"Oshiete kudasai, Mr Grey!"
"Ahh... susah juga mengidentifikasinya, kalau mereka cuman manusia biasa tidak mungkin sampai punya kekuatan yang begitu besar" si guru penanggung jawab klub misteri Kuoh Academy angkat bicara. Itu membuat dinding putih rumah sakit kota Seattle sedikit hangat. Riuh gumam keheranan juga tidak lepas dari mulut semua anggota klub yang sedang menjenguk Issei.
"Nah... memangnya si perempuan itu benar memukulmu?" tanya si guru yang disebut Azazel-sensei pada Issei yang sudah sadar penuh.
"Sebetulnya dia tidak memukulku, kekuatannya kecil sekali. Tapi entah mengapa setelah ia mematung cukup lama ada kekuatan besar yang mampu mendorong tubuhku begitu saja," ujar Issei sambil menyesal.
"Atau mungkin kau pernah menyentuh Opp*inya, hingga ia marah?"
"A...aku belum menyentuhnya sensei!" bela Issei.
"Yaa... sebaiknya kamu harus mulai berhati-hati, memang benar apa katanya tidak semua perempuan akan senang jika opp*i-nya disentuh."
"Memang ada cara lain sensei?" tanya Issei.
Azazel-sensei menarik nafasnya panjang sebelum ia berkata, "berikanlah sesuatu yang lain... yang lebih berharga misalnya..."
"Maksud sensei?" Issei tidak mengerti.
Azazel-sensei tersenyum, "Peristiwa ini mengingatkanku pada seorang anak laki-laki yang memaksa untuk menjadi pengikutku..."
Kemudian semua anggota klub misteri itu dengan serius mendengarkan cerita Azazel-sensei.
"Waktu itu ada seorang anak laki-laki, umurnya kira-kira 15 tahunan. Ia ingin menjadi pengikutku, asalkan ia bisa menjadi Dominan, apapun keadaannya..."
"Apa kau mengabulkan keinginannya? Dan sekarang apa dia masih jadi budakmu?" tanya Rias tiba-tiba.
"Entahlah," bahu Azazel sedikit terangkat, "hanya saja aku melihat kedalam dirinya waktu itu. Aku sadar, bahwa tanpa menjadi pengikutku dia akan menjadi Dominan nantinya. Terlebih kalau sampai ada orang yang dengan sukarela menjadi Submissive-nya. Akan ada kekuatan besar setelah ia bertemu dengan Submissive-nya itu."
Semua yang ada di kamar inap Issei langsung menatap Azazel-sensei serius.
"Kalau dia ada di sini sekarang juga, dia bisa membuatmu menjadi seorang Harem King Issei!" lanjut Azazel-sensei mencairkan suasana.
"Lalu apakah ia masih hidup sampai sekarang?" tanya Rias kembali.
"Ahh.. kalau itu..." Azazel-sensei kebingungan karena pertanyaan Rias.
Ditengah kebingungan Azazel-sensei dalam menjawab pertanyaan Rias. Pintu kamar inap Issei terketuk sebanyak tiga kali. Sebelum mendadak muncullah seorang Laki-laki dengan stelan blazer hitam dan dasi berwarna abu-abu yang terlihat sangat mahal. Dibelakang si laki-laki tersebut ada seorang lagi, ia perempuan dengan gaun pendeknya yang berwarna merah marun.
"Excuse me..." ujar si Laki-laki itu sopan.
"DUO BULE!?" teriak semua orang yang ada di kamar inap Issei kecuali Azazel-sensei yang malah terpana melihat si Bule Laki-laki.
"Hey... Christian... sudah lama aku tidak melihatmu, kau tumbuh besar ya!" Seru Azazel tanpa ada rasa canggung di wajahnya.
"Azazel... kau di sini? Ku dengar kau sedang berada di Jepang!" Balas si Bule Laki-laki kegirangan.
"Ahh... aku hanya berlibur sementara di sini, oh ya kenalkan. Ini semua murid-muridku yang paling manis dari Kuoh Academy!" ujar Azazel sambil menarik si Bule Laki-laki, "Nah Issei, kalau kau ingin menjadi Harem King, kau harus belajar darinya!" lanjut Azazel sambil mendekatkan si Bule Laki-laki pada Issei.
"Di... dia anak 15 tahunan yang kau ceritakan tadi?" bisik Issei pada Azazel-sensei.
"Memangnya mengapa?" tanya Azazel-sensei dengan volume rendah.
"Kurasa wajahnya terlalu tua untuk usianya..." kritik Issei.
