Kon'nichiwa, minna~ Chapter sebelumnya kan Nakamura Mika-chan yang buat, kali ini Nakamura Hana-chan yang buat! XD Hehehe... Semoga minna menyukainya~!

LOVE © 3 Honored Gods Girls

Kamichama Karin (Chu) © Koge Sensei

Genre : Romance/Angst/Friendship/Humor

Warning : Alur berantakan, masih banyak typo, dan lain-lain.

Chapter 2 : Kazusa's Plan

~Happy Reading~


"Aku minta maaf..." jawabnya.

"Kazune..." Aku menjedakan kalimatku. "Kenapa..."

"Huh...?"

"Huwa...! Kazune-kun! Kenapa baru kau katakan sekarang...?!" tanya Karin langsung memeluk Kazune.

"UᅳUWAHH...!"

BRAKK!

Karin dan Kazune terjatuh dari tempat tidur.

"Hehh...! Karin! APA YANG KAU LAKUKAN?!" tanya Kazune.

"Huh? Huwa...! Kazune-kun!" Karin langsung memeluk Kazune.

PLUKK!

"Hoi! Apa-apaan ini?!" tanya Kazune.

Ia langsung mendorong Karin dengan keras.

BRUKK!

"Ah!"

"Dengar ya. Sampai kapanpun, aku tak akan pernah mau memaafkanmu!" kata Kazune langsung keluar dari UKS.

Karin bangkit. Air matanya jatuh sehingga membasahi roknya.

"Huhh...! AKU BENCI KAZUNE-KUN...!" teriak Karin.

Karin segera kembali menuju kelasnya.

~Love~

Teng...! Teng...! Teng...!

"Ah, akhirnya waktu istirahat telah tiba. Huam...! Ngantuknya... Hah... Aku harus makan..." kata Karin.

"Karin-chan!" panggil Himeka.

"Huh? Mau apa kau?!" tanya Karin dingin (Hana-chan: OwO).

"Karin-chan, ku moᅳ"

"Jangan dekati aku lagi, Kujo-san!" kata Karin langsung berlari.

"Hah?! Karin-chan! Tunggu...! Ah..."

"Nee, Himeka-sama. Ada apa? Kok mukamu murung begitu?" tanya Kazusa.

"Huhh... ternyata rencanaku gagal..." jawab Himeka.

"Eh? Gagal? Maksudmu rencana apa?" tanya Kazusa.

"Sebaiknya kita jangan bicara disini. Ayo kita ke taman," ajak Himeka.

"Oke," balas Kazusa.

~Love~

"Ohh... jadi begitu. Tapi, kau tentu tidak bisa menyatukan mereka kembali dengan cara seperti itu. Apa saat Karin-sama kembali ke kelas kau tidak lihat raut mukanya? Matanya sembab pula... dia pasti habis menangis karena Kazune-sama kasar padanya," kata Kazusa.

"Jadi, aku harus bagaimana?" tanya Himeka.

"Hm... Ah, aku punya ide," jawab Kazusa.

"Huh? Apa? Apa?" tanya Himeka.

Kemudian, Kazusa berbisik pada Himeka. Selesai Kazusa berbisik, muncullah senyum licik di muka Himeka dan Kazusa.

~Love~

BUKK! BRUKK!

Himeka dan Kazusa membuat Karin menjadi pingsan.

"Selanjutnya Kazune-sama," kata Kazusa.

Himeka mengangguk.


BUKK! BRUKK!

"Gomen ne, Kazune-chan. Sebenarnya ini demi kamu dan Karin-chan," kata Himeka.

Dengan bantuan Yuuki dan Miyon, mereka pun membawa Karin dan Kazune.

~Love~

"Jadi, mau kita kurung dimana?" tanya Miyon.

"Di gudang," jawab Himeka.

Mereka membawa Karin dan Kazune ke dalam gudang. Lalu tangan mereka berdua di ikat dalam 1 tali.

"Baiklah, saatnya mengunci mereka di dalam sini~" kata Kazusa.

"Kalian yakin mau mengurung mereka?" tanya Yuuki.

"Memang kenapa?" tanya balik Himeka.

"Kalau salah 1 dari mereka mau buang air kecil bagaimana?" tanya Miyon.

"Nanti mereka ngompol lagi," kata Yuuki.

"Sudah, biarkan saja," kata Himeka.

Himeka, Kazusa, Miyon dan Yuuki pun meninggalkan gudang itu setelah menguncinya.

