Title: The Leader And Me

Author: kyoonel0472

Main Casts: HunHan

Other Casts: Baekhyun, Chanyeol, Kai

Genre: School life, Drama, gaje-_-

Length: Chapter

Disclaimer: Semua casts diatas itu milik Tuhan dan keluarganya. Saya hanya meminjam mereka karena merekalah yang ingin saya pakai untuk ff saya(?).

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"A-akh! Sehun..pelan-pelan! Tanganku sakit ini..awhh" Ringis Luhan sedari tadi tangannya dicengkram kuat oleh Sehun namun tak diindahkan oleh pria dingin itu. Sehun terus saja menyeret Luhan dengan cepat. Sampai akhirnya mereka sampai disuatu tempat.

BRAKK

Pintu gudang itu dibuka secara kasar oleh Sehun.

SRETT

Sehun mendorong tubuh Luhan secara kasar hingga Luhan nyaris terjatuh. Akhirnya tangan Luhan dapat terbebas juga dari cengkraman tangan sialan Oh Sehun.

"Awwhh..tanganku lecet lagi..aduh gimana ini..awwhh.." Ringis Luhan sambil meniup-niup pergelangan tangannya yang lecet akibat ulah Sehun.

BRAKK

Pintu gudang itu tertutup lagi. Dan tanpa Luhan sadari, kunci tersebut sudah masuk kedalam saku celana Sehun. Sehun menyeringai dan menatap tajam kearah Luhan yang berada ditengah ruangan. Luhan masih belum sadar juga saat ini dia ada dimana karena ia masih sibuk mengurusi tangannya yang lecet.

"E-eh? Oh Sehun? Kita ada di- oh astaga! A-apa?! Kita berada digudang?!" seru Luhan heboh saat menyadari bahwa ia berada digudang. Sehun hanya diam saja sambil terus mendekat kearah Luhan tanpa melepas seringaiannya.

"K-kau..kau mau apa huh?" Ucap Luhan panik saat dirasa Sehun semakin mendekat kearahnya.

"Mau apa katamu? Hey, pertanyaan macam apa itu?" Jawab –atau Tanya– Sehun.

"Untuk apa kau membawaku kesini? Ke gudang?" Tanya Luhan cepat. Sehun mendengus kesal mendengar pertanyaan bodoh dari Luhan. Mengapa ia membawa Luhan ke gudang? Tentu saja karena ingin memberimu hukuman, bodoh! Geram Sehun dalam hati.

"Menurutmu? Apa kau lupa dengan ini? Hmm?" Ucap Sehun seraya menunjukkan seragamnya yang masih kotor akibat kejadian "tumpahnya ddeokbokki Luhan" dikantin tadi. Luhan yang melihat seragam Sehun langsung menciut.

"A-ah..anu..ehmm..a-aku ak-" Ucapan Luhan terpotong karena intrupsi Sehun. "Aku akan memberimu hukuman, jadi kau tidak dapat menolaknya bukan? Dan aku ingin kau melakukannya tidak dengan terpaksa!" Ucap Sehun tajam. Sehun terus saja melangkahkan kakinya mendekati Luhan.

Perlahan Luhan melangkahkan kakinya mundur. "N-ne. Kau tenang saja, a-aku akan menerima apapun hukuman darimu." Jawab Luhan gugup. Sehun semakin menyunggingkan seringaiannya.

"Memang harusnya seperti itu." Balas Sehun santai. Luhan merutuki tembok sialan yang menabrak punggungnya. Langkahnya jadi terhenti, sedangkan jaraknya dengan Sehun hanya tinggal tiga jengkal saja.

"Tak perlu gugup seperti itu, Luhan." Ucap Sehun ketika dirinya sudah tepat berada didepan Luhan. Luhan kaget setengah mati. Bagaimana tidak? Seorang Oh Sehun mengetahui namanya?! Luhan bukanlah murid popular disekolah, ia adalah murid biasa-biasa saja dan lagipula Luhan tidak kaya, tapi mengapa bias seorang Oh Sehun mengetahui namanya? Luhan tak habis pikir.

