PART 2

AUTHOR POV

'Cklek cklek krek'

"Ah akhirnya terbuka juga." batin Chanyeol. Dia segera memutar kenop pintu dan menelusupkan tubuhnya masuk ke dalam kamarnya.

Yang pertama dia lihat adalah seorang namja kecil yang sedang terduduk di sofa kamarnya sambil menatap takut-takut kearahnya. Chanyeol sedikit terkejut saat mengetahui keberadaannya disana, namun Chanyeol berusaha untuk menyambutnya dengan hangat.

"O-oh annyeonghaseyo, kau sudah sampai? Aku menunggu kedatanganmu." Chanyeol mengulas senyum kearah Baekhyun sementara tangannya menutup pintu kamar.

Mengetahui Chanyeol yang menyambutnya hangat, Baekhyun langsung mengulum senyum membalas tatapannya, "Ah, annyeonghaseyo. Byun Baekhyun imnida~"

"Sepertinya kau sedang melihat-lihat kamar barumu ini ya? Bagaimana? Kau suka kamarnya?" Chanyeol mengoceh panjang, disisi lain ia juga ingin membuat suasana menjadi tidak canggung dengan mengajak ngobrol si namja kecil itu.

Chanyeol membuka kulkas untuk mengambil botol air mineral dingin dan mengambil dua cangkir gelas dari nampan yang ada diatas meja makan. Setelahnya ia menghampiri sofa dan meletakkan botol dan gelas di meja ruang tengah.

"Gomawo..." ucap Baekhyun malu-malu. Setelahnya Baekhyun langsung membenarkan posisi duduknya, membawa pandangan matanya kearah Chanyeol. "Kamar ini bagus, aku nyaman berada disini. Dan aku juga sangat berterima kasih kepadamu karena kau telah menerimaku disini dengan baik." Baekhyun tersenyum.

"Ah hahaha. Tidak perlu seperti itu, memang itu tugasku sebagai teman sekamarmu bukan? Aku harus menyambut teman kamarku dengan baik juga." Chanyeol terkekeh pelan.

Tiba-tiba Chanyeol menjulurkan tangannya ke depan Baekhyun, membuat Baekhyun kaget dan memandang Chanyeol penuh tanya. "Oh iya, kenalkan. Aku Park Chanyeol. Aku sampai lupa mengenalkan diriku padamu hahaha."

Baekhyun tertawa kecil melihat tingkah laku namja jangkung di depannya. Lalu ia sambut uluran tangan Chanyeol, Chanyeol menggenggam tangan Baekhyun dan menggoyang-goyangkan sedikit tangan mereka yang saling menggenggam itu. "Senang berkenalan denganmu." Baekhyun tersenyum lagi, senyuman yang kesekian kalinya untuk Chanyeol.

Mereka saling berbagi senyuman dan tiba-tiba Baekhyun sadar, tangan mereka masih menggenggam satu sama lain. "Ehm." Baekhyun melirik genggaman tangan mereka lalu beralih memandang Chanyeol lagi.

Mendengar dehaman Baekhyun membuat Chanyeol terkesiap salah tingkah, apalagi di tambah dengan wajah Baekhyun yang sudah merah membuatnya menjadi malu sendiri. Ia segera melepas genggaman mereka, mata Chanyeol tak berhenti-hentinya melihat ke sekeliling atap kamar mencoba untuk menyembunyikan raut malu di wajahnya.

Suasana canggung kembali membendung diantara mereka. Kali ini Baekhyun yang tak tahan dan akhirnya ia memutuskan untuk mencari topik pembicaraan lebih dulu. "Hm, Chanyeol. Mengapa kau menggantungkan banyak sekali origami diatas sana?" Tangan Baekhyun menunjuk-nunjuk ke atas namun pandangannya masih menatap Chanyeol.

Chanyeol menatap Baekhyun sejenak lalu mengalihkan pandangannya ke gantungan-gantungan origami diatas mereka. "Oh, itu karena aku suka membuat kreasi dari origami. Agar karya-karya ku tidak dibuang oleh petugas yang bersih-bersih, lebih baik aku jadikan hiasan kamar saja. Lagipula, origami-origami itu bagus kan untuk digantungkan disana?"

Baekhyun mengalihkan pandangannya ke atas. "Bagus juga. Tapi itu terlalu banyak, menurutku sih."

Chanyeol tertawa, "Ah tapi kan bagus."

"Kau belajar dari siapa membuat kreasi dari origami-origami itu?" Tangan Baekhyun mengambil cangkir yang berada di meja dan menuangkan air mineral dingin ke dalamnya. Lalu ia menyesapnya, matanya masih melirik Chanyeol yang sedang berbicara.

