.

Warning : OOC akut, Typo (s), Crack Humor

Rate : T rate

Main Cast : Akatsuki

Disclaimer Masashi Kishimoto

Story by DarkGrinSmile2

.

BERTUKAR PERAN

Chapter 1

(Hari Pertama)

.

Hari pertama permainan dimulai. Hari itu kebetulan semua Akatsuki lagi gak dapat misi apa-apa dari Pein. Katanya sih, si ketua mau mengawasi Akatsuki lainnya dulu selama seharian penuh dalam permainan ini.

Konan yang lagi berada di ruangan khusus tempat Pein sering kerja keliatan stress ngeliat tumpukan dokumen yang dibawa Pein ke dalam ruangan.

"Pein, ini gak salah?" tanyanya melihat satu tumpukan dokumen yang menggunung.

"Yep," balas Pein ngangguk sambil senyum-senyum. Dia tahu apa yang ada di dalam pikiran Konan sekarang. "Biasanya lebih banyak dari itu, kok. Ini setengahnya doang!" Pein langsung keluar ruangan dan meninggalkan Konan yang tepar di atas meja kecapean.

"Oi, Itachi tunggu dulu!" Kisame buntutin Itachi yang baru keluar dari kamar.

"Apaan?" tanya sang Uchiha datar.

"Tiap pagi gue biasanya ngasih makan ikan-ikan dulu, nih!" Kisame ngasih makanan ikan yang masih dibungkus plastik rapet ke tangan Itachi.

"Hn... " Itachi gak jelas deh apa maksud dari jawabannya. Yang jelas dia menerima amanat dari Kisame buat ngasih makan ikan-ikan hias itu.

Itachi jalan menuju akuarium tercinta Kisame yang masih berlokasi di ruang tamu, tepatnya berada di sebelah persis dari pajangan bunga-bunga hias milik Zetsu. Pas sampe di depan akuarium dengan santainya Itachi malah nyelupin itu makanan ikan ke dalam akuarium. Kisame jawdrop ngeliat kelakuan Itachi.

"Itachi dodol ah!" protes Kisame sambil berdiri dan buru-buru dia ngambil bungkusan plastik makanan ikan yang dicelupin sama Itachi tadi.

"Kenapa? Katanya disuruh kasih makan itu," jawab Itachi dengan tampang gak dosa.

"Tapi gak begitu juga kali kasih makannya!" dengus Kisame sebel, kadang-kadang Itachi bisa jadi mahkluk yang paling ngeselin di Akatsuki kalau dia mau.

"Gini nih, caranya kasih makan ikan yang baik dan benar." Kisame ngebukain makanan ikan itu pake gunting, abis itu dituang isinya ke dalem akuarium sementara Itachi ngeliatin Kisame dengan anteng. Gak lama Pein nongol.

"Woi, Kisame! Pelanggaran tuh! Lo gak boleh kasih makan ikan dulu, lo lagi jadi Itachi, kan!"

"Tapi, tapi, tapi, tapi Itachi terlalu o'on!" protes Kisame gak rela ngeliat ikan-ikannya kelaperan gara-gara Itachi ngasih makannya gak becus.

"Siapa bilang? Gue bisa kok, kasih makan ikan. Lagian gue itu Uchiha, kali. Gak ada diketurunan Uchiha yang o'on," balas Itachi santai sambil ngasih makan Kisame (kali ini dia bener ngerjainnya). "Gue cuma mau liat lo kena hukuman aja," ucapnya lagi sambil menyeringai dan Kisame sukses sadar kalau barusan aja kena dikerjain sama Itachi.

'Asem nih anak! Liat aja gue bales ntar!' batin Kisame menggebu-gebu sambil menatap Itachi dengan penuh napsu (?) sementara yang ditatap langsung melenggang ke arah kamar mandi (Akatsuki punya dua kamar mandi).

Krieeeet...

Pintu kamar Deidara-Sasori kebuka. Kisame sama Pein reflek ngeliat ke arah tersebut dan dari dalamnya nongol Hiruko.

