We're Couple
By
Wi-kun Evil'Y/ Hyun Hyumin
Chapter : 2 of ?
Pair : Yunjae slight Se7Min, Yewook*belum keliatan*
REAL PERSON
Rated : T+T =2T LOL
Warning : YAOI! Ide pasaran! Gaje aneh, OC, OOC, AU, typos, EYD,DLDR!
Genre : Drama, Romance dll
Discleamir : Yunjae saling memiliki, FF ini mutlak punya saya walaupun idenya pasaran!
A/N : maaf kemaren aku hapus part 2 nya, karna bnyak tanda baca yang ilang dan itu membuat reader ngak nyaman, itu semua di luar kendali hyun. Nih ff udah berapa kali hyun edit dan ngak ada tanda baca yang ilang. Dan hyun juga udah edit diffn tapi tetap aja TT^TT. Jadi tu bukan salah Hyun. Tolong di maklumin readerdeul~. FF Gaje dari author gaje nan labil, jangan berharap ff ini bagus karna saya amatiran hehe XD thank yang udah mau ripiu di chap 1 :)
..
"FF hyun, jadi terserah hyun siapa cast, pair dan jalan ceritanya :p"
..
^Happy Reading^o^
Setiba di apartement, Yunho langsung menghempaskan tubuh Jaejoong di atas sofa dan membungkam bibir cherry yang sejak tadi menggodanya.
"Mpphhh.." erangan muncul dari bibir Jaejoong, kedua tangannya di kalungkannya di leher jenjang sang suami. Setelah lama bergulat mereka berdua melepaskan tautan bibir mereka. Namja cantik itu mengisi paru-parunya dengan oksigen yang banyak seolah oksigen di muka bumi ini akan habis.
"Kita lanjutkan, sayang?" suara seduktif Yunho membuat mata Jaejoong yang tadinya tertutup menjadi terbuka. Senyuman menggoda terpasang di bibirnya Jaejoong menjawab, "Ahh di tempat tidur, yeobo." Segera saja Yunho mengangkat tubuh Jaejooong kedalam kamar mereka. Dan terjadilah kejadian yang tak patut di ketahui author.*LOL*
=-=-Yunjae-=-=
Pagi itu tampakkan kedua cast utama kita masih berlabuh di dunia mimpinya. Sinar mentari seolah-olah tak membangunkan mereka.
Drrrttt drtttt
Sebuah getaran yang cukup keras membangunkan seorang namja bermata musang itu, dengan malas ia mengambil ponselnya yang bergetar di nakas dekat tempat tidurnya. Matanya menyipit melihat sebuah e-mail.
From : XXXXXXXXXXX
Hahaha aku tau semuanya Jung Yunho. Tentang kau dan 'teman baik' mu Kim Jaejoong, berhati-hatilah..
Mata musang Yunho terbuka sepenuhnya, ia kembali membaca e-mail tersebut. Dan ia langsung terduduk.
"Ughh Yunhh.." namja di sebelah Yunho melenguh karna pergerakan yang dilakukan oleh Yunho.
"Ahh mianhae Boo~" dengan cepat namja tampan itu menyimpan kembali ponselnya dan beralih menatap sang 'istri'. Tangan Yunho terjulur mengusap rambut hitam legam 'istri'nya. Ia tersenyum melihat Jaejoong yang merapat kearahnya.
"Tidurlah lagi, aku tau kau pasti lelah Boo.." di kecupnya kening Jaejoong dengan sayang.
Drrr Drrrttt
Ponsel berwarna putih itu kembali bergertar, dengan was-was Yunho kembali mengambil ponsel itu.
From : Yesung Hyung
Jadwal mu hari ini cukup padat, temui aku di café Bolero jam 9 nanti.
Yunho menghembuskan nafas lega, di liriknya jam yang berada di dinding kamarnya dan Jaejoong.
07 : 00
Masih ada dua jam lagi. Namja bernama asli Jung Yunho itu turun dari atas tempat tidurnya, mengambil bajunya dan baju Jaejoong yang berserakan di lantai lalu berjalan kearah kamar mandi. Ahh dia membutuhkan mandi sekarang, badannya sangat lengket akibat 'kegiatan'nya bersama Jaejoong semalam.
Tiga puluh menit kemudian Yunho telah selesai melaksanakan ritualnya, sedikit membuat konser mini tak masalah bukan?
"Kau sudah bangun sayang?" Yunho menghampiri Jaejoong yang terduduk di atas tempat tidur dengan berselimutkan selembar kain yang menutupi daerah pribadinya.
