-Chapter 2 : "April Mop"-

.

.

'Ada yang tidak beres…' itulah yang terlintas di kepala The Phantom melihat tingkah laku pacarnya, Azuna Shin dan nee-sannya yang secara mendadak menjadi aneh. Shin secara tiba tiba jadi suka memerintah seperti Akashi, bahkan dengan nada mengancam memakai gunting. Sementara itu nee-sannya secara mendadak menjadi pendiam dan kalem. "Kuroko-kun, bawakan tasku. Jangan berani membantah. Perintahku mutlak" ucap Shin menyodorkan tasnya. Kuroko mengangguk singkat dan membawakan tas Shin tanpa banyak membantah. 'Sejak kapan dia meniru gaya bicara Akashi-kun? Kurasa virus psikopat Akashi-kun sudah menular padanya…' pikir Kuroko menganalisa. 'G-GOMENNE KUROKO-KUN! AKU DI PAKSA AKASHI-KUN UNTUK MELAKUKANNYA!' jerit Shin dalam hati dengan emotikon chibi Shin yang sembah sujud berkali kali.

Kurasa sebaiknya flashback ke 2 hari yang lalu.

.

.

-Flashback-

From: Kise Ryota

Subject: Ini perintah Akashicchi ~ssu

Azunacchi, Tolong datang ke Maji Burger SEKARANG! Nyawa kami dalam bahaya! Ajak Hinakocchi juga!

Shin mengeryit aneh membaca kembali pesan itu. Ia sudah berada di depan pintu masuk Maji Burger, tempat dimana Akashi Seijuuro memerintahkannya untuk datang. Disampingnya ada Hinako yang di geret Shin tanpa alasan. "Shin, kenapa kamu mengajakku kesini?" Tanya Hinako heran. Shin menatap ke arah Hinako dengan pandangan horror. "Kita harus masuk, Hinako-san" ucap Shin membuka pintu, mempersilahkan Hinako masuk duluan. Hinako yang tidak tahu apa apa hanya masuk dengan tenang, dan stak di tempat. Melihat pemandangan 5 sosok anak SMA beda sekolah dengan rambut yang beraneka ragam warnanya.

"Ho… akhirnya datang juga kalian berdua. Silahkan duduk. Ada yang perlu kami diskusikan untuk lusa" ucap Akashi mempersilahkan Hinako dan Shin duduk. "Tunggu? Lusa? Oh! April Mop, ya? Jangan bilang kamu menyuruh aku dan Shin untuk mengerjai Taiga dan Tetsuya?" tebak Hinako secara pintar. Kise mengangguk penuh semangat. "Aku penasaran dengan sikap Kurokocchi ~ssu!" seru Kise riang. Murasakibara mengambil sebuah burger dan memakannya sambil berbicara (Awas keselek). "Azuchin, Hinachin, bantu kami, ya… nyam nyam nyam"

"Jadi apa yang perlu kulakukan? Hitung hitung sebagai tanda terima kasih pada kalian semua yang mau mengajariku basket" ucap Shin menyetujui ide kelima mantan pelatihnya itu. "Kalau begitu..." ucap Akashi sambil memainkan guntingnya, dan di lanjutkannya. "... Kerjai Tetsuya dan Taiga" ucapnya. Kise mengangguk semangat dengan senyum sumringah. "Kan jarang melihat Kurokocchi berwajah aneh~ssu!" Aomine mengangguk senang. "Akhirnya bias balas dendam juga pada si Tiger itu!" sementara dua lainnya hanya mangut mangut setuju.

"Tapi ngerjainnya kayak gimana?" Tanya Hinako yang tampaknya mulai tertarik. Midorima menaikkan kacamatanya yang melorot. "April Mop" Insting iseng milik Hinako segera menyala nyala. "SETUJU!" serunya sementara Shin masih gemetaran. "Tapi aku nggak bisa berbohong!" Seru Shin yang di sambut keheningan. Murasakibara menghentikan aktivitas makannya dan menepuk pundak Shin, mengiba. "Azuchin, tidak selamanya jujur itu baik... Hari khusus untuk berbohong hanya 1 hari selama satu tahun dan hanya hari itulah kami minta Azuchin menjalankan rencana kami" ucap Murasakibara bijak... sekaligus menghasut gadis polos, jujur, dan manis ini. Shin membatu di tempat. Kise merekam kata-kata bijak Murasakibara sementara Aomine segera menulis SMS pada Kuroko.

From: Aomine Daiki

Subject: Maaf

Oi, Tetsu, Azuna sudah tidak polos lagi.

