Di sisi lapangan, terlihat Sasuke yang bersusah payah mendudukkan dirinya untuk beristirahat.

"Punggungku sakit," keluhnya.

Seharusnya Sasuke membolos pada pelajaran olahraga dan ke mana perginya guru yang biasa mengajar olahraga, kenapa dia tidak mengajar. Lalu kenapa malah digantikan oleh orang bernama Maito Gai.

Untuk seseorang yang sudah tua, Sasuke mengacungkan dua jempol untuk semangat Gai.

Tapi lihatlah hasilnya, setelah diajar oleh guru nyentrik tersebut. Teman-teman sekelasnya mengeluhkan sakit dan pegal-pegal.

Sasuke sendiri mengeluhkan punggungnya yang sakit, bukan karena encok. Tapi karena kegiatan fisik yang berlebih.

Sudah beberapa menit Sasuke terduduk sambil memegangi punggungnya, tak lama kemudian ada seseorang yang menghampiri lalu duduk di sampingnya.

Kini Sasuke menoleh pada orang itu.

"Kau lagi, Hyuga."

"Sasuke Uchiha."

"Ya?"

"Aku pikir kita bisa berteman, lupakan sikapku yang sebelumnya."

Sasuke mengernyit heran, kini Hinata menyodorkan sebotol air putih padanya.

"Tidak," tolak Sasuke.

Tapi Hinata menyodorkannya kembali.

"Ambillah, ini gratis. Aku tahu kau kehausan."

Setelah mendengar kata gratis, akhirnya Sasuke menerima pemberian Hinata.

"Terima kasih sebelumnya, tapi untuk berteman denganku kau tidak perlu menyogok dengan sebotol air."

Hinata memutar matanya bosan, dia berniat mengabaikan Sasuke lalu beralih memperlihatkan teman-temannya yang masih saja mengeluhkan sakit.

Sepertinya besok akan banyak yang tidak masuk karena sakit.

"Ini akan merepotkan," gumam Hinata.

.

.

.

Sasuke terdiam memperhatikan keadaan kelas, bel pulang sekolah sudah berbunyi beberapa menit yang lalu.

Didahului Kakashi, para murid berhamburan keluar dari kelas dan menyisakan Sasuke seorang diri.

"Melelahkan, rasanya aku tidak ingin pulang dan menginap di sini."

Berbeda dengan ucapannya, kini Sasuke mulai bangkit berjalan ke luar kelas. Setelah sampai di rumah nanti, ia berencana langsung mengistirahatkan tubuhnya yang kelelahan. Hari ini benar-benar parah, jika saja kedua orang tuanya tidak mengajarkan kalau mengumpat itu tidak baik, mungkin Sasuke akan mengumpat sejadi-jadinya saat ini.

Kesialan macam apalagi ini, dia memang pendiam, pasif, tak banyak mengeluh. Tapi untuk kali ini saja, ingin sekali dia menghancurkan tembok sekolah, jika saja dia punya kekuatan sebesar Hulk.

Harinya sudah sangat melelahkan, terima kasih pada guru pengganti (Maito Gai) yang semena-mena memberikan praktik olahraga biasa menjadi luar biasa ekstrem.

Punggungnya sakit, bahkan berjalan pun harus sedikit membungkuk seperti menggendong tuyul, dan kini haruskah, perempuan aneh yang menjabat status sebagai keamanan kelas berdiri menghalanginya dengan seulas senyum mengerikan.

Kh! Dari wajahnya, Sasuke tahu jika gadis itu memiliki maksud atas pemberian air mineral gratis tadi.

"Apa?" tanya Sasuke.

"Apa?" Hinata balik bertanya.

"Apa?"

"Apa?"

Sasuke menghela napas, jika diteruskan ini tidak akan berakhir.

"Apa maumu, Hyuga?"

"Apa mauku?"

"Iya, maumu."

"Hm, mauku?"

"Oke, cukup. Hentikan. Aku menyerah. Jadi ada apa?"

Hinata mengerutkan keningnya, "Apa memangnya?"

Lagi, desahan panjang keluar dari mulut Sasuke, "Kau mencegahku, di sini, saat ini, sekarang ini, ada apa?"

Hinata menunjuk dirinya sendiri.

"Aku? Mencegahmu?"

Hinata terkekeh pelan.

"Mana ada! Aku sedang menunggu, Kakashi sensei mengembalikan pengisi baterai ponselku yang dia pinjam tadi. Lalu tidak sengaja aku melihatmu, niatku ingin menyapa, tapi sepertinya kau kelelahan jadi aku hanya tersenyum."

