Title: Cry

Author: GyuniKai7

Cast:

Huang Zi Tao

Wu Yi Fan

Zhang Yi Xing

Kim Joonmyeon

Support Cast: Another EXO Member

Disclaimer: Aku sadar kalau semua member EXO bukan punya aku T_T Tapi alur cerita ini punya-ku~

Genre: Romance, Hurt/Comfort

Rating: T

Summary: Aku mencintai-mu. Sejak dulu hingga sekarang. Tapi.. kenapa kau malah memilih orang itu? Yaoi. BL. DLDR. Mind to RnR?

Warning: Gender Switch. Don't like Gender Switch? Don't read!

Gomawo buat yang udah review di chapter kemarin. Ini balesan review kalian~

Blackwhite28: Yang nyapa Lay? Ketauan kok dichap ini xD Makasih udah dipuk-puk *panda eyes* #iniTao

Miss Kui Jeong sshi: Emm, gimana ya? Ntar deh aku pikirin *plakk ne gomawo :D

Numpangbaca: Ini udah lanjut :D Ne aku juga pengen kray hancur *plakk *digeplakKrayShipper*

dyakuro34-7: hehe ne ini udah dilanjut :D Lay sama Suho? Emm…

EXO Fujoshi: Bikin senyam-senyum sendiri? Kok bisa gitu? .-. ne ini udah lanjut, gomawo :D

halliypanda: karena tao emang pantes menderita #ehh *plakk tau tuh -_- kris ama lay mulu -_- *bakar KrisamaLay*Tao sama akuuu u,u iya ga ya? :p ne ini udah update :D

-0-

'Lay-ah, nan jeongmal bogoshippoyo~'batin namja itu

Namja itu mengikuti Lay. Lay sama sekali tidak tahu kalau ia tengah diikuti. Namja itu menatap Lay dengan tatapan penuh rindu. Perlahan namja itu makin mendekati Lay, dan saat sudah semakin dekat…

GREP

-0-

Tao kini tengah menangis dipelukkan Kris. Hati-nya semakin sakit ketika dipeluk oleh Kris. Dan tangisannya pun menjadi makin deras.

Hati-nya sakit. Perih. Ia menyadari, pelukkan Kris hanya bermaksud menenangkan sahabat kecil-nya saja. Tidak ada maksud lain selain itu.

Ia sadar, ia tidak akan pernah bisa mendapatkan hati Kris. Kris hanya akan menganggap-nya seorang sahabat, atau seorang adik. Hanya itu.

"Sshh, berhenti-lah menangis, berhenti-lah menangis…,"kata Kris sambil mengelus punggung Tao

Sejak kecil, Kris paling tidak suka melihat Tao menangis. Maka dari itu, Kris selalu berusaha melindungi Tao dan membuat Tao bahagia, agar Tao tidak menangis.

"Sshh, uljimma, uljimma,"

Tangis Tao makin deras. Entahlah. Ia bingung dengan perasaan-nya sendiri.

Perlahan-lahan, Tao berhenti menangis. Ketika Tao sudah benar-benar berhenti menangis, Kris melepas pelukannya dan menatap Tao.

"Bisakah kau menjelaskannya pada-ku? Kenapa kau menangis? Siapa yang menyakiti-mu, eoh? Biar aku urus dia nanti,"tanya Kris

Tao menggeleng-kan kepala-nya. Ia tidak bisa menjawab pertanyaan Kris. Karena… bagaimana-pun, Kris adalah penyebab dari air mata-nya turun.

"A-Ani ge, aku, aku tidak apa-apa,"jawab Tao berbohong

"Sungguh? Lalu kenapa kau menangis seperti itu?"

"A-Aku, hanya ingin menangis ge,"balas Tao, masih berbohong

Kris terdiam mendengar jawaban Tao. Kris sangat tau, sesuatu tengah terjadi pada Tao. Tapi, Kris berfikir, mungkin Tao tidak bisa menceritakan masalah-nya pada Kris. Jadi, Kris lebih memilih untuk diam. Mungkin suatu saat nanti Tao akan menceritakan-nya.

