Pairing: Jellal x Erza, Natsu x Lucy, Gray x Ultear
Genre: Romance, Advanture and little bit Comedy
.
.
.
.
One Hour
Chapter 2: My Rose is Bloom
"bukan, ini memang terlihat sebagai gunung Mt. Hakobe tapi sebenarnya ini adalah replika gunung Mt. Hakobe yang di buat oleh Zeref di zona game ini. Coba kalian pikir, jarak antara Mt. Hakobe bila ditempuh akan memerlukan waktu lebih dari satu jam, sedangkan sekarang waktu kita hanya satu jam. Mana mungkin ini Mt. Hakobe asli."jelas Jellal panjang lebar
"yah, apapun itu. Sekarang kita harus segera kembali untuk menyelamatkan Erza, ayo!"ajak Gray, semua mengangguk lalu berlari turun
"Gray, gunakan sihirmu supaya kita bisa lebih cepat sampai ke bawah."ucap Lucy
"baiklah. Ice make: Floor!"ucap Gray, langsung saja jalur yang dituruni oleh Natsu dkk menjadi es
"nah, ayo berseluncur!"ucap Gray semangat sambil berlari lalu berseluncur diekori oleh Jellal, Ultear, Lucy dan Natsu
"Na-Natsu, daijobou ka?"tanya Lucy melihat Natsu yang berwajah hijau
"da-daijobou... Ugh!"jawab Natsu sambil menahan mual
Mavis dkk
"jiah... Pa-Pantas saja, Natsu-nii kan mabuk kendaraan."ucap Romeo sweatdrop
"Natsu-san gomenasai! Aku tak bisa menolongmu!"ucap Wendy berkaca-kaca
"We-Wendy."ucap Bisca dan Levy sweatdrop akibat perilaku sang Sky Dragon Slayer ini
"hey, mereka sudah turun dari replika Mt. Hakobe."ucap Macao
Back to Natsu dkk
"huwahahahaha! Akhirnya bisa bebas dari kutukan menyebalkan itu!"ucap Natsu girang
"memangnya kau kena kutukan apa?"tanya Ultear, Natsu menoleh ke arah Ultear
"mabuk kendaraan maksudnya."sahut Lucy
"ryu-sei."gumam Jellal dan wush. Dia berlari secepat meteor meninggalkan Natsu, Lucy, Ultear dan Gray
"Jellal! Tunggu!"panggil Ultear sambil berlari, Natsu, Lucy dan Gray bertukar pandangan, mengangguk lalu berlari mengejar Jellal
"gomene minna..."gumam Jellal dalam hati
'waktu tinggal 55 menit lagi.'
Setelah suara itu menghilang muncul seorang gadis manis berambut ungu, bermata lavender, menggunakan dress bewarna abu-abu dipadu dengan slipper bewarna putih
"hanya satu? Kemana 4 orang yang lain?"tanya gadis itu, suaranya amat sangat lembut nan tenang
"mereka ada di belakang. Kau mau apa hah, gadis centil?"tanya Jellal kasar, wanita itu cemberut
"dengar ya, aku bukan gadis centil. Aku punya nama, namaku Sherlyn."ucap Sherlyn sebal
"Jellal Fernandes, salah satu sepuluh wizard terkuat di Fiore.. Ini akan jadi sangat mennarik."gumam Sherlyn meneliti Jellal dari atas sampai bawah
"Sherlyn? Dia itu replika dari siapa ya? Apa dia replika dari Master Mavis, orang yang sangat dicintainya?"gumam Jellal
"sudah cukup bergumamnya, ayo kita bertarung."ucap Sherlyn tersenyum licik
"ayo. Tanganku sudah mulai gatal untuk membunuh seseorang."ucap Jellal dengan tatapan membunuhnya , Sherryn tersenyum licik
Saat dia melangkahkan kakinya tiba-tiba saja dia menghilang dan berdiri tepat di belakang Jellal
"suprise!"ucap Sherryn lalu menendang punggung Jellal dengan keras, akibatnya Jellal terpelanting jauh
Mavis dkk
"a-apa-apaan itu?!"ucap Kinana
"di-dia cepat sekali!"ucap Wakaba
"setelah melihat Jellal menggunakan meteor tadi, Sherlyn jadi bisa menggunakan meteor dengan lebih baik. Berarti sihir yang dimilikinya adalah replication magic."gumam Mavis
Jellal battle
