HURT

DBSK and other © God

Hurt © Ca

Rated : M

Genre : Romance, Angst

Pairing : HoMin slight YunJae, MinSu, YooKi (Yoochun x Joongki)

Warning :

Rated M, Typo(s), Boys Love, OOC, Don't Like? Don't Read.


.

.

.

Changmin bangun dari kasur dengan menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Matanya masih sembab karena dari tadi ia menangis. ''Jam sembilan.'' Ucapnya pelan sebelum memungut bajunya dan beranjak ke kamar mandi.

Ditatapnya cermin yang ada di kamar mandi. Entah karena apa wajahnya terlihat pucat, dan buruknya tanda kemerahan yang menyebar di seluruh tubuhnya. Entah baju apa yang nanti harus dia pakai untuk menutupi semua tanda kemerahan itu.

Setelah mandi dia beranjak ke ruang makan, Changmin langsung menuju dapur. Mungkin pagi ini dia cukup makan roti saja. Jujur akhir-akhir ini dia merasa nafsu makannanya berkurang secara drastis. Kalau dulu dia mampu makan 8 kali sehari, sekarang dia lebih jarang makan. Bahkan hanya satu kali dalam sehari. Bukan karena diet, tapi rasanya semua makanan yang dia makan terasa hambar dilidahnya.

Mata Changmin menangkap bayangan selembar kertas putih di atas meja. Dia ambil kertas itu dan membacanya.

'Aku ada schedule pagi ini, nanti manager menjemputmu jam 10.'

Jung Yunho

Hanya itu, tak ada permintaan maaf atas apa yang Yunho lakukan semalam. Changmin hanya terduduk dan menangis dalam diam, lagi.


HURT

-C-

HoMin Fanfiction

.

.

Happy Reading


11.45 a.m

Changmin melangkah menuju ke ruang latihan yang dipakai oleh Boy Band ataupun Girl Band di SM. Kantor SM terasa agak sepi, tapi setidaknya itu menguntungkan bagi Changmin karena dia tak perlu menjawab pertanyaan dari member Boy Band atau Girl Band lain, atau bahkan para staff.

Tangannya menggengam daftar schedule miliknya. Beruntung dia hanya mendapat 3 schedule hari ini. Dan schedule pertamanya masih nanti jam 5.

Dia membuka daftar schedule dirinya dalam 1 bulan kedepan. Cukup padat, namun tak sepadat dulu. Saking asiknya -atau serius?- membaca daftar schedule. Dirinya tak sadar ada orang yang berjalan di depannya. Sehingga dia menabraknya.

Bruuk

Dan orang itu terjatuh. Tentu karena postur Changmin yang tinggi dan orang yang dia tabrak memiliki postur yang lebih pendek.

''Aaaww.'' Kelih orang itu. Changmin segera mengulurkan tangannya untuk membantunya berdiri.

''Ah, maaf aku tak melihatmu tadi.'' Ucap Changmin. Orang tiu hanya mengusap pantatnya pelan.

''Bagaimana bisa melihat kalau pandanganmu kau tutup dengan kertas Changminnie.'' Orang itu menaruh tangannya di pinggang dan berpura-pura marah.

''Bu..Bummie?'' Changmin menatap orang yang baru saja dia tabrak dengan tidak sengaja. ''Kau benar-benar Kibum kan?'' tanya Changmin tak percaya. Sahabatnya yang satu itu setahunya jarang sekali berada di kantor SM karena selalu membintangi drama-drama yang bahkan sia sendiri tak tahu apa saja judulnya.

''Ck, tak bertemu beberapa hari saja membuat kau lupa dengan sahabatmu rupanya.'' Kibum menyilangkan tangannya dan menatap tajam mata Changmin yang berada diatasnya.

''Bukan maksudku begitu Bummie, hanya saja kau jarang ada di kantor SM.'' Changmin malah nyengir tanpa rasa bersalah.

