BIG THANKS TO:
Izca RizcassieYJ
ParkBee
RoseEXOticsFRIEND
Aiiu d'freaky
baekyeolssi
chika love baby baekhyun
Nurfadillah
12Wolf
GdZeloMirVIPbaby
eunhuna
WulannS
totomato
AYUnhomin
minprayudi
summerbaek
Guest
KimChan Min
Zelo96
dennispark
flawlessaliens
*maaf buat readers nim tercinta, namu gak bisa bales satu-satu reviewnya, tapi tetep I LOVE YOU :3
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Proximal Angel
Chapter 2
Main Cast :
-Park Chanyeol
-Byun Baekhyun
Other Cast :
-Kris
-Tao
Author : 나무 데수
Pairing : ChanBaek (Chanyeol x Baekhyun)
Summary : Psyco fallin in love~Janji Chanyeol terhadap Baekhyun dulu ternyata membuatnya menderita. Kisah cinta mereka baik-baik saja sebelum 'dia' datang dan memanipulasi semuanya. Membuat Chanyeol terjatuh lagi dalam dunia hitamnya. *SEQUEL dari ''Going Crazy''sesuai permintaan :))* / ChanBaek complicated love story, but sweet inside~
Rate : M
Genre : Romance/Little bit of Thriller
Disclaimer : every cast in this story belongs to GOD, and themselves. But this story is MINE!
Warning : Boys Love , OOC, typo(s) dirty talk.
Preview story :
Sesampainya di apartemen mereka..
"Channie aku mandi dulu"
"tapi kan chagi, aku harus 'menghukummu'" ucap Chanyeol kesal.
"tapi aku pengin mandi! Yang itu nanti saja setelah aku mandi!"
"tapi chagi, aku tidak tahan! Kau tidak lihat 'adikku' sudah bangun?" ucap Chanyeol sambil menunjuk juniornya yang menyembul di balik celana jeans hitamnya.
"tunggulah sebentar! Kau ini sejak kapan jadi maniak seks?" gerutu Baekhyun.
"sejak kau menjadi kekasihku dan selalu membuatku horny baby"
BLUSH
"kalau begitu kita mandi bersama!"
Chapter 2 – Proximal Angel~
Happy Reading…
"kalau begitu kita mandi bersama!" cetus Baekhyun sambil tersenyum menggoda. Kasihan juga melihat wajah memelas Chanyeol dan juniornya yang menyembul itu. Pasti sakit –pikir Baekhyun.
"sejak kapan kau jadi nakal Byun Baekhyun?"
"sejak kau mulai merayuku tanpa henti Park Chanyeol" ucap Baekhyun sambil merona menahan malu dengan kata-katanya.
"kalau itu maumu kajja! Dengan senang hati baby ayo kita mandi" ajak Chanyeol semangat lalu merangkul pundak Baekhyun menuju kamar mandi mereka.
Di dalam kamar mandi …
Sekarang keduanya sudah telanjang bulat tanpa sehelai benang pun. Baekhyun berada dipangkuan Chanyeol yang sedang duduk di bawah guyuran shower air hangat. Melemaskan otot-otot mereka yang kaku karena kegiatan mereka di kampus yang sangat melelahkan. Dan hanya di sinilah mereka bisa melepaskan semuanya. Menggantinya dengan kenikmatan duniawi yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata dan hanya bisa dirasakan satu sama lain.
"euuunggh"
Terdengar desahan lembut Baekhyun saat Chanyeol menciumnya bibirnya penuh gairah. Mencecap seluruh isi mulutnya. Mengabsen deretan gigi putihnya menggunakan lidah yang lembut dan hangat itu. Chanyeol tersenyum ditengah ciumannya. Puas dengan yang ia lakukan.
"teruslah mendesah untukku sayang"
"euuungggh Chanyeol-ah emmh"
Kini tangan Chanyeol berpindah dari punggung Baekhyun menuju pantatnya yang putih bersih dan mulus bagai kulit bayi itu. Meremasnya lembut tapi penuh gairah.
"aaaaahhh~ Channie-ah"
Setelah puas bermain-main dengan pantatnya. Kini tangan Chanyeol menelusup untuk menyentuh junior mungil milik Baekhyun. Menyentuhnya sambil lalu dan itu membuat Baekhyun tersiksa.
"Chan.. eunggh"
"kenapa sayang? Kau ingin aku berbuat apa?" tanya Chanyeol basa-basi. Sambil terus menggoda junior Baekhyun yang sudah mulai menegang itu dengan mengusapnya sambil lalu.
"euungh Channie! emmmh"
Bukannya berhenti Chanyeol malah meremas junior mungil Baekhyun.
"seperti ini sayang?"
"aaaaaahhh~ n-ne eunngh"
Baekhyun mengerang nikmat. Chanyeol mulai meremas junior Baekhyun erat. Mengocoknya dan meremasnya lagi. Hingga ….
CROOOT~
"kau mendahuluiku chagi" bisik Chanyeol seduktif sambil mengulum cuping Baekhyun.
"sekarang giliranku. Kau tahu kan harus berbuat apa?" ucap Chanyeol masih meremas junior Baekhyun.
Baekhyun hanya mengangguk imut dan mulai turun dari pangkuan Chanyeol. Ia berjongkok dan mulai memasukkan junior milik Chanyeol ke dalam mulut mungilnya yang jelas tidak muat untuk ukuran junior Chanyeol yang panjang dan gemuk itu.