Tapi dengan cepat Akashi menyambarnya dan membanting ponsel Aomine itu, membiarkan pemuda berkulit gelap itu melongo, ingin berteriak tapi takut di gunting kecil kecil. "Tenang saja Daiki. Aku akan membelikanmu ponsel baru" ucap Akashi tersenyum manis, sekaligus membuat Aomine merinding. "Apa yang perlu kami lakukan kalau begitu?" Tanya Hinako meminum Strawberry Float miliknya pelan. Kise menunjuk Hinako dan tersenyum ala modelnya. "Hinakocchi jadi pendiam, kalem, sekaligus polos! Pasti Kagamicchi bakalan kaget setengah mati!" tawa Kise yang diangguki setuju oleh yang lain. Hinako menyeringai, tersenyum ala preman. "Lalu, aku belajar dari siapa? Oh, Midorima, ya? Mohon bantuannya, Megane" ucap Hinako nyengir.

"Kalau Azuna sih... coba deh jadi Himedere. Kayaknya cocok deh. Belajar sana dari Akashi" ucap Aomine yang diangguki lagi oleh semuanya. Hinako tertawa tawa membayangkan adiknya yang lugu itu mengeryit aneh.

"BWAHAHAHAHA! April Mop ini harus sukses!" tawa Hinako sementara Shin berbatin di dalam hati. 'Gomenne... Kuroko-kun...' Kise mengirimkan voice note miliknya yang tadi digunakan untuk merekan suara Murasakibara. "Azunacchi, kalau ada apa-apa, putarlah voice note ini di depan Kurokocchi. Kurokocchi pasti mengerti." ucap Kise, menghindari omelan dari sang bayangan tersebut.

.

.

- End Flashback -.

.

Shin berdiri tepat di depan pintu kelasnya yang tertutup. "Kuroko-kun, bukakan pintu" "Ha'i" jawab Kuroko segera membuka pintu. Shin segera masuk dan menghempaskan tubuhnya ke bangkunya di kelas itu. Kurokopun duduk di bangkunya juga, di samping bangku Shin dan membuka buku novel. Mata hazel milik Shin menatap lekat lekat mata babyblue Kuroko yang sibuk membaca novel. Shin menghela nafas pendek. Ia capek. Capek berpura-pura seperti perintah Akashi (Walau baru 2 jam kurang)... Tapi ia juga di harapkan oleh anggota GOM itu... Shin menunduk pedih. Ia bahkan diperintah untuk minim bicara. Kalaupun berbicara, hanya sekedar kata kata perintah yang wajib di jalankan budaknya (baca:Kuroko *digeplak Readers, di ignite pass kai Kuroko)

'Tapi... Kalau kayak begini terus... Apa Kuroko-kun bakal minta putus?' pikirnya entah ngelantur entah kemana. 'Bisa juga, ya... Apa aku pakai voice note ini?' pikirnya meng-klik voice note pemberian Kise, yang dengan cepat terdengar di telinga Shin.

"Azuchin, tidak selamanya jujur itu baik... Hari khusus untuk berbohong hanya 1 hari selama satu tahun dan hanya hari itulah kami minta Azuchin menjalankan rencana kami"

Oke, Azuna Shin, anda lupa mengecilkan volume suara dan memakai headset. Alhasil, Kuroko turut mendengar isi voice note. Shin lantas melongo lebar, tak menyangka Kise mengiriminya kata kata bijak Murasakibara. "Azuna-san, itu suara Murasakibara-kun, kan?" Tanya Kuroko langsung. Shin terdiam, membeku, tak tahu jawab apa. Kalau bohong, bohong gimana? buktinya ada, bahkan didengar sendiri olehnya. Kalau jujur... Kuroko bakal marah nggak, ya? "Kamu harus menjawabnya jujur. Aku tahu ini April Mop. Tapi jangan sekalipun berbohong untuk yang ini, Azuna-san" ucap Kuroko tajam. Shin kemudian menunduk dan mengangguk, tak berani menatap mata Kuroko. "... ya. Itu suara Murasakibara-kun... Akashi-kun menyuruhku berakting padamu di April Mop ini... Gomenne, Kuroko-kun" ucap Shin menunduk dalam dalam, masih tidak berani menatap Kuroko. Kuroko mengambil ponselnya dan menelepon Murasakibara. Pada pagi April Mop yang cerah itu, telah di deklarasikan bahwa Murasakibara Atsushi dari SMA Yosen adalah orang pertama yang menerima amarah Kuroko Tetsuya yang jauh lebih mengerikan dari gunting keramat Akashi.

