DISCLAIMER: Ojamajo Doremi © Toei Animation, 1999-2004. Ojamajo Doremi 16 & Ojamajo Doremi 16 Naive (light novel) © Kodansha, 2011-2012. Tidak ada keuntungan komersial sepeserpun yang saya dapatkan dari fic ini, dan semua lagu yang judulnya tercantum dalam fic ini juga bukan punya saya.
Catatan Author: Masuk ke chapter dua!
Yah… mungkin kali ini, saya nggak mau ngomong panjang lebar dulu disini. Langsung ke ficnya aja ya? ^^
.
Intro: Doremi, Hazuki, Aiko, Onpu dan Momoko terlihat sedang duduk diatas sebuah sofa, seperti menunggu sesuatu yang sangat penting. Seketika, seorang wanita berambut coklat pendek menghampiri mereka dan berkata, "Maaf sudah membuat kalian menunggu lama."
Wanita itu lalu membuka sebuah amplop yang dibawanya, mengeluarkan selembar kertas dari sana dan membacakan apa yang tertulis dalam kertas itu, "Yang akan menjadi pemimpin kalian adalah…"
.
(Opening Song 'Ojamajo Girlband': 'Katamusubi' by MAHO-Do – Original Version by Nakatsukasa Masami)
Ojamajo Girlband
.
Expected or Unexpected? The Chief Election
"Nah, sekarang… kalian semua kan sudah setuju dengan ideku…" ujar Onpu sambil membuka sekaleng Oy! Cola yang digenggamnya. Ia meneguk minuman ringan itu sedikit sebelum akhirnya melanjutkan kata-katanya, "Bagaimana kalau setelah makan siang, kita mampir dulu ke kantor manajemen yang akan mengurusi girlband kita nantinya?"
"Eh? Nanti siang?" tanya Doremi, "Onpu-chan, apa ini tidak terlalu cepat? Lagipula, hari ini kan hari Minggu. Semua karyawan kantor itu pasti sedang libur."
"Justru karena hari ini hari libur, kita bisa memanfaatkannya untuk ke sana dan mempersiapkan satu hal yang penting disana," jawab Onpu, "Satu hal yang bisa dibilang sangat penting tapi juga… sangat menyenangkan."
"It sounds interesting!" seru Momoko, "Aku jadi penasaran tentang hal apa yang kaumaksud itu, Onpu-chan."
"Nanti juga kalian akan tahu." Onpu tersenyum, "Setelah ini, mama akan menjemput kita untuk makan siang, setelah itu, baru kita akan pergi ke kantor manajemen."
"Ternyata kau sudah merencanakannya ya, Onpu-chan?" ujar Hazuki, "Pantas saja, kemarin kau langsung meminta kami untuk menemanimu rekaman, dan juga, kau berencana untuk jalan-jalan dengan kami hari ini."
Setelah berjalan-jalan sebentar, mereka berlima kembali ke taman Misora untuk bersantai sambil mengobrol tentang girlband yang akan mereka bentuk.
"Tak terasa, cuacanya sudah mulai panas, ya?" ujar Aiko, mengalihkan pembicaraan sebentar, "Bahkan sekaleng Oy! Cola saja masih belum cukup untuk membuat kerongkonganku jadi tidak kering lagi."
"Bagaimana kalau setelah ini, kita beli soft cream yang dijual di dekat gerbang taman?" usul Doremi, "Mungkin itu cukup untuk membuat kita tidak haus lagi."
"Setuju," sahut yang lainnya.
Sudah hampir bulan Juni, dan memang, suhu udara saat itu sudah mulai panas. Bisa dibilang, musim panas tahun ini datang lebih awal dari biasanya.
Setelah menikmati soft cream dan pergi makan siang, kelima ex-ojamajo lalu pergi menuju ke kantor manajemen yang tadi disebut-sebut Onpu. Disana, mereka kembali bertemu dengan wanita yang kemarin mereka temui saat berada di studio rekaman.
"Aku sempat dengar dari Onpu-chan, kalau kemarin… kalian sempat tidak setuju dengan rencana pembentukan girlband kalian. Apa itu benar?" tanya wanita itu.
"Ah, iya. Itu memang benar," jawab Doremi, "Habisnya, kami takut kalau… aku dan Hazuki-chan harus mengakhiri hubungan pertunangan masing-masing hanya karena ini…"
Wanita itu tertawa kecil, lalu berkata, "Kalian tidak perlu khawatir soal itu, karena Onpu-chan dan aku sudah mengurus semuanya. Peraturan aneh itu tidak akan ada di dalam surat perjanjian kontrak kalian."
"Soal itu, aku juga sudah menjelaskannya kepada mereka," sahut Onpu, "Nah, sekarang… apa 'persiapan awal'nya bisa kita mulai?"