"euuunghh kau sungguh! Aaaaah~ terus chagi! Terus seperti itu euuungh" erang Chanyeol merasakan rasa nikmat ketika titik paling sensitive dari tubuhnya berada dalam goa hangat dan basah milik kekasihnya itu.
Baekhyun memaju mundurkan mulutnya. Memuaskan kekasihnya yang tampan itu. Sesekali menggigitnya dan meniupnya. Membuat Chanyeol menggila dan mengerang keenakan. Terus mengulumnya hingga…
CROOOT~
"haaaaaah" desah Chanyeol lega. Lega setelah orgasmenya yang pertama. Ia memang suka melakukan oral seks.
"kita impas chagi" ucap Chanyeol sambil mengangkat tubuh mungil Baekhyun untuk duduk dipangkuannya kembali.
Baekhyun yang ditatap seintens itu oleh Chanyeol hanya bisa merona.
"sudah saatnya kita mandi" ucap Baekhyun tersipu malu.
"tapi setelah mandi lanjut ya sayang" ucap Chanyeol sambil tersenyum nakal. Dan hanya dibalas pukulan kecil di lengannya oleh Baekhyun.
Kini keduanya sedang mandi –benar-benar mandi-. Baekhyun mulai menggosok punggung Chanyeol dengan sabun cair yang sudah ia oleskan di telapak tangannya. Menggosoknya lembut dengan tangannya yang sehalus kulit bayi. Chanyeol hanya mengerang. Mengerang kenikmatan. Ia mulai terangsang lagi dan ingin segera menyelesaikan mandi terkutuk yang menyiksanya ini. Dan ketika Baekhyun akan menggosok dada bidang Chanyeol. Ia langsung mencegahnya secepat kilat.
"sudah cukup chagi! Aku bisa gila kalau seperti ini! Sekarang giliranmu! Kita harus segera menyelesaikan ini, atau aku akan mati dalam sentuhanmu"
Chanyeol mulai menggosok punggung putih bersih milik Baekhyun dengan lembut juga. Tangannya yang keras menyentuh lembutnya kulit Baekhyun. Menimbulkan sensasi tersendiri baginya. Sementara Baekhyun yang diseberang sana hanya bisa memejamkan matanya. Heran dengan sensasi yang diberikan Chanyeol lewat gosokkan dipunggungnya. Ya Tuhan dia belum pernah begitu terangsang seperti ini. Gerakan sekecil apapun yang Chanyeol berikan, ia pasti langsung terangsang. Tidak seperti dulu. Dulu ia hanya namja polos dan tidak tahu menahu tentang hubungan intim. Mungkin karena pengaruh dari Park Chanyeol ia jadi senakal ini. Oh Tuhan.
Setelah membilas badan mereka yang licin penuh sabun, mereka segera mengeringkan tubuh mereka dengan handuk. Tidak tahan dengan ereksi yang mendera mereka.
"nah sudah selesai. Sekarang cepat ke kamar. Lanjutkan kegiatan tertunda kita tadi baby" ucap Chanyeol seduktif. Dan Baekhyun hanya menunduk malu menyembunyikan wajahnya yang merah padam.
Chanyeol mulai menggendong Baekhyun ala Bridal style. Menggendongnya sampai mereka tiba di kamar. Lalu membaringkan tubuh polos Baekhyun di atas ranjang. Ranjang yang sering menjadi tempat mereka bercinta.
….
Chanyeol kini sedang memainkan nipple milk Baekhyun. Meniupnya perlahan hingga Baekhyun hampir gila dibuatnya.
"euuuungh Chan-ah kenapa kau selalu menyiksaku?" gumam Baekhyun.
"lalu kau ingin aku seperti apa baby? Seperti ini?" tanya Chanyeol mulai memelintir nipple miliknya.
"euuuungh ne.. iya seperti itu.. euuungh chagi" erang Baekhyun.
Setelah puas bermain-main dengan nipple Baekhyun, Chanyeol mulai menciumnya ganas. Panas seperti membakar gairah mereka. Mencumbunya tanpa henti. Membuat kissmark disana sini. Menandakan bahwa namja cantik di bawahnya ini adalah miliknya. Sekarang dan untuk selamanya.
"sudah cukup main-mainnya! Sekarang langsung ke inti" ucap Chanyeol.
"kulum jariku sayang" titah Chanyeol sambil mendekatkan ketiga jarinya di mulut Baekhyun.
Baekhyun lalu mengulum jari Chanyeol satu persatu. Tidak sensual memang. Tapi dengan wajah Baekhyun yang polos bercampur gairahnya, itu membuat Chanyeol menggila.
"oh shit! Kau kenapa begitu menggairahkan sayang?"
Chanyeol kembali melumat bibir Baekhyun tanpa ampun! Melumatnya dan membelai lidah Baekhyun. Melakukan French kiss tanpa henti.
Setelah puas, ia kemudian memasukkan ketiga jarinya di manhole pink milik Baekhyun.
Satu jari …
"euuuungh" Baekhyun mengerang.
Dua jari …
"oh shit! Padahal baru jari saja kau sudah mencengkeramku dengan erat baby" gumam Chanyeol merasakan jarinya terbungkus erat dalam hole Baekhyun.
Tiga jari …
"awwww! Channie-ah pelan-pelan" pekik Baekhyun merasa tidak nyaman dengan jari ke tiga yang Chanyeol masukkan.
"iya sayang. Maafkan aku. Tapi kau akan terbiasa dengan ini."
Setelah ketiga jarinya masuk dalam hole Baekhyun, ia mulai menggerakan jarinya zig-zag.