"Sejak aku bertemu teman kecilku yang suka membawa origami ke sekolah. Dia yang mengajakku berkreasi dengan origami, setiap hari pasti ada saja bentuk origami yang kami buat bersama. Dia juga selalu rajin membawa buku panduan origami, dari situ kami belajar bersama. Dan sampai sekarang, aku masih suka bermain origami untuk mengisi waktu luang. Walaupun tidak semua cara aku ingat sih, jadi ku buat seadanya saja."

Baekhyun mengerjap-ngerjapkan matanya, "Woah, temanmu baik sekali Yeol. Dia mau berbagi origami denganmu. Padahal setahuku, harga origami itu lumayan loh." Mendengar respon Baekhyun, Chanyeol melirik Baekhyun dengan raut muka yang agak sinis dan ia melipat tangannya di depan dada, "ah maksudmu aku tak mampu beli origami? Begitu?"

Baekhyun langsung menggeleng cepat. Matanya melebar, kaget. "Ti-tidak! Bukan itu maksudku! Kau salah paham!"

Chanyeol tertawa. Kalau dilihat-lihat Baekhyun lucu juga disaat ia panik seperti ini. Matanya yang kecil berusaha membulat karena kaget. Oh, man. Itu imut sekali. "Ah, kau ini berlebihan sekali. Aku hanya bercanda Baekhyun-ssi." Cibiran Chanyeol membuat Baekhyun menggambil bantal yang berada di dekatnya lalu ia lemparkan tepat ke wajah Chanyeol. "Kau menyebalkan sekali."

Saat bantal itu sudah melayang menuju wajahnya, Chanyeol segera mengindar namun tetap saja ia kena bantalnya. "Eit, kena sedikit." katanya.

"Sudahlah, kau mandi sana. Tempat tidurmu di lantai atas." lanjut Chanyeol. Baekhyun mengangguk lalu segera beranjak dari sofa. Bersiap-siap untuk mandi.

〰〰〰〰 skip time 〰〰〰〰

CHANYEOL POV

Akhirnya aku bisa merasakan kasur empuk yang indah ini lagi. Hari ini sungguh melelahkan sekaligus menyenangkan bagiku.

Ya, aku bertemu teman kecilku disini. Dia. Byun Baekhyun.

Dia tidak banyak berubah. Dia itu sudah semakin besar tapi tinggi badannya masih saja pendek. Mata kecil itu masih tetap sama, selalu membuat gemas setiap orang yang menatapnya.

Yang aku heran, kenapa dia masih belum mengenalku saat ia melihat gantungan-gantungan origami di atap kamar ini? Ah, dia itu kenapa sih.

Padahal aku sudah menyempatkan waktuku untuk membuat itu semua sebagai petunjuk pertama. Dia itu polos sekali, sama seperti yang dulu. Dan aku suka sifat Baekhyun yang seperti itu. Membuatku gemas setiap melihat tingkah lakunya didepanku.

Dan... Apakah dia masih belum sadar kalau aku ini teman kecilnya?

Itu artinya aku harus berusaha lebih keras lagi agar dia cepat mengenaliku. Aku tak mau terus-terusan seperti ini, menjadi orang asing baginya padahal aku dan Baekhyun saling mengenal.

Aku menghembuskan nafasku berat. Suasana kamar malam ini sepi sekali. Aku mengambil ponselku dan mengecek jam, oh- pukul 8:30 PM.

Apakah Baekhyun sudah tertidur?

Aku mencoba menendang atap tempat tidurku yang langsung menjadi batasan antara kasurku dan kasur Baekhyun di atas.

'Pakkk' one shot.

Suara-suara besi bergetaran terdengar. Aku terkikik pelan. Tapi, mana ada suara Baekhyun?

'Pakk' two shots. Besi-besi itu bergetaran lagi.

Namun Baekhyun masih belum menjawab. Untuk memastikannya aku berucap agak keras, "Byun Baekhyun! Kau sudah tertidur?"

Aku tunggu beberapa saat tapi tetap saja, tidak ada jawaban. Ah mungkin dia sudah tertidur. Kalau begitu, aku akan menyusulnya. Aku langsung meraih guling dan ku dekap guling itu, setelahnya aku pejamkan mataku.

'Selamat malam, Baekhyun temanku.'

TBC!

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

Halo! Author langsung update chap.2 nih karena chap.1 emang pendek banget sih haha. Makasih yang udah baca, jangan lupa review lagi! Author makin berasa lebih dihargai kalo kalian review lebih banyak :) See you soon on the next chapter!