Kibum memperhatikan keseluruhan tubuh Changmin. Dia merasa ada yang berubah di tubuh Changmin. Tinggi? Tak mungkin. Changmin sudah tidak berada di umur dia bisa menaikkan tingginya lagi. Menjadi gendut? Apalagi yang satu ini, kita semua tahu sebanyak apapun magnae DBSK ini makan dia tak akan menunjukkan perubahan yang menonjol. Kurus? Yap, itu baru benar. Dari dulu Changmin memang kurus namun tak sekurus ini. Ditambah kulitnya yang bisa dibilang pucat. Padahal dulu Changmin pernah berkata bahwa dirinya berusaha membuat kulitnya menjadi agak tan.

"Minnie kau sakit?" tanya Kibum saat memperhatikan gerak-gerik Changmin yang agak aneh. Sebetulnya dari tadi Kibum sudah memperhatikan Changmin, dan acara jatuhnya tadi juga cuma akting untuk mengalihkan perhatian sahabatnya dari kertas-entah-apa yang dibaca Changmin. Cara berjalan Changmin agak aneh, agak terseok-seok. Dan kenapa dihari yang bisa dibilang panas ini dia tambah memakai kaus turtle neck dengan jaket. Biasanya Changmin itu cuek, mau pakai pakaian apapun yang penting nyaman. Baru saat show dia mau beribet ria.

Deg.

Mendadak dia teringat sesuatu. Jangan bilang sahabatnya mengalami hal yang bisa dibilang sering dialaminya jika hyungnya sedang dalam keadaan mabuk, memperkosa Changmin.

Kibum mencengkram pergelangan tangan Changmin, lalu di kurungnya Changmin diantara tembok dan dirinya sendiri. Changmin meringis saat tubuhnya menabrak tembok dengan cukup keras.

"Kau kenapa Kibummie?" Changmin mencoba melepaskan cengkraman tangan Kibum di kedua pergelangan tangannya yang cukup erat. Namun Kibum tetap tak melepaskannya, namun makin mengeratkan. Kibum akhirya melepaskan satu tangannya. Changmin mengehela nafas lega saat tangan temannya itu melepaskan pergelangan tangannya, juga tatap intens itu mengalih tidak menatap matanya lagi. Namun gerakan tangan Kibum selanjutnya membuat Changmin cukup shock. Kibum menurunkan kerah bajunya yang dia pakai untuk menutupi bekas-bekas kissmark dari hyung tercintanya.

"Dia melakukannya lagi. Ne, Changmin?" Kibum menatap mata Changmin sendu. Sedankan orang yang di tatapnya hanya memalingkan wajahnya ke arah lain. Kibum tahu apa yang Changmin alami selama satu tahun terakhir bukan karena Changmin dengan senang hati menceritakannya kepada dirinya. Terima kasih kepada Tuhan yang sudah memberinya daya observasi tinggi, sehingga dia bisa mengetahui semuanya hanya dalam waktu 1 minggu.

''Sudahlah Bummie.'' Changmin melepaskan cengkraman tangan Kibum dan dia membenahi pakaiannya. "Toh aku tak apa.'' Ucap Changmin sambil melangkah perlahan. Kibum mengikuti di sebelahnya.

''Well, tapi kalau sampai Junsu hyung tahu bisa gawat kan.'' Kibum meletakkan tangannya di belakang kepala selagi dia berjalan mengikuti Changmin. Memang bukan rahasia lagi kalau Junsu menyukai- ah tidak mencintai magnaenya. Tapi karena dia tahu Changmin tak mengganggapnya lebih dari seorang kakak, Junsu akhirnya memutuskan untuk tidak meminta lebih dari Changmin. Changmin juga sudah tahu perasaan Junsu kepadanya. Jadi masalah itu sebetulnya sudah clear. Hanya kadang Junsu itu agak overprotektif padanya.

"Bummie tolong jangan sebut nama Junsu hyung, Yoochun hyung maupun Jae... Jaejoong hyung.'' Mata milik Changmin menerawang jauh.

Rasanya Kibum ingin menjedukkan kepalanya ketembok. Bisa-bisanya ia mengungkit masalah yang masih dianggap sensitif oleh semua orang di SM, apalagi Yunho dan Changmin.