"Kau akan merasakan pengalaman baru bersamaku, aku tahu kau adalah namja polos dan bodoh." Ucap Sehun santai. Luhan hanya dapat membulatkan matanya karena pernyataan Sehun yang mengatainya "bodoh".

"Yak! Kata siapa aku bodoh, huh?! Apa kau tidak tahu, kemarin aku mendapat nilai A+ untuk pelajaran kimia. Dan kau..pasti kau mendapat nilai E-." Ucap Luhan meremehkan. Sehun mendengus kesal mendengar ucapan tak berarti Luhan.

"Sudah cukup basa basinya, aku sudah tidak tahan." Ucap Sehun cepat tangan Sehun langsung menarik dagu Luhan dan mulai mencium bibir mungil tersebut dengan kasar. Luhan yang mendapat perlakuan seperti itupun hanya dapat membulatkan matanya kaget. Apa-apaan dia, ini adalah ciuman pertamanya! Selama ini Luhan selalu menjaga salah satu asset terpentingnya itu untuk dijamah oleh orang yang hanya ia cintai. Tapi sekarang?!Oh Sehun yang sialan itu mencium bibirnya dengan sangat tidak sopan. Apa-apaan dia?! Luhan meronta-ronta agar Sehun melepas pagutannya dibibir Luhan. Namun Sehun malah menarik tengkuknya agar ciumannya semakin dalam. Kedua tangan Luhan yang bebas itu pun menjambak rambut Sehun sekuat tenaga dan akhirnya usaha Luhan berhasil,ciumannya terlepas.

"Haaahh..hah..hahh.." Nafas Luhan terengah-engah seperti habis lari marathon. Wajahnya pun merah padam. "Apa yang kau lakukan hah?!" Seru Luhan marah saat ia sudah bias mengatur nafasnya. Sehun mengeraskan rahangnya pertanda ia sedang marah besar. "Apa yang kau lakukan katamu?" Tanya Sehun geram tepat diwajah Luhan. Seketika Luhan merinding mendengar ucapan Sehun dan disertai tatapan tajam darinya.

"Dengar." Ucap Sehun mencoba bersabar. "Aku itu sedang memberimu hukuman. Jadi kau diam saja, tak usah menolak bodoh! Sekarang, aku ingin kau melakukan apa yang tadi aku lakukan padamu. Cepat. Se-ka-rang!" Ucap Sehun tegas. Luhan yang mendengarnya hanya dapat melongo. "Ma-maksudmu a-apa, Sehun?" Tanya Luhan tak yakin.

"Masih bertanya maksudku apa?! Kau ini bodoh atau bagaimana sih?!" Ucap Sehun kesal. Tiba-tiba saja Sehun menjambak rambut Luhan hingga wajah Luhan terdongak dan langsung berhadapan dengan wajahnya. "Cium aku seperti aku menciummu tadi. Dan kau harus melakukannya dengan ganas. Mengerti?" Ucap Sehun tegas sambil terus menjambak rambut Luhan. "N-ne..Sehun..kumohon..lepas..rambutku sakit.." Ringis Luhan. Sehun berdecak kesal.

"Awas saja kalau sampai kau tidak melakukannya dengan ganas, aku tidak akan segan-segan untuk menjambak rambutmu hingga tak tersisa sehelai benang pun!" Ucap Sehun. Luhan yang mendengarnya bergidik ngeri. Ia tidak mau hal menjijikan itu terjadi. Luhan pasrah. "N-ne..aku akan menciummu! Sekarang kumohon lepaskan rambutku Sehun.." Ucap Luhan memohon.

Sehun pun melepaskan cengkramannya dirambut Luhan. Luhan mengacak rambutnya sebentar. "Cepat lakukan." Ucap Sehun tak sabar. Luhan pasrah, ia harus menuruti perintah Sehunkalau tidak mau sesuatu yang buruk menimpanya. Perlahan Luhan mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Sehun. Karena Sehun lebih tinggi, terpaksa Luhan harus berjinjit untuk menempelkan bibirnya ke bibir Sehun. Luhan mulai memejamkan matanya saat bibir mereka akan bertemu.

