Ketika Akashi Menjadi Bakashi

Disclaimer : Kisedai cuma punya Tadatoshi Fujimaki, FF ini punya Author, ke-OOCan mereka milik mereka masing-masing.

Genre : Humor abal, gak jelas, gagal

WARNING : Maybe Typo(s), Humor abal.

.

.

.

.

.

"Aku akan di korbankan?!" Akashi mulai aneh.


"Akashicchi kenapa-ssu? Jelas-jelas Akashicchi mau di bawa ke rumah sakit" PLETAK! Lucky Item Midorima –Tongkat Baseball- akhirnya kena kepala Kise, gimana enggak, dia ngomong 'Jelas-jelas' padahal 'Jelas-jelas' Akashi dibawa kaya kambing guling gitu.

"Kau bodoh-nodayo" Singkat, padat, jelas, dan nusuk hati banget. Kise langsung nangis buaya. Ituloh, nangis terus ngeluarin Buaya dari mata. Dan PLETAK! Giliran Author kena ciuman mesra tongkat Baseball Midorima.

"Nee, Lepaskan aku" Akashi memasang puppy eyes yang membuat jalanan itu penuh dengan darah mimisan dan muntah.

"Akachin imut sekali, pengen ku emut-emut~ Akachin mau ku jadiin lolipop engga?" PLETAK! Udah 3 kali tongkat itu melayang, Eh tunggu, kapan Midorima ngambil tongkat baseball itu? Seinget Author, tadi abis nabok kepala Author, sama Author di cemplungin ke WC (Jangan tanya kapan karena Author punya teleport, khu khu khu~) *abaikan*

"Kise, kemana hilangnya Akashi-nodayo?" Midorima muncul lagi tanpa tongkat Baseballnya, udah Author ambil tadi khu khu khu~ dan kali ini berhasil

Yang ditanya cuma ngangkat bahu, sedangkan Murasakibara –yang dikasih tatapan 'kau tau?'- hanya memakan maiubo jumbo yang dia dapetin dari malakin pembuat maiubo (nekat sekali kau nak).

"Tadi dia kabur, Midorima-kun" Kuroko yang baru muncul dari gelas Vanilla Shake(?) langsung bikin Kisedai –min Akashi- kena serangan jantung mendadak. (Kau berbakat sebagai pembunuh Kuroko, tinggal muncul langsung pada mati semua).

Abaikan semua kejadian di atas. Laptop Author di bajak oleh Ahomine yang tadi keluar dari layar laptop (?). Mohon dimaklumi.

Keesokan harinya~ (Momoi lewat dengan sayap imajinernya *abaikan*)

"HUAHAHAHAHAHA" Ketawa cetar membahana badai ulala~ bergema di Gym Teikou, dan kalian tau lah siapa manusia alay yang ada di Kisedai. Siapa lagi kalo bukan Kise Ryouta, plok plok plok, beri tamparan ke model kita! Author OOC. Maaf kembali ke TEKAPE.

Suara ketawa yang gak elit sama sekali itu bikin semua manusia yang hadir di Gym itu melongo. Bukan cuma suara ketawa cempreng aneh nan membahana itu yang bikin melongo, bukan, itu salah, nilai kalian NOL! Ups, Author salah narasi. Bukan, itu karena Akashi yang baru masuk ke Gym.

Tau alasannya? Seorang Akashi Seijuuro yang kejam dan yandere, datang ke Gym dengan memakai... Jeng jeng.. KEBAYA, lengkap dengan SANGGUL! Saya ulangi pemirsah, SEORANG AKASHI SEIJUURO MEMAKAI KEBAYA DAN SANGGUL KE GYM! Kurang jelas? SEORANG AKASHI SEIJUURO MEMAKAI KEBAYA DAN SANGGUL KE GYM! Kalau masih gak jelas Author dengan senang hati akan melempar kalian ke rumah sakit, tenang aja, Author lagi baik teman-teman.

nahan ketawa, Midorima berharap kacamatanya retak biar pemandangan 'memalukan' di depannya hilang, Murasakibara makan bungkus maiubonya, bukan isinya saking kagetnya, Aomine udah ngakak sambil guling-guling bahkan kadang nabrak ring basket.

"Ooi, Akashi, otak lu udah miring apa? Pake kebaya, kayak kartini aja" Aomine nanya masih dengan posisi guling-guling. Jangan di bayangin itu hal yang tidak mungkin (Terus ngapain saya tulis?).

"Kan hari ini hari Kartini cemans-cemans.." GUBRAK! Semua Kiseki no Sedai –minus Akashi- pingsan di tempat, tanpa terkecuali Kuroko yang pingsan dengan posisi nungging.

"Kok pada pingsan? Orang kemarin Sensei bilang kita harus ngehormatin Kartini dengan memakai kebaya .Apa aku salah?" Akashi masang muka watados plus puppy eyes plus senyum –seringaian-. Deskripsi pendeknya, ANEH.

"Akachin, mau obat penenang? Kurasa baik buat Akachin" Oh tuhan, cukup jadikan Akashi baka, jangan bikin Murasakibara yang emang udah baka tambah baka.. Mau apa coba dia nawarin obat penenang?