Suasana menjadi sangat hening. Tao tenggelam dalam pemikiran-nya. Sedangkan Kris? Ia memikirkan Lay.

"Tao, Lay kemana?"tanya Kris

Tao tak kunjung menjawab. Ia larut dalam pemikiran-nya sendiri.

"Tao?"

Tidak ada jawaban

"Huang Zi Tao?"

Kini Kris sedikit mengencangkan suara-nya. Tapi tetap saja tidak ada jawaban dari Tao.

"YAK! HUANG ZI TAO!"

Kris kehilangan kesabaran. Ia membentak Tao. Tao yang dibentak, akhir-nya tersadar dari lamunan-nya.

Tao kaget mendengar bentak-kan Kris. Seumur hidup-nya, baru kali ini ia dibentak oleh seseorang. Perangai-nya yang baik hati dan polos membuat semua orang tidak tega untuk membentak-nya. Bahkan orangtua-nya saja tidak pernah membentak-nya. Dan sekarang? Kris yang notabene teman masa kecil-nya malah membentak-nya.

Kris tersadar. Ia.. telah membentak Tao? Apa yang ia lakukan tadi?

Kris langsung buru-buru melihat Tao. Benar saja. Tao sedang menahan air mata-nya agar tidak jatuh. Kris merasa sangat bersalah. Ia sangat benci melihat air mata namja itu. Dan sekarang? Ia lah yang membuat air mata Tao jatuh. Kris menjadi benar-benar merasa bersalah.

"M-Mianhae ge, tadi, tadi aku sedang memikirkan sesuatu,"bisik Tao pelan "G-Gege, mau bertanya apa?"

Kris makin merasa bersalah. Tao lagi-lagi menangis. Menangis karena-nya.

Lagi-lagi, Kris merengkuh Tao kedalam pelukannya. Entahlah. Kris merasa ia selalu ingin memeluk Tao disaat Tao menangis. Dan itu sudah terjadi sejak mereka kecil.

"Sshh, mianhae, maaf aku sudah membentak-mu, aku, aku, maafkan aku,"

Kris terus meminta maaf pada Tao. Ia melupakan pertanyaan-nya sebelum-nya. Dimana Lay.

-0-

Tubuh Lay membeku ketika merasakan seseorang memeluk-nya. Aroma orang ini, mengingatkan-nya akan seseorang. Seseorang dimasa lalu. Seseorang yang 'dulu' sangat berarti bagi-nya.

"Lay, aku sangat merindukan-mu~"

DEG. Suara ini. Suara yang sangat ia rindukan. Suara yang sangat berarti bagi-nya. Tapi… itu dulu.

"Su-Suho?"

Lay langsung membalikkan badan-nya, dan benar saja. Ia melihat seorang namja yang dulu sangat berarti bagi-nya itu. Suho, Kim Joonmyeon. Namjachingu-nya 'dulu'.

"Ne Lay, ini aku,"

"T-Tapi, bukan-kah, bukan-kah kau pergi ke Amerika 5 tahun yang lalu?"tanya Lay terbata

"Ne, dan sekarang aku sudah kembali,"

Lay terdiam mendengar perkataan Suho. Tiba-tiba Lay mengingat sesuatu. Suho… belum mengakhiri hubungan mereka dulu. Dengan kata lain, Suho.. pasti masih menganggap masih ada suatu ikatan diantara dia dan Lay.

"Su-Suho, apakah, apakah kau sudah punya yeojachingu?"tanya Lay

"Tentu saja sudah. Kau yeojachingu-ku, Lay,"jawab Suho

Wajah Lay memucat. Benar kan. Suho masih menganggap-nya sebagai yeojachingu-nya. Tapi.. Lay kini sudah menjadi yeojachingu Kris, bukan?

"T-Tapi, itu, itu sudah 5 tahun yang lalu, Suho-ah,"kata Lay

"5 tahun bukan apa-apa, Lay. Lagipula, kita belum mengakhiri hubungan kita, bukan?"

Wajah Lay makin pucat. Gawat. Bagaimana ia menjelaskannya pada Suho? 'Aku sudah memiliki namjachingu lain' begitu? Tidak. Itu akan menyakiti hati Suho.

