"Eh..."

"Hallo..kau masih disana Hyukjae?" suara DOnghae di seberang menyadarkan Eunhyuk kalau ia tidak salah dengar.

"Sudah ya...kau mau apa? nanti aku belikan makanan" tukas Donghae. Eunhyuk bingung, ia bodoh dalam sekejap.

"Hah?...oh, itu tidak usah, Ryewook masak banyak hari ini" jawabnya buru-buru.

"Kalau begitu lanjutkan kencan mu...selamat bersenang-senang" tutup Eunhyuk. Ia menekan tombol merah di layar androidnya lalu terdiam sebentar.

"Donghae...kenapa tidak cerita. Aku kan penasaran...nanti kalau ada masalah, jangan harap aku mau bantu" umpatnya.

….

Eunhyuk masih sedikit-sedikit melirik orang disampingnya. Orang yang dari semalam menjadi topik pembicaraannya dan biang-biang gosip di dorm mereka.

"Jangan melirikku diam-diam" hardik Donghae tiba-tiba, menciptakan tawa Kyuhyun yang duduk dihadapannya.

"Dan kau juga jangan menatapku terang-terangan...kau pikir aku buta apa?" omel Donghae kemudian. Eunhyuk hampir memuntahkan minumannya melihat ekspresi Kyuhyun.

"Sebenarnya kenapa?" tanya Donghae. Menjadi pusat perhatian memang makanannya sehari-hari selama 10 tahun, tapi menjadi objek pandangan diam-diam membernya sendiri adalah hal yang menjengahkan.

"Itu...Eunhyuk hyung bilang kau...berkencan" kata Kyuhyun hati-hati. DOnghae menghentikan kunyahannya lalu menatap Eunhyuk yang kemudian pura-pura mengambil roti. Jelas sekali ia pura-pura, karena dua potong roti di piringnya bahkan belum tersentuh.

"Hng...tante-tante penggosip"

"Apa?" merasa itu untuknya, Eunhyuk melotot

"Itulah kenapa aku tidak mau bilang soal yang ini..."

"Aku apa?"

"KAu bocor! baru semalam, setan ini sudah tahu" tuding DOnghae pada Kyuhyun yang cuek menikmati teh paginya.

"Aku tidak bilang apa-apa...dia yang terlalu pintar untuk tahu sendiri"

"Mwo? tidak masuk akal...kau bukan pemegang rahasia..."

"Lalu kenapa selama ini kau mau-maunya curhat padaku?padahal aku tidak minta" hardik Eunhyuk.

"Maka dari itu, mulai hari ini aku stop percaya padamu" jawab Donghae sambil menyuapi satu sendok nasi ke mulutnya.

"Jadi kau benar-benar berkencan?" potong Kyuhyun tiba-tiba.

Eunhyuk terdiam, ia melayangkan pandangan penuh pada Donghae.

"Hmm..." jawab Donghae santai.

"Jadi begitu..." Kyuhyun mengusap lehernya. Ia lalu melihat Eunyuk yang duduk serba salah di samping Donghae. Kyuhyun itu tidak bodoh. Ia cukup lama bersama dua orang itu untuk tahu bahwa salah satu dari mereka berdua menyembunyikan sesuatu. Mengetahui semua dari gerak-gerik mereka, Kyuhyun menyeringai

"Aku tidak tahu dan tidak mau tahu...tapi kalian segera selesaikan masalah kalian oke. Terakhir kali kalian cek-cok, suasana dorm seperti pemakaman" semburnya lalu berlalu begitu saja.

…..

Angin sore menerpa wajah Eunhyuk. Ia berdiri sembari sesekali mengeluh dan menghentak-hentakan kakinya. Sementara, tanpa ia tahu ia adalah objek pandangan seseorang disana. Seseorang yang tersenyum jahil melihat dirinya menggerutu lewat jendela rumah penyimpanan abu itu.

'baru berdiri sebentar sudah mengeluh...dasar tidak setia kawan' batin Donghae dalam tawanya. Memandang Eunhyuk yang seperti itu memberi kesenangan tersendiri. Matahari sore yang menyiramnya, balutan tuxedo hitam yang membungkusnya, dan rambut kelamnya yang baru. Donghae menahan cekikikannya setengah mati lalu melanjutkan doanya.

Ia kembali pada lemari kaca dihadapannya. Menundukkan kepalanya, dan pada raga yang sudah menjadi abu di dalam itu Donghae mengucapkan sesuatu yang hanya mereka dan Tuhan yang tahu.

"Ayo.." Donghae menatap Eunhyuk, sementara senyuman tertahan di belahan bibirnya.

"Hmm..sudah selesai?" pemuda bergummy smile itu memajukan bibirnya. Ia lalu menatap ke arah rumah penyimpanan itu dan menutup matanya sebentar.

"Kau sedang apa?" tanya Donghae melihat tingkah Eunhyuk.