Hinata kembali memamerkan senyumnya, "Seperti ini, cantik 'kan?"

Sasuke mengerutkan keningnya, dia jengkel luar biasa, tanpa membalas pertanyaan Hinata. Sasuke berjalan ke tiang koridor bangunan sekolah terdekat, lalu membenturkan kepalanya di sana.

"Hei, dasar bodoh! Apa yang kau lakukan?!"

Sasuke menoleh dengan wajah frustrasi, "Kau tahu perasaan orang ingin mati?"

Hinata menggeleng.

"Tadinya aku juga tidak tahu, tapi sekarang aku tahu, aku sungguh ingin menenggelamkan diriku saat ini juga! Argh!" Sasuke menendang tiang itu dengan kesal.

"Kau mengerikan," Hinata bergidik ngeri, si Sasuke itu sepertinya sedang kerasukan Ace Ventura. Kelakuannya tiba-tiba menjadi aneh dan sulit ditebak.

Saat pertama kali mereka berinteraksi pagi tadi, Hinata kira Sasuke hanya orang pendiam, tapi ternyata punya sisi lain juga. Mungkin bisa disebut sisi lawak, atau sisi gilanya.

"Berhenti menendang dan membenturkan kepalamu pada tiang itu, tempurung kepalamu bisa retak."

Sasuke menoleh lagi pada Hinata, masih dengan wajah frustrasinya lalu berkata.

"Kau tahu Hyuga, itulah tujuanku," katanya.

BRUGH

"Heee?" Hinata menatap malas ke arah Sasuke yang dengan mudahnya jatuh pingsan, setelah dia melayangkan satu pukulan pada tengkuknya, "Pingsan? Haish."

Sebenarnya Hinata enggan menggunakan tindak kekerasan pada orang lain, dia tipikal orang penyayang dan cinta damai. Salahkan Sasuke yang membuatnya terpaksa untuk memukul tengkuknya hingga pingsan.

Laki-laki bodoh itu berniat menghabisi dirinya sendiri, entah apa masalah yang sedang ia alami, Hinata pun tidak mengerti dan tidak peduli. Kalau mau mati ya silakan saja, asal jangan di hadapannya. Hinata tidak ingin diganggu oleh roh gentayangan lelaki ini nantinya.

Bukannya menolong, Hinata malah memperhatikan tiang tembok tempat Sasuke membenturkan kepalanya tadi. Dia meringis ketika melihat beberapa retakan kecil di sana.

Kemudian pandangannya kembali pada Sasuke yang sekarang terlihat pulas dalam pingsannya, Hinata menggeleng-gelengkan kepalanya. Sefrustasi-frustasi hidupnya, Hinata tidak akan sampai ingin mengakhiri hidupnya sendiri, dia lebih memilih untuk melampiaskan kefrustrasian, misalnya menghajar orang saat berlatih Taekwondo.

Mata Hinata melirik ke sana kemari, sekolah sudah sepi. Kakashi sensei yang ditunggunya juga belum keluar dari ruang guru, entah apa yang dilakukannya menjelang petang begini.

Menghela napas pasrah, itu artinya hanya dirinya yang harus menolong lelaki lemah yang tengah pingsan ini. Otaknya berpikir keras, jika membawanya pulang dia tidak akan sanggup, Sasuke terlihat memiliki bobot yang lumayan berat dibanding dirinya. Pilihan satu-satunya adalah UKS sekolah, Hinata mengangguk pasti, dan dengan cara tidak manusiawi dia meraih sebelah tangan Sasuke, lalu mulai menyeretnya tanpa peduli tubuh Sasuke yang sesekali terbentur tong sampah di sepanjang koridor.

Bersambung

Penyebab sakit punggung Sasuke: Senam aerobik dengan musik dangdut.

Hulk adalah tokoh pahlawan super fiksi yang ada pada Marvel Comics. Diciptakan oleh Stan Lee dan Jack Kirby, tokoh ini pertama kali muncul di The Incredible Hulk #1 (Mei 1962).

Ace Ventura adalah sebuah karakter fiksi, yang diciptakan oleh penulis skenario Jack Bernstein, Tom Shadyac dan Steve Oedekerk. Ace diperankan oleh Jim Carrey (dalam film Ace Ventura: Pet Detective, dirilis pada tahun 1994, dan Ace Ventura: When Nature Calls, dirilis pada 1995.) Dan disuarakan oleh Michael Daingerfield (dikreditkan sebagai Michael Hall) dalam serial animasi televisinya.