CHU~
Morning kiss tak lupa di berikan oleh namja dengan bibir berbentuk hati itu.
"Hmm, jadwal mu apa saja hari ini Yun?" tanya Jaejoong dan menguap.
"Molla, tapi Yesung hyung menyuruh ku untuk pergi ke café Bolero untuk menemuinya. Mungkin pas disana dia memberitahu ku~" jelas Yunho seraya mengambil pakaiannya di dalam lemari lalu memakainya.
"Aku boleh ikut?"
"Kau tidak ada jadwal?" Yunho balik bertanya.
"Kata Yoochun, seminggu ini jadwal ku kosong hahhh~" jawab pria cantik itu mengerucutkan bibir cherry nya.
"Baiklah~ kau boleh ikut, sekarang ayo mandi~" suruh Yunho menepuk-nepuk kepala Jaejoong seperti anak kecil.
"Yah! jangan tepuk-tepuk kepala ku, ingat, aku lebih tua beberapa hari dari mu!"
"Hahaha hanya beberapa hari Boo~"
"Ishh, yasudah, gendong aku ke kamar mandi, butt ku sakit." Perintah Jaejoong kepada Yunho.
Dengan cekatan Yunho menggendong Jaejoong dengan gaya bride style sampai ke kamar mandi.
"Kau berat Joongie.." keluh Yunho.
"Mwoya?"
"Aku bercanda sayang~" Yunho meberikan kecupan di hidung mancung Jaejoong dan berlalu dari kamar mandi.
Setelah dari kamar mandi, Yunho kembali mengecek ponselnya. Kini ia bertanya-tanya siapa yang mengirimi pesan tadi? Apa stalker? Segala kemungkinan kini berkeliaran di otak Yunho. Bagaimana kalau public mengetahui hubungannya dengan Jaejoong? Bagaimana nanti karir mereka terlebih lagi Yunho memikirkan bagaimana Jaejoong menghadapi ini. Ia tahu bahwa tidak mudah bagi Jaejoong menapak di dunia entertainment, ia tahu bahwa untuk mencapai kesuksesan Jaejoong yang sekarang ini banyak pengorbanan yang ia(Jaejoong) berikan. Yunho menghembuskan nafasnya dengan kuat.
GREP
"Kau kenapa Yun?" Jaejoong yang tadinya telah selesai mandi memandang bingung kearah Yunho yang berdiri di samping tempat tidur mereka.
"Ahh aniya Boo~" jawab Yunho sekenanya, tak mau membuat namja cantik ini khawatir. Yunho membalikkan tubuhnya dan merengkuh tubuh Jaejoong kedalam pelukan hangat.
"Saranghae Boo~" ucap Yunho, mau tak mau semburat merah menghampiri pipi Jaejoong.
"Nado saranghae Bear.." di balasnya pelukan Yunho dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang sang suaminya.
"Cepat pakai baju mu, kita sebentar lagi berangkat." Kata Yunho melepaskan pelukan mereka sebelumnya ia melihat kearah jam yang telah menunjukkan pukul 08 : 20.
"Ne yeobo~" jawab Jaejoong lalu memberikan ciuman di pipi Yunho membuat namja bermata musang itu tersenyum.
.
.
.
"Aishh!" mengacak rambutnya dengan kasar, seorang pria berbaju putih menatap kearah secarik kertas yang kini telah beralih tempat—yang semula di tangannya dan sekarang berada di atas lantai.
"Ukhh mana si manager itu! Bukankah sudah ku bilang, jangan sampai aku bertemu dengan evil tengik itu di kegiatan syuting ku!" namja bernama asli Chio Dong Wook itu mengumpat di dalam hati dan mengutuk sang manager.
CLEKEK
Pintu ruangan Se7en terbuka menampakkan wajah si manager. Rasanya Se7en ingin mengutuk wajah yang sok innocent itu menjadi wajah seekor katak.
"Hyung acara akan di mulai 15 menit lagi, lebih baik kau berias di ruang tatarias~" jelas sang manager.
"Cho Kyuhyun! Ahh telah berapa kali aku katakan, jangan pernah aku berada di acara yang sama dengan evil tengik itu." Geram Se7en.
"Sudahlah hyung, dilihat-lihat kau cocok dengannya kok~" manager yang lebih muda darinya itu menyengir evil(?) dan langsung pergi dari hadapan Se7en, sebelum sang artis memarahinya.
Se7en terdiam sebentar.
APA?
Cocok?