"PAmit pada ayahmu lah...kau pikir apa lagi?"

"Oh.." Donghae menganggukan kepalanya, lalu dipandanginya pemuda yang tertunduk menghatur doa dalam pejaman mata. Ada senyum di bibir Donghae.

"Sudah, ayo..." Eunhyuk menarik lengannya dua detik setelahnya. Bersama angin dan mentari sore, langkah keduanya seirama seperti tarian yang tidak mereka sadari.

"Ngg...ya Donghae-ah" panggil Eunhyuk sembari merapatkan kaca-mata hitamnya -yang ia percaya akan mengecoh orang-orang yang melihat mereka-

"Hmm?" sahut Donghae.

"Tentang kencanmu..." EUnhyuk mellirik Donghae sedikit-sedikit.

"Kenapa dengan kencanku?"

"Kau tidak mau cerita?" raut wajah Eunhyuk berubah.

"Kenapa aku harus?"

"Dasar egois" umpat Eunhyuk mendengar jawaban itu

"Mwo?"

"Kalau itu aku...kalau aku begitu,kau akan memaksaku untuk cerita seperti tentara perang," Eunhyuk menghentikan sebentar langkahnya. Ia membuka sedikit kaca-matanya.

"Kau yang bilang lelah dengan tingkahku...sekarang aku sudah tidak seperti itu, kau menyalahkanku..sebenarnya aku salah apa?"

Eunhyuk menahan diri untuk tidak menonjok pemuda dihadapannya. Ia merasa sayang untuk melukai wajah pemuda itu, atau ia merasa terlalu sayang pada pemuda itu.

"Baiklah! tidak usah cerita saja! berkencan sesukamu! " semburnya, mengenakan kembali kaca matanya dan melangkah mendahului Donghae yang tersenyum tipis. Iya, ada dua lipatan di garis bibir DOnghae. Sebuah senyum yang lebih seperti menyeringai.

….

Sudah dua hari setelah itu.

Intensitas mereka bukan hanya berkurang. Tetapi dalam masa kritis. Tidur membelakangi. Duduk bersebrangan. Hanya saling sapa tanpa obrolan dan umpatan. Tidak ada pelukan selamat tinggal atau pertengkaran emosional seperti biasa.

"Kalian kenapa?" celetuk Kangin.

"Siapa?" tanya Donghae. Matanya yang sempit dan menurut orang banyak sexy itu melirik hyung yang duduk di hadapannya.

"Kau dan Hyukjae..siapa lagi" gumam Kangin.

"Tidak apa..." jawabnya ringan. Seringan keripik yang sedang ia nikmati.

"Hahahaha...bahkan orang asing pun tahu, kalian bertengkar"

"Bukan aku..dia yang mulai. Dia yang duluan bersikap cuek"

""bukannya dia selalu begitu..kau yang menempel padanya"

"Hmmm...aku tidak melakukan apa-apa" Donghae menghentikan kunyahannya dan melihat Kangin dengan tatapan minta di bela

"AKu hanya menurutinya...menuruti permintaannya" jawabnya pelan,diikuti anggukan Kangin.

"Aku pusing setiap kali menghadapi masalah antara kalian berdua..yang jelas cepat selesaikan" kata Kangin diplomatis.

"Ne..." Donghae menerawang. Entah kenapa dia pun merasa aneh dengan Eunhyuk. Itu bukan Eunhyuk yang biasanya. Eunhyuk yang biasanya adalah Eunhyuk yang santai dan selalu mengalah demi hubungan mereka.

"Kau tidak tidur? besok kalian konser kan? dimana?" tanya Kangin lagi. 10 tahun bersama sebagai group dan saudara, ia cukup tahu bahwa tidur adalah hal yang mahal bagi mereka.

"Shanghai..."

"Hmm,...bagus..teruskan, lakukan yang terbaik. Sebaiknya kau tidur" Kangin bangkit menuju arah dapur.

Donghae melirik lagi orang di sampingnya. Bukan apa-apa, tapi sejak 10 menit lalu, mereka hanya duduk dalam bisu. Ini bukan mereka yang biasanya.

'belum mau bicara padaku ternyata' Donghae membatin.

"Hyukjae-ah" panggilnya.

Eunhyuk menoleh dan mengangkat dagunya,

"Tidak mau bicara? kau sariawan?" tanya Donghae.

"Ani..aku lelah"

"Hngg...kau bohong"

"Hmmmm"

"Ya Hyukjae-ah"

"Apa?"

"Masih tidak mau bicara? "

"Kau mau aku bicara apa?"

"Kau marah soal kencan itu?"

"Tidak. Itu bukan urusanku.."

"Karena aku tidak mau cerita?"

"Tidak. Itu hak mu mau cerita atau tidak"

Terdengar tarikan nafas. Donghae mendekatkan duduknya pada pemuda kurus dengan topi D&E itu, memandang Eunhyuk sebentar lalu menarik lengan kiri Eunhyuk yang menopang kepalanya.