"Ok, Mianhae. Btw kau sudah makan?" Kibum menyamakan langkahnya dengan Changmin yang tadi cukup jauh di depannya.

"Sudah sih, tapi aku cuma makan roti." Changmin menatap Kibum yang mendadak menarik tangannya.

"Karena sepertinya kau tak ada schedule, jadi temani aku makan ya." Kibum menggeret Changmin menuju basement tempat Kibum memarkir mobilnya. "Pakai mobilku saja."

"Tapi Bum-'' Belum selesai bicara tubuh Changmin didorong masuk ke dalam mobil milik Kibum.

"Aku yang traktir, oke?" Kibum memposisikan dirinya di kursi pengemudi. Sedangkan Changmin hanya menghela nafas. Jika Kibum sudah memiliki keinginan, sangat susah untuk melarang ataupun menolaknya.

.

.

Yunho berjalan dengan cepat di salah satu kantor stasiun televisi untuk memenuhi salah satu schedulenya. Rasanya moodnya sedang dalam titik terendah. Pertama karena hal yang terjadi tadi malam, juga karena MC tadi yang berkali-kali mengunkit-ungkit JYJ.

Yang Yunho ingini hanya merebahkan dirinya, namun tentu itu hal yang mustahil. Karena hari ini jadwalnya benar-benar penuh. Yunho berjalan secepat yang dia bisa, dia juga sudah lelah menanggapi sapaan para hoobae ataupun para staff yang sedari tadi menyapanya. Bukannya dia tak suka, hanya moodnya benar-benar buruk.

Yunho segera memasuki mobilnya saat dia sampai di basement. Setelah menyalakan mobilnya, Yunho segera melaju menuju kantor SM. Kenapa Yunho menuju ke kantor SM? Dia ingin menemui manager DBSK yang tadi dia suruh menjemput Changmin. Yah, walau sebenarnya dia ingin mengetahui keadaan magnaenya itu.

Setelah memarkirkan mobilnya, Yunho segera melangkah masuk ke kantor SM dengan langkah yang bisa dibilang cukup terburu. Namun langkahnya terhenti sejenak saat melihat Changmin dan Kibum yang ada di posisi 'berbahaya'. Dengan Changmin terjepit di antara tembok dan Kibum. Entah kenapa hati Yunho terasa panas, dan dia memutuskan untuk segera pergi dengan rasa marah menguasai dirinya.

'Eh? Kenapa aku marah?' tanya Yunho dalam hati, dia menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Yunho-ah kebetulan sekali, bisa kau ikut aku." Mendadak dari belakang ada orang yang menepuk pundaknya. Ternyata orang itu adalah managernya sendiri.

"Oke."

.

Selama perjalanan mereka berdua sama-sama diam. Kibum yang fokus menyetir sedangkan Changmin melamun entah apa. Kibum mengehentikan mobilnya di depan restoran yang menjual masakan Jepang.

"Nih." Kibum menyodorkan kacamata hitam, topi serta masker untuk penyamaran kepada Changmin. Sedangkan dirinya hanya mengenakan kacamata hitam dan topi. Memang dari mereka berdua Changmin yang paling mencolok.

Kibum mengambil tempat yang agak tertutup. Beruntung dirinya cukup akrab dengan pemilik restoran ini.

"Well, tumben kau dapat schedule sedikit." Kibum memainkan sumpitnya.

"Lagi beruntung." Changmin merebahkan kepalanya di meja, makanan yang baru dia makan sepruh dia biarkan. Rasanya kepalanya berdenyut pelan, sejak di mobil dia merasakan tubuhnya tak begitu enak.

"Gwen-"

"KIBUMMIE~" Belum sempat Kibum meneruskan kata-katanya seseorang menubruknya. Changmin hanya melirik orang itu, kepalanya sekarang terasa pusing. Tidak ambil pusing Kibum yang sudah hampir kehabisan nafas di peluk orang bermasker hitam itu. Changmin memilih menutup matanya.

"Joongki hyung lepaskan." Kibum mencoba melepaskan orang yang memeluknya.