Astaga, rasanya Se7en ingin mengirim Kyuhyun kedunia asalnya yaitu NERAKA.*di tabok sparkyu*
Dengan berat hati, Se7en melangkahkan kakinya ke ruangan rias dan tentunya dia akan bertemu dengan Evil tengik itu kekeke~. Setiba di depan pintu tempat ruang rias para artis, Se7en menghembuskan nafasnya.
CLEKEK
Pintu itu terbuka, dengan cepat Se7en duduk di salah satu kursi yang ada di depan sebuah meja rias. Ia tak peduli siapa yang berada di sampaingnya dan tak mau tau.
"Hai ahjussi.." kening Se7en berkerut mendengar panggilan—yang cukup sering di dengarnya itu— dari samping kirinya. Solois berumur 26 tahun itu menoleh cepat kesampingnya.
"Evil tengik!"
"Behenti memanggilku seperti itu ahjussi!" yang dipanggil 'Evil tengik' oleh Se7en itu memandang tajam pria bermarga Choi tersebut.
"Kau yang duluan. Mengapa kau memanggil ku ahjussi! Aku masih muda!" sengit Se7en tak kalah memandang tajam mata yang lumayan indah itu—menurut Se7en.
"Kau memang cocok di panggil seperti itu! Dasar ahjussi!"
"Shim Changmin!" Se7en berdesis.
"Yah kalian berdua berhenti! Acara akan di mulai dan kalian malah bertengkar!" salah satu dari perias yang berada di dalam ruangan itu menghentikan pertengkaran kecil antara Se7en dan Changmin.
"Cih!" keduanya berdecak pelan dan kembali memutar kursi mereka kearah cermin.
Selama keduanya di rias, aura kegelapan masih terpancar di tubuh mereka, dan sesekali mata keduanya bertemu pandang di depan kaca dengan cepat mereka mengalihkan pandangan mereka kearah lain.
At Café Bolero
Di depan café itu terlihat dua orang namja yang memakai jaket serupa tapi beda warna. Namja yang memakai jaket berwarna putih melangkah di depan si namja yang memakai jaket berwarna coklat.
"Yo! Disini Yun!" seseorang yang berada di sudut café mengangkat tangannya—yang kecil untuk ukuran orang dewasa—ketika melihat dua orang namja tadi.
"Annyeong hyung.." Yunho membuka kaca mata yang sedari tadi melekat di wajah kecilnya.
"Ne, eh Jaejoong juga ikut?" tanya Yesung—manager Yunho—melirik seseorang yang separuh badannya tertutup—atau lebih tepatnya semua badannya, dalam hal ini memakai kacamata hitam, masker serta syal.
"Wae? Kau tidak suka aku datang bersama Yunho?" dan sudah pasti, di balik masker itu, bibir Jaejoong pasti membuat pout yang sangat menggemaskan.
"Aku tidak berkata seperti itu loh Jae, aku kan cuma bertanya~" sahut Yesung santai.
"Hahaha sudahlah, apa aku tidak di persilahkan duduk hyung?" seru Yunho.
"Ahh silahkan duduk." Kata Yesung menyengir.
"Kau pasti sudah tau kalau dia bersama ku, berarti dia sedanag tidak ada jadwal~" jelas Yunho memandang kearah sang 'istri' yang berada di sampingnya.
"Ahh ne, aku lupa hahaha. Oh ya Jae, lebih baik kau lepas masker mu itu, kau terlihat seperti orang sakit flu stadium akhir.." Yesung sedikit bergurau.
"Hyung kau ada dendam apa pada ku ha!" kesal Jaejoong dan segera membuka maskernya. Pandangan tajam pun melayang dari balik kaca mata hitam yang masih di pakainya.
"Aku cuma bercanda Jae ^^V" namja berkepala besar itu*maafkan lagi anak mu ini appa*membuat tanda 'peace' di tangannya.
Jaejoong cuma memanyunkan bibirnya.
"Kalian mau pesan apa?"
"Aku Cappuccino, kau Jae?" Yunho kembali menoleh kearah Jaejoong.
"Terserah kau saja Yun.."
"Baiklah, dua Cappuccino!" putus Yunho. Setelah itu Yesung memanggil soerang waiter dan memesan 2 cappuccino dan segelas kopi untuk dirinya.
"Jadwal mu padat hari ini Yun, kau akan melakukan pemotretan di tiga tempat, nyanyi di 2 tempat, menghadiri talkshow di satu tempat dan pembuatan iklan. Dan akan selesai sekitar jam 12 malam.."
"Oke. Kau akan tetap ikut aku Boo?"