"di-dia cepat sekali, aku tak bisa membaca gerakannya."gumam Jellal menatap Sherlyn yang tersenyum licik
"Grand Chariot!"ucap Jellal, Sherlyn menyeringai
"Grand Chariot!"ucap Sherlyn yang membuat Jellal terperanga
"di-dia meniru sihirku?!"ucap Jellal terkejut, Sherlyn tersenyum bangga
"gwah!"erang Jellal yang terkena serangan Sherlyn, sedangkan Sherlyn dapat menghindar dari serangan Jellal
"bagaimana rasanya terkena sihir sendiri, Tn. Fernandes?"tanya Sherlyn, Jellal menggeram
"Heavenly Breakdown!"ucap Jellal menghentakkan tangannya ke tanah. Tiba-tiba, tanah di sekitar Jellal berguncang, Sherlyn tersenyum
"Heavenly Breakdown!"ucap Sherlyn, tanah disekitar Sherlyn mulai bergetar. Dua kali lebih kuat dari sihir Jellal
'dia meniru sihirku.'batin Jellal
Mavis dkk
"Sherlyn dapat meniru sihir Jellal-nii dengan hebat, bahkan dua kali lebih hebat dari sihir aslinya."ucap Romeo
"karena memang itulah sihir utamanya."sahut Mavis tanpa mengalihkan pandangannya dari Lacrima
"..."
Erza and Zeref Place
"selesai, dengan begini mereka tak bisa langsung menyelamatkanmu."ucap Zeref yang selesai membuat sebuah lacrima pelindung
"ugh...! Le-lepaskan a-aku, Ze-Zeref..!"ucap Erza sambil berusaha melepaskan bayangan hitam yang mencekiknya
"inginnya sih begitu tapi itu tak bisa, karena hanya peserta yang boleh menyelamatkan sandra bukan panitia."ucap Zeref
"ukh...!"
Jellal battle
"uh, di-dia me-meniru sihir ku dengan mudah..."ucap Jellal berusaha bangkit
"Jellal!"panggil Ultear berlari sambil mendekat ke arah Jellal, di ekori oleh Natsu, Lucy dan Gray
"ka-kalian?"ucap Jellal
"lain kali jangan tinggalin kita sendiri! Baka!"omel Ultear, Jellal hanya tersenyum kecil
"Jellal, kau mendapat musuh yang kuat sepertinya. Apa aku boleh masuk ke dalam pertarungan kalian?"tanya Natsu
"silahkan. Tapi, dia menggunakan sihir yang aneh."jawab Jellal
"aneh? Apa maksudnya?"tanya Lucy
"dia bisa menggunakan sihir yang kalian gunakan setelah kalian menggunakannya dengan kekuatan dua kali lipat."jawab Jellal
"lalu, bagaimana cara menyerangnya?"tanya Gray, semua berfikir
"hey, kenapa dia bisa meniru sihirku dengan mudah?"tanya Natsu menunjuk Sherlyn
"makanya dengarkan dulu!"bentak Lucy, Gray, dan Ultear menjitak kepala Natsu
"sudah cukup bernostalgianya, kita lanjutkan saja pertarungan ini."ucap Sherlyn yang sudah merasa bosan
"Karyuu no Tekken!"ucap Natsu, Sherlyn tersenyum
"Karyuu no Tekken!"ucap Sherlyn, Natsu terbelalak
"Ice Make: Lance!"ucap Gray, Sherlyn tersenyum licik
"Ice make: Lance!"ucap Sherlyn
"I Open the Gate of Golden Bull, Taurus!"ucap Lucy memegang kunci Taurus
"mooo..!"ucap Taurus, Sherlyn terbelalak
"ce-celestial... magic..."batin Sherlyn
"serang dia, Taurus!"perintah Lucy
"mooo... Akan kulakukan... mooo..."ucap Taurus menyiapkan kapaknya lalu menyerang Sherlyn
"kyaa...!"jerit Sherlyn melepaskan sihirnya dan memegangi bahu kirinya
"beraninya kalian... Rasakan seranganku ini... Karyuu no Hoko!"ucap Sherlyn
"Ice make: Shield!"ucap Ultear. Shield buatan Ultear lama-lama retak terkena sihir Sherlyn, shield itupun hancur dan Ultear terpelanting ke belakang. Langsung saja Gray menangkap Ultear
"daijobou ka, Ultear?"tanya Gray, Ultear mengangguk. Saat hendak berdiri, Ultear terjatuh tanpa ba-bi-bu lagi, Gray kembali menolongnya. Kali ini wajah mereka benar-benar sangat dekat
Mavis dkk