"Ahahahaha~ Mian Mian." Ucap orang yang ternyata Joongki itu."Maaf, aku melihatmu di sini, dan karena kita lama tak bertemu jadi ku hampiri saja, maaf mengganggu acara makanmu ya~" Ucap Joongki tanpa rasa bersalah yang membuat Kibum ingin menjitak kepalanya kalau tak ingat Joongki lebih tua darinya.

Joongki melirik orang yang mengenakan topi berwarna biru tua yang sekarang meletakkan kepalanya di meja.

"Yup." Kibum mengambil sushi yang tadi dia pesan dan memakannya. Mendadak Kibum mengingat sesuatu.

"Joongki hyung kau tadi jalan-jalan sendirian?" Kibum berdoa dalam hati semoga jawabannya adalah 'ya'.

"Hmm? Tidak, aku pergi sama Yoo-" Belum selesai Joongki berkata ada seseorang yang datang dan mencubit pipi Joongki hingga melar.

"Hmmm, sudah bisa menginggalkan pacarmu sendiri rupanya." Orang yang mengenakan pakaian hitam-abu abu kecuali maskernya yang berwarna putih.

"Auw mi-mian aduduh, lepas dong." Joongki mengaduh pelan sebelum orang itu melepas cubitannya. Orang itu menatap Kibum yang juga sedang menatapnya.

"Ahh, halo Kibum-ah." Orang itu melambaikan tangannya pelan disertai senyum yang tak terlihat karena tertutup oleh masker.

"Hyung." Ucap Kibum lemah. 'Sial kenapa aku harus bertemu mereka sekarang sih.' Kibun mengigit bibir bawahnya saat melihat Changmin yang masih tenggelam dalam acara tidur siang dadakan miliknya. Orang itu duduk di sebelah Changmin yang membuat hati Kibum makin berdetak tak karuan karena panik. Dan dengan santai orang itu membuka maskernya. Karena restoran yang mereka kunjungi sepi, dan juga tempat duduk mereka –yang awalnya milik Kibum dan Changmin- cukup tertutup.

"Ya, Chunnie kenapa kau lepas maskermu. Bisa-bisa kita ketahuan disini." Joongki menatap kekasihnya dengan pandangan sebal.

"Tenang saja, nggak akan ketahuan." Balas orang yang ternyata adalah Yoochun itu. Dan dengan santai dia mencomot gyoza yang ada di hadapannya. Matanya menangkap orang yang sedang tiduran di sampingnya. "Pacarmu Bum?'" tanyanya dengan wajah jahil.

"Ani ani, temanku kok." Ucap Kibum dengan senyum kecil, tak rugi dia mendalami akting selama ini. Dia bisa mengelabuhi Yoochun dengan wajah tenangnya, padahal jantungnya sudah berlari maraton.

"Dia kenapa? Sakit?" Yoochun melihat orang yang mengenakan topi dan sepertinya orang itu tertidur, walau di depannya ada banyak makanan.

"Nggak, mungkin dia kurang tidur semalam. Sepertinya schedule nya kemarin penuh." Ucap Kibum yang jelas jelas 100% bohong. Changmin tertidur bukan karena mengantuk, tapi badannya yang kurang enak. Dan lagi lagi Kibum memanjatkan dia dalam hati agar Changmin tak terbangun. Setidaknya sampai dua orang itu pergi.

Namun sayangnya doanya tak dikabulkan. Joongki memanggil pelayan dan memesan beberapa makanan, begitu pula dengan Yoochun. Sedangkan Changmin yang sedari tadi tidur dengan menyembunyikan wajahnya sudah bergerak-gerak gelisah, tanda dia akan segera bangun.

Dan, doanya benar-benar tidak dikabulkan saat Changmin mengangka kepalanya. Dan mengusap matanya pelan. "Ahh, Mian Bummie aku ketiduran ya?" tanya Changmin sambil mengusap wajahnya yang cukup pucat.

"Gwenchana. Kau pucat loh, tidak minat kembali ke kantor buat istirahat sebelum schedulemu nanti?" Kibum melirik Joongki dan Yoochun yang sedang mengobrol, dan mereka sepertinya tak menyadari Changmin ada disitu.