"AKu hanya menuruti perkataanmu..lalu dimana letak kesalahanku?" kata Donghae pelan. Sepelan angin yang menerpa mereka.

"Apa?" Eunhyuk memandang Donghae pelan, dengan sorot penuh kebingungan.

"Kau ingat...waktu kita selesai dari Music Bank...kau bilang apa padaku?"

"Haaa?" Eunhyuk melongo, membiarkan angin dan Donghae menjelaskan titik persoalan mereka.

Eunhyuk masuk kamarnya dengan sempoyongan. Yang ia inginkan hanyalah tidur. Ia membuka jaketnya dan mengambil kaos di lemarinya. Merasa semuanya beres, ia membawa dirinya ke atas single bed kesayangannya, dan merasa akan terbawa mimpi hanya dalam hitungan detik sebelum panggilan itu menghancurkan semua rencananya.

'dia lagi...' umpat Eunhyuk dalam hatinya.

"Kenapa DOnghae?" tanpa embel-embel sapaan atau sekedar kata hallo, Eunhyuk segera to-the-point.

"Kau belum tidur kan...kesini sebentar ya, ini gawat dan darurat" ucap suara di seberang itu diikuti bunyi tuut..tut...tut...

Eunhyuk memandang geram android yang sudah gelap ditangannya, karena panggilan itu terputus sepihak. Meski kantuk seperti merantai kakinya, tapi demi orang dan situasi yang katanya gawat itu, Eunhyuk menyeret langkahnya menuju lift, menuju lantai atas.

"Wae? gawat apanya?" sembur Eunhyuk karena yang ia dapati adalah Donghae yang duduk santai. Catat duduk santai dengan handuk di kepalanya.

Yang ditanya hanya menoleh dengan wajah datarnya yang harus EUnhyuk akui sangat tampan dan menjawab santai

"Tolong gosok belakangku, badanku pegal semua, aku mau mandi"

Demi strowberry dan dragon ball kesayangannya, EUnhyuk ingin sekali menghantam kepalanya ke tembok karena ucapan tanpa dosa Donghae. Dengan perasaan kesal setengah mati Eunhyuk mengikuti langkah DOnghae ke kamar mandi.

"Kenapa kau diam saja? kau mengantuk ya?" tanya DOnghae. Eunhyuk hanya berdiri setengah tertidur sambil melakukan tugasnya dengan baik. Menggosok punggung Donghae.

"MEnurutmu? ini sudah jam 1 malam. Hanya orang bodoh yang mandi jam 1 malam." semprot Eunhyuk. Donghae terkekeh..

"Kau harus mencobanya..ini menyegarkan" sahutnya.

"TIdak terima kasih..."

"Ini menyegarkan...aku tidak bercanda," lanjut DOnghae kekeh.

"Iya...apalagi ada yang menggosok punggungmu" potong Eunhyuk tajam. Ia melotot, berharap orang di depannya itu mengerti maksudnya.

"Kau tidak ikhlas ya"

"Kau yang tidak tahu waktu. Ini jam 1 DOnghae. Jam 1 tengah malam...ini jam tidurku. Kau tidak bisa seenaknya membangunkan dan menyuruh-nyuruh..aku ini partner group dan duetmu..bukan pengasuh" sembur Eunhyuk.

"Tapi kau mau melakukannya..." jawab DOnghae pelan. Eunhyuk menekuk dagu dan bibirnya, merutuiki kebodohannya.

"hngg...aku memang begini..tidak bisa bilang tidak" jawab Eunhyuk. DOnghae tertawa sebentar lalu membalikan tubuhnya, menghentikan kegiatan menggosok Eunhyuk.

"Gomam ne..." ujarnya.

Eunhyuk memandang Donghae sebentar, dirasa cukup tangannya terjulur mematikan shower dikepala mereka lalu membantu DOnghae mengeringkan kepalanya.

"Aku hanya berharap kau secepatnya menemukan pengasuhmu sendiri" katanya lembut.

"Maksudmu?" Donghae menajamkan pandangannya pada Eunhyuk.

"Carilah kekasih secepatnya..biar tugasku agak berkurang. " jawab Eunhyuk pelan, sepelan gerakan tangannya di atas kepala Donghae.

"KAu berharap aku berkencan?"

"Hmm..."

"kau serius?"

"Kenapa?"

"Anii..." Donghae menerawang. Ia lalu mengusap pipi Eunhyuk dengan punggung jarinya

"Baiklah..." katanya. Lampu malam kota Seoul terpancar di matanya yang sendu. Eunhyuk hanya tersenyum tanpa menyadari betapa besar pengaruh kata-katanya pada Donghae, sekecil apapun itu.

o.o q kangen mereka berdua hiikkss