Setelah dikiranya cukup, ia menggantikannya dengan junior panjang dan gemuknya itu.
JLEB
"AWWWW!" pekik Baekhyun kesakitan sambil mencengkeram pundak Chanyeol. Seolah-olah itu adalah pegangannya untuk bertahan.
''Mianhae. Tahanlah sebentar lagi chagi" ucap Chanyeol sambil mencium Baekhyun. berusaha menghilangkan rasa sakitnya.
'oh damn! Padahal kau sudah sering ku masuki tapi kenapa masih sangat sempit?! Ouuuh! Shit shit! Ini nikmat sekali' batin Chanyeol.
Ketika rasa sakit Baekhyun perlahan mulai hilang diganti dengan nikmat yang luar biasa, ia mulai menggerakan pinggulnya. Memberi tanda pada Chanyeol bahwa ia sudah siap.
"kau sudah siap ternyata. Bagus sekali" ucap Chanyeol sambil tersenyum nakal di tengah cumbuannya pada Baekhyun.
Chanyeol mulai memaju mundurkan pinggulnya. Berulang-ulang. Awalnya bertempo lambat, namun semakin lama tempo genjotannya makin cepat dan tak terkendali, hanya gairah yang menuntunnya. Terus dan terus sampai mereka …
"ahhh Channie aku ingiiin keluar euuungh aaahhhh~"
"bersama sayang"
CROOOOOT~
CROOOOOT~
Chanyeol mengeluarkan cairannya di dalam hole sempit milik Baekhyun. Sedangkan cairan Baekhyun membasahi perut berotot milik Chanyeol. Keduannya terengah. Merasakan orgasme yang luar biasa hebatnya. Bercinta dengan orang yang dicintai memang sangat luar biasa nikmatnya.
"hosh.. hosh.. aku mencintaimu sayang"
"aku juga Channie… hosh"
Nafas mereka beradu. Dan kini Chanyeol mulai tumbang. Ia berbaring di sebelah Baekhyun. menormalkan deru nafasnya. Setelah percintaan mereka yang dahsyat tadi. Kemudian Chanyeol memeluk Baekhyun posesif. Kulit keduanya bergesekan, menghangatkan satu sama lain dan itu membuat keduanya merasa nyaman.
"gomawo chagi-ya" gumam Chanyeol parau
"aku senang kalau kau senang Channie" jawab Baekhyun sambil menenggelamkan wajahnya di dada bidang milik Chanyeol. Dan tidak lama kemudian Chanyeol mulai terangsang lagi. Juniornya bergesekan sambil lalu dengan junior milik Baekhyun. Dan Baekhyun merasakan perutnya tertekan oleh benda keras. Dan ia tahu bahwa benda itu adalah milik Chanyeol.
"lagi?" tanya Baekhyun heran.
"hehehe ayolah chagi. Aku belum puas. Bukankah hukumanmu belum selesai?" ujar Chanyeol sambil tersenyum nakal.
"do it baby"
Dan kini keduanya sedang bercinta lagi. Dan terus berlanjut sampai mereka benar-benar lelah karenanya dan mabuk karena orgasme mereka.
Sinar matahari pagi mulai menyusup masuk ke dalam kamar mereka yang hanya disinari oleh lampu meja yang temaram. Masuk melalui sela-sela gorden, seakan tidak tahu malu dengan apa yang dilakukannya karena sedang mengganggu tidur dua anak manusia yang telah merasakan orgasme yang luar biasa semalam.
Kalau biasanya Baekhyun yang membangunkan Chanyeol, sekarang keadaanya berbeda. Hari ini Chanyeol yang bangun lebih awal. Ia sengaja tidak membangunkan Baekhyun karena ia senang akhirnya bisa melihat wajah kekasihnya ini sedang terlelap. Bahkan saat terpejam pun ia begitu cantik. Harus dengan apa Chanyeol mengucapkan terima kasih pada Tuhan bahwa keinginannya sudah terpenuhi sekarang. Obsesi gilanya dulu, ternyata berhasil membawa namja cantik ini jatuh ke pelukannya. Memberinya kebahagiaan yang ia janjikan. Lebih dari yang ia janjikan. Dan ia tidak akan pernah menyesali pertemuannya dengan Baekhyun waktu itu. Ia akan menjaganya titik! Walaupun dengan tangannya yang penuh darah dan mungkin tak termaafkan.
Ia terus mengagumi karya Tuhan di hadapannya sekarang ini. Kekasihnya yang cantik, sangat cantik sampai tidak terasa ia sudah menghabiskan menit-menit hanya untuk memandangi kekasihnya. Mencoba membangunkannya dengan caranya sendiri. Di kecupnya dahi Baekhyun. Pipi, hidung, dan seluruh wajahnya dengan kecupan-kecupan lembut. Dan ternyata itu berhasil membuat Baekhyun terbangun.
"tidur nyenyak semalam sayang?" sapaan pertama dari Chanyeol yang sukses membuat Baekhyun merona. Dan Baekhyun hanya mengangguk lucu.
"ingin mandi bersama lagi?" tanya Chanyeol seduktif. Tangannya menelusup masuk kedalam dan mengelus junior Baekhyun.
"Channie…."
"kanapa chagi? Bukankah kau paling suka jika aku mengelus juniormu?"
Lagi. Baekhyun hanya menunduk malu.