"Bodoh itu peristiwa beberapa tahun yang lalu..." jelas Azazel-sensei.
Sementara itu si Bule Laki-laki mulai berjalan mendekati Issei dan bertanya, "How do you feel?"
"Jadi benar kau adalah Harem King kota Seattle?" tanya Issei tidak percaya.
"I told you kid, I am not Harem King. I am dominan..." ujarnya dengan nada bicara yang sangat menusuk dada Issei.
Sejenak Issei memperhatikan si Bule Laki-laki dengan serius, 'wajahnya yang tampan, stelan bajunya yang terlihat mahal, ohhh... tidak dia memakai jam tangan swiss yang harganya sama seperti 10 mobil sport...' gumamnya dalam hati. Mata Issei kemudian berair, dalam isakkan tangisnya Issei berjanji, "Aku akan menjadi tampan dan kaya raya seperti anda untuk menjadi Harem King!"
"Kid look, terkadang kau tidak perlu tampan atau kaya untuk menjadi Harem King. Kau hanya perlu menjadi dirimu sendiri." Si Bule Laki-laki memotivasi Issei.
"Kau benar-benar senang memberi motivasi ya!" si Bule Perempuan mulai berbicara, namun hanya dibalas dengan senyuman dari si Bule Laki-laki.
"Ahh... Azazel, met my fiancee Mrs Anastasia Steele. Or just call her Ana, because Steele will not exist anymore." ujar si Bule Laki-laki jahil.
"Woooo... nice to see you sweetheart..." sapa Azazel-sensei genit sambil mencium tangan si Bule Perempuan yang ternyata bernama Ana.
"Hey... dia ini sweetheart-ku." ledek si Bule Laki-laki
"Hey... dari siapa kau belajar tentang wanita, King of Torture?" balas Azazel-sensei.
"King of Pleasure Torture..." jawab si Bule Laki-laki seolah meluruskan kalimat Azazel-sensei tadi. Kemudian Azazel-sensei dan si Bule Laki-laki tertawa terbahak-bahak.
Si Bule yang bernama Ana tersenyum malu karena tingkah Azazel-sensei dan si Bule Laki-laki, sedangkan Issei menangis tersedu-sedu, "dan aku gagal menyentuh opp*i orang asing..."
Si Bule Laki-laki kemudian memandang Issei dengan tatapan agak marah. Hingga semua yang ada di dalam kamar itu dapat merasakan kembali aura tekanan yang paling gelapnya itu.
"Sorry, these are mine!" ujarnya tegas, "tapi lihat, kau punya beberapa pilihan..." lanjut si Bule Laki-laki tenang sambil melirik ke arah Rias dan kawan-kawan yang memang sedang berkumpul di depan tempat tidur Issei.
"Kau bisa memegang salah satunya, atau semuanya..."
'semuanya...'
'semuany...'
'semuan...'
'semua...'
'semu..'
Kata-kata itu langsung berulang di dalam kepala mesum Issei. Tanpa menghiraukan luka-lukanya Issei kemudian berlutut di hadapan si Bule Laki-laki sambil berkata,
"Mohon ajari saya untuk menjadi Harem King, Mister..."
Si Bule Laki-laki kemudian tersenyum, "Grey, Christian Grey..." ucapnya tenang, "But well, saya bukan Harem King lho..." lanjutnya.
Issei sedikit kecewa mendengar hal itu, namun kemudian si Bule Laki-laki kembali berkata, "tapi saya akan mengajarimu beberapa teknik untuk menaklukan perempuan," Ujarnya memberi kepastian.
"Really mister? Terima kasih Mr. Grey!" seru Issei kegirangan. Jalannya menuju Harem King terbuka sangat luas!
Sikap kikuk Issei tadi ternyata mengundang tawa semua orang yang ada di ruangan. Dalam sela-sela tawa-nya, Issei masih saja memperhatikan si Bule yang bernama Ana.
'Dia memang seperti malaikat! Pantas saja Mr. Grey tidak ingin kehilangan orang itu!' gumam Issei dalam hati.
Si Bule yang bernama Ana itu, akhirnya menyadari bahwa dirinya sedang diperhatikan oleh Issei. Sejenak ia memalingkan wajahnya kepada Issei dan tersenyum manis.
"Maaf untuk yang kemarin ya, dan semoga kamu cepat sembuh," ujarnya memberi semangat pada Issei.