"Tentu saja bisa, Onpu-chan."
"Persiapan awal?" tanya Doremi, "Apa yang harus kita siapkan?"
"Struktur organisasi girlband kita," jawab Onpu singkat.
"Struktur organisasi? Apa kita benar-benar memerlukannya?" tanya Hazuki kebingungan, "Kurasa ini terlalu berlebihan."
"Setidaknya, diantara kita berlima harus ada yang jadi pemimpin dan ada yang jadi sekretaris," jelas Onpu, "Mereka akan jadi perwakilan kita yang akan mengurusi koordinasi dan jadwal kegiatan kita, penghubung antara kita dengan pihak manajemen."
"Bukankah sudah jelas kalau hanya kau yang bisa melakukan itu, Onpu-chan?" tanya Aiko, "Kenapa harus ada lebih dari satu orang yang melakukannya?"
"Karena aku tidak mungkin melaksanakan dua tugas sekaligus. Harus ada satu orang pemimpin yang juga bertindak sebagai koordinator, dan juga, harus ada satu orang sekretaris yang bertugas mengatur jadwal kegiatan kita. Aku tidak mungkin bisa melakukan keduanya secara bersamaan." Onpu menghela napas, "Belum lagi, aku juga harus disibukkan dengan jadwal kegiatanku sendiri. Aku hanya mungkin bisa melaksanakan salah satu dari dua tugas itu."
"Karena itulah, sekarang kita berkumpul disini untuk memilih siapa yang akan menjadi pemimpin kalian, dan juga, siapa yang akan menjadi sekretaris kalian," lanjut sang wanita berambut pendek, "Kalian sendiri yang akan menentukan siapa dua orang itu."
"Jadi, kami harus menuliskan nama orang yang kami pilih diatas selembar kertas, begitu?" tanya Momoko, "An usual election?"
"Tidak hanya nama, tapi juga alasan kalian untuk memilih dua orang itu," ujar wanita bernama Aorina itu, "Kalian harus menulis ulasan pendek tentang mereka berdua."
"Eh? Ulasan pendek? Kedengarannya rumit juga…" sahut Doremi, "Apa itu satu-satunya cara yang akan kita gunakan?"
"Kurasa, ini tidak terlalu rumit untuk kalian. Lagipula, kalian sudah bersahabat baik sejak lama. Pasti bukan hal yang sulit untuk menuliskan sifat sahabat baik kalian sendiri kan?"
Aorina lalu membagikan lima lembar kertas kosong dan lima batang pulpen kepada mereka berlima. Uniknya, mereka mendapatkan kertas dan pulpen yang warnanya berbeda-beda tiap orangnya, dan yang lebih mengherankan, masing-masing dari mereka mendapatkan warna yang juga merupakan warna kostum majominarai mereka dulu.
Doremi, Hazuki, Aiko dan Momoko melirik kearah Onpu dengan curiga. Doremi berbisik kepada si rambut ungu, "Sebenarnya, ini kebetulan atau…"
"Yah, aku hanya bilang kalau warna-warna ini adalah warna-warna favorit kita masing-masing. Tidak apa-apa kan?"
Doremi menghela napas, "Yah, baguslah kalau begitu."
"Apa kalian masih punya pertanyaan tentang hal ini?" ujar Aorina, "Kalau sudah tidak ada lagi, kalian sudah bisa menulis pilihan kalian sekarang."
"Baiklah," ujar Doremi sambil membuka tutup pulpen merah mudanya, "Minna, ayo kita mulai!"
"Un!" yang lainnya mengangguk. Mereka lalu mulai menulis…
.
~Doremi's Choice~
Hmm… kalau disuruh memilih siapa yang pantas untuk jadi pemimpin kami, kupikir semua sahabat baikku sama-sama punya potensi yang besar. Hazuki-chan sudah membuktikan kalau dia bisa menjadi sutradara drama di pertunjukan seni di sekolah kami delapan tahun yang lalu. Ai-chan… dia mandiri dan bisa dibilang dapat mengatur semua hal yang berhubungan dengannya sendiri. Onpu-chan juga punya potensi karena dia yang lebih dulu terkenal diantara kami berlima, dan Momo-chan… dia adalah yang tertua diantara kami berlima…
Tapi, kalau aku disuruh memilih hanya satu diantara mereka, aku sendiri juga bingung. Hazuki-chan kah? Ai-chan kah? Onpu-chan kah? Atau Momo-chan kah? Mereka semua sama-sama mungkin menjadi ketua.
Begitu juga dengan posisi sekretaris. Kurasa mereka semua punya potensi. Apa aku bisa memilih lebih dari dua orang? Aku terlalu bingung untuk memutuskannya.