"Ah, arigatou Murasakibara, tapi, aku sakit apa?" GUBRAK! Kisedai –minus Akashi, Murasakibara, Kuroko- pingsan lagi, tapi langsung bangun setelah Kuroko ngasih mereka hujan lokal –siraman air minum gratis ke muka masing masing-.

"Akashi, kau kenapa-nodayo?!" "Tapi bukan berarti aku peduli atau apa loh ya, hanya ingin tahu" Tsunderenya keluar. Tinggal bilang dikit aja susah amat bang.

"Akashicchi, jangan jadi temannya Ahomine Daki, aku gak mau kapten Teikou jadi Aho kaya dia~" Kise nangis buaya.

"Urusai! Gue bukan Ahomine Daki! Gue kaga Daki-an Baka!" Ahomine ngelempar ring basket(?) ke arah Kise.

"Akachin, jadi minum obat penenang" Kurang ajar, kalau Akashi gak kena bola tadi, mungkin dia mukanya udah merah, ada asap di kepalanya, dan berakhir dengan berita kematian Murasakibara.

"Akashi-kun, kenapa Baka?" kayanya jleb banget kata-kata Kuroko, nusuknya ampe dalem banget kayanya sih.

"Ne~ Akashi-kun, temani aku beli Kebaya seperti Akashi-kun ya~ Oh iya, sanggulnya belajar dari mana?" suara manja Momoi bukan bikin mimisan tapi bikin muntah darah, dalam hati seluruh Kisedai –sekarang Akashi ikut walau di lubuk hati paling dalam, mungkin sekitar 100.000 meter kedalamannya- pasti lagi pengen ngomong 'Najis lu! Momoi/Momoi-san/Satsuki/ Momocchi/Momochin'.

Akashi yang dapet pertanyaan sebanyak itu cuma diem, lagian semua pertanyaan itu adalah pertanyaan –dan pernyataan- paling abnormal yang pernah terdengar, apalagi kata-kata Momoi.

"Oh iya Akashicchi, guntingnya ke mana? Biasanya nyangkut di kantong Akashi" Semuanya langsung ngeliatin Kise dengan tatapan 'kau ingin mati'.

"Kau bodoh-nodayo, bagaimana mungkin Akashi bawa gunting sambil make kebaya, itu sangat aneh-nodayo" Sekarang semuanya ngebayangin Akashi yang ngebunuh orang pake gunting, masih dengan senyum –seringai- punya Akashi, tapi masih kebaya lengkap dengan sanggul dan kosmetik serba pink.

Seketika muka mereka langsung kaya rambut Akashi, nahan ketawa yang kalo lepas ntar susah ngiketnya lagi(?) Abaikan ini, Author bingung.

"Kise-kun, Aku mohon jangan jadi baka," Kuroko menunduk dengan hormatnya, perempatan muncul di kepala Kise, tapi karena yang ngomong Kuroko, dia gak bakal marah, kalo marah juga akhirnya dia yang terbang mengenaskan kena Ignite Pass Kai. Malang sekali nasibmu, khu khu khu~

"Akashi, mumpung pake Kebaya, dangdutan nyok!" Ahomine langsung nyetel musik dari radio yang entah dari mana datengnya, mungkin ada aladin nyasar kali ya?

Akashi malah diem aja, ngangguk-ngangguk kaya kucing pajangan 'itukan bukan diem aja-nodayo?!' Midorima ngebatin baca tulisan barusan. 'Yang penting kan gak ngomong!' Author sama Midorima akhirnya bales batin-batinan(?).

"MUSIK!" Ahomine mutusin hubungan batin(?) antara Author dengan Midorima. Dan seketika itu juga ada pemandangan 'memalukan' yang lebih 'memalukan' dari pemandangan 'memalukan' tadi.

Akashi Seijuuro, dengan kebayanya, goyang oplosan. Semua makhluk di gym melongo, tanpa terkecuali kucing garong yang gak sengaja lewat, kecoa yang baru aja muncul di pojok gym, semut yang lagi latian PBB, serta cicak yang lagi main lama-lamaan nempel di ring basket.

Ahomine nyiapin kamera buat ngerekam kejadian itu dan selanjutnya..

'DUNIA KIAMAT' Semuanya panik, dan langsung ninggalin Akashi yang lagi asik goyang Oplosan sampe gak sadar kalo temen-temennya udah pada ngilang dari gym, nyelametin diri sebelum kiamat terjadi.


Masih gak jelas ya? Maafkan Author karena Author gak bisa bikin genre Humor. Ohya, kayanya Author lupa ngejelasin, Akashi pake kebaya Pink, dengan kain polkadot buat gantiin batik.

Balasan Review yang sangat berharga (lebay)

SKETMachine : Arigatou, cuma kurang panjang ya? Author gak bisa bikin Fanfic panjang-panjang karena otak Author lebih minim dari ekspresi Kuroko (?). Arigatou lagi atas Reviewnya..

.5872682 : Sengaja bikin TBC nanggung, biar pada penasaran walau hasilnya pada biasa aja.

sugirusetsuna : saya suka menistakan para Kisedai~

Arigatou buat yang udah baca, jangan lupa Review :)