Juvia melihat itu langsung mengeluarkan dark aura yang biasanya dipakainya jika Lucy mendekati Gray, anggota guildpun hanya bisa menelan ludah
"awas kalau Ultear-san berani merebut Gray-sama dari Juvia, akan Juvia cincang!"ancam Juvia yang sudah terbakar api cemburu
"kelihatannya Juvia punya Love Rival baru, hihihi."ucap Mira terkikik
Jellal Battle
Wajah mereka benar-benar dekat, Ultear bisa merasakan nafas hangat Gray yang membuat wajahnya memanas
Gray juga begitu, dia bisa merasakan nafas hangat Ultear yang membuat wajahnya memerah
"oi oi, jangan bermesraan. Kami disini memerlukan bantuan!"ucap Natsu. Mendengar perkataan Natsu, Gray menjauhkan wajahnya
"ma-maaf, a-aku tak se-sengaja."ucap Gray kemudian berlari ke arah Natsu
"bagaimana rasanya? Seru ya? Kapan-kapan aku akan melakukannya bersama Erza."tanya Jellal dengan nada menggoda
"Jellal kau mesum!"ucap Ultear yang wajahnya sudah semerah tomat
Mavis dkk
"kyaa! Jellal-san mesum!"jerit Wendy
"hahahaha!"
Jellal battle
'waktu kalian tinggal 49 menit lagi'
"gawat kita hanya membuang-buang waktu disini!"keluh Gray
"apa katamu? Buang-buang waktu? Jadi, aku ini tak ada harganya begitu?"protes Sherlyn
"kalau kau memintaku jujur jawabannya adalah Iya!"ucap Gray
"huwaa...! Akan kutunjukkan kekuatanku!"teriak Sherlyn, seketika seluruh tanah bergetar. Muncul sebuah lingkaran sihir di langit, lingkaran itu bercahaya dan mengeluarkan semacam panah sensor dan menyerang Natsu dkk
"gwah!"erang Natsu dan yang lain
'waktu kalian tinggal 45 menit lagi'
"ukh... si-sial tubuhku tak bi-bisa di gerakkan..."keluh Jellal
"bwahahahaha! Itulah efek dari sihir barusan, membuat tubuh korban tak bisa bergerak kembali atau lumpuh. Hahahaha!"ucap Sherlyn tertawa puas
"di-diam kau ga-gadis ce-centil... a-aku akan me-mengalahkanmu dengan ta-tanganku ini!"bentak Natsu berusaha berdiri namun gagal
"gadis centil?! Apa yang kau katakan?! Aku bukan gadis centil!"bentak Sherlyn sambil menendang Natsu
"ukh..."rintih Natsu
"NATSUUU...!"jerit Lucy
"mi-minna... a-apa ka-kau bisa me-mendengarku?"tanya sebuah suara, semua tahu itu suara Erza.
"bisa, ka-kami bisa mendengarmu Erza."jawab Gray
"ba-bagus, ka-kalian tak pe-perlu sampai i-ingin menolongku se-seperti itu. Pikirkan diri kalian, ka-kalau kalian te-terluka hanya i-ingin me-menyelamatkanku i-itu konyol. Le-lebih baik, ka-kalian pi-pikirkan diri ka-kalian sendiri."
"apa maksudmu hah?! Kami mati-matian di sini untuk menyelamatkanmu, bukan untuk sekedar mendapatkan makanan yang banyak!"bentak Gray yang sudah berdiri dengan tegap
"kau menyindirku?!"tanya Natsu yang berdiri di samping Gray
"a-aku senang ka-kalian me-memperhatikanku se-seperti itu ta-tapi a-aku tak ma-mau ka-kalian te-terluka parah ha-hanya ukh, karena aku...-"
"berhentilah berbicara! Dengarlah Erza, jika kau mati sekarang tak ada gunanya Jellal hidup. Jika kau tak ada, Fiore akan memberinya gelar sebagai mayat hidup."ucap Ultear yang berusaha bangkit
"benar! Selain itu, aku tak mau kehilangan orang yang kusayang lagi!"tambah Lucy bangkit berdiri
"ka-kami berjanji akan menyelamatkanmu... Karena masih ada satu hal yang harus kau ketahui dariku... Tunggulah Erza..."ucap Jellal bangkit berdiri
"KAMI AKAN MENYELAMATKANMU!"teriak semuanya secara bersamaan
Erza and Zeref place
Tes tes tes...