Tapi yang jelas, aku tidak akan memilih diriku sendiri. Kekuranganku jauh lebih banyak dibandingkan dengan mereka…
(Baik. Intinya, aku menyerah. Aku boleh pilih abstain kan?)
.
~Hazuki's Choice~
Pemimpin? Yang pasti, aku tidak akan memilih diriku sendiri untuk posisi itu, karena menurutku, itu terlalu tinggi buatku. Aku terlalu lemah untuk jadi seorang pemimpin.
Bagaimana dengan yang lain? Ai-chan terlalu 'kuat' untuk jadi pemimpin. Bukan berarti bagus. Maksudku, dia terkadang bisa jadi terlalu emosi. Justru, karena itu aku malah khawatir kalau dia yang akan menjadi pemimpin kami. Onpu-chan… menurutku dia lebih cocok jadi sekretaris dibanding jadi pemimpin. Kata-katanya tentang 'jadwal' tadi justru membuatku yakin kalau dia bisa mengatur jadwal kegiatan kami semua dengan baik nantinya. Justru untuk jadi pemimpin… menurutku Onpu-chan tidak terlalu cocok. Tugas pemimpin lebih banyak kalau dibandingkan dengan tugas sekretaris. Aku takut Onpu-chan akan jadi terlalu sibuk kalau dia jadi pemimpin…
Dua orang yang lebih berpotensi sebagai pemimpin menurutku adalah Momo-chan dan Doremi-chan. Mereka berdua sama-sama ceria. Kalau salah satu diantara mereka menjadi pemimpin, semuanya pasti akan berjalan baik-baik saja dan tanpa masalah. Tapi… kalau aku disuruh untuk memilih hanya satu saja diantara mereka berdua, aku akan memilih Doremi-chan. Kenapa? Karena dari dulu, aku sudah tahu kalau dia punya jiwa kepemimpinan yang tinggi (walaupun mungkin dia tidak menyadarinya sama sekali). Dia itu kuat, peduli terhadap semua orang disekitarnya, dan akan bersedia melakukan apa saja supaya tidak ada diantara orang-orang tersebut yang bersedih (termasuk aku sendiri).
Intinya, aku memilih Doremi-chan sebagai pemimpin dan Onpu-chan sebagai sekretaris.
.
~Aiko's Choice~
Soal pemimpin, aku dengan tegas akan memilih Doremi-chan. Dia memang tidak sepintar Hazuki-chan, tidak terkenal seperti Onpu dan tidak semenarik Momo-chan (jangan salah sangka tentang hal ini). Dia juga tidak seatletis aku, tapi dia punya satu hal yang tidak dimiliki oleh yang lainnya: dia bisa mengetahui kelebihan dan kekurangan seseorang seobjektif mungkin dan tanpa pandang bulu menolong siapa saja yang membutuhkan bantuan.
Tentang sekretaris, aku lebih memilih Onpu-chan. Dia yang paling tahu bagaimana caranya mengatur jadwal kegiatan, karena dia yang paling berpengalaman dalam hal itu. Aku bahkan tidak bisa membayangkan kalau seandainya, justru aku atau salah satu diantara Doremi-chan, Hazuki-chan dan Momo-chan yang akan jadi sekretaris. Aku tidak terlalu mengerti cara mengatur jadwal seperti apa, sementara Doremi-chan… berangkat sekolah saja, dia masih santai-santai begitu. Bagaimana dia bisa mengatur jadwal?
Aku tahu, bahwa Hazuki-chan adalah orang yang disiplin. Dia pasti bisa mengatur waktu, tapi aku masih tidak yakin kalau yang akan diaturnya adalah jadwal kegiatan kami. Aku takut kalau pada akhirnya, jadwal yang (mungkin) akan memadat itu membuatnya shock dan akhirnya stres.
Dan… Momo-chan? Entah kenapa, aku ragu apa dia bisa mengatur jadwal kegiatan untuk kami atau tidak… Aku sendiri juga tidak tahu apa sebabnya.
Pilihan:
Pemimpin: Doremi-chan
Sekretaris: Onpu-chan
.
~Onpu's Choice~
Ehm, mungkin pilihanku untuk menjadi pemimpin akan kujelaskan dengan menceritakan apa yang terjadi saat pertama kali kami bertemu…
Suatu hari, aku pindah ke sebuah kota kecil bernama Misora, kota yang sekarang kutinggali lagi, dan saat aku berada di sana, aku bertemu seseorang yang sangat baik terhadapku. Dia tidak memandangku sebagai seorang artis, melainkan hanya seorang teman barunya dalam kelas kami. Dia menganggapku sebagai teman, dan jujur saja, dia adalah orang pertama yang pernah melakukan hal itu, dan dia adalah… Harukaze Doremi.
