desypramitha2 : Makasih, pendek yah? hehehe, maaf, itulah batas kemampuanku menulis, kalau lebih dari itu aku akan bosan dan yang ada malah bakalan hiatus berkepanjangan. eh makasih lho dah review..
kizurahinata : Thanks udah nunggu, maaf yah kelamaan update, iya sih memang rencanaya aku juga mau nyisipin , nanti simak terus kelanjutannya yaah.. n review lagi, yah kalau berkenan sih, hehehe.. makasih dah review..
Nabila Chan BTL : Yap, itu memang ulah Sakura, si Saku nakal sih ya.. hehhe, makasih dah review :D
For The Some Reason
This Story Is mine
Naruto milik Mashashi Kishimoto
Warning : AU, OOC, Gaje, Pokoknya deh
DON'T LIKE DON'T ENTER
"Kau selalu saja berkata hal yang aneh-aneh Sakura, aku jadi lelah mendengarkannya." Ucap Temari bosan menatap Sakura yang sedang menopang dagunya dengan sebelah tangan menatap suasana di luar jendela kelas dengan bosan. Temari masih mengambek dan juga mungkin penasaran dengan kata-kata Sakura tadi sewaktu mereka bersantai di atap.
"..."
"Sakura, jangan bilang kau mengabaikanku atau ku kirim kau ke langit ketujuh" Ucap Temari penuh emosi dengan sikap sahabatnya itu.
"Sudahlah Temari, tidak perlu emosi begitu kan? Aku tau pukulanmu itu bisa membuatku terbang mencapai langit tapi sebelum mencapai langit mungkin aku sudah mati di udara. Kau kan tau aku itu aneh, jadi.. maafkan aku, ok?" Ucap Sakura kini menatap Temari dengan wajah datar yang malas yang juga manatap Sakura malas.
Aneh maksud Sakura memang menunjukan pada sikap dirinya yang selalu bergumam tak jelas yang hanya Sakura sendiri yang mengetahuinya dan sialnya Temari selalu saja mendengar gumaman gadis merah muda ini, pada akhirnya Temari akan dibuat penasaran seumur hidup oleh Sakura, karena memang setiap ditanya Sakura selalu menjawab bukan apa-apa.
"Kata-kata permintaan maafmu selalu sama." Balas Temari mengambek, mengira Sakura tidak pernah tulus dalam meminta maaf.
Bukan salah Temari jika ia mengira Sakura tidak tulus mengatakan maaf, tapi memang perkataan Sakura dalam meminta maaf selalu sama dan hampir terdengar datar, kalau saja orang lain yang sedang mendengar permintaan maaf Sakura sekarang ini pasti orang itu akan berlalu meninggalkan Sakura tanpa menggubris permintaan maaf Sakura, dan lagi mana mungkin Sakura akan mengucapkan maaf pada orang lain. Sakura si gadis dingin ini, sungguh tak masuk akal jika ia akan mau mengatakan maaf pada orang lain selain Temari yang memang adalah sahabat karibnya.
"Ha'i terserah kau lah." Ucap Sakura malas lagi. Sedangkan suasana mulai mendung dan angin mulai bertiup kencang. Beberapa siswa saling berbisik tentang keanehan cuaca beberapa hari ini yang cukup membuat mereka takut.
Dan Sementara duo sahabat ini terus bertengkar di atap gedung sekolah mereka para Wings kini telah berjejer.
"Kami mendapat perintah langsung dari Orochimaru-sama, jadi jangan coba menghalangi kami." Ucap Karin angkuh pada Gray dan White wings.
"Ya, meskipun demikian tapi jika kau memporak-porandakan Tokyou, aku tidak akan membiarkan keberuntungan berpihak padamu." Ucap Hinata menyeringai menatap Karin.
"Apakah ini sebuah taruhan? Kalau benar begitu aku tidak akan pernah membiarkanmu menang, Karin." Ucap Neji angkuh mendukung kata-kata Hinata.
"Terserah kalian saja, Hyuuga. Dasar White wings, kalian lebih cocok jadi peri dalam dongeng, kebaikan seperti itu, tidak ada di dunia ini." Balas Karin serius yang kini beralih menatap Sasuke yang sedang menyeringai setan.