Setelah selesai menceramahi Murasakibara melalui ponsel, Kuroko menatap ke arah Shin yang masih takut untuk menatap wajahnya. "Azuna-san" panggil Kuroko. Shin tetap tidak bergeming. Kuroko-pun menangkupkan kedua tangannya pada pipi Shin, membuat wajah gadis itu lebih kelihatan. Mata Shin berkaca-kaca. "G-Gomennasai, Kuroko-kun! Aku ti-" "Aku cukup senang kalau kamu menyadari kesalahanmu. Tapi itu semua bukan murni kesalahanmu sendiri. Pasti Akashi-kun yang menjadi dalangnya, kan?" tebak Kuroko yang langsung tepat sasaran. Kuroko kembali duduk di bangkunya, dan kembali menekuni novel miliknya yang tadi terganggu bacaannya. Tapi, Shin menarik gakuran Kuroko, seakan memanggil Kuroko.

"Kuroko-kun tidak marah? Bukankah dari tadi pagi sifatku keterlaluan?" Tanya Shin lirih. Kuroko menepuk rambut Shin pelan. "Aku agak kaget atas perubahan sifatmu. Tapi aku yakin itu bukan sifat dari seorang Azuna Shin." ucap Kuroko dan menunjukkan senyumannya. "Seorang Azuna Shin itu... seperti ini" ucap Kuroko dan mengecup dahi Shin. Tapi hanya dengan satu kecupan itu saja, Shin hampir pingsan dengan wajah merah padam. "Mana mungkin aku bisa marah bila kamu berwajah manis seperti ini" ucap Kuroko yang makin membuat wajah Shin merah dari ujung kaki hingga ke kepalanya. Shin menutup dahinya yang di kecup Kuroko dengan kedua tangannya. Senyuman ala himedere andalan Akashi telah di lempar jauh jauh. Yang muncul di wajah Shin kali ini hanyalah senyuman manis khasnya sendiri.

Shin tidak peduli lagi akan rencana April Mop yang telah di nantikan oleh seluruh anggota GOM itu. Yang ia pedulikan sekarang hanyalah rasa sukanya pada seorang Kuroko Tetsuya yang semakin besar.

.

.

.

TBC/ END? Tergantung Review


~BONUS : KAGAMI APRIL MOP~

.

.

Atap, tempat istirahat biasa milik Kuroko Hinako. Ia sedang melahap bento ditemani seorang manusia bernama Bakagami Taiga. Tapi, masalahnya Kagami sendiri hampir putus asa sekaligus pupus harapan melihat gebetannya sedang ngambek dengannya. Oke, secara tiba tiba Hinako jadi pendiam. Nggak ngomong sepatah katapun, nggak beremosi. Wajahnya flat seperti jalanan tol yang swuuung lurus dan datar. "Oi, Hinako, kamu kenapa? Kau sakit?" Tanya Kagami agak panic. Hinako menggeleng dan tetap makan dalam diam. Kagami mulai panas dingin, merinding, seperti melihat hantu dan di kejar 100 Nigou (Kalau begitu sih lebih parah...). Kagami memakan roti yang dibelinya dengan kecepatan biasa walau kepalanya yang baka itu berputar mencari alasan yang logis sifat teman makannya itu yang tiba tiba menjadi kalem.

"Oi, Hinako, kamu marah denganku?" Hinako menggeleng.

"Apa kamu di jodohkan?" Hinako masih menggeleng

"Kuroko mulai membantah padamu?" Hinako menggeleng lagi. Di dalam hati Hinako sendiri dia udah guling guling sambil ketawa ngakak melihat reaksi Kagami yang panic gimana... gitu...

Plok

Kagami menepuk kedua tangannya, mendapat ilham.

"Ah, aku tahu! Karena kamu cewek, pasti kamu saat ini lagi menstruasi!" Hinako menutup kotak bekalnya, melemparkannya dengan kecepatan kilat dan bersarang di kepala Kagami. "Puh... Kurasa tak ada gunanya berpura-pura padamu. Dasar BAKAgami! Taiga, sekarang tanggal berapa?" Tanya Hinako kembali ke sifat premannya, melupakan rencana April Mopnya yang hancur itu. Kagami mengingat ingat. "1... April? OH! APRIL MOP!" "Heh... kepalamu akhrinya sampai juga. Dasar Taiga baka!" tawa Hinako menertawakan sifat Kagami yang panic

.

.

Itu artinya semua rencana mereka berdua dan GOM GATOT. GAGAL TOTAL.


NYAHO! KEMBALI DI FIC INI!

ARRIGATOU SUDAH MEMBACA~~~!

JANGAN RAGU RAGU NGIRIM REVIEW ATAU FIC INI TIDAK DILANJUTKAN (NGANCAM MODE ON)

Mungkin ada yang bisa bantu di chapter depan eventnya mau apa. Kalau ada, silahkan PM atau review~~

Salam manis

-PriscallDaiya-