"Ne, lagi pula apa yang aku lakukan lagi. Sesekali aku ingin mengawasi mu dari yeoja-yeoja genit itu." Sebal Jaejoong megingat dia pernah melihat beberapa yeoja menggoda suaminya di tempat syuting-dimana pun.
"Aigoo ada yang cemburu~" Yunho mengacak-ngacak rambut hitam Jaejoong yang sudah di tata sedemikian rupi.
"Aishh rambut ku." Gerutu Jaejoong.
"Kalian membuat ku iri."
"Cari pasangan." Sahut YunJae bersamaan yang kali ini membuat Yesung mamanyunkan bibirnya.
Drrrttt drrrttt
Ponsel yang berada di saku celana Yunho bergetar. Dengan cepat ia mengambil ponsel itu dan kiranya sebuah e-mail.
Wajah Yunho tegang seketika setelah melihat isi pesan tersebut. Lalu mata musangnya meliar melihat sekeliling café.
"Kau kenapa Yun?" tanya Jaejoong heran melihat Yunho.
"Ani, tidak ada apa-apa.." jawab Yunho kembali focus melihat kearah Yesung yang menjelaskan apa saja yang ia lakukan nanti ketika menjalankan jadwalnya. Tapi otak namja tampan itu tidak berada di sana, ia sibuk berpikir siapa yang mengiriminya e-mail yang baru saja ia dapat. Sekarang Yunho benar-benar berpikir bahwa itu adalah stalker. Tapi ia juga tidak tau.
"Dua Cappuccino dan segelas kopi.." seorang waiter mengantar kan pesanan mereka dan itu membuat Yunho sadar dari alam pikirnya.
"Kalian sudah makan?" tanya Yesung-lagi.
"Tentu saja sudah, aku tidak akan membiarkan Yunho kelaparan." Jawab Jaejoong menyesap Cappuccino yang ia—atau lebih tepatnya Yunho—pesan.
"Ye kau istri pengertian Jae.."
"Hyung, pelankan suara mu. Ini di tempat umum." Sahut Yunho, segera saja Yesung membekap mulutnya.
"Aishh kau ini sudah tua ya Yesung hyung? Kau selalu lupa.." Tambah Jaejoong.
"Mian.." Hanya itu yang dapat diucapkan oleh sang manager.
"Gwaenchana hyung~" Yunho memeberikan senyuman manisnya—yang pastinya itu tidak mempan terhadap namja penyuka kura-kura itu.
From : XXXXXXXXXXX
Sekarang kau sedang di café bersama manager mu dan Kim ahh haruskah aku tetap memanggilnya Kim Jaejoong? Atau—Jung Jaejoong?
Yunho kembali teringat isi e-mail yang ia terima sewaktu di café tadi. Sekarang ia dan Jaejoong berada di dalam mobil-sedangkan Yesung di mobilnya sendiri- menuju ketempat pemotretan yang akan ia lakukan.
Tiba-tiba Yunho menggelengkan kepalanya, ia sekarang harus focus menyetir agar ia dan Jaejoong selamat. Jaejoong yang sedari tadi mengamati Yunho menyipitkan matanya.
"Kau kenapa Yun? Dan jangan berbohong kepadaku!"
"Hum mungkin aku kurang tidur semalam hehehe.."
"Yahh aturannya aku yang mengatakan itu, kau semangat sekali malam tadi, butt ku masih sakit kau tau!"
"Hahaha salahkan pada tubuh sexy dan desahan mu sayang. Ah atau kau ingin kita mengulanginya lagi? Aku bisa meminta Yesung hyung untuk menunda jadwalku." Yunho menyeringai.
"Y-ya apa katamu he? Aishh!" Jaejoong mengalihkan wajanya yang sudah memerah dari Yunho.
"Hahahahaha.." tawa Yunho lepas seketika. Jaejoong memang bisa membuat dirinya kembali tenang(?).
Setidaknya untuk saat ia bersama Jaejoong seperti ini.
.
.
.
TBC!
Sorry for typos dan gaje2nya :) n aku ngak bisa update asp. Mianhae. Sekali lagi, kalau ada tanda baca yang ilang itu hyun ngak tau T.T*nangis di ketek Jae*plakk
Thank for : Julie yunjae | Cloud3024 |Cloud54 | Cherry Bear86 Yunjae | Ritastic | Aegyo lee | Enno KimLee | YJ | Afy az zahra | HaeRieJoongie. Yg udah ripiu chap 1
Mind to RnR?
YUNJAE IS REAL!
AKTF!
*Hyumin :)