Satu detik

Dua detik

Ti-

Hangat dan basah. Bibir Luhan sudah sepenuhnya menempel dibibir tipis Sehun. Luhan masih memejamkan matanya tidak tahu harus berbuat apa. Sedangkan Sehun mati-matian menahan hasratnya untuk mendorong tengkuk Luhan. Ia jaga imej. Kedua tangan Luhan terulur untuk mengalungkannya di leher putih Sehun. Perlahan tapi pasti ia mulai melumat bibir Sehun dengan lembut. Ia lumat bibir tipis itu atas dan bawah secara bergantian. Tetap tidak ada respon dari sang empunya. Luhan yang kesal pun mulai melumat bibir Sehun secara kasar dan penuh gairah. Dihisapnya bibir Sehun kuat-kuat dan terus dilumat secara kasar. Luhan terus saja menggelengkan kepalanya kekanan dan kekiri, tak lupa tangannya tak henti mendorong tengkuk Sehun agar ciumannya semakin dalam dan dalam.

Sehun sudah tidak kuat lagi menahan nafsunya untuk tidak membalas ciuman "ganas" dari Luhan. Dengan cepat tangan kirinya menarik tengkuk Luhan dan tangan satunya lagi memeluk pinggang Luhan posesif. Sehun memakan rakus bibir mungil Luhan. Ia lumat, hisap dan menggigiti kecil bibir tersebut. Tangan Luhan berpindah ke rambut Sehun. Dijambaknya rambut cokelat itu agar pagutan mereka semakin dalam. Sehun berusaha membuka mulut Luhan dengan belaian lidahnya. Bibir Luhan terbuka sedikit, pada kesempatan itulah dengan cepat lidah Sehun memasuki goa hangat milik Luhan. Lidah mereka saling beradu dan bergulat. Tentu saja Sehun yang mendominasi perpagutan liar mereka. Melilit lidah dan bertukar saliva. Tak terhitung berapa kali Luhan mendesah. Lidah Sehun menyapu langit-langit goa Luhan dengan lembut dan itu membuat Luhan mendesah hebat. Suara kecipak terdengar jelas digudang ini.

Setelah hampir dua puluh menit berciuman panas, pasokan oksigen mulai menipis. Luhan dengan kasar mendorong dada bidang Sehun. Dan terbentanglah benang saliva yang entah milik siapa itu.

"Haahh..haahh..haaahhh…" Nafas Luhan tersenggal-senggal. Wajahnya sangatlah merah dan bibir mungilnya pun membengkak cukup parah. "Kau pintar juga ternyata,aku tidak menyangka." Ucap Sehun santai sambil menghapus lelehan saliva disudut bibirnya. Wajah Luhan langsung merona hebat mendengar perkataan Sehun. Ia juga tidak menyangka apa yang telah ia lakukan tadi.

"Jangan kau pikir hukumanmu sudah berakhir, Luhan." Ucap Sehun mulai mendekatkan wajahnya lagi. Luhan menelan ludahnya kasar. "Ma-maksudmu?" Tanya Luhan takut. "Hukuman macam apa yang akan kau berikan lagi padaku, Sehun?" Sambungnya. "Anggap saja tadi pemanasan, bisa dikatakan ini bukan hukuman, melainkan pengalaman khusus untukmu, sayang." Bisik Sehun tepat ditelinga Luhan.

Sehun mulai menciumi daun telinga Luhan. Luhan yang mendapat perlakuan seperti itu hanya dapat diam sembari menggigit bibir bawahnya menahan desahan. Ia tahu ini merupakan salah satu hukuman dari Sehun. Merasa tak ada penolakan, Sehun mulai menjilati telinga kanan Luhan. Tangan kanan Luhan mencengkram bahu Sehun kuat-kuat."Tak usah ditahan, sayang. Keluarkan saja desahan seksimu itu." Ucap Sehun disela-sela kegiatannya. Luhan yang mendengarnya hanya dapat memejamkan mata dan akhirnya mengeluarkan desahannya