Sret... Sret... Sret...

Hiruko ngesot keluar dari kamar, Pein sama Kisame sweatdrop ngeliat Hiruko yang jalannya kelewat lelet dari biasanya, dan entah kenapa gaya jalan Hiruko yang ngesot-ngesot begitu bikin mereka merasa serem sendiri.

Tuk!

Tiba-tiba Hiruko yang lagi ngesot nginjek jubah Akatsukinya sendiri.

GUBRAK!

Hiruko sukses nyungsep dengan muka yang mendarat duluan. Kisame sama Pein ngakak sejadi-jadinya.

BRAKH!

Sasori keluar kamar ngebanting pintu pas denger ada suara yang jatoh. Pas ngeliat Hiruko lagi terkapar di lantai, dia langsung berjalan mendekati dengan muka cemas.

"Kau tidak apa-apa, kan?" tanyanya sambil bantuin Hiruko berdiri.

"Gak apa-apa, un," balas Deidara yang ternyata dialah yang ada di dalam Hiruko (pantesan jalannya gak beres begitu, dia belum terbiasa).

"Gue gak nanya lo, tapi Hiruko! Cepet keluar dari Hiruko!" Sasori narik Hiruko paksa dari Deidara dan nyuruh partnernya untuk segera keluar dari dalam Hiruko.

"Sabar dong, un!" Deidara misuh-misuh sambil berusaha keluar dari Hiruko yang ditarik paksa sama Sasori.

"Sas, berhubung lo lagi jadi Deidara, lo gak boleh megang-megang Hiruko, apalagi sampe bawa-bawa Hiruko. Jadi selama 7 hari lo dilarang bersentuhan sama boneka-boneka lo itu, termasuk boneka barbie, boneka beruang, boneka plushie yang berbentuk Chiyo dan Deidara sama robot-robotan yang lo punya!" Sasori sukses pundungan dengan awan mendung yang nongol di atas kepalanya. Kisame diem-diem ketawa. Dia tahu banget Sasori susah dibuat lepas dari kugutsu-kugutsunya.

"Mendingan nonton tipi deh," kata Kisame sambil nyalain TV layar datar berukuran cukup gede yang ada di ruang tamu (wuih, kaya!).

Berita gembira! Sekarang anti keriput keluaran Konoha ada ekstrak kulit manggisnya!

Itachi yang ada di dalam kamar mandi begitu denger iklan krim anti keriput ini langsung lari terbirit-birit ke depan dan langsung lompat salto dan mendarat mulus di sofa merah Akatsuki, duduk anteng sambil melototin iklan krim terbaru itu.

"MAU MAU MAU!" Itachi mendadak OOC sambil teriak-teriak heboh.

'Kenapa nih anak? Mendadak gila jangan-jangan ... ' Kisame duduknya langsung geser satu meter dari Itachi.

"Gue harus mendapatkan krim anti keriput terbaru itu! Harus!" Itachi terlihat menggebu-gebu. Dia langsung lompat salto lagi dan menuju satu-satunya telpon milik Akatsuki, niat mau mesen krim keluaran terbaru tadi.

"Tahan, tahan!" cegat Pein pas Itachi mau nelpon.

"Kenapa emangnya?" tanya Itachi rada sewot.

"Sejak kapan Kisame pake krim anti keriput? Jadi ditahan dulu deh hasrat lo, setidaknya sampai satu minggu ini!" Pein tentu saja dengan senang hati mengingatkan Itachi kalau dia lagi bertukar peran sama Kisame.

"Cih... " Itachi langsung pundungan. Padahal tadi ada bonus beli satu dapet dua, gagal deh hari ini dia maskeran pake krim baru.

"Ngomong-ngomong ada yang tau Tobi kemana? Tumben gak keliatan." Pein celingukan nyariin Tobi yang tumben-tumbenan bener gak ikutan nimbrung.

"Kayaknya lagi asik di depan tuh," samber Sasori cepet sambil nunjuk ke arah luar.