Air mata Erza mengalir, di tengah kesessakkan ini air mata Erza mengalir
"mereka mempunyai semangat yang tinggi ya, aku salut pada mereka."ucap Zeref
Jellal battle
Ditengah kesenangan itu, Sherlyn tak mempercayai kejadian barusan. Mereka bisa bergerak setelah terkena sihirnya?! Itu tidak mungkin!
"ba-bagaimana bisa? Ba-bagaimana bisa mereka bergerak?"tanya Sherlyn, Natsu menoleh ke Sherlyn lalu nyengir
"itu karena semangat kami yang membara! Karena kami adalah..."
"FAIRY TAIL!"ucap Natsu, Lucy dan Gray menunjukkan simbol Fairy Tail (ituloh yang dibuat Laxus waktu kecil)
"dan juga... CRIME SORCIERE!"tambah Ultear dan Jellal mantap
Sherlyn tak percaya, semangat? Tak mungkin! Tak mungkin hanya semangat yang bisa melepas efek sihirnya
"yosh! I'm fired up again! Ayo, kita melanjutkan battle ini dan bisa menyelamatkan Erza!"seru Natsu yang mendapat jawaban 'ya' dari semuanya
"apa kalian lupa? Aku bisa meniru sihir kalian, tak ada kesempatan bagi kalian untuk menang!"bentak Sherlyn yang mendapat devil smile dari Jellal
"Heavenly Arrows!"ucap Jellal, langsung saja Sherlyn menggunakan sihir Heavenly Arrows milik Jellal
"Ice Make:Canon!"ucap Gray dan Ultear
"apa?!"
"Roar of Fire Dragon Slayer!"
"I Open the Gate of Land Lobster, Scorpion! Ayo, serang dia!"ucap Lucy
"baik Hime."ucap Scorpion lalu menyerang Sherlyn
DUAR! Serangan-serangan dari Gray, Ultear, Natsu dan Lucy berhasil melumpuhkan Sherlyn
"yeay, kita berhasil!"ucap Lucy senang
"iya."ucap Ultear turut senang pula, mereka semua larut kedalam kesenangan hingga sebuah suara mengingatkan mereka
'waktu kalian tinggal 35 menit.'
"benar juga! Ayo, kita selamatkan Erza."ucap Natsu
"tak mungkin sempat, waktunya tak akan cukup."ucap Ultear, semuanya berfikir
"kalau pakai Ryusei pasti akan lebih cepat sampai, iya kan, Jellal?"tanya Lucy, Jellal tersadar
"bisa. Penggang tanganku Natsu, Gray. Lalu, Lucy pegang tangan Natsu dan Ultear pegang tangan Gray. Akan kugunakan semua kekeuatanku agar kita bisa sampai."ucap Jellal, semua mengangguk lalu menuruti perkataan Jellal
"Ryusei!"ucap Jellal
Mavis dkk
"apa akan sempat hanya dengan menggunakan Ryusei?"tanya Macao
"pasti akan sempat! Jellal tak akan mengingkari janjinya, aku yakin itu."jawab Meredy yakin
"..."
Erza and Zeref place
"a-aku su-sudah tak ku-kuat lagi..."ucap Erza
"bertahanlah, tunggulah 32 menit lagi."ucap Zeref malas
'waktu tinggal 30 menit.'
"masih belum datang juga to. Lama sekali."keluh Zeref
Lima detik kemudian Zeref melihat sebuah cahaya kuning sedang berlari kearahnya, Zeref tersenyum puas
"hoo, kalian datang juga rupanya."ucap Zeref
"Okaeri..."sapanya ramah
"kami tidak ada di rumah ataupun di guild!"bentak Natsu cemberut
"nah, kami sudah tiba disini. Ayo, lepaskan Erza."ucap Lucy menuntut (emang kita di persidangan apa?)
"ah, aku lupa bilang. Duh malu deh..."ucap Zeref layaknya seorang banci di perempatan jalan (?)
"di...a... banci?"tanya Gray dan Natsu, Jellal mengangkat kedua bahunya
"begini, aku sudah memasang sebuah lacrima pelindung di sekitar Erza. Jadi, kalau kalian ingin menyelamatkannya kalian harus menghancurkan lacrima ini."terang Zeref dengan wajah cling-cling kayak Juvia yang sedang memainkan imajinas-imajinasi konyolnya dengan Gray.