Jujur saja. Dilubuk hati Lay yang terdalam, ia masih sangat menyayangi Suho. Mencintai-nya, malah. Tapi, disisi lain, Lay juga mencintai Kris. Selama Suho pergi, Kris-lah yang menemani Lay dimasa-masa sulit-nya. Dimana Lay merasa-kan rindu yang sangat pada Suho.

Dan sekarang? Dengan mudah-nya Suho kembali ke kehidupannya. Lay menjadi bimbang.

"Lay, kau belum memiliki namjachingu kan selama aku di Amerika?"

DEG. Ini dia. Lay tidak tau harus menjawab apa. Kalau ia menjawab ia sudah punya namjachingu, itu berarti ia sudah mengkhianati Suho, bukan? Dan kalau ia menjawab belum, itu sama saja mengkhianati Kris juga.

Akhir-nya, Lay memilih suatu keputusan. Keputusan yang salah, sebenar-nya.

"Ani, aku belum memiliki namjachingu,"

-0-

Kembali keruangan Tao. Tadi, Lay baru saja mengantarkan makanan keruangan Tao. Dan sekarang, Lay sudah pergi lagi.

Tao membuka kotak makanan-nya. Bubur. Tao benci bubur. Ia tidak suka. Karena rasa-nya hambar. Tadi kata Lay Tao akan menyukai makanan yang ia bawakan. Tao sudah sangat senang karena-nya. Tapi sekarang? Ia mempout-kan bibir-nya kesal.

"Hey, jangan ngambek seperti itu,"kata Kris yang sedaritadi memperhatikan Tao

"Aku tidak ngambek ge,"balas Tao

"Bagaimana cara-nya kau tidak ngambek jika kau sendiri mempoutkan bibir-mu seperti itu?"kata Kris sambil tertawa kecil "Aku sudah menemani-mu sejak kecil, Tao-ie. Aku sudah tau sifat-mu,"

Kris menarik kursi yang ia duduki menjadi kesisi tempat tidur Tao. Ia mengambil kotak makanan yang ada ditangan Tao.

"Gege! Kenapa mengambil makanan-ku?!"tanya Tao kesal

"Aku mau menyuapi-mu. Mau tidak mau kau harus makan, Tao. Kau sedang sakit,"kata Kris

Tao terdiam mendengar perkataan Kris. Sejak kecil, Kris memang seperti ini. Jika Tao sakit, Kris akan memaksa Tao memakan apa yang dimasak oleh umma-nya, walaupun Tao tak mau. Dan Kris akan menyuapi-nya. Selalu seperti itu.

"Tapi aku tidak mau bubur, Kris-ge,"kata Tao sambil tetap mempoutkan bibir-nya kesal

"Kau tidak boleh seperti itu, Tao-ie. Kasihan jiejie-mu, sudah membelikannya untuk-mu dan kau tidak memakannya,"

"Aishh, baiklah, sini aku makan sendiri saja,"kata Tao kesal

Tao merebut kotak makanan-nya dari tangan Kris. Tao sedang kesal. Tentu saja.

Kris terkekeh melihat Tao yang sedang kesal itu. Ia sudah biasa menghadapi sifat Tao yang suka ngambek seperti ini.

"Hey, jangan ngambek, Tao,"kata Kris

Tao tidak mengidahkan perkataan Kris. Ia memakan bubur-nya dengan brutal (?). Kris terkekeh melihat cara makan Tao yang seperti anak kecil. Sudut bibir-nya bahkan terkotori (?) oleh bubur. Ckckck. Benar-benar seperti anak kecil.

"Jangan makan dengan kesal seperti itu,"kata Kris "Sudah sini, aku suapi saja, jangan menolak!"

Kris mengambil kotak makanan dari Tao. Sebelum menyuapi Tao, Kris mengambil tisu dan menghapus bubur yang ada disudut bibir Tao.

Sesaat, Kris menatap wajah yeoja dihadapannya itu. Mata panda-nya. Mata yang selalu Kris tatap sejak kecil. Mata yang sangat ia sukai.