"Penasaran gua, ngapain sih tuh anak." Pein langsung jalan menuju luar yang diekorin Sasori, Itachi, Kisame sama Deidara (yang lagi di dalam Hiruko). Mereka jalan udah persis kayak kereta.

"Kayaknya itu anak menikmati banget menjadi Zetsu." Kisame geleng-geleng ngeliat Tobi yang lagi asik nyirem tanemannya Zetsu sama bunga-bunga yang ada. Bahkan sampe batu yang segede gaban juga ikut dia sirem sambil nyanyi-nyanyi.

"Lihat markasku penuh dengan kriminal, ada Sasori, ada juga Hidan. Setiap hari menjalani misi, kami semua pokoknya hebat!" Akatsuki lagin sweatdrop denger nyanyian Tobi yang aneh plus cempreng.

"Untung aja dia di luar... " gumam hampir semua Akatsuki dengan lega. Soalnya kalau si Tobi nyanyi-nyanyi di dalam bisa makin stress mereka.

"Tapi, Zetsunya kemana ya? Malah ilang tuh anak." Sekarang Pein yang kebingungan nyariin Zetsu yang dari tadi belum keliatan.

"Like I care... " Sasori angkat bahu dan langsung jalan cuek. Abis itu Kisame dan Itachi ikutan jalan dan pas Deidara yang mau jalan mendadak Zetsu nongol di depan dia.

"Deidara-senpai~~ " Zetsu manggil Deidara dengan riang, tapi malah keliatan nyeremin dan aneh di mata Deidara.

"Ngagetin, un!" omel Deidara yang nyaris aja jantungnya copot.

"Kita main yuk, senpai! Main kejar daku, kau ku makan, slurp!" air liur Zetsu netes, Deidara makin ngeri ngeliatnya.

"O-ogah, un!" Deidara mundur takut-takut dari Zetsu, tapi yang ada dia nginjek ujung jubahnya (lagi) dan sukses ngegabruk kejengkang ke belakang.

GUBRAK!

Akatsuki lain langsung kaget dan ngeliat ke arah Deidara yang lagi telentang di lantai berusaha bangun tapi gak bisa-bisa, macem kura-kura lagi kebalik aja dia.

"Tolongin gue, un! Tolong gue mau dimakan sama Zetsu, un!" Deidara teriak-teriak parno sendiri, mikir yang macem-macem.

"Istri lo tuh, Sas. Bantuin gih!" celetuk Itachi seenak keriput.

"Whatever... " Sasori memutar bola matanya tapi dia tak mau berdebat dengan Itachi. Dia berdiri dan menghampiri Deidara untuk membantu partner parnonya itu.

BRAKH!

Mendadak keluar Hidan yang diiringi isak tangis dari Kakuzu.

"Balikin, gak! Balikin bini gua!" Kakuzu nangis-nangis sambil melukin kaki Hidan.

"Arghh! Kakuzu lepas! Gua gak bisa jalan ini, lu berat!" Hidan jalan sambil narik-narik kakinya yang dipegangin Kakuzu.

"Tapi uang gua... " Kakuzu ngotot gak mau lepasin Hidan sebelum duit-duitnya dibalikin.

"Woi, pelanggaran lo!" samber Pein ingetin Kakuzu kalau mereka lagi main 'Bertukar Peran'.

"Bodo amat! Dan, balikin gak duit gua!" Pein dongkol omongannya gak digubris.

"Ck, gua kan lagi berperan jadi diri lu!" Hidan goyang-goyangin kakinya supaya Kakuzu lepas dari dia.

"Kalo gak dibalikin gua pelorotin nih, celana lo!" Kakuzu ngancem, Hidan cuek gak percaya.

SRRET!

Ternyata kali ini Hidan salah perhitungan. Kakuzu bener-bener melaksanakan ancamannya, dan bertepatan dengan itu, Konan keluar dari ruangan dan tanpa sengaja melihat adegan nista tersebut.