"hahahahaha lihatlah kau itu sungguh membuatku bergairah"
Sekarang tangan Chanyeol beralih menuju tangan Baekhyun. Menuntunnya untuk menyentuh junior miliknya. Dan benar saja, Chanyeol tidak berbohong. Ia benar-benar terangsang.
"kau rasakan itu sayang? Adikku sudah bangun dan ingin masuk kedalam lubangmu. Bolehkah?"
"dengan senang hati Channie" dan tanpa komando Baekhyun meremas junior Chanyeol.
"kau tidak main-main rupanya. Kajja!"
Chanyeol menggendong Baekhyun menuju kamar mandi dan memulai 'ritual' mereka sebelum benar-benar mandi.
…..
Seusai mandi, mereka berangkat ke kampus. Dengan wajah penuh semangat. Bagaimana tidak? Mereka sudah mencetak rekor baru. 10 ronde man! Bayangkan betapa melelahkannya itu. Meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa selangkangan Baekhyun sangat perih dan nyeri. Hole sempitnya terus mencengkeram junior Chanyeol yang super itu. Dan tidak hanya sekali, tapi berulangkali! Belum lagi tadi pagi mereka melakukannya di kamar mandi dan sesekali holenya itu terkena cairan sabun dan bayangkan betapa perihnya itu. Tapi rasa sakitnya tidak seberapa dibanding rasa nikmat yang didapat. Chanyeol memang paling bisa memuaskannya.
"kau sedang memikirkan apa Baekkie?" tanya Chanyeol yang sedang berjalan di sebelah Baekhyun. Menyusuri koridor kampus mereka dengan iringan jeritan histeris yeoja-yeoja tidak tahu malu disekelilingnya. Tapi ia mengabaikannya. Melihat wajah Baekhyun yang sedang tersenyum berseri-seri jauh lebih pantas untuk dilihat daripada mereka-mereka yang seperti orang kesetanan.
"e-eeh! An-Aniya" jawab Baekhyun gugup. Merasa ditatap orang yang semalam memasukinya.
"apa kau sedang memikirkanku? Memikirkan juniorku memasuki lubangmu?"
Tepat sekali Park Chanyeol!
"Channie!" ucap Baekhyun kesal sambil memukul lengan Chanyeol menggunakan setumpuk buku yang ia bawa di tangannya. Malu sekali dengan kata-kata vulgar Chanyeol.
"hahahaha benar ternyata. Apakah aku harus memasukimu setiap hari agar kau tidak cemberut saat jalan bersamaku?"
"ti-tidak perlu!"
"hahahahahahaha" tawa Chanyeol lepas.
"kau pulang sore hari ini?" tanya Baekhyun mengalihkan pembicaraan yang tidak pantas dibahas di tempat umum itu.
"entahlah Baekkie. Lee seongsaeng-nim memberiku banyak tugas. Lebih banyak daripada anak-anak lain. Menyebalkan!"
"itu karena kekasihku ini jauh lebih pintar daripada yang lain"
"ck! Kau ini! Aku biasa saja kau tahu?!" jawab Chanyeol kesal.
"pffft lihatlah wajahmu. Hahaha Park Chanyeol!" sekarang giliran Baekhyun yang tertawa lepas. Pasalnya wajah dingin dan kaku Chanyeol sedang menahan kesal karena omongan Baekhyun yang benar adanya tadi.
Sementara Chanyeol hanya tertawa simpul. Senyuman Baekhyun adalah hal yang paling indah. Meskipun tidak jarang dirinya harus menahan kesal untuk melihat senyumnya.
"kau tunggulah di taman seperti biasa. Sepertinya hari ini aku pulang sore. Ne?"
"oke Channie. Aku masuk dulu ne?"
"ne, hati-hati"
Skip time~
Terlihat Baekhyun sedang duduk di kursi taman sekolah mereka. Langit senja saat itu. Semilir angin sesekali menyibakkan rambut miliknya. Ia sedang menunggu seseorang. Seperti yang Chanyeol katakan tadi pagi. Ia harus menunggunya di taman seperti biasa. Dan ia sedang menunggunya sekarang. Mengayunkan kedua kakinya berlawanan berharap bisa mengurangi sedikit rasa bosannya.
10 menit ….
20 menit ….
30 menit ….
"kenapa Chanyeol tidak datang-datang?!" gerutu Baekhyun kesal. Ia pun mengeluarkan posel milikknya dan segera menghubungi Chanyeol.
Tuuuut …
Tuuuut …
Tuuuut …
Tuuuut …
"ash! Kenapa tidak diangkat?! Dasar Chanyeol pabbo!" umpat Baekhyun kesal karena telepon darinya tidak Chanyeol angkat.
"ada yang bilang kalau kau terus marah-marah akan mengurangi umur kita loh"
Deg
'suara ini! aku jelas mengenalnya!' batin Baekhyun.
Karena tidak mau rasa penasarannya bertambah, ia pun membalikkan wajahnya. Menghadap belakang ke sumber suara.
"omo! K-Kris!" ucap Baekhyun kaget.
"hai! Lama tidak bertemu Byun Baekhyun" sapa Kris. Mantan namjachingu Baekhyun yang sempat membuat dirinya sakit hati dulu. Namun sekarang tidak lagi. Dan itu berkat Chanyeol. Kekasihnya yang tampan itu.
"astaga Wu YiFan!" Baekhyun pun langsung menghambur ke pelukkan Kris. Merindukan sosoknya. Melepaskan rasa rindu yang teramat sangat. Dan Kris membalas pelukkannya.
"sejak kapan kau sampai di Seoul?"
