Terima kasih telah membaca Fanfic You and I ini. Maaf jika ceritanya agak (baca : sama sekali) nggak nyambung TvT..silahkan membaca dan berkomentar..!

.

.

.

.

You and I

Disclaimer : Fujimaki Tadoshi ©Kuroko no Basuke

Chara : Akashi x OC x Nijimura

Chapter 2 : awal dari semuanya

Sudah 2 minggu ia masuk ke SMP Teikou dan sekarang,..Bruukk! Shiroyumi sukses menabrak seseorang yg berada ditaman membuat buku – buku yg di bawa orang itu berjatuhan.

"Ma..maafkan aku! Maafkan Aku!" ujar Shiroyumi sambil membantu Pria yg ia tabrak tadi mengambil buku – buku yg tadi berjatuhan.

"tidak masalah. Lainkali jalan pakai mata." Mendengar itu, Shiroyumi hanya mengembungkan pipinya, sang pria tadi itu tak peduli dan mulai meninggalkan Shiroyumi. Beberapa detik kemudian, Akashipun muncul dengan membawa bento.

"Tsuyuki, kau tak apa?" Tanya Akashi khawatir, Shiroyumipun mengambil bentonya yg ia letakkan tadi dan menegakkan tubuhnya lalu tersenyum.

"Tak apa Akashi – kun. Oh iya, kau sudah ke kantor? Kau tadi dipanggil sensei kan?" tanya Shiroyumi, Akashi mengambil langkah ke kursi taman yg memang tak jauh dari mereka.

"Sudah."

"lalu kau ingin memberitahu apa?"

"oh itu, aku hanya memberitahumu jika aku berhasil masuk ke string 1." Jelas Akashi pendek. Shiroyumi menghampiri Akashi dengan semangat dan mulai duduk disana.

"Majite!? Sugoi..kaukan masih kelas satu? Masa bisa sih!" puji Shiroyumi.

"bukan hanya aku, ada 3 orang lagi, salah satunya pria berkulit hitam yg pernah kita bicarakan." Ujar Akashi, Shiroyumi hanya memasang pose berpikir.

"oh! Aomine daiki." Kata Shiroyumi dengan semangat!

"temannya, Momoi Satsuki, juga mendaftarkan diri menjadi manajer klub." Tambahan Akashi yg sambil membuka bentonya begitupun juga dengan Shiroyumi. Lalu mulai melahapnya dengan sumpit yg mereka bawa.

"Souka~nyam..." balas Shiroyumi. Hening, hanya terdengar suara decakan mulut yg mengunyah. Akashipun menelan makanannya, iapun membuka percakapan kembali.

"Kau masuk klub apa Tsuyuki?" tanya Akashi, Shiroyumi hanya memasang pose berpikir, tapi nihil, ia hanya mengangkat bahunya.

"entahlah. Aku belum kepikiran Akashi – kun." Balas pendek Shiroyumi, lalu mengambil nasi kembali.

"souka.." balas Akashi lebih pendek lagi. Hening kembali, Akashi membuka percakapan kembali.

"oh iya, yg tadi menabrakmu itu Nijimura Shuzou, kapten basket sekolah." Penjelasan Akashi.

"hmm~" sepertinya Shiroyumi hanya menikmati makanannya. Akashi dan Shiroyumi memakan bento mereka sampa habis.

"Gochisou sama!" ujar Shiroyumi semangat. Akashi menutup bentonya.

"Nee...Tsuyuki.." Shiroyumi menoleh kearah akashi,

"Apa?"

"minggu depan ada pertandingan latihan. Kau mau datang?" ajak Akashi, Shiroyumi memikir sejenak dan akhirnya mengangguk mantap.

"hmm, tentu." Akashipun tersenyum kembali.

"terimakasih. Jangan sampai telat ya? Lihat dari awal." Ujar Akashi. Akashi melihat nasi yg menempel disudut bibir Shiroyumi.

"iya iya, ayo kita kembali ke kelas masing – masing!" Shiroyumi yg hampir beranjakpun dicegat oleh Akashi.