"GYAAAA MY VIRGIN EYESSS! DASAR KALIAN DUO MESUM!" Konan teriak histeris dan merasa telah kehilangan 'keperawanan' seketika.

"RASAKAN INI!"

DUAGHH!

Sebuah tinju melayang dahsyat ke arah Kakuzu dan Hidan dan membuat kedua Akatsuki tersebut melayang mental keluar markas dan hanya menyisakan celana Hidan yang ketinggalan serta beberapa lembar ryo yang tertumpuk di atasnya (RIP KakuHidan sekali lagi –author dibacok-). Pein nelen ludah gak nyangka tenaga Konan bisa sedahsyat itu. Hari itu para Akatsuki bisa memetik suatu hikmah, jangan main-main dengan perempuan yang sedang marah. Percayalah mereka sangat mengerikan.


Malamnya


Pein nyuruh anggota Akatsuki semuanya kumpul di ruang tamu karena ada pertanyaan yang harus mereka jawab.

"Buruan Pein, gue ngantuk nih!" omel Itachi gak sabaran. Maklum dia butuh tidur untuk kecantikan biar gak tambah keriputan.

"Oke, ini pertanyaannya... " Pein ngebuka selembar kertas yang dia dapat, "pertanyaannya... Apa kesan pertama yang kalian rasakan saat bertemu dengan partner kalian. Inget jawab jujur!" Pein, Konan sama Tobi keliatan antusias sama pertanyaan ini.

"Mulai dari siapa dulu yang jawab?" tanya Itachi sambil berharap bukan dia duluan yang disuruh jawab pertama.

"Lo duluan deh Dei. Kesan lo ke Sasori sama Tobi gimana waktu dipasangin sama mereka." Pein nunjuk Deidara duluan buat ngejawab.

"Kalau waktu sama Sasori-da... Err, Sasori un... Kesannya seneng, un! Soalnya dia ternyata artistan juga, jadi merasa sama un. Cuma sayang ternyata kami gak sepaham, un." Deidara keliatan kecewa berat karena Sasori gak pernah sependapat sama dia soal seni. "Kalau sama Tobi, dia menyebalkan un! Gak bisa diem, susah diatur dan manggil 'senpai' seenaknya, un!" baiklah sekarang Deidara malah keliatan emosi, misuh-misuh gak jelas. Kepalanya udah keluar asep.

"Itu karma lo, Dei. Gak inget apa, pas lo parteran sama gue? Lo juga susah diatur, susah dibilangin dan terlalu anggep remeh musuh. Belum lagi seenaknya manggil 'danna'." Celetuk Sasori secara tiba-tiba bikin Deidara pundung dadakan dan berpikir, secara gak langsung Sasori mau bilang Tobi itu adalah cerminan dari dirinya sendiri.

"Giliran lo Sas. Apa kesan pertama lo ke Deidara pas dipasangin sama dia?" Pein ngangkat alisnya penasaran sementara Konan harap-harap cemas, berharap Sasori mengatakan sesuatu yang bikin jiwa fujoshinya bangkit.

"Another stupid brat," jawab Sasori sambil nunjuk Deidara dan Hidan secara bergantian. Konan sama Deidara pundungan barengan sementara Hidan langsung lempar deathglare yang sama sekali gak mempan ke Sasori.

"Sekarang giliran Tobi. Jawab." Pein beralih ke Tobi yang malah asik main sendiri.

"Eh? Pein-sama nanya apa? Coba ulang, tadi Tobi gak denger." Tobi cengengesan bikin Pein harus banyak-banyak ngelus dada.

"Kesan pertama lo waktu dipasangin sama Deidara, gimana?" Pein menghela napas berusaha sabar ngadepin bocah yang satu ini.

"Oh, hmm partner Tobi cantik banget!" Akatsuki lain ngakak denger pengakuan Tobi sementara Deidara diem-diem berencana mau ngebom Tobi setelah permainan selesai.

"Lo berdua gimana?" kini giliran pasangan Kakuzu-Hidan yang dapet giliran.