"kemarin"
"astaga! Kenapa tidak memberi tahuku?"
"aku ingin memberimu kejutan dan ternyata berhasil. Hehehe"
"ash! Dasar kau ini! oh iya lalu kau sedang apa disini?" tanya Baekhyun sambil melepaskan pelukkannya.
"aku akan melanjutkan sekolah di sini. Aku bosan di Amerika. Dan kebetulan aku satu jurusan dengan kekasihmu."
"waaaah! Itu bagus! Ah aku senang sekali kau tahu?"
"iya, aku tahu. Aku bisa melihatnya di mata kecilmu itu." jawab Kris sambil mencubit pelan hidung Baekhyun. Mereka memang akrab. Semenjak kejadian waktu itu, ia sudah menghapuskan rasa bencinya pada Kris dan berusaha menjadi temannya seperti sekarang ini.
"kau sedang apa disini? Sudah sore, apa tidak pulang?" Kris balik bertanya.
"aku menunggu Chanyeol. Tapi daritadi ku hubungi tidak diangkat." Terang Baekhyun sambil mempoutkan bibirnya.
"apa kau berencana menungguinya seharian?"
"entahlah"
"aku bisa mengantarmu pulang kalau kau tak keberatan."
"jinjja?! Apa aku tidak merepotkanmu nanti?"
"tentu saja tidak. Bagaimana?"
"hmm baiklah. Hehehe gomawo"
Mereka pun beranjak pergi dari taman kampus itu. Menuju tempat parkir.
Di dalam mobil…
"apa kau masih tinggal di rumah lamamu?"
"aniya. Semenjak lulus, kami tinggal di apartemen"
"kami?" Kris mengeryitkan dahinya bingung.
"iya, aku dan Chanyeol membeli apartemen. Tidak terlalu mewah memang. Tapi ya, asalkan kami selalu bersama semuanya terasa begitu menyenangkan. Hehehehe" jawab Baekhyun sambil tersenyum manis. Membayangkan hari-harinya bersama Chanyeol.
"aku ikut senang mendengar kalian bahagia." Ujar Kris sambil tersenyum.
"gomawo. Oh iya bagaimana di Amerika? Pasti banyak tempat-tempat bagus ya?"
"hmmm tidak juga. Entah kenapa aku lebih senang tinggal di Seoul"
"waaaah jinjja?! Ash aku malah ingin pergi ke Amerika. Tapi eomma tidak pernah mengijinkanku."
"itu karena eommamu tidak mau terjadi hal buruk padamu. Kau tahu? di Amerika rawan kejahatan"
"ya tapi kan aku ingin kesana. Aku bosan di Seoul. Terkadang aku iri denganmu." Ucap Baekhyun menyipitkan matanya.
"hahahaha arra arra. Baiklah lain kali aku akan mengajakmu ke Amerika dan ku perkenalkan dengan teman-temanku. Mereka pasti senang."
"waaah jinjja?! Gomawo Kris." Pekik Baekhyun kegirangan.
Dan Kris pun hanya tersenyum lembut melihat Baekhyun.
Setelah mereka berbincang cukup lama di dalam mobil, akhirnya mereka sampai di depan apartemen Baekhyun dan Chanyeol.
"ini apartemennya?"
"ne! kau mau masuk?"
"ah aniya. Lain kali saja. Aku masih ada urusan. Tidak apa-apa kan?" tanya Kris dengan raut wajah menyesal.
"hmm sayang sekali, padahal aku ingin kau main ke apartemenku. Yasudah lain kali harus main! Arra?!" paksa Baekhyun.
"hahaha pasti Baekhyun-ah. Oh iya salam untuk Chanyeol ya. Baiklah aku pulang dulu"
"ne! gomawo Kris. Hati-hati di jalan"
Baekhyun pun melambaikan tangannya. Setelah mobil Kris mulai menjauh dari hadapannya, ia kemudian masuk ke dalam. Ia tidak mau lama-lama di luar karena cuaca hari ini begitu dingin. Dan dia tidak suka dingin.
Cklek…
Cklik!
"Chanyeol belum pulang rupanya. Kemana ya?" gumam Baekhyun sambil melepas sepatunya.
Setelah melepas sepatunya, ia menuju kamarnya dan Chanyeol. Mengambil piyama tidurnya kemudian mandi dan membuat makan malamnya. Setelah mandi dan mengisi perutnya yang keroncongan, ia memutuskan untuk menunggu Chanyeol pulang dengan menonton acara tv favoritnya.
…..
"sudah jam delapan malam kenapa belum pulang juga?" Baekhyun mulai gusar. Ia mengambil ponselnya dan menelepon Chanyeol. Namun … nihil. Chanyeol tidak mengangkat teleponnya.
"ya Tuhan Channie! kau kemana sih?! Ash! Molla molla!" gerutu Baekhyun kesal sambil membanting ponselnya di sofa.
Malam semakin larut. Chanyeol belum pulang juga. Karena terlalu lama menunggu Chanyeol, alhasil Baekhyun ketiduran di sofa sambil memegang remote tv.
Cklek …
Pintu apartemen mereka terbuka. Dan terdapat Chanyeol disana dengan raut wajah khawatir.
"haah.. syukurlah Baekkie sudah pulang" desah Chanyeol lega mendapati Baekhyun sudah pulang dan sekarang ia sedang tertidur di sofa. Lee seongsaeng memberinya tugas tambahan dan memaksanya untuk pulang selarut ini. Saking sibuknya, ia lupa kalau janji akan pulang bersama Baekhyun. Dan sialnya lagi baterai ponselnya habis.