"tunggu sebentar. Ada nasi." Akashi mengambil nasi yg berada disudut bibir Shiroyumi dan memakannya. Shiroyumi hanya menatap bingung.

"Sudah. Ayo." Setelah selesai, Akashi berjalan mendahului Shiroyumi.

"Un!" jawab mantap Shiroyumi dan tanpa sadar, ada seseorang yg menatap tak suka.

Hari ini adalah hari pertandingan. Sesuai janji Shiroyumi datang ke Gym dan melihat permainan mereka dari atas tapi ia telat. Untung saja pertandingannya diadakan disekolahnya, yah walaupun pertandingan latihan. Shiroyumi masih melihat Akashi masih duduk di Bench bersama 3 orang yg beda surai dari yg lain, iapun kembali menatap pemain yg bermain dilapangan. Permainan ini berat sebelah, karna Tim lawan adalah menggunakan permainan yg lembut timbal balik dengan Tim Teikou yg bermain cepat.

'Kalau begini sih bisa kalah!'ucap Shiroyumi dalam hati. PRIIIIIITTTTT! Bel yg mengakhiri permainan quarter 2 telah dibunyikan, semua pemain menuju samping lapangan bermaksud istirahat. Kelihatan dari atas jika Nijimura ingin pergi sejenak, Shiroyumi langsung meninggalkan bangku penonton dan menghampiri Nijimura. Secara tak sadar, Shiroyumi sedari tadi diperhatikan oleh Akashi, membuat Akashi curiga, pada akhirnya Akashi meminta izin juga.

Shiroyumi berlari – larian, mencari Nijimura tapi tidak ketemu – ketemu.

"mencari sesuatu?"

"Akashi – kun!"

"ada apa?"

"Aku punya rencana! Apa kau mendengarkan ku?"

"tentu. Memang apa?"

"Gunakan man to man Offense!"

"man to man Offense?"

"Un!"

"apa ada alasan? Jelaskan dalam 5 menit."

"baiklah. Aku tadi sudah melihat pertandingannya dan aku sedikit terkejut saat aku datang kita benar – benar berat sebelah. Makanya itu, kau harus menggunakan Man to man Offense karna aku pikir Tim sekolah kita takkan bisa bermain lembut dan tenang seperti mereka, Ini sangat bertolak belakang. karna Tim kita bermain agresif, aku pikir kita cukup menggunakan man to man offense, tapi ada satu hal lagi pemain no.8 itu bisa – bisa menjadi lebih agresif dan dia adalah ancaman kita. Karna itu, yg perlu menscreennya itu adalah orang yg berpunggung no.4!"

"maksudmu Nijimura – senpai?"

"aku tak tahu namanya. Tapi yg pasti punggung no.4."

"Aku ingin bertanya, kenapa kita tak menggunakan deffense? Padahal itu lebih mudahkan?" tanya Akashi selidik.

"tapi, hal itu tak bisa membuat perlawanan. Jika kita melawan dan melepaskan penjagaan bola akan direbut dengan cepat." Protes Shiroyumi.

"hmm, souka...baiklah akan kuberitahu kepelatih."

"syukurlah, kalau begitu aku ke bangku penonton lagi yah! Dagh!" shiroyumi melambaikan tangan, dan mulai mengambil langkah menuju lantai 2 untuk tempat menonton pertandingan.

"hmm." Akashipun mulai mengambil langkah juga. Sudah 2 lngkah Shiroyumipun ingat sesuatu.

"oh iya, Akashi – kun.."Akashipun berhenti dan menoleh kebelakang untuk melihat Shiroyumi.

"Hm?" tanya Akashi bergumam.

"maaf tadi aku telat 21 menit tadi. Soalnya, guru dikelasku menambah jam pelajaran. Daghh!" penjelasan Shiroyumi, shiroyumipun kembali pergi menuju lantai 2 tempat melihat pertandingan, sedangkan Akashi hanya membulatkan matanya..

'chotto! Berarti dia hanya menonton pertandingan 1 menit?'gumam Akashi dalam hati, Akashipun tersenyum.

'sasuga Tsuyuki.' Akashipun melangkah pergi ke lapangan.