"huek!"
"ada apa Gray? Kau sakit?"tanya Ultear mendekat, Gray menggeleng
"dia mirip Juvia yang sedang memikirkan imajinasi konyolnya. A-aku seperti mau muntah, huek!"jawab Gray yang mampu membuat semuanya sweatdroped
Mavis dkk
"hei hei, kok disini ada airnya sih? Siapa yang main air?!"tanya Alzack, semua bertukar pandangan lalu melihat Juvia
"hiks...hiks... Gray-sama membenci Juvia... hiks..hiks.."ucap Juvia disela-sela tangisannya
"si-siapapun tolong hentikan dia!"teriak Levy
Erza place
'waktu kalian tinggal 25 menit.'
"sial, kenapa lacrima ini tak hancur-hancur juga?!"tanya Natsu kesal sambil memukul-mukul lacrima itu
"Na-Natsu..."ucap Lucy
"Ice Make: Canon!"ucap Gray dan Ultear
DUAR! Ledakan besar akibat serangan dari Gray dan Ultear seharusnya mampu untuk menghancurkan lacrima itu, tapi sayang Lacrima itu tak hancur bahkan retak sedikitpun
"ba-bahkan serangan kami berduapun gagal?!"ucap Gray tak percaya
'waktu kalian tinggal 20 menit.'
"I Open the Gate of Water Bearer, Aquarius!"ucap Lucy
*TING TONG*
"Aquarius, serang Lacrima besar itu!"perintah Lucy
Aquarius menatap horror Lucy, "beraninya kau menganggu kencanku, Lucy?!"ucap Aquarius
"go-gomen Aquarius! Ta-tapi, se-seranglah lacrima itu dulu baru aku tak a-akan menggangu ke-kencanmu."ucap Lucy berkeringat dingin, Aquarius memalingkan pandangannya lalu menyerang Lacrima itu
DUAR! Asap mengepul dimana-mana, Natsu dkk berharap bahwa serangan Aquarius itu membuahkan hasil yang bagus. Namun, apa yang membuat Lacrima ini kuat? Bahkan serangan Aquarius tak dapat menghancurkannya ataupun meretakkannya
"tugasku selesai, dan ingat Lucy jangan ganggu kencanku!"ancam Aquarius sebelum dia menghilang
"ugh! A-aku su-sudah tidak ku-kuat lagi..."ucap Erza lemas
"bertahanlah Erza, kami akan menyelamatkanmu!"teriak Jellal
'waktu kalian tinggal 10 menit.'
"waktunya hampir habis, cepat pikirkan cara untuk menghancurkan Lacrima sialan ini."ucap Natsu
"ugh..!"
"saat melawan Sherlyn, kita menggabungkan kekuatan kita agar bisa mengalahkannya... Kenapa tak mencoba cara itu?"tanya Lucy tiba-tiba
"mudah saja Lucy, tapi kekuatan Jellal sudah mencapai batas maksimal untuk mengeluarkan sihir. Sekali saja dia menggunakan sihirnya, dia akan mati."ucap Ultear, semua kembali berfikir
"Gray, ingat saat kita di pulau Galuna?"tanya Natsu, Gray mengangguk
"ada apa?"
"saat itu deliora sedang dikurung dalam sihir Ice Sheel kan? Dan dengan menggunakan cahaya bulan ungu es itu mencair, kenapa tak kita lakukan saja cara itu?"tanya Natsu
"TERLALU LAMA, BAKA!"teriak Lucy
"kenapa? Aku hanya mengusulkan pendapat bukan? Kalau seperti ini, kau melanggar hak asasi manusia Luce."ucap Natsu
"Natsu, kalau kau mau menggunakan cara itu, tunggulah selama tiga tahun. Baru kau bisa menggunakannya."jelas Jellal
'waktu kalian tinggal 5 menit.'
"baka! Kita buang-buang waktu saja!"keluh Gray
"Karyuu no Hoko!"
DUAR!
"sial, tak mempan!"keluh Natsu
'waktu kalian tinggal 3 menit.'
"a-aku akan mencoba menggunakan sihirku."ucap Jellal
"he? Jangan bertindak ceroboh, kau bisa mati!"tegas Ultear
'waktu kalian tinggal 1 menit.'