Changmin melepas topinya, dan menaruh bersama dengan masker dan kacamata yang dipinjamkan Kibum kepadanya. Dan gerakan kecil itu mengundang perhatian dari Yoochun serta Joongki.

"Cha-Changmin?" tanya Yoochun kaget, dia tak menyangka akan bertemu dengan magnaenya di tempat ini. Apalagi Changmin duduk disebelahnya. Changmin yang merasa terpanggil dengan suara yang familiar menengokkan kepalanya.

'Mati aku.' Umpat Kibum dalam hati.

"Yoochun Hyung?" Changmin segera berdiri karena kaget, dan sialnya karena tubuhnya yang tinggi dia menatap kayu yang ada diatasnya. Dan kepalanya yang pusing bertambah pusing karena benturan yang cukup keras itu.

Kibum meringis pelan, begitu pula dengan Joongki. Namun Yoochun memegang bahu Changmn dan menepuknya pelan. "Gwencahana Min?" tanyanya khawatir, karena magnaenya itu terlihat pucat. Sedangkan Changmn sibuk mengumpat dalam hati karena kepalanya yang tambah pusing.

"Gwe-Gwenchana hyung." Changmin mesih mengusap puncak kepalanya. Dalam hati dia berpikir, kenapa dia harus bertemu dengan hyungnya yang satu ini dai waktu yang sama sekali tidak menguntungkan ini. Selain karena dia tak ingin membuat Yoochun khawatir karena tubuhnya yang pucat, dia juga khawatir hal yang tadi tidak sengaja di ketahui oleh Kibum pagi tadi. Lagipula hyungnya yang satu itu cukup pervert untuk mengetahui ciri-ciri orang yang baru saja melakukan ehmm- seks. Karena dia yakin Yoochun sudah sering melakukannya dengan Joongki.

"Kenapa kau ada disini Min?" tanya Yoochun basa-basi, lama tak bertemu adik terkecilnya itu membuatnya cukup canggung juga.

"Kibumie menyeretku tadi." Changmin berusaha bersiap sesantai mungkin. Mendadak handphonenya bergetar, menandakan ada panggilan masuk. Changmin segera merogoh kantongnya.

Yunho hyung Calling

"Shit." Umpatnya pelan sebelum mengangkat teleponnya itu. "Yoboseyo, ada Pa , ada apa Yunho hyung?" tanyanya, juga sebagai sinyal agar Yoochun diam. Karena dia tahu Yunho akan mengamuk kalau tahu dirinya bertemu dengan salah satu member JYJ itu. Setelah berbicara cukup lama dia memasukkan handphonenya ke kantong celananya.

"Mian Bummie. Aku ada schedule mendadak siang ini. Jadi aku pulang dulu, ini kupinjam dulu." Changmin mengacungkan peralata penyaamra yang diberi Kibum kepadanya tadi.

"Kuantar Min." Kibum sudah bersiap untuk ikut pergi sebelum Changmin mengangkat tangannya memberi gesture bahwa hal itu tidak perlu.

"Aku dijemput manager hyung." Changmin memakai jaketnya yang sempat dia lepas tadi. Juga memakai kacamata serta benda lainnya. Yoochun bangkit berdiri memberi jalan untuk Changmin. Changmin melambai pelan sebelum pergi dengan langkah tertatih. Sepertinya bagian bawahnya belum sembuh sepenuhnya.

Setelah Changmin pergi, Yoochun menatap Kibum dengan intens. "Dia kenapa?" tanya Yoochun.

Kibum menghela nafas, dia yakin tak bisa lepas dengan pertanyaan ini. Joongki hanya melihat mereka berdua bingung. "Kurang istirahat, schedulenya cukup padat akhir-akhir ini." Kibum menghela nafas sebelum meminum tehnya.