Di bench pemain

"Akashi, Kau habis darimana?" tanya si wortel (Midorima Shintaro) pada temannya yg baru dikenal 5 hari yang lalu.

"bertemu seseorang." Jawab Akashi.

"kau ini.." keluh Midorima. Akashipun mengingat strategi yg di berikan Shiroyumi, iapun berjalan menuju pelatihnya.

"Pelatih." Pelatihnya pun menoleh kearah akashi.

"ada apa Akashi?"

"bisakah aku membicarakan sesuatu?"

"tentang apa?"

"tentang Strategi yg baru disusun oleh temanku."

"strategi?"

"iya. Tolong dengarkan baik – baik." Akashipun menjelaskan strategi yg diberikan Shiroyumi. Yg lain hanya mengangguk mendengarkan Akashi dan bergumam mengerti.

"kalau begitu, kita akan menggunakan strategi itu. Mengerti?"

"Baik pak!"

'teman Akashi itu, ternyata lumayan. Dia bisa membuat strategi yg sangat matang. Tpi hal itu, harus dibuktikan'ujar pelatih dalam hati.

Di lantai 2 dan waktu

Terlihat Sekali jika Shiroyumi tersenyum lebar, membuat laki – laki yg berhalulalang disekitarnya mimisan dan bergumam serempak 'Ka..Kawai!' atau 'Ki..kirei!' kenapa? Karna dia sangat senang, timnya menang selisih 7 angka dari pihak musuh. Dilain tempat Akashi hanya tersenyum. Lalu tangan Nijimura menepuk pundak Akashi.

"oi Akashi!" Akashi hanya meringis sakit.

"ada apa Nijimura – senpai?" Nijimura tersenyum lebar.

"ucapkan terimakasih pada temanmu itu ya! Dia sangat hebat! Aku tak tahu apa yg terjadi pada kita jika kita kalah."

"baiklah." Balas Akashi.

"pasti dia melihat dari awal pertandingan." Sambung Nijimura, Akashi hanya terdiam.

"tapi walau begitu menurutku hebat." Sambung Nijimura kembali. Akashi lalu mulai membuka mulut.

"ah, ia tidak melihatnya dari awal. Dia baru melihatnya 1 menit sebelum pertandingan quarter 2 berakhir." Selesai menjelaskan, hal itu langsung menarik perhatian semua yg berada dibangku cadangan.

"Hahh!? Majite!?" tanya tak percaya dari orang yg berkulit hitam (Aomine Daiki.)

"serius kau Akashi?" tanya midorima.

"apa itu benar Akashi?" sang pelatihpun bertanya juga.

"ia. Dia tadi telat nonton karna guru dikelasnya memberikan pelajaran tambahan." Jelas Akashi.

"sugoi na." Ujar berambut merah muda yg satu- satunya perempuan disitu yg berstatus manajer (Momoi Satsuki)

"Pelatih." Ucap sepatah Nijimura.

"iya aku tahu." Pelatih langsung memotongnya.

"Akashi, temanmu sudah masuk klub apa?" tanya pelatih kembali.

"dia belum masuk klub, pelatih." Jawab Akashi.

"kalau begitu. Besok, bisa aku berbicara dengannya?"

"hm, baiklah." Stelah negosiasi tersebut, karna pertandingannya dimulai sehabis pulang sekolah, mereka pun langsung diperboleh pulang dan beristirahat. Akashi berjalan tentu saja menggunakan baju seragam senyum tipis sampai orang pasti tak bisa melihatnya.

'Pasti Tsuyuki ditawari menjadi manajer... Dengan begini, aku bisa lebih lama lagi dengannya dan aku akan mengeluarkan permainanku padanya' gumam akashi sampai Akhirnya jemputannya datang..

Besoknya...

Di Gym Teikou chuugakkou, orang serempak bersemu merah, mengumam dalam hati dll, mengerubuni sepasang anak manusia. Akashi dan Shiroyumi yg berada di sana hanya bingung. Akashipun mengenalkan Shiroyumi,

"jaa, ini temanku yg memberikan strategi kemarin. Tsuyuki."