"Kesan waktu dipasangin sama dia? Orang tua yang gila harta!" jawab Hidan gak pake mikir dan langsung kena kepret sama Kakuzu yang lagi megang duit (pelanggara oi!).

"Bocah ngeselin karena dia gak bisa gua bunuh," jawab Kakuzu sambil lirik Hidan yang lagi menyeringai.

"Oke sekarang giliran lo berdua yang jawab." Pein ngelirik Itachi sama Kisame yang dari tadi asik aja diem adem ayem.

"Biasa aja," jawab Kisame dan Itachi dengan kompak. Pein muter kedua bola matanya sambil membatin 'dasar terlalu waras'. (Dia belum tahu aja kelakuan Itachi sama Kisame kalau lagi gak waras gimana, ngalahin yang lain).

"Terakhir Zetsu. Kesan lo ke Tobi gimana?" yang terakhir dapet giliran jawab adalah Zetsu.

"Calon makanan baru, nyem!" Zetsu langsung ileran (lagi). Tobi langsung merana karena dua senpai-nya bener-bener gak ada yang beres.

"Pein. Kok, lo sendiri gak ngejawab pertanyaan itu?" tanya Itachi gak rela. Masa mereka aja yang disuruh ngejawab sementara si Pein gak.

"Untuk apa dijawab? Konan adalah partner terbaik yang gue punya!" ucapnya sambil nyengir bikin Konan blushing dan membatin 'lo juga partner terbaik buat gue'.

"Pertanyaan selanjutnya buat Sasori sama Deidara. Dari Sasori dulu." Pein ambil kertas lainnya sambil melirik Sasori sama Deidara barengan. "Gimana rasanya jadi Deidara yang... Ehem, notabene, ehem banci kaleng?".

"KURANG AJAR, UNNNN! SIAPA YANG BERANI BILANG GUE BANCI KALENG, UN!" Deidara ngomel-ngomel sambil jambret kertas yang ada di tangan Pein. "Mizuna, un? Ingat-ingat ini, Mizuna, un! Kau akan kuledakan, nanti un!" Deidara sewot sambil nunjuk ke arah depan gak jelas mau nunjuk kemana.

"Kayak lo tau aja dia di mana." Itachi memutar kedua bola matanya.

"Udah belom ngomelnya? Gue mau jawab nih!" Sasori mendengus gak sabaran. Deidara mengangguk mempersilahkan sang partner untuk menjawab. "Jawabannya, gak. Deidara gak pernah berkelakuan kayak banci, cuma setengah sarap aja," jawab Sasori enteng (ceritanya ngebelain dia). Deidara langsung sparkling-sparkling matanya, berasa dibela.

"Pertanyaan buat Deidara, lo lebih pilih mana Itachi apa Sasori?" tanya Pein sambil nyengir setan, Konan langsung masang kuping, Akatsuki lain langsung siul-siul. Itachi sama Sasori langsung melempar tatapan tajam ke arah si blondie.

'Mampus un!' Deidara ngebatin stress. Pasalnya kalau dia pilih Itachi, Sasori pasti ngamuk dan gak ada jaminan dia bakalan hidup setelah ini, sementara kalau pilih Sasori? Bisa-bisa dia mateng kena Amaterasu. Terjebak antara dua psikopat memang mengerikan.

"Jawab woi, jangan kelamaan! Itachi apa Sasori? Pilih dari hati!" Hidan tumbenan bener bawa-bawa hati segala, biasanya dia yang paling gak berhati.

"Sasori un!" akhirnya Deidara milih Sasori. Itachi sih keliatannya senyum kalem tapi dalam hati dia merutuk kenapa bisa kalah dari Sasori.

"Alasannya apa?" tanya Konan kepo mendadak.

"Yee! di situ, kan gak ditanya alesannya apa, un!" Konan langsung manyun. "Siapa suruh pertanyaannya gak lengkap, un!" sambung Deidara sambil membatin 'untung gak disuruh sama alesannya, un'.

TBC