"Sshh..ahhh…" Desah Luhan tertahan saat Sehun mulai menggigiti kecil daun telinganya. Setelah puas dengan telinga Luhan, bibir Sehun pun turun ke ceruk leher Luhan. Ia mulai mencium dan mengendusi leher putih nan jenjang itu. Sehun menghirup kuat-kuat aroma strawberry mint yang menyeruak dari leher Luhan. Perlahan Sehun mulai menggigit dan menghisap kecil leher Luhan. Luhan merasakan sensasi tersendiri ketika lehernya digigit dan dihisap kuat-kuat oleh Sehun. Terciptalah bercak merah keunguan hasil karya Oh Sehun. Sehun mengulanginya lagi dan lagi dibeberapa tempat. Luhan terus saja mendongakkan kepalanya dan menggelengkan kekanan kekiri merasakan kenikmatan yang diberikan Sehun. Tak henti-hentinya pula tangan Luhan terus menjambak rambut Sehun agar semakin dalam dan dalam lagi.

"Nngghh..Sehunnhh..ini nikmathh sekaliihh.." Desah Luhan saat tangan kiri Sehun dengan nakal mencubit nipplenya dari luar. Bibir Sehun pun turun ke dada Luhan (yang entah sudah kapan kemeja Luhan terbuka). Dan kini Luhan half-naked. Sehun mulai memberi kissmark didaerah dada Luhan. Tangan kirinya dipakai untuk memilin nipple kanan Luhan sedangkan tangan satunya ia gunakan untuk meremas lembut penis Luhan yang masih terbungkus celana itu. Luhan hanya bisa mendesah desah tak tahu diri ketika Sehun memberinya tiga service sekaligus. "Aaahh..sehuunnhh…sshhhh…" Racau Luhan tak jelas. Kepalanya makin terdongak.

Bibir Sehun mulai mengulum nipple kiri Luhan. Menggigitnya kecil lalu menghisapnya kuat. Sehun mengulum nipple kanan dan kiri Luhan secara bergantian. Sudah puas dengan nipple Luhan, kini bibir Sehun turun ke daerah perut dan pusar Luhan. Ia memasukkan lidahnya dipusar Luhan yang tentu saja membuat sang empunya menggelinjang kegelian. Lidah Sehun terus menari-nari diarea pusar Luhan. Setelah cukup puas menggoda Luhan, Sehun menghentikan remasannya di penis Luhan. "Ck! Aahhh..sehuunnhh kenapa berhenti huuh.." Racau Luhan frustasi, entah mengapa ia sangat senang ketika penisnya diremas oleh Sehun.

"Tak sabar, eh?" Ucap Sehun sambil terkekeh. Kini Sehun berlutut dihadapan Luhan. Wajahnya ia sejajarkan dengan penis Luhan. Perlahan ia mulai melepas ikat pinggang Luhan, kemudian diturunkannya resleting celananya, setelah itu boxernya dan yang terakhir celana dalam Luhan. Ia sudah melihat bahwa penis mungil Luhan sudah mengeluarkan precum dan jangan Lupakan penis mungil Luhan yang tegak itu membuat Sehun harus meneguk ludahnya kasar.

"A-apa yang akan kau lakukan, Sehun?" Tanya Luhan ragu. Tanpa memerdulikan pertanyaan Luhan, Sehun sudah melepas satu-satunya kain yang ada ditubuh Luhan itu. Dan sekarang Luhan full naked. Nafas Sehun menjadi lebih berat ketika wajahnya sudah disajikan dengan penis mungil mengacung milik Luhan. Sehun menggeram pelan sebelum akhirnya tangan kanannya meraih penis mungil itu dan membuat Luhan mendesah "ssshhh…"

"Ugh..penismu sedang-sedang saja Luhan, tak kecil dan tak besar juga. Tapi aku menyukainya." Ucap Sehun jujur. Luhan yang mendengar ucapan Sehun merona hebat. Ia mati-matian menahan desahannya ketika tangan Sehun mulai meremas penisnya dengan lembut. "Sudah kubilang jangan ditahan, sayang. Keluarkan saja desahan erotismu itu hmm.." Ucap Sehun santai. "Ahhh…ngghhh…remas lebih kuat lagiihh ssshhh…" Desah Luhan tak sabar. Sehun yang mendengar desahan Luhan terkekeh pelan dan ia mulai memperkuat remasannya di penis Luhan.