"Ketakutan mereka sangat jelas terasa, hoo, rupanya para manusia ini bisa takut dengan hal sepele seperti ini yah? Karin bersiaplah membuat Topan terbesar yang bisa kau buat." Ucap Sasuke yang masih menatap bangungan Sekolah tersebut dan perlahan terbang ke arah samping atas sambil memerintahkan Karin.
Karin yang di perintahkan Sasuke tentu saja senang dan segera membuat angin yang kencang segera bertiup di sekitar mereka, dan kedua bersaudara Hyuuga beserta Ino dan Tenten segera bersiaga, takut-takut kalau ulah para black wings akan sangat keterlaluan.
Namun hanya semenit kemudian seringai Sasuke menghilang dan berubah menjadi tatapan kesal pada salah satu gedung atau jendela ruang kelas yang terbuka lebar menampakkan seorang gadis pink yang menatap kearah Sasuke bosan dan seorang gadis pirang berkuncir empat yang sedang berkoar-koar di sampingnya entah membicarakan atau lebih tepatnya memarahi si gadis merah muda tersebut.
Sasuke merasa yakin gadis itu melihat kearahnya meskipun tentu saja Sasuke juga yakin tak mungkin gadis itu dapat melihatnya, karena memang Sasuke tidak sedang berada dalam mode manusia sekarang ini, terlebih lagi Sasuke yakin gadis itu tepat menatap kearah mata kelamnya dengan tatapan bosan dan malas.
"Hoo, dapatkah aku tertawa saat ini?" Ucap Gaara dari arah samping Sasuke, yang membuat Sasuke mendelik tajam pada Gaara.
"Jangan ikut campur merah, sudah ku katakan jangan membaca fikiranku seenaknya." Ketus Sasuke dingin pada Gaara yang saat ini sedang melihat kearah Sakura yang masih memperhatikan mereka.
"Aku tidak ikut campur dan asal kau tau, aku tak membaca fikiranmu, aku mendengarnya." Ucap Gaara tak kalah dingin pada Sasuke tanpa mengubah pandangannya pada Sakura.
"Eeeh? Memangnya apa yang dipikirkan Teme, Gaara?" Tanya Naruto yang tiba-tiba saja ada di samping Gaara dengan ekspresi penasarannya.
"Jangan katakan!" Desis Sasuke tajam pada Gaara.
"Sasuke merasa kesal pada gadis merah muda yang ada di sana, sebab selain ketakutannya yang tidak dirasakan sedikitpun oleh Sasuke, gadis itu seolah dapat melihat Sasuke atau mungkin kita dan menatap ke arah Kita dengan menjengkelkan." Ucap Gaara mengabaikan Sasuke sambil menunjuk Sakura dari posisinya saat ini.
"Pffth,, Bwahhahahahahhahahahahahahahhahahahahhahahahahaha" Pecah sudah tawa Naruto, yah semua orang tau Naruto agak berlebihan dalam berekspresi, tapi kali ini Naruto benar-benar merasa sahabat sekaligus rivalnya itu lucu, bagaimana mungkin seorang manusia biasa dapat melihat mereka dalam wujud seperti ini, dan lagi kekesalan Sasuke adalah sumber kebahagiaan bagi Naruto, karena Sasuke yang minim ekspresi itu hanya akan merasa kesal jika diremehkan, tentu saja dalam hati Naruto berterima kasih pada gadis merah muda yang mampu membuat rival sejatinya itu kesal, dan Gaara yang mendengar pikiran Naruto tersebut hanya memutar bola matanya bosan.
"Kau mau bertarung denganku, Naruto? Lagi pula Gray wings sepertimu sedang apa disini, kami tak perlu bantuan kalau sekedar membuat kekacauan.!" Seru Sasuke yang menatap Naruto kesal namun sebelum Naruto membalas perkataan Sasuke dan terpancing amarah Sasuke, Gaara segera melayang di antara mereka berdua.
"Minggir Gaara, jangan menghalangiku, jangan menghalangi kami." Ucap Naruto kesal memandang Gaara yang memotong perkataanya.