"tenanglah Ultear, aku hanya menggunakan satu kok. Tak lebih."ucap Jellal
"Natsu, Gray bantu aku ya!"ucap Jellal, Natsu dan Gray mengangguk
"Shin'en Kyūkei!"ucap Jellal
"Karyuu no Hoko!"ucap Natsu
"Ice Make: Canon!"ucap Gray
Semua sihir itu menjadi satu dan berubah bentuk menjadi seeokor naga panjang yang di kelilingi es dan api. Sihir ini menghantam kuat dinding Lacrima. Kretek Kretek
Suara retakan itu terdengar, membuat hati para wizard yang sedang menyaksikannya berdegup kencang. Apakah akan berhasil?
Kretek kretek
"hiyaaaa..!"seru Gray, Jellal dan Natsu yang mampu membuat sihir mereka menjadi lebih kuat lagi
'waktu kalian tinggal 10...9...8...7..6..'
Sihir itu makin mampu membuat lacrima ingin mengakhiri hidupnya (emang manusia apa?). Hancur, itulah tujuan para wizard ini. Menghancurkan lacrima yang ingin membunuh Erza
'3...2...1...'
PYAR! Dalam hitungan angka terakhir dalam waktu mereka, lacrima ini hancur, menghasilkan sebuah hujan 1000 serpihan-serpihan lacrima yang berkilau. Dan dibalik kilauannya yang bersinar, menyisakan seorang gadis yang tak sadarkan diri
"Erza!"teriak Jellal lalu mendekati gadis yang tak sadarkan diri itu. Diekori oleh Natsu dkk
"Erza sadar! Kau harus sadar!"teriak Jellal mengguncang-guncang bahu Erza-nama gadis ini
Perlahan, mata Erza terbuka. Menampilkan iris coklat pastel indahnya, iris indahnya menatap orang-orang yang bersyukur karena ia telah selamat dari kematian. Terlebih pemuda yang ada di sampingnya ini
"Yokatta, kau bisa selamat! Arrigatou kami-sama."ucap pemuda ini sambil memeluk Erza, sebenarnya Erza benar-benar terkejut atas tingkah Jellal yang hampir membuatnya salah tingkah. Namun, lama-kelamaan rasa terkejut itu hilang digantikan oleh rasa senang yang amat sangat terasa senang
Mavis dkk
"ara ara... Jellal sangat romantis ya..."ucap Mira tersenyum
"nee-chan, sepertinya kau punya bahan godaan lain selain Lucy."ucap Lisanna, Mira tersenyum manis
"tentu saja. Dia adalah Erza dan Jellal, kyaa! Aku tak sabar melihatnya blushing!"ucap Mira senang
Jellal dkk
"a-ano Jellal, sepertinya kau sudah harus melepaskan pelukanmu."ucap Erza mengingatkan
"eh? Oh iya. Maaf, aku kelewatan ya? Gomen."ucap Jellal merenggangkan pelukannya
"Jell, bagaimana rasanya? Seru gak?"tanya Ultear
.
.
.
.
TBC
Oke, akhirnya kelar juga chapter 2 ini. bagaimana bagus enggak? Soalnya saat saya membuat chapter ini nii-san saya selalu ganggu. Tapi untung deh bisa kelar juga. Hahahaha...
Oh iya hampir lupa, ini untuk balasan reviews kalian
Rimadhani Hime
Ha'i! Makasih juga buat reviewsnya, reviews terus ya.
Himiki-chan
Iya, saya salah ketik waktu itu. Gara-gara nonton film lalu ada tulisan The End, jadi ikut-ikutan deh #malahcurhat. Makasih ya buat reviewsnya, reviews terus ya.. :D
Luna d'N. Jell
Arrigatou! Okelah, saya akan keep writing. Tapi, kalau saya keep writing kamu juga keep reviews ya.
Marianne Gloria
Arrigatou! #bungkuk-bunguk
Aye! Saya salah ketik waktu itu :D. Suminasen!
Tentu! Keep writting=keep reviews. ._.V
Chaki Heartfilia
Iya, makasih juga udah mau reviews. Keep reviews ya, supaya author lebih semangat buat chapter 3-nya. :D
Azusa Vermillion
Hehehe...
Iya, makasih banyak udah mau reviews. Keep reviews ya... :D
N/B: untuk chapter selanjutnya spesial NaLu :D