"Ohh..yeahh seperti itu hmmmhh…" Desah Luhan sambil terus memejamkan matanya dengan kepala yang semakin terdongak. Tangan Sehun yang satunya pun tak tinggal diam, dengan jahil ia meremas kuat bokong seksi nan kenyal milik Luhan yang membuat sang empunya menggelinjang. Tanpa aba-aba, Sehun langsung memasukkan penis Luhan kedalam mulutnya. Luhan yang awalnya tersentak mulai menikmati belaian halus lidah Sehun yang dengan lihai membasahi penisnya. Sehun menghisap kuat-kuat penis Luhan dan sesekali menggigitnya, tak lupa Sehun juga memainkan twinsball imut milik Luhan. Sehun terus memaju mundurkan kepalanya.

"Sssshhh..ahhh…nggghhh sehuunhh..deeper babyyhhh..hnngghh.." Racau Luhan frustasi sambil terus menjambak rambut Sehun. Sehun nyaris tersedak karena penis Luhan hampir menyentuh tenggorokkannya. Sehun terus mempercepat kulumannya pada penis Luhan. "Sehunhh..a-aku….AHHH~~" Luhan menumpahkan cairannya yang terbilang cukup banyak itu kedalam mulut Sehun. Sehun dengan senang hati menghabisinya. Ia hisap dan jilat penis Luhan yang mulai melemas itu. Luhan kaget ketika Sehun tiba-tiba saja berdiri dan menciumnya. Ternyata Sehun ingin berbagi cairan miliknya. Setelah dirasa habis, Sehun melepas ciuman mereka.

"Rasanya manis bukan? Hmm?" Tanya Sehun menggoda Luhan. Luhan hanya diam tak bergeming, ia bingung mau jawab apa. "Sekarang aku ingin kau melakukan hal yang tadi aku lakukan padamu, sayanghh." Bisik Sehun posesif ditelinga Luhan. Luhan membulatkan matanya."M-mwo?" Tanyanya. Dengan cepat Sehun membalik tubuh mereka. Kini Sehun lah yang bersandar ditembok. Perlahan Sehun mulai membuka almamater, kemudian kancing kemejanya dan sekarang Sehun half-naked. Pipi Luhan merona melihat badan atletis milik Sehun. Dengan cepat ia langsung memalingkan wajahnya kearah lain. Sehun yang menyadari sikap Luhan pun terkekeh geli. Tangannya terulur meraih dagu Luhan untuk melihat kearahnya.

"Tak usah malu seperti itu, sayang. Sebentar lagi kau akan melihat asset paling berharga milikku, kau tahu." Ucap Sehun santai. Luhan meneguk ludahnya paksa. "Nah, sekarang aku ingin kau membukakan celanaku. Sudah sesak ini." Ucap Sehun tak sabaran. Mata Luhan teralih melihat sesuatu diantara selangkangan Sehun yang menggembung. Ke-kenapa besar sekali?! Tanya Luhan dalam hati. "Ughh..cepatlah, Luhan." Ucap Sehun mengintrupsi pandangan Luhan. Luhan pun mengangguk. Perlahan ia berlutut sejajar dengan penis yang 'sepertinya' sangat besar milik Sehun. Dibukanya ikat pinggang itu, resleting celananya, boxer, dan yang terakhir celana dalam Sehun.

Luhan hanya dapat menganga ketika penis tegak milik Sehun mengacung mengenai hidungnya dan ujung penis Sehun itu sudah mengeluarkan precum. "Tunggu apalagi, hm? Cepat kulum. Aku tak butuh basa-basi." Ucap Sehun datar. Luhan mengangguk paham. Dengan ragu tangan kanannya ia pakai untuk meraih penis Sehun dan dengan perlahan ia mulai memasukkan penis besar Sehun kedalam mulutnya. Ya, hanya setengah penis Sehun yang dapat masuk kemulutnya. Entah penis Sehun yang kebesaran atau mulutnya yang terlalu kecil.