"Matte yo, Naruto. Aku rasa Sasuke benar. Aku saja tidak bisa mendengar pikirannya." Ucap Gaara dingin dan menatap Sakura yang kini tengah membenamkan wajahnya di kedua lipatan tangannya di atas meja belajarnya. Mendengar hal tersebut Sasuke segera mengalihkan pandangannya menuju Sakura begitupun Naruto.
Lama terdiam akhirnya Naruto bersuara menatap Sasuke dan menyeringai pada Sasuke
"Aku rasa aku akan membantumu kali ini Teme, kita lihat apakah gadis manis itu benar-benar tidak punya rasa takut, aku jadi penasaran." Ucap Naruto menyeringai pada Sasuke yang menatap Naruto dingin. Sementara para White wings yang mendengar hal tersebut kaget dibuatnya.
"Naruto-kun, kalau kau juga keterlaluan aku akan menghalangimu." Ucap Hinata yang berdiri dengan para wings putih sedari tadi hanya menjadi penyimak perdebatan diantara para wings tersebut.
"Tenang saja Hinata, tidak ada yang bisa menghancurkan tameng milikku, aku akan membuat tameng disekitar para manusia itu jika para wings jahil ini sudah keterlaluan." Ucap Tenten yang menenangkan Hinata.
"Yah, lagi pula ini perintah, Hinata." Kata Ino yang juga menenangkan Hinata.
"Baiklah." Ucap Hinata pasrah yang masih kentara jelas kekhawatiran di wajahnya.
"Tapi ngomong-ngomong, gadis itu cukup malas juga, apa aku yang melakukannya,? merepotkan!" Ucap Shikamaru bosan.
"Dan sepertinya gadis itu tidak memiliki rahasia." Kata Sai sambil tersenyum ganjal menatap Sakura yang mungkin saja tertidur di atas lipatan tangannya.
"Gadis yang menarik" Ucap Gaara sambil tersenyum tipis. Membuat beberapa wings menatapnya heran bahkan Naruto mati-matian berusaha menahan pikirannya agar Gaara tidak dapat mendengar pikiran meracaunya tentang berbagai tanggapan atas kegilaan Gaara yang mengagumi sosok manusia, namun agaknya hal ini sia-sia terbukti dari Gaara yang meliriknya tajam membuat Naruto meng-ungu seketika wajahnya.
"Ekhem, Sasuke-kun, aku sudah selesai persiapan bisakah sekarang kita mulai?" Potong Karin yang mulai jengkel diabaikan dan karena sedari tadi Sasuke yang lekat memandang Sakura, dan bukan hanya Sasuke, bahkan Neji dan Gaara yang merupakan pangeran yang paling di incar di Wings of the sky juga ikut memandang Sakura lekat, yah jika saja pandangan Karin tertuju pada sepupunya Naruto yang juga melakukan hal yang sama dengan ketiga pria lainnya.
"Baiklah, aku akan membuat angin topan dan juga badai, akan bagus jika saja Ino mau membuat hujan lebat." Ucap Karin lagi yang tidak mendapat tanggapan apapun dari para wings yang terdiam.
"Aku akan membantumu, berhubung aku berunsur angin." Ucap Naruto menyengir sedang Karin hanya menatap Naruto bosan.
"Baiklah, meskipun aku benci melakukan ini, aku juga sedikit penasaran bagaimana rasanya melakukan hal-hal usil. Aku akan mengatur hujan." Ucap Ino yang menatap Hinata yang masih khawatir.
"Aku akan membuat petir." Kata Sasuke yang kini kembali menyeringai.
"Baiklah, kami yang tidak berkepentingan akan menyingkir, Tenten bersiagalah. Ayo, Hinata." Ucap Neji pada para wings yang tidak memiliki andil dalam kekacauan ini.
Sementara di kelas Sakura yang sedari tadi sedang tertidur sekarang bangun dan merenggangkan tangan dan berjalan menuju kaca jendela yang terbuka disampingnya dan segera menutupnya. Hal ini mengundang tanda tanya pada teman-teman kelasnya.
"Kenapa di tutup Sakura? Jadi gerah kan?" Tanya Kiba yang mendekati Sakura. Yah, memang langit mulai mendung dan angin mulai menerpa kencang, namun hal itu tak juga bisa membuat suhu di dalam kelas ini menurun, sehingga beberapa anak tetap membiarkan beberapa jendela kelas terbuka lebar.