"mianhae chagi. Kau pasti menungguku pulang sampai ketiduran begini" gumam Chanyeol sambil mengelus pucuk kepala Baekhyun dan menciumnya lembut. Setelah mematikan tv, ia lalu menggendong Baekhyun dan memindahkannya ke kamar mereka.
Setelah itu ia mandi kemudian pergi tidur. Ia terlalu lelah hari ini. Dipeluknya tubuh mungil Baekhyun. Menyalurkan kehangatan dan ia sangat menyesal telah membuat Baekhyun nya menunggu.
'semoga kau mau mengerti penjelasanku chagi' batin Chanyeol sambil menenggelamkan kepalanya di rambut halus dan wangi milik Baekhyun.
Keesokan harinya …
Baekhyun bangun lebih dulu dari Chanyeol. Mendapati Chanyeol sedang tertidur pulas. Wajahnya polos sekali kalau sedang tidur. Tidak seperti Chanyeol nya kalau sedang terjaga, pria dingin dengan aura membunuh yang menyelimutinya.
Ia berencana akan memarahi Chanyeol habis-habisan kalau mereka bangun nanti. Tapi sepertinya rencana itu tidak akan berhasil. Melihat wajah Chanyeol yang benar-benar kelelahan sampai tidurnya pulas seperti ini ia tidak tega kalau memarahinya. Tanpa sadar Baekhyun pun mengulurkan jemarinya menyentuh pipi Chanyeol. Merindukannya semalaman. Dan ia lega bukan main mendapati Chanyeol berada disampingnya saat ia bangun. Lalu ia mencium pipi Chanyeol sekilas sebelum pergi mandi dan membuat sarapan untuk mereka.
….
Chanyeol menggeliat dalam tidurnya. Mencium aroma roti bakar yang harum dan menggugah selera. Kebetulan semalam ia tidak sempat makan karena sudah terlalu lelah dan mengantuk. Ia pulang jam sepuluh malam dan ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain tidur memeluk Baekhyun. Ia pun segera beranjak dari tempat tidurnya. Mendapati bahwa Baekhyun tidak ada di sampingnya, ia berkesimpulan bahwa yang sedang memasak di dapur adalah Baekhyun.
Ia berjalan sambil mengacak-acak rambutnya karena jujur, ia masih mengantuk. Tapi aroma roti bakar yang lezat itu dan perutnya yang memberontak ingin makan, memaksanya untuk bangun.
Di meja makan ia melihat Baekhyun sedang menyantap sarapan miliknya. Dan di seberang tempat duduknya masih ada sepiring roti bakar keju dan segelas cokelat hangat. Sepertinya itu miliknya. Karena Baekhyun sudah punya sendiri di mejanya. Ia kemudian mulai duduk di depan Baekhyun. Mengamatinya. Mencari-cari apakah ia akan marah padanya atau tidak? 'ash pabbo! Tentu saja dia akan marah padaku' batin Chanyeol.
"eheem.. ini untukku?" tanya Chanyeol memecah keheningan.
Baekhyun hanya mengangguk tanpa menoleh padanya. Chanyeol menghela nafasnya berat, kemudian mulai menyantap sarapan paginya.
"kau kemana saja semalam?" tanya Baekhyun tanpa basa basi. Sambil menatap tajam ke mata Chanyeol.
"mianhae Baekhyun-ah. Kemarin Lee seongsaengnim memberiku tugas tambahan dan baru selesai jam sepuluh malam. Mianhae jeongmal mianhae" ucap Chanyeol penuh penyesalan.
"lalu kenapa telepon dariku tidak diangkat?"
"baterai ponselku habis. Aku lupa mengisinya kemarin."
"hmmm yasudah lah" jawab Baekhyun sambil menghela nafasnya. Dan kembali menyantap makanannya.
"kau marah padaku?" tanya Chanyeol ragu-ragu.
"ani" jawab Baekhyun ketus.
"jelas-jelas marah begitu" gumam Chanyeol lirih sambil menyantap kembali makanannya.
"kau bilang apa?!" bentak Baekhyun.
"aniya, bukan apa-apa"
"huh dasar! Aku marah padamu karena aku khawatir! Aku pikir terjadi hal buruk padamu! Ponselmu mati dan aku tidak tahu kau sedang apa waktu itu! lain kali isi dulu baterai ponselmu sebelum berangkat! Pabbo!" rutuk Baekhyun.
"mianhae chagiya… lagipula aku ini namja, aku bisa menjaga diriku sendiri. Lalu kau pulang naik apa kemarin?" Chanyeol balik bertanya.
"aku pulang bersama Kris. Dan dia menitipkan salam untukmu" jawab Baekhyun.
"Kris? Dia sudah pulang dari Amerika?" Chanyeol menautkan alisnya.
"ne! dia pulang dua hari lalu. Dan dia akan bersekolah di kampus kita" terang Baekhyun sambil tersenyum.
"oh" jawab Chanyeol ketus tanpa memandang Baekhyun.
"ck! Kau ini!"
"kau ada kelas kan hari ini?" tanya Chanyeol mengalihkan pembicaraan. Entah kenapa nama Kris terdengar tabu untuk diucapkan. Jadi ia lebih memilih mengganti topik pembicaraan.
"ada"
"baiklah kalau begitu kita berangkat bersama. Aku mandi dulu."
Chanyeol bergegas mandi setelah menyelesaikan sarapannya.
Setelah bersih dan rapi, keduanya berangkat.