Mendengarnya Issei menjadi sangat girang. Tidak lupa ia mengucapkan 'sama-sama' dengan senyuman yang sangat lebar. Diam-diam di dalam hati Issei berkata,
'Jadi Perempuan itu hanya tunangannya bukan? Hehehehe... maafkan aku Mr. Grey, tapi tampaknya aku akan menjadi orang pertama yang menyentuh opp*i miliknya... he..he..he...' sambil menampakkan wajah termesum yang pernah ia buat.
Beberapa menit mereka habiskan dengan saling berbincang. Hingga Duo Bule itu berpamitan. Dari jendela terlihat Duo Bule yang sedang menyusuri taman rumah sakit. Sementara Duo Bule itu menyusur taman, klub misteri Kuoh Academy sibuk membicarakan mereka berdua.
"Pantas saja mereka sangat kuat, ternyata mereka adalah budak mu sensei," Rias mengawali pembicaraan itu.
"Iya, tidak aneh kalau aku sampai begini," lanjut Issei.
Sementara itu Azazel terus memandangi Duo Bule yang hampir menghilang dari taman rumah sakit sambil tersenyum.
"Ngomong-ngomong masalah itu, aku membatalkannya." Ujar Azazel tenang.
Rias sangat kaget dibuatnya, "Bagaimana bisa, tentunya kekuatan itu dari mu bukan?" Rias bertanya dengan sangat serius.
"Bukan... itu memang kekuatan alami mereka...yang kemarin itu memang murni kekuatan manusia..." jawab Azazel-sensei serius.
"Tapi bukannya manusia adalah mahluk le..." belum sempat Rias melanjutkan kalimatnya, Azazel sudah langsung menjawabnya dengan cepat.
"Terkadang itu yang kau tidak sadari, karena sesungguhnya dalam diri setiap manusia terdapat kekuatan yang lebih besar dari iblis bahkan malaikat sekalipun!"
"Kekuatan apakah itu..." gumam Rias, yang tidak akan pernah terjawab. Bahkan hingga Duo Bule itu sudah tidak terlihat di taman rumah sakit. Hingga Duo bule itu memasuki sebuah mobil sport mewah, dan pergi menjauh, ke dunia yang hanya mereka yang tahu.
-Finish-
Afterword
Hwwwoooo Miku. S Shirota kembali lagi nii... bukan hiatus, tapi masih berkabung atas kepergian komandan Erwin untuk selama-lama-lama-lamanya, Hiks. Eniwey ide dari fic kali ini yaichuu... ada seorang temen yang ngajakin 'out of the box' karena terlalu sering nonton anime, jadi Miku ditantang sama temen miku untuk nonton selain anime. Well akhirnya jatuh pada satu film setahun kemarin berjudul, 'Fifty Shades Of Grey'. Terlepas dari kontroversinya yang macem-macem, Miku malah nangis ga karuan dong nontonnya! Setelah itu Miku dan si temen penantang langsung nonton 'Highschool DxD'. Nah lho kebayang ga tuh... abis BDSM terbitlah Oppai. Ah ya sudah... terciptalah fic gajebo ini. Sebetulnya pengen buat dimana si Issei di training ma Mr. Grey buat jadi Harem King. Tapi pengalaman Hentai Miku minim euy... hehehehe... eniwey Miku bakal balik lagi ke fandom SnK...
So terimakasih udah baca dan mau ngasii masukan buat semua fic Miku...
RnR plis, dan...
Mau dipecut sama Mr. Grey ato digrepe-grepe-in sama Issei?
Wkwkwkwkw...
Ada secarik kertas tertinggal di meja kamar inap Issei, kertas itu berwarna kuning dan hanya terlipat dua. Tidak satupun yang ada di sana sadar akan kehadiran kertas tersebut. Hingga Asia harus merubah niatan awalnya yang ingin menyuapi Issei sebuah apel merah. Karena ternyata kertas itu jauh lebih menarik perhatiannya. Di salah satu sisi luar kertas ada tulisan, 'For Red Right-Handed Evil Kid'. Yang kemungkinan terbesarnya kertas itu ditujukan pada Issei. Dengan hati-hati, Asia menyampaikan kertas itu pada Issei, kertas itu sendiri bertuliskan:
'Bermainlah ke rumahku, akan kuceritakan bagaimana rasanya meremas b**bs milik Ana. Trust me Kid, kenikmatannya sungguh tidak bisa ditandingkan dengan apapun! Karena aku sudah menyentuhnya miliaran kali, lol. Sincerely, Grey'
Setelah membaca tulisan itu nyawa Issei langsung terbang entah kemana.