"Tutup saja semua jendelanya, sepertinya akan ada badai." Ucap Sakura datar pada seluruh isi kelas yang mulai berbisik, bagaimana mungkin dengan cuaca secerah ini akan ada badai, meskipun memang langit mulai mendung, tapi mendung bukan berarti hujan kan?. Namun bisikan-bisikan tersebut segera berakhir ketika—
CTAAARRRRR
CTAAAARRRRR
"KYAAAAAAAAAAA"
Yah, kilat yang Dahsyat segera menyambar dan terasa seperti merusak gendang telinga dan seketika mengundang jeritan dari beberapa siswa yang kaget dengan petir tersebut.
"Masih belum. Serang lagi." Ucap Sasuke yang seakan tidak puas dengan ketakuan yang di dengarnya. Seketika itu Naruto dan Karin serta Ino segera membuat badai di sertai hujan.
.
.
"Apa-apaan ini, badai di hari yang cerah? Cih, siapa yang mengatur cuaca ini? Begitu tak becus." Ucap Temari yang memandang langit mendung, dari balik jendela.
"Pffftt,, Hahhahahahaha" tawa Sakura terdengar sangat ganjal namun bahagia di telinga Temari.
"Apanya yang lucu?" Tanya Temari yang mengernyitkan kening heran yang hanya di jawab oleh tawa Sakura.
.
.
"Sialan." Ucap Gaara yang melayang di udara sambil memperhatikan sosok kedua sahabat yang satunya sedang mengernyit heran sementara yang lainnya tengah tertawa seperti mengejek.
"Ada apa?" Tanya Naruto pada Gaara yang terlihat kesal, kalau saja hal itu Sasuke, Naruto mungkin akan merasa biasa saja, namun bagi seorang Gaara merasa kesal itu merupakan hal yang ganjal baginya.
"Gadis itu sedang menertawakan kalian yang tidak becus mengatur cuaca." Ucap Gaara santai, sedangkan Sasuke yang mendengar hal tersebut semakin geram dan marah mau tak mau membuat Naruto bergidik ngeri dan mengatai Gaara 'bodoh' dalam fikiran Naruto, namun agaknya hal itu tidak di gubris oleh Gaara, kendati Naruto yakin Gaara pasti mendengar umpatan kesal Naruto pada Gaara dalam fikirannya, umpatan kesal pada Gaara yang seenaknya membuat Sasuke tersulut emosi.
Yah, tentu saja Gaara santai saja mengatakan hal itu, sebab bukan dia yang sedang memporak-porandakan cuaca saat ini, namun yang membuat Gaara mengumpat adalah karena kekesalannya yang tidak bisa menebak isi dari fikiran Sakura, etahlah, ada sesuatu yang aneh dalam dirinya, sementara Sasuke yang semakin geram merasa kalah oleh seorang gadis manusia yang tidak pernah dirasakan ketakutan darinya secuilpun, membuat Sasuke merasa kalah. Lain Gaara, lain Sasuke, lain lagi Naruto yang merasa tertarik dengan gadis tersebut karena tawanya. Sebelum mereka sadar bahwa serangan besar-besaran dan brutal hujan badai mereka berhenti tanpa mereka akhiri.
"EH..?" Kaget Ino dan Karin membuat para wings lainnya ikut terkejut, dan setelahnya malah mentari bersinar lebih terang.
Lain dengan ekspresi para wings lain lagi dengan ekspresi Sakura yang kini membuka jendela sambil tersenyum menyambut sinar mentari.
"Aku benci hujan dadakan." Katanya kemudian tersenyum mengejek pada langit yang membuat Gaara tersentak kaget. Adakah makna lain dalam kata-kata itu? Dan sekali lagi, Temari sang sahabat haruslah ternganga dengan sikap sahabatnya satu itu yang kini berlalu meninggalkan kelas, meninggalkan Temari dan hiruk pikuk senang dari dalam kelas atas badai yang berlalu.
TBC~~
Thanks dah menyimak :D dan selamat berpuasa bagi yang menjalankannya..
Spesial Thanks teruntuk para reviewers
desypramitha2
kizurahinata
Nabila Chan BTL
Good bye..