Di kampus tidak seperti biasanya. Ada yang aneh hari ini. Yeoja-yeoja tidak jelas itu tidak menyambut kedatangan Chanyeol lagi. Bukannya iri, ia malah justru lega akhirnya tidak ada musik pengiringnya ketika berjalan di koridor sekolah mereka. Pertanyaannya apa yang membuat mereka seperti itu?
"apa ada yang salah dariku chagi?" tanya Chanyeol sambil menatap Baekhyun.
"tidak ada. Kau selalu tampan seperti biasa" jawab Baekhyun sambil menatap Chanyeol dari atas sampai bawah.
"lalu tumben-tumbennya mereka tidak histeris?"
"harusnya kau bersyukur Park Chanyeol!" desis Baekhyun.
"itu sudah ku lakukan. Tapi aku penasaran Baekkie. Apa ada mahasiswa yang lebih tampan dariku?"
"siapa pun itu, yang jelas tidak akan lebih tampan dariku dan kau" Baekhyun menyipitkan matanya. Kurang suka dengan kalimat Chanyeol.
"kau cantik sayang, bukan tampan!"
"KYAAAAA! TAMPAN SEKALIII!"
"HUAAAAA BENAR-BENAR TAMPAN SEPERTI MALAIKAT!"
"KYAAA! MARRY ME!"
Yeoja-yeoja itu makin histeris ketika 'sosok' yang menjadi pusat perhatian itu berjalan dengan gagahnya. Apalagi dengan gaya casual yang membuatnya terlihat semakin tampan. Dan akan membuat orang menengok dua kali untuk melihatnya. Teriakan itu semakin terdengar jelas bagi Chanyeol dan Baekhyun. Karena 'ia' sedang berjalan menuju mereka dari arah yang berlawanan.
"hai! Park Chanyeol! Lama tidak bertemu"
"K-Kris?!" Chanyeol membelalakan matanya tidak percaya.
"ya! ini aku. Senang melihatmu lagi Park Chanyeol." Ujar Kris –sosok itu- dengan senyuman mautnya. Dan membuat semua yeoja-yeoja di sekitar mereka memekik kegirangan melihat senyuman Kris. Mahasiswa baru yang tampan itu.
"kau sudah mulai masuk hari ini Kris?" tanya Baekhyun sama kagetnya dengan Chanyeol. Pasalnya ia tidak tahu bahwa Kris mulai masuk hari ini. Yang ia tahu Kris akan bersekolah di sini dan satu jurusan dengan Chanyeol.
"ya, seperti yang kau lihat. Dan sepertinya aku butuh kekasihmu ini untuk menunjukkan dimana kelasku" jawab Kris.
"aku?! Kenapa harus aku?"
"karena menurut informasi yang ku dapat aku satu jurusan denganmu dan satu kelas denganmu" terang Kris sambil memasukan tangannya ke dalam saku celananya.
"hmm baiklah, ayo ikut aku. Baekkie aku duluan ne?"
"iya Channie. Hati-hati ya.. Kris juga, semoga hari pertamamu menyenangkan" ujar Baekhyun sambil tersenyum. Memperlihatkan eye smile lucu miliknya itu.
"thank you Baek"
Mereka pun mulai pergi meninggalkan Baekhyun menuju kelas mereka. Dan menyisakan teriakan histeris yeoja-yeoja di sekelilingnya. Mereka semakin histeris. Bagaimana tidak? Kedua pangeran di kampus mereka ternyata berteman dan hal itu membuat kesenangan tersendiri bagi mereka. Ckckck.
…..
"aku dengar kau baru pulang dari Amerika?" ujar Chanyeol memecah keheningan saat mereka sampai di kelas.
"iya, aku memang baru pulang dari Amerika."
"kenapa? Apa di Amerika membosankan?"
"ya begitulah. Aku bosan di Amerika dan aku rindu Seoul, jadi ya aku pulang saja dan melanjutkan sekolahku di sini. Sekolah di Seoul juga tidak kalah bagus dengan Amerika. Kenapa? Kau tidak suka aku pulang?" tanya Kris sambil tersenyum kecut.
"an-aniya! Bukan seperti itu. Aku senang kau pulang karena Baekhyun pasti sangat senang"
"tapi aku tidak melihatnya di matamu."
"mungkin hanya perasaanmu saja"
"hahahaha Park Chanyeol! Tenang saja. Aku tidak akan berbuat nekat seperti dulu. Dia sudah milikmu dan aku menghargai itu."
"ash! Kau ini. Sudahlah jangan dibahas lagi. Kau membuatku malu."
"harusnya aku yang malu Chanyeol-ah. Oh iya sepertinya kau tidak berubah ya?"
"tidak berubah bagaimana maksudmu?"
"selalu sendirian kesana sini. Terlihat seperti orang bodoh kau tahu?"
"darimana kau tahu aku tidak punya teman?!"
"Baekhyun yang memberitahuku kemarin. Dia menceritakan segalanya tentangmu dan aku bisa mebayangkan itu. Apalagi di universitas seluas ini. Ckckck"
"ash! Anak itu! ya memang benar! aku tidak punya teman dan tidak suka berteman. Lagipula mereka tidak mau berteman denganku. Cih!"
"Aku mau menjadi temanmu. Karena aku yakin Cuma aku yang berani berbicara denganmu seperti ini setelah Baekhyun tentunya."
Chanyeol tersenyum simpul.
"kau mengatakannya seolah-olah aku ini teroris kelas kakap kau tahu?!" ujar Chanyeol.
