketertarikannya pada Chanyeol .

" Ayah ? " beberapa detik Baekhyun terdiam , hingga dia merasakan tangan seseorang meremas pantatnya . Kurang ajar ! " Ya , dia daddy ku . Ya kan ? "

Chanyeol bersumpah bahwa kerjapan mata Baekhyun adalah senjata ampuh yang mampu membuat lelaki itu berbuat khilaf . Dan untungnya dia ingat bahwa ini adalah tempat umum dimana anak – anak dibawah umur berada .

Anggukan diberikan Chanyeol atas pertanyaan Baekhyun " Ayo baby kita pulang "

*BaekB Present*

Mengajak Baekhyun ke kantornya memang bukanlah hal bagus , tetapi meninggalkan Baekhyun sendirian di apartemen –dengan keberadaan Sehun disana- tentu bukan opsi yang akan dipilih Chanyeol . Jadi , dia harus rela bahwa telinganya panas mendengar celotehan sigadis Byun itu .

" Dad , kau pernah mengunjungi situs dewasa ? "

" Maksudmu ? " Chanyeol bertanya balik dengan pandangan yang masih fokus pada berkas – berkas senilai jutaan won

" Seperti chatting dengan pemilik blog dewasa "

" Tidak . Membuang – buang waktu dan sedikit menguras energi ketika harus menuntaskannya sendiri "

Baekhyun manggut – manggut " Tapi , aku punya blog dewasa dad "

Chanyeol tersedak ludahnya sendiri " A –apa ? "

Baekhyun mengambil ponselnya dan menunjukkan sesuatu pada Baekhyun " Lihat ! Bahkan pengikutku lebih banyak daripada para ulzzang "

Bukan followers yang dilihat Chanyeol , melainkan postingan Baekhyun yang HAMPIR SEMUANYA –tolong capsolk bagian itu- berisikan foto – foto laknat pengundang birahi laki – laki .

Anak ini benar – benar .

" Berapa umurmu ? " ditatapnya Baekhyun dengan serius , sedikit membuang waktunya yang seharusnya ia gunakan dengan baik

" Delapan belas "

" Dan darimana kau belajar hal – hal seperti itu wahai Byun cabul Baekhyun "

Baekhyun mendengus atas perubahan pada namanya . Namun , beberapa detik kemudian gadis itu menyeringai " Mungkin karna aku terlalu sering disodok daddy akhir – akhir ini . Tenggorokanku sedikit sakit karna terlalu banyak mendesah . Daddy benar – benar seorang pro " senyum gadis itu mengembang diakhir kalimat

Baekhyun , mulutmu astaga !!

" Tutup blog dewasamu itu "

" Apa yang akan kudapatkan ? " gadis ini mengajaknya bernegosiasi

Chanyeol menopang dagunya dengan sebelah tangan " Bagaimana dengan woman of top ? "

Baekhyun berfikir sejenak sebelum kemudian dia menggeleng tiga kali , surai hitamnya bergoyang mengikuti kepalanya " Sebenarnya aku lebih tertarik dengan black card mu dad "

" Wanita dan sifat materealistisnya "

Baekhyun tersenyum , jenis senyum yang sulit di definisikan ketika ia menghampiri Chanyeol dan berdiri disamping lelaki itu " Karna bekat black card itulah aku bisa sedikit merawat 'tempat' yang akan membuatmu menelan ludah setiap melihatnya "

Yeah , tentu saja hole rapat Baekhyun ketika mereka bercinta adalah yang terbaik .

" Beli apapun yang kau butuhkan dan pastikan nanti malam kau tidak mengecewakanku " itu adalah apa yang dikatakan Chanyeol ketika sebuah benda pipih bebentuk persegi panjang ia letakkan dimeja

" Kau yang terbaik dad "

*BaekB Present*

Jangan mendesah begitu keras

Jangan mendesah terlalu keras

Jangan mendesah sangat keras

Jangan mendesah keras – keras

DAN TOLONG INGATLAH BAHWA APA YANG KALIAN LAKUKAN ITU DOSA !!!

Baekhyun mengerjapkan kedua matanya begitu melihat selembar kertas tersebut tertempel di dinding dekat pintu masuk . Tulisannya acak – acakan menandakan bahwa 'sipenulis' pasti sangat emosi .