~Love~

"Huh? AᅳAku di mana...? DaᅳDAN KENAPA AKU BERSAMA LAKI-LAKI YANG MENYEBALKAN DISINI?!" tanya Karin yang baru sadar.

Karin berusaha untuk melepaskan dirinya dari ikatan itu, tapi tidak bisa.

"Nee! Kazune-kun! Bangun, pemalas!" kata Karin.

"HuᅳHuhh...? Sudah pagikah...?" tanya Kazune.

"DASAR PEMALAS!" bentak Karin.

"Hahh...? APA KAU BILANG?!" bentak balik Kazune.

"Lagian! Apa yang kau lakukan?! Kenapa kedua tanganku dan tanganmu bisa terikat?! Kau pasti sengaja melakukan hal ini!" tuduh Karin.

"Enak saja! Justru ini pasti rencanamu! Kau ingin berbaikan denganku dengan cara seperti ini? Huh, rencana terburuk yang pernah ada," ejek Kazune.

"Jangan menuduhku sembarangan ya, tuan pintar. Siapa yang mau berbaikan denganmu dengan cara seperti ini? Heh," kata Karin.

"Uhh...! Terus gimana, dong? Jangan hanya bisa megeluh saja, pikir dong. Dasar idiot," ejek Kazune.

"APA KAU BILANG?! Enak saja aku di bilang idiot! Mentang-mentang kau pintar kau sombong sekali!" balas Karin.

"Ah...! Sudah, jangan bicarakan itu terus. Cerewet," ejek Kazune lagi.

"Huhh...!"

~Love~

"Himeka-chan, apa kau kira Kazune-sama dan Karin-sama tidak akan kelaparan setelah bangun?" tanya Kazusa.

"Biarkanlah... nanti kan mereka pingsan, lalu mereka akanᅳ"

"Apa?! Himeka-sama, apa kau gila mau melakukan hal seperti itu kepada mereka berdua?! Kasihan Karin-sama masih berumur SMP. Itu bisa mengganggu otaknya dan bunuh diri. Aku harus segera membebaskan mereka!" kata Kazusa langsung pergi menuju gudang.

"Eh?! Tunggu, Kazusa-chan! Bukan begitu maksudku! Kazusa-chan!" panggil Himeka.


BRAKK!

"Kazune-sama! Karin-sama! Aku datang untuk..."

"Huh? Kazusa?"

"Huwa...! Kazune-sama! Karin-sama! Syukurlah, kalian baik-baik saja!" kata Kazusa sambil memeluk Karin dan Kazune serta menangis.

"Nee, Kazusa-chan. Maksudmu apa?" tanya Karin.

"EᅳEh..."

"Kazusa-chan!" panggil Himeka.

"Huh? Himeka-sama?"

"Aku bilang bukan tentang itu! Maksudku, mungkin mereka akan berbaikan kembali dan bekerja sama! Kau ini, pikiranmu bagaimana sih, Kazusa-chan?!" tanya Himeka.

"EᅳEh... JaᅳJadi, begitu ya..."

Kazusa langsung melihat muka Karin dan Kazune. Raut muka mereka langsung menampakkan akan berbuat sesuatu kepada Kazusa.

"Hahh... Kazusa-chan..." Himeka menggeleng-gelengkan kepalanya.

"KAZUSA!"

~Love~

KRINGG...! KRINGG...!

Karin segera mematikan alarmnya. Dia segera beranjak dari tempat tidur dan mandi.

"Ahh... Semalam adalah malam terburuk yang pernah ada.." keluh Karin.

Karin pergi menuju dapur dan membuat sarapannya sendiri.

"Tapi..., menyenangkan juga. Bisa bersama dengan Kazune-kun..." kata Karin sambil tersenyum.

Tak lama, pipi Karin bersemu merah.

"AᅳApa yang ku ucapkan tadi?! Ah, sudahlah, Karin-chan! Lupakan dia! Lupakan si pemuda menyebalkan itu. Huh, sebaiknya aku cepat ke sekolah," kata Karin langsung memakai sepatunya dan pergi ke sekolah.


To Be Continued

.

.

Review?


Ah, akhirnya selesai juga membuat chapter 2 ^^

Ingat ya, yang membuat chapter ini adalah Nakamura Hana

Selanjutnya, Nakamura Mika atau Nakamura Miyuri ya yang membuatnya...? :D