Luhan mulai mengulum penis Sehun. Lidahnya bermain main disana dan sesekali ia gigiti penis Sehun gemas. Sehun hanya mendesis keenakan karena Luhan yang menurutnya terlalu polos. Luhan sudah mulai terbiasa dengan penis besar Sehun. Ia semakin memaju-mundurkan kepalanya dengan semangat, tak lupa tangan kanannya mengocok cepat setengah penis Sehun yang tak masuk kedalam mulutnya dan tangan yang satu lagi memijat-mijat lembut twinsball Sehun. Sehun hanya dapat mendesah keenakan dan terus saja mendongakan kepala dan menjambak rambut Luhan hingga Luhan nyaris tersedak karena penis Sehun berkali-kali menghantam tenggorokannya. "Lebih cepat lagi sayangghh..ngghhh…" Desah Sehun frustasi saat dirasa klimaksnya hamper sampai sebentar lagi.

Luhan terus mempercepat kuluman serta kocokannya pada penis Sehun. "Aku akan keluarrhh…" Racau Sehun.

Tinggal menghitung detik saja Sehun akan klimaks

Satu

Dua

Ti-

BRAKK

HENING

Mata Sehun melotot tajam saat ia tahu siapa 'pembuka-pintu-gudang-sialan' itu. Hancur sudah dirinya. Gagal sudah ia klimaks. Perlahan penis Sehun pun mulai melemas dimulut Luhan tanpa mengeluarkan benihnya. Luhan mengerjapkan matanya bingung. "Se-sehun? Ada apa?" Tanya Luhan dengan tampang watadosnya dengan mulut yang masih tersumpal penis lemas Sehun. "SIALAAANNN! BRENGSEK KALIAN, KIM JONG IN, PARK CHANYEOL! DASAR BAJINGAN! MATI SAJA KALIAN, KEPARAT!" Teriak Sehun yang begitu fantastis hampir sama dengan teriakan maha dahsyat guru Kim. Penis Sehun pun sudah sepenuhnya terlepas dari jangakauan mulut Luhan ketika ia teriak. Luhan membulatkan matanya. Apa tadi kata Sehun? Kim Jong In? Park Chan Yeol? Mereka kan gang nya Sehun..terus? Ohh.. Hah?! Apa?! Kim Jong In? Park Chan Yeol?! Mereka ada disini dong?! Mati saja kau Luhan, ucap Luhan dalam hati.

"E-eh..hai Sehun…Luhan.." Ucap salah satu diantara mereka. Tak perlu ditanya siapa orangnya, jelas saja itu Park Chanyeol. Chanyeol idiot? Menyapa seolah tidak terjadi apa-apa barusan. DIA MENGGAGALKAN KLIMAKS SEHUN, KAU TAHU?! Itu adalah suatu hal yang teramat parah. Chanyeol sendiri tak kuasa membayangkan apa yang akan terjadi dengannya dan Kai nanti. Sementara Kai masih membeku diposisinya, yaitu menganga lebar dengan mata membulat yang terarah kearah penis lemas Sehun.

"A-anu..Se-sehun..kau dan Lu-luhan dipanggil guru Jane tadi." Ucap Chanyeol terbata-bata. Ia sungguh keringat dingin sekarang. Luhan yang mendengar dengan jelas itu benar-benar suara Chanyeol pun langsung meneguk ludah paksa. Dengan perlahan ia membalikkan tubuhnya. Dan..

TADA!

Beneran Chanyeol dan Kai ternyata-_-. Chanyeol melongo melihat Luhan naked dengan penis yang menggantung imut. Mata kai juga beralih pada Luhan. Tak lama kemudian Kai dan Chanyeol bertatapan. "Ta-tadi aku dan Kai disuruh oleh guru Jane mencari kalian, kerena kalian tidak ada saat jam pelajarannya. Aku dan Kai sudah mencari kalian kemana-mana. Sampai akhirnya-" Ucapan Chanyeol terpotong karena ucapan Sehun

"AKHIRNYA APA HAH?! AKHIRNYA KAU DAN KAI MENCARI KAMI DIGUDANG DAN MENDOBRAKNYA TANPA RASA BERSALAH TANPA MENGETAHUI APA YANG SEDANG TERJADI DIDALAM GUDANG?! KALIAN KENAPA SIALANSEKALI SIH?! KALIAN ITUMENGGAGALKAN KLIMAKSKU SAAT LUHAN SUDAH DENGAN BENAR DAN BAIK MEMANJAKAN PENIS SEKSIKU INI. TAPI TIBA-TIBA KALIAN DATANG DAN MENGHANCURKAN SEGALANYA, BRENGSEKK!" Seru Sehun heboh dan kesal. Kai dan chanyeol hanya dapat menggaruk tengkuk mereka yang sebenarnya tidak gatal itu.