"tapi memang itu kenyataannya Park Chanyeol. Oh iya, apa kebiasaan membunuhmu itu sudah berkurang?" tanya Kris langsung mengubah mimik wajahnya menjadi serius.
"sudah hampir satu tahun ini aku tidak pernah membunuh. Dan itu semua ku lakukan demi Baekhyun" Chanyeol tersenyum manis mengingat kekasihnya yang cantik itu.
"bagaimana perasaanmu? Apa kau baik- baik saja? Setahuku tidak mudah bagi orang-orang sepertimu kalau tidak mencium bau darah terlalu lama"
"hei! Kau menyinggungku. Tapi ya,memang kenyataannya kalau aku seorang psikopat, jadi aku tidak berhak untuk tersinggung."
"hahaha mianhae Chanyeol-ah."
"aku baik-baik saja asalkan selalu bersama Baekhyun."
"syukurlah kalau begitu."
"aku rasa kau banyak berubah ya? kau bukan bedebah brengsek yang ku kenal dulu."
"oh ayolah Park Chanyeol! Semua orang bisa berubah. Dan aku belajar banyak di Amerika. Aku minta maaf untuk semuanya."
"hahaha kalau diingat-ingat lagi dulu kita sangat konyol ya? "
"memang. Aku kira kita bisa menjadi teman sekarang. Itu pun kalau kau tidak keberatan." ujar Kris.
"tidak. Tidak akan selagi kau tidak menyaingi ketampananku di kampus ini. Dulu aku yang diteriaki mereka sepertimu tahu! Tapi sepertinya keadaan sudah berbalik sekarang."
"hahaha ternyata kau mengakui ketampananku ya?"
"hey hey! Jangan besar kepala!"
Mereka pun tertawa bersama. Mengakui ke konyolan masing-masing sambil menunggu kelas dimulai.
Semakin hari hubungan Chanyeol dan Kris semakin akrab. Mereka benar-benar berteman baik sekarang. Chanyeol sudah tidak memendam apapun pada Kris. Tapi entahlah dengan Kris. Kris bukan tipikal orang yang mudah ditebak. Ia bisa saja menjadi malaikat hari ini, tapi tidak menutup kemungkinan ia akan menjadi iblis esok harinya. Siapa yang tahu? tapi sepertinya Chanyeol sudah menghapus semua pemikiran buruk terhadap Kris. Ia hanya ingin berteman dengannya dan hidup normal seperti kebanyakan orang.
….
Siang itu Chanyeol sedang di perpustakaan. Membaca buku dan mencari materi baru untuk tugas-tugasnya. Tiba-tiba Kris datang dan menepuk pundak Chanyeol dari belakang.
"kau sibuk?"
"lumayan. Memangnya kenapa?"
"kalau kau tidak keberatan. Kau mau tidak menemaniku ?"
"kemana?" tanya Chanyeol tanpa mengalihkan perhatiannya pada buku tebal dan usang yang sedang ia baca.
"aku harus membeli beberapa buku yang kebetulan tidak dijual di sekitar sini. Bagaimana?"
"jam berapa?"
"sekitar jam delapan malam. Karena sore ini aku juga sedikit sibuk. Mau ya? aku tidak ada teman lagi selain kau. Semua sibuk."
"hmmm baiklah. Aku bebas jam delapan. Kau bisa menjemputku di sini."
"di sini? Memangnya kau tidak pulang?" tanya Kris sambil mengeryitkan dahinya.
"tidak. Aku harus tetap di sini kalau ingin semua tugasku selesai."
"lalu Baekhyun?"
"ia bilang akan pulang bersama Tao."
"Tao? Namja manis itu? lumayan juga"
"ckckck kau menyukainya?"
"entahlah. Aku hanya suka melihat wajahnya. Polos dan terkadang menggairahkan."
"hey hey! Aku bisa mengenalkannya padamu kalau kau mau."
"tidak perlu. Aku tidak punya waktu untuk urusan cinta seperti itu" jawab Kris sambil tersenyum.
Chanyeol hanya mengedikkan bahunya.
"Baiklah kalau begitu kau akan ku jemput jam 8 malam. Gomawo Chanyeol-ah"
"jangan sungkan"
"aku pergi dulu"
"ne! hati-hati"
Kemudian Kris membalikkan badannya. Berlalu meninggalkan Chanyeol. Ia tersenyum. Bukan senyum biasa. Senyum itu.. senyum penuh dendam dan mematikan. Astaga!
'ini hanya awal Park Chanyeol! Cih! Kau pasti akan hancur! Hancur dalam tanganku! Tunggu saja! Permainan baru akan dimulai!'
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
a/n
Annyeong~ maaf maaf maaaaaaf banget ya buat yang nungguin dan minta update kilat. Author sebenernya udah nyelesein fic ini dari lama sih, cuma kalo di post pas puasa kan hngggg gak enak aja ._. terus juga kemarin-kemarin akunnya bermasalah -_- pokoknya kalo namu gak bisa buka akun ini lagi search aja Namu HwangII kalo ada berarti itu akunnya namu ya :3 tapi ya semoga akun ini bisa dibuka terus amin :)). Oh iya, terima kasih banget bangeeet buat readers yang reviews dan minta dilanjut, maaf gak bisa namu review satu-satu :3 jujur namu terharu loh bacanya*hiks*. Semoga chap kedua bisa lebih menghibur readers nim sebagaimana mestinya. Gamsahamnida *bow*
Keep review and leave your comments…