"Hajimemasite boku wa Shiroyumi Tsuyuki. Yoroshiku!" ujar Shiroyumi dengan muka semangat dan senyum, serempak orang yg berada disitu bersemu merah kembali dan bahkan ada yg mimisan.

"Akashi. Kukira temanmu itu laki – laki..-Nanodayo" tanya Midorima.

"hehe, dan juga kenapa kau bersemu Midorima?"

"Aku tidak bersemu! –Nanodayo" Tsundere Midorima. Lalu, salah satu disana entah mengapa kena timpukan bola basket.

"Hei kenapa malah ngerumpi disini! Atau kalian aku ingin menambahkan latihan kalian 3x lipat!?" shiroyumi dan Nijimura bertatapan mata.

"eh kau kan?" ujar Shiroyumi yg agak ragu, karna dia sedikit lupa.

"eh!? Kau kan yg menabrakku di taman?" ujar Nijimura. Shiroyumipun ingat kejadian yg ditaman.

"ah! Orang yg berambut hitam!" karna tak terima perkataan Shiroyumi, Nijimura protes.

"hei! Disini hampir semuanya rambut Hitam!" memang benar. Disini kebanyakan berambut hitam dan coklat.

"hahaha..maaf ya, aku menabrakmu aku benar – benar tak sengaja." Penjelasan Shiroyumi saat mengingat kejadian ditaman ambil tersenyum tulus. Nijimura yg melihat itu hanya bersemu

"ya sudahlah. Kau kan sudah minta maaf." Balas Nijimura dengan mengalihkan pandangan. Karna keadaan itu, Akashi cemburu. Akashi memang menyukai Shiroyumi dari kecil. Untuk mengalihkan situasi, Akashi mulai berbicara.

"Nijimura – senpai. Pelatih dimana?" tanya Akashi, Nijimura menoleh ke arah ke Akashi.

"Pelatih sedang bertemu dengan penanggung jawab. Jadi kau yg menyusun strategi itu?" tanya Nijimura sambil menatap Shiroyumi.

"Iya." Jawab Shiroyumi singkat.

"terimakasih ya, Shiroyumi." Ujar Nijimura, Shiroyumi mengangguk sambil tersenyum. Baiklah Akashi tambah cemburu.

"kalau begitu, Akashi! Cepat ganti bajumu.." perintah Nijimura

"baik." Akashi hanya menurutinya.

"dan kau shiroyumi, kau akan ditemani Momoi. Momoi kemari!" teriak Nijimura karna Momoi berada 8 meter dari jarak mereka.

"eh..ha..hai? ada apa kapten?" tanya Momoi.

"temani Shiroyumi sampai pelatih datang." Perintah Nijimura.

"eh baik. Ayo." Balas Momoi. Momoipun mengajak Shiroyumi ke bangku cadangan dan mereka berdua mulai duduk.

"hai salam kenal! Aku momoi Satsuki!" ujar Momoi dengan semangat sambil mengulurkan tangannya berminat untuk salaman.

"salam kenal Shiroyumi Tsuyuki." Shiroyumi tersenyum dan mebalas jabatan tangan Momoi.

"disin banyak sekali ya anggotanya? Bahkan masih ada 2 gedung lagi." tanya Shiroyumi.

"karna disini ada 3 gelombang."

"3 gelombang?"

"benar. Nah yg kau masuki ini adalah gym untuk gelombang 1 dan pemain reguler."

"souka? Lalu lalu?"

"untuk mendapatkan posisi reguler, kau harus berada di gelombang 1."

"hmm, jadi, saat pertamakali mendaftar kau berada di gelombang 3, lalu kalau kau bisa melaluinya kau akan masuk ke gelombang 2, lalu jika kau benar – benar menandingi pemain reguler kau bisa masuk gelombang 1...benar tidak?"

"benar sekalii. Nee, Shiroyumi, bolehkan aku memanggilmu 'Yu – chan'?" tawar Momoi.

"baiklah! Kalau begitu bolehkah aku memanggilmu 'I – chan'?"