"Maafkan kami Sehun ka-" "KAMI APA HAH?! MAAF MAAF APA KATAMU?!" Potong Sehun cepat saat Kai ingin menyampaikan pendapatnya. "Ck! Dasar sialan! Akan kubunuh kalian nanti. Lihat saja." Ucap Sehun tajam. Dengan cepat Sehun memakai seragamnya kembali dan tak lupa ia juga memakaikan seragam Luhan. Tak perduli sekarang malah seragamnya lebih kotor daripada dikantin tadi. Luhan sudah sepenuhnya sadar. Ia malu juga tadi penisnya dilihat oleh Kai dan Chanyeol. "Kajja, Lu. Kita ke ruangan guru Jane." Ajak Sehun saat mereka sudah berpakaian lengkap. Luhan hanya mengangguk pasrah. Sehun menggandeng tangan Luhan posesif.

Ketika melewati Kai dan Chanyeol aura tak enak mulai menyergapi keduanya. "Lihat saja pembalasanku nanti, brengsek." Desis Sehun tajam. Sehun dan Luhan pun sudah benar-benar keluar dari gudang. Kini tinggal Kai dan Chanyeol saja.

"Bagaimana ini…nasib kita berada diujung tanduk yeol." Ucap Kai lemas. "Kau sih pake acara mendobrak pintunya segala!" Omel Kai. "Aku kan tidak tahu kalau Sehun sedang 'bermain' dengan Luhan, jadi jangan salahkan aku dong!" Balas Chanyeol membela diri. "Ya terserah kau lah, yang penting berdoa saja untuk keselamatan kita nanti. Kajja kita kekelas." Ucap Kai pasrah dan dibalas anggukan oleh Chanyeol.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

EKHEM

EKHEM

EKHEM

UHUK (?)

HAI HAAAAIIIIIIIIIIII~~~~~ MASIH PADA INGATKAH KALIAN DENGAN FF ABAL INIIHH? MAAF YANG SEBESAR BESARNYA BUAT READERS YANG NUNGGUIN NIH FF ABAL…BARU BISA AKU LANJUT SEKARANG ;;;;;A;;;;;

Pastinya ada alesan dong kenapa chapter 2 nya baru bisa lanjut sekarang huhuu T.T

Jadi gini, waktu itu aku udah nulis nih ff setengahnya kan nahh pas kebesokannya pengen diaplod TERNYATA netbook aku RUSAK GITUUU T.T terus lamaaa kan ya nungguin beli laptop. Itu juga netbooknya aku service dulu..pas udah ada laptopnya..sumpah deh magerrr bgt lanjutin ff nya-_- apalagi ini KURIKULUM 2013 MEENNN aku sibukk banget bangeettt ama yang namanya tugas hA-_- terus juga kenapa lama dilanjut gara2 author terkena efek GALAU MAKZIMAL GARA GARA GANONTON TLP INA HIKZZZ ini aja aku bikin ulang loh dari yang udah aku bikin di netbook tadinya mau nungguin sampe netbooknya bener disservice biar gabikin 2 kali ffnya, tapi kayaknya kelamaan deh-_- kasian juga readers yang udah nungguin kelanjutan ff ini /PEDE BAT LOE EWHH/ hehe..jadi apakah alas an diatas sudah cukup dimengerti oleh kalian? /gaaa/ oke fix-_- udahlah ya, udah kejawab kan tuhhh Sehun ngapain Luhaann? Wkwk xD aku juga gatenang sih kalo nunda-nunda ff ini terus-_-

READERS YANG BAIK DAN OENYOE TOLONG REVIEW DONG YAA…YANG UDAH REVIEW DI CHAPTER SATU MONGGO REVIEW LAGI ATUH :3

SEKALI LAGI

AUTHOR MINTA MAAF

ATAS KETERLAMBATAN (BANGET)

SAMA FF INI :^)

DAN MOHON MAAF

APABILA CHAPTER INI TIDAK MEMUASKAN :^)