" Kenapa dia tidak berkaca pada dirinya sendiri huh " Baekhyun menggerutu setengah kesal kepada sosok sipelaku yang ia yakini adalah Sehun . Sedikit banyak Baekhyun cukup tau tentang Sehun –yang ternyata adalah sepupu Chanyeol- . Setiap malam dia sedikit mencuri dengar tentang desahan Sehun yang menyebutkan nama Luhan sunbae . Heol , untung Baekhyun memiliki Chanyeol yang siap menuntaskan hasratnya kapan saja , tidak seperti Sehun siperjaka tua yang hanya mampu meratapi nasib karna Luhan sunbaenya itu tidak menyukainya .

" Kau sudah membacanya kan ? "

Baekhyun dikejutkan dengan suara dari arah lain . Itu Sehun yang sudah rapi dengan kemejanya juga sebuah koper kecil yang ia seret .

" Kau mau kemana ? kau tidak bunuh diri kan ? hanya karna hasratmu yang selalu kau tuntaskan sendiri sementara diluar sana Luhan sunbaemu itu bersenang – senang dengan kekasihnya "

" Mulut lancangmu Baek "

" Kau tau anak kecil kadang mengatakan dari apa yang mereka lihat " gadis itu mengangkat bahu acuh

Sehun menilik penampilan Baekhyun " Payudaramu terlalu besar untuk bisa disebut sebagai anak kecil " ada senyum mencemooh dari lelaki itu

" Mulut keparatmu "

Sehun tidak peduli dan memilih segera pergi sebelum ada sepatu melayang kearahnya . Lelaki itu berbalik menatap Baekhyun begitu sampai di ambang pintu utama .

" Aku tau kau sudah membaca peraturan yang kubuat dan kuharap kau dan Chanyeol melakukannya , walau aku tidak yakin dengan itu "

" Desahanku adalah kata ganti dari 'kau harusnya segera mencari apartemen sendiri' . Dasar perjaka tua ! "

" Aku tidak mendengarnya "

BRAK !

Pintu apartemen ditutup keras dan Baekhyun terbahak setelahnya.

*BaekB Present*

Berkas sudah selesai ditanda tangani Chanyeol ketika jam menunjukkan pukul delapan malam . Dengan senyum mengembang lelaki itu meraih jas yang tergeletak di sofa dan sedikit merapikan tas kerjanya . Mendadak dia bersemangat untuk pulang akhir – akhir ini karna akan ada gadis cerewet –setengah cabul- yang menunggunya di apartemen . Menyambutnya seperti seorang istri yang menyambut suaminya pulang .

Tring!

Satu pesan masuk kedalam ponselnya . Chanyeol harus menghentikan langkahnya demi melihat satu pesan dari Baekhyun .

Aku menunggumu Dad .

Lalu dibawahnya ada foto setengah badan Baekhyun yang menggunakan gaun tidur tipis . Paha putihnya diumbar kemana – mana dan Chanyeol bersumpah bahwa dia bisa saja menanggalkan gaun tidur laknat tersebut dengan sekali tarik .

Aku akan pulang dan memastikan bahwa aku tidak menyesal telah memberimu black card ku

Hati – hati Baekhyun , kita akan menjemput neraka bersama setelah ini .

Dan itu adalah balasan Chanyeol untuk pesan Baekhyun .

*BaekB Present*

" Ahhh ..!! "

" Daddy , pelan – pelan , kau merusak gaunku ! "

" AKH ! "

" Baby , jangan berteriak "

" Ahhh .. shhh ...dad please "

" Tunggu sebentar "

" Ahhh .. akhirnya "

Tolong jangan berfikiran aneh – aneh dengan apa yang mereka lakukan . Chanyeol berharap bahwa apa yang baru saja dia lakukan adalah menyetubuhi Baekhyun dan membuat gadis itu menerima seluruh sperma nya –yang Chanyeol ingat ini bukanlah masa subur sigadis Byun . Namun , kenyataan yang di dapatinya adalah Chanyeol yang duduk dibelakang Baekhyun , sibuk membenarkan resleting gaun yang rusak –atau mungkin lebih tepatnya Baekhyun juga sedikit kesusahan melepas gaun tersebut dari tubuhnya .

" Jangan dipakai lagi "

Baekhyun cemberut " Tapi gaun tidur ini bagus "

" Kalau begitu lakukan diet "

" Kau menyukai sesuatu yang besar dan kenyal " Baekhyun dan kalimat kotornya mulai lagi " Kalau aku diet semuanya tidak akan sempurna . Lagipula berat badanku hanyalah 45 kg "

" Terserah ! Tidak usah repot – repot membeli gaun tidur karna kenyataannya aku lebih suka ketelanjanganmu "

" Seperti ini "

KRAK !