"baiklah! Hari ini kita berteman."

"hmm! Tapi berarti sahabat kita dan 2 orang lainnya hebat ya? Bisa masuk ke gelombang 1."

"sahabat? Eh! Kau tahu Dai – chan,,eh maksudku Aomine – kun!?"

"hehehe, aku dan Akashi – kun mengingat kalian. Kau tahu? Kami mendapat jalan cerah untuk mencari nama panggilan."

"eh?"

"hehehe, aku dan Akashi – kun ribut menentukan nama panggilan masing – masing. Dulu saat masih kecil, aku memanggil Akashi – kun dengan 'Sei – kun', tapi karna ayahku melarangku memanggil namanya seperti itu. Jadi aku sedikit bingung, karna itu saat aku bertemu dengannya, aku memanggilnya dengan nama lain tapi karna Akashi – kun tidak suka dipanggil seperti itu, dia terus memaksaku memanggilnya 'Sei – kun'. Aku juga memaksanya untuk tidak memanggilku dengan nama kecilku tapi ia tidak mau, jadinya kami ribut seharian karna menentukan nama panggilan."

"s..souka..lalu hubungannya dengan aku dan Aomine – kun apa?"

"saat itu, kami berdua melihat kalian berdua yg beradu mulut karna masakan. Jadinya saat itu, kami berdua menentukan panggilan masing – masing seperti kalian."

"oh iya kalau dingat, Akashi – kun pernah menghampiri kami berdua dan menanyakan 'apa kalian pacaran?' lalu setelah kami menjawab kami hanya sahabat, dia membungkuk dan meninggalkan kami." Ujar Momoi

'jadi, dia benar – benar menanyakannya?!' gumam Shiroyumi dalam hati – hati, lalu berselang beberapa menit, seorang laki – laki yg tak bisa dibilang anak muda menghampiri mereka berdua.

"apa kau Shiroyumi Tsuyuki?" Shiroyumi menoleh kebelakang, menampakkan laki – laki yg memakai jas.

"eh i..iya?"tanya Shiroyumi ragu. Momoi dan Shiroyumi bangkit dari duduknya.

"ah pelatih. Yu – chan, aku pergi dulu ya!" momoi memberi hormat lalu pamit kepada Shiroyumi lalu melambaikan tangan.

"ah baik! Dagh I – chan!" Shiroyumi membalas lambaian tangannya. Shiroyumipun kembali menatap pelatih.

"baiklah, tanpa basa – basi, aku Shirogane, aku adalah pelatih Teikou Chuggakou. Apa kau ingin menjadi manajer Tim kami?" tanya langsung pelatih. Shiroyumi mengalihkan pandangan sambil memasang pose memikir.

"hmmm...jadi ini yg dimaksud Akashi – kun? Hmm, kenapa dia tidak bilang...baiklah aku mau." Jawab mantap Shiroyumi, sebenarnya shiroyumi tahu untuk apa dia ada di tim ini. Shirogane hanya tersenyum.

"terimakasih. Semuanya berkumpul!" teriak Shirogane dan para pemainpun berkumpul tak terkecuali Akashi dan Nijimura. Shiroyumi dan Shirogane mensejajarkan tubuhnya kearah sebaliknya para pemain.

"mulai hari ini Shiroyumi – san akan menjadi manajer klub basket." Shiroyumi hanya tersenyum.

"baik!" Jawab serempak.

"selamat datang Shiroyumi." Ujar Nijimura.

"Terimakasih Nijimura – senpai." Balas Shiroyumi. Semenjak hari itu, Shiroyumi menjadi alih strategi di Tim Teikou Chuugakkou sekaligus manajer juga sih, dan semenjak hari itu juga Akashi mulai cemburuan pada Nijimura yg sepertinya juga menyukai Shiroyumi, dan bodohnya Shiroyumi sangat tak peka dengan tanda – tanda 2 laki – laki yg diperebutkan kaum hawa tersebut, karna hal itu, kaum hawa disekolahnya mulai tidak suka dengan Shiroyumi.

.

.

.

.

Bersambung..

Mind to Reviews?