Selain karena kepribadiannya yang supel, aku juga memilihnya sebagai pemimpin kami karena perilakunya yang suka menolong siapa saja, sekalipun orang itu pernah menyakiti hatinya.
Untuk sekretaris, mungkin aku akan memilih Hazuki-chan. Dia yang paling rapi mengatur segala sesuatunya dengan baik, sementara yang lain… tidak terlalu rapi.
Tapi sejujurnya, boleh-boleh saja sih kalau aku yang dipilih menjadi sekretaris, asal jadwal kegiatan kami tidak terlalu padat…
.
~Momoko's Choice~
Anou, boleh aku tidak menjelaskannya secara panjang lebar?
Masalahnya, soal penjelasan tentang alasanku memilih Doremi-chan sebagai pemimpin dan Onpu-chan sebagai sekretaris itu sudah sangat jelas terlihat dari perilaku mereka. Masing-masing dari mereka memiliki apa yang mereka butuhkan untuk menjadi pemimpin dan sekretaris yang baik…
Mungkin hanya itu saja yang bisa kusampaikan…
.
Beberapa menit kemudian, saat hasil pemilihan diumumkan…
"Maaf sudah membuat kalian menunggu lama." Aorina berjalan keluar dari sebuah ruangan tempat ia membaca pilihan-pilihan yang ditulis oleh Doremi dkk.
"Bagaimana hasilnya, obasan?" tanya Onpu, "Siapa yang terpilih?"
Aorina lalu membacakan sesuatu yang tertulis pada secarik kertas yang dibawanya, "Berdasarkan pilihan kalian, yang akan menjadi pemimpin kalian adalah…"
Wanita itu menoleh kearah si rambut merah dan melanjutkan pengumumannya, "Doremi-chan."
"Eh? Usou! Kenapa harus aku? Aku kan…"
"Kelihatannya, yang lainnya sepakat untuk memilihmu, Doremi-chan," potong Aorina, "Mereka semua memilihmu menjadi pemimpin."
"Baiklah." Doremi menghela napas, "Tapi kenapa harus aku yang kalian pilih?"
Hazuki, Aiko, Onpu dan Momoko lalu menjelaskan tentang alasan mereka masing-masing untuk memilih Doremi sebagai pemimpin.
"Yah, terserah kalian lah, kalau kalian percaya bahwa aku bisa menjadi seorang pemimpin yang baik untuk kalian," ujar Doremi, "Jaa, obasan, bagaimana dengan pemilihan sekretarisnya?"
"Onpu-chan yang akan menjadi sekretaris."
Dan pembicaraan mereka masih terus berlanjut…
.
Malamnya, di rumah keluarga Harukaze…
"Kalian tahu? Aku justru merasa was-was saat Aorina-obasan mengumumkan bahwa aku yang akan memimpin kita semua," ujar Doremi, "Aku takut kalau aku tidak bisa jadi pemimpin yang baik."
"Bicara apa sih kau ini, Doremi-chan?" jawab Hazuki, "Kau kan sudah membuktikan kalau kau adalah yang terbaik diantara kami semua. Bahkan, kau membuktikannya saat kita masih menjadi majominarai dulu."
"Apa buktinya? Aku tidak yakin kalau aku bisa jadi pemimpin yang hebat."
"Siapa bilang?" sanggah Aiko, "Doremi-chan, bagaimanapun juga kaulah yang pertama menjadi majominarai diantara kita semua. Kaulah yang selalu dipercaya oleh Jou-sama. Kau adalah mama dari Hana-chan, dan saat itu, hanya kau yang berhasil mendapatkan bunga Love Supreme dari Noroi no Mori."
"Kurasa ini tidak ada hubungannya dengan itu semua…"
"Ada, Doremi-chan." Onpu memotong perkataan Doremi, "Semua itu terjadi karena kau memiliki sifat kepemimpinan. Karena itu juga, Jou-sama mempercayakan Hana-chan kepadamu: supaya ia juga bisa menumbuhkembangkan sifat kepemimpinannya."
"Demo…"
"Aku yakin, kau bisa melakukannya, Doremi-chan," kali ini Momoko yang menyahut, "We know that you'll do your best for this."
"Ah, baiklah," sahut Doremi akhirnya, "Tapi kalian juga harus membantuku ya?"
"Pasti, Doremi-chan!" seru yang lainnya.
.
(Ending Song 'Ojamajo Girlband': 'Zutto Friend' by MAHO-Do – Original Version by Nakatsukasa Masami)
Catatan Author: Oke, ini dia chapter 2! (maaf kalau ceritanya agak nggak jelas. I just try to do my best)
Sekarang, saya nggak tahu lagi harus ngomong apa… #eh? !
RnR please?