"Bukan, kalau itu aku tahu. Maksudku cara berjalannya, dia seperti Joongki saat aku dan dia habis melakukan you-know-what." Yoochun tak sadar saat Joongki sepertinya hendak melempar sesuatu ke jidat lebar kekasihnya itu. Kibum hanya megalihkan pandangannya. "Kibum, please jawab apa yang terjadi dengannya. Walau kami sudah jarang bertemu, aku tetap khawatir dengannya." Kibum tetap diam saja. "Jangan bilang dia diperkosa?" Kibum hanya membelalakkan matanya, tebakan Yoochun tepat pada sasaran. "Dan apakah pelakunya... Yunho hyung?"

'Shit'


To Be Continued


A/N: Ahahahaiii~ setelah berhasil melewati segala godaan setan akhirnyaaa~ berhasil juga chap 2 ini selesai. Thanks buat para reviewer yang buat semangat saya jadi naik lagi. Dan sekali lagi mianhae karena aku udah menghancur leburkan *?* couple di DBSK, bahkan sampai si JoongKi nyasar lagi. Aku juga YunJae Shipper dan YooSu Shipper, tapi entah kenapa saya ga pernah ada mood bikin fic tentang mereka. Bukan karena bosen atau ga dapet feel tapi karena aku suka hal yang agak nyeleneh. Dan sekali lagi maaf buat Appa dan Umma pisah. Dan buat lemon, kayanya bakal jarang muncul karena aku bakal menuju ke inti cerita. Dan kalau ada yang tanya kenapa sahabat Chagmin jadi Kibum buka Kyuhyun? Jawabannya karena saya ingin #Plak. Kibum juga sahabat deket Changmin kan? jadi kubikin dia jadi sahabat Changmin, nanti Kyu juga ada kok walau cuma nyempil#PLAK. Btw, saya itu Shipper dari semua couple di DBSK lohh~ bakan ChangKas juga *readers : ga tanya*

Balasan Review :

ane: Di sini Yunho ga selingkuh kok, dia cuma cari pelampiasan karena ditinggal Jaemma. Nanti kenapa YunJae pisah dijelasin Kok.

Reita'heenim : Yunho kan hati besi *lirik Yun* #plak. Mian disini Kyu bakal jarang muncul, karena tugas manas-manasi Yunho itu punya si Kibum ama Junsuuiee~. Kayanya Author ga becus ini ga bisa memenuhi permintaan para reviewer deh, hiks. T.T

Shymi : Iya, itu juga alasan aku bikin HoMin selain karena aku suka couple yang gaje-gaje. Juga karena aku HoMin Shipper, dan susah cari fic HoMin di sini, Aku aja kalo cari fic HoMin harus rela bersusah suha baca yg bahasa Inggris. Chingu ada fic HoMin yang bagus yang bisa di rekomendasikan kepada saya? *curhat dadakan*

bukan siapa siapa: Yup, Changmin bisa aja ngelawan Yunho, cuma dia ga bisa ngelawan karena dia terlalu cinta ama Yunho.

uminho: Baru kali ini? Wah, mudah-mudahan ga mengecewakan ya fanfic gaje ini.

Choi Eun Seok: Yup, dan penderitaan dia belum berakhir *dilempar kulkas ama Changmin*. Ini udah lanjut.

hie : Ini udah lanjut.

OktavLuvJejeTooMuch : Maaf ya aku nekat bales revier chingu. Aku bukannya bosen -aku aja ga pernah bikin fanfic YunJae- tapi pingin yang ber-be-da#dramatis. Kalau buat bikin fic ini dalam ver. couple lain kayanya ga mungkin deh chingu. Karena saya disini bikinnya pas JYJ keluar dari SM (dari SM bukan DBSK). Maaf lagi lagi saya tak bisa memenuhi permintaan reviewer *pundung*

Arara ChangMimi : In udah update.

MoeMoe : Ahh, aku jadi malu sendiri. Makasih ya chingu udah bilang NC nya Hot. Padahal saudara saya *lirik Z* malah ngakak bacanya.

HubbieMin : Yup, ini udah update.

WoongMickyDolphin : Mian, aku nyampur aduk couple di DBSK. Ini udah update.


Yup, buat yang review dengan login *?*. Harap cek PMs masing-masing Ok. Bye-bye~


Mind to Review?