"Ge? Jangan melamun!"kata Tao sambil melambai-lambai kan tangan-nya didepan mata Kris

"E-Ehh, ne, mian,"balas Kris

Kris mulai menyuapi Tao. Tao menatap Kris polos. Dalam hati, ia sangat senang Kris masih mau menyuapi-nya seperti dulu.

"Kris-ge, Lay jiejie kemana?"tanya Tao

"Lay? Entahlah. Tadi dia bilang mau bertemu dengan teman-nya yang baru kembali dari Amerika,"jawab Kris

Amerika? Tao mengerut-kan dahi-nya bingung. Seingat Tao… teman Lay yang ke Amerika hanya… Suho! Ya, Suho!

Tao mencari-cari memori tentang Suho diotak-nya. Suho, adalah mantan namjachingu jiejie-nya. Suho, pergi ke Amerika 5 tahun yang lalu. Dan Suho… belum mengakhiri hubungan-nya dengan Lay.

Tao tersentak ketika mengingat hal itu. Benar. Suho dan Lay masih memiliki suatu ikatan, setidak-nya Suho pasti berfikir begitu.

Tao ingat, selama 5 bulan setelah Suho pergi, Lay terpuruk dalam kesedihan-nya. Dan selama itu pula Kris selalu menemani Lay, membiarkan Tao kesepian. Tao memang memiliki banyak teman lain-nya, tapi.. tanpa Kris, Tao merasa seolah ia sendirian. Betul-betul sendirian. Kesepian.

"Tao? Jangan melamun,"

Perkaaan Kris membuyarkan lamunan-nya. Ia tersenyum menatap Kris.

"Ge, aku sudah selesai makan, ne?"

"Tidak! Masih ada setengah lagi! Kau baru makan sedikit, Tao-ie! Dan kau ingat! Kau sedang demam!"kata Kris

Tao menggembungkan pipi-nya. Ia sudah tidak mau lagi makan bubur yang hambar itu. Apa-apaan, masa atlit wushu seperti diri-nya (A: atlit wushu? O.O) diberi makan bubur hambar seperti itu? Tidak enak!

"Tapi bubur ini tidak ada rasa-nya gege~ Aku tidak mau makan lagi!"keluh Tao

Kris menggeleng-gelengkan kepala-nya melihat tingkah yeoja dihadapan-nya ini. Merajuk terus, seperti anak kecil. Padahal usia-nya sudah 19 tahun. Ckckck.

"Lalu, kau mau makan apa, eoh?"

"Emm, apa ya ge?"tanya Tao sambil berfikir "Masakan halmeoni…,"

"Masakan halmeoni? Tapi kan…,"

Kris memotong ucapan-nya. Tidak. Ia tidak boleh mengatakan hal tabu itu pada Tao. Tidak boleh.

Halmeoni Tao telah meninggal dua tahun yang lalu. Tapi, Tao tak mau percaya dan masih menganggap halmeoni-nya masih ada sampai sekarang. Miris, bukan?

"Tapi halmeoni-mu jauh sekali, Tao-ie,"kata Kris akhir-nya

"Iya juga ya ge,"kata Tao "Ya sudah…,"

-0-

Kini Suho dan Lay tengah duduk berhadapan disebuah café yang tepat berada didepan rumah sakit tempat Tao dirawat. Mereka sedang saling mengobrol dan sesekali tertawa. Melepas rindu selama 5 tahun ini.

"Lay-ah, nan jeongmal saranghaeyo~"kata Suho

"Ne, nado saranghaeyo, Joonmyeon-ie,"

-TBC-

Kyaa. Otte? Akhir-nya bisa update kilat *sujud syukur* Buat Loving You, Begin With A Dream, I Should Do This, Didn't I sama Jealous? mungkin bakal dilanjut beberapa minggu lagi. Ide-ku buat FF itu lagi stuck. Maaf yah *deep bow* buat Love, Hurt, sama Learn, FF itu lagi dalam pengerjaan. Dan buat Forbidden Love.. entahlah. Respon-nya sedikit sekali. Aku jadi males ngelanjutin FF itu…

Last, mind to RnR? ;)