Sudah dibilang kan kalau Baekhyun itu sangat suka melakukan hal yang menantang . Bahkan ketika dengan sengaja merobek gaun tidur itu didepan Chanyeol dan membuat lelaki itu menelan ludah gugup –seperti perjaka yang akan diperkosa saja .

Tolong ingatkan Chanyeol , siapa yang tadi menjerit histeris agar gaunnya tidak dirusak .

" Aku membuang 15.000 dolarmu "

Persetan dengan 15.000 dolar itu , karna yang ada sekarang adalah Baekhyun yang tersenyum licik atas kungkungan Chanyeol pada tubuhnya .

" Apa saja yang kau lakukan hari ini ? " tanya si lelaki

" Lihat saja sendiri "

Jika Baekhyun menyukai tantangan , maka Chanyeol adalah tipikal orang yang penasaran . Dan tanpa perlu meminta ijin lagi lelaki itu segera menarik pelapis terakhir dalam tubuh Baekhyun . Membuangnya kesembarang arah .

Siapa yang peduli tentang kerasionalan ketika di depannya sekarang ada dewi gairah yang akan ia ajak menjemput neraka .

" Kau indah Baby "

Itu adalah apa yang dikatakan Chanyeol pada payudara Baekhyun yang nampak kencang , juga pada kulit putih susu yang menguarkan bau wangi seolah - olah gadis itu menghabiskan waktunya untuk mandi dengan berbagai jenis bunga .

" Dan akan lebih indah jika kau menikmatinya , bukan hanya melihatnya "

Chanyeol sangat menyukai kalimat provokasi Baekhyun dan ia akan membalasnya dengan sebuah kebejatan . Bahkan ketika suara melengking Baekhyun meminta lebih pada area sensitifnya , maka Chanyeol dengan senang hati akan mengabulkannya . Payudara Baekhyun ia akan perlakukan dengan adil agar tidak menimbulkan kecemburuan satu sama lain .

" Dadthere ... Ohh !! "

Tubuh Baekhyun melengkung seiring dengan tempo Chanyeol yang semakin bertambah dan berhasil menyentuh sesuatu yang sering disebut sebagai 'kenikmatan' dalam diri Baekhyun .

Wajahnya penuh peluh dan bibirnya terbuka sedikit . Rambutnya acak – acakan , tapi Chanyeol menyukainya selama itu semua adalah hasil dari jerih payahnya .

" Ahhh !! Baby , jangan mengetat –Ohh please "

Ketika dilarang Baekhyun justru melakukannya . Terbukti dengan senyuman licik ketika dia berhasil membuat Chanyeol mendongak , memperlihatkan jakunnya yang begitu menawan saat Baekhyun membuat kejantanan lelaki itu terjepit hole rapatnya .

" Dad –aku akan – "

" Bersama sayang "

Semuanya terasa menyenangkan ketika Chanyeol menautkan jemarinya pada Baekhyun demi menjemput sebuah kenikmatan bersama . Sesuatu berwarna putih menggulung rumit dikepala mereka ketika akhirnya hasrat itu tertuntaskan dengan benar adanya .

Tidak ada yang lebih nyaman selain membiarkan kejantanannya bersenggama dalam hole Baekhyun . Dan tidak ada yang lebih nikmat selain membuat Chanyeol junior terbangun hanya karna gerakan kecil .

" Baby "

Chanyeol dan kalimat peringatannya memang tidak akan berakhir bagus . Karna yang terjadi selanjutnya adalah Baekhyun yang harus membiarkan sprei kamar tersebut bercecer sperma percintaan keras mereka .

" Se –sehun membuat peraturan dengan melarang kita mendesah " Baekhyun berucap dengan nafas putus – putus . Ingatkan bahwa ada lelaki yang sedang menggumuli payudaranya saat ini . Lelaki bejat yang sangat pas berpasangan dengan si Byun cabul Baekhyun .

" Aku memang tidak suka kau mendesah , karna aku lebih menyukai saat kau berteriak "

" AKH !! "

Satu tusukan keras dan Baekhyun berhasil berteriak atas muntahan sperma Chanyeol .

.

.

.

.

.

Fin

.

.

.

.

Anggap aja ini lanjutan kemarin . Dan ngomong – ngomong ini hanyalah cerita selingan diantara kebuntuan otak .